Jurnal Kesehatan Amanah Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN : 2962-6366. P-ISSN : 2580-4189. Hal. DOI: https://doi. org/10. 57214/jka. Tersedia: https://ejournal. id/index. php/jka Hubungan Indeks Massa Tubuh. Hemoglobin. Hematokrit Pendonor dengan Kualitas Darah Dwi Eni Danarsih 1*. Praptana 2 Program Studi Teknologi Bank Darah. Fakultas Kesehatan. Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Jl. Siliwangi Jl. Ringroad Barat. Area Sawah. Banyuraden. Kec. Gamping. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia 55293 Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (D-. Fakultas Kesehatan. Universitas Jenderal. Jl. Profesor DR. HR Boenyamin No. Dukuhbandong. Grendeng. Kec. Purwokerto Utara. Kabupaten Banyumas. Jawa Tengah Indonesia 53122 Email: dwieni. tbd@gmail. com 1*, ppraptana@gmail. Alamat: Harusnya Jl. Brawijaya Jl. Ringroad Barat. Gamping Kidul. Ambarketawang. Kec. Gamping. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55294 Korespondensi Penulis : dwieni. tbd@gmail. Abstract The quality of blood products, particularly Packed Red Cells (PRC), is a crucial factor in ensuring safe and effective blood transfusions. Donor conditions are thought to influence the quality of produced blood components, including factors such as Body Mass Index (BMI), hemoglobin (H. , and hematocrit levels. This study aimed to analyze the relationship between donor BMI, hemoglobin, and hematocrit levels with the quality of PRC products, which include PRC volume, hemoglobin content, and hematocrit. This was an analytical observational study with a cross-sectional design, involving 30 blood donors at the Blood Transfusion Unit of the Indonesian Red Cross (PMI) in Gunungkidul. Donor BMI was calculated from weight and height measurements, while hemoglobin and hematocrit levels were examined from capillary blood samples. The volume, hemoglobin, hematocrit, and physical appearance of PRC were evaluated according to standard procedures and analyzed using the Pearson correlation test at a 95% confidence level ( = 0. The results showed that the donors had an average BMI of 26. 58 kg/mA, hemoglobin 14. 62 g/dL, and hematocrit 43. Meanwhile, the PRC units had an average volume of 200. 76 mL, hemoglobin content of 37. 38 g/unit, and hematocrit of 54. 33%, with all plasma samples appearing clear. Statistical analysis revealed no significant correlation between donor BMI, hemoglobin, and hematocrit with PRC volume . >0. PRC hemoglobin . >0. , or PRC hematocrit . >0. These findings indicate that variations in donor BMI and baseline hematological parameters do not affect the quality of PRC products. This study concludes that donor BMI, hemoglobin, and hematocrit are not associated with PRC Future studies are recommended to include additional parameters, such as triglyceride levels, to provide a more comprehensive understanding of donor factors affecting blood product quality. Keywords: : BMI. Blood. Donor. Hemoglobin. PRC Abstrak. Kualitas produk darah, khususnya komponen Packed Red Cells (PRC), merupakan aspek penting dalam mendukung transfusi darah yang aman dan efektif bagi pasien. Kondisi pendonor darah diduga turut memengaruhi kualitas produk darah yang dihasilkan, termasuk faktor Indeks Massa Tubuh (IMT), kadar hemoglobin (H. , dan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT, kadar hemoglobin, dan hematokrit pendonor dengan kualitas produk darah PRC yang meliputi volume, kadar hemoglobin, dan hematokrit PRC. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang, melibatkan 30 pendonor darah di UTD PMI Kabupaten Gunungkidul. Data IMT dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan, sedangkan pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit dilakukan dari sampel darah kapiler pendonor. Pemeriksaan volume, hemoglobin, hematokrit, dan kondisi fisik PRC dilakukan sesuai standar, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. Hasil penelitian menunjukkan rerata IMT pendonor sebesar 26,58 kg/mA, hemoglobin 14,62 g/dL, dan hematokrit 43,17%. Sementara itu, hasil pemeriksaan fisik dan sampel darah PRC menunjukkan rata-rata volume 200,76 mL, hemoglobin 37,38 g/unit, dan hematokrit 54,33%. Seluruh sampel PRC memiliki plasma yang jernih. Uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara IMT, hemoglobin, dan hematokrit pendonor dengan volume PRC . >0,. , hemoglobin PRC . >0,. , maupun hematokrit PRC . >0,. Hasil ini mengindikasikan bahwa perbedaan status IMT dan kadar hematologi dasar pendonor tidak memengaruhi kualitas PRC yang dihasilkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara IMT, hemoglobin, dan hematokrit pendonor dengan kualitas PRC. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan parameter lain, seperti kadar trigliserida. Naskah Masuk: 04 Agustus 2025. Revisi: 20 Agustus 2025. Diterima: 15 September 2025. Tersedia: 18 September 2025 Hubungan Indeks Massa Tubuh. Hemoglobin. Hematokrit Pendonor dengan Kualitas Darah pada Pendonor Darah di Rumah Sakit XYZ untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor donor yang memengaruhi mutu produk Kata kunci: Darah. Donor. Hemoglobin. IMT. PRC LATAR BELAKANG Transfusi darah merupakan prosedur medis yang esensial dan banyak digunakan untuk menggantikan kehilangan darah akibat trauma, tindakan pembedahan, maupun berbagai kondisi medis yang menyebabkan defisiensi darah pada pasien. Namun, transfusi darah juga dapat membawa risiko tertentu, seperti penularan penyakit menular dan reaksi transfusi. Selain itu, darah yang ditransfusikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pasien penerima darah Permenkes No. , . Pendonor darah merupakan penyedia utama pasokan darah untuk kebutuhan transfusi. Dengan demikian, pemahaman mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas darah yang didonorkan, seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), kadar hemoglobin, dan hematokrit, menjadi hal yang sangat penting Thomas & Lumb. , . Sparrow et al. , . Erhabor. Imrana. Buhari. H & Wase. Ikhuenbor. , . Meningkatkan keamanan transfusi darah adalah tujuan utama dalam penelitian ini. Dengan memahami hubungan antara IMT, hemoglobin, hematokrit pendonor, dan kualitas darah yang disumbangkan, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga untuk meningkatkan pemahaman dan praktik praktis dalam pemilihan dan pengelolaan pendonor darah. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek di atas, penelitian tentang hubungan antara IMT, hemoglobin, hematokrit pendonor, dan kualitas darah untuk mendukung keamanan transfusi darah dapat membantu mengoptimalkan praktik transfusi darah dan meningkatkan keselamatan pasien. Perbaikan kualitas darah merupakan salah satu upaya dalam mendukung ketahanan Penyediaan darah yang berkualitas dapat meningkatkan kualitas pelayanan darah yang berbasis patient safety. Upaya peningkatan pelayanan darah ini merupakan salah satu bentuk sikap bertanggung jawab dan nasionalis, memberikan yang terbaik untuk ketahanan KAJIAN TEORITIS Jenis dan kualitas komponen darah yang diberikan dalam transfusi sangat penting untuk mencegah komplikasi dan risiko yang terkait dengan transfusi darah Sulung. , . Parameter kualitas darah pada uji mutu darah meliputi volume komponen darah, hematokrit dan kadar haemoglobin komponen darah, hemolisis, dan kondisi fisik komponen darah Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN : 2962-6366. P-ISSN : 2580-4189. Hal. Permenkes No. , . Kualitas darah tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi pendonor darah Widiwawati et al. , . Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator yang digunakan untuk menilai status kegemukan seseorang dengan membandingkan berat badan terhadap tinggi badan Kementerian Kesehatan RI, . IMT telah dikaitkan dengan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan hematologi seperti anemia Acharya. Sephali. Minati Patnaik. Snigdha Prava Mishra. , . Individu dengan IMT yang tinggi termasuk dalam kategori obesitas seringkali terkait dengan peningkatan kadar kolesterol total yang dapat menyebabkan lipemik pada produk darah yang dihasilkan Danarsih et al. , . Subandrate et al. , . Hemoglobin (H. merupakan protein utama dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Protein ini terdiri atas empat subunit . ua alfa dan dua bet. yang masing-masing mengandung gugus heme dengan ion besi (FeAA) untuk mengikat oksigen secara reversibel. Selain sebagai pengangkut oksigen, hemoglobin juga berperan dalam pengaturan aliran darah, keseimbangan redoks, dan adaptasi tubuh terhadap kondisi hipoksia Xu et al. , . Hematokrit adalah pemeriksaan laboratorium untuk menilai persentase volume sel darah merah dalam darah Nuryati & Suhardjono. , . Kedua parameter ini merupakan indikator mutu produk sel darah merah seperti PRC Permenkes No. , . Produk darah ini sering digunakan untuk transfusi darah pasien. Penelitian uji kualitas darah sudah banyak dilakukan, namun kaitannya dengan kondisi pendonor belum banyak diungkap. Penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa lama penyimpanan darah berpengaruh pada hematokrit dan lekosit produk darah Susilo et al. , . Penelitian lain melaporkan bahwa kadar zat besi pada pendonor berkorelasi dengan mutu PRC yang dihasilkan, di mana darah dari pendonor dengan defisiensi besi tahap 2 cenderung menghasilkan PRC dengan kualitas rendah Widiwawati et al. , . Penelusuran hubungan kondisi pendonor terhadap kualitas darah juga dilakukan oleh Sparrow et al tahun 2020. Darah dari pendonor laki-laki menghasilkan volume komponen darah lebih besar dan kadar haemoglobin lebih tinggi daripada darah dari pendonor perempuan Sparrow et al. , . Kualitas produk darah sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan keamanan Berbagai faktor donor, seperti IMT, kadar hemoglobin, dan hematokrit, diduga berperan dalam menentukan mutu komponen darah yang dihasilkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara kondisi pendonor dengan kualitas produk darah. METODE PENELITIAN Hubungan Indeks Massa Tubuh. Hemoglobin. Hematokrit Pendonor dengan Kualitas Darah pada Pendonor Darah di Rumah Sakit XYZ Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan rancangan studi potong lintang. Nilai IMT, kadar haemoglobin, dan hematokrit pendonor dihubungkan dengan kadar haemoglobin, hematokrit, volume, serta kondisi fisik komponen PRC yang dihasilkan. Penelitian ini melibatkan 30 orang pendonor darah. Indeks Massa Tubuh subyek penelitian dihitung dengan rumus: IMT = Berat Badan / (Tinggi Bada. 2 Pengambilan sampel darah kapiler dilakukan untuk pemeriksaan kadar hemoglobin dan hematokrit pendonor. Pengamatan fisik dilakukan pada produk darah yang dihasilkan. Plasma darah yang berwarna putih susu menandakan kandungan lemak yang tinggi. Perhitungan volume komponen darah dihitung dengan rumus: Volume komponen darah = (Berat komponen darah Ae berat kanton. /Berat Jenis komponen darah Pengambilan sampel komponen darah dilakukan untuk menghitung hemoglobin dan hematokrit PRC. Hasil pemeriksaan kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment dengan tingkat kepercayaan 95% dan = 0,05. Hasil analisis akan didapatkan nilai Pearson Correlation . R-square, dan P-value. Uji kenormalan data menggunakan metode Skewness. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta Skep/286/KEP/VI/2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 2024 dengan melibatkan Pelayanann Darah di tempat penelitian. Subjek penelitian yang didapatkan sejumlah 30 pendonor yang mendonorkan darahnya ke UTD PMI Kabupaten Gunungkidul. Mayoritas pendonor darah dalam penelitian ini adalah laki-laki . ,3%) dibandingkan Golongan darah terbanyak pada penelitian ini adalah golongan darah A . %). Pendonor paling banyak berusia 36 Ae 45 tahun dan jumlah penyumbangan darah paling banyak adalah 1 Ae 10 kali (Tabel . Tabel 1. Karakteristik Pendonor Karakteristik Frekuensi Persentase Jenis Kelamin Laki-laki 83,3% Perempuan 16,7% Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN : 2962-6366. P-ISSN : 2580-4189. Hal. Kebiasaan Merokok Tidak 26,7% 73,3% 26,6% AB 3,3% 15 Ae 25 6,7% 26 Ae 35 26,7% 36 Ae 45 46 Ae 55 >55 6,7% 11-20 kali 56,7% 21-30 kali 26,7% >30 kali 6,7% Golongan Darah Usia . Jumlah Donor Darah 1-10 kali Hasil Pemeriksaan Pendonor dan Komponen PRC Rerata IMT pada pendonor adalah 26,58 kg/m2. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pendonor memiliki kelebihan berat badan. Rata-rata volume PRC yang dihasilkan 200,76 mL, sesuai dengan standar. Namun rata-rata kadar hemoglobin dan hematokrit PRC di bawah nilai standar yang ditetapkan Permenkes No. , . (Tabel . Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Pendonor dan PRC Variabel Rata-Rata Rentang Nilai IMT . g/m. 26,58 20,28 Ae 36,11 Hemoglobin Donor . /dL) 14,62 12,70 Ae 16,80 Hematokrit Donor (%) 43,17 Hubungan Indeks Massa Tubuh. Hemoglobin. Hematokrit Pendonor dengan Kualitas Darah pada Pendonor Darah di Rumah Sakit XYZ Volume PRC . L) 203,32-300,41 Hemoglobin PRC . /uni. 45,63 31,9 Ae 59,37 Hematokrit PRC (%) 54,33 41 - 70 Warna Plasma PRC Semua plasma PRC jernih Hubungan antara IMT. Hemoglobin Donor, dan Hematokrit Donor dengan Volume PRC Analisis data menunjukkan bahwa IMT, kadar hemoglobin, dan hematokrit pendonor tidak memiliki hubungan dengan volume PRC . > 0,. Hubungan berlawanan ditunjukkan pada variabel IMT dengan volume PRC, sedangkan hubungan yang searah ditunjukkan pada variabel hemoglobin dan hematokrit. Namun hubungan tersebut sangat lemah. Tabel 3. Hubungan antara IMT. Hemoglobin Donor, dan Hematokrit Donor dengan Volume PRC Variabel p-value Koefisien Korelasi IMT 0,928 -0,017 Hemoglobin Donor 0,135 0,279 Hematokrit Donor 0,164 0,261 Hubungan antara IMT. Hemoglobin Donor, dan Hematokrit Donor dengan Hemoglobin PRC Hasil uji statistik menunjukkan bahwa IMT, hemoglobin, dan hematokrit pendonor tidak memiliki keterkaitan dengan kadar hemoglobin PRC . > 0,. Hubungan berlawanan ditunjukkan pada variabel IMT dengan hemoglobin PRC, sedangkan hubungan yang searah ditunjukkan pada variabel hemoglobin dan hematokrit. Namun hubungan tersebut sangat Tabel 4. Hubungan antara IMT. Hemoglobin Donor, dan Hematokrit Donor dengan Hemoglobin PRC Variabel p-value Koefisien Korelasi IMT 0,896 -0,025 Hemoglobin Donor 0,547 0,115 Hematokrit Donor 0,589 0,103 Hubungan antara IMT. Hemoglobin Donor, dan Hematokrit Donor dengan Hematokrit PRC Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN : 2962-6366. P-ISSN : 2580-4189. Hal. Berdasarkan hasil analisis, tidak ditemukan keterkaitan antara IMT, hemoglobin, dan hematokrit pendonor