Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 Pendampingan Pembuatan dan Pemanfaatan Quick Response (QR) Code Koleksi Museum Desa Wisata Genggelang di Kabupaten Lombok Utara Hariza Alvi Nursaida1*, Maria Ayuliyanti2, Muhammad Sadni Alawi3, M. Irfan Jauhari4, Wawan Handika5, Salman Alfarizi6, Rifky Izazi Dyarbirru7 1,2,3,4,5,6,7 Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Politeknik Pariwisata Lombok *Email korespondensi: harizalvi83@gmail.com Riwayat artikel Diajukan : 31 Oktober 2024 Diterima : 29 November 2024 Dipublikasikan : 30 November 2024 Abstrak Mahasiswa dan Dosen Politeknik Pariwisata Lombok melakukan pendampingan pembuatan QR Code di Museum Desa Wisata Genggelang sebagai langkah inovatif untuk memperkenalkan konsep desa wisata digital. Hal ini merupakan bentuk implementasi dari Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Wisata Genggelang, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di tengah maraknya perkembangan teknologi informasi, pendampingan pembuatan QR Code dapat meningkatkan pengalaman pengunjung museum dengan memberikan akses yang informatif dan interaktif mengenai koleksi museum dan sejarah desa. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan meliputi observasi, wawancara, studi literatur, dan pembuatan QR Code. Dengan adanya penerapan QR Code, tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi meningkatkan daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Museum Desa Genggelang. Penerapan QR Code tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Hasil kegiatan ini mengintegrasikan teknologi digital guna mendorong Desa Wisata Genggelang menjadi destinasi yang lebih menarik dan informatif. Kata kunci: QR Code, Museum, Desa Wisata, Genggelang Abstract Students and lecturers of Politeknik Pariwisata Lombok provided assistance in making QR codes at the Genggelang Tourism Village Museum as an innovative step to introduce the concept of a digital tourism village. This is a form of implementation of the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) and Community Services Program in Genggelang Tourism Village, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. In the midst of the rapid development of information technology, assistance in creating QR Codes can improve the experience of museum visitors by providing informative and interactive access to museum collections and village history. This assistance activity is carried out through several stages including observation, interviews, literature studies, and QR Code creation. With the implementation of QR Codes, it not only makes it easier to access information, but also increases the attraction of tourists to visit the Genggelang Village Museum. The implementation of QR Codes not only makes it easier to access information, but also increases the attraction of tourists to visit. The results of this activity integrate digital technology to encourage Genggelang Tourism Village to become a more attractive and informative destination. Keywords: QR Code, Museum, Tourism Village, Genggelang https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 79 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 1. Pendahuluan Salah satu desa yang terletak di Kabupaten Lombok Utara adalah Desa Genggelang. Desa ini terpilih menjadi salah satu dari 13 Desa Wisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang masuk dalam Anugerah Desa Wisata (ADWI) tahun 2022, mewakili Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan situs Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Jadesta Kemenparekraf) tahun 2023, Desa Wisata Genggelang termasuk ke dalam klasifikasi desa wisata berkembang. Desa Wisata Genggelang memiliki berbagai macam daya tarik wisata mulai dari wisata alam, budaya, dan buatan. Selain itu, Desa Wisata Genggelang juga memiliki museum desa yang menjadi salah satu atraksi wisata di desa. Di museum ini, pengunjung dapat melihat koleksi peninggalan sejarah desa yang juga merupakan salah satu wilayah Kedatuan Gangga dari