Jurnal Abdimas Kesehatan Perintis 5 . 2023: 7 - 10 Contents list available at JAKP website Jurnal Abdimas Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JAKP Edukasi Penggolongan Obat Melalui Brosur di Kuranji Padang Muthia Miranda Zaunit. Revi Yenti. BA Martinus. Epi Supri Wardi Fakultas Farmasi. Universitas Perintis Indonesia Article Information ABSTRACT Swamedikasi penggunanan obat sering menjadi alternatif pengobatan yang dipilih masyarakat untuk menghemat Revised : Agus, 21, 2023 biaya konsultasi ke dokter. Namun, pemilihan obat yang tidak rasional dapat memberikan dampak negatif bagi Accepted : Agus, 21, 2023 Edukasi tentang penggolongan obat melalui brosur merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan Available online : Agus, 21, untuk menambah wawasan masyarakat tentang penggolongan obat. Sasaran utama dalam pengabdian ini Keywords adalah anggota Majlis TaAolim. Al Hijrah Kuranji Padang. Pemanfaatan brosur sebagai media informasi dan Brosur. Brochure komunikasi memiliki kelebihan karena dapat menjangkau sasaran yang lebih banyak dan tersebar jauh jika Penggolongan obat. Drug dibandingkan dengan komunikasi tatap muka. Materi yang disajikan pada brosur adalah tentang penggolongan obat. Metode yang dilakukan adalah mendatangi rumah Pre test. Post test anggota Majlis TaAolim dan memberikan brosur tentang Corespondence penggolongan obat dengan memperhatikan protokol kesehatan COVID 19. Instrumen pengumpulan data Email: adalah lembar pre test dan post test. Berdasarkan muthiamiranda@gmail. kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian brosur meningkatan pengetahuan anggotan majelis TaAoalim Al Hirah tentang penggolongan obat. Self-medication with the use of drugs is often an alternative treatment that is chosen by the community to save on the cost of consulting a doctor. However, irrational drug selection can have a negative impact on health. Education about drug classification through brochures is one solution that can be done to increase public knowledge about drug classification. The main target is members of the Majlis TaAolim Al Hijrah Kuranji Padang. Utilization of brochures as a medium of information and communication has advantages because it can reach more targets and spread far when compared to face-toface communication. The material presened in the brochure is about the classification of The method used is to visit the homes of Majlis TaAoalim members and giving brochure about drug classification by paying attention to the COVID 19 health protocol. The data collction instruments are pre test and post test sheets. Based on the data, it can be concluded that the provision of brochures increases the knowledge of the members of the Majlis TaAoalim Al Hijrah about the drugs classification. Submission : Mei, 28, 2023 A Jurnal Abdimas Kesehatan Perintis-ISSN : 2685-7510. All rights reserved Jurnal Abdimas Kesehatan Perintis 5 . 2023: 7 - 10 PENDAHULUAN Obat-obatan farmasi . sering dibagi menjadi beberapa kelompok. berdasarkan struktur kimia yang serupa, mekanisme aksi yang sama . engikat pada target biologis yang sam. , mode aksi terkait, dan yang digunakan untuk mengobati penyakit yang sama (WHO. Sistem Klasifikasi Kimiawi Terapeutik Anatomis (ACT. Anatomical Therapeutic Chemical Classification Syste. merupakan sistem klasifikasi obat yang paling banyak digunakan, yang memberikan masingmasing obat kode ATC yang unik, berupa kode alfanumerik yang menempatkan obat tersebut ke kelompok obat tertentu dalam sistem ATC. Sistem klasifikasi utama Sistem Klasifikasi Biofarmasi. Sistem ini mengelompokkan obat berdasarkan sifat kelarutan dan permeabilitasnya atau daya serapnya. Dalam farmakologi, obat adalah zat kimia, biasanya struktur kimianya diketahui, yang ketika diberikan pada organisme hidup (Ayodapo et al. , 2. Obat medikasi atau obat dalam pemahaman masyarakat umum, adalah zat kimia yang mendiagnosis suatu penyakit atau untuk meningkatkan kesejahteraan. Secara tradisional, obat-obatan diperoleh melalui ekstraksi tumbuhan obat, tetapi baru-baru ini juga melalui sintesis organik. Obatobatan farmasi dapat digunakan dalam jangka waktu terbatas, atau secara teratur untuk gangguan kronis (Supardi et al. Obat psikoaktif adalah zat kimia yang memengaruhi fungsi sistem saraf pusat, mengubah persepsi, suasana hati, atau kesadaran. Obat-obatan ini dibagi menjadi beberapa kelompok berbeda ansiolitik, antipsikotik, dan halusinogen. Obat-obatan psikoaktif ini telah terbukti bermanfaat dalam mengobati berbagai kondisi medis termasuk gangguan mental di seluruh dunia. Obat-obatan yang paling banyak digunakan di dunia di antaranya kafein, nikotin, dan alkohol, yang juga dianggap sebagai obat rekreasi, karena mereka digunakan untuk kesenangan dibandingkan untuk tujuan pengobatan. Penyalahgunaan beberapa obat psikoaktif psikologis atau fisik. Perlu dicatat bahwa semua obat dapat memiliki efek samping. Penggunaan stimulan yang berlebihan dapat