ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Formulasi Sediaan Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam (Syzygium poliyanthu. dan Uji Aktivitasnya Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Raudatul Patimah1*. Sri Rahayu2. Nita Triadisti2 Program Studi Profesi Apoteker. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin 2 Program Studi Di Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin *email: raudatul. patimah@umbjm. ABSTRACT Vaginal discharge is a white fluid that comes out of the vagina excessively. Candida albicans is a fungus that is part of the normal microbiota in the human body. This fungus is found on the skin, mucous membranes of the respiratory tract, and the female genital area. Bay leaves contain chemical compounds with potential antifungal properties, such as alkaloids, flavonoids, tannins, and essential oils. Ethanol extract from the leaves functions as an antifungal and antibacterial agent. Feminine hygiene soap is a liquid feminine hygiene product made from basic ingredients and used to clean the feminine area without causing skin irritation. The purpose of this study was to formulate a liquid feminine hygiene soap preparation from bay leaf extract, test the physical characteristics of the preparation, and test its activity against the growth of Candida alibicans fungus. Feminine liquid soap can be made as many as 3 formulas with bay leaf extract concentrations, namely 0% (F. , 1% (F. and 5% (F. then tested for physical evaluation and activity. The results showed that the results of the characteristics of the feminine liquid soap preparation including pH and foam height had met the requirements, while the homogeneity test had not met the requirements. The diameter of the inhibition zone for Candida fungus growth in samples from the health laboratory in F1 and F2 were 7. 07 A 0. 09 mm and 6. 97 A 0. 12, respectively. The diameter of the inhibition zone for Candida fungus growth in samples from isolated patients with vaginal discharge in F1 and F2 were 7. 30 A 0. mm and 6. 90 A 0. 26 mm, respectively, and included in the moderate category. The results of the KruskalAeWallis test using SPSS showed a significant difference between treatment groups . = 0. p < 0. , which indicates that formulation variations have a significant effect on the inhibitory power of Candida albicans. Keywords : vaginal discharge. Candida albicans, bay leaf extract, feminine hygiene soap, antifungal activity Received: November 2025. Accepted: Desember 2025. Published: Desember 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Reproduksi adalah proses biologis untuk menghasilkan menimbulkan banyak kasus keputihan. Kesehatan organ reproduksi menurut 75% wanita Indonesia pernah mengalami keputihan. Word Jumlah wanita di dunia yang pernah mengalami kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dan keputihan sekitar 75%, yang diantaranya wanita tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala Eropa mengalami sebesar 25% . Keputihan / Flour hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi. albus merupakan cairan berwarna putih dari keluar Masalah kesehatan reproduksi wanita yang buruk dari vagina berlebihan . telah menambah 33% dari total penyakit yang Candida albicans adalah jamur yang merupakan menyerang wanita di seluruh dunia, salah satunya bagian dari mikrobiota normal dalam tubuh manusia. adalah keputihan. Indonesia merupakan wilayah Jamur ini ditemukan pada kulit, selaput lendir saluran tropis, sekitar 90% wanita berpotensi mengalami pernapasan, dan area genital wanita. Candida albicans Health Organization (WHO) Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 134Ae 141 e-ISSN: 2598-2095 METODE Jamur Candida albicans adalah yang Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. paling umum ditemui pada kasus keputihan . dan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat paling patogen . daun salam (Syzygium polianthu. yang diambil dari Kasus resistensi Candida albicans terhadap flukonazol daerah Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan, etanol 96% (Merck. German. , aquadest. DMSO. Water for 34,07%, 7,69% ketokonazol, 2,19% resisten terhadap klotrimazol dan Injection, 1,09% resisten terhadap amfoterisin B . Untuk Potato Dextrose Agar (PDA) dan Nystatin . ari PT. menghindari efek samping tersebut maka digunakan Metiska Farm. Alat yang digunakan dalam penelitian alternatif bahan alam sebagai pengobatan masalah ini adalah alat gelas (Pyrex dan Iwak. , bejana Daun Salam merupakan daun rempah maserasi, timbangan, cawan penguap, mortar dan dengan nama ilmiah Syzygium polianthum yang dapat stamper, cawan petri, jarum ose, spuit ,warterbath, dimanfaatkan sebagai obat. Daun salam mengandung incubator, autoklaf, dan alat pengukur pH. senyawa kimia yang berpotensi sebagai daya antifungi Pembuatan Simplisia Daun Salam (Syzygium seperti alkaloid, flavonoid, tannin, dan minyak atsiri. Ekstrak etanol dari daun tersebut berfungsi sebagai Daun salam yang telah diambil dari kebun selanjutnya zat antijamur dan zat antibakteri, sedangkan ekstrak dibuat menjadi simplisia kering untuk memaksimalkan metanolnya berkhasiat sebagai zat anticacing . proses ekstraksi. Sebanyak 20 kilogram daun salam Sabun segar dilakukan sortasi basah untuk membersihkan zat penggunaannya lebih praktis dan bentuk yang pengotor seperti tanah ataupun bagian tanaman yang menarik dibandingkan bentuk sediaan sabun lainnya. Sehingga peneliti tertarik untuk membuat sabun dilakukan pencucian daun salam dengan air mengalir pembersih kewanitaan dalam bentuk sediaan cair. sampai bersih, lalu daun dirajang. Proses pengeringan Sabun cair biasanya digunakan untuk membersihkan dilakukan dengan cara diangin-anginkan di suhu kulit, namun dalam perkembangannya ada pembersih Simplisia daun yang sudah dikeringkan lalu di haluskan dengan blender sampai menjadi serbuk yang cair saat ini banyak asam stearate, trietanolamin, gliserol. Selanjutnya kewanitaan . bertujuan agar luas permukaan sampel menjadi besar Berdasarkan latar belakang di atas, maka dibuatlah dan pelarut lebih mudah berpenetrasi kedalam sel inovasi baru pemanfaatan ekstrak daun salam sebagai sehingga senyawa kimia yang terkandung dalam penghambat pertumbuhan jamur Candida albicans sampel tertarik dengan maksimal. dalam bentuk sediaan sabun cair kewanitaan yang akan diuji karakteristik fisik sediaan tersebut serta menguji aktivitasnya terhadap pertumbuhan jamur Candida alibicans. Sabun cair ekstrak daun salam Candida Gambar 1. Tanaman Salam. Simplisia Daun Salam (Syzygium polianthu. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 134Ae 141 e-ISSN: 2598-2095 Pembuatan Ekstrak Daun Salam (Syzygium minyak dan fase air dimasukkan ke dalam mortir Proses pembuatan ekstrak daun Salam menggunakan sedikit demi sedikit sambil terus digerus. Terakhir metode ekstraksi dengan etanol 96%. Perbandingan ditambahkan dengan ekstrak daun salam, setelah serbuk simplisia dan pelarut yaitu 1:6 dengan lama dingin ditambahkan parfum, gerus ad homogen dan waktu maserasi 5x24 jam. Pada proses maserasi cukupkan beratnya sampai 100 ml. bejana ditutup dengan menggunakan alumunium foil Uji Fisik Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam (Syzygium polianthu. dan disimpan di tempat sejuk, terlindung dari cahaya hangat dan digerus sampai homogen, ditambahkan dan dilakukan pengadukan setiap hari selama 15 Uji karakteristik sifat fisik pada sediaan sabun cair Maserat yang sudah terkumpul di diamkan di penting untuk dilakukan. Hal ini untuk memastikan ruang dingin dengan suhu 16oC sampai terbentuk bahwa sediaan sabun cair memiliki efek terapi yang ekstrak kental. baik dan tidak mengiritasi kulit serta nyaman saat Pembuatan Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam (Syzygium polianthu. Sabun cair kewanitaan dapat dilihat pada Tabel. 