JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN OBJEK WISATA ETNIS TIONGHOA DI TEPIAN SUNGAI MUSI KOTA PALEMBANG Dwi Arif Budi Wiyono. Zenal Mutaqin. Endy Agustian Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota Universitas Indo Global Mandiri Palembang Email : dwiarifbudi@gmail. com, zenal. mutaqin@uigm. endyagustian@uigm. ABSTRAK Kota Palembang memiliki banyak potensi dalam sektor wisata khususnya pada kawasan tepian sungai musi. Kota ini memiliki banyak objek wisata yang memiliki unsur sejarah berdirinya kota Palembang. Salah satu kawasan yang memiliki objek wisata sejarah di Kota Palembang adalah kawasan Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang, kawasan objek wisata ini memiliki peninggalan-peninggalan Kerajaan Cina di Kota Palembang. Kawasan objek wisata ini memiliki banyak potensi pada kawasanya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik bagi wisatawan namun masih terdapat beberapa kendala yang dapat menghambat proses pengembangan pada kawasan objek wisatanya ini. Tujuan dalam penelitian ini yakni untuk merumuskan Rencana Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Kota Palembang pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan melakukan pendekatan fenomenologi. Metode ini digunakan peneliti dalam proses pengumpulan data, analisis data, serta perumusan konsep penataan ruang berkelanjutan khususnya pada kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Ditepian Sungai Musi Kota Palembang. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Karakteristik kedua kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang ini memiliki kesaamaan diantara kedua kawasannya. Selain itu dikedua kawasan objek wisata ini memiliki potensi dan Masalah Yang dapat dikembangkan dengan cara melakukan Rumusan Rencana Strategi Pengembangan di Kawasan Objek Wisata sehingga dapat menghasilkan Rumusan Arahan Program Kegiatan Perencanaan Kawasan Pada Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang. Kata Kunci : Objek Wisata. Etnis Tionghoa. Tepian Sungai Musi ABSTRACT The city of Palembang has a lot of potential in the tourism sector, especially in the Musi river bank area. This city has many tourist attractions that have elements of the history of the founding of the city of Palembang. One of the areas that has historical tourist attractions in Palembang City is the Kelurahan 7 and 10 Ulu. Palembang City, this tourist attraction area has relics of the Chinese Empire in Palembang City. This tourist attraction area has a lot of potential in the area which can be developed into an attraction for tourists, but there are still several obstacles that can hamper the development process in this tourist attraction area. The aim of this research is to formulate a Strategy Plan for the Development of an Ethnic Chinese Tourist Attraction Area on the Banks of the Musi River. Palembang City in Districts 7 and 10 Ulu. This research uses a qualitative analysis method using a phenomenological approach. This method is used by researchers in the process of collecting data, analyzing data, and formulating concepts for sustainable spatial planning, especially in the ethnic Chinese tourist attraction area on the banks of the Musi River. Palembang City. Based on the results of the analysis that has been carried out, it shows that the characteristics of the two ethnic Chinese tourist attraction areas on the banks of the Musi River in Kelurahan 7 and 10 Ulu. Palembang City have similarities between the two areas. Apart from that, these two tourist attraction areas have potential and problems which can be developed by formulating a Development Strategy Plan in the Tourist Attraction Area so that it can produce a Formulation of Directions for the Regional Planning Activity Program in the Ethnic Chinese Tourist Attraction Area on the Banks of the Musi River in Districts 7 and 10 Ulu Palembang city. Keywords : Tourist Attractions. Chinese Ethnicity. Musi River PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu pemanfaatan sumber daya alam yang bernilai ekonomi bagi suatu kawasan yang dapat mengelolah sumber daya tersebut menjadi suatu tempat wisata yang dapat menarik minat pengunjung baik dari dalam maupun luar negri, di samping bernilai ekonomi yang tinggi dan mampu menyerap tenaga kerja yang mendorong perkembangan investasi pariwisata juga dapat menumbuhkan rasa bangga dan peduli akan suatu bangsa (Asriandy,2. Pengembangan kawasan wisata merupakan suatu proses yang memberikan arahan bagi terwujudnya suatu lingkungan binaan fisik yang layak dan sesuai JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 dengan aspirasi masyarakat, kemampuan sumber daya setempat serta daya dukung lahannya, pengembangan kawasan wisata tidak akan terlepas dari rentetan kolektif