42-50 PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah PGMI: JURNAL PENDIDIKAN GURU MADARASAH IBTIDAIYAH VOLUME: 2 NO: 2 TAHUN 2024 E-ISSN https://ejournal. id/index. php/pgmi/index PENERAPAN ALAT PERAGA PERNAFASAN PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS V SDN WATUWUNGKUK DRINGU PROBOLINGGO Muhammad Suwignyo Prayogo1,Cowima Fanza Maulida2,Nadiatul Musharrofah3. Badriatul Fadila4 Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember1,2,3,4. Indonesia Email: wignyoprayogo@gmail. Email: fanzamaulida@gmail. Email: nadiatulmusharrofah@gmail. Email: badriatulfadila64@gmail. Article history Submitted 30 /04/2024 Accepted 02/06/2024 Published 28/06/2024 ABSTRACT The Independent Curriculum requires students to be more active in developing their knowledge during learning activities. For this reason, teaching aids are needed to enrich the learning experience of students. This research aims to find out how to apply breathing aids to the human anatomy model for science learning in grade 5 students at SDN Watuwungkuk Dringu Probolinggo. The research method used is a qualitative method with data obtained through observation, interviews and documents. The results of the research explain that the learning process in the school which uses human respiratory anatomy model teaching aids is effective in increasing students' understanding because students are able to visualize abstract concepts in the learning material. Researchers would like to encourage future researchers to develop other teaching aids that are more interactive, especially with advances in technologyand digitalization, so that they can be implemented in learning. Key Words: Application of Breathing Teaching Aids. Social Sciences Learning. Class V Elementary School Students. ABSTRAK Kurikulum Merdeka menuntut Siswa lebih aktif dalam mengembangkan pengetahuannya selama kegiatan pembelajaran. Untuk itu dibutuhkan alat bantu pengajaran agar memperkaya pengalaman belajar para peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana penerapan alat peraga pernafasan model anatomi manusia pembelajaran IPA pada siswa kelas 5 SDN watuwungkuk Dringu Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara serta Hasil penelitian menjelaskan bahwa proses pembelajaran di sekolah tersebut yang menggunakan alat peraga model anatomi pernafasan manusia efektif untuk meningkatkan pemahaman para peserta didik karena peserta didik Mampu memvisualisasikan konsep abstrak dalam materi pembelajaran. Peneliti menyenangkan untuk peneliti berikutnya agar mengembangkan alat peraga lainnya yang lebihinteraktif terutama dengan adanya kemajuan teknologi dan digitalisasi untuk bisa diimplementasikan dalam pembelajaran Kata Kunci: Penerapan Alat Peraga Pernapasan. Pembelajaran IPAS. Siswa Kelas V SD. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah PENDAHULUAN Pendidikan merupakan factor kunci keberhasilan dalam pembangunan suatu Menurut (KBBI), pendidikan adalah proses belajar di mana setiap individu memperolehpengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi tentang beberapa objek tertentu. Dalam kurikulum merdeka pembelajaran IPAS adalah jenis pembelajaran aktif yang melibatkan siswa secara aktif mencari dan mengembangkan pengetahuan. Tujuan pendidikan IPAS tak lain adalah untuk meningkatkan potensi daya pikir dan pengembangannya oleh setiap anak. Alat bantu pengajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu siswa memperkuat informasi baru atau keterampilan yang telah diperoleh. Belajar kreativitas tentulah membutuhkan konsentrasi yang kuat untuk membuat produk atau karya-karya yang baru. Agar siswa kreatif dalam aktivitas belajar diperlukan adanya alat peraga dalam proses belajar. Sebagai salah satu usaha yang dilakukan oleh guru untuk memastikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas berjalan dengan baik serta efisien adalah dengan menggunakan alat peraga terbukti mampu menarik minat siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar. Penggunaan alat peraga yang terapkan guru pada kegiatan belajar mengajar akan sangatberpengaruh terhadap daya serap siswa. Dewasa ini, seorang guru dituntut menguasai bagaimana