1 yang tersebut . Parameter pengujian sifat fisik sediaan Pencapaian diharapkan dipengaruhi oleh sifat fisik dari sediaan konsentrasi ekstrak daun salam yang berfungsi homogenitas, dan uji tinggi busa. sebagai bahan aktif dalam sediaan sabun cair Uji Organoleptis kewanitaan dengan manfaat sebagai anti jamur. Uji ini dilakukan untuk analisa mengenai bentuk. Formulasi dasar sabun cair kewanitaan yang diambil warna dan bau dari sediaan sabun cair, secara visual dari jurnal dan dioptimasi . Perbedaan ketiga . formula terletak pada konsentrasi zat aktifnya yaitu Uji pH ekstrak etanol daun salam yang digunakan yaitu pada Pengujian F0 . %). F1 . %). F2 . %). dicelupkan kedalam sediaan sabun yang telah dibuat. Tabel. 1 Formula Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam (Syzygium polianthu. kemudian dilihat angka pada pH meter . Bahan Ekstrak Etanol Darun Salam Gliserol Trietanolamin Asam Stearat Adeps lanae Parfum Aquadest ad 0,05 100 ml 0,05 100 ml 0,05 100 ml Uji Homogenitas Pemeriksaan homogenitas dilakukan dengan cara meletakkan sediaan diatas kaca arloji, dilihat secara seksama apakah terdapat butiran kasar pada sediaan . Uji Tinggi Busa Sediaan ditimbang sebanyak 1 gram, dimasukkan ke Pembuatan dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan aquades mencapurkan fase air dan fase minyak. Fase minyak hingga 10 mL, dikocok dengan membolak-balikkan yang terdiri dari asam stearat dan adeps lanae tabung reaksi, lalu segera diukur tinggi busa yang dipanaskan sampai suhu 70AC di waterbath. Fase air Lalu, tabung didiamkan selama 5 menit, yang terdiri dari gliserol kemudian diukur lagi tinggi busa yang dihasilkan dan triethanolamin juga dipanaskan pada suhu yang sama. Setelah itu fase setelah 5 menit . Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 134Ae 141 e-ISSN: 2598-2095 Candida serta berbentuk liquid. Hasil yang diperoleh dapat Pengujian Aktivitas Anti Jamur dilihat pada Tabel 3. Metodenya adalah difusi cakram menggunakan alat Tabel 3. Hasil Uji Organoleptik Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam yaitu kertas cakram sebagai media sebagai penyerap bahan antimikroba yang dijenuhkan pada bahan uji Formula . Kertas disk dimasukkan dalam formula sabun cair kemudian disk tersebut diletakkan pada media PDA Candida albicans. yang sudah ditanami Kontrol Organoleptik Bentuk Bau Warna Liquid Bau khas basis Putih Liquid Bau khas daun Hijau tua Liquid Bau khas daun Hijau tua positif digunakan Nystatin . IU dari PT. Metiska Berdasarkan uji organoleptik sediaan sabun cair pada Farm. dan kontrol negatif digunakan basis sabun Tabel 3 menunjukkan ada perbedaan bentuk dan bau. Diinkubasi selama 24 jam pada inkubator dengan terutama pada F0 yang berwarna putih karena formula suhu 37AC. Area jernih diukur yang merupakan hasil tersebut adalah formula basis tanpa ekstrak dan zona hambat . warna pada F1 yang memiliki warna hijau sedikit lebih muda dibandingkan F2. Warna dari F1 dan F2 memiliki HASIL DAN PEMBAHASAN warna yang hampir sama karena jumlah ekstrak yang Hasil Ekstraksi Daun Salam Ekstraksi digunakan tidak jauh berbeda. Seperti pada gambar 2. menggunakan serbuk daun simplisia dengan pelarut etanol 96%. Pemilihan etanol 96% sebagai pelarut adalah karena bersifat universal, dapat menarik senyawa polar, dan nonpolar, harganya murah, mudah didapatkan, tidak toksik, dan dapat mencegah pertumbuhan kapang atau jamur . Hasil randemen ekstrak Daun Salam dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Randemen Ekstrak Daun Salam Pelarut Berat Serbuk Warna Ekstrak Berat Hasil Ekstrak Randemen Etanol 500 gr Hijau Pekat 150,75 15,08% Berdasarkan tabel 2, diperoleh hasil rendemen 15,08% yang artinya hasil ekstrak yang diperoleh sudah optimal karena memenuhi persyaratan >10% artinya sudah tersari dengan baik . Uji