p-ISSN : 2745-7141 e-ISSN : 2746-1920 Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. Pengembangan Strategi Manajemen Modern dalam Menjawab Tantangan Industri Konstruksi Masa Kini pada PT Pati Abadi Karya Fatmawati Fatmawati1. Bintoro Ariyanto2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pembangunan. Indonesia Email: fatmawatistie2025@gmail. com1, bintoroariyanto@gmail. Kata kunci: Industri Konstruksi. Manajemen Modern. PT Pati Abadi Karya. Strategi Manajerial. SWOT. Keywords: Construction Industry. Managerial Strategy. Modern Management. PT Pati Abadi Karya. SWOT. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan strategi manajemen modern dalam menjawab tantangan industri konstruksi pada PT Pati Abadi Karya melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan manajer proyek, kepala bagian operasional, staf teknis, serta observasi langsung pada proses manajerial dan pelaksanaan proyek di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi tantangan pada aspek koordinasi antarbagian, konsistensi perencanaan, pengelolaan informasi, dan efisiensi operasional. Melalui analisis SWOT terhadap kondisi internal dan eksternal, ditemukan bahwa perusahaan memiliki kekuatan berupa pengalaman tim, kedekatan dengan vendor material, serta adaptabilitas terhadap perubahan lapangan. namun juga memiliki kelemahan berupa belum optimalnya digitalisasi, keterbatasan sumber daya manusia spesialis, dan ketidakteraturan dokumentasi teknis. Di sisi lain, peluang berasal dari pertumbuhan permintaan konstruksi dan adopsi teknologi konstruksi, sementara ancaman mencakup persaingan ketat dan fluktuasi harga material. Penelitian ini menawarkan beberapa strategi rekomendatif meliputi optimalisasi digitalisasi manajerial, penguatan koordinasi lintas unit, peningkatan sistem dokumentasi proyek, dan diversifikasi layanan berbasis teknologi. Temuan ini menegaskan pentingnya transformasi manajemen modern untuk meningkatkan daya saing perusahaan konstruksi di tengah dinamika industri saat ini. ABSTRACT This study aims to analyze the development of modern management strategies to address the challenges of the construction industry at PT Pati Abadi Karya using a descriptive qualitative approach. Data were obtained through in-depth interviews with project managers, heads of operations, and technical staff, as well as direct observation of managerial processes and project implementation in the field. The results indicate that the company faces challenges in interdepartmental coordination, planning consistency, information management, and operational efficiency. A SWOT analysis of internal and external conditions revealed that the company possesses strengths in the form of experienced teams, close relationships with material vendors, and adaptability to changes in the field. however, it also has weaknesses in the form of suboptimal digitalization, limited specialist human resources, and irregular technical documentation. Opportunities stem from the growth in construction demand and the adoption of construction technology, while threats include intense competition and fluctuating material prices. This study offers several recommended cross-unit documentation systems, and diversifying technology-based services. These findings underscore the importance of modern management Pengembangan Strategi Manajemen Modern dalam Menjawab Tantangan Industri Konstruksi Masa Kini pada PT Pati Abadi Karya transformation to enhance the competitiveness of construction companies amidst today's industry dynamics. PENDAHULUAN Industri konstruksi memiliki peran penting dalam pembangunan nasional karena menjadi penopang utama penyediaan infrastruktur publik. Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi terlihat dari peningkatan nilai output konstruksi yang secara konsisten memberikan dampak luas pada sektor terkait. Menurut Kementerian PUPR . , sektor ini tetap menjadi salah satu pendorong aktivitas ekonomi strategis meskipun menghadapi dinamika pasar yang fluktuatif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan perusahaan konstruksi memerlukan kemampuan adaptif agar tetap kompetitif (Nugroho & Fadhilah, 2023. Putri, 2025. Sawlani et al. , 2. Oleh karena itu, efektivitas manajemen menjadi aspek kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha. Perkembangan teknologi telah mendorong perubahan