Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 PERENCANAAN KAWASAN CAGAR BUDAYA MASJID SHIRATHAL MUSTAQIEM DI SAMARINDA DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR LANSEKAP Dini Aqmarani Mauliditha Arli1. Mahdalena Risnawaty2. Ahmad Riza3 1Mahasiswa Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 2&3Dosen Prodi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Email : daqmarani@gmail. ABSTRAKSI Masjid Shirathal Mustaqiem yang berlokasi di Kelurahan Mesjid. Samarinda Seberang, cukup dikenal sebagai masjid tertua yang terletak di kawasan tepi Sungai Mahakam. Karena Masjid Shirathal Mustaqiem ini adalah peninggalan sejarah dan termasuk Masjid tertua yang ada di Samarinda dengan konstruksi masjid yang sangat unik dan masih berdiri kokoh dari tahun 1891. Tujuan dari perancangan ini dilakukan adalah untuk memberikan gambaran terhadap kondisi eksisting masjid, memberikan fasilitas sarana dan prasarana penunjang untuk pengunjung yang ingin berwisata untuk studi, wisata religi dan beribadah di Masjid tertua di Samarinda. Dengan penerapan konsep arsitektur lansekap berupa Softscapes dan Hardscapes. Dari hasil pembahasan analisa besaran ruang dengan luas Koefisien Dasar Bangunan 4355 m2, luas Koefisien Dasar Hijau 5231,25 m2 dari 10 massa yang sudah termasuk bangunan Masjid Shirathal Mustaqiem. Dengan menerapkan konsep Arsitektur Lansekap di Masjid Shirathal Mustaqiem menggunakan material Softscapes seperti jenis tanaman apa saja yang digunakan pada perencanaan dan Hardscapes yang akan diterapkan pada motif pattern islami untuk keramik di sekitar taman masjid. Dan menjadikan Masjid sebagai AuVocal PointAy di Kawasan tersebut, karena banyak para pengunjung yang pergi kesana hanya bisa memotret Masjid tersebut dari satu sisi. Kata Kunci : Masjid tertua. Samarinda. Vocal Point. ABSTRACT Masjid Shirathal Mustaqiem located in Kelurahan Masjid. Samarinda Seberang, quite known as the oldest mosque located on the banks of the Mahakam River. Since the Shirathal Mustaqiem Mosque is a historical heritage and includes the oldest mosque in Samarinda with a very unique mosque construction and still standing firmly from the year 1891. The purpose of this design is to give a picture of the existing condition of the mosque, providing facilities and infrastructures that support for visitors who want to travel for study, religious tourism and worship in the oldest mosque In Samarinda. By implementing the concept of landscape architecture in the form of Softscapes and Hardscapes. From the discussion of the analysis of spatial size with the area of building basic coefficient 4355 m2, the size of the green basic coefficient 5231. 25 m2 of 10 masses that have included the building Shirathal Mustaqiem Mosque. By implementing the concept of landscape architecture in Masjid Shirathal Mustaqiem using Softscapes material such as what kind of plants used in the planning and Hardscapes that will be applied to patterns Islamic pattern for ceramics around Garden of the mosque. And make Masjid as "Vocal Point" in the area, because many visitors who go there can only photograph the mosque from one side. Keyword: Mosque. Area. Vocal Point. Totem - 8 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 PENDAHULUAN Masjid Shirathal Mustaqiem di Kota Samarinda tepatnya di Kelurahan Masjid Kecamatan Samarinda Seberang pada tahun 1880. Said Abdurachman bin Assegaf dengan gelar Pangeran Bendahara, seorang pedagang muslim dari Pontianak, datang ke Kesultanan Kutai. Ia memilih kawasan Samarinda Seberang sebagai tempat tinggalnya dan ditanggapi oleh Sultan Kutai saat itu. Aji Muhammad Sulaiman setelah melihat ketekunan dan ketaatan Said Abdurachman dalam menjalankan syariat Islam. Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka dengan membuat Perencanaan Kawasan Cagar Budaya Masjid Shiratal Mustaqiem di Samarinda dengan Penekanan Arsitektur Lansekap Karena Masjid ini adalah peninggalan sejarah dan termasuk Masjid tertua yang ada di Samarinda dan sangat disayangkan jika tidak dilestarikan kembali, dengan ini akan di tata lebih baik lagi agar para pengunjung bisa menikmati wisata dan pergi beribadah ke Masjid tertua yang ada di dan menjadikan Masjid sebagai AuVocal PointAy di Kawasan tersebut, karena banyak para pengunjung yang pergi kesana hanya bisa memotret Masjid tersebut dari satu sisi, dikarenakan sisi lain Masjid terhalang oleh bangunan penunjang seperti kantor yayasan dan toilet Masjid, dengan menjadikannya sebagai AuVocal PointAy para pengunjung bisa berkeliling di seluruh sisi Masjid. Dengan perencanaan ini maka akan dibuat Museum sebagai tempat mewadahinya para pengunjung untuk melakukan studi, di dalam museum ini akan disediakannya Ruang Pameran sebagai wadah memamerkan Frame yang bertuliskan sejarah-sejarah Masjid dan informasi yang bersangkutan terhadap Masjid. Selain itu juga ada Ruang Seminar yang akan menunjukkan dokumentasi-dokumentasi sejarah dan Informasi mengenai Masjid Shiratal Mustaqiem tersebut. METODE PENELITIAN Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain data primer dan data sekunder, dengan penerapan konsep yang dilakukan yaitu konsep arsitektur landsekap, dimana konsep ini mampu memahami dan mentransformasikan budaya tradisional dalam pemanfaatan ruang terbuka ke dalam kebutuhan ruang terbuka masa kini, dan tanpa menghilangkan wajah lama. Konsep softscape yang berupa tanaman landsekap dengan berbagai jenis tanaman, perlakukan, teknik penataan, pemindahan dan pemeliharaan. Untuk konsep hardscape berupa perkerasan landsekap yang meliputi tangga, plaza, patung, kolong jembatan laying, dan roof garden. Dengan penelitian ini diprioritaskan pada lokasi Site berada di Jalan Pangeran Bendahara, kelurahan Mesjid. Kecamatan Samarinda Seberang. Kota Samarinda. Provinsi Kalimantan Timur Masjid Mustaqiem di Samarinda dengan Penekanan Arsitektur Lansekap yaitu untuk melestarikan situs budaya yang sudah ada sejak tahun 1891 dan menjadikannya AuVocal PointAy di kawasan tersebut. Direncanakan dilengkapi dengan adanya sarana dan prasarana yang menunjang para pengunjung yang datang untuk beribadah dan berwisata dalam bentuk studi atau penilitian tentang Sejarah berdirinya Masjid dan Konstruksi Masjid yang sampai sekarang masih berdiri kokoh dan tidak ada kerusakan sedikitpun walaupun sudah ada sekian lamanya. HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi Site berada di Jalan Pangeran Bendahara, kelurahan Mesjid. Kecamatan Samarinda Seberang. Kota Samarinda. Provinsi Kalimantan Timur. Lokasi ini termasuk dalam kawasan peruntukan pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf d yaitu Kawasn Pariwisata Budaya berdasarkan Perda Kota Samarinda No. 