TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 Implementasi dan Peran Guru Dalam Pembentukan Karakter Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di SMP Islam Nurul Mutaallimin Bajur Pamekasan Megawati Fajrin Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang Email: megawatifajrin03@gmail. Abstract Abstract: Adolescence is the first very important stage for the growth and development of a student, and in this case the developing phenomenon is that the character of students/learners is experiencing moral decadence. including free association, recklessness, drugs etc. In this case, junior high schools in the subject of aqidah and akhlak have a big role in overcoming this, especially in Islamic values. In this case, the researcher used a qualitative method. The location of the research was at SMPI Nurul Mutaallimin Bajur Pamekasan. Data collection using observation, interviews and documentation. The results of the study show that . Planning the implementation of character formation in the subject of aqidah and akhlak i. making and designing learning plans such as RPP. Syllabus, in this case the design used must also be in accordance with the conditions of the students . The application of character formation in the subject of aqidah and akhlak refers to the rules of order in the school, one of which is in the learning process which also refers to the school's KKM, . Evaluation in this character formation is in the form of exams, daily assignments. UTS. UAS which refer to the completion of the minimum criteria (KKM). The role of teachers in the implementation of character formation in the subject of aqidah and akhlak is very strong because it is still within the scope of Islamic boarding schools which uphold manners towards teachers. Article Info Article History: Received : 19-11-2023. Revised : 28-11-2023. Accepted : 30-12-2023 Keywords: Implementation. Character Building. Beliefs and Morals Kata Kunci: Implementasi. Pembentukan Karakter. Akidah Akhlak Abstrak: Masa remaja menjadi tahapan pertama yang sangat penting bagi tumbuh kembang seorang pelajar, dan hal ini dalam hal ini fenomena yang berkemabnag adalah karakter siswa/ peserta didik sedang mengalami dekadensi moral. diantaranya pergaulan bebas, ugalugalan, narkoba dll. Dalam hal ini SMP dalam mata pelajaran aqidah akhlak memiliki peran besar dalam menannggulangi hal tersebut, khususnya dalam nilai-nilai keislaman. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di SMPI Nurul Mutaallimin Bajur Pamekasan. Pegumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Perencanaa implementasi pembentukan karakter dalam mata pelajaran aqidah akhlak adalah ) membuat dan merancang perencanaan pembelajaran seperti RPP. Silabus, dalam hal ini desain yang digunakan pula harus sesuai dengan kondisi peserta didik . Penerapan pembentukan karakter pada mata pelajaran akidah akhlak adalah mengacu pada aturan tat tertib di sekolah tersebut, salah satuya dalam proses pembelajaran yang juga mengacu pada KKM sekolah,. Eevaluasi dalam pembentukan karakter ini berupa ujian, tugas harian. UTS. UAS yang mengacu pada ketuntasan kriteria minimal (KKM). Peran guru dalam implementasi pembentukan karakter dalam mata pelajaran akidah akhlak itu sangat kuat sebab memang masih dalam lingkup pesantren yang menjungjung tinggi adab kepada guru. Pendahuluan Lembaga pendidikan menjadi tulang punggung penyebaran ilmu pengetahuan Islam selama melalui tempat tersebut para pelajar ditingkatkan kapasitas dan kualitas sumber dayanya menjadi generasi-generasi emas di masa mendatang. Mereka dibimbing untuk menjadi penerus yang tidak melupakan akar sejarah dan memanusiakan manusia dengan koridor islam yang sepatutnya, sehingga bisa hidup dengan etika dan akhlak yang baik. Hal itu sudah berdasarkan ajaran agama, ilmu dan tradisi. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam membangun kecerdasan sekaligus kepribadian anak manusia menjadi lebih baik, oleh karenanya pendidikan secara terus-menerus 1 Utomo Dananjaya. Media Pembelajaran Aktif, (Jakarta: Nuansa: 2. , hlm. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 dibangun dan dikembangkan agar dari proses pelaksanaan menghasilkan generasi yang diharapkan. Dalam rangkan membangun serta membentuk peserta didik yang unggul dan diharapkan maka proses pendidikan juga senantiasa dievaluasi dan diperbaiki, salah satu upaya tersebut melalui pendidikan karakter Dalam pembentukan akhlak maka mata pelajaran aqidah akhlak menjadi sangat urgen untuk diprioritaskan sebab melalui Mapel tersebut para pelajar bisa terlebih dahulu memahami bagaimana bersikap yang baik kepada sesama mahluk Allah Swt. dan itu dibiasakan sejak dalam lingkungan sekolah sebab sangat berkaitan dengan pergaulannya di luar sekolah nanti. Generasi milenial merupakan remaja yang berkembang secara berkesinambungan dan integral, dalam arti jiwanya saling berpengaruh dengan lainnya. Pada saat masa pertumbuhannya mereka membutuhkan bimbingan, disebabkan bila remaja sama sekali belum menerima bimbingan, maka kemungkinan besar akan hilang arah tujuan hidup sehingga bisa saja menyalurkan kepada perilaku negatif, seperti memakai tawuran antarpelajar, narkoba hingga balap liar yang membahayakan nyawa. Padahal di satu sisi, kemajuan suatu bangsa tergantung seberapa jauh pengaruhnya pendidikan kepada karakter anak. Pendidikan karakter dari sekolah menjadi rujukan spiritual yang dilakukan sebagai landasani bagi siswa. Bisa dipastikan jika pendidikan aqidah akhlaknya dinilai cukup baik, maka akan berpengaruh prakteknya dalam kehidupan di tengah masyarakat akan menunjukkan pribadi yang lebih baik ke depannya. Begitu juga dengan pendidikan Aqidah Akhlak yang berada di sekolah sebagai metode pembentukan karakter siswa, meski di sisi lain masih banyak faktor-faktor kelemahan pembentukan karakter siswa. Jika faktor-faktor kelemahan siswa ini dilakukan secara terus menerus mungkin akan menghambat pembentukan proses kepribadian siswa. Beberapa materi pendidikan Aqidah. Salah satu dukungan yang luar biasa yang harus ditunjukkan oleh tenaga pendidik adalah dengan memprakktekkan materi pelajaran aqidah akhlak dalam kehidupan di sekolah, seperti sopan santun berbicara kepada yang lebih tua dan tidak mengatakan yang tidak senonoh. Sebab sesungguhnya pembelajaran yang paling adalah dengan menunjukkannya di keseharian siswa untuk ditiru dan dipraktekkan ke tengah masyarakat. Di sisi lain, sekolah ingin menghadirkan rasa kejujuran yang dibangun dengan sistem kantin jujur, dengan traksaksi yang dilakukan secara mandiri oleh para siswa namun seringkali tidak sesuai dengan ekspektasi dan upaya itu sering gagal sebab karakter jujur siswa belum siap mempraktekkan hal tersebut sehingga akhirnya gulung tikar, hal ini menunjukkan bahwa materi perilaku baik belum tertanam baik pada diri siswa. Beberapa alasan penting pembelajaran pendidikan agama melalui akidah akhlak pada dasarnya ingin membekali para siswa dengan nilai-nilai yang dianggap sudah sesuai dengan ajaran agama, tidak hanya berdasarkan tradisi yang kadang tidak sesuai dengan ajaran dan norma agama. Diharapkan sekian ajaran itu menjadi pegangan dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat, ini dikhususkan juga bagi beberapa anak muda yang masih belum pengalaman dan pengetahuan hidup di tengah masyarakat. Untuk diketahui, bahwa pada masa SMP sebagian orang sudah mulai mengenal lingkungan dengan benih-benih kebiasaan yang akan diadaptasi seumur hidup. Di fase ini hampir seluruhnya terjadi perubahan suara, postur tubuh yang mulai sedikit berubah dari masa SD, dan muncul 2 Winarno Surakhmad. Dkk. Mengurai Benang Kusut Pendidikan Gagasan Para Pakar Pendidkan ( Jakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2. , hlm. 3 Muchlas Samani dan Harianto. Konsep dan Model Pendidikan Karakter, (Bandung: Rosdakarya, 2. , hlm. 4 Soejatmoko. Menjadi Bangsa yang Terdidik (Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2. , hlm. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 ketertarikan kepada lawan jenis. Di masa ini pula, menjadi momen penting untuk ditanamkan nilai sosial yang baik agar tumbuh dengan karakter berlandaskan agama. Belajar akidah akhlak seperti belajar karakter, karna itu memerlukan pendalaman dan membutuhkan pengalaman nyata, sehingga proses pembelajaran pasif sangat tidak efektif karena siswa tidak memiliki pengalaman secara langsung sebagaimana yang diharapkan dari tujuan mata pelajaran akidah akhlak tersebut agar siswa mampu menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari. Metode Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif dan kualitatif. Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha untuk menggambarkan subjek atau objek yang ditelitinya secara lebih detail, terperinci, dan mendalam. Secara sederhana metode ini secara eksplisit mengumpulkan datadata, melakukan analisis, klasifikasi, membuat kesimpulan, dan laporan, sehingga ditemukan gambaran luas soal akidah akhlak dan pembentukan karakter. Penelitian ini juga ingin mengetahui seberapa jauh pembentukan karakter siswa melalui pembelajaran akidah akhlak, dan bagaimana dampak yang diperoleh untuk bisa diterapkan di tengah serta beberapa poin penting bagi para generasi muda bagaimana bersikap yang baik di lingkungan sekolah, masyarakat dan saat bekerja di tempat kerja nanti. Melalui metode deskriptif sebagai bentuk upaya untuk menuturkan berdasarkan data di lapangan. Metode kualitatif dilaksanakan dengan pengamatan, wawancara, atau penelaah dokumen. Metode kualitatif ini diterapkan dengan beberapa pertimbanga. Pertama, penyesuaian dengan dengan kenyataan lapangan yang jamak. Kedua, menyajikan hubungan peneliti dan responden. Ketiga, lebih mampu menyesuaikan perubahan realitas lapangan berdasarkan nilai-nilai yang 7 Lokasi penelitian di SMPI Nurul Mutaallimin ,Desa Bajur. Kabupaten Pamekasan. Pembahasan Pendidikan Karakter Secara sederhana pendidikan ialah sistem penanaman nilai-nilai karakter yang sistemasi dan baik kepada semua warga sekolah sehingga mereka bisa memiliki pengetahuan, tindakan serta kesadaran tinggi dalam melaksanakan nilaiAenilai karakter yang ditanamkan tersebut. Transformasi nilai-nilai kehidupan untuk diterapkan dalam tumbuh kembang kepribadian seseorang sehingga bisa menjadi yang mengerucut kepada pengembangan dan penguatan perilaku anak secara utuh tentunya didasarkan kepada nilai yang bersumber dari lingkungan sekolah. Tujuan pendidikan karakter di sekolah: . menguatkan dan menyebarkan nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting sehingga menjadi kepribadian atau kepemilikan peserta didik yang khas sebagaimana nilai-nilai yang dikembangkan, . mengoreksi perilaku peserta didik yang tidak bersesuaian dengan nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah, . membangun koneksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarakat dalam memerankan tanggung jawab pendidikan karakter secara bersama. Pendidikan karakater menjadi persoalan dan isu yang global dalam dunia pendidikan selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter 5 Sukarta. Perkembangan Dan Pendidikan Anak Atau Peserta Didik Dalam Tinjauan Psikilogi Islam (Psikologi Pendidikan Isla. ateri Perkuliahan Psikologi pendidikan islam. IAIN Mataram, 10/2. 6 https://w. com/literasi/penelitian-deskriptif/ diakses 9 April 2023. 7 Adhi Kusumastuti. Ahmad Mustail Khoiro Metode Penelitian Kualitatif (Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo: 2. 8 Nana Syaodih. AuMetode Penelitian PendidikanAy (Bandung: PT Rosdakarya, 2. Hlm 60 9 Kesuma, dkk. AuPendidikan Karakter kajian terori dan praktik di sekolahAy, (Bandung. PT. Remaja Rosdakarya, 2. Hlm. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam meningkatkan derajat dan martabat bangsa Indonesia. dalam kehidupan sehari-hari akhlak merupakan hal yang sanagat penting dalam bertingkah laku. dengan adanya akhlak yang baik seseorang tidak akan terpengaruh dalam situasi yang negative. Manusia berakhlak akan dapat menghiasi dirinya dengan sifat kemansiaan yang sempurna, menjadi manusia shaleh dala arti yang sebenarnya, selalu menjaga kualitas kepribadiannya sesuai dengan tuntutan Allah SWY. Pembelajaran akidah akhlak meruapakan mata pelajaran yang memiliki kontribusi besar dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan untuk melakukan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tervela dalam kehidupan sehari-hari. Akhlakul karimah ini sangat penting untuk dipraktikkan dan dibiaskan oleh peserta didik dalam kehidupan individu, bermsyarakat dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negative