signifikan dalam tata kelola proyek konstruksi (Kennedy, 2026. Mulyati et al. , 2025. Simanjuntak et al. , 2. Pemanfaatan sistem digital, analitik data, dan integrasi informasi mulai menjadi kebutuhan mendasar bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi operasional. Penelitian Sutrisno . menunjukkan bahwa perusahaan konstruksi yang mengadopsi teknologi memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi dibandingkan yang masih bergantung pada metode Hal ini menandakan bahwa modernisasi manajemen tidak dapat diabaikan dalam menghadapi tantangan industri. Dengan demikian, perusahaan perlu menyesuaikan strategi manajerialnya agar selaras dengan perkembangan teknologi. Tantangan industri tidak hanya terkait teknologi, tetapi juga perubahan regulasi dan standar keselamatan kerja yang semakin ketat. Peraturan ini mewajibkan perusahaan untuk meningkatkan akurasi dokumentasi, transparansi proyek, dan kinerja administrasi yang lebih Pratama & Widodo . menekankan bahwa kepatuhan manajerial terhadap kebijakan pemerintah menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan proyek. Pergeseran regulasi tersebut menuntut perusahaan untuk melakukan pembaruan internal agar tidak tertinggal. Oleh sebab itu, kemampuan manajerial dalam merespons regulasi menjadi bagian esensial dari strategi modern. Peningkatan kebutuhan pasar juga memperkuat urgensi modernisasi manajemen. Klien kini menuntut ketepatan waktu, efisiensi biaya, dan kualitas hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Hidayat . mencatat bahwa banyak proyek mengalami keterlambatan akibat lemahnya sistem pengendalian internal perusahaan. Situasi ini mengisyaratkan bahwa pembaruan strategi pengelolaan menjadi kebutuhan mendesak. Perusahaan yang mampu menyelaraskan proses kerja dengan dinamika pasar memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan reputasi dan daya saing. Perubahan pola pasar dan perkembangan teknologi tersebut menegaskan bahwa perusahaan konstruksi perlu mengembangkan strategi manajemen yang lebih modern dan Inovasi manajerial menjadi faktor penentu dalam menjaga fleksibilitas perusahaan menghadapi ketidakpastian industri. Penguatan strategi berbasis sistem informasi, koordinasi terstruktur, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat menjadi bagian dari kebutuhan Perusahaan yang lambat beradaptasi cenderung mengalami penurunan kinerja operasional (Rahmawati, 2. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Fatmawati Fatmawati1. Bintoro Ariyanto2 Meski demikian, banyak perusahaan konstruksi skala menengah masih menghadapi keterbatasan dalam mengimplementasikan pendekatan manajemen modern. Sebagian besar perusahaan masih bergantung pada prosedur manual dalam pencatatan, monitoring proyek, dan koordinasi lintas divisi. Praktik ini sering menimbulkan kesalahan data, keterlambatan informasi, serta rendahnya integrasi antarunit. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengambilan keputusan tidak berjalan optimal. Hal ini memperlihatkan bahwa transformasi manajerial perlu dirancang secara sistematis (Lestari & Gunawan, 2. Temuan tersebut sejalan dengan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti pada PT Pati Abadi Karya. Proses administrasi proyek masih dilakukan secara manual sehingga meningkatkan risiko ketidaktepatan pendataan. Koordinasi antarbagian juga banyak mengandalkan komunikasi langsung tanpa dukungan sistem informasi terintegrasi. Keadaan ini sering memunculkan keterlambatan penyampaian informasi penting yang berpengaruh pada kelancaran proyek. Situasi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara kebutuhan industri dan praktik manajerial perusahaan. Observasi lanjutan menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi kinerja di tengah meningkatnya kompleksitas permintaan pasar. Beberapa proyek mengalami hambatan akibat kurang optimalnya perencanaan sumber daya dan minimnya monitoring yang terukur. Selain itu, proses evaluasi progres pekerjaan belum sepenuhnya menggunakan indikator kinerja berbasis data. Hal ini mengakibatkan pengawasan proyek tidak selalu berjalan secara objektif. Kondisi demikian menunjukkan perlunya strategi manajerial yang lebih modern dan terstruktur. Berdasarkan temuan lapangan, terlihat bahwa PT Pati Abadi Karya memerlukan pembaruan strategi pengelolaan agar mampu mengikuti perkembangan industri konstruksi masa kini. Implementasi pendekatan manajemen modern dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, memperkuat koordinasi internal, dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Dengan memperhatikan kebutuhan tersebut, penelitian ini disusun untuk menganalisis pengembangan strategi manajemen modern yang sesuai dengan karakteristik PT Pati Abadi Karya. Penelitian ini berupaya menggambarkan kondisi manajerial saat ini dan mengidentifikasi strategi yang dapat diimplementasikan secara efektif. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan kontribusi bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan proyek. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi rujukan bagi perusahaan konstruksi lain yang menghadapi tantangan serupa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengembangan strategi manajemen modern pada PT Pati Abadi Karya. Data utama dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan informan yang dipilih secara purposif, meliputi manajer proyek, staf operasional, dan personel yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan perusahaan. Proses wawancara dilakukan secara langsung di lingkungan kerja untuk memastikan konteks operasional dapat diamati secara utuh. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut model analisis Miles et al. sehingga pola, hambatan, serta kebutuhan strategis dapat diidentifikasi secara sistematis. Validitas data Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Pengembangan Strategi Manajemen Modern dalam Menjawab Tantangan Industri Konstruksi Masa Kini pada PT Pati Abadi Karya dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan pengecekan ulang informasi kepada informan agar temuan penelitian memiliki keandalan dan keterpercayaan yang memadai. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menggambarkan kondisi manajemen PT Pati Abadi Karya berdasarkan wawancara mendalam terhadap tiga informan utama, yaitu Manajer Proyek. Staf Administrasi Lapangan, dan Kepala Bagian Logistik. Data lapangan dianalisis untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pola manajemen yang berjalan saat ini, khususnya terkait perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan proyek, koordinasi antarbagian, serta pengelolaan informasi. Pada bagian awal wawancara. Manajer Proyek menggambarkan kondisi umum manajemen perusahaan dalam pelaksanaan proyek. Menurutnya, perusahaan telah memiliki pola kerja dasar yang relatif terstruktur, namun belum sepenuhnya terdokumentasi dan belum mengikuti standar sistem manajemen modern. Ia menyampaikan bahwa: AuKalau soal perencanaan, kita sebenarnya sudah rutin rapat dan menyusun jadwal kerja, tapi masih banyak yang mengandalkan pengalaman masing-masing. Belum ada sistem yang mengorganisir secara otomatisAy. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses perencanaan masih bersifat konvensional dan sangat bergantung pada kompetensi individu, sehingga meningkatkan potensi inkonsistensi Penjelasan tersebut juga menegaskan bahwa meskipun struktur manajerial tersedia, penerapan sistem berbasis digital belum menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan. Hal yang selaras juga disampaikan oleh Staf Administrasi Lapangan, yang menyoroti aspek pengorganisasian dan pelaksanaan operasional harian. Ia menyatakan bahwa: AuKalau di lapangan itu banyak hal mendadak. Kadang perubahan desain, kadang material telat. Kita koordinasi sebisanya lewat WhatsApp atau telepon, tapi memang belum ada satu sistem yang nyatuAy. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa koordinasi internal antarbagian berjalan, tetapi sangat bergantung pada komunikasi informal dan tidak didukung oleh sistem integrasi data. Kondisi ini berpotensi menghambat efektivitas pelaksanaan proyek, terutama ketika pekerjaan berlangsung secara paralel atau ketika perubahan harus ditangani dengan cepat. Kepala Bagian Logistik memberikan gambaran tambahan mengenai tantangan operasional, terutama terkait pengelolaan material dan distribusi perlengkapan proyek. menjelaskan bahwa: AuData material itu masih banyak dicatat manual. Kadang catatan sama yang di lapangan nggak cocok, jadi kita harus cek ulang. Kalau lagi banyak proyek, sering telat karena kita harus cross-check satu-satuAy. Situasi ini menunjukkan bahwa ketidakterpaduan sistem informasi material menyebabkan