Implementation of the Al-Qur'an Memorization Program Using the Sambung Ayat Method at Madrasah Aliyah Swasta Plus Al-Ulum Medan Imam Muttaqin Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara imammuttaqin203@gmail. Abd Rahman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara abdrahman@umsu. Corresponding Author: Imam Muttaqin Article history: Received: April 23, 2024 | Revised: Mei 27, 2025 | Available Online: September 04, 2025 Abstract The decline in students' motivation and effectiveness in memorizing the Qur'an raises concerns about the sustainability of traditional approaches in Islamic education. Although the tahfidz program is central in strengthening students' religiosity, existing practices are still partial, lack structured methods, and are not equipped with systematic evaluation. This indicates the urgency of developing innovative techniques that remain based on Islamic culture and can foster consistency, interest, and quality in students' memorization. This study aims to explore the implementation of the sambung ayat method in improving students' ability to memorize the Qur'an by examining the stages of planning, implementation, and evaluation applied in the school context. The research method uses a qualitative approach with a descriptive phenomenological design, conducted at MAS Plus Al-Ulum Medan in the 2025/2026 academic year. The research subjects were selected purposively, including teachers, students, and the head of the madrasah, who were directly involved in the tahfidz program. Data were obtained through semistructured in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. Data analysis followed Moustakas' phenomenological steps, while data validity was maintained through methodological and source triangulation. The results showed that the sambung ayat method significantly improved students' memorization fluency, as indicated by a reduction in errors and hesitations compared to before its implementation. Students were more enthusiastic and active, while a structured mechanism for monitoring progress assisted teachers. Weekly evaluations strengthened memory and provided constructive feedback. The verse-linking method offers a practical and empirical approach to optimizing Quran memorization. This study contributes by providing a conceptual and empirical basis for contextual, structured, and interactive tahfidz innovation while guiding the development of pedagogy and teacher training policies. Keywords: Verse Connection Method. Memorizing the Qur'an. Contextual Learning. Copyright: A 2025. The authors. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Implementasi Program Menghafal Al-Qur'an Dengan Metode Sambung Ayat di Madrasah Aliyah Swasta Plus Al-Ulum Medan Abstrak Menurunnya motivasi dan efektivitas siswa dalam menghafal Al-QurAoan menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pendekatan tradisional dalam pendidikan Islam. Meskipun program tahfidz berperan sentral dalam memperkuat religiusitas siswa, praktik yang ada masih bersifat parsial, kurang memiliki metode yang terstruktur, serta belum dilengkapi dengan evaluasi yang sistematis. Hal ini menunjukkan urgensi untuk mengembangkan teknik inovatif yang tetap berbasis budaya keislaman, mampu menumbuhkan konsistensi, minat, dan kualitas hafalan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode sambung ayat dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa, dengan menelaah tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang diterapkan dalam konteks sekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif, dilaksanakan di MAS Plus Al-Ulum Medan pada Tahun Pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian dipilih secara purposif meliputi guru, siswa, dan kepala madrasah yang terlibat langsung dalam program tahfidz. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data mengikuti langkah-langkah fenomenologi Moustakas, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi metodologis dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sambung ayat secara signifikan meningkatkan kelancaran hafalan siswa, ditandai dengan berkurangnya kesalahan dan keraguan dibandingkan sebelum penerapan. Siswa lebih antusias dan aktif, sementara guru terbantu dengan mekanisme terstruktur untuk memantau perkembangan. Evaluasi mingguan memperkuat daya ingat dan memberikan umpan balik konstruktif. metode sambung ayat menawarkan pendekatan praktis dan empiris untuk mengoptimalkan hafalan Al-QurAoan. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan dasar konseptual dan empiris bagi inovasi tahfidz yang kontekstual, terstruktur, dan interaktif, sekaligus memberi arah pada pengembangan pedagogi dan kebijakan pembinaan guru. Kata Kunci: Metode Sambung Ayat. Menghafal Al-QurAoan. Pembelajaran Kontekstual Imam Muttaqin. Abd Rahman. Implementation of the Al-Qur'an Memorization Program Using the Sambung Ayat Method at MAS Plus Al-Ulum Medan Pendahuluan Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik untuk memiliki kompetensi literasi, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan karakter kuat agar mampu menghadapi tantangan global yang kompleks. 1 Dalam konteks pendidikan Islam, tantangan ini semakin relevan karena pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan spiritualitas peserta didik. 2 Program tahfidz AlQurAoan, yang kini banyak diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah, memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai disiplin, konsentrasi, serta penguatan karakter religius yang menjadi kebutuhan global dalam menghadapi krisis moral dan sosial. Di Indonesia, program tahfidz menjadi program unggulan di beberapa lembaga pendidikan madrasah. Orang tua kini lebih mengutamakan pengembangan karakter religius anak melalui hafalan Al-QurAoan, dibanding sekadar menargetkan prestasi 4 Namun, tantangan implementasi masih besar. Studi Rijal Saputra mengungkapkan bahwa siswa tahfidz kesulitan menjaga konsistensi murojaAoah, sementara guru terbatas dalam memonitor perkembangan hafalan secara individual. Kondisi ini juga ditemukan di MAS Plus Al Ulum Medan, di mana program tahfidz menjadi unggulan, tetapi masih menghadapi kendala dalam kelancaran hafalan siswa, kondisi ini disebabkan lemahnya tanggung jawab siswa dalam murojaAoah, dan keterbatasan monitoring guru. Permasalahan utama dalam pembelajaran tahfidz adalah metode pembelajaran yang masih konvensional, repetitif, dan kurang memperhatikan variasi gaya belajar siswa. Annisa Rahmatus Syifa menunjukkan bahwa keberhasilan hafalan sangat dipengaruhi oleh motivasi intrinsik siswa, sementara motivasi ini sering terhambat oleh minimnya strategi pembelajaran yang menarik. 6 Temuan yang sama juga terlihat dalam penelitian Joke Voogt and Natalie Pareja Roblin. AuA Comparative Analysis of International Frameworks for 21 St Century Competences: Implications for National Curriculum Policies,Ay Journal of Curriculum Studies 44, 3 (June 2. : 299Ae321, https://doi. org/10. 1080/00220272. Fahrudin Fahrudin et al. AuExploring StudentsAo Perspectives on Sufism and Tarekat in Islamic Education,Ay Jurnal Pendidikan Islam 10, no. : 1Ae12. Ahlam Abdullah Alghamdi. AuCulture in Early Childhood Education: Insights into Saudi Preschool Teaching. ,Ay Journal of Education and Learning (EduLear. 