JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 PENGARUH PENGENDALIAN INTERN DAN KINERJA KARYAWAN TERHADAP EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SURVEI PADA PT GRAHA PANGAN LESTARI) Oleh: Verawati Program Studi Akuntansi FE Universitas Langlangbuana Bandung ABSTRAK Metode yang dilakukan dalam penelitian pada PT Graha Pangan Lestari adalah metode deskriptif verifikativ, dimana teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, kuesioner, serta penelitian kepustakaan. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh antara variabel pengendalian intern (X. dan variabel kinerja karyawan (X. terhadap variabel Efektivitas sistem informasi akuntansi (Y) menggunakan analisis regresi berganda. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian intern berpengaruh sebesar 65,8%. terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi dan kinerja karywan berpengaruh sebesar 57,2% terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern dalam perusahaan yang telah diterapkan dengan baik dapat mempengaruhi efektivitas sistem informasi akuntansi. Kata kunci : Pengendalian Intern. Kinerja Karyawan . Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi ABSTRACT The method used in research at PT Graha Pangan Lestari is Descriptiv verification method, where the technique used in data collection is done by observation, questionnaire, and library research. While to know the influence between internal control variables (X. and employee performance variable (X. to variable Effectiveness of accounting information system (Y) using multiple regression analysis. From result of research indicate that internal control influenced equal to 65,8%. To the effectiveness of accounting information systems and performance of employees affecting 57. of the effectiveness of accounting information systems. Thus it can be concluded that internal control within the company that has been applied properly can affect the effectiveness of accounting information systems. Keywords: Internal Control. Employee Performance. Effectiveness of Accounting Information System PENDAHULUAN latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia bisnis di Indonesia dari masa ke masa terasa semakin kompetitif. Meskipun sebenarnya kondisi perekonomian Indonesia secara umum belum menunjukkan adanya perbaikan dan peningkatan yang signifikan, namun bukan berarti terjadi kondisi yang stagnasi dalam dunia bisnis. Perusahaan selalu berusaha melakukan pertahanan hidup akan keberlangsungan perusahaannya dengan cara-cara yang lebih cepat, lebih dipercaya, lebih efektif dan efisien dalam memperoleh informasi. Informasi akuntansi dapat membantu manajemen untuk memperoleh tugas-tugas mereka dalam pengambilan keputusan (Chong dan Jawabreh, 2. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 Selain perubahan yang disebabkan oleh teknologi, perusahaanAeperusahaan menjawab lingkungan persaingan bisnis yang meningkat dengan cara memeriksa kembali setiap kegiatan internal, dalam upaya untuk mendapatkan tambahan nilai . alue adde. dengan biaya minimal. Oleh karena itu kegiatan akuntansi tidak hanya bersifat melaporkan hasil kegiatan di masa lampau, tetapi juga harus proaktif dalam memberikan dan menginterpretasikan informasi keuangan dan informasi lainnya dari berbagai kegiatan (Francisca ,2. Pengungkapan informasi perusahaan secara transparan menjadi salah satu sarana untuk menerapkan sistem pengendalian intern perusahaan. Dengan sistem pengendalian intern yang efektif perusahaan dapat terhindar dari malapetaka kerugian besar, karena halhal yang sebelumnya tidak pernah disangka bakal terjadi. Tanpa sistem pengendalian intern yang efektif, kendala atau resiko yang dapat menyebabkan kerugian besar dapat berlangsung lama tanpa terdeteksi pemilik perusahaan. Pengendalian intern dapat membantu entitas mencapai target kinerja dan profitabilitasnya, dan mencegah hilangnya sumber yang dimiliki. Ini dapat membantu menjamin pelaporan keuangan yang handal. David Efendi,2013 ) Fenomena karyawan dalam penerapan sistem informasi akuntansi yang dijelaskan dalam buku sistem informasi akuntansi. Bahwa Pengaruh karyawan . sangat menentukan keberhasilan penerapan sistem informasi akuntansi dalam suatu perusahaan. (Lilis Puspitawati 2011:. Tujuan Penelitian Dari latar belakang permasalahan diatas maka Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui besar pengaruh Pengendalian Intern terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi. Untuk mengetahui besar pengeruh Kinerja Karyawan terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Menurut Krismiaji . dalam buku Sistem Informasi Akuntansi menjelaskan bahwa pengendalian Intern adalah: AuPengendalian intern (Internal Contro. adalah rencana organisasi dan metode yang digunakan untuk menjaga atau melindungi aktiva, menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, memperbaiki efisiensi, dan untuk mendorong ditaatinya kebiajakan manejemenAy. Moeheriono . alam Rosyida 2010:. dalam bukunya menyimpulkan pengertian kinerja karyawan yaitu Sebagai hasil kinerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif, sesuai dengan kewenangan, tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral ataupun etika. Andi . dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi mengemukakan bahwa : AuSistem informasi akuntansi (SIA) merupakan sistem yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan beserta informasi lainnya yang diperoleh dari proses rutin transaksi akuntansiAy. Secara umum sistem yang efektif didefinisikan suatu sistem yang dapat memberikan nilai tambah kepada perusahaan. Oleh karena itu sistem yang efektif harus dapat JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 memberikan pengaruh yang positif kepada perilaku pemakainya. Sistem dikatakan efektif bila memiliki kualitas yang baik . Mc. Leod dan George . , menjelaskan diimensi kualitas informasi akuntansi yang digunakan untuk meningkatkan nilai informasi yang diinginkan untuk meningkatkan nilai informasi, yaitu sebagai berikut : Relevansi . Informasi memiliki relevansi jika informasi berkaitan dengan masalah yang ditangani. Pengguna harus dapat memilih data yang diperlukan tanpa harus terlebih dahulu melewati sejumlah fakta yang tidak berhubungan. Data yang relevan dengan keputusan yang akan di ambil, yang akan disebut informasi. Akurasi . Idealnya, semua informasi harus akurat, tetapi fitur yang berkontribusi terhadap keakuratan sistem menambah biaya. Untuk itu, pengguna sering dipaksa untuk menerima tingkat akurasi yang kurang dari 100 persen. Aplikasi yang melibatkan mata uang, seperti penggajian, penagihan, dan piutang. Aplikasi lain, seperti peramlan ekonomi jangka panjang dan laporan statistic, seringkali masih berguna bahkan jika data yang digunakan adalah kurang dari 100 persen. Ketepatan waktu . Informasi harus tersedia untuk pengambilan keputusan sebelum situasi kritis berkembang atau hilangnya kesempatan. Para pengguna harus dapat memperoleh informasi yang menguraikan apa yang terjadi saat ini, terlepas dari apa yang telah terjadi di masa lalu. Informasi yang datang setelah keputusan diambil tidak memiliki nilai Kelengkapan . Para pengguna harus dapat memperoleh informasi yang menyajikan gambaran lengkap dari suatu masalah tertentu atau solusinya. Namun, sistem juga harus tidak tenggelam dalam lautan informasi pengguna. Istilah ini menunjukan bahwa informasi yang berlebihan memiliki terlalu banyak informasi juga dapat meberikan kerugian. Pengguna harus dapat menentukan jumlah detail yang diperlukan. Informasi diaktakan lengkap jika memiliki jumlah yang tepat agregrasi dan mendukung semua daerah dimana keputusan akan diambil. Penelitian Terdahulu Azhar Susanto dalam penelitiannya yang berjudul the effect of internal control on accounting information system. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengendalian intern berpengaruh pada kualitas sistem informasi akuntansi. Azhar Susanto juga mengemukakan bahwa semua organisasi membutuhkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan untuk mencegah dan meminimalkan kesalahan yang disebabkan oleh kecurangan dan kesalahan dalam penerapan sistem informasi akuntansi. A Istri Windha Fahmiswari. K dan Ida Bagus Dharmadiaksa melakukan penelitian mengenai pengaruh kinerja individual terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Penelitian ini mengumukakan adanya beberapa faktor yang meningkatkan efektivitas sistem informasi akuntansi. Hasil penelitian membuktikan bahwa kinerja individual yang ditunjukan melalui tingkat pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja, dan insentif berpengaruh pada efektivitas penggunaan sistem informasi akuntansi. Hipotesis Berdasarkan dengan pembahasan teoritik dan kerangka konseptual pemikirian diatas maka hipotesis dari penelitian ini adalah : JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 . H1 : Pengendalian intern berpengaruh tehadap efektivitas sistem informasi akuntansi. H2 : Kinerja karyawan berpengaruh terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dekskrptif dan Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2014:. Metode penelitian verifikatif pada dasarnya ingin menguji kebenaran dari suatu hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan (Arikunto, 2010:. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi separangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Penelitian kepustakaan Penelitian kepustakaan yaitu peneltian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan datadata atau informasi yang diperoleh dari buku-buku sumber yang ada hubunganya masalah yang akan diteliti. Objek dalam penelitian ini adalah PT Garaha Pangan Lestari. Populasi target dalam penelitian adalah sebanyak 200 orang karyawan PT Graha Pangan Lestari. Berdasarkan teknik purposive sampling maka pengambilan sampel diambil sebanyak 38 sampel dari populasi 200 orang Untuk menentukan pengambilan sampel sumber datanya adalah pihak-pihak yang memiliki pengetahuan dan keterkaitan dengan pengendalian intern dan sistem informasi akuntansi yaitu karyawan pada bagian admin, accounting, sales, manajer, supervisor, manager dan field Manager. Sumber Informasi dalam peneltian ini menggunakan dua jenis data, yaitu: Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara mempelajari literature dan data dari instansi terkait yang berupa dokumen dan buku pedoman kerja yang terdapat pada PT Graha Pangan Lestari. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari hasil wawaancara maupun kuesioner terhadap divisi yang berhubungan dengan penelitian pada PT Graha Pangan Lestari. Analisis data Dalam penelitian ini, data memiliki kedudukan sangat penting. Data merupakan gambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Oleh karena itu benar tidaknya data sangat menentukan bermutu tidaknya suatu hasil penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adaalah analisis statistik deksriptif, uji validitas dan realibilitas , uji asumsi klasik dan analisis regresi berganda. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dilakukan valid apabila pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersaebut (Sugiyono, 2013:. Uji realibilitas dilakukan dengan maksud menguji tingkat ketepatan atau keandalan kuesioner dalam mengukur. Hasil penelitian dikatakan reliabel, bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda (Sugiyono, 2013:. Uji normalitas bertujuan untuk menguji aakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dengan kata lain, uji normalitas JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 dilakukan untuk mengetahui sifat distribusi data penelitian yang berfungsi untuk mengetahui apakah samel yang diambil normal atau tidak dengan menguji sebaran data yang dianlisis (Ghozali, 2011:. Pengujian normalitas menggunakan analisis Kolmogorov-smirnov. Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat nilai sig. pada uji KolmogorovSmirnov jika lebih besar dari 0,05 maka dinyatakan normal. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi maka variabelvariabel ini tidak orthogonal (Ghozali, 2009 : . Untuk mendeteksi multikolinearitas dapat dilihat dari value inflation factor (VIF). Apabila VIF>10, maka multikolinearitas dan sebaliknya jika VIF<10, maka tidak terjadi multikolinearitas (Ghozali, 2009 ). Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas (Ghozali, 2009 : . Heterokedastisitas dapat ditentukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatter plot antara SREID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, sumbu X adalah residual (Y prediksi-Y sesungguhny. yang telah di studentized. Dasar analisis : Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur . ergelombang, melebar kemudian menyempi. , maka mengindikasikan telah terjadi Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas. Analisis regresi adalah model analisis yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. (Ghozali, 2013:. Dalam penelitian ini model analisis yang digunakan adalah model analisis regresi berganda yaitu apabila pengaruh antar variabel melibatkan lebih dari satu variabel independen. Model yang digunakan untuk melihat pengaruh atau hubungan antar variabel tersebut adalah sebagai berikut: ycU = yca yca1ycU1 yca2ycU2 yuA Koefisien determinasi. c 2 ) adalah untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independden. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai . c 2 ) yang kecil berarti bahwa kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabelvariabel independen memberikan hamper semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen. Uji T bertujuan untukmenunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Dengan tingkat signifikansi 5% maka rumus pengambilan keputusan tersebut adalah sebagai berikut: Bila nilai signifikansi t < 0,05 maka H0 ditolak atau terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen atau apabila nilai t hitung > t tabel maka. H0 ditolak dan Ha diterima. Bila nilai signifikansi t > 0,05 maka H0 diterima atau tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen atau apabila nilai thitung < t tabel maka. H0 diterima dan Ha ditolak. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 HASIL Analisis Deskriptif Analisis deskriptif pengendalian intern Hasil total dari skor keseluruhan kuesioner pernyataan variabel pengendalian intern Berdasarkan tabel interval , maka posisinya berada di interval 1346. 1 yang menyatakan baik. Hal ini mengartikan bahwa sebagian besar karyawan di PT Graha Pangan Lestari puas akan penerapan pengendalian intern yang telah diterapkan selama ini. Adapun alasan yang terbanyak untuk mendukung pernyataan ini didukung dengan tanggapan sebagian besar responden yang merasa bawa penerapan pengendalian intern di PT Graha Pangan Lestari demikian efektif. Analisis Deksriptif Kinerja Karyawan Hasil total dari skor keseluruhan kuesioner pernyataan variabel Kinerja Karyawan adalah sebesar 1441. Berdasarkan tabel interval, maka posisinya berada di interval 1244 1551 yang menyatakan baik. Hal ini mengartikan bahwa sebagian besar karyawan di PT Graha Pangan Lestari yang telah diterapkan selama ini. Adapun alasan yang terbanyak untuk mendukung pernyataan ini didukung dengan tanggapan sebagian besar responden yang merasa bahwa telah melakukan pekerjaan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh perusahaan di PT Graha Pangan Lestari demikian efektif. Analisis Deskriptif Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Hasil skor keseluruhan untuk variabel Efektivitas Sisem Informasi Akuntansi adalah Berdasarkan tabel interval, maka posisinya berada di interval 1591. 2 Ae 6 yang menyatakan baik. Hal ini mengartikan Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi di PT Graha Pangan Lestari berjalan dengan baik. Adapun alasan yang terbanyak untuk mendukung pernyataan ini didukung dengan tanggapan sebagian besar responden yang merasa bahwa informasi yang telah dibuat dan disampaikan secara efektif di PT Graha Pangan Lestari demikian. Uji Validitas dan Realibilitas Uji Validitas Tabel 4. Uji Validitas Variabel X1 Pengendalian Intern Item PI. PI. PI. PI. PI. PI. PI. PI. PI. PI10 PI. r hitung r tabel Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Pengolahan data 2017 Tabel 4. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 Uji Validitas Variabel (X. Kinerja Karyawan Item X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. r hitung r tabel Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : pengolahan data 2017 Tabel 4. Uji Validitas Variabel Y Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Item Y10 Y11 Y12 Y13 r hitung r tabel Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : data yang diolah, 2017 Berdasarkan hasil uji validitas menunjukkan bahwa nilai korelasi tiap item pernyataan dengan total skor yang diperoleh lebih besar dari 0,399 sehingga dapat disimpulkan bahwa item pernyataan yang digunakan adalah valid dan dapat digunakan dalam analisis selanjutnya. Uji Realibilitas Adapun hasil pengujian reabilitas yang dilakukan denganmenggunakan SPSS dengan jumlah responden sebanyak 36 orang adalah sebagai berikut : Tabel 4. Uji Realibilitas Variabel X1 Pengendalian Intern Reliability Statistics JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 Cronbach's Alpha Based Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items Sumber : pengolahan data Hasil uji reliabilitas nilai alpha cronbach kuesioner variable X1 sebesar 0,946. Karena nilai diatas Ou 0,8 maka artinya semua pernyataan pada penelitian ini dapat dikatakan reliabel atau konsisten, sehingga dapat digunakan. Tabel 4. Uji Realibilitas Variabel X2 Kinerja Karyawan Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items Sumber : pengolahan data, 2017 Hasil uji reliabilitas nilai alpha cronbach kuesioner variable X2 sebesar 0,822. Karena nilai diatas Ou 0,8 maka artinya semua pernyataan pada penelitian ini dapat dikatakan reliabel atau konsisten, sehingga dapat digunakan. Tabel 4. Uji Realibilitas Variabel Y Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based Cronbach's Standardized Alpha Items N of Items Sumber : data yang diolah, 2017 Hasil uji reliabilitas nilai alpha