zaman dahulu. Selain itu, terdapat situs Kampung Besari yang populer dikenal sebagai “Desa Hilang” yang dipercaya oleh masyarakat desa sebagai salah satu desa tua di Pulau Lombok yang telah hilang. Sebagian besar potensi yang ada di Desa Genggelang belum dipublikasikan dengan maksimal. Oleh karena itu, melalui program MBKM, mahasiswa dan dosen Politeknik Pariwisata Lombok melakukan pendampingan pembuatan dan dan pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan kemudahakan akses informasi mengenai daya tarik wisata yang ada di Desa Wisata Genggelang, khususnya terkait dengan koleksi yang tersedia di musem desa. Pembuatan QR Code ini bertujuan untuk memudahkan wisatawan ketika bekunjung ke Museum Desa Wisata Genggelang. Di dalam QR Code akan memuat foto beserta informasi tentang museum desa, benda-benda peninggalan sejarah yang ada di dalam museum, serta latar belakang terbentuknya museum. Hal ini diharapkan akan memudahkan wisatawan ketika berkunjung ke museum desa dan juga dapat dimanfaatkan oleh pengelola Museum Desa Genggelang untuk menyediakan informasi yang lebih informatif dan interaktif. 2. Metode Dalam melaksanakan kegiatan, dilakukan pra observasi di Museum Desa Wisata Genggelang terlebih dahulu. Kemudian dilakukan wawancara untuk mengetahui informasi koleksi dan pengelolaan museum. Selanjutnya dilakukan pemetaan koleksi musem serta studi literatur untuk mendapatkan informasi tambahan terkait dengan koleksi yang ada di museum desa. Terakhir, dilakukan pendampingan pembuatan QR Code. Adapun rangkaian tahapan kegiatannya sebagai berikut: 1. Observasi, tim melakukan observasi untuk melihat secara langsung kondisi dari museum desa serta mengumpulkan informasi terkait benda – benda yang ada di dalam Museum Desa Genggelang. Observasi ini dilakukan selama satu bulan. 2. Wawancara, tim MBKM Poltekpar Lombok melakukan waancara kepada beberapa tokoh yang terlibat, seperti masyarakat setempat, serta pengelola Museum Desa Genggelang. Wawancara ini kami gunakan untuk mengumpulkan informasi-informasi yang masih belum jelas terkait benda peninggalan yang ada di dalam Museum Desa Genggelang. 3. Studi literatur dilakukan untuk menyesuaikan informasi yang masih kurang tepat. Dalam mengkonfirmasi segala informasi yang dibuat dalam bentuk katalog, dilakukan diseminasi yang melibatkan beberapa tokoh penting yang ada di Desa Wisata Genggelang. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi ketimpangan informasi di dalam katalog apabila sudah dicetak. 4. Pendampingan pembuatan QR Code, pendampingan ini dilakukan kepada pengelola museum agar pengelola dapat memahami cara membuat dan menggunakan QR Code. Sehingga diharapkan QR Code yang telah dibuat oleh tim MBKM Poltekpar Lombok dapat berkelanjutan. Dalam pembuatan QR Code tim MBKM Poltekpar Lombok menggunakan software desain grafis online Canva App. QR Code yang dibuat berisi katalog yang memuat semua koleksi yang ada di dalam Museum Desa Genggelang. 3. Hasil dan Pembahasan 3.1 Hasil Pelaksanaan kegiatan pendampingan dan pemanfaatan QR Code untuk koleksi Museum Desa Genggelang dilaksanakan selama 3 bulan, mulai dari bulan Agustus hingga Oktober 2024. Pada bulan pertama, dilakukan pra obervasi terkait koleksi benda – benda di Museum Desa Genggelang. https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 80 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 Selanjutnya dibulan kedua yakni bulan September, dilakukan pendataan dan klasifikasi terhadap 86 koleksi yang ada di Museum Desa Genggelang termasuk keris, guci, babad, peninggalan sejarah, dan pemetaan tanah pecatu Kedatuan Genggelang. Kemudian, pada bulan Oktober, dilakukan diseminasi terkait dengan koleksi yang ada di Museum Desa Genggelang bersama pihak-pihak yang terkait seperti Bapak Supardi (Amiq Kholid) selaku pengelola museum, Ketua Majelis Krama Desa Genggelang (MKD), Ketua Badan Permusyawaratan Desa Genggelang (BPD), anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), dan masyarakat Desa Genggelang yang terkait. Hasilnya, teridentifikasi 