Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 KEJADIAN TAKUT JATUH PADA LANSIA YANG TINGGAL DI KOMUNITAS Anastasia Putu Martha Anggarani1,Raditya Kurniawan Djoar2 STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Jl. Jambi 12. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia Email: anastasiamartha88@gmail. STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Jl. Jambi 12. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia Email: radit. stikvinct@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Takut jatuh pada lansia terjadi karena ketidakpercayaan diri lansia dalam melakukan aktivitas secara mandiri. Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas kehidupan Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian takut jatuh pada lansia yang tinggal di masyarakat sehingga dapat menentukan intervensi yang tepat untuk menanganinya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang melibatkan 77 lansia yang tinggal di masyarakat. Instrumen penelitian inia dalah kuesioner Modified Falls Efficacy Scale-Indonesian Version (Modified FES-I). Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa 66,3% lansia mengalami kekhawatiran tinggi akan jatuh. Keseimbangan saat bergerak/berjalan dilakukan oleh beberapa sistem dalam tubuh. Pada proses penuaan, lansia mengalami penurunan fungsi anatomis dan fisiologis sehingga menyebabkan kemampuannya akan berkurang dalam mempertahankan keseimbangan dan mengakibatkan lansia sering mengalami jatuh saat beraktivitas. Kesimpulan: Situasi inilah yang menurunkan rasa kepercayaan diri lansia dalam beraktivitas secara mandiri sehingga merasa takut jatuh Kata kunci: Takut jatuh. Modified FES-I. Komunitas ABSTRACT Background: Fear of falling in the elderly occurs due to the elderly's lack of self-confidence in carrying out activities independently. This can cause a decrease in the quality of life for the elderly. Purpose: This study aims to identify the incidence of fear of falling among the elderly who live in the community so that appropriate interventions can be determined to handle it. Methode: This research is a descriptive study involving 77 elderly people who live in the community. The instrument of this study was the Modified Falls Efficacy Scale-Indonesian Version (Modified FES-I) questionnaire. Result: The results of this study indicate that 66. 3% of the elderly experience high anxiety about Balance when moving or walking is carried out by several systems in the body. In the aging process, the elderly experience a decrease in anatomical and physiological functions, resulting in a reduced ability to maintain balance and causing them to often fall during activities. Conclusion: This situation reduces the confidence of the elderly in carrying out activities independently, so they feel afraid of falling. Keywords: fear of falling. Modified FES-I. Community PENDAHULUAN Ketakutan terjatuh adalah penyebab Seseorang yang pernah mengalami jatuh sebelumnya memiliki peluang 2,5 kali lebih besar untuk mengalami ketakutan Penelitian Anastasia Putu Martha Anggarani,Raditya Kurniawan Djoar Kejadian Takut Jatuh Pada Lansia yang Tinggal di Komunitas kejadian jatuh dan terkait dengan kelainan hingga 55% pada lansia di komunitas langkah, mobilitas yang lebih rendah, kerapuhan yang lebih besar, isolasi sosial. Viladrosa M. Jyrschik P. Botiguy T. Nuyn dan bahkan kematian (Kumar A. Carpenter C. Mascot O, 2. , dan antara 40% H. Morris R. Iliffe S, 2. Lansia dalam hingga 73% dari individu lanjut usia yang komunitas dapat mengalami hal ini. (Lavedyn Populasi (Anggarani APM, 2. Lebih dari sangat beragam dalam kepribadian dan sepertiga sampel dalam suatu penelitian gaya hidup. Modified Falls Efficacy Scale- yang mengikuti 1000 wanita selama lebih Indonesian