Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 . September 2019 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 GAMBARAN PERESEPSI TERHADAP RAGAM ALAT KONTRASEPSI MKJP DAN NON MKJP WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Dwika Aldila. Rita Damayanti. Fakutas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia aldila@gmail. ABSTRAK Alat kontrasepsi merupakan produk yang digunakan oleh akseptor KB untuk memenuhi kebutuhan fertilitasnya. Dengan pilihan alat kontrasepsi yang beragam, akseptor KB memiliki peluang memilih jenis alat kontrasepsi yang Berdasarkan tingkat efektifitas alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, jenis kontrasepsi yang paling efektif adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Persepsi akseptor terhadap alat kontraepsi berpengaruh terhadap metode kontrasepsi yang dipilih. Persepsi akseptor yang tidak benar mengenai MKJP menyebabkan ketidaksesuain akseptor memilih alat kontrasepsi. Penelitian ini menggunakan data sekunder ICMM Penilitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan mean untuk mengetahui gambaran persepsi terhadap ragam alat kontrasepsi MKJP dan Non MKJP. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur (WUS) usia 15 Ae 49 Tahun yang menggunakan alat kontrasepsi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berjumlah 9100 Penelitian ini menunjukan gambaran persepsi preferensi terhadap alat kontrasepsi, persepsi perbandingan kesamaan alat kontrasepsi MKJP dan Non MKJP, persepsi karakteristik alat kontrasepsi yang diinginkan responden terkait kemudahan dan efektivitas, dan persepsi perbandingan kesamaan karakteristik antara alat kontrasepsi MKJP dan Non MKJP. Dalam upaya peningkatan cakupan penggunaan MKJP diperlukkan strategi komunikasi dalam pembuatan program promosi dengan melihat gambaran persepsi akseptor terhadap ragam alat kontrasepsi yang akan mereka pilih atau mereka gunakan. Kata Kunci: Keluarga Berencana. Alat Kontrasepsi Jangka Panjang. Persepsi Alat Kontrasepsi PENDAHULUAN Keluarga berencana (KB) adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif-objektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapat kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kehamilan dalam hubungan dengan umur suami istri dan penentu jumlah anak dalam keluarga (BKKBN, 2. Program KB adalah bagian yang terpadu . dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk ikut serta menciptakan kesejahteraan penduduk Indonesia, untuk mencapai keseimbangan yang baik (Depkes. Di Indonesia berdasarkan hasil SDKI 2017 menunjukkan bahwa 64% wanita kawin berusai 15-49 tahun menggunakan alat KB, 57% diantaranya menggunakan alat kontrasepsi modern. Wanita kawin yang menggunakan alat kontrasepsi 13% diantaranya menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang terdiri dari IUD. Implan dan tubektomi . perasi pada perempua. Alat kontrasepsi suntik KB merupakan alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh wanita kawin menurut hasil SDKI 2017 yaitu 29%, diikuti oleh pil 12%, susuk KB dan IUD . asing-masing 5%), dan tubektomi 4%. Open Journal System (OJS): journal. http://journal. id/index. php/JIK/article/view/177 Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 . September 2019 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Meskipun alat/cara KB modern di anatara wanita kawin meningkat dari SDKI 2002/03 sampai SDKI 2012, namun sedikit turun pada SDKI 2017. Pemerintah lebih menganjurkan MKJP berdasarkan pertimbangan non MKJP tidak ekonomis dan efisien dibandingkan MKJP (BKKBN, 2. MKJP lebih efisien dibandingkan non MKJP dalam ketersediaan anggaran dan penyediaan kontrasepsi serta lebih efektif karena tingkat efek samping, komplikasi dan tingkat kegagalan lebih rendah (BKKBN, 2. Winner B, et al . , menyebutkan dengan menggunakan MKJP selain akan menghemat biaya pengeluaran seseorang tidak perlu sering berkunjung untuk memperoleh alat kontrasepsi kembali serta cepat mengembalikan kesuburan. Rendahnya pengunaan MKJP WUS dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak terhadap upaya penurunan fertilitas yang lebih cepat. Persepsi terhadapa suatu produk . lat konraseps. akan mempengaruhi perilaku konsumen . kseptor KB) dan adanya pemahaman yang salah dan mitos mengenai alat kontrasepsi menyebabkan pilihan yang tidak tepat akseptor terhadap alat kontrasepsi (Moreau. Cleland, & Trussel. METODE Penelitian ini adalah jenis peneltian kuantitatif Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Pusat Penelitian Kesehatan (PPK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia berupa baseline data penelitian Improving Contraceptive Mix Methode (ICMM) di Nusa Tenggara Barat tahun 2016 sehingga variabel pada penelitian ini bergantung dari tersedianya variabel pada kuesioner ICMM 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur (WUS) yang berusia 15-49 Tahun yang berasal dari Kabupaten Lombok utara. Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Bima. Provinsi NTB. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi . ugiyono, 2. maka dari itu, sampel adalah wanita usai subur (WUS) 15 -49 tahun yang terpilih menjadi responden penelitian ICMM. Untuk memperoleh gambaran dari variabel yang diteliti maka data dianalisis secara univariat. HASIL & PEMBAHASAN Persepsi Preferensi Alat Kontrasepsi Variable persepsi preferensi alat kontrasepsi dibagi menjadi dua kelompok yaitu MKJP dan Non MKJP. Variabel ini merupakan persepsi terhadap preferensi keinginan responden untuk menggunakan alat Pada tabel 5. 1 menampilkan distribusi persepsi preferensi MKJP dan Non MKJP dilihat dari nilai mean. SD dan nilai minimum dan maksimum. Open Journal System (OJS): journal. http://journal. id/index. php/JIK/article/view/177 Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 . September 2019 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Tabel 1 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Persepsi Preferensi Alat Kontrasepsi Preferensi Alat Kontrasepsi Metode Kontrasepsi Mean Min-Mak 0 - 100 0 - 100 0 - 100 0 - 100 Pil Suntik IUD Implant Non MKJP MKJP Tabel 2 Distribusi Persepsi Preferensi Berdasarkan Jenis alat Kontraepsi yang Digunakan Preferensi Alat Kontrasepsi Pil Non MKJP Suntik IUD MKJP Implant Nilai Mean Mean Mean Mean MKJP Implan . : 1. IUD . : . Non MKJP Suntik Pil . : 6. : 1. Tabel 2 menggambarkan distribusi frekuensi persepsi preferensi alat kontrasepsi MKJP dan Non MKJP. Pada tabel dapat dilihat kecenderungan responden yang menggunakan alat kontrasepsi memiliki preferensi nilai mean yang paling besar terhadap alat kontrasepsi yang mereka gunakan. Mislanya. Responden yang mengunakan alat kontrasepsi pil akan memiliki preferensi dengan nilai mean yang besar pada alat kontrasesi pil, responden yang menggunaan suntik memiliki preferensi yang besar pada alat kontrasepsi suntik, responden yang menggunakan IUD memiliki nilai mean yang besar pada preferensi IUD, begitu juga responden yang menggunakan alat kontrasepsi implant akan memiliki nilai mean yang besar pada alat kontrasepsi implant. Persepsi Perbandingan Kesamaan Alat Kontrasepsi Variabel kesamaan alat kontrasepsi merupakan persepsi responden terkait perbandingan kesamaan alat kontrasepsi MKJP dan Non MKJP. Variabel ini menampilkan jawaban responden yang melihat niali mean. SD dan nilai minimum dan maksimum dari skala 0 -100 . idak sama Ae sama persi. Open Journal System (OJS): journal. http://journal. id/index. php/JIK/article/view/177 Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 . September 2019 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Tabel 3 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Persepsi Kesamaan Alat Kontrasepsi Perbandiangan Alat Kontrasepsi Pil dan IUD Pil dan Implan Suntik dan IUD Suntik dan Implan Mean Min-Mak 0 Ae 100 0 Ae 100 0 Ae 100 0 Ae 100 Tabel 4 Distribusi Persepsi Kesamaan Alat Kontrasepsi Berdasarkan Jenis alat Kontrasepsi yang Digunakan Kesamaan Alat Kontrasepsi Pil dan IUD Pil dan Implan Suntik dan IUD Suntik dan Implan MKJP Nilai Mean Mean Mean Mean Implan . : 1. IUD . : . Non MKJP Suntik Pil . : 6. : 1. Distribusi frekuensi pada tabel 4 menunjukkan bahwa rata-rata responden memiliki persepsi kesamaan terhadap alat kontrasepsi dengan nilai mean paling tinggi 35. 