ketidaktepatan data, yang berimplikasi langsung pada efisiensi proyek. Tantangan tersebut memperlihatkan adanya celah struktural dalam sistem manajemen logistik perusahaan, yang kemudian memengaruhi durasi proyek dan beban kerja internal. Selain pengelolaan material, masalah koordinasi antarbagian juga menjadi salah satu isu utama. Manajer Proyek menjelaskan bahwa koordinasi formal melalui rapat memang rutin Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Fatmawati Fatmawati1. Bintoro Ariyanto2 dilakukan, tetapi penyelarasan informasi antarunit masih sering mengalami hambatan. menambahkan bahwa: AuKadang informasi yang sampai ke bagian lain nggak sama. Misalnya progres di lapangan sudah berubah, tapi yang di admin belum update, jadi laporan nggak sinkronAy. Ketidaksinkronan informasi ini memperlihatkan adanya kelemahan dalam mekanisme pembaruan data. Keterlambatan informasi berpotensi menciptakan kesalahan pengambilan keputusan dan menurunkan ketepatan waktu penyusunan laporan proyek. Staf Administrasi Lapangan juga menguatkan temuan tersebut melalui penjelasannya mengenai proses administrasi proyek. Ia menyebutkan bahwa: AuLaporan itu memang harus cepat, tapi kadang kita nunggu konfirmasi dari lapangan. Jadi suka molor. Karena semuanya harus dicek manual duluAy. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem administrasi perusahaan masih berjalan secara tradisional, belum didukung oleh perangkat digital yang dapat mempercepat konsolidasi data. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa beban administratif cukup tinggi karena seluruh alur kerja masih bergantung pada proses manual yang memerlukan verifikasi berulang. Selain itu. Kepala Bagian Logistik menekankan bahwa tantangan paling signifikan muncul ketika perusahaan menangani beberapa proyek secara bersamaan. Ia menjelaskan AuKalau proyek cuma satu dua masih bisa di-handle, tapi kalau lagi banyak, data material itu sering tumpang tindih. Kita harus cek terus supaya nggak salah kirim barangAy. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kapasitas manajerial perusahaan belum sepenuhnya siap menghadapi skalabilitas beban kerja. Ketiadaan sistem manajemen material yang terintegrasi mengakibatkan proses kontrol stok membutuhkan waktu lebih lama dan rentan terhadap kesalahan. Temuan lain terkait efektivitas koordinasi juga muncul dari wawancara dengan Manajer Proyek yang menyoroti pola komunikasi antarbagian. Ia menegaskan, bahwa: AuKomunikasi itu jalan, tapi belum efektif. Kadang ada bagian yang tidak menerima update lengkap sehingga mereka ketinggalan informasiAy. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa alur informasi belum mengikuti prosedur baku, dan hal tersebut memengaruhi kelancaran proses perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Ketidakteraturan komunikasi juga berdampak pada dinamika kolaborasi di lapangan, terutama ketika perubahan teknis harus segera disampaikan. Terkait pengelolaan informasi perusahaan secara umum, ketiga informan sepakat bahwa sistem yang digunakan saat ini masih bersifat manual dan terpisah antarbagian. Staf Administrasi Lapangan merangkum kondisi tersebut melalui pernyataannya bahwa: AuKita punya data, tapi nggak dalam satu tempat. Ada yang di catatan harian, ada yang di WhatsApp, ada yang di Excel. Jadi kalau mau gabungin harus kita kumpulin manualAy. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Pengembangan Strategi Manajemen Modern dalam Menjawab Tantangan Industri Konstruksi Masa Kini pada PT Pati Abadi Karya Fragmentasi data ini menunjukkan lemahnya integrasi informasi dan memperlihatkan perlunya pembaruan sistem manajemen informasi yang lebih sistematis dan terpusat. Berdasarkan hasil wawancara, dapat terlihat bahwa manajemen PT Pati Abadi Karya masih berjalan dengan pendekatan yang cukup konvensional. Proses kerja banyak bergantung pada pengalaman masing-masing pegawai dan komunikasi yang berlangsung lewat jalur informal. Tantangan paling menonjol muncul pada koordinasi antarbagian, ketepatan serta kecepatan pembaruan data, dan pengelolaan material yang belum tertata rapi. Ketiadaan sistem digital yang terhubung antardivisi membuat alur kerja menjadi kurang stabil. Situasi ini berdampak pada kelancaran proyek, ketelitian penyusunan laporan, dan tingkat efisiensi yang ingin dicapai Analisis terhadap kondisi manajemen PT Pati Abadi