Studi Fenomenologi Keseimbangan Kerja Keluarga Pada Wanita Dewasa Awal Yang Bekerja Sebagai Guru. (Phenomenological Study Work-life balance in early adult women who work as teacher. Andre Julian1 Silvia Eka Mariska2. Yoga Achmad Ramadhan2. Nuraida Wahyu Sulistyani2 Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Dosen. Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Jullianandre@gmail. Abstrak Penelitian ini meneliti tentang keseimbangan kerja keluarga . ork life-balanc. pada wanita dewasa awal yang bekerja sebagai guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis IPA . nterpretative phenomenology analysi. , bertujuan untuk meneliti aspek keseimbangan kerja keluarga. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan purvosive sampling, subjek dipilih berdasarkan karakteristik penelitian dengan jumlah dua orang subjek. Hasil Analisis yang dilakukan terhadap aspek dari keseimbangan kerja keluarga, keseimbangan waktu, keseimbangan peran, dan keseimbangan kepuasan. Penelitian ini menemukan bahwa keseimbangan kerja keluarga dapat terwujud karena waktu ditempat kerja yang fleksibel, bantuan keluarga, makna kerja, makna keluarga, pandangaan tentang kehidupan. Kondisi anak dan usia anak. Bagi subjek kesulitan untuk bisa mencapai keseimbangan kerja keluarga adalah. tugas tambahan, kondisi anak, usia anak, dan waktu untuk melakukan kegiatan lain. Kata Kunci: work-life balance, keseimbangan kerja keluarga, dewasa awal Abstract This study examines the balance of family work . ork life-balanc. in early adult women who work as teachers. The method used in this study is a qualitative method with IPA . nterpretative phenomenology analysi. , which aims to explore aspects of family work balance. The sampling technique in this study using purposive sampling was chosen based on the characteristics of the study with the subject of two people. The results of the analysis were carried out on aspects of family work balance, time balance, role balance, and satisfaction balance. This study found that the balance of family work can be realized because, when the workplace is flexible, family help, the meaning of work, the meaning of the family, the perspective of life, the condition of the child and the age of the child. While other things that are difficult to make the subject to be able to achieve family work balance are. additional tasks, conditions of the child, age of the child, and time to do other activities. Keyword: work-life balance, early adult women Pada pernikahan usia dewasa ekonomi tuntutan seperti harus mempunyai PENDAHULUAN rumah sendiri, biyaya perawatan anak, dan Latar Belakang sehari-hari. Hal membuat pasangan suami istri yang baru Sejak dulu manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik pria maupun wanita berusaha bekerja untuk dapat memenuhi hal tersebut. Sesuai dengan perkembangan sosial budaya yang berkembang di Indonesia mengganggap tugas utama wanita dalam rumah tangga, yaitu sebagai istri, pendidik, dan ibu rumah Namun, perkembangan zaman tidak hanya laki-laki saja yang bekerja namun juga wanita. Berdasarkan awal wanita sudah memiliki pasangan Sehingga dapat disimpulkan disini bahwa yang menjadi salah satu fokus tugas perkembangan pada masa dewasa awal adalah pernikahan (Hurlock, 2. Havighurst . alam Newman & Newman, 2. Seseorang yang sudah memasuki masa dewasa awal dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, yaitu dengan cara bekerja. Pada wanita Saat ini semakin banyak wanita yang bekerja bahkan menempati posisi yang belum pernah diduduki oleh wanita sebelumnya (Anoraga dalam Wijayanto