dari era millennial saat ini dan krisis moral yang melanda bangsa Indonesia. Akidah akhlak adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapakan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati dan merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Orientasi akhlak keagamaan merupakan suatu yang asas dalam pendiidkan Islam. Maka dalam hal ini peneliti mengangkat judul penelitian dengan judul Implementasi Pembentukan Karakter pada mata pelajaran akidah akhlak di SMPI Nurul Mutaallimin Nilai-Nilai Dalam Pendidikan Karakter Nilai-nilai pendidikan karakter yang dikembangkan oleh Kementrian pendidikan ada delapan belas karakter, adapun nilai tersebut yaitu: Religius. JUjur. Toleransi. Disiplin. Kerja Keras. Kreatif. Mandiri. Demokratis. Rasa Ingin Tahu, semangat kebangsaan. cinta tanah air, meghargai prestasi, bersahabat/komonikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial serta tanggung jawab. Dalam hal ini semua hal yang bersangkutan dengan nilai karakter harus diajarkan kepada peserta didik tidak hanya sebatas pemaparan teori saja akan tetapi harus dipraktikkan pula dalam kehidupan sehari-hari . pembentukan karakter atau pendidikan karakter tentu harus dan wajib dimiliki dan tertanam sejak dini, karena peserta didik sangat berpengaruh besar dalam setiap perbuatan dan penampilan sehingga nilai menjadi standar tingkah laku yang bersifat tetap abadi. Desain Pendidikan Karakter Menurut Doni ada tiga desain pelaksanaan pendidikan karakter yaitu: Desain pendidikan karakter berbasis kelas, dalam hal ini hubungan guru sebagai pendidik dan peserta didik sebagai pembelajar didalam kelas, relasi guru dan murid bukan menolong melainkan dialog dengan banyak arah Butuhnya sosok seoran guru untuk menjadi contoh kepada peserta didik bagaimana bersikap yang baik sehingga mereka bisa meniru sesuai dengan pola yang diajarkan lingkungan sekolah, baik guru, staf dan kepala sekolah. Desain pendidikan karakter berbasis kultur sekolah, desain ini membangun budaya sekolah yang mampu membentuk karakter anak didik dengan bantuan pranata sosial sekolah agar nilai terbentuk dan terbatinkan dalam diri peserta didik Desain pendidikan karakter berbasis, komonitas sekolah tidak berjjuang sendiriran, akan tetapi ketiganya saling berkerjasama dalam melaksankan dengan baik sehingga membentuk karakter yang kuat. 10 Pusat Kurikulum Balitbang Kkemdiknas. AuPengembangan dan Pendidikan Budaya dan Karakter Bnagsa. Pedoman Sekolah (Jakarta: Puskur Balitbang Kemdiknas 2009. 11 Doni koesuma. AuPendidikan Karakter IntegralAy, (Yogyakarta: Gavin Kalam Utama, 2. Hlm 275 TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 Hasil Penelitian Perencanaan Implementasi Pembentukan Karakter Dalam Mata Pelajaran Akidah Akhlak Perencanaan pembelajaran akidah akhlak dalam pendidikan karakter ini ada beberapa hal yang peprlu diperhatikan yaitu. membuat dan merancang perencanaan pembelajaran seperti RPP. Silabus, dalam hal ini desain yang digunakan pula harus sesuai dengan kondisi peserta didik, karakter peserta didik agar pembelajaran berlangsung sesuai dengan yang diharapakan. Jadi perencanan pembelajaran serta perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru disesuakan dengan kondisi karakteristik dan kemampuan dan berpedoman pada kurikulum yang ada berdasar rpp dan silabus. peran guru adalah sebagai fasilitator Pelaksanaan Pembentukan Karakter Dalam Mata Pelajaran Akidah Akhlah Penerapan akidah akhlak di SMPI Nurul Mutaalimin megacu pada aturan tata tertib yang diberikan oleh sekolah sehingga aturan yang ada wajib bagi siswa untu mentatinya. Penerapan akidah akhlak ini ditujukan pada pembentukan karakter siswa, siswa tidak hanya mendalami secaar intelektualnya saja akan tetapi pada karakter dan keribadian siswa. Dalam hal ini guru memberikan sumber pembelajaran dengan mmangaitkan mata pelajaran yanag dipelajari , sealain itu keaktifan siswa juga pelru diperhatikan akar mampu dijadikan tolok ukur sejauh mana siswa memahami materi akidah akhlak tersebut. Materi yang diajari pula juga seorang pendidik bisa megkolaborasikannya degan kehidupan sehari hari , bisa dengan memberikan tugas ke siswa terkait sedekah misalnya