Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Tempat Pembuangan Akhir (Tp. Sampah Di Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan Kermil Yordan Wailola 1,*. Nur Alzair2. Erikha Maurizka Mayzarah3 Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Ae Universitas Papua 2 Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Ae Universitas Papua 3 Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Ae Universitas Papua *) Email Korespondensi: kermilw@gmail. Sitasi: Wailola. KY1. Alzair. N2. Mayzarah. EM3, . Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Tempat Pembuangan Akhir (Tp. Sampah Di Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan. Jurnal Sains Geografi. Vol. No. Sejarah Artikel: Diterima: 25 Februari 2025 Disetujui: 1 Maret 2025 Publikasi: 31 Mei 2025 Abstract Ransiki District is one of the areas that has complex geological conditions and is very interesting to study. The Ransiki Fault is an active fault and is one of the main factors determining the suitability of land for a waste landfill based on geological aspects. The population growth in Ransiki District. South Manokwari Regency reached 16,245 people However, until now there has been no landfill to accommodate waste from the community. Based on this, a land suitability study is needed to determine the location of a suitable waste disposal site. The data analysis method used in this study uses SNI No. 03-3241-1994. The results of this study, namely the regional stage which is overlaid from several parameters, produce 4 candidate locations for final waste disposal sites with candidate location 1 in Hamawi Village with an area of 136. 51 Ha, candidate location 2 in Tobou Village with an area of 239. 69 Ha, candidate location 3 in Sabri Village with an area of 413. 12 Ha. Candidate location 4 is located in Kampung Sabri with an area of 45 Ha. The results of the preliminary stage from the weighting of each parameter where location 1 has a value of 495, location 2 has a value of 534, location 3 has a value of 543 and location 4 has a value of 483. From the results of the preliminary stage, the recommended location is location 3 which is located in Kampung Sabri. Ransiki District with the highest value of 543. Keyword: TPA. GIS. Land suitability Abstrak Distrik Ransiki merupakan salah satu daerah yang memiliki kondisi geologi yang kompleks dan sangat menarik untuk Copyright: A 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license . ttps://creativecommons. org/license s/by/4. 0/). Sesar Ransiki merupakan sesar aktif dan menjadi salah satu faktor utama penentu kesesuaian lahan untuk TPA sampah berdasarkan aspek geologi. Pertambahan jumlah kependudukan Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan mencapai 16. 245 jiwa pada tahun 2020. Namun Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. hingga saat ini belum adanya TPA untuk menampung buangan limbah dari masyarakat. Berdasarkan hal itu maka perlu adanya studi kesesuaian lahan untuk menentukan lokasi tempat pembuangan sampah yang sesuai. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan SNI No. 03-3241-1994. Hasil penelitiann ini yaitu tahap regional yang di overlay dari beberapa parameter menghasikan 4 calon lokasi tempat pembunagan akhir sampah dengan calon lokasi 1 berada pada Kampung Hamawi dengan luas 136,51 Ha, calon lokasi 2 berada pada Kampung Tobou dengan luas 239,69 Ha, calon lokasi 3 berada pada Kampung Sabri dengan luas 413,12 Ha. Calon lokasi 4 berada pada Kampung Sabri dengan luas 101,45 Ha. Hasil tahap penyisih dari pembobotan setiap parameter dimana lokasi 1 memiliki nilai 495, lokasi 2 memiliki nilai 534, lokasi 3 memiliki nilai 543 dan lokasi 4 memiliki nilai Dari direkomendasikan yaitu lokasi 3 yang berada pada Kampung Sabri Distrik Ransiki dengan nilai tertinggi 543. Kata Kunci: TPA. SIG. Kesesuaian lahan Pendahuluan Pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di daerah yang mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah yang