dengan kadar hematokrit PRC . > 0,. Hubungan berlawanan ditunjukkan pada variabel IMT dengan hematokrit PRC, sedangkan hubungan yang searah ditunjukkan pada variabel hemoglobin dan hematokrit. Namun hubungan tersebut sangat Tabel 5. Hasil Analisis Hubungan antara IMT. Hemoglobin Donor, dan Hematokrit Donor dengan Hematokrit PRC Variabel p-value Koefisien Korelasi IMT 0,472 -0,136 Hemoglobin Donor 0,951 0,012 Hematokrit Donor 0,817 -0,044 Pembahasan Komponen darah PRC merupakan produk darah yang paling banyak diminta untuk transfusi darah. Produk ini memiliki kandungan yang sama dengan darah lengkap tetapi sudah dikurangi plasmanya. Transfusi PRC bertujuan untuk mengganti sel darah merah sebagai pembawa oksigen pada pasien yang mengalami kehilangan darah akut dan anemia kronik Supadmi et al. , . Berdasarkan analisis data ditunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara variabel IMT, hemoglobin, dan hematokrit pendonor dengan volume, hemoglobin, dan hematokrit pendonor. Namun ada hubungan lemah yang bersifat negatif antara IMT dengan volume, hemoglobin, dan hematokrit pendonor. Nilai IMT di atas 25 kg/m2 di Indonesia termasuk kategori gemuk . Kementerian Kesehatan RI. , . Semakin bertambah berat badan pendonor, kemungkinan hemoglobin dan hematokrit PRC yang dihasilkan rendah. Hasil penelitian ini mendukung studi tahun 2023 yang mengamati darah pendonor obesitas selama masa penyimpanan 35 hari, dan melaporkan bahwa kadar hemoglobin serta hematokrit pada pendonor obesitas lebih rendah dibandingkan pendonor non-obesitas. Penurunan jumlah sel darah merah pada pendonor yang obesitas selama penyimpanan lebih tinggi daripada pendonor yang non-obesitas Danarsih. Artini, et al. , . Uji hubungan pada subyek remaja mendapatkan hasil yang berbeda. Hubungan lemah yang positif ditunjukkan antara IMT dengan hemoglobin Danarsih. Kusumawardani, et al. , . Pemeriksaan fisik pada plasma PRC menunjukkan tidak ada lipemia pada plasma. Hal ini kemungkinan disebabkan karena sebagian pendonor tidak merokok. Menurut penelitian di Hubungan Indeks Massa Tubuh. Hemoglobin. Hematokrit Pendonor dengan Kualitas Darah pada Pendonor Darah di Rumah Sakit XYZ Thailand tahun 2017, faktor risiko lipemia pada darah donor adalah usia, jenis kelamin. IMT, dan kadar trigliserida. Risiko terjadi lipemia lebih tinggi pada produk darah yang berasal dari pendonor berusia lebih dari 35 tahun, berjenis kelamin laki-laki, memiliki IMT Ou25 kg/m2, dan kadar trigliserida Ou 151 mg/dL. Plasma yang lipemia memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kecepatan hemolisis sel darah merah Wongsena & Sranujit. , . Kadar hemoglobin dan hematokrit PRC tidak dipengaruhi oleh hemoglobin dan hematokrit donor dalam penelitian ini. Namun rerata kadar hemoglobin dan hematokrit PRC lebih rendah dari nilai standarnya. Kadar hemoglobin PRC yang dipersyaratkan adalah 45 gr per unit, sedangkan hematokrit PRC minimal adalah 65% Permenkes No. , . Hal ini kemungkinan disebabkan karena terdapat kadar hemoglobin pendonor di bawah 13 gr/dL dan volume PRC di bawah 179 gr/dL walaupun nilai rata-ratanya sesuai standar. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah pengambilan data hanya dilakukan satu kali serta penilaian lipemia hanya didasarkan pada pemeriksaan fisik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan parameter kimia seperti kadar trigliserida. KESIMPULAN DAN SARAN Tidak ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh. Hemoglobin. Hematokrit Pendonor dengan volume, hemoglobin, dan hematokrit PRC. Perlu penelitian lanjut dengan menambah variabel penelitian, seperti kadar trigliserida. UCAPAN TERIMA KASIH