dan Fauziah, 2. Bagi wanita bisa bekerja akan menimbulkan kepuasan dan harga diri serta dapat menyalurkan hobby yang dimiliki. Menurut Maslow . alam Feist & Feist, 2. terdapat 5 kebutuhan berkembang di Indonesia pada usia dewasa harus bekerja. pentingnya untuk bisa mandiri secara kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial . ebutuhan akan cinta dan rasa memilik. , kebutuhan penghargaan, serta kebutuhan merealisasikan dirinya sendiri . Sebagian besar kebutuhan individu tersebut dapat tercapai melalui bekerja. Kurangnya pekerjaan akan membuat seorang ibu merasa tidak puas dengan peran yang Seorang ibu yang terlalu berfokus pada keluarga akan merasa keluarganya demi pekerjaan (Handayani, finansial agar kebutuhan keluarga dapat Afiati dan Adiyanti, 2. Perasaan tidak puas pada ibu yang bekerja sangat alami bermanfaat untuk organisasi, keluarga dan dikarenakan tugas domestik seorang ibu individu itu sendiri. Berdasarkan hal dikeluarga adalah menjadi pengasuh anak. tersebut peneliti tertarik untuk melihat Meskipun demikian hal ini tidak dapat keseimbangan kerja keluarga pada ibu menghilangkan fakta bahwa wanita yang dewasa awal yang bekerja sebagai guru. mengalami konflik peran. Dampak negatif dari ibu yang bekerja akan menjadikan wanita memiliki pemenuhan peran dalam pekerjaan dan Peran ganda yang dijalani wanita Herdiansyah sebagai beban ganda . ouble burde. yaitu beban peran yang dikarenakan tugas-tugas domestik . harus tetap diutamakan oleh wanita di samping tugas-tugas publik . Konflik peran ganda yang dialami oleh wanita memberikan dampak negatif bagi wanita jika tidak diatasi dengan Penelitian Namayandeh. Juhari dan Yaacob . menunjukan bahwa konflik LANDASAN TEORI Keseimbangan kerja keluarga Greenhaus. Collins dan Shaw . bahwa work-life balance merupakan sejauh mana individu merasa terikat dan puas terhadap menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan Menurut Clark . , work-life tuntutan pekerjaan dan keluarga dengan meminimalkan konflik yang mungkin muncul akibat pemenuhan kedua tuntutan peran tersebut. Work-life balance juga dipandang sebagai bentuk pemenuhan peran pekerjaan dan keluarga dengan orang-orang yang terkait dalam pemenuhan sebagai individu, kepuasan perkawinan. Carlson, gangguan psikosomatis. Pemahaman tuntutan perannya (Grzywacz & Sejalan Gregory dan Milner . menyatakan keseimbangan kerja keluarga semakin manajemen waktu karyawan, konflik antar pemahaman tersebut berasal dari budaya peran dan perhatian terhadap keluarga. Barat, yang jelas berbeda dengan budaya Greenhaus. Collins dan Shaw . work-life Timur. Sementara itu dengan adanya mengidentifikasikan tiga aspek worklife Saat perubahan-perubahan fisik dan balance, yaitu: psikologis yang menyertai berkurangnya Time Balance. Keseimbangan jumlah waktu yang dihabiskan individu untuk memenuhi tuntutan peran dalam pekerjaan dan keluarga. Dalam hal ini keseimbangan dialokasikan oleh karyawan pada pekerjaan maupun kehidupan pribadi mereka dengan kemampuan reproduktif (Hurlock, 2. Definisi Masa dewasa awal merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan yang baru dan harapan-harapan sosial baru. Orang dewasa awal diharapkan memaikan peran baru, seperti suami/istri, orang tua, dan pencari nafkah, keinginankeingan baru, mengembangkan sikap-sikap baru, dan nilai-nilai baru sesuai tugas baru ini (Hurlock, 2. Involvement Balance. Keseimbangan METODE PENELITIAN keterlibatan psikologis dan emosi individu dalam memenuhi tuntutan peran dalam Penelitian ini menggunakan metode pekerjaan dan keluarga. Dalam hal ini, kualitatif, peneliti menggunakan