E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 JURNAL AKAL: ABDIMAS DAN KEARIFAN LOKAL https://w. e-journal. id/index. php/kearifan PENDEKATAN PLACEMAKING DALAM PERANCANGAN RUANG PUBLIK YANG LAYAK HUNI DI KELURAHAN KALIANYAR, JAKARTA Placemaking Approach in Designing Livable Public Spaces in Kalianyar Village. Jakarta Hadi Prabowo1. Dedes Nur Gandarum W1. Nurhikmah Budi Hartanti1. Wegig Murwonugroho2. Sarwosri Moertiningsih3. Tania Ansarah Davina Milvan4 1Program Studi Arsitektur. Program Doktor Universitas Trisakti 2Program Studi Desain Produk. Program Sarjana Universitas Trisakti 3Program Studi Arsitektur. Program Magister Universitas Trisakti 4Program Studi Arsitektur. Program Sarjana Universitas Trisakti *Penulis Korespondensi: hadi. prabowo@trisakti. Abstrak Sejarah Artikel a Diterima Juli 2024 a Revisi Januari 2025 a Disetujui Februari 2025 a Terbit Online Maret 2025 Kata Kunci: a Ruang publik a permukiman padat a Kelurahan alianyar a place making a participatory Ruang publik kawasan permukiman padat merupakan salah satu program untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang berperan untuk mendorong interaksi sosial warga agar tercipta rasa kebersamaan, solidaritas dan kohesi sosial. RW 07 Kelurahan Kalianyar. Kecamatan Tambora. DKI Jakarta merupakan kawasan padat yang membutuhkan penyediaan ruang publik sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik. Pendekatan penataan yang digunakan adalah placemaking yaitu penataan ruang publik dengan mempertimbangkan kebutuhan interaksi sosial, kegiatan, kenyamanan, citra, aksesibiltas, serta terciptanya rasa nyaman, aman terhadap kriminalitas dan kesehatan. Pada PKM sebelumnya, telah dibuat sebuah ruang publik yang memanfaatkan ruang diatas saluran, dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mengantisipasi kondisi pandemi Covid 19. Berdasarkan evaluasi, masyarakat sangat antusias terhadap adanya ruang publik tersebut dan memanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok Hal itu menunjukkan bahwa ruang publik yang ada berhasil mendorong terjadinya interaksi Namun warga masih membutuhkan ruang publik yang lebih aman dan memiliki manfaat Oleh karena itu, solusi yang diusulkan pada PKM kali ini adalah dengan merencanakan sebuah ruang baca, dengan penambahan pintu pagar pada ujung gang menuju ruang publik dan penambahan atap dengan menggunakan material ringan. Selain itu, direncanakan juga pembuatan mural dinding yang menarik dan edukatif untuk mendorong kreatifitas anak-anak dan remaja Sitasi artikel ini: Prabowo. , et al. , 2025. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta. Jurnal Akal: Abdimas dan Kearifan Lokal. : 70-81. Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Abstracts Keywords: a Public spaces a dense settlements a Kalianyar Village a place making a participatory Public space in densely populated areas is one of the programs to improve the quality of the residential environment that plays a role in encouraging social interaction of residents in order to create a sense of togetherness, solidarity and social cohesion. RW 07 Kalianyar Village. Tambora District. DKI Jakarta is a dense area that requires the provision of public space as an effort to improve the quality of the physical environment. The planning approach used is placemaking, namely the arrangement of public space by considering the needs of social interaction, activities, comfort, image, accessibility, and the creation of a sense of comfort, safety from crime and health. In the previous PKM, a public space was created that utilized the space above the channel, by following health protocols to anticipate the Covid 19 pandemic conditions. Based on the evaluation, the community was very enthusiastic about the existence of this public space and used it for various activities involving various age groups. This shows that the existing public space has succeeded in encouraging social interaction. However, residents still need a safer public space that has educational benefits. Therefore, the solution proposed in this PKM is to plan a reading room, with the addition of a gate at the end of the alley leading to the public space and the addition of a roof using lightweight materials. In addition, it is also planned to create attractive and educational wall murals to encourage the creativity of local children and teenagers. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta Prabowo. Gandarum. Hartanti. Murwonugroho. Moertiningsih. Milvan E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. PENDAHULUAN Placemaking adalah sebuah filosofi, konsep, dan pendekatan yang memberi sinergi maksimal antara kualitas ruang dengan kualitas manusia secara berimbang dalam perancangan dan evaluasi ruang yang dianggap gagal dalam penyelenggaraan ruang public (Permana, 2. Dalam konteks perencanaan ruang publik di permukiman perkotaan, placemaking melibatkan strategi desain yang bertujuan untuk menghidupkan kembali ruang-ruang terbengkalai dan memberikan konsep livable cities kepada masyarakat perkotaan. Konsep ini melibatkan people . dan place . dengan mempertimbangkan aspek kesehatan dan keberlanjutan (Anggraini, 2. Pendekatan placemaking dalam desain ruang publik menawarkan banyak manfaat, termasuk meningkatkan ketahanan sosial, mendorong kohesi komunitas, dan menciptakan lingkungan perkotaan yang dinamis [Katherine, 2. Pendekatan ini juga dapat berkontribusi untuk meningkatkan rasa tempat dalam komunitas, mendorong keterlibatan, dan memperkuat ikatan antara orang-orang dan tempattempat yang mereka huni [Leandro, 2. Dengan memanfaatkan pembuatan ruang di area perumahan informal, kota dapat mengubah ruang-ruang ini menjadi pusat sosial yang mencerminkan campuran budaya dan nilai-nilai, yang pada akhirnya mengarah pada pembangunan perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan [Wesam, 2. Selain itu, representasi digital dari pembuatan tempat, seperti yang terlihat dalam inisiatif seperti A New View, dapat secara signifikan mempengaruhi persepsi anggota masyarakat tentang ruang perkotaan, menumbuhkan rasa tempat dan mendorong jangkauan dan keterlibatan yang lebih luas, terutama selama masa-masa menantang seperti pandemi COVID-19 [Lili, 2. Untuk menerapkan pendekatan placemaking secara efektif, kota harus terlibat dalam kolaborasi multidisiplin, melibatkan masyarakat dalam proses desain dan implementasi, dan terus mengevaluasi dampak kegiatan ini pada masyarakat yang terlibat [Leandro, 2. Konsep ruang layak huni di permukiman perkotaan ditentukan oleh berbagai faktor kunci. Faktorfaktor ini termasuk pola spasial yang terukur, indikator aksesibilitas, keragaman sosial, keterjangkauan, dan vitalitas ekonomi [Nicholas, 2. Selain itu, dimensi dan indikator kelayakan huni subjektif dan objektif, seperti aksesibilitas dan faktor sosial-ekonomi, memainkan peran penting dalam mengevaluasi kelayakan huni perkotaan [Amit, 2. Selanjutnya, pentingnya pengetahuan lokal dan paradigma penyelidikan dalam memahami ruang perkotaan yang layak huni disorot, menekankan perlunya pendekatan yang berpusat pada manusia dan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan kota [Dedes. Karista,dkk. , 2. Indikator kelayakan huni perkotaan, dipengaruhi oleh infrastruktur. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta Prabowo. Gandarum. Hartanti. Murwonugroho. Moertiningsih. Milvan E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. lingkungan, kohesi sosial, transportasi, kesehatan, dan pendidikan, sangat penting untuk membentuk kebijakan dan lintasan pertumbuhan kota, memastikan kesejahteraan komunitas mereka [Rafee, 2. Menerapkan konsep seperti ruang bersama dapat berkontribusi secara signifikan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman, menarik, dan dapat diakses bagi orang untuk tinggal, bekerja, dan bermain [Al-Mashaykhi, 2. Kelurahan Kalianyar merupakan salah satu kelurahan di Kematan Tambora bersama sepuluh kelurahan lainnya (Gambar . Kelurahan Kalianyar merupakan kelurahan dengan wilyah tersempit ke dua setelah Kelurahan Tambora. Kelurahan Kalianyar, yang terbagi dalam 9 RW, 11 RT dihuni oleh 9. 