memori dari masa lalu yang ditengarai menjadi urban heritage tourism (Widodo, 2. Dalam proses pengembangan kawasan objek wisata pemerintah pusat dan daerah memiliki tugas yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya pasal 95 dinyatakan bahwa pemerintah dan/atau pemerintah daerah mempunyai tugas melakukan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya. Cagar budaya yang dimaksud adalah dalam bentuk benda, bangunan, struktur, kawasan, serta situs cagar budaya. Kota Palembang memiliki banyak potensi dalam sektor wisata khususnya pada kawasan tepian sungai Kota ini memiliki banyak objek wisata yang memiliki unsur sejarah berdirinya Kota Palembang. Salah satu kawasan yang memiliki objek wisata sejarah di Kota Palembang adalah kawasan Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kawasan ini memiliki objek wisata yang cukup kental akan sejarah dari Kota Palembang. Kawasan ini memiliki objek wisata yang merupakan salah satu peninggalan kerajaan cina pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda yaitu objek wisata Kampung Kapitan dan Kawasan Permukiman sekaligus tempat ibadah Etnis Tionghoa yang dapat menjadi salah satu objek wisata di Kota Palembang. Kawasan Kelurahan 7 dan 10 ulu ini memiliki banyak potensi yang dimiliki pada kawasannya dikarenakan kawasan ini berada dikawasan tepian Sungai Musi yang menjadi salah satu tempat aktifitas masyarakat seperti melakukan kegiatan perdagangan dan jasa namun masih terdapat beberapa kendala dalam proses pengembangan kawasan objek wisatanya, seperti kurangnya sarana dan prasarana penunjang, kurangnya kesadaran akan masyarakat setempat untuk mengembangkan objek wisata yang ada, kurangnya partisipasi antara masyarakat, lembaga pengelola objek wisata, serta pemerintah dan dinas terkait akan pentingnya pengembangan pada kawasan objek wisata tersebut agar cagar budaya yang ada pada kawasan tersebut tidak tertinggal seiring dengan adanya perkembangan zaman. Maka dari itu penelitian ini bermaksud untuk merumuskan rencana strategi pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di tepian Sungai Musi Kota Palembang berdasarkan potensi dan masalah yang ada di lapangan yang mana hasil dari rencana strategi pengembangan tersebut akan dijadikan sebagai acuan dalam pembentukan arahan program/kegiatan pembangunan di Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di tepian sungai musi pada kelurahan 7 dan10 Ulu Kota Palembang. Dengan adanya pembentukan rencana strategi dan program yang dibuat berdasarkan potensi dan masalah yang ada dilapangan diharapkan dapat memberikan acuan kepada Pemerintah Kota Palembang agar saat melakukan pembangunan dan pengembangan kawasan objek wisata dapat dilaksanakan dengan baik sesuai kebutuhan yang di butuhkan oleh masyarakat khususnya di Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi Kota Palembang. RUANG LINGKUP Penelitian ini dilakukan diKota Palembang Sumatera Selatan khususnya pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu. Kelurahan 7 dan 10 Ulu Ini adalah Kelurahan yang berada pada Kecamatan Seberang Ulu 1 dan Kecamatan Jakabaring Kota Palembang. Sumatera Selatan. Kawasan ini terletak di tepian Sungai Musi yang tepatnya berada di sisi barat Jembatan Ampera yang lebih di kenal dengan Seberang Ulu 1. Gambar 1. Peta Administrasi Kelurahan 7 Ulu dan 10 Ulu (Olah Data Peneliti, 2. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 Adapun batas-batas wilayah kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi yakni sebagai Sebelah utara berbatasan dengan Sungai Musi, yaitu Kecamatan Ilir Barat Dua. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Plaju dan Sebrang Ulu 2. Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan 5 Ulu. Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan 3-4 Ulu. RINGKASAN TINJAUAN PUSTAKA BERDASARKAN SASARAN PENELITIAN Pengembangan pariwisata di Kota Palembang sangatlah penting dalam konteks membangun dan mendorong pengembangan disuatu kota guna memajukan pariwisata tersebut agar lebih di kenal. Pengembangan kawasan objek wisata dilakukan berdasarkan potensi dan masalah yang dimiliki kawasan Kemudian dari potensi dan masalah tersebut dapat dilakukan suatu perencanaan guna mengembangkan potensi yang ada sehingga memperkecil masalah yang ada di kawasan tersebut. Berikut ini merupakan table sasaran penelitian dan indikator pengembangan kawasan: 1 Sasaran I (Mengidentifikasi Karakteristik Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palemban. Indikator Sub Indikator Sumber Daya Tarik Wisatawan Daya Tarik Sejarah Daya Tarik Buatan Nunansyah fitra . Pihak Pengelolah Objek Wisata Lembanga Pengelolah Objek Wisata Widianto . Keramah Tamahan Masyarakat Tersedianya Pihak Keamanan Fasilitas Pendukung Objek Wisata Tempat Makan ( Orang Berjuala. Sarana Dan Prasarana Akses Jalan Menuju Objek wisata Sarana Transpotasi Something To See ( Sesuatu Yang Dapat Di Liha. Something To Do ( Sesuatu Yang Dapat Di Lakuka. Something To Buy ( Sesuatu Yang Dapat Di Beli ) Pendit . dan Pratiwi . Coper dkk . Khoirunisa dan Yuningsih . Hospitality Amenitas Aksesibilitas Atraksi Aktifitas Ekonomi Aktifitas Ekonomi Masyarakat 7 Ulu Fernandi dkk . Yoeti . Haryono dan Suwandi . 