e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 VJMB Volume 13 No. 01 Tahun 2024 PENGARUH PROFITABILITAS. UKURAN PERUSAHAAN DAN RASIO PASAR TERHADAP RETURN SAHAM SUB-SEKTOR PROPERTY AND REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Selvi Oktavia1. Dasriyan Saputra2 Agung Gunawan3 Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan Email :selvioktavia99@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh return on asset (X. , ukuran perusahaan (X. dan earning per share (X. secara parsial dan simultan terhadap return saham (Y) pada sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Data penelitian bersumber dari website resmi BEI dan website resmi perusahaan. Populasi penelitian ini sebanyak 21 perusahaan property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan yang menjadi sampel sebanyak 6 perusahaan property and real estate. Analisis data menggunakan teknik purposive sampling menggunakan software IBM SPSS Statistics 25 for windows. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa return on asset secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, hasil dari ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham dan hasil dari earning per share secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham. Secara simultan return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Kata Kunci : Return On Asset. Ukuran Perusahaan. Earning Per Share. Return Saham. Property and Real Estate This study was conducted to analyze and determine the effect of return on assets (X . , firm size (X. and earning per share (X. partially and simultaneously on stock returns (Y) of property and real estate sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange 2017 Ae 2022 period. The research data is sourced from the IDX official website and the company listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2017 Ae 2022 period. Sampling the data using purposive sampling technique and the sample is 6 property and real estate companies. Data analysis on purposive sampling technique using IBM SPSS Statistics 25 for windows software. The results of the study indicate that return on assets partially has a positive and significant effect on stock returns, the results of firm size partially have no positive and insignificant effect on stock returns and the results of earning per share partially have no positive and insignificant effect on stock returns. Simultaneously return on assets, firm size and earning per share have a significant effect on stock returns. Keywords : Return On Asset. Firm Size. Earning Per Share. Stock Returns. Property and Real Estate Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 PENDAHULUAN Pada era globalisasi, persaingan dalam dunia bisnis dirasa semakin ketat. Kondisi yang seperti ini menuntut perusahaan untuk dapat berkembang dan berkreasi agar tetap eksis serta meningkatkan kualitas perusahaan itu sendiri. Perusahaan harus memiliki sistem pengelolaan perusahaan yang baik pada setiap aspek Dalam hal ini, pihak manajemen harus mampu menggunakan sumber daya dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penilaian kinerja perusahaan menjadi hal yang penting bagi pihak Ae pihak yang berkepentingan, baik bagi manajemen, kreditor maupun investor. Investor tentunya akan melakukan upaya untuk memperoleh return saham dengan berusaha mendapatkan informasi yang bersumber pada laporan keuangan yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang akan menjadi target investasinya. Laporan keuangan dapat menjadi optimal bagi investor apabila investor dapat menganalisis lebih lanjut melalui analisis rasio keuangan. Rasio keuangan adalah aktivitas membandingkan angka Ae angka yang tercantum dalam laporan keuangan dengan membagi antara angka yang satu dengan angka yang lainnya (Kasmir, 2019:. Rasio keuangan yang terdapat pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tentu memiliki hasil yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia terdiri dari berbagai subsektor, mulai dari sektor transportasi, infrastruktur, makanan dan minuman, manufaktur, otomotif, farmasi, transportasi, perhotelan, pariwisata dan salah satunya sektor property and real estate yang bergerak perumahan, perkantoran dan sebagainya. Investasi pada perusahaan sub-sektor property and real estate yang terdaftar aktif di BEI umumnya bersifat jangka panjang dan akan bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi serta merupakan salah satu investasi yang menjanjikan. Perkembangan yang terjadi pada sub- sektor ini tentunya akan menarik investor dikarenakan seperti salah satu bentuk investasinya . merupakan aset tetap yang tidak mengalami penyusutan. Harapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 dari para investor terhadap investasinya adalah memperoleh tingkat return . sebesar Ae besarnya dengan risiko tertentu. Return saham adalah keuntungan yang diperoleh, baik oleh perusahaan, individu, maupun institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya (Fahmi, 2017:. Return saham menjadi hal yang mempengaruhi investor untuk selalu termotivasi dalam berinvestasi yaitu sebuah imbalan atas keberanian mereka menanggung risiko atas investasi yang Return saham penting bagi perusahaan karena merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengukur kinerja dari suatu perusahaan, sehingga perusahaan akan menjaga atau memperbaiki kinerjanya yang dapat mempengaruhi return saham agar portofolio saham yang di investasikan terus Semakin baik kinerja keuangan suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut dianggap mampu menghasilkan return saham yang lebih besar dan akan menarik minat investor untuk Untuk itu, pihak manajemen perlu Berikut tabel 1. 1 Data Rata Ae Rata Return Saham Sub-Sektor Property and Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2022. Tabel 1. Data Rata Ae Rata Return Saham Sub-Sektor Property and Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2022 Return Saham Kode Perusahaan 2017 2018 Tren 2019 Tren 2020 Tren ASRI BKSL -0. BSDE -0. CITY CTRA 0. DILD -0. DMAS -0. GPRA -0. JRPT KIJA LPKR -0. MDLN -0. MTLA 0. PLIN PPRO -0. PUDP 0. PWON -0. RBMS -0. Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan Total Rata2021 Tren 2022 Tren Rata Tren e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 RDTX SMRA TARA Rata-Rata Per Tahun Sumber : https://w. id data diolah penulis . Pada tabel 1. 1 dapat dilihat bahwa pergerakan return saham pada setiap perusahaan sub-sektor property and real estate di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022 mengalami Nilai tren return saham perusahaan yang mencapai puncak tertinggi yaitu pada tahun 2021 sebesar 1,25 pada perusahaan PT. Natura City Development Tbk (CITY). Sedangkan tren return saham yang mencapai puncak terendah yaitu pada tahun 2018 sebesar -2,05 pada perusahaan PT. Natura City Development Tbk (CITY). Melihat fakta bahwa tidak ada kepastian mengenai return saham yang akan didapatkan oleh investor ketika melakukan investasi, maka perlu dilakukan analisis mengenai perkembangan return saham perusahaan. Berikut ini gambar 1. Perkembangan Return Saham Sub-Sektor Property and Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2022. Gambar 1. Grafik Rata Ae Rata Return Saham Sub-Sektor Property and Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2022 Sumber : https://w. id data diolah penulis . Pada gambar 1. 