pesat. Distrik Ransiki, sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Manokwari Selatan, memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, yaitu 245 jiwa pada tahun 2020 (BPS Manokwari Selatan, 2. Dengan ratarata produksi sampah per kapita sebesar 0,7 kg per hari (KLHK, 2. , maka Distrik Ransiki menghasilkan sekitar 11 ton sampah per hari. Oleh karena itu, diperlukan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang sesuai dengan standar agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan Penentuan lokasi TPA yang tepat harus termasuk aspek geomorfologi, geologi, hidrologi, tata guna lahan, dan aksesibilitas. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pemilihan lokasi TPA yang tidak sesuai dapat menyebabkan pencemaran air tanah, degradasi kualitas udara, serta gangguan terhadap ekosistem setempat (Hamsah et , 2. Sesar Ransiki, sebagai salah satu struktur geologi aktif yang membentang di Distrik Ransiki, juga menjadi faktor penting dalam menentukan kesesuaian lahan untuk TPA (Yulistina, 2. Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Beberapa penelitian terdahulu telah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pemetaan dan analisis kesesuaian lahan untuk TPA. Rochman . menekankan bahwa SIG sangat efektif dalam mengintegrasikan berbagai parameter geospasial untuk analisis multikriteria. Sementara itu. Kosakoy et al. menyarankan penggunaan metode pemodelan spasial berbasis standar SNI 033241-1994 untuk memastikan bahwa lokasi TPA memenuhi persyaratan teknis dan Berdasarkan latar belakang penelitian ini bertujuan untuk: Alat dan Bahan Tabel 1. Alat dan bahan Alat GPS Kegunaan Pengambilan data koordinat stasiun pengamatan Palu Geologi Pengambilan sampel batuan Kompas Pengukuran kedudukan batuan Geologi dan menentukan arah mata Kamera (HP) Mengambil gambar di Laptop Penulisan Draf Menentukan kondisi lahan yang dapat digunakan untuk TPA di Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan. Sofware Pembuatan peta Menganalisis kesesuaian lahan berdasarkan standar SNI 03-32411994 dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendapatkan lokasi TPA yang Mapper v15 ArcGis 10. Sofware Pembuatan peta Global Microsoft Pembuatan Laporan Word Bahan Kegunaan Kertas HVS Pembuatan laporan dan peta Metode Penelitian Buku Pengambilan informasi di Waktu dan Tempat Penelitian Catatan Secara administrasi daerah penelitian berada di Distrik Ransiki. Kabupaten Manokwari Selatan. Provinsi Papua Barat. Secara Astronomis daerah penelitian berada pada koordinat 134o 4Ao 00Ay - 134o 12Ao 00Ay BT dan 1o 24Ao 0Ay - 1o 32Ao 00Ay LS. Kesampaian daerah penelitian memiliki waktu tempuh 150 menit menggunakan roda dua dengan jarak tempuh sejauh 113 Km dari kota Manokwari. Lapangan Peta Geologi Sebagai informasi awal Lembar Ransiki Demnas Sebagai informasi awal Papua Barat Peta Geologi Sebagai informasi awal Variabel Pengamatan Variabel-variabel Penelitian digunakan untuk penentuan lokasi TPA yang baru dalam penelitian ini mengacu pada SNI 03-3241:1994 tentang pendoman pemilihan lokasi TPA antara lain: Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Kriteria Regional C Hasil dan Pembahasan Kondisi Geologi tidak berada didaerah Holocene Jarak Terhadap Patahan C Kondisi Hidrogeologi permeabilitas tanah tidak boleh lebih besar dari 10-6cm/det. jarak dari sumber air minum harus lebih dari 100 meter ke hilir. Jarak Dari Lapangan Terbang jarak dari landasan harus lebih dari DAERAH Mambrema. Yamboi, terhadap Sesar Wamcei. Nuhuwei. Hamor Susmorof. Tobou. Kobrei. Abreso. Ransiki. Bamaha dan Hamawi penerbangan lainnya. Jarak 100 m dari Sesar 3000 meter untuk turbojet dan lebih NILAI dan Sabri Kemiringan Lereng slope harus kurang dari 20% ZONA Jarak >100 m Tabel 2. Penilaian Jarak Patahan Daerah Lindung/Cagar Alam tidak diperbolehkan di kawasan Jarak terhadap patahan sangat penting untuk memastikan bahwa lokasi TPA berada di tempat yang aman dan tidak berisiko tinggi terhadap gempa bumi dan pergerakan tanah. Penggunaan teknologi GIS untuk membuat peta jarak terhadap lindung/cagar alam dan dataran banjir dengan masa pemulihan 25 Jarak Terhadap Pemukiman Jarak >1000 m dari Pemukiman C Jarak Terhadap Jalan Jarak >500 m dari Jalan Gambar 2. Peta Jarak Patahan Metode Analisis data Metode analisis data yang diterapkan pada penelitian ini ialah metode overlay pada analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mengolah data spasial sebagai variabel penentu dalam menentukan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memenuhi standar SNI No. 03-3241-1994. 