(JPPM) JURNAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT https://jurnal. DOI: 10. e-ISSN Vol. 1 No. 1 September . Diterima Redaksi: 15-07-2025 | Selesai Revisi: 20-08-2025 | Diterbitkan Online: 25-09-2025 Hubungan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Stefanus Timah Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas Keperawatan. Universitas Pembangunan Indonesia Manado. Manado. Indonesia Stefanustimah@gmail. Abstrac Infectious diseases caused by viruses from the troubled Arbovirosis group A and B group in Indonesia are known as Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) which is an endemic disease and causes health problems, not only in Indonesia but also in the tropical and subtropical regions of the world. Community Behavior relationship with DHF incidence in the work area of Teling Puskesmas Manado. The type of this research is descriptive analytic research with Cross Sectional study approach, time and place of research has been done in march year 2017 located in Puskesmas Teling Manado City. The population in this study is all people who suffer from dengue fever amounted to 30 respondents. Data analysis used in this research is univariate analysis and bivariate analysis for bivariate analysis in menanalisa relationship between variables then tested with Chi- Square with degree of confidence 95% if show significant relation, if show influence not meaningful. Conclution From the results of the study note that there is a significant relationship between knowledge with the incidence of dengue fever, there is a significant relationship between attitude with the incidence of dengue fever. Keywords: Community Behavior. Dengue Fever. Dengue Abstrak Penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari golongan Arbovirosis group A dan B yang bermasalah di Indonesia dikenal dengan Demam Berdarah Dengue (DBD)yang merupakan penyakit endemis dan menimbulkan masalah kesehatan, bukan hanya di Indonesia tapi juga dinegara tropis dan subtropis di dunia, tujan penelitian diketahui hubungan Prilaku Masyarakat dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Teling Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional study, waktu dan tempat penelitian telah dilaksanakan pada bulan maret tahun 2017 bertempat di Puskesmas Teling Kota manado. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menderita penyakit demam berdarah berjumlah 30 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis univariat dan analisis bivariat untuk analisis bivariat dalam menanalisa hubungan antara variable maka diuji dengan Chi Square dengan derajat kepercayaan 95% bila menunjukkan hubungan bermakna, bila menunjukkan pengaruh tidak Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kejadian penyakit demam berdarah, terdapat hubungan bermakna antara sikap dengan kejadian penyakit demam berdarah. Kata Kunci : Perilaku Masyarakat. Demam Berdarah. Dengue Penulis Korespondensi: Stefanus Timah | Stefanustimah@gmail. Stefanus Timah JPPM (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyaraka. Vol. 1 No. PENDAHULUAN Penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari golongan Arbovirosis group A dan B yang bermasalah di Indonesia adalah Demam Berdarah Dengue (DBD)yang merupakan penyakit endemis dan menimbulkan masalah kesehatan, bukan hanya di Indonesia tapi juga dinegara tropis dan subtropis di dunia. METODE Jenis penelitian ini adalah kuantitatif sebagai metode penelitian yang digunakan peneliti pada populasi dan sampel yang telah ditentukan. Pengumpulan data menggunakan instrument penelitian dan analisis data yang bersifat deskriptif anlitik dengan rancangan crossectional study Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Kota Manado dengan waktu penelitian dan pengambilan data selama 1 bulan pada bulan November 2024. HASIL Analisa Univariat pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah Tabel 1 Pengetahuan masyarakat tentang Demam berdarah tahun 2024 Banyak Responden Pengetahuan demam berdarah Cukup Baik Kurang Total Berdasarkan jumlah 30 responden pengetahuan yang baik tentang penyakit demam berdarah, yakni sebanyak 8 orang . ,7%). berpengetahuan cukup ada 5 orang atau 16,7 % sedangkan berpengetahuan kurang ada 17 orang atau 56,6 %. Sikap masyarakat tentang kejadian Demam Berdarah Tabel 2 Sikap masyarakat tentang kejadian Demam Berdarah di Wilayah Puskesmas Teling Atas Kota Manado tahun 2024 Banyak Responden Sikap tentang demam berdarah Cukup Baik Kurang Total Berdasarkan tabel 2 dari 30 responden diperoleh sebagian besar responden memiliki sikap yang cukup 7 orang atau 23,3 % terhadap penyakit demam berdarah bersikap baik ada 9 