86 benda telah dimasukkan ke dalam katalog museum dan dikelompokkan berdasarkan etalase yang ada di museum. Setiap etalase memiliki QR Code terkait benda-benda yang ada di dalam etalase. Berikut 86 benda koleksi yang ada di Museum dapat dilihat pada Tabel 1 sampai dengan Tabel 6. Tabel 1. Koleksi benda-benda di Museum Desa Genggelang Etalase 1 No Foto Benda Nama Benda 1 Baju Rompi Datu Gangga 2 Naskah/Babad 3 Tapeladam 4 Takepan Bangbari 5 Cetbang 6 Usap 7 Piagam 8 Koin Yasin 9 Cawan 10 Gelas 11 Koin Dinasti Tang https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 81 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 12 Berlian 13 Artefak Sumber: Hasil Olahan Penulis (2024) Tabel 2. Koleksi benda-benda di Museum Desa Genggelang Etalase 2 No 1 Foto Benda Nama Benda Keris Luk 15 2 Keris Luk 7 3 Keris Luk 7 4 Keris Luk 9 5 Keris Luk 3 6 Keris Luk 7 7 Batek Sunda Galuh 8 Batek Bayan 9 Keris Lurus 10 Pangot/Pemaje 11 Tombak 12 Kelewang 13 Cetbang/ Bedil https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 82 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 14 Tombak 15 Tempat Buah 16 Peluru Meriam 17 Kempu 18 Paso Sumber: Hasil Olahan Penulis (2024) Tabel 3. Koleksi benda-benda di Museum Desa Genggelang Etalase 3 No 1 Foto Benda Nama Benda Bokor Besar Motif 2 Bokor Besar Polos 3 Penjula’an 4 Penjula’an 5 Guci Kecil 6 Guci Kecil 7 Bokor Kecil 8 Mappacci 9 Alat Khitan https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 83 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 10 Tempat tinta 11 Gelang Selaka 12 Kapar 13 Cawan 14 Kepeng Bolong 15 Cangkir Kuningan 16 Penyangket 17 Damber Siu Sumber: Hasil Olahan Penulis (2024) Tabel 4. Koleksi benda-benda di Museum Desa Genggelang Etalase 4 No 1 Foto Benda Nama Benda Wariga 2 Pemecut 3 Gegandek 4 Bokah 5 Renggapan 6 Uwit https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 84 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 7 Rumbuk 8 Gegandek 9 Rombong/Ponjol 10 Sesodo 11 Kekelok Sumber: Hasil Olahan Penulis (2024) Tabel 5. Koleksi Guci dan benda lainnya di Museum Desa Genggelang No 1 Foto Benda Nama Benda Kaling 2 Bebangkuq 3 Kaling 4 Guci 5 Dulang 6 Kukusan 7 Temberasan https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 85 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 8 Nangket 9 Cereq 10 Tangkel 11 Tepaq 12 Pane 13 Songkok Ketak 14 Uang 15 Arang Kayu 16 Batu bara Sumber: Hasil Olahan Penulis (2024) Tabel 6. Koleksi Ter (Tombak) dan Teks Khotbah di Museum Desa Genggelang No 1 Foto Benda Nama Benda Ter (Tombak) Gangga 2 Ter (Tombak) 3 Ter (Tombak) Besari https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata Kedatuan Kedatuan 86 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 4 Ter (Tombak) Besari Kedatuan 5 Ter (Tombak) Genggelang Kedatuan 6 Ter (Tombak) Gangga Kedatuan 7 Ter (Tombak) Genggelang Kedatuan 8 Ter (Tombak) Genggelang Kedatuan 9 Ter (Tombak) Besari Kedatuan 10 Ter (Tombak) Gangga Kedatuam 11 Teks Khotbah Sumber: Hasil Olahan Penulis (2024) QR Code yang dihasilkan dapat dipindai menggunakan smartphone dan langsung menampilkan informasi umum mengenai benda-benda yang ada di Museum Desa Genggelang. Pembuatan QR Code dilakukan menggunakan aplikasi Canva dan berisikan katalog yang tersimpan di dalam Google Drive. Selanjutnya, tim MBKM Poltekpar Lombok memberikan pelatihan kepada pengelola museum terkait cara mengakses informasi benda-benda koleksi yang ada di Museum Desa Genggelang. Gambar 1. Dokumentasi kegiatan pendampingan. Sumber: Dokumentasi Penulis (2024) 3.2 Pembahasan Seiring perkembangan zaman, setiap kegiatan manusia dalam mencari informasi akan dimudahkan dengan memanfaatkan teknologi. QR Code adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah. QR Code merupakan singkatan dari Quick Response Code, atau https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 87 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 dapat diterjemahkan dengan kode respon cepat. QR Code merupakan suatu jenis image dua dimensi yang