603 KK, 728 jiwa, dengan kepadatan pendudk 92. 900 jiwa/ Km2, merupakan kelurahan terpadat di Kecamatan Tambora yang memiliki rata-raka kepadatan penduduk 50. 277 jiwa/ Km2. Jumlah penduduk Kelurhan Kalianyar pada tahun 2019 ( terdiri dari 15. 389 laki- laki dan 14. 339 perempua. , bertambah sekitar 1. jiwa sejak tahun 2010 . ertambah 6,9% dalam kurun waktu 9 tahun atau 0,77% pertahu. , seluruhnya WNI [BPS. Tambora Dalam Angka, 2. Dari data Indeks Potensi Kerawanan Sosial (IPKS) 2019. Kelurahan Kalianyar termasuk 10 kelurahan yang tergolong mempunyai Indeks Kerawanan Prasarana Fisik Tertinggi di DKI Jakarta. Gambar 1 Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) : RW 07. Kelurahan Kalianyar. Kecamatan Tambora. Jakarta Barat. DKI Jakarta. (Sumber : https://jakartasatu. id/portal/apps/sites/#/publi. Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) difokuskan pada RW 7 kelurahan Kalianyar. Kecamatan Tambora DKI Jakarta. Berdasarkan wawancara dengan warga. RW 7 merupakan salah satu RW yang DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta Prabowo. Gandarum. Hartanti. Murwonugroho. Moertiningsih. Milvan E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. memiliki kerawan kebakaran tinggi karena termasuk bangunan berkepadatang tinggi, pemasangan jaringan listrik tidak terkontrol dengan baik, penggunaan kompor gas dengan keamanan yang rendah serta tidak adanya perlengkapan pemadam kebakaran portable untuk pemadaman awal. Kondisi Prasana. Sarana dan Utilitas (PSU) di Kelurahan Kalianyar masih terbatas. Prasarana meliputi jaringan air bersih, pengolahan air limbah rumah tangga, pengolahan sampah dan saluran air hujan (Gambar . Gambar 2 Kondisi Lingkungan Fisik koridor diatas saluran sebagai rencana lokasi ruang publik di RW 07. Kelurahan Kalianyar. Kecamatan Tambora. Jakarta Barat. DKI Jakarta (Sumber : Hasil Survei 2. Berdasarkan uraian tersebut diatas maka dapat diidentifikasi permasalahan di lokasi PKM adalah a Permasalahan kependudukan dimana jumlah penduduk yang masuk lebih besar dibanding yang keluar sehingga berimplikasi kepada : bertambahannya warga baru dengan bertempat tinggal tidak tetap sehingga warga baru tersebut memiliki sense of belonging yang rendah yang berakibat pada tingkat partisipasi dalam pengelolaan permukiman sangat rendah. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta Prabowo. Gandarum. Hartanti. Murwonugroho. Moertiningsih. Milvan E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. a Keterbatasan PSU dan kepadatan penduduk yang tinggi maka termasuk memiliki Indeks Kerawanan Prasarana Fisik tinggi yang berakibat rawan terhadap bencana kebakaran. Tidak memadainya sarana kumpul warga dan tempat bermain akan berakibat berkurangnya interaksi sosial bagi warga sehingga mengurangi kebersamaan antar warga atau kohesi sosial. a Belum teredukasinya secara memadai tentang Covid 19 tentang pencegahan, bahaya, cara penularannya, sehingga pada bulan Juni 2021 Kelurahan Kalianyar termasuk zona merah. Berdasarkan permasalahan mitra maka tujuan PKM adalah : a Merencanakan dan membangun ruang publik yang dapat berfungsi sebagai tempat berkumpul warga berinteraksi sosial dan tempat bermain anak sekaligus sebagai tempat edukasi anak dan warga dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. a Melalui pembangunan ruang publik dengan melibatkan warga maka diharapkan akan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan sense of belonging dan meningkatkan rasa kebersamaan atau kohesi sosial. a Melalui pembangunan ruang publik diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang covid 19 terkait bahaya virus covid 19, pencegahan, dan cara penularannya sehingga akan meminimalisir lonjakan kasus covid di lingkungan permukimannya Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi Institusi pelaksana PKM maupun bagi masyarat sasaran (Mitr. dan Pemda setempat. a Bagi Perguruan Tinggi, penyelenggaraan PKM merupakan penyelenggaraan salah satu dharma dari Tri Dharma PT yang wajib dilaksanakan dalam