1 yang berisikan data fenomena perkembangan return saham tersebut, dapat diketahui bahwa return saham pada perusahaan sub-sektor property and real estate di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2018 dapat dilihat bahwa perusahaan mengalami penurunan return saham sebesar -0,14 dari tahun sebelumnya, pada tahun 2019 return saham mengalami kenaikan sebesar 0,05 dari tahun Kemudian pada tahun 2020 terjadi penurunan yang drastis sebesar - 0,10 dari tahun sebelumnya yang disebabkan oleh pandemi menyebabkan kurangnya frekuensi investasi sehingga penurunan return saham tidak dapat dihindari. Pada tahun 2021 return saham sub-sektor property and real estate mulai bangkit kembali yaitu mengalami peningkatan sebesar 0,24, namun pada tahun 2022 terjadi kembali penurunan yaitu sebesar 0,07. Terjadinya fluktuasi tersebut menjadi salah satu alasan bagi peneliti sehingga memutuskan untuk melakukan penelitian terhadap sub-sektor property and real estate yang terdaftar di BEI periode 2017 Ae 2022. Alasan mengambil objek pada sub-sektor perusahaan ini adalah mengingat akan semakin banyaknya permintaan akan hunian setiap tahunnya, serta pembangunan lainnya yang tentu akan berdampak terhadap naiknya harga saham diikuti dengan meningkatnya return saham perusahaan. Hal tersebut memungkinkan sub- sektor property and real estate akan memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya sehingga perlu adanya upaya untuk tetap mempertahankan bahkan meningkatkan return saham yang lebih baik kedepannya. Fenomena fluktuasi yang terjadi pada perusahaan sub-sektor property and real estate yang terdaftar di BEI periode 2017 Ae 2022, mengindikasikan bahwa ada beberapa penyebab atas terjadinya penurunan yang diperoleh Dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan return saham, maka terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi return saham pada perusahaan. Pada penelitian ini, yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan dalam menghasilkan return saham diantaranya profitabilitas, ukuran perusahaan dan rasio pasar. Untuk mendukung penelitian ini penulis mencari pendukung dari hasil penelitian sebelumnya dan menemukan perbedaan hasil Penelitian terdahulu terkait dengan profitabilitas yang diproksikan dengan return on asset yang dilakukan oleh (Sri & nurasjati pratiwi, 2. , menyatakan bahwa return on Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 asset secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Berbanding dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sari et , 2. , dari hasil penelitian menunjukkan bahwa return on asset secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham. Penelitian terdahulu terkait dengan ukuranperusahaan yang dilakukan oleh (Natalia Siagian et al. , 2. , menyatakan bahwa ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham. Lain halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh (Widiarini & Dillak, dari hasil menunjukkan bahwa ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Penelitian terdahulu terkait dengan rasio pasar yang diproksikan dengan earning per share yang dilakukan oleh (Jefri et al. , 2. menyatakan bahwa earning per share secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Pendapat tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh (Chandra & Darmayanti, 2. , dari hasil penelitian menunjukkan bahwa earning per share secara parsial tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham. Berdasarkan latar belakang serta penelitian terdahulu yang sudah di uraikan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan menganalisis dan meneliti lebih lanjut bagaimana pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan dan rasio pasar terhadap return Maka dalam kesempatan ini, penulis melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Profitabilitas. Ukuran Perusahaan dan Rasio Pasar Terhadap Return Saham Sub-Sektor Property And Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek IndonesiaAy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penulis berharap dengan adanya penelitian ini dapat menambah pengetahuan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh perkuliahan dalam bidang manajemen keuangan khususnya dalam memberikan informasi terkait return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share dalam peningkatan kinerja perusahaan serta dapat memberikan manfaat bagi pemegang saham cara mewujudkan pengaplikasian rasio profitabilitas, penilaian ukuran perusahaan dan rasio pasar yang nantinya dapat digunakan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan perusahaan. TINJAUAN PUSTAKA Return Saham Return saham adalah keuntungan yang diperoleh, baik oleh perusahaan, individu, maupun institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya (Fahmi, 2017:. Return saham menjadi hal yang mempengaruhi investor untuk selalu termotivasi dalam berinvestasi yaitu sebuah imbalan atas keberanian mereka menanggung risiko atas investasi yang Return saham adalah hasil atau keuntungan yang didapatkan dari kegiatan investasi saham (Hartono, 2017:. Return saham sangat penting karena merupakan salah satu upaya untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dan sebagai penentuan risiko dimasa mendatang. Return saham adalah hasil keuntungan atau kerugian yang didapatkan oleh pemilik modal atau investor dalam suatu periode tertentu (Sundjaya, 2017:. Dalam pasar saham tidak selalu memberikan suatu return yang pasti bagi Namun beberapa komponen return saham yang memungkinkan pemodal meraih keuntungan adalah dividen, saham bonus, dan capital gain. Berdasarkan pengertian return menurut para ahli diatas, maka didapati kesimpulan bahwa return saham adalah suatu yang didapatkan oleh investor dari investasinya yang mana berupa tingkat keuntungan yang dibagikan oleh suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Profitabilitas Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari atau memperoleh keuntungan dalam Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 suatu periode tertentu (Kasmir, 2019:. Profitabilitas menjadi salah satu cara untuk menilai kinerja dan prestasi perusahaan, dan menjadi tolak ukur dalam menilai prospek perusahaan kedepannya. Profitabilitas perusahaan untuk memperoleh keuntungan (Sunyoto, 2015:. Kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari usahanya dan meningkatkan profit perusahaan yang akan menjadi penilaian dan sangat diperhatikan oleh para Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktivitas (Hery, 2017:. Efektivitas manajemen dalam mengelola aset dari seluruh aktivitas perusahaan untuk menciptakan laba menjadi pembanding utama antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Berdasarkan pengertian profitabilitas menurut para ahli diatas, maka didapati kesimpulan bahwa profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan sumber daya dari aktivitas normal perusahaan itu sendiri. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan total aset atau besar harta yang dimiliki oleh perusahaan dengan menggunakan perhitungan nilai logaritma total aset (Hartono, 2017:. Ukuran perusahaan yang sudah mapan akan lebih mudah dalam memperoleh modal di pasar modal dibanding dengan perusahaan kecil. Karena kemudahan akses tersebut maka perusahaan besar memiliki fleksibilitas yang lebih besar pula. Ukuran perusahaan adalah suatu skala untuk mengklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai cara, antara lain dengan total aset, total penjualan, nilai pasar saham, dan sebagainya (Hery, 2017:. Perusahaan besar dianggap mempunyai risiko lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan Alasannya adalah karena perusahaan yang besar dianggap lebih mempunyai akses ke pasar modal, sehingga dianggap mempunyai beta yang lebih kecil. Ukuran perusahaan adalah proksi bagi informasi asimetri antara perusahaan dan pasar yang memunculkan sinyal bahwa semakin besar perusahaan, semakin kompleks organisasinya. Semakin besar perusahaan, semakin baik aksesnya ke pasar modal, namun memiliki biaya meminjam yang lebih rendah (Sugiarto, 2015:. Suatu ukuran perusahaan dapat menentukan baik atau tidaknya kinerja Investor biasanya lebih memiliki kepercayaan lebih pada perusahaan yang besar, karena perusahaan besar dianggap mampu untuk terus meningkatkan kinerja perusahaannya. Berdasarkan beberapa pengertian ukuran perusahaan menurut para ahli diatas, maka didapati kesimpulan bahwa ukuran perusahaan adalah suatu skala yang menggambarkan besar atau kecilnya suatu perusahaan yang dapat dilihat dari nilai equity, nilai penjualan, jumlah karyawan, total aset dan lainnya. Rasio Pasar Rasio menggambarkan kondisi yang terjadi di pasar. Rasio ini digunakan untuk melihat bagaimana kondisi perolehan keuntungan yang potensial dari suatu perusahaan tersebut terutama untuk masa yang akan datang (Fahmi, 2017:. Rasio pasar juga memberikan petunjuk untuk manajemen mengenai pandangan investor pada prospek dan risiko perusahaan. Rasio pasar adalah sekumpulan rasio yang menghubungkan harga saham dengan laba dan nilai buku per saham. Rasio ini memberikan petunjuk mengenai apa yang dipikirkan investor atas kinerja perusahaan pada masa lalu serta prospek untuk masa mendatang (Moeljadi, 2016:. Rasio menggambarkan ukuran kemampuan manajemen dalam menciptakan nilai pasar usahanya diatas biaya investasi (Kasmir, 2019:. Rasio pasar memperhitungkan kondisi mengenai pasar saham terhadap kinerja perusahaan. Berdasarkan pengertian rasio pasar menurut para ahli diatas, maka didapati kesimpulan bahwa Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 rasio pasar merupakan rasio yang digunakan untuk mengevaluasi harga saham saat ini dari saham perusahaan publik, rasio ini juga membantu investor yang ada dan calon investor untuk membuat keputusan keuangan tentang berinvestasi dalam saham. Hubungan Antar Variabel dan Perumusan Hipotesis Hubungan Return On Asset dengan Return Saham Terdapat hubungan antara return on asset dengan return saham, return on asset digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aset yang dimilikinya. Semakin tinggi return on asset, menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelola perusahaan dan semakin tinggi perolehan keuntungan perusahaan yang menyebabkan dihasilkan perusahaan. Peningkatan dividen kemungkinan besar akan menarik investor untuk membeli saham perusahaan tersebut sehingga harga saham akan naik dan akan berpengaruh pada meningkatnya return Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sri & nurasjati pratiwi, 2. yang menyatakan bahwa return on asset secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Maka, perumusan hipotesis sebagai berikut : H1 :Return on asset secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham sub-sektor property and real estate yangterdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hubungan Ukuran Return Saham Perusahaan Terdapat perusahaan dengan return saham, dimana semakin besar dan mapan ukuran perusahaan, maka dapat memperbesar skala perusahaan sehingga mendorong volume penjualan yang dapat merefleksikan tingkat keuntungan yang akan diperoleh perusahaan mendatang. Keuntungan perusahaan yang meningkat akan mendorong peningkatan dividen yang dihasilkan perusahaan yang akan cenderung besar meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan untuk berinvestasi, sehingga harga saham akan naik dan akan berpengaruh pada meningkatnya return saham. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh (Natalia Siagian et al. , 2. yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham. Maka, perumusan hipotesis sebagai berikut : H2 :Ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hubungan Earning Per Share dengan Return Saham Terdapat hubungan antara earning per share dengan return saham, dimana earning per share digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam meraih laba bersih yang diperuntukkan bagi pemegang saham atas dasar lembar saham yang di investasikan. Earning per share perusahaan yang tinggi akan menarik minat investor untuk membeli saham perusahaan tersebut sehingga dapat menyebabkan harga saham meningkat. Meningkatnya harga saham akan berdampak pada return saham yang diperoleh investor juga meningkat. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh (Jefri et , 2. yang menyatakan bahwa earning per share secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Maka, perumusan hipotesis sebagai berikut : H3 :Earning per share secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham sub-sektor property and real estate yangterdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hubungan Return On Asset. Ukuran Perusahaan dan Earning Per Share dengan Return Saham Terdapat hubungan antara return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share, dimana semakin tinggi return on asset, menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelola perusahaan dan semakin tinggi perolehan keuntungan perusahaan dan akan meningkatkan daya tarik perusahaan kepada Peningkatan daya tarik perusahaan Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 menjadikan perusahaan tersebut semakin diminati oleh investor dan harga saham naik meningkatnya return saham. Semakin besar dan mapan ukuran perusahaan, maka dapat memperbesar skala perusahaan sehingga dapat merefleksikan tingkat keuntungan yang akan Keuntungan perusahaan yang meningkat akan lebih mudah memperoleh dana dari pasar modal dan kepercayaan investor maupun kreditor terhadap perusahaan untuk berinvestasi, yang kemudian dapat meningkatkan return saham pada perusahaan. Jika earning per share perusahaan tinggi akan menarik minat investor untuk membeli saham perusahaan tersebut sehingga dapat menyebabkan harga saham Meningkatnya harga saham akan berdampak pada return saham yang diperoleh investor juga meningkat. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh (Chandra & Darmayanti, 2. yang menyatakan bahwa return on asset, ukuran perusahaan, dan earning per share secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Maka, perumusan hipotesis sebagai berikut : H4 :Return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kerangka Berpikir Gambar 1. Kerangka Berpikir Return On Asset (X. H1 ( ) Return Saham (Y) Ukuran Perusahaan (X. H2 ( ) Earning Per Share (X. H3 ( ) Sumber : data diolah penulis . Keterangan : : Variabel Independen : Variabel Dependen : Hubungan Parsial : Hubungan Simultan METODOLOGI PENELITIAN Definisi Variabel Operasional Pengukuran Definisi operasional adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari objek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2018:. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan terdiri dari dua macam yaitu variabel bebas . dan variabel terikat . Dimana variabel bebas dalam penelitian ini adalah Profitabilitas (X. Ukuran Perusahaan (X. dan Rasio Pasar (X. Sedangkan yang menjadi variabel terikat (Y) yaitu Return Saham. Berikut adalah ringkasan definisi operasional dan pengukuran variable penelitian ini. Return Saham (Y) Return saham adalah keuntungan yang diperoleh, baik oleh perusahaan, individu, maupun institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya (Fahmi, 2017:. Return saham menjadi hal yang mempengaruhi investor untuk selalu termotivasi dalam berinvestasi yaitu sebuah imbalan atas keberanian mereka menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya. Return Saham = Pt - Pt-1 Pt-1 Return On Asset (X. Return on asset merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur besarnya jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset (Hery, 2017:. Return on asset menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dimasa lalu yang kemudian diproyeksikan dimasa yang akan datang. Return On Asset = Laba Bersih Total Aset Ukuran Perusahaan (X. Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan total aset atau Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 besar harta yang dimiliki oleh perusahaan dengan menggunakan perhitungan nilai logaritma total aset (Hartono, 2017:. Ukuran perusahaan yang sudah mapan akan lebih mudah dalam memperoleh modal di pasar modal dibanding dengan perusahaan Karena kemudahan akses tersebut maka perusahaan besar memiliki fleksibilitas yang lebih besar pula. Ukuran Perusahaan = Ln (Total Ase. Earning Per Share (X. Earning per share adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham dari setiap lembar yang dimiliki (Fahmi, 2017:. Semakin besar earning per share menunjukkan kinerja perusahaan yang baik, sehingga pada akhirnya rasio earning per share dapat memprediksi harga saham. Laba Bersih Earning Per Share = Jumlah Saham Beredar Populasi. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2018:. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi berjumlah 21 perusahaan Sub-Sektor Property and Real Estate yang terdaftar pada papan utama di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Perusahaan yang berada di pencatatan papan utama merupakan perusahaan besar dan telah memiliki rekam jejak keuangan yang baik yaitu perusahaan yang memiliki total aset > Rp 1 miliar dan laba bersih > Rp 100 juta. Sampel Sampel adalah sebagian dari populasi yang menjadi sumber data dalam penelitian, dimana populasi merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2018:. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian dari SubSektor Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022 yang termasuk dalam kriteria yang peneliti tetapkan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 yang berjumlah 6 perusahaan. Teknik Pengambilan Sampel Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan cara menetapkan kriteria khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2018:. Beberapa kriteria khususnya, yaitu : Perusahaan Sub-Sektor Property and Real Estate yang terdaftar dan melakukan pencatatan di papan utama pada Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Perusahaan Sub-Sektor Property and Real Estate yang memiliki jumlah total aset > Rp 1 miliar dan laba bersih > Rp 100 juta selama periode 2017 Ae 2022. Perusahaan Sub-Sektor Property and Real Estate yang menerbitkan laporan keuangan berturut Ae turut yang berakhir pada 31 Desember selama periode 2017 Ae 2022, serta lengkap dengan data yang terkait dengan variabel Ae variabel dalam penelitian. Perusahaan Sub-Sektor Property and Real Estate yang mempunyai return saham dengan rata Ae rata tren pertumbuhan negatif selama periode 2017 Ae 2022. Sumber dan Jenis Data Pada penelitian ini, sumber data yang digunakan adalah data sekunder melalui laporan keuangan tahunan dari perusahaan Sub-Sektor Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022, dimana data tersebut diperoleh dari situs https://w. dalam bentuk laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh perusahaan yang menjadi sampel pada penelitian ini. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitif yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan Sub-Sektor Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan tahun 2017 Ae 2022. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran atas pengaruh return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share terhadap return saham. Metode Analisis Data Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Metode pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dari melakukan sebuah penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data, tanpa mengetahui metode pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar yang ditetapkan (Sugiyono, 2018:. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data. Studi kepustakaan yang dikumpulkan berupa buku Ae buku manajemen keuangan dan jurnal ilmiah terkait hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. Dokumentasi yang dilakukan dengan cara mempelajari data Ae data perusahaan terkait masalah yang sedang diteliti mengenai return on asset, ukuran perusahaan, earning per share dan return saham yang bersumber dari laporan keuangan SubSektor Property and Real Estate yang dipublikasikan oleh BEI dengan periode pengamatan tahun 2017 Ae 2022. Teknik Analisis Data Uji Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata Ae rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (Ghozali, 2018:. Dalam penelitian ini uji statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data sampel, dan tidak ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi dimana sampel diambil. Uji ini diartikan metode analisis yang paling dasar untuk menggambarkan data secara umum dan tidak bermaksud untuk menguji hipotesis. Uji Asumsi KlasikUji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi dalam penelitian memiliki residual yang berdistribusi normal atau tidak. (Ghozali, 2018:. Dalam penelitian ini, data diuji dengan menggunakan uji statistik nonparametik Kolmogrov-Smirnov (K-S) yaitu metode pengujian normal atau tidaknya distribusi dari suatu data yang dilakukan dengan melihat nilai signifikansi variabel, jika nilai sig > 0,05 maka Ho diterima . erdistribusi norma. dan jika sig < 0,05 maka Ho ditolak . idak berdistribusi Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan . (Ghozali, 2018:. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolinearitas di antara variabel independen. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dapat dilihat dari variance inflation factor (VIF) dan Suatu model regresi yang bebas multikolinearitas adalah yang mempunyai VIF < 10,00 dan angka tolerance > 0,10. Jika nilai VIF > 10,00 dan nilai tolerance < 0,10, maka terjadi gejala multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dan residual suatu pengamatan yang lain (Ghozali, 2018:. Jika nilai variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat melalui grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat dengan residualnya. Mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan mengamati apakah terdapat pola tertentu atau tidak dalam grafik scatterplot dengan dasar pengambilan keputusannya, yaitu : Jika terdapat pola tertentu, seperti titik Ae titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur . ergelombang melebar kemudian menyempi. , maka artinya mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik Ae titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka artinya tidak terjadi Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu atau residual pada periode t dengan kesalahan pengganggu atau residual pada periode t-1 Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 . (Ghozali, 2018:. Jika terjadi autokorelasi, maka dinamakan ada masalah Autokorelasi terjadi karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Uji autokorelasi dilakukan dengan metode Durbin Watson (DW). Dasar penentuan ada atau tidaknya autokorelasi (Ghozali, 2018:. , didasari oleh kaidah berikut : 0 < d < dL = ada autokorelasi positif. dL O d O dU = tidak ada autokorelasi positif. 4 Ae dL < d < 4 = ada autokorelasi negatif. 4 Ae dU O d O 4 Ae dL = tidak ada autokorelasi dU < d < 4 Ae dU = tidak ada autokorelasi positif dan negatif. Uji Regresi Linier Berganda Regresi linear berganda merupakan analisis untuk mengetahui pengaruh variabel bebas . yang jumlahnya lebih dari satu terhadap satu variabel terikat . (Ghozali, 2018:. Model analisis regresi linear berganda digunakan untuk menjelaskan hubungan dan seberapa besar pengaruh variabel Ae variabel bebas . terhadap variabel terikat . Uji analisis regresi linear berganda digunakan oleh peneliti adalah bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh variabel bebas return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share terhadap variabel terikat return saham. Untuk memperoleh hasil yang lebih terarah peneliti menggunakan bantaun software IBM SPSS Statistics 25 for windows. Model regresi linear berganda yang digunakan adalah : Y = a 1X1 2X2 3X3 A Y = Return Saham a = Konstanta = Koefisien Regresi X1. X2, dan X3X1 = Profitabilitas (Return on asse. X2 = Ukuran Perusahaan . n total ase. X3 = Rasio Pasar . arning per shar. A = Standar Error Uji Koefisien Korelasi (R) Uji koefisien korelasi dilakukan untuk mengukur kekuatan asosiasi . linear antara dua variabel. Korelasi tidak menunjukkan hubungan fungsional atau dapat dikatakan analisis korelasi tidak membedakan antara variabel dependen dengan variabel independen. Dalam analisis regresi, selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen (Ghozali, 2018:. Pedoman interprestasi koefisien korelasi sebagai berikut : Jika interval korelasi 0,00 Ae 0,199, maka korelasi sangat rendah. Jika interval korelasi 0,20 Ae 0,399, maka korelasi rendah. Jika interval korelasi 0,40 Ae 0,599, maka korelasi sedang. Jika interval korelasi 0,60 Ae 0,799, maka korelasi kuat. Uji Hipotesis Uji Koefisien Determinasi (R ) Uji Parsial (Uji . Koefisien (R ) merupakan pengujian yang digunakan untuk menilai kemampuan yang dimiliki oleh variabel dependen dan proporsi variasi variabel dependen yang dijelaskan oleh variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi dapat menunjukkan seberapa besar persentase pengaruh antara variabel independen dengan dependen secara parsial dan simultan. Pengujian koefisien determinasi dapat dilihat pada besarnya nilai koefisien determinasi (R. , dimana nilai (R. tersebut memiliki nilai interval antara 0 dan 1 atau . < R2 < . Apabila nilai (R. menghasilkan nilai yang besar . endekati angka . , maka dapat diartikan bahwa variabel independen pada model regresi bisa memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan guna memprediksi variabel dependen, sedangkan apabila nilai (R. menghasilkan nilai yang kecil . endekati angka . , maka bisa diartikan bahwa kemampuan variabel independen dalam model regresi hanya dapat menjelaskan variasi variabel dependen dengan sangat terbatas (Ghozali, 2018:. Uji t digunakan untuk dapat mengetahui pengaruh masing Ae masing variabel independen Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 terhadap variabel dependen (Ghozali, 2018:. Penentuan nilai t menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan df = n- 1, dimana n adalah jumlah Untuk mengetahui apakah hipotesis sebaiknya diterima atau ditolak maka akan dilakukan statistik uji t dengan tingkat signifikansi 0,05. Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : Jika thitung < ttabel atau p value > a = 0,05, maka Ho diterima atau Ha ditolak. Artinya variabel independen secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen . ipotesis ditola. Jika thitung > ttabel atau p value < a = 0,05, maka Ho ditolak atau Ha diterima. Artinya variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen . ipotesis diterim. Uji Simultan (Uji F) DATA DAN Deskripsi Variabel Penelitian Dalam penelitian ini variabel yang digunakan yaitu return saham, return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share. Adapun data hasil tabulasi dalam penelitian ini. Return Saham (Y) Return saham merupakan keuntungan yang diperoleh, baik oleh perusahaan, individu, maupun institusi dari hasil kebijakan investasi yang Berikut ini merupakan tabel hasil dari perhitungan return saham pada masing Ae masing perusahaan sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022 yang menjadi sampel pada penelitian ini. Tabel 4. Hasil Perhitungan Return Saham Sub-Sektor Property and Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 - 2022 No. Kode Nama Perusahaan Perusahaan CITY PT Natura City Development Tbk CTRA PT Ciputra Development Tbk KIJA PT Kawasan Industri Jababeka Tbk MTLA PT Metropolitan Land Tbk PUDP PT Pudjiadi Prestige Tbk TARA PT Agung Semesta Sejahtera Tbk Return Saham Sumber : https://w. id data diolah penulis . Uji F dilakukan dengan tujuan untuk dimasukkan dalam model yang memiliki pengaruh secara bersama Ae sama terhadap variabel terikat (Ghozali, 2018:. Untuk mengetahui apakah hipotesis sebaiknya diterima atau ditolak maka akan dilakukan statistik uji F dengan tingkat signifikan 5% atau 0,05. Berikut adalah dasar pengambilan keputusan uji F dari pengujian hipotesis : Jika Fhitung < Ftabel atau p value > a = 0,05, maka Ho diterima atau Ha ditolak. Artinya variabel independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen . ipotesis ditola. Jika Fhitung > Ftabel atau p value < a = 0,05, maka Ho ditolak atau Ha diterima. Artinya variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen . ipotesis diterim. HASIL ANALISIS PEMBAHASAN sebagai berikut : Dari tabel 4. 1 dapat dilihat bahwa data sampel perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan periode 2017 Ae 2022 terjadi penurunan return saham. CITY selama lima tahun terakhir yaitu pada tahun 2017 memiliki nilai return saham sebesar 2,32 turun menjadi -0,19 pada tahun 2022. CTRA sebesar 0,36 pada tahun 2017 turun menjadi -0,03 pada tahun 2022. KIJA dengan nilai return saham sebesar -0,02 pada tahun 2017 turun menjadi 0,12 pada tahun 2022. MTLA juga mengalami penurunan return saham sebesar 0,12 pada tahun 2017 menjadi -0,16 pada tahun 2022. PUDP dengan nilai return saham pada tahun 2017 sebesar 0,18 turun menjadi 0,04 pada tahun 2022 dan TARA pada tahun 2017 dengan nilai return saham sebesar 0,19 turun menjadi 0,00 pada Return On Asset (X. Return On Asset merupakan salah satu dari rasio profitabilitas yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktivitas yang digunakan. Berikut ini merupakan tabel hasil dari perhitungan return on asset pada masing Ae masing perusahaan subsektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022 yang menjadi sampel pada penelitian ini. Tabel 4. Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Hasil Perhitungan Return On Asset Sub-Sektor Property and Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 - 2022 No. Kode Nama Perusahaan Perusahaan CITY PT Natura City Development Tbk CTRA PT Ciputra Development Tbk KIJA PT Kawasan Industri Jababeka Tbk MTLA PT Metropolitan Land Tbk PUDP PT Pudjiadi Prestige Tbk TARA PT Agung Semesta Sejahtera Tbk Return On Asset 2017 2018 2019 2020 2021 Sumber : https://w. id data diolah penulis . Dari tabel 4. 2 dapat dilihat bahwa data return on asset yang menunjukkan periode 2017 Ae 2022 mengalami fluktuasi. CITY dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan, dimana pada tahun 2017 nilai return on asset sebesar 0,10 dan pada tahun 2022 turun menjadi -0,02. KIJA mengalami penurunan dari tahun 2017 sebesar 0,01 menjadi 0,00 pada tahun 2022. Selain itu. MTLA mengalami penurunan dari tahun 2017 sebesar 0,11 turun menjadi 0,06 pada tahun Beberapa mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir yaitu CTRA dengan perolehan return on asset tahun 2017 sebesar 0,03 naik menjadi 0,05 pada tahun 2022. PUDP dengan nilai return on asset tahun 2017 sebesar 0,01 turun menjadi 0,04 pada tahun 2022, dan TARA pada tahun 2018 sebesar 0,00 dengan perolehan yang sama 0,00 pada tahun 2022. Ukuran Perusahaan (X. Ukuran perusahaan merupakan besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan total aset atau besar harta yang dimiliki oleh perusahaan dengan menggunakan perhitungan nilai logaritma total aset. Berikut ini merupakan tabel hasil dari perhitungan ukuran perusahaan pada masing Ae masing perusahaan sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022 yang menjadi sampel pada penelitian ini. Tabel 4. Hasil Perhitungan Ukuran Perusahaan Sub-Sektor Property and Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2022 No. Kode Nama Perusahaan Perusahaan CITY PT Natura City Development Tbk CTRA PT Ciputra Development Tbk KIJA PT Kawasan Industri Jababeka Tbk MTLA PT Metropolitan Land Tbk PUDP PT Pudjiadi Prestige Tbk TARA PT Agung Semesta Sejahtera Tbk Ukuran Perusahaan 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Sumber : https://w. id data diolah penulis . Dari tabel 4. 3 dapat dilihat bahwa data ukuran perusahaan yang menunjukkan periode 2017 Ae 2022 mengalami fluktuasi. CITY pada tahun 2017 sebesar 27,59 turun menjadi 27,56 pada tahun 2022. TARA pada tahun 2017 sebesar 27,84 mengalami penurunan menjadi 27,71 pada tahun Sementara itu, beberapa perusahaan mengalami kenaikan nilai ukuran perusahaan diantaranya CTRA sebesar 24,19 pada tahun 2017 naik menjadi 24,46 pada tahun 2022. KIJA sebesar 30,05 pada tahun 2017 naik menjadi 30,20 pada tahun 2022. MTLA sebesar 22,30 naik menjadi 22,63 pada tahun 2022 dan PUDP sebesar 26,95 tahun 2017 mengalami kenaikan menjadi 27,20 pada tahun 2022. Earning Per Share (X. Earning Per Share merupakan gambaran profitabilitas perusahaan yang tergambar pada setiap lembar saham. Berikut ini merupakan tabel hasil dari perhitungan earning per share pada masing Ae masing perusahaan sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022 yang menjadi sampel pada penelitian ini. Tabel 4. Hasil Perhitungan Earning Per Share Sub-Sektor Property and Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017 Ae 2022 No. Kode Nama Perusahaan Perusahaan CITY PT Natura City Development Tbk CTRA PT Ciputra Development Tbk KIJA PT Kawasan Industri Jababeka Tbk MTLA PT Metropolitan Land Tbk PUDP PT Pudjiadi Prestige Tbk TARA PT Agung Semesta Sejahtera Tbk Earning Per Share 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Sumber : https://w. id data diolah penulis . Dari tabel 4. 4 dapat dilihat bahwa data earning per share yang menunjukkan periode 2017 Ae 2022 mengalami fluktuasi. Beberapa perusahaan mengalami penurunan pada nilai earning per share diantaranya. CITY mengalami penurunan nilai earning per share dimana sebelumnya pada tahun 2017 sebesar 79,13 menjadi -3,94. KIJA pada tahun 2017 sebesar 4,08 turun menjadi -3,12 pada tahun 2022. MTLA pada tahun 2017 sebesar 59,00 turun menjadi 51,64 pada tahun 2022. PUDP juga mengalami penurunan pada tahun 2017 sebesar 18,27 turun menjadi 16,59 dan TARA tahun 2017 sebesar 0,04 turun menjadi -0,31 pada Sementara itu. CTRA mengalami kenaikan pada tahun 2017 sebesar 48,00 naik menjadi 101,00 pada tahun 2022. Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Analisis Data Uji Statistik Deskriptif Tabel 4. Hasil Uji Statistik Deskriptif e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 Berdasarkan gambar 4. 