74 yaitu responden yang menggunakan alat kontrasepsi pil yang memiliki persepsi kesamaan pada alat kontrasepsi suntik dan Implan sedangkan nilai mean paling kecil yaitu, 30,96 yaitu responden pada kelompok IUD yang memiliki persepsi kesamaan pada alat PIl dan Implan. Persepsi Karakteristik Alat Kontrasepsi Variabel persepsi karakteristik alat kontrasepsi dibagi menjadi dua yaitu kemudahan dan efektifitas yang merupakan persepsi responden terhadap hal yang dianggap sangat penting dan tidak penting terhadap alat Tabel 5 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Karakteristik Alat Kontrasepsi Karakteristik Alat Kontrasepsi Mudah digunakan Mudah didapatkan Efektif/manjur/kemungkinan gagal kecil untuk mencegah kehamilan Tidak ada efek samping Tahan lama/tidak perlu berulang-ulang Open Journal System (OJS): journal. http://journal. id/index. php/JIK/article/view/177 Mean Min-Max 0 - 100 0 - 100 0 - 100 0 - 100 0 - 100 Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 . September 2019 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Tabel 6 Distribusi Persepsi Karakteristik Alat Kontrasepsi Berdasarkan Jenis alat Kontrasepsi yang Digunakan MKJP Non MKJP Karakteristik Alat Kontrasepsi Nilai Implan . : 1. IUD . : . Suntik . : 6. Mudah digunakan Mean Mean Mean Mean Pil . Mean Mudah didapatkan Efektif/manjur/kemungkinan gagal kecil untuk mencegah kehamilan Tidak ada efek samping Tahan lama/tidak perlu berulangulang Tabel 6 merupakan distribusi jawaban responden mengenai karakteristik alat kontrasepsi yang dilihat berdasarkan kemudahan dan efektifitasnya. Pada tabel di atas rata-rata karakteristik kemudahan dan efektifitas memiliki nilai mean yang tinggi, hal ini menunjukkan bahwa responden memiliki persepsi bahwa karakteristik alat kontrasepsi merupakan salah satu yang penting terutama karakteristik kemudahan . udah didapat dan mudah digunaka. yang memiliki nilai mean yang lebih besar dibandingakan Persepsi Kesamaan Karakteristik Alat Kontrasepsi Variabel persepsi kesamaan karakteristik alat kontrasepsi merupakan jawaban responden terhadap perbandingan karakteristik alat kontrasepsi . emudahan dan efektifita. yang melihat persepsi responden terhadap kesamaan kedua karakteristik tersebut dengan skala 0 -100 . idak sama Ae sama persi. Tabel 7 Distribusi Jawaban Responden Mengenaik Kesaman Karakteristik Alat Kontrasepsi Perbandingan Karakteristik Alat Kontrasepsi Mudah digunakan/praktis dan efektif Mudah digunakan dan tidak ada efek samping Mudah digunakan dan tahan lama Efektif dan mudah didapatkan Mudah didapatkan dan tidak ada efek samping Mudah didapatkan dan tahan lama Open Journal System (OJS): journal. http://journal. id/index. php/JIK/article/view/177 Mean Min-Max 0 - 100 0 - 100 0 - 100 0 - 100 0 - 100 0 - 100 Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 . September 2019 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 Tabel 8 Distribusi Persepsi Kesamaan Karakteristik Alat Berdasarkan Jenis alat Kontrasepsi yang Digunakan Perbandingan Karakteristik Alat Kontrasepsi MKJP Non MKJP Pil . Nilai Implan . : 1. IUD . : . Suntik . : 6. Mean Mean Mudah digunakan dan tahan lama Mean Efektif dan mudah Mean Mean Mean Mudah digunakan/praktis dan Mudah digunakan dan tidak ada efek samping Mudah didapatkan dan tidak ada efek samping Mudah didapatkan dan tahan lama Pada tebel diatas menunjukkan distribusi frekuensi jawaban responden mengenai kesamaan karakteristik alat kontrasepsi. Rata-rata responden menjawbab pada nilai mean berada pada skor 50 hal ini menunjukkan bahwa responden cendereng menggap bahwa kedua karakteristik . emudahan dan efektifita. memiliki kesamaan. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Penelitian ini menunjukan bahwa persepsi preferensi terhadap alat kontrasepsi suntik memiliki nilai mean tertinggi dibandingkan dengan persepsi preferensi alat kontrasepsi yang lain, persepsi kesamaan alat kontrasepsi menunjukan bahwa responden cenderung menganggap bahwa alat kontrasepsi MKJP ( IUD dan Susu. dan Non MKJP (Pil dan Sunti. tidak sama, sedangkan persepsi karakteristik alat kontrasepsi yang diinginkan responden yaitu terkait kemudahan yaitu mudah digunakan dan mudah didapat selanjutnya, responden menggap bahwa kesamaan karakteristik antara alat kontrasepsi MKJP dan Non MKJP memiliki kesamaan. Dalam upaya peningkatan cakupan penggunaan MKJP diperlukkan strategi komunikasi dalam pembuatan program promosi dengan melihat gambaran persepsi akseptor terhadap ragam alat kontrasepsi yang akan mereka pilih atau mereka gunakan. Open Journal System (OJS): journal. http://journal. id/index. php/JIK/article/view/177 Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 . September 2019 p-ISSN: 2301-9255 e:ISSN: 2656-1190 UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Pusat Penelitian Kesehatan (PPK) UI dan ICMM (Improving Contraceptive Mix Method. REFERENSI