17, no. : 431Ae40. Hikmah Romalina. AuKemenag Sumsel Kembangkan Program Tahfizh Quran di Madrasah,Ay Pendidikan Islam Kemenag (Pendi. , n. , https://pendis. id/read/kemenag-sumsel-kembangkan-programtahfizh-quran-di-madrasah. Rijal Saputra et al. AuThe Use of the MurojaAoah Method in Improving of Reading Al QurAoan,Ay Bulletin of Pedagogical Research 3, no. : 84Ae93. Annisa Rahmatus Syifa. AuImplementasi Kegiatan Tahfidz Camp Dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-QurAoan Siswa MTs Negeri 4 JakartaAy (Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah jakarta, 2. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Rizka Harfiani,7 tentang pelaksanaan program Tahfidz di sekolah luar biasa Islam terpadu AuSahabat Al-Qur'anAy program ini mampu membuat siswa dapat kewajiban beragama sebagai seorang muslim sebagaimana halnya anak normal. H Sabaruddin dan S Mastur menekankan bahwa teknik tikrar efektif dalam memperkuat memori, namun tidak menjamin konsistensi dalam murojaAoah. 8 Temuan Umar Akem menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi digital untuk tahfidz memang mempercepat hafalan, tetapi menimbulkan potensi distraksi. 9 Beberapa temuan penelitian menunjukkan bahwa akar masalah tidak hanya terletak pada siswa, melainkan juga pada desain metode pembelajaran yang kurang adaptif dan monitoring guru yang belum optimal. Salah satu pendekatan yang potensial namun belum banyak dieksplorasi adalah metode sambung ayat. Teknik ini menekankan pada kontinuitas hafalan dengan cara menghubungkan satu ayat dengan ayat berikutnya secara terstruktur. Selain melatih daya ingat jangka panjang, metode ini juga memungkinkan siswa memahami keterkaitan antar ayat sehingga hafalan tidak sekadar mekanis, tetapi juga bermakna. 10 Secara filosofis, pendekatan ini sejalan dengan tradisi talaqqi dalam pendidikan Islam yang menekankan kesinambungan bacaan guru dan murid. Nilai lokal berupa disiplin, konsistensi, dan kebersamaan juga sangat mendukung efektivitas metode ini. Meski potensinya besar, penelitian empiris mengenai efektivitas metode sambung ayat dalam konteks sekolah formal masih sangat terbatas. Berdasarkan telaah literatur, terdapat beberapa kekosongan penelitian yang perlu diisi: pertama. Sebagian besar penelitian tahfidz menekankan teknik repetisi . ikrar, talaqq. , seperti penelitian Ainun Saleha,11 begitu juga penelitian Rosalinda,12 tetapi Rizka Harfiani. AuAktualisasi Program Tahfidzul QurAoan Pada Sekolah Luar Biasa,Ay Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. : 294Ae309, https://doi. org/10. 56114/al-ulum. H Sabaruddin and S Mastur. AuProblems And Solutions Of The Arts Of Recurring The QurAoan In Developing The Character Of Students At The Nurul QurAoan Boarding School. Lombok Central Province Of West Nusa Tenggara. ,Ay Journal of Namibian Studies 33 . Umar Akem et al. AuDigital Technology in Quranic Learning: Opportunities and Challenges,Ay Journal of Quranic Teaching and Learning 1, no. : 49Ae64. Abd Rahman and Nanda Fitriani. AuPelaksanaan Program Liga Tahfiz Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-QurAoan,Ay Jurnal Al-Qalam Jurnal Kajian Islam & Pendidikan 15, no. : 133Ae44, https://doi. org/10. 47435/al-qalam. Ainun Saleha. Yayuk Kusumawati, and Ade S. Anhar. AuImplementasi Metode Talaqqi. Tikrar Dalam Mengembangkan Kemampuan Menghafal Al-QurAoan Siswa Kelas 3 Di SDIT Insan Kamil Kota Bima,Ay AlMadrasah Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 9, no. 2 (April 25, 2. : 1083, https://doi. org/10. 35931/am. Rosalinda Rosalinda. Luthfiyah Luthfiyah, and Ferdiansyah Ferdiansyah. AuImplementasi Metode 3T 1M (TasmiAo. Tafahhum. Tikrar Dan MurojaAoa. Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-QurAoan Di SMP Imam Muttaqin. Abd Rahman. Implementation of the Al-Qur'an Memorization Program Using the Sambung Ayat Method at MAS Plus Al-Ulum Medan belum banyak yang menelaah metode berbasis kontinuitas ayat seperti sambung ayat. Kedua. Penelitian tentang tahfidz Al-QurAoan lebih banyak dilakukan di pesantren seperti penelitian Muhammad Ikhwanuddin dan Che Noraini Hashim,13 begitu juga penelitian Helmi Aziz,14 sementara kajian di sekolah formal, khususnya tingkat menengah, masih Ketiga. Belum ada penelitian yang menghubungkan efektivitas metode sambung ayat dengan aspek monitoring guru dan konsistensi murojaAoah siswa dalam konteks pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode sambung ayat dalam meningkatkan kelancaran hafalan, kedisiplinan murojaAoah, dan kemampuan pemahaman makna ayat pada siswa MAS Plus Al Ulum Medan. Keunikan penelitian ini terletak pada fokus integrasi metode sambung ayat dalam konteks sekolah formal, serta pada pengukuran aspek monitoring guru dan keterlibatan siswa dalam murojaAoah. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model pembelajaran tahfidz yang lebih adaptif, serta kontribusi praktis dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif untuk menggali pengalaman, persepsi, dan makna yang dialami guru dan siswa dalam konteks pembelajaran berbasis Al-QurAoan. 15 Lokasi penelitian ditetapkan di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Plus Al-Ulum Medan pada Tahun Pelajaran 2025/2026, dengan pertimbangan bahwa sekolah ini memiliki tradisi penguatan religiusitas melalui program tahfidz dan kegiatan keagamaan yang relevan dengan fokus penelitian. Subjek penelitian dipilih secara purposif, meliputi guru, siswa, dan kepala madrasah yang memiliki pengalaman langsung terkait pembelajaran keagamaan, sehingga mampu memberikan data yang kaya dan mendalam. Islam Tahfidz QurAoan (ITQ) Kelurahan Kolo Kota Bima,Ay Action Research Journal Indonesia (ARJI) 7, no. 1 (March 16, 2. , https://doi. org/10. 61227/arji. Muhammad Ikhwanuddin and Che Noraini Hashim. AuRelationship between Memorization Technique. Mastery of the Arabic Language and Understanding of the QurAoan,Ay IIUM Journal of Educational Studies 2, no. : 84Ae97. Helmi Aziz et al. AuThe Implementation of the Brain Rhythm Method in Enhancing the Quality of Quran Memorization,Ay AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 16, no. 3 (July 23, 2. : 2925Ae38, https://doi. org/10. 35445/alishlah. YF La Kahija. Penelitian Fenomenologis Jalan Memahami Perjalanan Hidup. Cetakan ke (PT. Kanius. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipan, dan studi dokumentasi . urikulum, rencana pembelajaran, arsip sekolah, serta materi audiovisua. Wawancara diarahkan untuk mengeksplorasi pengalaman personal, observasi menekankan interaksi dan praktik pembelajaran, sedangkan dokumentasi digunakan untuk melengkapi dan mengonfirmasi data lapangan. Analisis data mengikuti langkah-langkah analisis fenomenologi menurut Moustakas: . epoche atau bracketing, . horizonalization, . pengelompokan unit makna, . deskripsi tekstural . pa yang dialam. , . deskripsi struktural . agaimana pengalaman terjad. , dan . sintesis 16 Validitas penelitian dijaga melalui triangulasi metodologis . awancara, observasi, dokume. serta triangulasi sumber dengan membandingkan perspektif guru, siswa, dan kepala madrasah, sehingga diperoleh pemahaman yang lebih utuh dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil Penelitian Perencanaan Program Menghafal dengan Metode Sambung Ayat Hasil wawancara dengan guru tahfidz. Ust. ThoAoat Stiadhy. Pd, menunjukkan bahwa perencanaan program tahfidz di MAS Plus Al Ulum Medan dilakukan secara sistematis. Guru menetapkan target hafalan yang jelas: pertama. Target mingguan: minimal satu surah per minggu. Target tiga bulanan: hafalan sesuai dengan standar kelancaran dan tajwid. Target tahunan: menguasai juz 30, 29, dan juz 