Karya menunjukkan bahwa perusahaan berada pada tahapan transisi antara pola manajemen konvensional menuju praktik manajemen modern. Hal ini selaras dengan pandangan Robbins & Coulter . , yang menekankan bahwa perusahaan konstruksi harus beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan dinamika pasar agar mampu mempertahankan efektivitas operasionalnya. Temuan lapangan mengenai proses manajemen yang masih manual mengindikasikan bahwa perusahaan belum berada pada tingkat integrasi sistem yang ideal untuk menghadapi tuntutan industri konstruksi masa kini yang semakin menekankan kecepatan, akurasi, dan koordinasi lintas divisi. Temuan tersebut menjadi dasar penguatan kategori Strengths, di mana perusahaan masih memiliki sumber daya internal yang memungkinkan percepatan transformasi manajerial. Menurut David . , kekuatan internal harus dipahami sebagai faktor yang dapat dimobilisasi untuk mendukung strategi jangka panjang. Pada PT Pati Abadi Karya, kekuatan tersebut berupa pengalaman bertahun-tahun dalam proyek pembangunan, kedekatan hubungan antarbagian, serta kecakapan teknis tenaga lapangan dapat menjadi modal strategis untuk mempercepat proses digitalisasi dan pembaruan manajemen. Hasil wawancara menunjukkan bahwa meski proses manual masih dominan, terdapat komitmen pimpinan untuk memperbaikinya, sehingga kekuatan internal ini dapat menjadi titik awal transformasi. Sementara itu, analisis terhadap Weaknesses memperlihatkan adanya kesenjangan signifikan antara kebutuhan manajerial dan kapasitas aktual perusahaan, khususnya dalam pengelolaan informasi dan koordinasi unit kerja. Menurut Kerzner . , lemahnya dokumentasi dan ketidakterhubungan antarbagian merupakan salah satu penyebab utama keterlambatan proyek pada perusahaan konstruksi skala menengah. Kondisi di PT Pati Abadi Karya yang masih bergantung pada pencatatan manual menegaskan relevansi temuan tersebut, karena ketidakterpaduan data menyebabkan potensi kesalahan informasi, keterlambatan evaluasi, dan lambatnya pengambilan keputusan, terutama terkait material dan progres proyek. Kelemahan dalam proses pengelolaan informasi juga menunjukkan bahwa perusahaan belum memenuhi prinsip pengendalian proyek modern sebagaimana dijelaskan oleh Schwalbe . , yang menyatakan bahwa sistem informasi proyek yang terintegrasi menjadi indikator utama profesionalisme dalam konstruksi. Ketidaktersediaan mekanisme pemantauan real-time membuat manajemen sulit menilai deviasi proyek secara cepat, sehingga tindakan korektif sering terlambat dilakukan. Berdasarkan hasil wawancara, para informan menyampaikan bahwa data material sering terlambat diperbarui dan laporan progres proyek tidak selalu konsisten, memperkuat indikasi adanya kelemahan struktural. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Fatmawati Fatmawati1. Bintoro Ariyanto2 Dari sisi Opportunities, perusahaan memiliki ruang strategis yang luas dalam memanfaatkan perkembangan teknologi konstruksi, terutama pada sistem manajemen berbasis Menurut penelitian Sari & Nugraha . , perusahaan konstruksi yang mengadopsi sistem digital dalam pengelolaan proyek mengalami peningkatan efisiensi hingga 30 persen pada tahun pertama implementasi. PT Pati Abadi Karya dapat memanfaatkan peluang ini karena perusahaan berada di tahap awal transformasi, sehingga pengembangan sistem manajemen digital dapat dirancang sesuai kebutuhan tanpa harus melakukan restrukturisasi besar-besaran. Peluang eksternal lainnya adalah pertumbuhan kebutuhan infrastruktur di Indonesia yang terus meningkat pascapandemi. Laporan Bappenas . menunjukkan bahwa sektor konstruksi mengalami akselerasi permintaan, terutama pada proyek pembangunan fasilitas publik dan perumahan. Kondisi ini memberikan peluang bagi perusahaan untuk memperluas portofolio proyek dan meningkatkan kapasitas manajerial melalui pembelajaran dari proyekproyek dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Dengan kata lain, konteks industri menyediakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan strategi manajemen modern. Di sisi lain, identifikasi Threats menunjukkan bahwa perusahaan harus menghadapi tekanan kompetitif dari perusahaan konstruksi yang telah lebih dulu mengadopsi teknologi digital dan menerapkan sistem manajemen yang lebih efisien. Menurut Porter . , ancaman kompetisi terjadi ketika pesaing memiliki keunggulan yang sulit