menampilkan data berupa teks. Dengan QR Code pengguna dapat mengakses sistus web lebih cepat daripada harus melakukan secara manual (Dagan, Binyamin, &Eilam 2016). Pada masa kini QR Code memiliki peran yang sangat signifikan dalam perkembangan teknologi dan transformasi digital. Dalam bidang pariwisata, QR Code dapat digunakan sebagai sarana dalam berbagi informasi dengan lebih akurat dan efisien. Salah satu contoh penerapannya seperti penelitian dari (Fathul Hadi, Mustika Yasi & Agustin, 2020), QR Code yang dipindai melalui smartphone akan menerjemahkan QR Code tersebut, pengunjung akan menerima informasi mengenai tumbuhan yang ada pada objek wisata tersebut. Hal tersebut merupakan salah satu contoh dari pariwisata berbasis digital dan berkelanjutan. Oleh karena itu, tim melakukan pendampingan pemanfaatan & pembuatan QR Code koleksi Museum Desa Genggelang. Pembuatan QR Code ini menggunakan media platform canva yang datanya tersimpan di dalam Google Drive. Apabila terdapat penambahan koleksi benda – benda yang ada di Museum Desa Genggelang, pengelola museum dapat mengakses melalui Google Drive dan mengupdate data yang ada. Dengan melakukan pendampingan dan pelatihan kepada pengelola museum, tim mengharapkan pengelola dapat mengimplementasikan penerapan sistem QR Code ini. Pendampingan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap digitalisasi sistem pengelolaan koleksi di Museum Desa Genggelang. Dengan diterapkannya sistem QR Code, penyediaan informasi untuk wisatawan dapat menjadi lebih efisien. Selain itu, pembuatan QR Code ini tidak hanya memudahkan akses informasi tentang museum bagi pengunjung dan masyarakat luas, tetapi mampu meningkatkan promosi museum serta membantu dalam melestarian koleksi benda – benda yang ada di museum. Dengan dukungan digitalisasi yang berkembang saat ini, tentu dapat memberikan dampak yang signifikan bagi keberlanjutan Museum Desa Genggelang. Dalam penyusunan artikel ini objek yang ditujukan adalah untuk melakukan pengenalan koleksi benda – benda yang ada di dalam museum. 3.2.1 Penyusunan QR Code Pembuatan katalog yang berbasis scan QR Code pada sistem informasi Museum Desa Genggelang ini diharapkan dapat membantu aktivitas operasional pengelola museum maupun pengenalan koleksi benda–benda museum dapat menghasilkan data yang akurat dan efisien. Sistem informasi berbasis QR Code ini dimaksudkan untuk membantu penanganan operasional pengelola museum agar lebih mudah. Pendampingan ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengelola museum akan tetapi juga memberikan kemudahan bagi wisatawan asing maupun lokal dalam menemukan informasi tentang museum dan juga benda – benda koleksi yang ada di museum. Katalog ini terdiri dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terdapat 86 benda-benda koleksi Museum Desa Genggelang yang sudah dimasukkan ke dalam katalog. Penyusunan pembuatan katalog ini telah menghabiskan waktu selama 2 bulan mulai dari tahap observasi, penyusunan, hingga pembuatan katalog dan selanjutnya diuji coba. Katalog ini hanya bisa di akses ketika berkunjung ke museum dengan cara memindai QR Code yang sudah di klasifikasikan dan di tempelkan pada setiap etalase, dan setiap etalase memiliki QR Code tersendiri. QR Code ini bisa dikases dengan smartphone android maupun ios, wisatawan hanya perlu memiliki jaringan internet untuk memindai QR Code. Hal ini tentu memudahkan wisatawan ketika berkunjung ke museum serta menguntungkan bagi pengelola museum. QR Code ini akan memberikan pengalaman yang unik dan menarik bagi wisatawan yakni sebagai visual guide. Penerapan QR Code memberikan informasi kepada pengunjung secara realtime ketika berada di Museum Desa Genggelang. Dalam penyusunan QR Code Tim MBKM Poltekpar Lombok menggunakan aplikasi canva untuk membuat katalog dan QR Code. Tahap-tahap penyusunan katalog terdiri dari beberapa langkah, yaitu: 1. Penyusunan katalog melalui aplikasi canva. 2. Download file dan simpan menggunakan file pdf. 3. Simpan file pdf ke dalam Google Drive. 4. Salin tautan Google Drive. 