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda Tahun 2014-2034. Lokasi ini terletak di persimpangan jalan Pangeran Bendahara dan jalan Mas Penghulu sehingga mudah dilihat dan di akses oleh pengendara mobil ataupun motor yang melintas di jalan Pangeran bendahara, untuk mencapainya dari pusat kota harus menyeberangi Sungai Mahakam melalui Jembatan Mahakam. Totem - 9 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Lokasi SIte Gambar 1 : Peta Kelurahan Mesjid (Sumber : Data Monografi Agustus - Desember 2. Site berada cukup jauh dari pusat kota kurang lebih dari 10 km, karena letak lokasi site berada di wilayah Samarinda Seberang. Untuk Kondisi Kontur pada lokasi relatif datar 0-2A, untuk luasan lahan eksisting yaitu A 8000 m2. Di lokasi ini memiliki drainase yang cukup lebar, lebarnya yaitu 3 meter dengan lebar jalan utama 4 meter dan mempunyai GSB 12,5 meter. Untuk panjang jalan Pangeran Bendahara sendiri yaitu A 750 meter. Di sebelah utara, timur dan selatan site terdapat permukiman warga, sedangkan di sebelah barat site terdapat SDN 005 Kelurahan Masjid Samarinda Seberang. Dari segi kenyamanan lokasi ini masih memiliki udara yang mengalir dari daerah Sungai Mahakam di sebelah Timur lokasi. Lokasi ini mendukung adanya daya listrik dan PDAM yang berada di sekitar lingkungan site, dan lokasi ini bebas banjir. Dan harus dipertimbangkan dalam perancangan site dan jalur keluar masuk kendaraan yang berlokasi di Jalan Pangeran Bendahara. Analisa Perencanaan Kebutuhan Ruang Untuk mengetahui ruang-ruang apa saja yang dibutuhkan untuk Kebutuhan ruang pada Perencanaan Kawasan Cagar Budaya Masjid Shiratal Mustaqiem di Kota Samarinda dengan Penekanan Arsitektur Lansekap dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dilakukan. Tabel 1. Aktifitas Kegiatan Site Masjid Shiratal Mustaqiem di Kota Samarinda Pelaku Imam Muadzin Aktifitas Kegiatan Datang dengan kendaraan pribadi Wudhu Shalat Kegiatan Lavatory Membaca buku Beristirahat Makan-minum Datang dengan kendaraan pribadi Wudhu Shalat Kegiatan lavatory Membaca buku Makan-minum Kebutuhan Ruang Tempat Parkir Wudhu Masjid Toilet Perpustakaan Pendopo dan Taman Pujasera Tempat parkir Tempat Parkir Wudhu Masjid Toilet Perpustakaan Pujasera Pendopo dan Taman tempat parkir Totem - 10 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Pelaku Khotib Peribadatan Pendidikan & Keterampilan ZIS & Wakaf Remaja Masjid Pengunjung Wisata Reiligi Aktifitas Kegiatan Datang dengan kendaraan pribadi Wudhu Shalat Kegiatan Lavatory Membaca buku Beristirahat Makan-minum Datang dengan kendaraan pribadi Wudhu Shalat Kegiatan Lavatory Membaca buku Beristirahat Makan-minum Datang dengan kendaraan pribadi Kerja/aktifitas rutin Wudhu Shalat Kegiatan lavatory Membaca buku Makan-minum Beristirahat Datang dengan kendaraan pribadi Kerja/aktifitas rutin Wudhu Shalat Kegiatan Lavatory Membaca buku Beristirahat Makan-minum Datang dengan kendaraan pribadi aktifitas rutin remaja masjid Wudhu Shalat Kegiatan Lavatory Membaca buku Beristirahat Makan-minum Datang dengan kendaraan pribadi Berkeliling Masjid Kegiatan Lavatory Istirahat Sholat Makan-minum Membeli souvenir Berkeliling di taman Pulang Kebutuhan Ruang Tempat Parkir Wudhu Masjid Toilet Perpustakaan Pendopo dan Taman Pujasera Tempat parkir Tempat Parkir Wudhu Masjid Toilet Perpustakaan Pendopo Pujasera Tempat parkir Tempat Parkir B Pendidikan Wudhu Masjid Toilet Perpustakaan Pujasera Pendopo dan Taman tempat parkir Tempat Parkir Wakaf Wudhu Masjid Toilet Perpustakaan Pendopo dan Taman Pujasera Tempat parkir Tempat Parkir Masjid Wudhu Masjid Toilet Perpustakaan Pendopo dan Taman Pujasera Tempat parkir Tempat Parkir Masjid Toilet Pendopo Masjid Pujasera kios souvenir tempat parkir Totem - 11 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Pelaku Pengunjung Museum Aktifitas Kegiatan Datang dengan kendaraan pribadi Keliling Museum Mengikuti seminar sejarah masjid Pergi membaca Kegiatan Lavatory Sholat Makan-minum Pulang Kebutuhan Ruang Tempat Parkir Area Ekshibisi Auditorium Perpustakaan Toilet Masjid Pujasera Pendopo tempat parkir Sumber : Penulis, 2019 Analisa Perencanaan Besaran Ruang Besaran ruang yang terbentuk dari adanya analisa rekab ruang kegiatan dalam Perencanaan Kawasan Cagar Budaya Masjid Shiratal Mustaqiem di Samarinda dengan Penekanan Arsitektur Lansekap ini, yang selanjutnya menghasilkan suatu besaran ruang dengan data sebagai berikut : Tabel 2. Rekapitulasi Besaran Ruang dan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) Kelompok Kegiatan KEGIATAN UTAMA Kegiatan Masjid Kegiatan Museum Luas Ruang Jumlah Unit Sirkulasi Luas Total 764,4 M2 110,03 M2 764,4 M2 220,1 M2 Kegiatan Edukasi Kegiatan Pengelola Kegiatan Service KEGIATAN PENUNJANG Tempat Wudhu Toilet DIfabel Kios Souvenir Kios Pujasera Tempat Makan Gazebo Rumah Kaum Pendopo Pos Satpam PERKERASAN Sirkulasi Kendaraan Drainase Tapak Drainase Bangunan TOTAL KDB Sumber : Hasil analisa, 2019 88,67 M2 78,41 M2 14,5 M2 115,3 M2 102 M2 18,85 M2 32,5 M2 3,9 M2 28,82 M2 35,6 M2 168,1 M2 5,92 M2 27,5 M2 24 M2 3 M2 84,5 M2 5,07 M2 37,5 M2 46,28 M2 168,1 M2 35,52 M2 107,25 M2 31,2 M2 8 M2 1830 M2 655,3 M2 80 M2 1830 M2 655,3 M2 80 M2 4355 M2 Kelompok Kegiatan Parkir Motor Luas Ruang 262,5 M2 Tabel 3. Koefisien Dasar Hijau (KDH) Jumlah Unit Sirkulasi Luas Total 262,5 M2 Parkir Mobil 468,75 M2 468,75 M2 Jalan Pejalan Kaki TOTAL KDH Sumber : Hasil analisa, 2019 4500 M2 4500 M2 25 M2 Konsep KDB. KDH. Kebutuhan Luasan Site Luas lahan pada lokasi di Jalan Pangeran Bendahara Samarinda Seberang adalah 12. 500 M2, sehingga yang didapat adalah : Totem - 12 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Luas KDB KDB KDH = 4355 m2 = 30 % = 70 % Penyelesaian : 4355 m2 / 3 = 1452 m2 1452 m2 x 7 = 10164 m2 Dengan luas lahan sebesar 12. 500 m2 dengan jumlah KDB sebesar 4355 m2 dan KDH sebesar 5231,25 m2. Maka disimpulkan bahwa luas lahan yang dibutuhkan adalah : Luas site 4355 m2 KDH 5231,25 m2 = 9586,25 m2 Dengan hasil perhitungan diatas KDB dan KDH sebesar 9586,25 m2 dan luas lahan sebesar 500 m2 maka sisa lahan sebesar 2913,75 m2 akan dipakai untuk RTH seperti Taman, pedestrian dan lahan parkir dengan perkerasan yang menyerap air. Konsep kebutuhan Lahan Penambahan lahan dikarenakan perencanaan baru seperti Museum. Taman. Pujasera dan bangunan penunjang lainnya agar fasilitas wisata pada Kawasan Cagar Budaya Masjid Shiarathal Mustaqiem ini lebih memadai. Oleh karena itu dengan adanya perencanaan ini akan diperlukannya lahan lebih dari lahan eksistingnya, maka Kawasan Cagar budaya ini akan mengambil lahan kosong yang memang sudah diperuntukkan untuk perluasan kawasan Masjid. Gambar 2 : Dimensi Lahan (Sumber : Penulis, 2. Konsep Gubahan Massa Pada Konsep gubahan massa di perencanaan ini akan menggunakan komposisi terpusat. Seluruh bangunan yang berada di dalam kawasan akan terpusat ke Masjid Shirathal Mustaqiem dikarenakan Masjid adalah Center atau Vocal Point pada kawasan tersebut. Gambar 3 : Konsep Gubahan Massa (Sumber : Penulis, 2. Totem - 13 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Konsep Gubahan Massa Pada bentuk bangunan Museum di Perencanaan Kawasan Cagar Budaya Masjid Shirathal Mustaqiem ini akan menerapkan bentuk bujursangkar, kubus dan segi 8 dan akan mengambil desain fasad bangunan Masjid Shirathal Mustaqiem dan desain fasad TPA di kawasan Masjid tersebut. Gambar 4. Fasad Masjid Gambar 5. Fasad TPA Gambar 6. Konsep Bentuk Bangunan (Sumber : Penulis, 2. Konsep Warna pada Bangunan di Kawasan Masjid Untuk warna pada bangunan penunjang lainnya akan menggunakan warna-warna monokromatik seperti warna putih, abu-abu, coklat muda dan tua agar masih terlihat senada dengan bangunan sekitar dan