cara penggunaan alat peraga dengan baik. media ini cocok digunakan untuk pembelajaran saintifik, khususnya bahan ajar tentang sistem pernapasan manusia, karena melalui alat peraga siswa mampu mengamati mekanismenya secara langsung. Permudah siswa untuk membedakan antara pernapasan dada dan pernapasan perut. Bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan membuat alat peraga yaitu bahan yang denganmudah didapatkan di sekitar tempat tinggal siswa, tentunya bahan-bahan yang diperolehtidak banyak memakan biaya karena menggunakan bahan sederhana. Alat peraga yang dikembangkan diharapkan agar dapat memberikan arahan materi yang sedang dipelajari. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang relevean dengan penelitian yang akan peneliti bahas. Penelitian tersebut diantaranya dari (Ryandini Dwi Puspita et al. , 2. Penelitian ini juga berkaitan dengan pembelajaran IPAS, tetapi fokusnya pada penerapan pembelajaran berdiferensiasi . aya belaja. untuk meningkatkan hasil belajarmuatan IPAS tentang sistem pernapasan manusia pada siswa kelas V SDN Sukowati Kapas Bojonegoro. Kontribusi: dari Penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami gaya belajar siswa dalam meningkatkan hasil belajar, dan bisa memberikan wawasan tambahan tentang pendekatan pembelajaran yang efektif dalam konteks pembelajaran IPAS. Letak perbedaannya yaitu penelitian penulis memfokuskan pada penerapan alat peraga pernafasan IPAS secara khusus, sementara penelitian Ryandini Dwi Puspita lebih menekankan pada diferensiasi pembelajaran berdasarkan gaya belajar siswa. Penelitian berikutnya dari (Sefty Nurfadhillah, 2. Hubungan dengan penelitian ini juga berkaitan dengan penggunaan media dalam meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi fokusnya pada alat peraga pada mata pelajaran IPA di SDN Kampung Melayu i. Kontribusi dari penelitian Sefty Nurfadhillah yaitu menyoroti pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran, yang dapat memberikan landasan untuk memahami efektivitas alat peraga pernafasan IPAS dalam konteks yang lebih luas. Letak perbedaannya yaitu penelitian penulis lebih terfokus pada materi pembelajaran yang spesifik tentang sistem pernafasan. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sementara penelitian Sefty Nurfadhillah lebih umum dalam mencakup penggunaan media pembelajaran di mata pelajaran IPA. Berdasarkan penelitian terdahulu, kontribusi dari penelitian ini untuk perkembangan penelitian selanjutnya diantaranya terkait pengembangan lebih lanjut dari alat peraga pernafasan IPAS atau media pembelajaran interaktif serupa dimana hasil penelitian ini dapat mendorong penelitian lebih lanjut tentang implementasi pembelajaran berbasis masalah di berbagai materi pelajaran dan tingkat pendidikan. Hasil penelitian diharap dapat memberikan wawasan yang berharga tentang efektivitas penggunaan alat peraga pernafasan IPAS dalam pembelajaran di tingkat SD sehingga dapat memberikan panduan praktis bagi guru dan pendidik untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif menggunakan alat peraga IPAS di kelas. Berdasarkan hasil observasi pada penelitian ini, peneliti ingin mendalami kegiatan menggunakan alat peraga bagi siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA seba alat peraga ini dinilai cocok digunakan untuk pembelajaran saintifik, khususnya bahan ajar tentang sistem pernapasan manusia, karena melalui mekanisme kerjanya diharap dapat mempermudah siswa untuk memahami materi pelajaran. Untuk itu peneliti akan mengadakan penelitian berjudul AuPenerapan Alat Peraga Pernafasan Pembelajaran IPAS Pada Siswa Kelas V SDN Watuwungkuk Dringu ProbolinggoAy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dengan kegunaan alat peraga bagi siswa kelas V bahasan sistem pernapasan manusia di SDN Watuwungkuk Dringu Probolinggo. Alat peraga merupakan bagian dari media pembelajaran yaitu segala bentuk benda yang disediakan guna memperagakan materi pelajaran. Dalam penelitian ini alat peraga yang digunakan bentuknya sederhana, yaitu sebuah botol bekas pakai yang berfungsi untuk memperjelas pokok bahasan dan tujuan disampaikan oleh guru agar siswa mampu menguasai materi