meningkatkan psikosis 6 stimulan. Banyak obat rekreasional berstatus ilegal dan perjanjian internasional seperti Konvensi Tunggal tentang Narkotika dibuat untuk melarangnya (Depkes RI. Upaya mengatasi keluhan, gejala penyakit, pertolongan kepada tenaga kesehatan atau sarana pelayanan kesehatan, yaitu dengan melakukan pengobatan mandiri . Kecenderungan dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya persepsi masyarakat mengenai penyakit ringan, harga obat yang relatif lebih murah, serta kepraktisan dalam penggunaan obat-obat yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit ringan dengan penanganan sendiri menggunakan obatobat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi swamedikasi pasien yaitu perilaku swamedikasi di kalangan masyarakat (Rikomah, 2. Manfaat optimal dari swamedikasi Swamedikasi yang dilakukan dengan beberapa manfaat yaitu : membantu mencegah dan mengatasigejala penyakit ringan yang tidak memerlukan dokter, memungkinkan aktivitasmasyarakat tetap berjalan dan tetap produktif, menghemat biaya dokter danpenebusan obat resep yang biasanya lebih mahal, meningkatkan sehingga menjadi lebih aktif dan peduli terhadap kesehatan diri (Gaffari et al. Akan swamedikasi dapat menimbulkan kerugian seperti: kesalahan pengobatan karena penggunaan obat yang terkadang tidak A Jurnal Abdimas Kesehatan Perintis-ISSN : 2685-7510. All rights reserved Jurnal Abdimas Kesehatan Perintis 5 . 2023: 7 - 10 sesuai karena informasi bias dari iklan obat di media. pemborosan waktu dan biaya apabila swamedikasi tidakrasional. dapat menimbulkan reaksi obat yang tidak diinginkan seperti sensitivitas,alergi, efek samping atau resistensi (Mubin, et al. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi tentang penggolongan obat, agar masyarakat memahami golongan obat yang dapat digunakan dalam swamedikasi dan golongan yang tidak. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan membuat brosur penggolongan obat secara edukatif dan membagikan kepada Brosur merupakan sumber informasi berisi tulisan dan beberapa gambar tentang suatu topik khusus untuk sasaran dan tujuan tertentu. Pemberian informasi tentang obat kepada masyarakat memberikan pengaruh yang signifikan (Oktaviani et al. , 2. Dalam program Pengabdian kepada Masyarakat, dosen Farmasi Fakultas Farmasi bersama mahasiswa profesi apoteker Universias Perintis Indonesia akan melaksananakan kegiatan pembagian brosur obat di Majlis TaAoalim Masjid Al Hijrah Padang. Kegiatan pembagian brosur ini diharapkan bisa menambah wawasan mengetahui penggolongan obat agar dapat memilih dan menggunakan obat dengan rasional. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Metode kegiatan pengabdian dengan cara mendatangani rumah-rumah anggota Majlis TaAoalim Al Hijrah dan memberikan brosur dengan memerhatikan protokol COVID Instrument penggumpulan data berupa lembar pre test dan post test. Gambar 1. Dokumentasi pembagian brosur HASIL DAN PEMBAHASAN Edukasi melalui brosur sudah dilakukan pada hari Minggu tangal 23 Maret 2021 di Kuranji Padang. Berhubung kondisi saat ini masih dalam keadaan pandemik COVID 19, memperhatikan protokol kesehatan. Tim anggota Majlis TaAoalim ke rumah masingmasing. Selama kegiatan, semua anggota Tim Pengabmas dan juga responden menggunakan masker dan menjaga jarak. Pelaksanaannya memberikan kuesioner pre test, kemudian edukasi melalui brosur penggolongan obat dan selanjutnya post test. Terdapat 41 anggota majlis taAoalim yang diberikan brosur dan 15 sampel yang diberikan pre test dan post test. Gambar 2. Rekapitulasi Nilai Pre Test dan Post Test Edukasi Penggolongan Obat Soal pre test memuat 5 soal tentang penggolongan obat yang sering ditemui masyarakat. Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai pre test untuk yang menjawab benar soal nomor 1 hingga 5 secara berturut-turut adalah 46,67%. 26,67%. 23,33%. 23,3% dan 0%. Selanjutnya Majlis TaAolim diberikan brosur edukasi penggolongan Brosur edukasi memuat tentang penggolongan obat dengan logo. Terdapat 5 penggolongan obat yang dimuat pada brosur ini, yaitu obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, psikotropika, dan Kemudian, sampel yang diberikan pre test diberikan post test. Hasil rekapitulasi nilai post test menunjukkan bahwa 100% responden menjawab benar untuk sal no 1 hinggan nomor 5. Berdasarkan data nilai pre test dan post test terdapat peningkatan pengetahuan responden tentang penggolongan obat A Jurnal Abdimas Kesehatan Perintis-ISSN : 2685-7510. All rights reserved Jurnal Abdimas Kesehatan Perintis 5 . 2023: 7 - 10 (Gambar . Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat melalui brosur edukasi penggolongan obat berhasil dalam mengedukasi masyarakat dalam menegenal penggolongan obat. KESIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Tim Pengabmas Fakultas Farmasi Upertis terhadap anggota Majlis TaAoalim Al Hijrah Kuranji Padang berhasil majlis TaAoalim tentang penggolongan obat. REFERENSI