orang atau 30,0 % dan kurang ada sebanyak 14 orang . ,7 %). Stefanus Timah JPPM (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyaraka. Vol. 1 No. Tindakan msyarakat tentang kejadian Dmam berdarah Tabel 3 Tindakan masyarakat tentang kejadian Demam berdarah di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado tahun 2024 Banyak Responden Tindakan Cukup Baik Kurang Total Berdasarkan tabel 3 dari 30 responden diperoleh sebagian besar responden memiliki tindakan yang baik tentang kejadian demam berdarah, yakni sebanyak 5 orang . ,7 %). Responden yang memiliki tindakan cukup sebanyak 11 responden atau 36,7 % serta responden yang memiliki tindakan yang kurang sebanyak 14 orang atau 46,7%. Kejadian Demam Berdarah Tabel 4 Kejadian Demam Berdarah di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Atasa kota Manado tahun 2024 Banyak Responden Demam berdarah Ya/pernah Tidak/belum pernah Total Berdasarkan tabel 4 dari 30 responden diperoleh sebagian besar responden memiliki terdapat 21 orang . %) yang pernah atau menderita penyakit demam berdarah sedangkan 9 orang atau 30 % tidak pernah menderita penyakit demam berdarah. Analisa Bivariat Tabel 5 Hubungan Pengetahuan masyarakat dengan kejadian demam berdarah Kejadian Pengetahuan Demam berdarah Total Ya/perna Tidak Cukup 1 . ,8%) 4. ,4%) 5. ,6%) Baik 6 . ,6%) 2. ,2%) 8. ,7%) 0,026 Kurang 14 . ,7%) 3. ,3%) 17. ,7%) Total Dari hasil analisa statistik dengan Uji Chi-Square menunjukkan bahwa Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian demam berdarah di Puskesmas Teling Atas nilai P= 0,026 Stefanus Timah JPPM (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyaraka. Vol. 1 No. Tabel 6 Hubungan Sikap dengan kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado tahun 2024 Sikap Cukup Baik Kurang Total Kejadian Demam Berdarah Ya/Pernah Tidak 1. ,8%) 6. ,6%) 14. ,9%) 21. %) 4. ,4%) 2. ,2%) 3. ,1%) 9. %) Total ,7%) ,7%) ,7%) 0,033 Dari hasil analisa statistik dengan Uji Chi-Square menunjukkan bahwa Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara sikap dengan kejadian demam berdarah di Puskesmas Teling nilai P = 0,033 sedangkan Tabel 7 Dubungan Tindakan Pencegahan dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado tahun 2024 Kejadian Demam Berdarah Tindakan Total Ya/Pernah Tidak Kurang Baik Total ,6%) ,5%) ,1%) ,6%) ,6%) ,3%) ,1%) ,7%) ,7%) ,7%) 0,032 Hasil analisa statistik dengan Uji Chi-Square menunjukkan bahwa Ho ditolak yang artinya ada hubungan antara tindakan pencegahan dengan kejadian demam berdarah di Puskesmas Teling nilai P = 0,032 sedangkan PEMBAHASAN Hasil penelitian diperoleh Keadaan kesehatan lingkungan yang kurang baik sebagai pencetus penyakit DBD juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang kurang baik atau sering membuang sampah sembarangan tempat, dimana, sampah merupakan media berkembang biaknya populasi nyamuk pembawa virus Dengue. Kejadian penyakit DBD juga dipengaruhi oleh keadaan iklim dimana curah hujan yang tinggi mempengaruhi meningkatnya populasi nyamuk,populasi nyamuk yang tingi dibarengi dengan masing-masing nyamuk membawa virus sangat memicu terjadinya angka kejadian penyakit DBD. Kejadian penyakit demam berdarah juga dipengaruhi oleh tingkat kelembaban udara hal senada juga dengan penelitian dari Agus tentang faktorfaktor yang mempengaruhi kejadian Demam berdarah yang dipengaruhi oleh kelembaban udara yang tinggi menyebabkan populasi nyamuk perantara virus dengue semakin Pengetahuan yang baik dengan respon positif dari masyarakat dalam hal upaya pencegahan serta pengendalian nyamuk yang membawa virus dengue sangat membantu mencegah terjadinya panyakit DBD pada masyarakat. Pengetahuan, sikap dan tindakan merupakan domain dari perilaku dimana perilaku masyarakat yang kurang baik terhadap kesehatan lingkungan antara lain membuang sampah sembarang tempat, tidak melaksanakan 3 M, sangat mempengaruhi meningkatnya angka kejadian demam berdarah ,hal yang sama juga sesuai dengan penelitian mujari yang menyatakan bahwa perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kesehatan lingkungan mempengaruhi meningkatnya kejadian demam berdarah. Stefanus Timah JPPM (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyaraka. Vol. 1 No. KESIMPULAN DAN SARAN sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang penyakit demam Sikap yang kurang tentang penyakit demam berdarah. tindakan pencegahan penyakit demam berdarah sebagaian besar masayarakat kurang melakukan upaya Ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kejadian penyakit demam berdarah. hasil penelitian diketahui ada hubungan bermakna antara sikap dengan kejadian penyakit demam berdarah. DAFTAR PUSTAKA