koridor Visi dan Misi Universitas Trisakti. Fakultas Teknik Sipil dan Perncanaan, dan Jurusan Arsitektur. Pengkayaan pengetahuan, data, dan informasi yang tereksplorasi selama pelaksanaan PKM dapat menjadi sumber penelitian dalam rangka pengembangan Ipteks dan menjadi masukan bagi materi pembelajaran Problem Base Leraning. a Bagi Masyarakat dan Pemda setempat, penyelenggaraan PKM ini dapat menjadi media/forum belajar penyelenggaraan permukiman yang layak huni secara partisipatif dan berkelanjutan, sehingga keberdayaan masyarakat dapat senantiasa meningkat METODE PELAKSANAAN Untuk mengatasi permasalahan pengelolaan ruang komunal yanga sesuai dengan protokol pencegahan penyebaran Covid 19 di Kelurahan Kalianyar, seperti telah diuraikan pada bagian terdahulu. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta Prabowo. Gandarum. Hartanti. Murwonugroho. Moertiningsih. Milvan E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. diperlukan pemahaman mengenai kondisi setempat untuk dapat membangun strategi penanggulangan yang mencerminkan karakter wilayah setempat dan konteks daruratnya untuk dintegrasikan dengan standar protokol kesehatan. Selain itu upaya pelibatan masyarakat dalam pengelolaan atau penyelenggaraan ruanag komunal perlu pula memperhatikan karakteristik mekanisme swadaya dan selforganization di kawasan setempat. Peran serta masyarakat dengan prinsip prinsip dasar demokrasi, partisipasi, transparansi, akuntabel dan desentraliasi menjadi penting. Dalam hal ini penekanan khususnya adap pada upaya mewujudkan perubahan perilaku masyarakat yang sejalan dengan menciptakan lingkungan hunian yang kondusif. Peran pembangunan berbasis masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan antara lain: . a Meningkatkan kapasitas local melalui program pelatihan/transfer tekonologi, a Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi mengenai program-program yang dibutuhkan dan bersifat krusial kepada pemerintah Program dalam kegiatan penataan ruang komunal idealnya meliputi: a Merencanakan pemanfaatan ruang komunal sesuai dengan kebutuhan masyarakat namun tetap mengikuti asas dan ketentuan pembatasan jarak fisik. a Penyediaan sarana sanitasi individu dan a Menyiapkan elemen ruang komunal yang diperlukan untuk kegiatan interaksi social namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan. a Mengedukasi masyarakat terkait kesiapan bermukim di wilayah yang rawan penyebaran penyakit, termasuk Covid 19. a Mempersiapkan strategi kolaborasi masyarakat untuk untuk berpartisipasi dalam mengoptimalkan penataan ruang komunal. Terkait tujuan dan luaran PKM yang diharapkan tersebut, maka rencana kerja PKM dengan model CAP meliputi: a dimulai dari Small Group Discussion antara pelaksana PKM dengan pimpinan dan pejabat Kelurahan Kalianyar untuk menganalisis situasi dan mengidentifikasi permasalahan. a Penetapan RW 07 sebagai kawasan percontohan sebagai lanjutan dari program terdahulu. a Koordinasi dengan pengurus RW 07 untuk mengkoordinasikan wakil masyarakat yang akan terlibat secara daring. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta Prabowo. Gandarum. Hartanti. Murwonugroho. Moertiningsih. Milvan E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. a proses pembentukan kelompok masyarakat atau model kelembagaan komunitas untuk meningkatkan kapasitas masayarat dalam partisiparory planning, a konsultasi dan pendampingan perencanaan dan perancangan fasilitas lingkungan tangguh bencana, identifikasi harapan, kebutuhan, dan masalah secara daring. a konsultasi dan pendampingan penyusunan usulan program dari komunitas skala RW. a Penyampaian program kepada pimpinan Kelurahan terkait untuk tindak lanjutnya. Evaluasi dan publikasi : penyusunan poster, laporan PKM, jurnal, dan pengurusan HaKI Metode Pelaksanaan menjelaskan pelaksanaan dan metode pengabdian, memuat hal-hal berikut: . Tempat dan Waktu . raikan lokasi kegiatan dan waktu pelaksanaan. Jika memungkinkan disertai peta atau gambar lokasi lainny. , . Masyarakat Sasaran/Mitra Kegiatan . raikan latar belakang