ditiru, seperti sistem kerja yang terstandarisasi dan pemanfaatan teknologi. Berdasarkan hasil wawancara, informan menyebut bahwa beberapa perusahaan pesaing telah menggunakan aplikasi manajemen proyek dan sistem monitoring berbasis dashboard, sehingga mampu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan unggul dalam estimasi biaya. Ancaman lain muncul dari ketidakpastian harga material konstruksi yang fluktuatif. Berdasarkan penelitian Pratama . , material merupakan komponen biaya terbesar dalam proyek konstruksi sehingga volatilitas harga dapat menimbulkan kerugian signifikan apabila perusahaan tidak memiliki sistem pengendalian material yang baik. Temuan lapangan menunjukkan bahwa pencatatan manual pada PT Pati Abadi Karya membuat perusahaan kesulitan memprediksi kebutuhan material secara presisi, sehingga rentan menghadapi pembengkakan anggaran dan keterlambatan penyediaan material. Analisis integratif terhadap empat komponen SWOT memperlihatkan bahwa PT Pati Abadi Karya berada pada kondisi yang memerlukan strategi pengembangan manajemen modern yang berbasis digitalisasi, standarisasi proses, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Hal ini sejalan dengan konsep strategi aggressiveness yang disampaikan David . , di mana perusahaan dengan kekuatan internal yang cukup tetapi menghadapi ancaman eksternal signifikan perlu fokus memperkuat posisi kompetitif melalui inovasi dan peningkatan Penguatan struktur manajerial terutama dalam pengelolaan informasi, koordinasi antarbagian, dan perencanaan proyek menjadi langkah strategis untuk mengurangi kelemahan internal sekaligus memanfaatkan peluang. Tabel berikut merangkum hasil identifikasi faktor internal dan eksternal berdasarkan wawancara, observasi, serta literatur terkait manajemen konstruksi di PT Pati Abadi Karya: Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Pengembangan Strategi Manajemen Modern dalam Menjawab Tantangan Industri Konstruksi Masa Kini pada PT Pati Abadi Karya Tabel 1. Analisis SWOT PT Pati Abadi Karya Strengths (Kekuata. Weaknesses (Kelemaha. Struktur organisasi sederhana sehingga alur Sistem dokumentasi dan pendataan material komando jelas dan mudah dikendalikan. masih dilakukan secara manual. Pengalaman tim dalam proyek konstruksi skala Koordinasi antarbagian belum berjalan optimal, menengah relatif stabil. terutama pada tahap monitoring dan pelaporan. Hubungan baik dengan beberapa vendor utama Pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen sehingga pasokan material relatif aman. proyek masih terbatas. Komunikasi langsung antarpegawai Ketergantungan pada metode kerja konvensional mempermudah penyelesaian masalah di menyebabkan proses pengambilan keputusan lebih lambat. Opportunities (Peluan. Threats (Ancama. Tren digitalisasi konstruksi melalui BIM. IoT. Persaingan ketat dengan perusahaan konstruksi dan project-tracking software yang semakin lain yang telah menerapkan sistem manajemen mudah diadopsi. Permintaan pembangunan perumahan dan Fluktuasi harga material yang dapat infrastruktur skala kecilAemenengah terus mengganggu perencanaan anggaran. Program pemerintah yang mendorong Perubahan regulasi teknis dan administrasi peningkatan kualitas konstruksi dan konstruksi yang semakin ketat. keselamatan kerja. Peluang kolaborasi dengan penyedia aplikasi Risiko keterlambatan proyek akibat cuaca dan manajemen proyek digital. faktor eksternal lainnya. Sumber: Hasil analisis penulis berdasarkan wawancara dan observasi lapangan, 2025 Tabel 2. Rekomendasi Strategi Berdasarkan Matriks SWOT PT Pati Abadi Karya Kategori Strategi Strategi SO (StrengthAe Opportunit. Strategi WO (WeaknessAe Opportunit. Strategi ST (StrengthAeThrea. Strategi WT (WeaknessAeThrea. Uraian Rekomendasi Strategis . Memanfaatkan pengalaman perusahaan untuk mengadopsi teknologi BIM secara bertahap. Memperkuat hubungan klien melalui peningkatan kualitas dokumentasi proyek berbasis digital. Mengoptimalkan jalur komunikasi internal untuk mempercepat implementasi sistem manajemen proyek baru. Menggunakan reputasi perusahaan untuk menjalin kolaborasi strategis dengan vendor material. Meningkatkan kapabilitas digital melalui pelatihan penggunaan software manajemen proyek. Implementasi sistem informasi terintegrasi untuk mengurangi kesalahan . Pengembangan database proyek sebagai acuan perencanaan sumber daya. Memanfaatkan peluang