1. Selain itu, guru juga menekankan pentingnya penentuan jadwal belajar, pengaturan kondisi kelas yang kondusif, dan strategi menumbuhkan minat siswa agar proses tahfidz tidak sekadar rutinitas, melainkan menjadi bagian dari pembentukan karakter religius. Pelaksanaan dan Observasi Lapangan Observasi kelas menunjukkan bahwa penerapan metode sambung ayat mendorong siswa lebih fokus dalam menyimak dan melanjutkan bacaan. Teknik ini meminimalkan kesalahan urutan ayat karena setiap siswa dituntut menyambung ayat berikutnya dengan tepat. Guru berperan sebagai pengawas sekaligus penguat motivasi dengan memberikan apresiasi kecil bagi siswa yang berhasil mencapai Clark E Moustakas. Phenomenological Research Methods. Phenomenological Research Methods. (Thousand Oaks. CA. US: Sage Publications. Inc, 1. Imam Muttaqin. Abd Rahman. Implementation of the Al-Qur'an Memorization Program Using the Sambung Ayat Method at MAS Plus Al-Ulum Medan Kegiatan ini juga terlihat membangun konsentrasi, ketelitian, serta kedisiplinan siswa dalam murojaAoah. Evaluasi Kemampuan Menghafal Evaluasi dilakukan melalui penilaian kelancaran hafalan, tajwid, dan keberanian tampil di depan guru. Berdasarkan data kuantitatif dari 30 siswa, distribusi kemampuan menghafal adalah sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Kemampuan Menghafal Al-QurAoan Siswa setelah Menggunakan Metode Sambung Ayat Kategori Kemampuan Hafalan Jumlah Siswa Persentase (%) Fasih disertai dengan irama . 26,67 Fasih tanpa irama . 46,67 Bacaan kadang tertinggal 26,67 Bacaan kurang lancar/tidak bisa menghafal Data ini menunjukkan bahwa 73,34% siswa sudah fasih dalam membaca hafalan mereka, meskipun sebagian besar belum terbiasa menggunakan irama . Tidak ada siswa yang masuk kategori Aukurang lancarAy atau Autidak bisa menghafal,Ay yang mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dibanding kondisi awal sebelum metode ini diterapkan. Pembahasan Implementasi menghafal Al-QurAoan dengan metode sambung ayat pada penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan menyusun jadwal kegiatan hafalan secara konsisten, yakni SeninAeKamis fokus pada murojaAoah dan Jumat untuk setoran hafalan. Strategi ini sejalan dengan teori rehearsal dalam psikologi kognitif, yang menekankan pentingnya pengulangan terstruktur untuk memperkuat memori jangka panjang. Dengan jadwal yang teratur, menurut Ahmed Mohamud,17 begitu juga Widia Alawiyah,18 siswa akan terbiasa Ahmed Mohamud. AuCOGNITIVE APPROACHES USED IN MEMORIZING THE QURAN,Ay June 24. Widia Alawiyah et al. AuTahfizh CampAos Strategy in Accelerating Memorization of Al-Quran at SMPIT Al-Bina Purwakarta,Ay TOFEDU: The Future of Education Journal 3, no. 5 (December 31, 2. : 2188Ae 2201, https://doi. org/10. 61445/tofedu. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 melakukan proses active recall yang terbukti lebih efektif dalam mempertahankan Menurut Saiful Azizi Nik Abdullah,20 dan Emia Pepayosa dan Zuliana Zuliana21 Minat belajar siswa juga menjadi aspek penting dalam keberhasilan menghafal. Keterlibatan aktif dan interaksi sosial sangat berpengaruh pada pencapaian hasil belajar. Dalam konteks ini, metode sambung ayat menciptakan suasana belajar interaktif, di mana siswa tidak hanya menghafal secara pasif, tetapi secara aktif melanjutkan ayat yang dibacakan guru. Hal ini sejalan dengan teori meaningful learning Ausubel, yang menekankan bahwa keterhubungan materi baru dengan struktur kognitif yang sudah ada memperkuat pemahaman dan daya ingat. Dari sisi evaluasi, pelaksanaan setoran hafalan mingguan bukan hanya berfungsi sebagai penilaian hasil, tetapi juga sebagai bentuk assessment for learning. Guru memberikan umpan balik langsung yang membantu siswa memperbaiki kelemahan