yang diajarkan lebih praktis METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang didasarkan pada data alamiah yang berupa kata-kata dalam mendeskripsikan objek yang diteliti melalui kegiatan pengumpulan data dari latar yang alami (Asep Kurniawan, 2. Ciri-ciri utama penelitian kualitatif adalah sebagai berikut: . data yang dikaji dalam penelitianadalah data verbal dan nonverbal yang dapat memberikan informasi yang diperlukan. data diperoleh dari data alamiah, yaitu kata-kata dan tindakan yang telah . data dianalisis secara induktif pada saat dan setelah pengumpulan. peneliti berfungsi sebagai instrumen utama. penelitian tidak hanya menekankan pada hasil tetapi juga proses. makna menjadi tekanan utama. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yang menggambarkan keadaan di lapangan. Sebagaimanadinyatakan oleh (Asep Kurniawan, 2. penelitian deskriptif dilakukan untuk menggambarkan segala sesuatu yang bersifat alami atau buatan manusia. Sumber Data Sumber data pada penelitian ini adalah salah satu siswa kelas V SDN Watuwungkuk Dringu Probolinggo bernama Achmad Tijani dan Guru mata Pelajaran IPAS GPK kelasV SDN Watuwungkuk Dringu Probolinggo Bapak Aring Trimanto sebagai informan utama dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Teknik Pengumpulan Data Data untuk penelitian ini dapat berupa tulisan atau kata-kata dari sumber yang diamati atau diteliti. Dalam penelitian ini, tiga teknik digunakan untuk mengumpulkan Observasi Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh untuk mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran siswa inklusi. Menurut (Sugiyono, 2. observasi adalah metode pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan tentang keadaan atau perilaku objek sasaran. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan data ini adalah observasi. Dalam penelitian ini, observasi non-partisipasi mencakup rancangan, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi sesuai dengan pedoman observasi. Wawancara (Sugiyono, 2. menyatakan bahwa ketika peneliti melakukan studi pendahuluan untuk menentukan masalah apa yang harus diteliti, wawancara digunakan sebagai metode pengumpulan data. Selain itu, ketika peneliti ingin mengetahui lebih banyak tentang pengalaman responden, wawancara juga digunakan. Peneliti melakukan wawancara tidak terstruktur, atau wawancara bebas, tanpa menggunakan pedoman wawancara yang Peneliti melakukan wawancara untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk penelitian Proses pembelajaran dan pengembangan media pembelajaran untuk siswa HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil yang diperoleh dari proses wawancara dengan narasumber siswa kelas V SDN Watuwungkuk Dringu Probolinggo dan Guru mata Pelajaran IPAS kelas V SDN Watuwungkuk Dringu Probolinggo Bapak Aring Trimanto sebagai informan utama dalam kegiatan pembelajaran di sekolah terkait Penerapan Alat Peraga Pernafasan Pembelajaran IPAS Pada Siswa Kelas V, dapat diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Pandangan Guru SD Negeri Sidotopo I Apa jenis alat peraga yang biasa Anda gunakan untuk mengajar materi pernapasan kepada siswa kelas IV? AuSaya biasanya menggunakan model anatomi pernapasan manusia, poster yang mengilustrasikan proses pernapasan, dan juga video animasi yang menjelaskan secara visual bagaimana pernapasanbekerja. Ay Bagaimana Anda menentukan pilihan alat peraga yang sesuai dengan kurikulumdan tingkat pemahaman siswa? AuSaya memilih alat peraga berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan, serta dengan mempertimbangkan tingkatpemahaman siswa. Saya mencoba memilih alat peraga yang dapat memberikan gambaran yang jelas dan mudah dipahami oleh siswa. Ay Bisakah Anda menjelaskan secara detail bagaimana Anda membuat atau memperoleh alat peraga tersebut? AuSaya memperoleh alat peraga pernapasan dari berbagai sumber. Misalnya, model anatomi pernapasan manusia biasanya saya dapatkan dari toko perlengkapan sekolah atau toko alat peraga pendidikan. Sementara itu, poster yang mengilustrasikan proses pernapasan seringkali saya dapatkan dari pameran pendidikan atau sumber online yang menyediakan