5. masuk ke dalam aplikasi canva dan buat QR Code. https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 88 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 Gambar 3. Penyusunan katalog melalui aplikasi Canva Sumber: Canva App (2024) Gambar 4. Penyimpanan file katalog dalam bentuk Pdf Sumber: Canva App (2024) Gambar 5. Penyimpanan file kedalam Google Drive Sumber: Canva App (2024) https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 89 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 Gambar 6. Copy link setelah file di upload Sumber: Canva App (2024) Gambar 7. Salin tautan dari Google Drive dan buatkan QR Code Sumber: Canva App (2024) 3.2.2 Uji coba penggunaan QR Code Penggunaan QR Code telah banyak diterapkan dengan perubahan teknologi yang semakin berkembang pesat. Penggunaan QR Code juga telah menjadi salah satu metode praktis dalam berbagai sektor, mulai dari proses bertansaksi, mengakses informasi, hingga mengolah data. Sehingga museum desa Genggelang juga mulai menerapkan penggunaan QR Code untuk mengakses informasi terkait koleksi benda- benda yang ada di museum. Namun, sebelum mengimplementasikan penggunaan QR Code diperlukan uji coba dalam penerapannya untuk memastikan efektivitasnya sebelum di terbitkan. Berikut adalah tahapan uji coba dalam penggunaan QR Code yang ada di museum desa Genggelang: Gambar 8. 9 dan 10. Tampilan QR Code Museum Desa Genggelang, Scan QR Code menggunakan smartphone dan tampilan Katalog Museum Desa Genggelang apabila QR Code di pindai. Sumber: Canva App (2024) https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 90 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 QR Code yang telah disusun oleh tim MBKM Poltekpar Lombok telah diuji coba, baik pada uji coba menggunakan smartphone sistem android maupun ios. Hasil uji coba menunjukkan bahwa QR Code telah berjalan sesuai dengan fungsinya. QR Code ini berfungsi menjadi visual guide yang mampu memberikan informasi kepada pengunjung yang datang secara langsung ke Museum Desa Genggelang. QR Code ini dapat terus dikembangkan apabila terdapat perubahan informasi terkait koleksi yang ada di museum. Gambar 10. Uji coba pemindaian QR Code menggunakan smartphone. Sumber: Dokumentasi Penulis (2024) 4. Simpulan Pendampingan pembuatan QR Code di Museum Desa Wisata Genggelang oleh mahasiswa dan dosen Politenik Pariwisata Lombok merupakan implementasi inovatif dari Program Merdeka BelajarKampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Genggelang sebagai desa wisata digital yang menarik dan informatif. Melalui beberapa tahapan, termasuk observasi, wawancara, dan studi literatur, QR Code diintegrasikan untuk memberikan akses informasi yang interaktif dan mendalam tentang koleksi museum dan sejarah desa. Penerapan QR Code memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam mengakses informasi guna meningkatkan daya tarik Museum Desa Genggelang. 5. Referensi Ariyandi, H. Z., & Handayani, A. N. (2022). Peran Penggunaan Teknologi QR Code untuk Meningkatkan Keterhubungan dan Efisiensi Masyarakat Menuju Era Transformasi Society 5.0. Jurnal Inovasi Teknik Dan Edukasi Teknologi, 2(7), 299–306. https://doi.org/10.17977/um068v1i72022p299-306 Heri, K., Denik, Y., & Palupiningtyas, D. (2023). Strategi Pengembangan Museum Radya Pustaka Guna Meningkatkan Daya Tarik Wisata di Kota Surakarta. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 19(2), 88–103. https://doi.org/10.56910/gemawisata.v19i2.315 Oktavallyan, D., Oktoeberza, W. K., Tamba, R. S., & Johar, A. (2023). Sistem Informasi QR-Code Berbasis Web untuk Pengenalan Benda Bersejarah di Museum Negeri Bengkulu. Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia, 5(1), 9–19. https://doi.org/10.18196/mt.v5i1.17552 Ariyandi, H. Z., & Handayani, A. N. (2022). Peran Penggunaan Teknologi QR Code untuk Meningkatkan Keterhubungan dan Efisiensi Masyarakat Menuju Era Transformasi Society 5.0. Jurnal Inovasi Teknik Dan Edukasi Teknologi, 2(7), 299–306. https://doi.org/10.17977/um068v1i72022p299-306 Gerlan & Jhon. (2019). Scan QR Code Untuk Mengenal Benda-Benda Bersejarah di Museum. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Volume (2) NO (1). https://download.garuda.kemdikbud.go.id Nuru, Etistika, Renita, & Solehah. (2024). Pembuatan E-Catalog berbasis QR-Code mendukung Digitalisasi Desa Krampon, Torjun Sampang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia. https://doi.org/10.56910/safari.v4i1.1138 Ery, M, & Agus. (2020). Penerapan QR-Code Untuk Sistem Informasi Museum MPU Tantular Berbasis Web. https://www.researchgate.net/publication/346269348 Jawi, I., Supriyono, H. (2018). Pemindaian QR Code Untuk Aplikasi Penampil Informasi Data https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 91 Abdi Wisata, Volume 1, No 2, Halaman 79-92, Tahun 2024 e-ISSN 3063-1777 Koleksi di Museum Sangiran Sragen Berbasis Android. https://www.semanticscholar Setiawan, Gde, & et al. (2023). Pemanfaatan dan Pendampingan pembuatan QR Code dan Facebook Marketplace Sebagai Media Promosi Wisata di Desa Apuan Susut Bangli. Jurnal Pengabdian Kepada masyarakat (SEGAWATI), Volume 2, 89-90. https://pdfs.semanticscholar.org/ Ariyandi, H. Z., & Handayani, A. N. (2022). Peran Penggunaan Teknologi QR Code untuk Meningkatkan Keterhubungan dan Efisiensi Masyarakat Menuju Era Transformasi Society 5.0. Jurnal Inovasi Teknik Dan Edukasi Teknologi, 2(7), 299–306. https://doi.org/10.17977/um068v1i72022p299-306 Anugerah Desa Wisata 2023. (2023, Februari 21). Desa Wisata Genggaleng. Retrieved from https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/genggelang Desa Genggelang dalam angka 2023. Profil Desa Genggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Wijaya, E. Y., Aini, N., Solehah, R., & Solehah, S. (2024). Pembuatan E-Catalog berbasis QR-Code mendukung digitalisasi Desa Krampon, Torjun Sampang. SAFARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(1), 89–97. Habibullah, M., Mulyanto, Y., & Sofya, N. D. (2020). Rancang Bangun Aplikasi Pemandu Wisata Museum Sumbawa Berbasis Android Dengan Memanfaatkan Quick Response Code (Qr Code). Jurnal Informatika, Teknologi Dan Sains, 2(2), 136–145. https://doi.org/10.51401/jinteks.v2i2.596 Putra, E. Y. (2024). Digitalisasi Museum Berbasis Web Dengan AR Dan QR Code (Studi Kasus Pada Museum Sulawesi Utara). Jurnal Teknik Elektro Dan Komputer TRIAC, 11(1), 24–30. https://doi.org/10.21107/triac.v11i1.24577 Istina, D. (2022). Keberadaan dan Fungsi Museum Bagi Generasi Z. Jurnal Tata Kelola Seni, 8(2), 95– 104. https://doi.org/10.24821/jtks.v8i2.7096 Riansah, W. (2021). Aplikasi QR Code Generator Dan QR Code Reader Menggunakan Metode Stroke Histogram. J-SISKO TECH (Jurnal Teknologi Sistem Informasi Dan Sistem Komputer TGD), 4(1), 38. https://doi.org/10.53513/jsk.v4i1.2610 Lipa, L., Hidayah, N., & Sundayana, D. (2019). Pengembangan Fasilitas Interpretasi Berbasis Qr Code Menggunakan System Development Life Cycle (Sdlc): Studi Kasus Di Museum Negeri Sri Baduga, Bandung. Barista : Jurnal Kajian Bahasa Dan Pariwisata, 6(2), 39–48. https://doi.org/10.34013/barista.v6i2.181 Prasiasa, D. P. O. (2021). Optimalisasi Pengembangan Desa Wisata Baha Berbasis Pendampingan. WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer, 3(2), 1–8. https://doi.org/10.30864/widyabhakti.v3i2.239 Fatimah, S., & Mukarramah, S. K. (2023). Pendampingan Pengembangan Pemasaran Digital di Desa Wisata Rinding Allo. Jurnal IPMAS, 3(3), 165–173. https://doi.org/10.54065/ipmas.3.3.2023.360 Budiwati, H. (2016). Institut Seni Indonesia ( Isi ) Surakarta Oktober 2016 (Vol. 1). Ucapan Terima Kasih Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah memberikan dukungan penuh dalam kegiatan MBKM KKN Tematik Poltekpar Lombok di Desa Wisata Genggelang. Khususnya untuk Politeknik Pariwisata Lombok, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Desa Wisata Genggalang, Pemerintah Desa Genggelang, Amiq Kholid selaku pengelola Museum Desa Genggelang, dan masyarakat Desa genggelang yang telah membantu. https://ejournal.ppl.ac.id/index.php/abdiwisata 92