tetap menjaga keselarasan bangunan. Gambar 7. : Konsep Warna pada Bangunan (Sumber : Penulis, 2. Konsep Struktur Struktur Atas Menurut hasil analisa pada perencanaan ini bangunan yang ada di kawasan Masjid semua memakai atap sirap, dikarenakan atap sirap sudah jarang ditemukan dan keawetan atap tidak terjangkau panjang maka agar selaras dengan atap bangunan sekitar akan menggunakan jenis atap yang seperti sirap yaitu atap Shingle yang berbahan bitumen. Memakai atap Shingle Gambar 8. : Konsep Atap pada Bangunan Museum dan Bangunan Lainnya (Sumber : Penulis, 2. Totem - 14 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Struktur Tengah Kolom yang akan diterapkan pada perencanaan ini yang akan digunakan pada bangunan museum yaitu 20/20. Sedangkan untuk kolom praktis pada bangunan lainnya diperencanaan ini memakai 15/15 di setiap bangunannya. Pada analisa di perencanaan ini lantai yang akan digunakan akan dibedakan sesuai fungsinya sebagai berikut : Untuk di dalam Bangunan Yang dimaksud lantai untuk di dalam bangunan seperti jenis material lantai yang berbeda disetiap ruangan seperti ruangan Museum, toilet, dan lantai pada Ramp. Tabel 4. Material Lantai di Dalam Bangunan No. Bangunan Museum Perpustakaan. Pengelola. Pujasera. Kios Souvenir. Pos satpam. Tempat Wudhu & Toilet Jenis Material & Gambar Menggunakan Lantai rabat beton dilapis Kayu parkit Menggunakan Lantai Granit Menggunakan Lantai granit Sumber : (Penulis, 2. Untuk di luar Bangunan Yang dimaksud lantai untuk di luar bangunan seperti penggunaan lantai perkerasan pada taman seperti hamparan pasir, rerumputan, tanaman penutup tanah, grass block, paving block dan hamparan koral. Tabel 5. Material Lantai di Luar Bangunan No. Bangunan Taman Jenis Material & Gambar Menggunakan Paving Block Groundcover Batu alam AusliceAy Totem - 15 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 No. Bangunan Parkiran Mobil : Grass Block Parkiran Motor : Paving Block Jenis Material & Gambar Menggunakan lantai perkerasan yang penyerap air yaitu grass block Sumber : (Penulis, 2. Pada konsep perencanaan ini untuk bahan dinding yang akan digunakan berupa batu bata, plester dan acid an pengecatan pada bangunan museum, perpustakaa, pengelola, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 6. Material Dinding Bangunan No. Bangunan Museum Perpustakaan. Pengelola. Pujasera. Kios Souvenir. Pos satpam. Tempat Wudhu & Toilet Jenis Material & Gambar Menggunakan batu bata, di plester acid an pengecatan Dan ditempel atau dilapisi menggunakan papan kayu Menggunakan batu bata, di plester acid an pengecatan Sumber : (Penulis, 2. Struktur Bawah Berdasarkan analisa pondasi yang akan diterapkan pada Perencanaan Kawasan Cagar Budaya Masjid Shirathal Mustaqiem ini yaitu : Pondasi Batu Gunung Digunakan untuk bangunan yang berlantai 1 dan jarak bentang tidak lebar maupun beban yang lebih berat. Seperti bangunan Kios pujasera, souvenir, rumah kaum, perpustakaan dan toilet. Pondasi Telapak / Footplate Digunakan pada bangunan kawasan Masjid jika beban bangunan pada kolom bangunan cukup besar seperti bangunan Museum pada kawasan. Totem - 16 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Gambar 9. : Konsep Struktur Bawah (Sumber : Penulis, 2. Konsep Utilitas Dalam teknik bangunan gedung, sanitasi merupakan pekerjaan yang mengatur tentang fasilitas kebersihan dan kenyamanan suatu bangunan sehingga suatu zat yang tidak terpakai atau limbah dikeluarkan/dibuang. di-recycle agar tidak membahayakan dan mengganggu pengguna bangunan. Pada umumnya pekerjaan sanitasi meliputi : Memasang pompa air, bak penampung