1, tampilan dari grafik scatterplot memperlihatkan titik Ae titik menyebar dengan pola yang tidak jelas diatas dan dibawah angka 0 sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi Uji Autokorelasi Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Sumber : IBM SPSS statistics 25, data diolah penulis . Dari hasil pengujian tabel 4. 6 diatas dapat diinterpretasikan sebagai berikut : Variabel return on asset (X. dengan jumlah 36 data penelitian memiliki nilai rata Ae rata sebesar 0,0306, standar deviasi sebesar 0,03656, nilai maksimum sebesar 0,11 dan nilai minimum sebesar -0,04. Variabel ukuran perusahaan (X. dengan jumlah 36 data penelitian memiliki nilai rata - rata sebesar 26,5489, standar deviasi sebesar 2,50976, nilai maksimum sebesar 30,20 dan nilai minimum sebesar 22,30. Variabel earning per share (X. dengan jumlah 36 data penelitian memiliki nilai rata - rata sebesar 25,3622, standar deviasi sebesar 32,65602, nilai maksimum sebesar 101,00 dan nilai minimum sebesar -17,13. Variabel return saham (Y) dengan jumlah 36 data penelitian memiliki nilai rata Ae rata sebesar 0,0267, standar deviasi sebesar 0,51490, nilai maksimum sebesar 2,32 dan nilai minimum sebesar -0,88. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 4. 7 Hasil Uji Normalitas Sumber : IBM SPSS statistics 25, data diolah penulis . Berdasarkan tabel 4. 7 dapat dilihat bahwa Asymp. Sig. sebesar 0,063 > 0,05, yang berarti data yang digunakan dalam penelitian memiliki distribusi yang Dengan demikian, asumsi atau persyaratan normalitasdalam model regresi sudah terpenuhi. Uji Multikolinearitas Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Sumber : IBM SPSS statistics 25, data diolah penulis . Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terjadi gejala multikolinearitas karena hasil uji keseluruhan variabel independen mendapatkan nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10,00. Jadi, variabel yang diajukan terbebas dari salah satu penyimpangan asumsi model yaitu multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Sumber : IBM SPSS statistics 25, data diolah penulis . Sumber : IBM SPSS statistics 25, data diolah penulis . Berdasarkan tabel 4. 9 dapat dilihat bahwa nilai Durbin-Watson yang diperoleh sebesar 1,630. Jumlah data . pada penelitian ini berjumlah 36 data dan variabel independen . = Maka, didapat dL = 1,2953, dU = 1,6539. Jadi dapat dihitung nilai : 4 Ae dL = 4 Ae 1,2953 = 2,7074 4 Ae dU = 4 Ae 1,6539 = 2,3461 Dari pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini dL < d < dU . ,2953 < 1,630 < 1,6. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi autokorelasi . idak ada autokorelasi akan mengalami kenaikan sebesar 0,095 dengan asumsi variabel independen dianggap Nilai koefisien regresi (X. = 0,005 dengan arah hubungan positif menunjukkan bahwa setiap kenaikan earning per share maka return saham akan mengalami kenaikan sebesar 0,005 dengan asumsi variabel independen dianggap konstan. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Uji Regresi Linear Berganda Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Sumber : IBM SPSS statistics 25, data diolah penulis . Berdasarkan persamaan model regresi linear berganda sebagai berikut : Y = a 1X1 2X2 3X3 A Y = -2,813 6,373 0,095 0,005 A Dari persamaan regresi linear berganda dari hasil SPSS, maka penjelasan masing Ae masing variabel yaitu : Nilai konstanta . = -2,813 menunjukkan bahwa jika variabel independen dalam keadaan konstan atau tidak mengalami perubahan, maka nilai variabel dependen adalah sebesar -2,813. Nilai koefisien regresi (X. = 6,373 dengan arah hubungan positif menunjukkan bahwa setiap kenaikan return on asset maka return saham akan mengalami kenaikan sebesar 6,373 dengan asumsi variabel independen dianggap konstan. Nilai koefisien regresi (X. = 0,095 menunjukkan bahwa setiap kenaikan ukuran perusahaan maka return saham Sumber : IBM SPSS statistics 25, data diolah penulis . Berdasarkan tabel 4. 11 dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi (R. memiliki nilai interval . < 0,169 < . mendekati angka 0, artinya kemampuan variabel independen dalam model regresi hanya dapat menjelaskan variasi variabel dependen dengan sangat terbatas. Nilai koefisien sebesar 0,169 atau 16,9% juga dapat diartikan bahwa persentase pengaruh return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share terhadap return saham sebesar 16,9% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel penelitian ini. Uji Koefisien Korelasi (R) Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Korelasi (R) Sumber : IBM SPSS statistics 25, data diolah penulis . Berdasarkan tabel 4. 12 dapat dilihat bahwa nilai koefiien korelasi (R) sebesar 0,490. Besarnya angka koefisien korelasi (R) 0,490 atau 49% . emiliki interval korelasi sedan. artinya bahwa persentase hubungan antara return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share terhadap return saham sebesar 49% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel penelitian ini. Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 tersebut maka Ho diterima atau Ha ditolak. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Uji Simultan (Uji F) Tabel 4. Hasil Uji Simultan (F) Tabel 4. Hasil Uji Parsial . Sumber : IBM SPSS statistics 25, data diolah penulis . Sumber : IBM SPSS statistics 25, data diolah penulis . Berdasarkan tabel 4. 13, dapat dijabarkan hasil pengujiannya sebagai berikut: Hasil uji t return on asset (X. , menunjukkan bahwa secara parsial variabel return on asset (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel return saham (Y). Hal ini dapat dilihat dari hasil thitung 2,117 dan ttabel . =36, k=3, n-k-. maka didapati ttabel 2,03693 yang artinya thitung > ttabel . ,117 > 2,03. dengan nilai t signifikansi sebesar 0,042 < 0,05, dari hasil tersebut maka Ho ditolak atau Ha diterima. Hasil uji t ukuran perusahaan (X. , menunjukkan bahwa secara parsial variabel ukuran perusahaan (X. tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel return saham (Y). Hal ini dapat dilihat dari hasil thitung 2,001 dan ttabel . =36, k=3, n-k-. maka didapati ttabel 2,03693 yang artinya thitung < ttabel . ,001 < 2,03. dengan nilai t signifikansi sebesar 0,054 > 0,05, dari hasil tersebut maka Ho diterima atau Ha ditolak. Hasil uji t earning per share (X. , menunjukkan bahwa secara parsial variabel earning per share (X. tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel return saham (Y). Hal ini dapat dilihat dari hasil thitung 1,212 dan ttabel . =36, k=3, n-k-. maka didapati ttabel 2,03693 yang artinya thitung < ttabel . ,212 < 2,03. dengan nilai t signifikansi sebesar 0,235 > 0,05, dari hasil Berdasarkan tabel 4. 