Version (FES I) adalah salah satu alat penilaian yang dapat digunakan ketakutan terjatuh, dan angka tersebut untuk mengukur tingkat ketakutan terjatuh meningkat sebesar 45% setelah tahun ketiga (Liu M. Hou T. Li Y. Sun X. Modified FES I adalah salah satu alat Szanton SL. Clemson L, 2. Penelitian lain menunjukkan bahwa hingga 19% dari terjatuh selama aktivitas sosial dan fisik di lansia memiliki tingkat ketakutan terjatuh yang tinggi (Birhanie G. Melese H. Solomon G. Fissha B, 2. Hingga 50% Modified FES I memiliki 16 orang lanjut usia mengatakan bahwa item pertanyaan dengan pilihan jawaban mereka kadang-kadang khawatir terjatuh, gaya skala Likert. Lansia diminta untuk dan 36% mengatakan bahwa hal tersebut adalah kekhawatiran yang konstan bagi tergantung pada aktivitas yang tercantum mereka (Thiam Wong L, 2. (Narjes Nick. Isu kesehatan masyarakat yang paling mencerminkan mereka secara keseluruhan. umum adalah ketakutan terjatuh, yang Menurut uji coba, alat pengukuran ini dapat menyebabkan berbagai efek buruk memiliki tingkat validitas yang tinggi (I- pada kualitas hidup lansia, termasuk CVI 0. 857-1 dan aktivitas sosial dan fisik yang lebih rendah, reliabilitas alpha Cronbach sebesar 0. depresi, kehilangan mobilitas, peningkatan (Dingovy M, 2. Penelitian S-CVI 0. dan kehilangan rasa percaya diri (Sakurai R, mengevaluasi seberapa sering lansia dalam Telah ditemukan bahwa ketakutan komunitas merasa takut terjatuh, sehingga memungkinkan pengembangan intervensi Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 yang efektif. Lansia dalam komunitas Dalam Penelitian Ini diharuskan untuk menandatangani formulir persetujuan yang menurut pendapat mereka, mereka terlibat dalam aktivitas yang meningkatkan risiko pengumpulan data. Kuesioner Modified FES ketakutan terjatuh, kurangnya akses ke I digunakan untuk mengumpulkan data. informasi kesehatan, dan faktor-faktor sosio Penelitian ini melibatkan total 77 peserta ekonomi yang berdampak signifikan pada lanjut usia. Data dikumpulkan langsung dari ketakutan terjatuh mereka (De Roza JG. Ng responden oleh para peneliti. Orang lanjut DWL. Mathew BK. Jose T. Goh LJ. Wang C, 2. Studi sebelumnya dilakukan untuk responden penelitian adalah mereka yang menggambarkan ketakutan terjatuh yang dapat membaca dan memahami petunjuk. dialami oleh warga lanjut usia di panti Setelah melakukan pengeditan, perhitungan skor, (Lopes. Sebanyak partisipan berpartisipasi dalam penelitian di Surabaya, tabulasi, dan analisis deskriptif. Menurut kriteria data, hingga 49,7% responden kekhawatiran yang parah terhadap terjatuh (Lach HW, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian dari 77 responden lansia yang tinggal di masyarakat yaitu lansia memiliki kekhawatiran akan jatuh 15,5% rendah, 18,2% mengalami kekhawatiran METODE PENELITIAN Penelitian sedang, 66,3% mengalami kekhawatiran Persetujuan dari komite etika penelitian kesehatan diperlukan sebelum penelitian ini dapat dilakukan. Responden Tabel 1 Hasil Penelitian Variabel Jenis Kelamin Riwayat Jatuh Takut Jatuh Sub Grup Laki-Laki Perempuan Tidak Kekhawatiran rendah Kekhawatiran sedang Kekhawatiran tinggi Total n= 77(%) Anastasia Putu Martha Anggarani,Raditya Kurniawan Djoar Kejadian Takut Jatuh Pada Lansia yang Tinggal di Komunitas Berdasarkan Tabel 1 hasil penelitian kekhawatiran tinggi cenderung membatasi ini menunjukkan bahwa mayoritas lansia aktivitas mereka untuk menghindari risiko yang tinggal di komunitas memiliki tingkat kekhawatiran yang tinggi terhadap risiko Dari 77 responden, sebanyak 66,3% mengalami kekhawatiran tinggi, 18,2% ketergantungan terhadap orang lain. Secara hanya 15,5% yang memiliki kekhawatiran menyebabkan lansia takut terjatuh salah Temuan Mayoritas bahwa ketakutan akan jatuh merupakan isu responden dalam