Proses ini memperlihatkan bahwa evaluasi tidak hanya mengukur, tetapi juga menjadi bagian integral dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan hafalan Sebelum diterapkan metode sambung ayat, 13,33% siswa tidak dapat menghafal, dan 30% berada pada kategori bacaan kurang lancar. Setelah implementasi, tidak ada lagi siswa pada kategori tersebut, bahkan mayoritas . ,67%) sudah mampu menghafal dengan fasih meskipun tanpa irama murottal. Peningkatan ini dapat dijelaskan oleh keterlibatan aktif siswa dalam proses hafalan, sesuai dengan temuan Sholihuddin bahwa metode sambung ayat memperkuat keterkaitan antar ayat dan meningkatkan Diana Karisma. La Jusu, and Basri Basri. AuImproving StudentsAo Ability in Memorizing Quran through Talqin. Tikrar, and MurajaAoah Method at Grade 4 of State Elementary School 2 Bataraguru,Ay Journal of English Language Education (May 152Ae59, https://doi. org/10. 31004/jele. Nik Md Saiful Azizi Nik Abdullah. Fathiyah Sabbri, and RabiAoAtul Muhammad Isa. AuTahfiz StudentsAo Experiences in Memorizing the QurAoan: Unveiling Their Motivating Factors and Challenges,Ay IIUM Journal of Educational Studies 9 (June 21, 2. : 42Ae63, https://doi. org/10. 31436/ijes. Emia Pepayosa and Zuliana Zuliana. AuPengeruh Lingkungan Belajar Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Tahfiz QuryCTMan Di SMP Muhammadiyah 8 Medan,Ay Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam 5, no. : 240Ae50, https://doi. org/10. 56114/al-ulum. T G K Bryce and E J Blown. AuAusubelAos Meaningful Learning Re-Visited,Ay Current Psychology 43, no. : 4579Ae98, https://doi. org/10. 1007/s12144-023-04440-4. Imam Muttaqin. Abd Rahman. Implementation of the Al-Qur'an Memorization Program Using the Sambung Ayat Method at MAS Plus Al-Ulum Medan 23 Selain itu, temuan Suhardi menunjukkan bahwa konsistensi jadwal dan evaluasi mingguan juga berperan penting sebagai faktor pendukung. Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, hasil ini memperkuat temuan Harun Maarif,25 yang menekankan pentingnya strategi terstruktur, penelitian Kamila Rahma Ihsan26 dan Yusuf Suharto,27 yang menyoroti peran guru dalam memilih metode sesuai karakter siswa. Namun, penelitian ini menghadirkan nilai tambah berupa data kuantitatif yang menunjukkan perubahan distribusi kemampuan hafalan secara jelas, sehingga memberikan bukti empiris lebih kuat mengenai efektivitas metode sambung ayat dalam konteks pendidikan formal di madrasah. Dengan demikian, novelty penelitian ini terletak pada pembuktian berbasis data yang menegaskan efektivitas metode sambung ayat, bukan sekadar dukungan deskriptif. Implikasi praktis dari penelitian ini cukup luas. Guru dapat menggunakan metode sambung ayat untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran tahfiz di sekolah/madrasah, sementara lembaga pendidikan Islam dapat menjadikannya sebagai model pelatihan guru. Metode ini juga potensial diterapkan pada jenjang lain, dengan penyesuaian sesuai tingkat perkembangan siswa. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, penelitian dilakukan hanya pada satu sekolah, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasi pada konteks berbeda. Kedua, evaluasi dilakukan langsung oleh guru yang juga terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga potensi subjektivitas tetap ada. Ketiga, penelitian ini belum menilai daya tahan hafalan dalam jangka panjang, sehingga keberlanjutan hasil belum dapat dipastikan. Sholihuddin et al. AuPendampingan Metode Takrir Dan Sambung Ayat Dalam Meningkatkan Daya Ingat Hafalan Santri Di PPTQ Al Hadi Imaan Dukun Gresik,Ay Keris: Journal of Community Engagement 2, no. 1 (June 1, 2. : 28Ae36, https://doi. org/10. 