materi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah pendidikan gratis. Untuk video animasi, saya sering kali menggunakan sumbersumber online seperti situs web pendidikan atau platform video pembelajaran. Ay Apakah Anda pernah membuat alat peraga pernapasan sendiri? Jika ya, bisakah Anda menjelaskan proses pembuatannya? AuYa, saya pernah membuat beberapaalat peraga pernapasan sendiri. Misalnya, saya pernah membuat model anatomi pernapasan menggunakan bahan-bahan seperti kertas karton, balon, sedotan, dan Saya akan menggambar dan memotong bagian-bagian dari kertas karton untuk membentuk struktur tubuh manusia, kemudian saya akan menempelkan bagianbagian organ pernapasan seperti paru-paru, trakea, dan bronkus menggunakan lem. Selanjutnya, saya akan menggunakan balon sebagai representasi paru-paru yang dapat diperbesar dan diperkecil untuk mengilustrasikan proses pernapasan. Sedotan dapat saya gunakan sebagai trakea dan bronkus. Prosesnya cukup sederhana namun memerlukan waktu danketelitian dalam pembuatannya. Ay Apakah ada tantangan khusus yang Anda hadapi selama proses pembuatan atau perolehan alat peraga pernapasan? AuSalah satu tantangan utama adalah ketersediaan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat alat peraga tersebut. Terkadang bahan-bahan tersebut sulit untuk ditemukan atau tidak terjangkau secara finansial. Selain itu, proses pembuatan sendiri juga membutuhkan waktu dan usaha ekstra, terutama jika saya ingin membuat alat peraga yang sangat interaktif atau realistis. Ay Apa manfaat yang Anda lihat dari penggunaan alat peraga dalam pembelajaranIPA, khususnya dalam topik pernapasan? AuPenggunaan alat peraga sangat membantu siswa untuk memvisualisasikan konsep-konsep yang abstrak, seperti proses pernapasan sehingga siswa dapat memahami lebih baik daripada hanya mendengar penjelasan verbalAy Apakah Anda menghadapi tantangan tertentu dalam menggunakan alat peraga pernapasan dalam pembelajaran IPA? AuYa, beberapa tantangan yang sayahadapi adalah ketersediaan alat peraga yang terbatas, serta memastikan bahwa semua siswa dapat melihat dan memahami alat peraga dengan baik. Ay Bagaimana Anda menilai tingkat keterlibatan siswa ketika menggunakan alat peraga pernapasan dalam pembelajaran? AuSaya melihat keterlibatan siswa dari tingkat partisipasi mereka dalam diskusi, pertanyaan yang diajukan, serta ekspresi wajah dan tingkah laku mereka selama pembelajaran. Ay Pandangan Siswa SD Negeri Sidotopo I Apa yang kamu ketahui tentang sistem pernapasan manusia sebelum dan setelah menggunakan alat peraga dalam pelajaran IPA? AuSebelum menggunakan alat peraga, saya tahu bahwa sistem pernapasan manusia terdiri dari organ-organ seperti paru-paru, trakea, dan bronkus, tetapi saya tidak begitu memahami bagaimana semuanya berhubungan. Setelah menggunakan alat peraga seperti model anatomi dan video animasi, saya menjadi lebih memahami bagaimana proses pernapasan bekerja dan bagaimana setiap organ saling berinteraksi. Ay Apa manfaat utama yang kamu rasakan dari penggunaan model anatomi pernapasan tersebut? AuSaya bisa melihat dengan jelas letak dan fungsi setiap organ, seperti paru-paru, trakea, dan bronkus. Manfaat utamanya adalah kemampuan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah untuk memvisualisasikan konsep pernapasan secara nyata. Sebelumnya, saya hanya mendengar penjelasan guru tentang bagaimana pernapasan bekerja, tetapi dengan melihat model anatomi, saya bisa melihat secara langsung bagaimana organ-organ tersebut saling berhubungan dan bekerja bersama. Ay Bagaimana menurutmu kegunaan alat peraga pernapasan dalam membantu kamu memahami konsep pernapasan? AuMenurut saya, alat peraga pernapasan sangat Misalnya, model anatomi membantu saya melihat secara visual di mana letak organ-organ pernapasan dalam tubuh manusia. Video animasi juga membantu saya memahami secara lebih detail bagaimana proses pernapasan terjadi. Tanpa alat peraga tersebut, saya mungkin akan kesulitan memahami konsep pernapasan dengan baik. Penggunaan model anatomi meningkatkan pemahaman saya secara Saya menjadi lebih mudah memahami konsep-konsep yang sebelumnya sulit dipahami hanya denganmembaca buku atau mendengarkan penjelasan