penelitian ini, hingga yang signifikan dalam populasi lansia di 5%, adalah perempuan. Studi-studi tentang ketakutan terjatuh menunjukkan Penelitian ini menunjukkan bahwa lansia yang tinggal di komunitas memiliki mengalami kondisi tersebut dibandingkan dengan pria (Lopes, 2. Sebanyak mengalami kecemasan ringan dan 18. Riwayat mengalami kecemasan sedang. Ketakutan menjadi faktor yang berkontribusi pada ini dapat berperan sebagai pemicu untuk kehati-hatian Penelitian mengurangi risiko terjatuh, namun juga Temuan ini konsisten dengan mengakibatkan pembatasan aktivitas dan penelitian di Brasil yang melibatkan 253 lansia berusia di atas 60 tahun yang Menurut studi ini, 66. 3% dari memiliki riwayat jatuh dalam rentang 29% lansia di lingkungan tersebut melaporkan memiliki ketakutan terjatuh yang kuat hubungan kuat antara ketakutan terjatuh (Anggarani APM, 2. dan riwayat jatuh, di mana sebanyak Ketakutan Hasilnya 48% partisipan melaporkan mengalami dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengalaman jatuh sebelumnya, kondisi . 42%) memiliki riwayat jatuh, dan kesehatan fisik, gangguan keseimbangan, 25% dari mereka yang pernah jatuh dan faktor psikososial seperti rasa percaya melaporkan ketakutan terjatuh. Lansia diri yang menurun dalam melakukan yang pernah jatuh sebelumnya cenderung takut mengalami jatuh lagi, dan ketakutan sehari-hari. Lansia Mayoritas Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 6 No. 1 Tahun 2025 ini memengaruhi kehidupan sehari-hari Program intervensi berbasis komunitas, mereka (Lopes, 2. seperti senam lansia, terapi fisik, serta Tergantung pada pengalaman jatuh pendekatan psikososial, dapat menjadi terjatuh dapat diidentifikasi. Ketakutan kualitas hidup lansia dan mengurangi terjatuh dapat semakin meningkat jika risiko jatuh. Selain itu, menciptakan jatuh sebelumnya mengakibatkan cedera serius (Anggarani APM, 2. Lansia . erusia 65 hingga 79 tahu. yang pencahayaan yang baik, dan pengurangan merupakan laki-laki . %) dan pernah hambatan fisik di rumah, juga dapat jatuh lebih dari sekali menjadi subjek membantu menurunkan ketakutan lansia dalam studi 5 tahun. Menurut penelitian ini, terhadap jatuh. responden mengalami kesulitan dalam Proses melakukan aktivitas sehari-hari seperti perubahan fisiologis yang membuat lebih mobilitas, perawatan diri, dan pekerjaan rumah tangga, serta memiliki ketakutan keseimbangan saat melakukan aktivitas. terjatuh (Kumar A. Carpenter H. Morris R. Keadaan ini dapat menyebabkan ketakutan Iliffe S, 2. Dibandingkan dengan lansia yang tugas-tugas harian (Kumar A. Carpenter H. Morris R, memiliki kekhawatiran rendah atau sedang. Iliffe S, 2. lansia dengan kekhawatiran tinggi lebih bertanggung jawab dalam membantu kita rentan mengalami gangguan keseimbangan menjaga keseimbangan kita saat bergerak dan disabilitas fungsional. Beberapa studi atau berjalan. Namun, seiring dengan menunjukkan bahwa intervensi seperti menurunnya kemampuan anatomi dan latihan keseimbangan, latihan penguatan fisiologis akibat usia, kemampuan lansia juga menurun, yang menyebabkan sering jatuh saat melakukan aktivitas (Anggarani APM, 2. diri lansia SIMPULAN DAN SARAN dalam beraktivitas. Oleh Berbagai sistem tubuh Menurut hasil penelitian ini, para lansia komunitas dan tenaga kesehatan untuk di lingkungan tersebut merasa khawatir akan memberikan perhatian lebih pada lansia Mayoritas dari mereka mengalami tingkat kecemasan yang tinggi terkait risiko Anastasia Putu Martha Anggarani,Raditya Kurniawan Djoar Kejadian Takut Jatuh Pada Lansia yang Tinggal di Komunitas Penelitian ini dapat dijadikan sebagai meningkatkan kepercayaan diri para lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti pelatihan keseimbangan, penyuluhan yang pencegahan jatuh, serta inisiatif lainnya. DAFTAR PUSTAKA