metode ketika karyawan dapat terlibat secara fisik dan emosional Analisis fenomenologi interpretatif adalah pekerjaan dan keluarganya, maka involvement balance akan tercapai. berkomitmen untuk memeriksa bagaimana orang memaknai pengalaman besar dalam Satisfaction Balance. Keseimbangan kepuasan individu terhadap tuntutan peran dalam pekerjaan dan keluarga. Dalam hal ini, kepuasan karyawan akan muncul apabila karyawan menganggap bahwa apa Analisis interpretatif adalah fenomenologis dalam hal itu berkaitan dengan mengeksplorasi pengalaman dalam diri sendiri (Smith, yang telah dilakukannya selama ini cukup Pengumpulan data dalam penelitian baik dan dapat mengakomodasi kebutuhan pekerjaan maupun keluarga. dan observasi. Sugiyono . wawancara adalah merupakan pertemuan Wanita dewasa awal dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat Masa dewasa awal dimulai pada dikonstruksikan makna dalam suatu topik umur 18 tahun sampai kira-kira umur 40 tertentu. Observasi, tujuan dari observasi Selain waktu kerja yang flexible hal yang dapat mempengaruhi keseimbangan penelitian, sehingga dapat memahami kerja keluarga pada seseorang adalah kondisi yang sebenarnya. adanya tugas tambahan. Bagi subjek 1 dan subjek 2 tugas tambahan yang diberikan HASIL adalah menjadi tim keuangan. Menjadi tim Pada keuangan membuat subjek harus mengikuti keseimbangan kerja keluarga adalah jika lembur dan menghabiskan waktu lebih seorang ibu bekerja dapat membagi waktu, lama di sekolah. Tugas tambahan yang perhatian, dan tenaga serta membuahkan diberikan membuat subjek merasa lelah. hasil yang memuaskan, sehingga tugas- Sedangkan pada subjek 2 pada awalnya tugas di kantor dan di rumah terselesaikan merasa tidak ingin mengikuti lembur, dengan baik. Hal itu dapat dilakukan karena karena adanya alasan lain makan subjek 2 ibu dapat mengatur berbagai peran dan setuju untuk mengikuti lembur. Hal ini mampu menempatkan skala prioritas. sesuai dengan pernyataan Vogel . Pada subjek 1 dan 2 pekerjaan sebagai seorang guru dirasakan oleh kedua subjek adalah pekerjaan yang sangat Sehingga keduanya mengatur peran untuk bisa hadir dikeluarga ketika dibutuhkan dan hadir dipekerjaan ketika waktu bekerja. kelebihan beban pekerjaan sering merasa frustrasi dan merasa bahwa mereka tidak mampu menyeimbangkan peran di tempat kerja dan keluarga dengan baik. Kondisi bekerja sangat menentukan subjek untuk bisa bekerja secara maksimal. Pada subjek Meskipun bekerja sebagai guru dan 1 kondisi anak baik rewel maupun sakit mengurus keluarga merupakan hal yang tidak mempengaruhi dirinya ketika bekerja. terutama bagi subjek 1 dan subjek 2. Hal ini Berbeda dengan subjek 2 kondisi anak tidak menutup kemungkinan keduannya ketika rewel dan sakit akan mempengaruhi subjek ketika bekerja. Subjek 2 akan kegitanan lain selain bekerja dan mengurus merasa terganggu dan cemas jika anak Kegiatan lain bisa berarti tugas ditinggalkan dengan kondisi rewel dan ditempat lain atau menjalankan hobi Hal tersebut juga membuat subjek masing-masing. merasa lelah dan harus meniggalkan Berdasarkan Khilmiyah . kondisi anak saat sakit ketika ditinggal bekerja akan membuat stres, bingung dan Meskipun kedua subjek memiliki peran lain mudah emosional. Hal tersebut akan dikeluarga tetapi keduanya selalu hadir mengganggu tugas seorang ibu ketika tepat waktu dan bisa mengikuti kegiatan lain selain mengajar. Susi dan Jawaharrani Subjek 1 merasa kurang waktu bersama anaknya dan merasa bersalah ketika harus meninggalkan anak untuk Sedangkan pada subjek 2 seorang . dalam penelitiannya menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara job engagement dan work-life balance pada anak merupakan segalanya. Subjek 2 Bagi subjek 1 dan subjek 2 merasa resiko memiliki anak bayi adalah keluarga adalah harta, pemberian Tuhan, tidak adanya waktu istirahat. Handayani, pemberi motivasi untuk bekerja, pelipur Dkk . mengatakan kehadiran seorang anak balita dapat menyebabkan kesulitan Berdasrkan Handayani. Afiati dan Adiyanti seorang ibu, dalam membagi perhatian . tentang makna keluarga terungkap anatra pekerjaan dan keluarga sehingga ada empat kategorisasi makna keluarga, merasa adanya beban dan konflik dalam yaitu keluarga adalah yang terpenting dalam hidup, keluarga merupakan sarana, keluarga merupakan tempat, dan keluarga Selain dukungan dari keluarga subjek 1 dan subjek 2 mendapatkan adalah pemotivasi sehingga lebih semangat dalam bekerja. dukungan dari suami berupa restu untuk Novenia Poulose Sudarsan . faktor-faktor Ratnaningsih mengatakan semakin tinggi dukungan keluarga seseorang antara lain berasal dari sosial yang diberikan maka keseimbangan kerja keluarga akan semakin tinggi. Hal ini dukungan keluarga, dan dukungan sosial terutama dikarenakan kondisi sosial budaya dalam bentuk lainnya. Subjek 1 dan subjek di Indonesia yang masih melekat dengan 2 menganggap kehidupan dan pekerjaan mereka menyenangkan. Subjek 1 dan 2 menikmati pekerjaan diberikan akan bermanfaat bagi siswa. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian eksploratif yang Cara yang subjek lakukan untuk bisa telah dilakukan mengenai keseimbangan menyeimbangkan waktu anatara tempat kerja keluarga pada wanita dewasa awal kerja dan keluarga adalah dengan mengatur skala prioritas anatara setiap peran. Skala disimpulkan sebagai berikut . prioritas dilakukan subjek adalah dengan Keseimbangan kerja keluarga pada wanita dewas awal dalam penelitian ini menemukan adanya dukungan keluarga dan tempat kerja yang flexsibel. Hal ini dapat waktu untuk bekerja dan bersama keluarga. Faktor yang membuat subjek tidak bisa terlibat bersama keluarga adanya tugas tambahan yang memakan waktu. Kehadiran seorang anak balita dan kondisi anak yang rewel juga membuat subjek tidak bisa bekerja sepenuhnya. Bantuan keluarga sangat mempengaruhi subjek untuk bisa tetap bekerja. Bantuan yang diberikan keluarga terutama ibu adalah menjaga anak sedangkan bantuan dari suami adalah mengurus urusan rumah dan mengijinkan subjek untuk bekerja. Setiap subjek memaknai keluarga sebagai harta, dan penyemangat hidup sehingga bisa lebih semangat ketika bekerja. Faktor lain yang menyemangati subjek dalam mengurutkan setiap aktivitas yang lebih Dengan pengaturan skala prioritas yang tepat maka setiap subjek dapat merasakan kepuasan terhadap setiap peran yang dijalani antara pekerjaan dan SARAN Saran bagi setiap subjek adalah pentingnya mengatur emosi agar tidak mudah stress ketika mengahadapi tugas Setiap subjek masing-masing harus bisa melihat dampak positif dari setiap kegiatan tambahan yang diberikan. Saran bagi peneliti selanjutnya agar bisa menyiapkan dengan matang setiap detail wawancra. Perlunya kemampuan building rapport yang baik dengan subjek penelitian agar subjek lebih terbuka. Peneliti juga mengharapkan penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menggali dengan metode lain. bekerja adalah makna pekerjaan yang Saran untuk sekolah atau instansi merupakan bekerja sebagai cita-cita yang yang memiliki wantia yang bekerja agar terwujud serta pekerjaan yang bermanfaat bisa menyesuaikan dengan kondisi guru bagi orang lain. Membuat setiap tugas dikerjakan secara tim agar tugas yang dikerjakan dapat dibagi-bagi. DAFTAR PUSTAKA