cronbach kuesioner variable Y sebesar 0,946. Karena nilai diatas Ou 0,8 maka artinya semua pernyataan pada penelitian ini dapat dikatakan reliabel atau konsisten, sehingga dapat digunakan. Uji Asumsi Klasik JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 Uji Normalitas Berikut uji hasil normalitas dengan menggunakan aplikasi software SPSS 20 for windows dapat dilihat pada gambar berikut ini : Tabel 4. Uji Kolmogorov Smirnov Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov a Statistic Sig. Unstandardized Residual This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Shapiro-Wilk Statistic Sig. Dari tabel diatas dapat dilihat nilai signifikansi . pada kolmogrov-Smirnov sebesar 0,200 dan lebih besar dari 0,05. Karena signifikansinya lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolonearitas Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ternyata diperoleh nilai VIF masing-masing variabel bebas sebagai berikut : Tabel 4. Uji Multikolineritas Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Model (Constan Dependent Variable: ESIA Collinearity Statistics Tolerance VIF berdasarkan tabel hasil uji multikolineritas diatas dapat diketahui bahwa nilai VIF kurang dari 10 dan nilai Tolerance lebih dari 0,1. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi masalah multikolineritas. Uji Heteroskedasitas Hasil dari uji heteroskedastisitas pada penelitian ini seperti pada gambar dibawah ini : JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 Gambar 4. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan diagram pancar diatas maka, dapat diketahui bahwa titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas diatas. Dengan hasil demikian terbukti bahwa tidak terjadi gejala heterokedastisitas atau persamaan regresi memenuhi asumsi non Uji Auto Korelasi Berdasarkan pengolahan SPSS diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi (Durbin Watson Tes. Model Summaryb Adjusted R Std. Error of DurbinModel R Square Square the Estimate Watson Predictors: (Constan. KK. PI Dependent Variable: ESIA Berdasarkan output di atas, diperoleh nilai koefisien Durbin Watson . sebesar 1,990. Nilai tersebut berada di antara 1 dan 3 (Jonathan Sarwono 2007:. hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat masalah autokorelasi pada data. Regresi Linear Berganda Berikut ini disajikan tabel model regresi yang terbentuk sebagai berikut : Tabel 4. Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Dependent Variable: ESIA Sig. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 PI pada tabel diatas adalah inisial untuk variabel pengendalian intern. KK adalah untuk variabel kinerja karyawan, dan ESIA adalah untuk Efektivitas sistem informasi akuntansi. Berdasarkan hasil regresi diatas dapat dirumuskan persamaan regresi sebagai berikut : Y = 50. 782 0,443ycu1 0,387ycu2 Hal ini mengartikan bahwa : Nilai Konsta adalah 50. 782, artinya jika Pengendalian Intern dan Kinerja Karyawan dianggap konstan . , maka Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi bernilai 50. Nilai koefisien regresi X1 (Pengendalian Inter. bernnilai positif yakni 0. ini dapat diartikan bahwa setiap peningkatan Pengendalian Intern sebesar satuan, maka Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi mengalami peningkatan sebesar Nilai koefisien regresi X2 (KInerja Karyawa. bernnilai positif yakni 0. 387, hal ini dapat diartikan bahwa setiap peningkatan Pengendalian Intern sebesar satuan, maka Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi mengalami peningkatan sebesar Uji Koefisien Detreminasi Tabel 4. 21 Uji Koefisien Determinasi Variabel Pengendalian Intern Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. PI Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat koefisien determinasi (R) sebesar 658 menunjukan bahwa variabel independen (Pengendalian Intern ) berpengaruh 8% terhadap variabel dependen (Efektivitas Sistem Informasi Akuntans. Tabel 4. 22 Uji Koefisien Determinasi Variabel Kinerja Karyawan Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. KK Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat koefisien determinasi (R) sebesar 572 menunjukan bahwa variabel independen (Kinerja Karyawan ) berpengaruh 2% terhadap variabel dependen (Efektivitas Sistem Informasi Akuntans. Uji Signifikan Parameter Individual ( Uji t ) Berdasarkan Hasil Penelitian dengan menggunakan analisis regresi linear berganda diperoleh hasil sebagi berikut : JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 Tabel 4. Penggujian Hipotesis Secara Parsial Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Dependent Variable: ESIA Sumber : hasil output SPSS, 2017 Sig. Berdasarkan tabel, hasil pengujian sara partial adalah sebagai berikut : Berdasarkan hasil uji t . pada model regresi, diperoleh nilai signifikan variabel Pengendalian Intern sebesar 0. 