peserta, banyak peserta dan bagaimana cara menentukanny. , . Metode Pengabdian meliputi metode dan materi yang disampaikan . raian mengenai persiapan, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, demonstras. , . Indikator Keberhasilan (Uraian mengenai indikator yang akan dicapai dalam kegiatan pengabdia. , . Metode Evaluasi, uraian mengenai teknik melakukan evaluasi untuk mengukur ketercapaian indikator Sebaiknya hindari pengorganisasian penulisan ke dalam Auanak sub-judulAy pada bagian ini. Namun, jika tidak bisa dihindari, cara penulisannya dapat dilihat pada bagian AuHasil dan PembahasanAy. Format naskah ini dibuat dalam MS Word, naskah tulisan menggunakan font: Avenir Roman, 11pt, spasi 1. 5, kiri. Alenia 0. HASIL KEGIATAN Pelaksanaan PKM ini meliputi tahap 1, yaitu tahapan monitoring dan evaluasi hasil program PKM tahun sebelumnya, sampai dengan perumusan konsep usulan pemecahan permasalahan secara Program PKM ini dilaksanakan dengan metoda Focus Group Discussion baik secara daring maupun luring di lokasi Mitra. Adapun rincian kegiatan adalah sebagai berikut : Koordinasi Internal Tim Pelaksana, pada tahapan ini didiskusikan materi, langka- langkah, dan jadwal pelaksanaan PKM. Pada tahapan ini disepakti mengenai materi monitoring dan evaluasi ruang komunal hasil program PKM tahun sebelumnya, identifikasi manfaat dan permasalahan yang ada, serta rencana pengembangan pemanfaatan dan pembangunan lanjutan ruang komunal secara partsipatif. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta Prabowo. Gandarum. Hartanti. Murwonugroho. Moertiningsih. Milvan E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. FGD dengan Alumni secara Daring, tim pelaksana bekerjasama dengan Alumni Arsitektur FTSP Universitas Trisakti Angkatan 1993 yang bergerak di bidang sosial dan memiliki pengalaman dalam kegiatan membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masayrakat. Pada program PKM kali ini, disepakati keterlibatan alumni dalam hal: a Pengembangan rancangan sampai dengan DED a Pencarian sumber pembiayaan a Pendampingan pembangunan FGD dengan Mitra secara Daring, koordinasi sekaligus FGD dengan pihak Mitra dilaksanakan secara daring pada tanggal 15 Januari 2022. Pada kegiatan ini hadir seluruh Tim Pelaksana PKM dan dihadiri oleh Ketua RW 07. Ketua RT 01 Ae 04 di lingkup RW 07 dan wakil masyarakat Kelurahan Kali Anyar. Kecamatan Tambora. Jakarta Barat. FGD dengan Mitra secara Luring di Lokasi Mitra, kegiatan FGD secara luring dilakukan di lokasi Mitra, yaitu di Kantor RW 07 dan di lokasi ruang komunal RT 01 yang menjadi obyek proyek percontohan, pada tanggal 23 Januari 2022. FGD di lokasi ini selain dihadiri oleh tim pelaksana PKM Usakti juga dihadiri oleh pihak mitra yang terdiri dari: Sekretaris Kelurahan. Kasie Kesra Kelurahan. Ketua RW 01, para Ketua RT 01 sd RT 011. Kader Jumantik, dan beberapa Kader RW Adapun beberapa kesepakatan yang dicapai antara lain: Table 1. Identifikasi Permasalahan dan Program pembangunan yang disepakati Masalah Kebutuhan dan Program Sosial Perlu melengkapi pembangunan ruang Konflik sosial, tawuran (RW 07 publik sesuai rencana yang layak huni, berbatasan langsung dengan Duri Pul. Belum lengkapnya pembangunan ruang 2. Pemagaran kawasan sisi utara publik sesuai dengan rancangan. Adanya permukiman terhadap pencurian DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta Prabowo. Gandarum. Hartanti. Murwonugroho. Moertiningsih. Milvan E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Ekonomi Produksi konveksi, penjahit yang menurun terdampak covid . ermasuk zona kunin. Hanya sebagian kecil saja yang mampu berahli usaha spt pembuatan masker pasca covid, pembelian menurun drastis Usaha makanan juga menurun Lingkungan Lingkungan yang kumuh Pencemaran lingkungan Rumah yang tidak layak dengan penghawaan yang buruk Pembuangan dan pengolahan/ daur ulangsampah terkendala tidak tersedianya lahan yang cukup. Masih diupayakan zero waste Jalan lingkungan yang dilalui umum sdh diaspal dengan dana APBD, gang- gang MHT, namun jalan-jalan kecil yang