2 Sasaran II (Mengidentifikasi Potensi Dan Masalah Yang Ada Pada Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 dan10 Ulu kota Palemban. Indikator Potensi Dan Masalah Yang Di Miliki Objek Wisata Sub Indikator Potensi Yang Dimiliki Objek Wisata Masalah Yang Dimiliki Objek Wisata Sumber Nurhayati . Ahmad Soleh . 3 Sasaran i (Merumuskan Rencana Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi di Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palemban. Indikator Potensi Yang Dimiliki Objek Wisata Masalah Yang Dimiliki Objek Wisata Sub Indikator Kekuatan Yang Dimiliki Objek Wisata Peluang Yang Dimiliki Objek Wisata Kelemahan Yang Dimiliki Objek Wisata Ancaman Yang Dimiliki Objek Wisata Sumber Purnomo dan Zulkieflimansyah . Purnomo dan Zulkieflimansyah . 4 Sasaran IV (Merumuskan Arahan Program Pengembangan Kawasan Objek Wisat. Indikator Kebijakan Pemerintah Terkait Pengembangan Kawasan Objek Wisata Sub Indikator RPJMD Kota Palembang Tahun 2012-2032 Dokumen Instansi Terkait Mengenai Arahan Pengembangan Pariwisata MUSREMBANG (Musyawarah Rencana Pembanguna. Kota Palembang RENSTRA (Rencana Strateg. Kota Palembang Tahun 2024-2026 RPD (Rencana Pembangunan Daera. Kota Palembang Tahun 2024-2026 JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif karena metode ini dianggap lebih berfokus ke pada pengamatan secara langsung di lapangan. Menurut Creswell . mendefinisikan metode penelitian kualitatif sebagai suatu pendekatan yang memiliki tujuan untuk mengeksplorasi dan memahami suatu gejala yang sentral. Penggunaan pendekatan kualitatif dimaksud untuk mencari dan mengetahui suatu gejala, masalah, fakta serta peristiwa secara mendalam tertentu dan bukan untuk membuktikan adanya hubungan sebab dan akibat ataupun kolerasi dari suatu masalah. Oleh karena itu, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan kajian atas suatu fenomena yang lebih koperensif terhadap kebutuhan masyarakat secara langsung. Pemilihan metode kualitatif ini karena dianggap lebih nyata karna meninjau secara langsung pada kawasawan objek wisata dengan menggali informasi mengenai potensi dan masalah yang dimiliki pada kawasan tersebut secara langsung. Sehingga pembuatan rencana strategi dan program pengembangan kawasan objek wisata dapat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarat yang ada dikawasan objek wisata. KEBUTUHAN DATA Kebuuhan data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer adalah data yang didapatkan secara langsung dari sumber asli yang bersangkutan dengan penelitian atau hasil dari observasi langsung ke lokasi penelitian. Informasi yang diperoleh langsung dari informan atau narasumber yang dianggap mengetahui serta dapat dipercaya untuk menjadi sumber data melalui wawancara. Dalam penelitian ini yang dapat menjadi narasumber adalah masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan objek wisata tepian Sungai Musi. Ketua RT/RW, ataupun pihak pengelolah objek wisata. Sedangkan data Sekunder adalah data yang diperoleh dan dikumpulkan dari berbagai sumber-sumber yang telah ada. Sumber-sumber tersebut yakni Dokumen atau arsip dari instansi-instansi terkait, buku-buku ilmiah, laporan penelitian terdahulu serta dari web data terpercaya. Adapun data-data yang di butuhkan dalam penelitian berdasarkan sasaran penelitian ini yakni sebagai berikut: Mengidentifikasi Karakteristik Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang meliputi Daya tarik wisatawan. Pihak pengelolah objek wisata. Aktifitas ekonomi masyarakat. Hospitality. Atraksi. Amenitas, dan Aksesibilitas. Mengidentifikasi Potensi dan Masalah Yang Ada Pada Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Ditepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang meliputi Potensi dan masalah yang ada di Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Kelurahan 7 Ulu dan Potensi dan masalah yang ada di Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Kelurahan 10 Ulu. Merumuskan Rencana Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tonghoa di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang meliputi Kekuatan. Kelemahan. Peluang, dan Ancaman Yang Dimiliki Objek wisata. Merumuskan Arahan Program Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang meliputi Rencana Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tiongho Di Kelurahan 7 Ulu dan Rencana Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tiongho Di Kelurahan 10 Ulu. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan teknik analisis data Teknik analisis ini di bagi menjadi dua bagian berdasarkan klasifikasi bentuk data, yakni data primer dan sekunder. Untuk metode pengumpulan data primer dapat di lakukan dengan cara Observasi. Dokumentasi, dan Wawancara. Sedangkan Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara menelaah tinjauan pustaka seperti mengumpulkan data informasi dengan cara membaca atau mengambil data yang sifatnya dokumen dan literatur pada dinas terkait atau buku buku terkait ataupun jurnal jurnal terkait yang mendukung penelitian. TEKNIK ANALISIS DATA Pada penelitian ini penulis menggunakan metode analisis kualitatif. Metode ini merupakan metode analisis untuk mempelajari sesuatu dalam keadaan alamiahnya atau menginterpretasikan fenomena yang berkenaan dengan pemaknaan orang secara umum. Teknik menganalisis data kualitatif dilakukan dengan cara meringkas, mengkategorikan, dan menafsirkan. Analisis kualitatif juga merupakan metode analisis dengan menggunakan wawancara dan observasi dengan menjawab pertanyaan seperti apa, mengapa, dan bagaimana. Data yang JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 dianalisa dengan metode ini berupa teks atau narasi. Pada penelitian kualitatif dapat mencari data sedalamdalamnya atas hal-hal tertentu. Maka dalam penelitian ini penulis akan menggunakan dua model analisis data yakni analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan juga analisis SWOT kualitatif untuk merumuskan rencana strategi berdasarkan potensi dan masalah yang ada. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Mengidentifikasi Karakteristik Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 Dan 10 Ulu Kota Palembang - Karakteristik Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 Ulu Kota Palembang Adapun karakteristik yang dimiliki kawasan ini yakni meliputi daya tarik wisata berupa peninggalanpeninggalan masyarakat Etnis Tionghoa seperti bangunan rumah adat, lukisan-lukisan kuno dan juga altar yang sering digunakan sebagai media beribadah. Selain itu kawasan ini memiliki keindahan alam yang menarik banyak wisatawan untuk menikmati suasana alam di tepian sungai musi Kota Palembang. Kawasan ini memiliki pengelolah kawasan objek wisata yang selalu siap dalam menyambut pengunjung yang ada dan juga keramah tamahan masayarakat yang ada di sekitar kawasan objek wisata dapat menjadi salah satu faktor kenyamanan pengunjung yang datang ke kawasan objek wisata. Kawasan objek wisata ini juga dilengkapi dengan beberapa amenitas atau fasilitas pendukung seperti sarana peribadatan berupa masjid dan mushala, toilet umum, tempat sampah, tempat parkir, penandaan kawasan, ruang terbuka hijau dan non hijau, serta sarana media dan informasi. Selain itu kawasan objek wisata ini dilengkapi dengan aksesibilitas berupa jaringan jalan dan transportasi umum baik di darat ataupun air yang dapat digunakan pengunjung untuk datang ke objek wisata. Selain amenitas dan aksesibilitas kawasan objek wisata ini memiliki atraksi yang dapat menarik minat pengunjung ke objek wisata. Atraksi sendiri meliputi Something To Do atau Sesuatu yang Dapat Dilakukan di kawasan objek wisata yakni seperti melakukan berbagai kegiatan seperti belajar sejarah permukiman Cina, berjalan jalan sore di pinggi sungai musi, hingga berkuliner disekitar kawasan objek wisata Etnis Tionghoa. Selanjutnya yakni adalah Something To See atau Sesuatu yang Dapat Dilihat, di kawasan ini menawarkan berbagai keindahan seni rupa baik alami ataupun buatan yang dapat dilihat dan dinikmati oleh pengunjung seperti rumah adat Kampung Kapitan, taman, dan juga suasana ditepian sungai musi yang dapat dinikmati oleh pengunjung yang datang. Yang terakhir yakni Something To Buy atau Sesuatu yang Dapat Dibeli, pada kawasan ini menawarkan beberapa kuliner yang dapat dibeli dan dinikmati oleh pengunjung seperti kuliner khas dari Kota Palembang yakni seperti pempek, tekwan, model, dll. - Karakteristik Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 10 Ulu Kota Palembang Adapun karakteristik yang dimiliki kawasan ini yakni meliputi daya tarik wisata berupa peninggalanpeninggalan masyarakat Etnis Tionghoa seperti bangunan Klenteng Soei Goeat Kiong yang digunakan sebagai tempat ibadah masyarakat etnis tionghoa. Selain itu kawasan ini memiliki keindahan alam yang menarik banyak wisatawan untuk menikmati suasana alam di tepian sungai musi Kota Palembang. Kawasan ini memiliki pengelolah kawasan objek wisata yang selalu siap dalam melayani pengunjung yang datang untuk beribadah dan berwisata religi di kawasan objek wisata. Kawasan objek wisata ini juga dilengkapi dengan beberapa amenitas atau fasilitas