46 < 0. araf nyata hasil penelitia. Selain itu dapat dilihat juga dari perbandingan antara ycEaycnycycycuyci dan ycycycaycayceyco yang menunjukkan hasil nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 2,665 sedangkan ycycycaycayceyco sebesar 1,694. Dari hasil penelitian tersebbut terlihat bahwa ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yaitu 2,665 > 1,694, maka dapat disimpulkan bahwa ya0 ditolak dan ya1 artinya secara parsial variabel Pengendalian Intern berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Efektivitas Sistem Informasi Berdasarkan hasil uji t . pada model regresi, diperoleh nilai signifikan variabel Kinerja Karyawan sebesar 0. 016 < 0. araf nyata hasil penelitia. Selain itu dapat dilihat juga dari perbandingan antara ycEaycnycycycuyci dan ycycycaycayceyco yang menunjukkan hasil nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 1,86 sedangkan ycycycaycayceyco sebesar 1,694. Dari hasil penelitian tersebbut terlihat bahwa ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yaitu 1,86 > 1,694, maka dapat disimpulkan bahwa ya0 ditolak dan ya2 artinya secara parsial variabel Kinerja Karyawan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi. PEMBAHASAN Hasil uji statistik Pengendalian Intern, menyatakan bahwa adanya hubungan terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi dan berpengaruh sebesar 65,8%, sedangkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung . yang lebih besar dari t tabel . Kesimpulan ini sejalan dengan dengan hasil penelitian Fairus Larosa Nanda . Samutri . , dan Azhar Susanto . yang menyatakan bahwa Pengendalian Intern berpengaruh terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi. Hasil uji statistik Kinerja Karyawan, menyatakan bahwa adanya hubungan terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi dan berpengaruh sebesar 57,2%, sedangkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung . yang lebih besar dari t tabel . kesimpulan ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh . A Istri Windha Fahmiswari. K & Ida Bagus Dharmadiaksa,. Mahammad Ali Moradi dan. Tiksnayana dan Maria yang menyatakan bahwa Pengendalian Intern berpengaruh terhadap Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Desember 2017 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh pengendalian intern dan kinerja karyawan terhadap efektivitas istem informasi akuntansi di PT Graha Pangan Lestari maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : Pengendalian intern berpengaruh terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi sebesar 65,8%. Hal ini dikarenakan penerapan pengendalian intern atas integritas dan nilai-niai etis telah diterapkan dengan baik dalam perusahaan, hal ini juga didukung oleh pernyataan dalam kusioner yang menyatakan bahwa pengelolaan sistem informasi dalam perusahaan telah dilakukan sesuai prosedur dan proses pemisahan tugas setiap karyawan telah dilakukan dengan baik dalam meminimalisir kekeliruan dan kecurangan. Kinerja karywan berpengaruh terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi sebesar 57,2%. Hal ini didukung oeleh pernyataan dalam kuesioner yang menyatakan bahwa setiap karyawan di PT Graha Pangan Lestari selalu bekerja pada pedoman target yang harus dipenuhi serta selalu menyelsaikan pekerjaan tepat pada waktunya berdasarkan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan dalam perusahaan. SARAN Bagi Perusahaan Pelaksanaan pengendalian intern dalam perusahaan telah dilaksanakan dengan cukup berperan baik, tetapi perusahaan perlu meningkatkan pengendalian intern kepada karyawannya, karena pengendalian intern yang tidak memadai, tidak akan berjalan dengan baik apabila petugas pelaksananya tidak memiliki komitmen sertab kemampuan, kejujuran yang tinggi untuk melaksanakannya. Sejauh ini PT Graha Pangan Lestari telah melaksanakan pengendalian intern terhadap karyawan dengan baik, tetapi mengingat Bagi Pembaca Untuk pembaca yang tertarik ingin melakukan penelitian ini secara lebih mendalam, maka penunlis menyarankan agar menambah variabel independen yang lain selain pengendalian intern dan kinerja karyawan, sehingga dapat diketahuivariabel laim lain yang dapat mempengaruhi efektivitas sistem informasi akuntansi. DAFTAR PUSTAKA