verbal. Melihat secara langsung bagaimana organ-organ pernapasan berinteraksi membantu saya mengingat informasi dengan lebih baik. Ay Bagaimana menurutmu penggunaan model anatomi pernapasan membantu kamu dalam mengingat informasi yang telah dipelajari? AuPenggunaan model anatomi membuat informasi tentang pernapasan menjadi lebih nyata dan mudahdiingat. Saya bisa mengaitkan konsep-konsep yang saya pelajari dengan gambaran visual organorgan pernapasan dalam model tersebut. Hal ini membuat saya lebih mudah mengingat informasi saat akan menghadapi ujian atau tugas. Ay Bagaimana menurutmu cara guru menggunakan alat peraga pernapasan dalam pembelajaran IPA? Apakah menurutmu itu efektif? AuGuru biasanya menggunakan alat peraga saat menjelaskan konsep pernapasan. Bapak guru akan menunjukkan model anatomi, memutar video animasi, atau menggunakan poster yang mengilustrasikan proses pernapasan. Saya berpikir itu efektif karena membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan diingat. Ay Apakah kamu ingin lebih sering menggunakan alat peraga pernapasan dalam pembelajaran IPA di kelas? Mengapa? AuYa, saya ingin lebih sering Melihat model anatomi membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Saya jadi ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana setiap bagian tubuh berperan dalam proses pernapasan. Saya lebih termotivasi untuk belajar lebih dalam tentang sistem pernapasan dan merasa alat peraga pernapasan sangat membantu saya memahami konsep pernapasan dengan lebih baik, jadi saya pikir akan bagus jika kita menggunakan alat peragatersebut lebih sering. Ay Berdasarkan hasil observasi dan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti maka Berdasarkan hasil observasi dan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti maka bisa dijelaskan bahwa dalam pembelajaran IPAS untuk kelas 5 SDN Dringu Probolinggo maka guru menggunakan beberapa bahan ajar termasuk diantaranya yaitu model anatomi pernapasan manusia, poster yang menginspirasikan proses pernafasan dan juga video animasi untuk menerangkan bagaimana cara atau sistem pernafasan manusia bekerja secara visual. Pemilihan alat peraga tersebut oleh guru mata pelajaran berlandaskan kurikulum yang telah ditetapkan dan juga dengan mengkaji terkait tingkatpemahaman para peserta didik. Setiap alat Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah peraga tersebut bertujuan agar dapat memberikejelasan gambaran secara lengkap dan peserta didik dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran. Hal ini sesuai dengan penelitian dari (Faisal Reza Pradhana, 2. bahwa Setiap alat peraga tersebut bertujuan agar dapat memberi kejelasan gambaran secara lengkap dan peserta didik dapat lebih mudah memahami materi Pembuatan alat peraga pernafasan untuk mata pelajaran IPA bagi siswa kelas 5 SD tersebut diperoleh dari banyak sumber. Dalam hal model anatomi pernah pasanganmanusia maka guru mata pelajaran dalam hasil wawancara menjelaskan bahwa alat peraga tersebut dibuat Mandiri oleh Bapak Aring primanto sebagai guru mata pelajaranIPS kelas 5 SDN Watu Dringu Probolinggo. Dalam proses pembuatannya hanyamemerlukan beberapa alat dan bahan sederhana yaitu kertas karton, balon, sedotan danlem serta alat tulis untuk menggambar dan memotong bagian-bagian dari kertas karton sehingga menyerupai organ tubuh manusia. Berikutnya guru menempelkan setiap bagian organ pernapasan Misalnya paru-paru menggunakan lem dan memakai balon untuk dijadikan seperti organ paru-paru manusia yang dapat diperbesar dan diperkecil ukurannya sebagai bentuk ilustrasi dari sistem kinerja pernafasan manusia. Kendala dalam proses pembuatan cenderung terkait permasalahan finansial dan juga kebutuhanwaktu dan ketelitian sebab di lain sisi guru juga memiliki banyak tugas lainnya terkait pembelajaran. Gambar 1. 