dan hal itu mampu direalisasikan siswa dan menjadikan nilai karakterbagi mereka. Dll Evaluasi Pembentukan Karakter Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Adapun evalauasi tujuannya untuk mengetahui tingkat pemahamannya siswa. Dalam hal ini hasil evalusi dari penerapan mata pelajaran akidah akhlak yaitu dengan meningkatkan prestasi belajar peserta didik dengamn KKM . riteria ketuntasan minima. , hal ini diketahui dengan nilai rata-rata siswa ada nilai harian. UTS dan UAS, dalam evaluasi ini tidak lepas dengan namanya pemberian nilai karakter siswa, penilaian sikapp, pengetahuan dan keterampilan juga didasarkanpada nilai pembentukan karakter siswa. guru juga melaukan buku control untuk menilai dan mengontrol perilaku siswa saat disekolah maupun dirumah. Dengan demikian impleentasi pembentukan karakter pada mata pelajaran akidah akhlak dapat mmebuahkan hasil secara baik , efektif dan efisien. Peran Guru Dalam Implementasi Pembentukan Karakter Dalam Mata Pelajaran Akidah Akhlak Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia peran berarti tindakan yang dilakukan oleh seeorang dalam suatu peristiwa. 12 Peran merupakan sebuah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memilki suatu status tertentu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, guru adalah orang yang pekerjaannya, mata pencahariannya atau profesinya adalah mengajar. 14 Peran guru dalam tulisan ini adalah suatu tindakan yang dilaksanakan oleh guru sebagai seorang pengajar, pendidik dan pembimbing. Di SMPI Nurul Mutaallimin menjungjung etika para guru untuk dijadikan panutan dalam bersikap sehingga hal itu bisa dikembangkan dalam keseharian dan menjadi patokan bagi mereka yang sudah remaja. Di sisi lain. Lembaga tersebut berada di lingkungan pesantren 12 Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka 2. 13 Musyarofah. Sosiologi Pendidikan ( Lumajang :LP3DI Press, 2. , hlm. 14 Depdiknas. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Dirjen Pendidikan Pusat,2. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2023 yang kental terhadap adab terhadap guru, sehingga sangat mendukung terhadap penguatan akhlak mereka melalui Mapel akidah akhlak. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan judul Implementasi Pembentukan Karakter Pada Mata pelajaran Aqidah Akhlak di SMPI Nurul Mutaallimin Bajur Pamekasan yaitu: Perencanaan implementasi pembentukan karakter dalam mata pelajaran akidah akhlak. membuat dan merancang perencanaan pembelajaran seperti RPP. Silabus, dalam hal ini desain yang digunakan pula harus sesuai dengan kondisi peserta didik, karakter peserta didik agar pembelajaran berlangsung sesuai dengan yang diharapakan, baik pula dari metode dan strategi yang digunakan setiap uru sehingga bisa terarah dalam pembentukan karakter, dan hal tersebut tidak menyimpang dari kurikulum yang ada Pelaksanaan pembentukan karakter dalam mata pelajaran akidah akhlak megacu pada aturan tata tertib yang diberikan oleh sekolah sehingga aturan yang ada wajib bagi siswa untu mentatinya. siswa tidak hanya mendalami secaar intelektualnya saja akan tetapi pada karakter dan keribadian siswa. Dalam hal ini guru memberikan sumber pembelajaran dengan mmangaitkan mata pelajaran yanag dipelajari , sealain itu keaktifan siswa juga pelru diperhatikan akar mampu dijadikan tolok ukur sejauh mana siswa memahami materi akidah akhlak tersebut, dan tidak jauh dengan patokan yang ada yaitu KKM. Materi yang diajari pula juga seorang pendidik bisa megkolaborasikannya degan kehidupan sehari hari, bisa dengan memberikan tugas ke siswa terkait sedekah misalnya dan hal itu mampu direalisasikan siswa dan menjadikan nilai karakterbagi mereka. Dll Evaluasi pembentukan karakter pada mata pelajaran akidah akhlak. Dalam hal ini hasil evalusi dari penerapan mata pelajaran akidah akhlak yaitu dengan meningkatkan prestasi belajar peserta didik dengamn KKM . riteria ketuntasan minima. , hal ini diketahui dengan nilai rata-rata siswa ada nilai harian. UTS dan UAS. dalam evaluasi ini tidak lepas dengan namanya pemberian nilai karakter siswa, penilaian sikapp, pengetahuan dan keterampilan juga didasarkanpada nilai pembentukan karakter siswa. Daftar Pustaka