pendukung seperti sarana peribadatan berupa masjid, mushala, dan kleteng, toilet umum, tempat sampah, tempat parkir, penandaan kawasan, ruang terbuka non hijau, serta sarana media dan informasi. Selain itu kawasan objek wisata ini dilengkapi dengan aksesibilitas berupa jaringan jalan dan transportasi umum baik didarat ataupun air yang dapat digunakan pengunjung untuk datang ke objek wisata. Selain amenitas dan aksesibilitas kawasan objek wisata ini memiliki atraksi yang dapat menarik minat pengunjung ke objek wisata. Atraksi sendiri meliputi Something To Do atau Sesuatu yang Dapat Dilakukan di kawasan objek wisata yakni seperti beribadah, belajar sejarah permukiman Cina, berjalan jalan sore dipinggir sungai musi, hingga berkuliner disekitar kawasan objek wisata Etnis Tionghoa Selanjutnya yakni adalah Something To See atau Sesuatu yang Dapat Dilihat, di kawasan ini menawarkan berbagai keindahan seni rupa baik alami ataupun buatan yang dapat dilihat dan dinikmati oleh pengunjung seperti bangunan Klenteng dan juga suasana ditepian Sungai Musi yang dapat dinikmati oleh pengunjung yang datang. Yang terakhir yakni Something To Buy atau Sesuatu yang Dapat Dibeli, di kawasan ini menawarkan beberapa kuliner yang dapat dibeli dan dinikmati oleh pengunjung seperti kuliner khas dari Kota Palembang yakni seperti pempek, tekwan, model, dll. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 2 Mengidentifikasi Potensi dan Masalah Yang Ada Pada Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang Potensi Dan Masalah Yang Ada Di Kelurahan 7 Ulu meliputi sebagai berikut : - Kekuatan (Strengt. Kelurahan 7 ulu Lokasi objek wisata yang berada tidak jauh dari pusat Kota. Kawasan objek wisata ini berbatasan langsung dengan Sungai Musi. Objek wisata ini merupakan kawasan wisata sejarah, wisata edukasi, dan juga wisata religious Memliliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap Memiliki media terkait promosi kawasan Aksesibilitas yang cukup mudah dijangkau oleh pengunjung Memiliki angkutan umum disekitar kawasan objek wisata Terdapat pemandu wisata atau Tour Guide Objek wisata ini telah berada dibawah naungan Dinas Pariwisata Kota Palembang - Kelemahan . Kelurahan 7 ulu Belum optimalnya pihak pengelolah objek wisata Masih terdapat konflik internal antar pengurus mengenai kepemilikan bangunan Sarana dan prasarana yang kurang terawat Ruang terbuka hijau yang kurang terurus Bangunan rumah adat yang mengalami kerusakan Jaringan jalan dan dermaga yang masih kurang baik Kurang berjalannya media promosi objek wisata Penandaan yang masih kurang memadai Kurangnya petugas kebersihan yang ada di kawasan objek wisata Kurangnya fasilitas keamanan dan penjagaan disekitar kawasan objek wisata Aksesibilitas menuju objek wisata yang tergolong padat dikarenakan adanya pasar di sekitar kawasan objek wisata - Peluang (Opportunitie. Kelurahan 7 ulu Pemanfaatan rumah adat yang dapat dijadikan sebagai tempat penginapan bagi para mahasiswa/masyarat yang ingin menyewa tempat sebagai tempat perkumpulan ataupun malam keakraban Melakukan pembuatan kegiatan-kegiatan pada hari-hari besar dengan mengadakan bazar dan pertunjukan Peningkatan upaya taman membaca dengan mengajak dinas terkait untuk ikut membantu Adanya upaya yang akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata mengenai perbaikan dan pengembangan kawasan ekitar objek wisata Keindahan alam yang dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke kawasan objek wisata Tersedianya beragam kuliner yang dijual oleh masyarakat sekitar objek wisata - Ancaman (Threat. Kelurahan 7 ulu Bangunan rumah adat yang mulai termakan waktu Kurangnya penandaan akibat dari kurangnya kemitraan terhadap objek wisata Belum ada kolaborasi antara Dinas-Dinas terkait ataupun pihak swasta untuk mengembangkan objek Keamanan yang masih kurang baik di area objek wisata Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat dan menjaga cagar budaya Permasalahan mengenai petugas kebersihan yang bertugas membersihkan kawasan objek wisata. Aksesibilitas menuju objek wisata yang masih kurang baik Potensi Dan Masalah Yang Ada Di Kelurahan 10 Ulu - Kekuatan (Strengt. Kelurahan 10 ulu Lokasi objek wisata yang berada tidak jauh dari pusat Kota. Kawasan objek wisata ini berbatasan langsung dengan Sungai Musi. Objek wisata ini merupakan kawasan wisata sejarah, wisata edukasi, dan juga wisata religious Memliliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap Aksesibilitas yang cukup mudah dijangkau oleh pengunjung Memiliki angkutan umum disekitar kawasan objek wisata - Kelemahan . Kelurahan 10 ulu Jaringan jalan dan dermaga yang masih kurang baik JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 Penandaan yang masih kurang memadai Kurangnya sarana dan prasarana pelengkap dikawasan