disediakan oleh masyarakat utk akses pribadi masih belum diperkeras dengan Perlu program-program pengentasan program-program mengenerate ekonomi. Perlu masukanmasukan atau pelatihan dan membangun Perbaikan drainase Septictank komunal Bedah rumah Peningkatan kinerja bank Program-program zero waste Perbaikan jalan Dalam pelaksanaannya terdapat factor pendukung dan penghambat sebagai berikut : Faktor Pendukung a Lokasi atau tempat kedudukan Mitra yang tidak terlalu jauh dari Kampus Tim PKM sangat mendukung terjadinya koordinasi di lapangan dalam pelaksanaan kegiatan survey lokasi, pengumpulan data dan pengukuran di lapangan, perencanaan dan perancangan serta pelaksanaan program. a Dukungan masyarakat setempat melalui Lurah. Kasie Ekbang. Kasie Kesra. Ketua RW 07, dan Ketua RT di lingkungan RW 07 sangat membantu pelaksanaan program PKM. Faktor Penghambat a Kawasan pemukiman Mitra yang sangat padat menyebabkan tidak mudahnya untuk merealisasikan program-program kerja, karena tidak cukupnya ruang publik untuk ditata sesuai dengan persyaratan permukiman tangguh bencana. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta Prabowo. Gandarum. Hartanti. Murwonugroho. Moertiningsih. Milvan E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. a Situasi pandemic Covid 19 yang semakin hari semakin masif, menyulitkan koordinasi dan komunikasi langsung di lapangan. Sementara itu tidak semua masyarakat setempat memiliki literasi ICT yang cukup untuk berkomunikasi secara daring. a Hambatan untuk datang ke lokasi menyebabkan kurang atau tidak cukupnya data riil lapangan untuk penyusunan/perencanaan program kerja yang sesuai dengan kondisi lapangan, kecuali hanya mengandalkan informasi verbal dari Mitra. a Keterbatasan sumber daya pembangunan, terutama tenaga ahli dan dana menyebabkan terbatasnya program PKM yang dapat direncanakan dan dilaksanakan. a Tingkat keberdayaan masyarakat dalam penyelenggaraan permukimannya secara swadaya . erbasis masyaraka. masih belum cukup untuk keberlanjutan penyelenggaraan permukimannya Luaran lain yang diharapkan dapat dihasilkan dari program PKM ini berupa: Tersusunnya hasil identifikasi masalah, harapan, kebutuhan, untuk pengembangan ruang komunal masyarakat agar lebih berhasil guna. Gambar rancangan sebagai pedoman pembangunan lanjutan ruang komunal Luaran lain yang diupayakan adalah poster, publikasi jurnal, dan Hak Cipta Berdasarkan hasil identifikasi masalah, harapan dan kebutuhan untuk pengembangan ruang komunal agar lebih bermanfaat, maka solusi yang ditawarkan adalah dengan merancang naungan berupa konstruksi atap transparan satu arah, agar tetap memungkinkan adanya penghawaan dan pencahayaan Material yang disarankan adalah konstruksi baja ringan dan bahan penutup atap polikarbonat atau uPVC bening. Selain itu, untuk menciptakan suasana ruang yang lebih menarik dan edukatif, dirancang adanya pola mural dinding dengan tema alam atau tema edukatif lainnya. Sedangkan untuk denah, tidak ada perubahan yang signifikan dari desain yang sebelumnya, hanya penambahan rak untuk penyimpanan buku bacaan. DOI : http://dx. org/10. 25105/urbanenvirotech. Pendekatan Placemaking Dalam Perancangan Ruang Publik Yang Layak Huni Di Kelurahan Kalianyar. Jakarta Prabowo. Gandarum. Hartanti. Murwonugroho. Moertiningsih. Milvan E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 70-81 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Hasil rancangan ruang public sebagai berikut : Gambar 3. Tampak denah, rancangan konstruksi atap dan mural KESIMPULAN Program kegiatan PKM yang berupa kegiatan monitoring dan evaluasi secara partisipatif, dapat memberikan impak dan manfaat: Masyarakat memiliki sense of belonging atas ruang komunal yang dibuat, sehingga tumbuh kesadaran akan pemeliharaan lingkungan dan menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat. Munculnya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan nilai manfaat ruang komunal dengan kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan diri masyarakat, baik secara individu maupun DAFTAR PUSTAKA