Organoleptis Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan sabun cair kewanitaan memiliki bau khas daun dan warna hijau pekat sesuai warna dari ekstrak yang digunakan Gambar 2. Hasil Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam (F0. F1 dan F. Bau yang dihasilkan dari sediaan sabun cair tersebut khas bau daun. Suatu sediaan sabun cair dapat dikatakan lulus uji organoleptik yaitu sediaan memiliki bau yang menyenangkan, warna yang menarik dengan kekentalan yang baik dan homogen agar nyaman saat digunakan . Uji pH Uji pH sabun cair bertujuan untuk memastikan keamanan pada saat penggunaannya. Nilai keasaman pH sabun cair yang telah diformulasikan berpengaruh terhadap kulit. Syarat pH sabun cair berkisar 8-11 . Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 134Ae 141 e-ISSN: 2598-2095 Uji pH sabun cair dilakukan menggunakan stik pH banyak . Menyebutkan standar yang telah ditentukan oleh SNI pada uji stabilitas busa sediaan dicelupkan ke sediaan, perubahan warna tersebut sabun mandi cair yaitu pada rentang 60-90%. Hasil uji kemudian dicocokkan dengan warna pH yang ada di tinggi busa dapat dilihat pada Tabel 5. kotak stik pH yang nantinya akan menunjukkan nilai Tabel 5. Hasil Uji Tinggi Busa Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam Hasil uji pH dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji pH Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam Replikasi RatarataASD 9A0,0 8A0,0 8A0,0 Replikasi RatarataASD Tinggi Busa (%) 70,33A0,47 73A0,82 78,50 77,83A0,62 Berdasarkan Tabel 5, menunjukkan bahwa semua sediaan sabun cair ini memenuhi syarat sesuai SNI Berdasarkan hasil uji pH menujukkan bahwa semua yaitu dengan nilai stabilitas busa sediaan berkisar sabun cair ekstrak daun salam memenuhi syarat pH antara 70 Ae 78,5%. Nilai rata-rata stabilitas busa sabun cair yaitu 8-11. sediaan paling tinggi yaitu pada sediaan F2 dengan Uji Homogenitas nilai 70,33% dan nilai rata- rata stabilitas busa paling Pengujian rendah yaitu pada sediaan F1 dengan nilai 77,83%. dengan mengamati ada tidaknya bagian-bagian yang Pengujian tidak tercampurkan dengan baik atau pemisahan- pemisahan partikel serta mengamati warna sediaan Jamur Candida albicans yang digunakan dalam sabun cair. Kehomogenan sediaan sabun cair dapat penelitian ini diperoleh dari Laboratorium Kalimantan dilihat pada Gambar 3. Selatan yang kemudian dibiakkan pertumbuhannya di Aktivitas Anti Jamur Fakultas Candida Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Selain itu juga digunakan jamur Candida albicans yang diperoleh dari cairan keputihan wanita penderita penyakit Gambar 3. Hasil Uji Homogenitas Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam Berdasarkan hasil uji homogenitas pada Gambar 3 menunjukkan bahwa F1 dan F2 tidak homogen karena masih terlihat terlihat ada butiran putih yang belum melarut sempurna. Uji Tinggi Busa Pemeriksaan tinggi busa bertujuan untuk melihat tinggi busa yang dihasilkan. Sabun yang memiliki busa yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit karena penggunaan bahan pembusa yang terlalu keputihan dengan cara diisolasi terlebih dahulu. Pengujian aktivitas anti jamur dari sabun cair kewanitaan ekstrak daun salam menggunakan metode difusi yaitu difusi cakram. Metode difusi cakram menggunakan alat yaitu kertas cakram sebagai media sebagai penyerap bahan antimikroba yang dijenuhkan pada bahan uji . Kertas disk dimasukkan dalam formula sabun cair yaitu F1 dan F2 kemudian disk tersebut diletakkan pada media PDA yang sudah ditanami Candida albicans. Kontrol positif digunakan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 134Ae 141 e-ISSN: 2598-2095 Nystatin . IU dari PT. Metiska Farm. dan kontrol negatif digunakan basis sabun cair yaitu F0. Diinkubasi 7,07A0,09 mm. Zona hambat pada F2 . ,97A0,12 selama 24 jam pada inkubator dengan suhu 37AC. lebih kecil dibandingkan pada F1 hal ini Area jernih diukur