objek wisata Kurangnya petugas kebersihan yang ada disekitar kawasan objek wisata Kurangnya fasilitas kemanan dan penjagaan di sekitar kawasan objek wisata Aksesibilitas menuju objek wisata yang tergolong padat di karenakan adanya pasar disekitar kawasan objek wisata Masih banyak masyarakat yang menjemur hasil tangkapan laut di sekitar kawasan objek wisata sehingga menimbulkan bau yang tak sedap Kurangnya penghijauan pada kawasan objek wisata - Peluang (Opportunitie. Kelurahan 10 ulu Pemanfaatan bangunan Klenteng sebagai objek wisata sejarah Etnis Tionghoa di Kota Palembang Adanya dermaga yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisatawan saat berkunjung dikawasan objek Di sekitar kawasan objek wisata terdapat berbagai kuliner khas Kota Palembang yang di jual oleh Adanya pembuatan kegiatan-kegiatan dan event tertentu pada hari-hari besar yang dapat menarik minat Keindahan alam yang dapat dijadikan sebagai daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke kawasan objek - Ancaman (Threat. Kelurahan 10 ulu Keamanan yang masih kurang baik disekitar kawasan objek wisata Kurangnya fasilitas penandaan pada kawasan objek wisata khususnya ditepian Sungai Musi Kurangnya petugas kebersihan dan kesadaran masyarakat akan menjaga kebersihan disekitar kawasan objek wiata Masih banyak masyarakat yang parkir dibahu jalan Bau aroma yang tidak sedap diakibatkan masih banyak masyarakat yang menjemur hasil tangkapan lautnya disekitar kawasan objek wisata Aksesibilitas menuju objek wisata yang masih kurang baik Belum ada kolaborasi antara Dinas-Dinas terkait utuk mengembangkan objek wisata 3 Merumuskan Rencana Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 Dan 10 Ulu Kota Palembang. Pembuatan rencana strategi didasarkan atas peraturan ataupun kebijakan yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan rencana strategi kawasan objek wisata etnis tionghoa yakni yang pertama adalah Peraturan Daerah (PERDA) Kota Palembang Nomor 15 tahun 2012 mengenai RTRW Kota Palembang Tahun 2012Ae 2032 tentang rancangan pengambangan pariwisata sejarah, budaya, dan water front city dan perencanaan kawasan cagar budaya di Kota Palembang khusunya ditepian Sungai Musi Kota Palembang dan yang kedua adalah Dokumen Instansi Terkait Mengenai Arahan Pengembangan Pariwisata Etnis Tionghoa ditepian Sungai Musi yang ada pada Kelurahan 3-10 Ulu. Perumusan rencana strategi menggunakan analisis SWOT dengan menggunakan ptensi dan masalah yang di miliki oleh kawasan objek wisata. Adapun hasil dari rumusan rencana strategi yang di hasilkan dari analisi SWOT menggunakan potensi dan masalah yakni sebagai berikut Rencana Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 Ulu Kota Palembang - Menjadikan Objek Wisata Etnis Tionghoa Ditepian Sungai Musi sebagai wisata edukasi, religius, dan rekreasi dalam memberikan wawasan dan pengetahuan bagi para pengunjung objek wisata. - Membuat lembaga ataupun organisasi pada objek wisata terkait pengengelolaan, kepengurusan dan juga mempromosikan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi. - Mengadakan suatu event atau acara yang berkolaborasi dengan dinas terkai dalam proses memperkenalkan Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi. - Melakukan revisi terhadap kepemilikan bangunan dan pengelolaan Objek Wisata dengan berkolaborasi dengan Dinas-dinas terkait. - Melakukan pembaruan dan perbaikan pada sarana dan prasarana yang ada di kawasan objek wisata dengan berkolaborasi dengan dinas terkait dan juga para invertor. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 - Melakukan perbaikan pada bangunan objek wisata dengan sesuai peraturan yang ada agar tidak mengubah bentuk dan nilai sejarahnya. - Meningkatkan fasilitas pendukung pada objek wisata serta memaksimalkan pelayanan kebersihan yang ada guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung objek wisata. - Penataan ulang pada Kawasan Objek Wisata agar dapat memperlancar aksesibilitas yang ada di sekitar kawasan Objek Wisata. - Melakukan pemeliharaan dan pembinaan oleh dinas terkait kepada pihak pengelolah objek wisata sebagai bentuk upaya pelestarian wisata sejarah di kota palembang. - Perlu adanya keterlibatan antara pihak pengelola objek wisata, masyarakat sekitar objek wisata, dinas dan instansi terkait, dan juga investor dalam proses pengembangan kawasan objek wisata. - Pembuatan fasilitas keamanan dan pos penjagaan pada kawasan objek wisata guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung objek wisata - Perlu adanya keterlibatan pihak swasta dalam melakukan proses pengembangan kawasan objek wisata. - Perlu adanya pemantauan secara langsung oleh dinas dan instansi terkait dalam proses pengembangan kawasan objek wisata. Rencana Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 