pembangunan daerah untuk menguji sistem digital secara bertahap. Menggunakan struktur organisasi yang sederhana untuk merespons cepat perubahan harga material. Memperkuat komitmen mutu agar tetap kompetitif di tengah persaingan . Memanfaatkan hubungan internal yang solid untuk menjaga stabilitas proyek ketika terjadi ancaman eksternal. Menjalin kerja sama kontraktual yang kuat untuk mengurangi risiko keterlambatan vendor. Mengembangkan prosedur standar operasional (SOP) berbasis digital untuk mengurangi beban manual administrasi. Menyusun rencana mitigasi risiko harga material melalui kontrak jangka Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Fatmawati Fatmawati1. Bintoro Ariyanto2 . Menerapkan early-warning system proyek untuk meminimalkan keterlambatan proyek akibat cuaca atau tenaga kerja. Meningkatkan fleksibilitas sumber daya proyek melalui pelatihan dan rotasi antarproyek. Sumber: Hasil analisis penulis berdasarkan pendekatan matriks SWOT, 2025 Berdasarkan analisis SWOT, terlihat bahwa manajerial PT Pati Abadi Karya masih memiliki beberapa kekuatan yang dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan pengelolaan Perusahaan memiliki pengalaman teknis yang cukup matang, koordinasi antardivisi yang pada dasarnya berjalan, serta hubungan kerja yang relatif baik dengan para penyedia Meski demikian, terdapat sejumlah kendala yang tidak bisa diabaikan, terutama pada aspek pendokumentasian, penggunaan teknologi yang masih terbatas, dan pola kerja yang cenderung mengikuti kebiasaan lama. Kekurangan tersebut membuat perusahaan kurang stabil dalam mempertahankan konsistensi kinerja di setiap proyek. Dari sisi lingkungan eksternal, perusahaan sebenarnya memiliki peluang yang dapat dimanfaatkan, misalnya pertumbuhan sektor konstruksi yang terus bergerak dan perkembangan teknologi digital yang semakin mudah diakses. Namun, peluang tersebut juga diiringi ancaman, seperti persaingan yang semakin ketat, fluktuasi harga material, dan perubahan regulasi yang menuntut perusahaan lebih siap beradaptasi. Situasi ini menunjukkan perlunya strategi yang tidak hanya melihat kondisi internal, tetapi juga memperhatikan tekanan dan dinamika yang berkembang di luar perusahaan. Rekomendasi strategi dari matriks SWOT menunjukkan bahwa PT Pati Abadi Karya perlu memusatkan perbaikan pada tiga aspek penting: peningkatan kapasitas internal, digitalisasi proses kerja, dan penguatan posisi bersaing melalui kerja sama strategis. Strategi SAeO mendorong perusahaan memanfaatkan kemampuan teknis dan jaringan mitra untuk memperluas peluang pasar. Di sisi lain, strategi WAeO menekankan pentingnya pembenahan internal, mulai dari penerapan sistem manajemen proyek berbasis teknologi hingga peningkatan keterampilan sumber daya manusia. Selanjutnya, strategi SAeT dan WAeT menyoroti perlunya penataan ulang alur kerja melalui prosedur yang lebih jelas, penguatan pengendalian risiko, serta penyesuaian terhadap perubahan dalam industri konstruksi. Dengan formulasi tersebut, strategi yang dihasilkan bukan hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diterapkan langsung sesuai kebutuhan perusahaan dalam meningkatkan efektivitas manajerialnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil wawancara dan analisis SWOT. PT Pati Abadi Karya perlu memperkuat strategi manajerial untuk menghadapi dinamika industri konstruksi. Kekuatan perusahaan terletak pada pengalaman proyek, kedisiplinan tenaga kerja, dan kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan klien, namun kelemahan internal terlihat pada keterbatasan sistem dokumentasi, koordinasi manual, dan manajemen informasi yang belum terintegrasi Di sisi eksternal, peluang datang dari meningkatnya permintaan konstruksi dan tren digitalisasi, sementara ancaman berasal dari persaingan dan perubahan regulasi. Untuk itu, perusahaan disarankan untuk mengembangkan sistem informasi terintegrasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mengimplementasikan teknologi digital, dan memperkuat mekanisme koordinasi antarbagian, serta memanfaatkan peluang digitalisasi dan Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Pengembangan Strategi Manajemen Modern dalam Menjawab Tantangan Industri Konstruksi Masa Kini pada PT Pati Abadi Karya memperkuat kemitraan serta adaptasi terhadap regulasi untuk menghadapi persaingan secara berkelanjutan. REFERENSI