14 diatas menunjukkan bahwa secara simultan variabel return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel return Hal ini dapat dilihat dari hasil hasil Fhitung 3,373 dan Ftabel . =36, k=3, n-k-. maka didapati Ftabel 2,90 yang artinya Fhitung > Ftabel . ,373 > 2,. dengan nilai F signifikansi sebesar 0,030 < 0,05, dari hasil tersebut maka Ho ditolak atau Ha Pembahasan Pengaruh Return On Asset Terhadap Return Saham Dari hasil penelitian didapati bahwa return on asset secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham pada perusahaan sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Hal ini dibuktikan dari hasil pengolahan data IBM SPSS Statistics 25 for windows dimana thitung > ttabel . ,117 > 2,03. dengan nilai t signifikansi sebesar 0,042 < 0,05, dari hasil tersebut maka Ho ditolak atau Ha diterima. Hal ini berarti menjelaskan bahwa meningkat atau menurunnya return on asset memiliki pengaruh yang signifikan terhadap besar kecilnya nilai return saham. Alasannya karena manajemen perusahaan dapat menggunakan total aset yang dimiliki dalam menghasilkan laba bersih sehingga dividen yang dihasilkan meningkat. Peningkatan dividen kemungkinan besar akan menarik minat investor untuk membeli saham perusahaan tersebut dan akan berpengaruh terhadap meningkatnya harga saham yang diikuti dengan peningkatan return saham. Hal tersebut yang menyebabkan investor dapat menjadikan ROA sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan investasi. Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sri & nurasjati pratiwi, 2. , menyatakan bahwa return on asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sari et al. , menyatakan bahwa return on asset tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham. Pengaruh Ukuran Return Saham Perusahaan Terhadap Dari hasil penelitian didapati bahwa earning per share secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham pada perusahaan sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Hal ini dibuktikan dari hasil pengolahan data IBM SPSS Statistics 25 for windows dimana thitung < ttabel . ,001 < 2,03. dengan nilai t signifikansi sebesar 0,054 > 0,05, dari hasil tersebut maka Ho diterima atau Ha ditolak. Hal ini berarti menjelaskan bahwa semakin besar dan mapan ukuran perusahaan, maka dapat memperbesar skala perusahaan sehingga mendorong volume penjualan yang dapat merefleksikan tingkat keuntungan yang akan diperoleh perusahaan mendatang. Keuntungan perusahaan yang meningkat akan mendorong perusahaan yang akan cenderung besar meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan untuk berinvestasi, sehingga harga saham akan naik dan akan berpengaruh pada Namun, perusahaan dengan ukuran perusahaan besar yang memiliki total aset besar belum tentu menghasilkan laba yang tinggi, dimana ketika total aset tersebut tidak dikelola dengan efisien maka akan berdampak pada penghasilan laba yang tidak optimal. Sehingga perubahan naik turunnya ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap returnsaham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Natalia Siagian et al. , 2. , menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham. dengan penelitian yang dilakukan oleh e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 (Widiarini & Dillak, 2. , menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap returnsaham. Pengaruh Earning Per Share Terhadap Return Saham Dari hasil penelitian didapati bahwa earning per share secara parsial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham pada perusahaan sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Hal ini dibuktikan dari hasil pengolahan data IBM SPSS Statistics 25 for windows dimana thitung < ttabel . ,212 < 2,03. dengan nilai t signifikansi sebesar 0,235 > 0,05, dari hasil tersebut maka Ho diterima atau Ha Hal ini berarti menjelaskan bahwa semakin tinggi nilai earning per share akan menarik minat investor untuk membeli saham perusahaan tersebut sehingga dapat menyebabkan harga saham Meningkatnya harga saham akan berdampak pada return saham yang diperoleh investor juga meningkat. Namun perubahan earning per share tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham, dimana walaupun tingkat jumlah uang yang dihasilkan dari setiap lembar saham yang beredar semakin meningkat, belum tentu return saham yang akan diterima oleh investor juga akan semakin Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Jefri et al. , 2. menyatakan bahwa earning per share berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh (Chandra & Darmayanti, 2. , menyatakan bahwa earning per share tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham. Pengaruh Return On Asset. Ukuran Perusahaan dan Earning Per Share Terhadap Return Saham Dari hasil penelitian didapati bahwa return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham pada perusahaan sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Hal ini dibuktikan dari hasil pengolahan data IBM SPSS Jurnal Manajemen dan Bisnis Visioner | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan e-ISSN 2597 Ae 7474 p-ISSN 2252 Ae 4835 JMBV Volume 13 No. 01 Tahun 2024 Statistics 25 for windows dimana Fhitung > Ftabel . ,373 > 2,. dengan nilai t signifikansi sebesar 0,030 < 0,05, dari hasil tersebut maka Ho ditolak atau Ha diterima. Hal ini berarti menjelaskan bahwa return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share secara bersama Ae sama berpengaruh terhadap return saham, dimana semakin tinggi return on asset, menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelola perusahaan dan semakin tinggi perolehan keuntungan perusahaan dan akan meningkatkan daya tarik perusahaan kepada investor. Peningkatan daya tarik perusahaan menjadikan perusahaan tersebut semakin diminati oleh investor dan harga saham naik kemudian akan berpengaruh pada meningkatnya return saham. Semakin besar dan mapan ukuran perusahaan, maka dapat memperbesar skala perusahaan sehingga dapat merefleksikan tingkat keuntungan yang akan datang bagi perusahaan. Keuntungan perusahaan yang meningkat akanlebih mudah memperoleh dana dari pasar modal dan cenderung besar untuk meningkatkan kepercayaan investor maupun kreditor terhadap perusahaan, yang kemudian dapat meningkatkanreturn saham pada perusahaan. Jika earning per share perusahaan tinggi akan menarik minat investor untuk membeli saham perusahaan tersebut sehingga dapat menyebabkan harga saham meningkat. Meningkatnya harga saham akan berdampak pada return saham yang diperoleh investor juga meningkat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Chandra & Darmayanti, 2. yang menyatakan bahwa return on asset, ukuran perusahaan, dan earning per share secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian mengenai pengaruh return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share terhadap return saham pada perusahaan subsektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022, sebagai berikut : Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel return on asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel earning per share tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel return on asset, ukuran perusahaan dan earning per share memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham sub-sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2022. Saran