10 Ulu Kota Palembang - Menjadikan objek wisata etnis tionghoa di tepian sungai musi sebagai wisata edukasi, religius, dan rekreasi bagi pengunjung dalam memberikan wawasan dan pengetahuan terkait sejarah objek wisata bagi pengunjung. - Melakukan pembuatan acara atau event pada hari-hari besar yang melibatkan pihak dinas terkait dan masyarakat sekitar kawasan objek wisata. - Melakukan pembuatan kawasan kuliner pada objek wisata guna menambah daya tarik dan minat pengunjung yang datang ek kawasan objek wisata. - Melakukan perbaikan dan pembahruan pada sarana dan prasarana yang ada di kawasan objek wisata - Meningkatkan fasilitas pendukung pada kawasan objek wisata serta memaksimalkan pelayanan kebersihan yang ada di kawasan objek wisata. - Melakukan penghijauan pada kawasan sekitar objek wisata. - Melakukan penataan ulang pada kawasan sekitar objek wisata agar dapat memperlancar aksesibilitas yang ada di sekitar kawasan objek wisata. - Melakukan pemeliharaan dan pembinaan oleh dinas dan instansi terkait pengelolaan objek wisata sebagai bentuk pelestarian wisata sejarah yang ada di kota palembang. - Perlu adanya keterlibatan anara pihak pengelola objek wisata, masyarakat sekitar, dinas dan instansi terkait, dan investor dalam proses pengembangan kawasan objek wisata. - Melakukan penambahan fasilitas keamanan dan pos penjagaan pada sekitar kawasan objek wisata guna memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. - Perlu adanya keterlibatan antara instansi dan juga pihak Merumuskan Arahan Program Kegiatan Kerencanaan Kawasan Pada Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang Pembuatan program-progam haruslah sesuai berdasarkan kebutuhan masyarakat yang ada dikawasan objek wisata tersebut. Selain itu pembuatan program harus didasarkan pada kebijakan yang telah dibuat dan ditetapkan oleh Pemerintah seperti RTRW Kota Palembang Tahun 2012 Ae 2032 tentang perencanaan kawasan cagar budaya di Kota Palembang khusunya di Tepian Sungai Musi Kota Palembang, yang kedua adalah Dokumen Dinas Pariwisata Kota Palembang Mengenai Arahan Pengembangan Pariwisata Etnis Tionghoa ditepian Sungai Musi . -10 Ul. , yang ketiga adalah. MUSREMBANG KOTA (Musyawarah Rencana Pembangunan Kot. terkait rencana pembangunan dan perbaikan fasilitas unum pada kawasan objek wisata di Kota Palembang, yang ke empat adalah RENSTRA (Rencana Strateg. Kota Palembang Tahun 2024-2026 terkait rencana strategi pengembangan kawasan objek wisata di Kota Palembang. Dan yang terakhir adalah. RPD (Rencana Pembangunan Daera. Kota Palembang Tahun 2024-2026 terkait perencanaan pengembangan kawasan Kota wisata yang ada di Kota Palembang. Dengan adanya pembuatan program program pengembangan kawasan diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam melakukan pembangunan dan pengembangan kawasan khusunya pada kawasan objek wisata Etnis Tionghoa ditepian Sungai Musi agar pembangunan tersebut dapat berjalan dengan baik dan juga tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan objek wisata. Berikut ini merupakan rancangan program pengembangan kawasan objek wisata Etnis Tionghoa ditepian Sungai Musi pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu : JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 1 Rumusan Arahan Program Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 Ulu - Melakukan pembuatan program Ecowisata yang bertemakan sejarah Etnis Tioghoa di Kota Palembang dengan menghadirkan informan yang kompeten dan paham akan sejarah Kota Palembang. - Mengaktifkan kembali Team TIC Kampung Kapitan yang bertugas untuk mengatasi dan mengelola objek wisata serta mempromosikan kawasan objek wisata agar lebih dikenal oleh masyarakat. - Pembuatan Event acara tahunan yang diadakan saat hari-hari besar Etnis Tionghoa berkaloborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Palembang guna menjadi daya tarik pengunjung objek wisata. - Pembuatan program Revitalisasi pada bangunan rumah adat dengan melakukan perbaikan dan pembaharuan tanpa menghilangkan bentuk asli dari bangunan tersebut. - Melakukan Renovasi pada bangunan sarana dan prasarana seperti melakukan perbaikan jalan, toilet umum, area parkir, taman, tempat sampah, dermaga air, serta fasilitas penandaan yang ada pada kawasan objek - Melakukan perbaikan paada fasilitas kebersihan yang ada serta melakukan penambahan fasilitas keamanan serta pos-pos penjagaan di sekitar kawasan objek wisata. - Melakukan penataan kawasan objek wisata khususnya para pedagang yang berjualan disekitar kawasan objek wisata dengan melakukan pembuatan kawasan kuliner di sekitar kawasan objek wisata. - Membuat program musyawarah bersama pemilik bangunan sejarah dengan dinas pariwisata dan dinas kebudayaan guna membahas mengenai kepengurusan dan hak kepemilikan bangunan adat