yang merupakan hasil zona hambat kemungkinan konsentrasi ekstrak yang tinggi tidak . Sedangkan untuk Isolat candida yang mampu berdifusi ke dalam media sehingga efek penghambatan antibakterinya menjadi lebih kecil. diidentifikasi dengan pewarnaan dan Vitek. Sabun cair Data tabel 5 pada F1 dan F2 menunjukkan zona kemudian diuji ke Candida albicans yang sudah hambat sabun cair kewanitaan ekstrak Daun Salam Hasil dari uji antijamur dengan metode difusi terhadap jamur Candida cakram dapat dilihat pada Gambar 4 dan 5. katagori sedang. Berdasarkan klasifikasi kategori daya dari Labkes termasuk hambat bakteri, zona hambat dengan diameter sama dengan atau kurang dari 5 mm dianggap lemah, diameter 6-10 mm dikategorikan sedang, 11-20 mm dikategorikan kuat, lebih dari 20 mm dikategorikan sangat kuat . Hal inipun juga terjadi pada sampel Gambar 4. Diameter zona hambat sabun cair kewanitaan ekstrak daun salam terhadap jamur candida dari Labkes candida dari hasil isolat keputihan pada wanita yang dapat dilihat pada table 7. Tabel 7. Hasil Zona Hambat Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam jamur Candida dari Hasil Isolat Pengujian Gambar 5. Diameter zona hambat sabun cair kewanitaan ekstrak daun salam terhadap jamur candida dari hasil isolasi Data zona hambat dari hasil uji antijamur dengan metode difusi cakram dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Zona Hambat Sabun Cair Kewanitaan Ekstrak Daun Salam jamur Candida dari Labkes Pengujian Kontrol Candistatin Kontrol positif Candistatin Diameter Daya Hambat . Replikasi RatarataASD 0A0,00 7,3A0,26 6,9A0,26 12,17A1,22 Berdasarkan analisis statistik deskriptif pada tabel 7, kontrol positif (Candistati. menunjukkan diameter zona hambat terbesar terhadap Candida albicans Diameter Daya Hambat . Replikasi RatarataASD 0A0,00 7,07A0,09 6,97A0,12 ,17 A 1,22 m. Di antara formula uji. Hasil 11,83A1,03 menghasilkan zona hambat lebih tinggi . ,30 A 0,26 m. dibandingkan F2 . ,90 A 0,26 m. , sedangkan F0 tidak menunjukkan aktivitas antijamur . ,00 A 0,00 KruskalAeWallis SPSS Berdasarkan Tabel 6 di atas diperoleh zona hambat menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan . = 0,020. p < 0,. , yang Sedangkan untuk formula yang paling mengindikasikan bahwa variasi formulasi memberikan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 134Ae 141 e-ISSN: 2598-2095 pengaruh signifikan terhadap daya hambat Candida penelitian ini, sehingga penelitian ini bisa selesai dan Aktivitas antijamur pada F1 dan F2 dikaitkan diterbitkan di juranl bereputasi. dengan keberadaan senyawa aktif dalam ekstrak daun salam, sementara terjadi penurunan zona hambat pada F2 meskipun dengan konsentrasi ekstrak lebih tinggi diduga berkaitan dengan keterbatasan difusi senyawa aktif dalam sediaan sabun cair kewanitaan ekstrak daun salam. Hasil dari pengujian dapat dinyatakan bahwa sediaan sabun cair kewanitaan dari ekstrak daun salam memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dengan kategori KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai formulasi sediaan sabun cair kewanitaan ekstrak daun salam dan uji aktivitasnya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dapat disimpulkan yaitu hasil karakterisktik sediaan sabun cair kewanitaan yang persyaratan, sedangkan untuk uji homogenitas belum Diameter pertumbuhan jamur Candida pada sampel dari labkes pada F1 dan F2 berturut-turut adalah 7,07A0,09 mm dan 6,97A0,12. Diameter zona hambat pertumbuhan jamur candida pada sampel hasil isolat pasien keputihan pada F1 dan F2 berturut-turut adalah 7,30 A 0,26 mm dan 6,90 A 0,26 mm dan termasuk kategori sedang. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan terlebih dahulu melakukan skrining fitokimia senayawa yang ada dalam daun salam dan optimasi konsentrasi ekstrak daun salam untuk antijamur Candida albicans agar diperoleh zona hambat yang kuat. UCAPAN TERIMAKASIH