Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 10-20 PENERAPAN NILAI PINTAR TUNTANG HARATI UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU BULLYYING PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 1 MUARA TEWEH Stella Aprilia Pendidikan Agama Katolik. STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Email : 2018007@stipas. Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum Pendidikan Agama Katolik. STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Email : bernadetha_boli@yahoo. Abstract. This study aims to find out the application of the value of being smart in tuntang harati to unique personal material to minimize bullying behavior in class VII students at SMPN 1 Muarateweh. The problem that the researcher got was bullying behavior carried out by students, both verbal bullying such as physical mockery to harsh treatment such as hitting. This is a concern for the school. This study uses a quantitative research The respondents of this study were 10 class VII Catholic students. The research was conducted at SMPN 1 Muarateweh. When the research was carried out from August 10 to August 20 2022. Data was collected through a questionnaire about bullying Supporting data for this study were obtained using short interviews with Catholic religious teachers and guidance and counseling teachers. The data analysis technique uses the percentage formula. The results of the study concluded that the value of being smart and humble given by the teacher in the unique personal self material can provide students with an understanding of bullying behavior and minimize bullying behavior that occurs at SMPN 1 Muarateweh. Keywords: Bullying, clever self-defense, unique personality. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai pintar tuntang harati pada materi aku pribadi yang unik untuk meminimalisir perilaku bullying pada siswa kelas VII di SMPN 1 Muarateweh. Masalah yang didapat peneliti adalah perilaku bullying yang dilakukan oleh para siswa baik itu bullying verbal seperti mengejek fisik sampai dengan perlakuan kasar seperti memukul. Hal tersebut menjadi keprihatinan pihak Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Responden penelitian ini adalah siswa beragama Katolik kelas VII yang berjumlah 10 orang. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Muarateweh. Waktu penelitian dilaksanakan mulai dari 10 Agustus sampai dengan 20 Agustus 2022. Data dikumpulkan melalui angket tentang perilaku bullying. Data pendukung penelitian ini didapat dengan menggunakan metode wawancara singkat dengan guru agama katolik dan guru bimbingan konseling. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa nilai pintar tuntang harati yang diberikan oleh guru dalam materi aku pribadi yang Received Juli 07, 2022. Revised Agustus 2, 2022. September 22, 2022 * Stella Aprilia, 2018007@stipas. Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 10-20 unik dapat memberikan pemahaman kepada siswa tentang perilaku bullying dan meminimalisir perilaku bullying yang terjadi di SMPN 1 Muarateweh. Kata kunci: Bullying, pintar tuntang harati, pribadi yang unik. LATAR BELAKANG Kitab suci merupakan dasar yang berkaitan tentang firman Allah yang merumuskan bahwa Manusia sebagai ciptaan Tuhan, yang unik. Saat Allah menciptakan manusia. Allah merencanakan dan menciptakannya menurut gambar dan rupa-Nya. Menurut citra-Nya (Kejadian 1:. Manusia dikaruniai banyak hal dan diciptakan sedemikian indah oleh Tuhan, sebab itu manusia dilengkapi dengan kebebasan, akal budi, dan hati nurani. Hal ini menjadikan manusia itu berbeda antara satu dengan yang lainnya dan hidup dalam berbagai macam keunikan. mulai dari perbedaan bentuk fisik, kelakukan dan tingkah laku, latar belakang yang berbeda-beda serta pengalalaman setiap orang yang berbeda-beda. Manusia tinggal dan hidup bersatu antara satu dengan yang Namun, hidup diantara perbedaan banyak menimbulkan gesekan konflik apabila kita tidak mampu menerima kenyataan bahwa semua orang berbeda satu dengan yang Keberagaman di dalam suatu kelompok masyarakat akan mendorong terjadinya banyak kasus dan masalah yang akan terjadi karena tidak bisa menghormati perbedaan ditengah kehidupan bersama. Salah satu contohnya adalah perilaku bullying atau Ariesto . menjelaskan bahwa bullying adalah bentuk-bentuk perilaku kekerasan dimana terjadi pemaksaan secara psikologis ataupun fisik terhadap seseorang atau sekelompok orang yang lebih AulemahAy oleh seseorang atau sekelompok orang. Rigby . menjelaskan bahwa bullying adalah Ausebuah hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini diperlihatkan ke dalam aksi, menyebabkan seseorang menderita. Aksi ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau sekelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung biasanya berulang, dan dilakukan dengan perasaan senang. Olweus . mendefinisikan bullying yang mengandung tiga unsur mendasar dari perilaku bullying yaitu bersifat menyerang . dan negative, dilakukan secara berulang kali dan adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pihak yang terlibat. PENERAPAN NILAI PINTAR TUNTANG HARATI UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU BULLYYING PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 1 MUARA TEWEH Remaja yang menjadi korban bullying akan mengalami dua dampak. Dampak yang pertama, korban akan merasa down karena rasa percaya dirinya semakin berkurang akibat bullying. Rasa percaya diri yang semakin kurang akan membuat korban menjadi sulit bergaul, sering menyendiri di rumah, prestasi menurun, merasa depresi, hingga akhirnya bias mencelakai dirinya sendiri. Dampak yang kedua, korban akan merasa down namun tetap bangkit karena rasa percaya dirinya tinggi. Rasa percaya diri membuat korban ingin membuktikan bahwa dirinya tidak pantas dibuli dan tidak peduli akan komentar pelaku bullying. Ada dua faktor yang membuat korban percaya diri, yakni faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal berasal dari dukungan sekitarnya seperti teman, guru, dan keluarga. Sedangkan faktor internal berasal dari diri korban itu sendiri dimana ia ingin keluar dari zona gelapnya melalui prestasi diri. Dilansir dari situs Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima pengaduan masyarakat terkait kasus perlindungan khusus anak tahun 2021 sebanyak 982 kasus. Bullying paling tinggi adalah pada jenis bullying verbal atau melakukan perundungan dengan kata-kata. Bullying verbal yang dilakukan adalah dengan mengejek fisik, paras, bentuk tubuh dan lain-lain. Hal demikian dilatarbelakangi oleh berbagai macam penyebab dan diantaranya adalah tidak terdapat sikap menghargai dan mengormati sesama sebagai pribadi yang unik serta kurangnya edukasi kepada peserta didik di sekolah tentang perilaku bullying. Kasus seperti ini marak terjadi di lingkungan sekolah dimana banyak kelompok yang mempunyai latar belakang yang berbeda ras, agama, suku, budaya seperti yang terjadi di SMPN 1 Muarateweh. Perilaku bullying yang terjadi di sekolah tersebut cukup memberikan dampak negatif bagi sekolah karena SMPN 1 Muarateweh menjadi salah satu sekolah favorit disana. Bullying verbal yang terjadi sampai memberi dampak pada korbannya sehingga tidak mau masuk sekolah, malu karena terus menerus diejek dan akhirnya mengganggu proses pendidikan si korban. Dari dasar itu, penulis melihat bahwa peserta didik membutuhkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai baik yang mampu dipahami dengan mudah. Nilai-nilai yang harus mampu mengarahkan seseorang untuk mempunyai sikap baik, mampu menghormati perbedaan, yang berpengaruh pada perubahan perilaku. Tatanan nilai-nilai tersebut terdapat juga di dalam Nilai Budaya Pintar tuntang harati yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai Falsafah Pendidikan. Pintar tuntang harati SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 10-20 dimaksudkan agar individu tidak hanya pintar dalam pengetahuan dan kemampuannya namun juga memiliki sikap harati. Harati adalah berkenaan dengan sikap. Orang yang harati merupakan orang yang memiliki sikap baik, bijaksana dalam bertindak dan bertutur kata dan mampu meghargai dan menghormati perbedaan. (Narang, 2010:03 ). Penulis melihat bahwa motto Pendidikan Kalimantan Tengah, pintar tuntang harati perlu untuk diperkenalkan, disebarluaskan dan diadopsi sebagai bentuk cara menjaga sikap dan perilaku generasi muda. Salah satu caranya adalah dengan menerapkannya kepada generasi muda khususnya melalui Pendidikan di sekolahsekolah. Terkait hal ini. Pendidikan Agama Katolik (PAK) dan Budi Pekerti yang merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah menengah pertama ( SMP ) dapat memberikan kontribusi bagi perluasan nilai budaya pintar tuntang harati di sekolah dalam materi Aku pribadi yang unik agar peserta didik Katolik mampu memahami, dan menghayati imannya dalam tindakan nyata, mampu menjaga kerukunan serta memiliki sikap yang baik mampu menghormati sesama. Berdasarkan pemaparan di atas, penulis tertarik untuk menulis penerapan nilai pintar tuntang harati pada materi aku pribadi yang unik untuk meminimalisir perilaku bullying pada siswa kelas VII di SMPN- 1 Muara Teweh. METODE Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMPN- 1 Muara Teweh. Kecamatan Teweh Tengah. Barito Utara. Kalimantan Tengah. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut sebagai fokus penelitian karena sekolah tersebut menjadi sekolah menangah pertama sebagai sekolah favorit karena selalu menjadi pilihan untuk melanjutkan Pendidikan jenjang SMP jadi terdapat banyak sekali murid dengan latar belakang yang beragam. Subyek penelitian ini adalah peserta didik b e r a g a m a katolik kelas VII di SMPN 1 Muara Teweh. Waktu penelitian dilaksanakan pada 10 Agustus s/d 20 Agustus 2022. Pengumpulan data dengan menggunakan angket yang dibagikan kepada siswa siswi SMPN-1 Muara Teweh. PENERAPAN NILAI PINTAR TUNTANG HARATI UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU BULLYYING PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 1 MUARA TEWEH HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilaksanakan kepada siswa kelas VII di SMPN 1 Muara Teweh. Kegiatan awal penelitian adalah membagikan angket dalam bentuk google form kepada siswa dan meminta siswa mengisi dengan sejujur-jujurnya. Beberapa hal yang peneliti tanyakan adalah tentang perilaku bullying. Hasil penelitian yang didapat dari angket adalah sebagai berikut: Pemahaman tentang bullying Dari 12 responden yang mengisi angket, seluruh responden memahami apa yang dimaksud tentang bullying. Mereka melihat bahwa bullying itu terjadi seperti saling Kebanyakan ejekan berbentu verbal seperti mengejek fisik orang yang di bully contohnya seperti Aukamu jelek, kamu gendutAy dan bahkan menggunakan kekerasan fisik. Dari hasil angket disebutkan bahwa sebanyak 83, 3% siswa melawan pelaku bullying sampai akhirnya berkelahi dan dipanggil ke ruang bimbingan Berikut adalah hasil angket: SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 10-20 Menerima perbedaan Dari 12 orang responden yang mengisi angket, mereka memahami bahwa bullying adalah perilaku yang tidak baik dilakukan karena perilaku tersebut dapat menyakiti orang lain dan tidak menghargai perbedaan. Mayoritas siswa . ,7%) mengingatkan teman yang melakukan bullying bahwa perilaku tersebut tidak baik dan melaporkannya ke guru. Berikut hasil angketnya: PENERAPAN NILAI PINTAR TUNTANG HARATI UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU BULLYYING PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 1 MUARA TEWEH Dampak Bullying pada individu Dari hasil pertanyaan essay yang diberikan peneliti, 12 responden menjawab dampak yang ditimbulkan oleh bullying kepada individu adalah: 9 orang siswa menjawab hampir serupa yaitu dampakdari perilaku bullying adalah korban bullying menangis, marah, kecewa dana tidak ingin sekolah 2 orang siswa menjawab bahwa teman saya ada yang dibully dan tidak mau masuk sekolah karena dia malu dibilang keriting sperti orang papua. saya marah melihat ada orang yang membully teman 1 orang menjawab bahwa orang yang dibully tidak percaya diri. Strategi Pemecahan Masalah Dari hasil pertanyaan essay yang diberikan peneliti, 12 responden menjawab bahwa cara guru dalam mengatasi perilaku bullying adalah: 10 orang responden menjelaskan bahwa pelaku bullying dinasehati dan dipanggil ke ruang BK untuk mendapatkan bimbingan 2 orang siswa menjelaskan bahwa ada kegiatan mengadakan pertemuan dengan seluruh siswa untuk diberikan pemahaman tentang bullying. Dari dasar penelitian awal tersebut, maka peneliti bersama dengan guru bidang studi agama katolik berupaya untuk menerapkan nilai-nilai Pendidikan pintar tuntang harati di SMPN 1 Muara Teweh. Penerapan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan dan bertepatan dengan pokok bahasan aku pribadi yang unik yang diajarkan di kelas VII. Penjabaran penerapan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: Kegiatan I, 12 Agustus 2022 Pada kegiatan I ini, peneliti diberikan kesempatan untuk melakukan pembelajaran dengan materi aku pribadi yang unik. Peneliti memberikan materi dengan contoh-contoh yang terjadi di sekitar siswa yaitu tentang kasus bullying yang marak terjadi di sekolah. Peneliti memberikan pemahaman pada siswa tentang pengertian bullying dan bagaimana menghargai sesama meskipun berbeda fisik, berbeda warna kulit, berbeda suku. Peneliti mengajarkan nilai pintar tuntang harati seperti menghormati orang lain dan bijaksana dalam