2 Jarak Terhadap Sungai Tabel 3. Penilaian Jarak Sungai ZONA NILAI Jarak 100 m dari Sungai Jarak >100 m dari Sungai Analisis jarak terhadap sungai sangat penting dalam pemilihan lokasi TPA guna mencegah pencemaran air, erosi, dan risiko Penggunaan teknologi GIS. Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. studi hidrogeologi, serta regulasi yang ketat membantu memastikan bahwa TPA tidak merusak lingkungan sekitar, terutama ekosistem perairan. Gambar 4. Peta Kemiringan Lereng 4 Jarak Terhadap Bandara Tabel 5. Penilaian Jarak Bandara Gambar 3. Jarak Terhadap Sungai ZONA 3 Kemiringan Lereng Tabel 4. Penilaian Kemiringan Lereng KLASIFIKASI KEMIRINGAN NILAI Jarak 1500 m dari Bandara Jarak >1500 m dari Bandara NILAI (%) Datar 0-2 % Bergelombang Miring 3-7 % Bergelombang Miring 8-13 % Berbukit Miring 14-20% Berbukit Terjal 21-55% Pengunungan Sangat 56-140% Landai Terjal Pemilihan TPA mempertimbangkan jarak terhadap bandara untuk menghindari risiko bird strike, gangguan penerbangan, dan konflik Berdasarkan SNI, jarak aman minimal adalah 1. 500 m. Metode pengelolaan sampah yang tepat sangat penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap penerbangan. Kemiringan lereng adalah faktor penting dalam pemilihan lokasi TPA untuk memastikan kestabilan, mencegah longsor, dan menghindari pencemaran lingkungan. Daerah dengan kemiringan 0Ae20% lebih Gambar 5. Peta Jarak Bandara Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. 5 Jarak Terhadap Pemukiman Tabel 6. Penilaian Jarak Pemukiman ZONA NILAI Jarak 1000 m dari Pemukiman Jarak >1000 m dari Pemukiman Jarak TPA terhadap permukiman sangat masyarakat, menghindari pencemaran, dan mengurangi konflik sosial. Berdasarkan regulasi, jarak aman minimal 1000 m. Gambar 7. Peta Jarak Jalan 7 Kawasan Lindung Tabel 8. Penilaian Kawasan Lindung ZONA Gambar 6. Peta Jarak Pemukiman 6 Jarak Terhadap Jalan Tabel 7. Penilaian Jarak Jalan ZONA NILAI Kawasan Daerah Lindung Kawasan Luar Daerah Lindung Jarak TPA terhadap kawasan lindung harus diperhatikan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah pencemaran Lokasi yang ideal tidak boleh berada pada kawasan lindung. NILAI Jarak 500 m dari Jalan Jarak >500 m dari Jalan Jarak TPA terhadap jalan utama harus mempertimbangkan keseimbangan antara aksesibilitas dan dampak lingkungan. Berdasarkan internasional, jarak ideal adalah 500Ae1. meter, dengan pertimbangan khusus terhadap kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, dan dampak pencemaran. Gambar 8. Peta Kawasan Lindung Pembahasan Hasil overlay dari semua parameter yang ada maka di dapatkan peta calon lokasi TPA di distrik ransiki. Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Gambar 10. Peta Calon Lokasi TPA Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis kondisi lahan dan kesesuaian lahan dalam menentukan Gambar 9. Peta Hasil Overlay Dari hasil overlay dilakukan seleksi zonazona yang tidak sesuai, dan didapatkan 4 calon lokasi yang di rekomendasikan untuk masuk ke tahap penyish sesuai ketetapan pada SNI No. 03-3241-1994. lokasi TPA sampah pada Distrik Ransiki. Kabupaten Manokwari Selatan menghasilkan kesimpulan yaitu : Ucapan Terima Kasih (Opsiona. Dengan penuh rasa hormat dan apresiasi, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan dan pembahasan Dukungan, masukan, dan referensi yang diberikan sangat membantu dalam memperkaya analisis serta meningkatkan kualitas kajian ini. Daftar Pustaka