1 Alat Peraga Pernapasan Model Anatomi Manfaat dari penerapan alat peraga model anatomi manusia dalam pembelajaran IPA untuk topik pernafasan bagi siswa kelas 5 SDN Watu Dringu Probolinggo sangat memiliki dampak positif. Penerapan dari alat peraga tersebut dinilai oleh guru dapat memberi kemudahan bagi peserta didik dalam hal memvisualisasikan konsep materi yang cenderung bersifat abstrak terutama terkait kinerja pernafasan manusia sehingga dengan adanya alat peraga para peserta didik dapat memahami secara lebih baik dibandingkan hanya melalui penjelasan secara verbal. Hal ini juga diperkuat oleh pandangan para siswa di mana dengan adanya alat peraga tersebut maka para peserta didik Mampu menemukan hubungan dalam sistem pernapasan manusia yang terdiri dari organ seperti paru-paru, trakea dan bronkus. Kemampuan untuk menemukan hubungandi antara organ pernapasan tersebut mempermudah peserta didik untuk lebih memahamiproses pernafasan pada manusia bekerja Hal tersebut didukung penelitian dari(Wanasuria et al. , 2. yang menjelaskan bahwasanya dengan adanya bantuan dari alat peraga dapat menjadikan para peserta didik lebih mampu untuk memahami materi pembelajaran karena mereka lebih mudah untuk mengamati Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan mengetahui letak dan fungsi setiap organ pernafasan baik itu paru-paru, trakea bronkus dan Manfaat besar dari adanya alat peraga adalah mendorong kemampuan visualisasi dan imajinasi para peserta didik untuk memahami konsep-konsep dari materi pernapasan. Penerapan alat peraga dalam bentuk model anatomi sistem pernafasan manusia menjadikan para peserta didik lebih mudah untuk mengingat materi pembelajaran terkait pernafasan karena dapat memvisualisasikannya secara lebih nyata. Para peserta didik dapat mampu menghubungkan konsep dalam bentuk materi dengan gambaran visual dari kinerja organ pernapasan manusia. Meskipun penerapannya dapat dibilang efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta didik namun berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan juga didapatkan bahwa terdapat beberapa kendala atautantangan selama proses pembelajaran menggunakan alat peraga berbentuk model anatomi. Tantangan tersebut terutama berangkat dari keterbatasan ketersediaan dari alatperaga model anatomi tersebut dan jumlah siswa di kelas yang menuntut guru untukdapat memastikan bahwasanya seluruh peserta didik tersebut bisa melihat danmengamati secara seksama alat peraga pernafasan yang digunakan dalam pembelajaran. Hasil dari penggunaan alat peraga pernapasan selain dapat meningkatkan pemahaman dan daya ingat peserta didik juga dapat meningkatkan keterlibatan danpartisipasi peserta didik selama pembelajaran terutama dengan berbagai pertanyaan yang diajukan, mengikuti diskusi dan juga perilaku dan ekspresi wajah yang sangatingin tahu saat pembelajaran berlangsung. Hal ini diperkuat pula oleh studi dari(Suharti et al. , 2. dimana dengan adanya alat peraga pernapasan model anatomi tersebutdapat mempermudah para peserta didik untuk mengingat materi pembelajaran dan parapeserta didik menginginkan untuk lebih sering dalam menggunakan alat peraga selama pembelajaran karena dinilai lebih efektif untuk menambah daya ingat mereka selama pembelajaran. Penggunaan alat peraga tersebut juga meningkatkan keingintahuan parapeserta didik terkait mekanisme kerja organ-organ pernafasan manusia yang menjadikan mereka memiliki motivasi lebih untuk mempelajari terkait sistem pernafasan manusia. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian maka bisa dipahami bahwa dalam proses pembelajaran IPA di SDN Watuwungkuk Dringu Probolinggo untuk siswa kelas 5 digunakan alat peraga berupa model anatomi pernafasan manusia. Alat peraga tersebut dinilai dapat meningkatkan pemahaman para peserta didik sebab peserta didik lebih mampu untuk memvisualisasi konsepkonsep abstrak dalam materi pembelajaran yang akan lebih sulit jika hanya mendengar atau membaca materi tersebut. Penggunaan alat peraga model anatomi pernafasan manusia dapat memberikan kejelasan tentang Bagaimana sistem pernafasan manusia bekerja dan hubungan antar organ pada sistem tersebut. Saran dari peneliti untuk meneliti berikutnya yaitu agar dapat melakukan pengembangan lebih lanjut dari alat Peaga IPA atau media pembelajaran interaktif serupa misalnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan digitalisasi sehingga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi. Jawa Timur PGMI : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah DAFTAR PUSTAKA