55352/keris. Suhardi Suhardi et al. AuImpelementasi Metode Tikrar Dan Sambung Ayat Dalam Meningkatkan Hafalan Al Quran Hadits Pada Siswa Kelas XII MAN 2 Pesisir Selatan,Ay AL-USWAH: Jurnal Riset Dan Kajian Pendidikan Agama Islam 6 (February 19, 2. , https://doi. org/10. 24014/au. Harun Maarif and Abdul Muhid. AuMETODE HAFALAN DI PONDOK PESANTREN DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI,Ay Risylah Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 8, no. 2 SE-Articles (August 16, 2. : 851Ae64, https://doi. org/10. 31943/jurnalrisalah. Kamila Rahma Ihsan. Faqih Fathul. halehah et al. AuAnalisis Strategi Pengajaran Tahfidz Dalam Meningkatkan Hafalan Santri Di Pesantren Al-Azhar Muncar Banyuwangi,Ay Al-IAotibar : Jurnal Pendidikan Islam 12, no. 2 SE-Articles . ): 142Ae47, https://doi. org/10. 30599/td92zs41. Yusuf Suharto. AuPeran Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Siswa Di MaAohad Menara Islamic School Chachocngsoa Thailand,Ay Jurnal Pendidikan Islam 1, no. : 327Ae46, https://doaj. org/article/1e8aebf063e94d09a7eb93f04cf4b8fd. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Selain itu, perlu dicatat bahwa metode sambung ayat juga memiliki potensi Metode ini sangat efektif bagi siswa dengan gaya belajar auditori, tetapi bisa kurang optimal bagi siswa dengan preferensi visual atau kinestetik. Dalam kelas besar, penerapan metode ini juga menantang karena keterbatasan waktu guru dalam memberikan feedback individual. Dengan demikian, penerapan metode sambung ayat sebaiknya dipadukan dengan pendekatan lain yang lebih variatif agar kebutuhan belajar siswa lebih terpenuhi. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat literatur tentang strategi pembelajaran tahfiz Al-QurAoan, khususnya melalui bukti empiris efektivitas metode sambung ayat. Dengan menekankan aspek keterlibatan aktif, konsistensi, dan evaluasi berkelanjutan, metode ini tidak hanya meningkatkan hafalan siswa, tetapi juga membangun motivasi dan kedekatan mereka dengan Al-QurAoan. Kesimpulan Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi metode sambung ayat dalam menghafal Al-QurAoan di MAS Plus Al-Ulum Medan mampu meningkatkan kemampuan siswa secara signifikan. Hasil sebelum penggunaan metode menunjukkan sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dengan kategori bacaan kurang lancar atau sering Namun, setelah penerapan metode, kemampuan siswa meningkat, ditandai dengan lebih dari 70% siswa mampu menghafal secara fasih, baik dengan maupun tanpa irama murattal. Peningkatan ini terjadi karena metode sambung ayat tidak hanya menekankan aspek mekanis hafalan, tetapi juga melatih konsentrasi, konsistensi, dan keterkaitan logis antar ayat melalui proses evaluasi rutin mingguan. Dengan demikian, metode ini terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan hafalan tradisional yang cenderung pasif. Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menegaskan efektivitas metode sambung ayat dalam memperkuat daya ingat, meningkatkan fokus, dan membangun motivasi belajar siswa. Namun, penelitian ini memberikan kontribusi baru berupa bukti empiris kuantitatif yang menunjukkan perbedaan kemampuan hafalan sebelum dan sesudah penerapan metode, sehingga menghadirkan dasar akademik lebih kuat untuk mengembangkan strategi pembelajaran tahfidz di sekolah formal, khususnya pada tingkat madrasah aliyah. Selain itu, kebaharuan penelitian ini terletak pada integrasi Imam Muttaqin. Abd Rahman. Implementation of the Al-Qur'an Memorization Program Using the Sambung Ayat Method at MAS Plus Al-Ulum Medan evaluasi periodik yang sistematis, yang memungkinkan guru mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan hafalan siswa secara berkelanjutan. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Bibliography