Etnis Tionghoa 2 Merumuskan Arahan Program Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 10 Ulu - Melakukan pembuatan program Ecowisata yang bertemakan sejarah Etnis Tionghoa di Kota Palembang dengan menghadirkan informan yang kompeten dan paham akan sejarah Kota Palembang. - Melakukan pembuatan event/ acara tahunan yang diadakan saat hari-hari besar Etnis Tionghoa berkalaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Palembang guna menjadi daya tarik pengunjung objek wisata. - Melakukan perbaikan pada fasilitas sarana dan prasarana yang ada seperti perbaikan jalan, area parkir, dermaga air, tempat sampah, dan fasilitas penanadaan pada kawasan objek wisata. - Melakukan penghijauan pada area kawasan objek wisata dengan melakukan pembuatan taman kecil dan penandaan pohon kecil diarea kawasan objek wisata. - Melakukan pembuatan kawasan ekonomi produktif dengan membuat area kuliner bagi masyarakat yang memilki UMKM disekitar kawasan objek wisata - Melakukan pembuatan pos-pos penjagaan di sekitar kawasan objek wisata khususnya pada area tepian sungai - Melakukan penataan kawasan objek wisata khususnya pada area pasar agar dapat memperlancar aksebilitas masyarakat yang ada di sekitar kawasan objek wisata. KESIMPULAN Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Di Tepian Sungai Musi merupakan salah satu kawasan objek wisata tepian sungai musi yang ada di Kota Palembang Sumatera Selatan. Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa ini berada di Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang yang berbatasan langsung dengan Sungai Musi. Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa ini memiliki potensi wisata yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi wisata edukasi dan rekreasi yang bertemakan Sejarah Etnis Tionghoa di Kota Palembang. Namun kawasan objek wisata ini masih banyak sekali kekurangan yang harus dibenahi dan diperbaiki baik dari pengelolah objek wisata, masyarakat yang ada disekitar kawasan objek wisata, bahkan dari Dinas dan Instansi terkait harus ikut langsung terjun ke lapangan untuk memantau kondisi yang ada dikawasan objek wisata. Oleh karena itu peneliti bermaksud untuk merumuskan rencana strategi dan arahan program pengembangan kawasan objek wisata dengan memanfaatkan potensi dan masalah yang ada dikawasan objek wisata. Dengan harapan dapat memberikan arahan dan saran kepada pemerintah Kota Palembang dalam melakukan pengembangan kawasan objek wisata agar pengembangan kawasan objek wisata dapat sesuai dengan apa yang di butuhkan oleh masyarakat yang ada pada kawasan objek wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Kota Palembang. Adapun rekomendasi yang di berikan dalam penelitian ini yakni sebagai berikut : Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai program prioritas dalam melakukan pengembangan kawasan objek wisata. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 1 JUNI 2024 ISSN ONLINE : 3047-2857 Penelitian ini dapat digunakan oleh Pemerintah Kota Palembang sebagai acuan dalam pembentukan PAD dan Rencana Pendan dalam melakukan pengembangan dalam skala prioritas. Harus adanya kolaborasi antara pihak swasta, investor, pengelolah objek wisata, dan juga Dinas Pariwisata Kota Palembang dalam melakukan pengembangan kawasan objek wisata Etnis Tionghoa ditepian Sungai Musi. Perlu adaya upaya pengelolaan oleh Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kota Palembang terkait pengelolaan objek wisata sebagai bentuk pemeliharaan terhadap objek wisata sejarah yang ada di Kota Palembang. Perlu adanya pembuatan team pengelola objek wisata yang berguna sebagai wadah media dan promosi dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang paham dan kompeten terhadap kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa Ditepian Sungai Musi. Perlu melakukan peningkatan terhadap kualitas pelayanan wisata sebagai bentuk kesiapan team pengelolah objek wisata dalam mengembangkan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa ditepian sungai musi. Perlunya melakukan perbaikan dan peningkatan pada fasilitas sarana dan prasarana yang ada di kawasan objek wisata guna memberikan kesan aman dan nyaman bagi pengunjung. Perlu melakukan pemeliharaan pada bangunan rumah adat dan klenteng guna memberikan kesan peremajaan pada bangunan sejarah. Perlu adanya perbaikan pada fasilitas pelengkap seperti pada fasilitas penandaan, ruang terbuka hijau dan non hijau, dan fasilitas dermaga air. Meningkatkan dan memperbaiki fasilitas kebersihan dan kemanan pada kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Kota Palembang. Perlu melakukan peningkatan atraksi dengan melakukan pemuatan event-event degan berkolaborasi bersama Dinas Pariwisata Kota Palembang, pihak swasta dan para investor. DAFTAR PUSTAKA