bertutur kata. Peneliti kemudian menampilkan video yang berisi materi Auaku pribadi yang unikAy pada Video yang ditampilkan berisi penjelasan tentang bagaimana menghargai SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 10-20 sesama yang berbeda-beda, mengajarkan bagaimana seseorang memiliki sikap Harati dengan orang lain sehingga perilaku bullying bisa diminimalisir. Kegiatan I Berdoa Bersama Kegiatan II,19 Agustus 2022 Pada kegiatan II ini, peneliti diberikan kesempatan untuk melakukan pembelajaran dengan melakukan eksplorasi dan berdiskusi Bersama siswa tentang bagaimana menjadi seseorang yang Harati. Peneliti berdiskusi bersama siswa dan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi Auaku pribadi yang unikAy. Pertanyaan yang didiskusikan Bersama siswa adalah: Mengapa Tuhan menciptakan kita sebagai manusia berbeda satu dengan yang lain? Dari 12 siswa menjawab bahwa berbeda itu memberikan hal-hal baru yang bisa dipelajari siswa lain. Contohnya saat memiliki hobby yang berbeda, maka siswa lain bisa belajar untuk menghargai perbedaan hobby itu. Ada pula yang menjawab bahwa dengan berbeda maka banyak hal yang bisa dipelajari contohnya bertanya tentang suku, bertanya tentang agama dan bertanya tentang kebiasaan yang terjadi di dalam keluarga. Bagaimana cara untuk meminimalisir perilaku bullying yang terjadi? Kebanyakan siswa menjawab bahwa mereka harus menghargai perbedaan yang ada dan tidak memperdebatkan apalagi mengejek karena semua itu adalah ciptaan Tuhan. Ada juga siswa yang menjawab bahwa dengan berlatih PENERAPAN NILAI PINTAR TUNTANG HARATI UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU BULLYYING PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 1 MUARA TEWEH untuk sabar dan tidak terpancing emosi saat ada yang melakukan bullying dan belajar untuk bisa bertutur kata yang baik. Bagaimana untuk bisa menjadi individu yang pintar tuntang harati? Banyak yang menjawab bahwa mereka harus mendengarkan nasehat orang tua, nsehat guru dan berusaha untuk tetap berbuat baik pada orang lain, tidak saling mengejek karena dampak dari bullying sangat menyakiti hati orang lain dan itu adalah perbuatan yang tidak disukai oleh Tuhan. Kegiatan ke II Berdiskusi Dari dua kali kegiatan yang peneliti lakukan diSMPN 1 Muarateweh, peneliti mengamati bahwa para siswa mulai memahami bahwa Tindakan bullying adalah tindakan negatif yang tidak baik untuk dilakukan. Peneliti melihat bahwa penerapan dari nilai pintar tuntang harati yaitu bertutur kata yang baik dan menghargai sesama mulai dipahami dan diterapkan dalam tingkah laku di sekolah. SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 10-20 SIMPULAN DAN SARAN Dari kegiatan awal dan kegiatan penerapan nilai pintar tuntang harati yang peneliti lakukan. Adapun kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut: 12 Responden . %) memahami apa yang dimaksud tentang bullying. Mereka melihat bahwa bullying itu terjadi seperti saling mengejek. Kebanyakan ejekan berbentu verbal seperti mengejek fisik orang yang di bully. 83, 3% siswa melawan pelaku bullying sampai akhirnya berkelahi dan dipanggil ke ruang bimbingan Dari 12 orang responden yang mengisi angket, mereka memahami bahwa bullying adalah perilaku yang tidak baik dilakukan karena perilaku tersebut dapat menyakiti orang lain dan tidak menghargai perbedaan. Mayoritas siswa . ,7%) mengingatkan teman yang melakukan bullying bahwa perilaku tersebut tidak baik dan melaporkannya ke guru. Dari dua kali kegiatan yang peneliti lakukan diSMPN 1 Muarateweh, peneliti mengamati bahwa para siswa mulai memahami bahwa Tindakan bullying adalah tindakan negatif yang tidak baik untuk dilakukan. Peneliti melihat bahwa penerapan dari nilai pintar tuntang harati yaitu bertutur kata yang baik dan menghargai sesama mulai dipahami dan diterapkan dalam tingkah laku di sekolah. Dari hasil tersebut, peneliti membangun saran penelitian sebagai berikut: Bagi kegiatan-kegiatan mempererat tali persaudaraan dan selalu mengadakan pertemuan rutin Bersama siswa dengan tema-tema yang dapat membentuk perilaku baik untuk siswa. Bagi guru, hendaknya para guru dapat mengajarkan nilai-nilai pintar tuntang harati saat mereka melaksanakan pembelajaran dalam kelas sehingga nilai-nilai pintar tuntang harati terus dipahami dan dilestarikan bagi generasi muda. PENERAPAN NILAI PINTAR TUNTANG HARATI UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU BULLYYING PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 1 MUARA TEWEH REFERENSI