dengan pipanya . Memasang kloset dengan saluran pembuangannya ke septictank BioFil . Membuat pantry dan bak cuci / sink pada pujasera . Memasang wastafel dan kran cuci lainnya. Pembuangan dan Kontrol Limbah Bangunan Septictank BioFil Pada perencanaan ini akan menggunakan Septictank Biofil yang Ramah Lingkungan dalam proses pengolahan limbah domestik, dengan biofil air tanah disekitarnya terbebas dari bakteri yang berasal dari kotoran padat manusia yang dibuang. Gambar 10 : Konsep BioFil (Sumber : Penulis, 2. Sumur resapan Pada Perencanaan ini untuk air buangan dari kamar mandi, bak cuci, talang air hujan dapat langsung dialirkan ke peresapan dan air yang sudah bersih lalu akan dilakukannya water treatment sebelum di alirkan ke kolam ikan pada taman. Dengan adanya peresapan ini akan mengurangi bau yang tidak sedap di sekitar lingkungan. Gambar 11 : Konsep Peresapan (Sumber : Penulis, 2. Totem - 17 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Sistem Jaringan Air Bersih Air dari jaringan PDAM dialirkan menuju ground reservoir penampungan air yang diletakkan dekat dengan bangunan maka akan mengandalkan gaya gravitasi, air dari tandon kemudian di distribusikan ke tiap titik pengambilan air seperti keran, washtafel dan toilet. Sistem Pembuangan Sampah Untuk konsep perencanaan ini akan diterapkannya Biopori atau yang biasa disebut dengan Teknologi Lubang Resapan Biopori merupakan metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah, selain dengan sumur resapan. Pemanfaatan Biopori ini akan membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap dapat tertangani, disamping itu juga dapat menyimpan air untuk musim kemarau. Sampah Organik BioPori Pupuk Kompos Gambar 12: Sistem Pembuangan Sampah (Sumber : Penulis, 2. Konsep Instalasi Proteksi Kebakaran Berdasarkan analisa Masjid Shirathal Mustaqiem sebagai aset cagar budaya berada sangat dekat dengan bangunan penunjang bangunan Masjid, resiko kebakaran sangatlah tinggi. Tabel 7. Konsep Proteksi Kebakaran No. Bangunan Jenis Material & Gambar Menggunakan APAR dikarenakan bangunan museum tidak menggunakan sprinkler untuk menjauhi bahaya rusaknya barang pajangan yang ada di Maka akan disediakannya hydrant halaman yang jangkauannya tidak jauh dari bangunan Tersedianya : APAR Selang Hydrant Hydrant Halaman Museum Perpustakaan. Pengelola. Pujasera. Kios Souvenir. Pos satpam. Tempat Wudhu & Toilet Sumber : (Penulis, 2. Konsep Lansekap Elemen Lunak (Softscap. Kelebihan dari arsitektur lansekap dalam menggubah ruang adalah dapat menggubah ruang dengan komponen material lunak . oft Material. , yaitu tanaman atau pepohonan dan air. Tanaman merupakan material lansekap yang hidup dan terus berkembang. Jenis Tanaman Sesuai Fungsi Tanaman Penutup Tanah Tabel 8. Pemilihan Tanaman Penutup Tanah No. Nama dan Gambar Tanaman Rumput Gajah Mini Lili Paris Fungsi Merupakan tanaman penutup tanah pada area aktivita. Daun berbentuk lanset dengan warna hijau kadang Tinggi tanaman kurang dari 10 cm. mudah rusak alaupun sering terinjak-injak dan akan tumbuh subur pada tanah berpasir yang memiliki drainase Merupakan tanaman penutup tanah, tanaman pembatas pad ataman, dan pelengkap pada terrarium. Termasuk tanaman berumpun dan berumbi yang tumbuh sepanjang Totem - 18 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 No. Nama dan Gambar Tanaman Fungsi Daun tipis berwarna hijau atau variegate dengan panjang sekitar 10-15 cm. bungaputih bertangkai panjang tumbuh diantara daun dan tunas anak. Memilliki cabang . yang membawa tunas baru. (Sumber : Penulis, 2. Tabel 9. Pemilihan Tanaman Pagar No. Nama dan Gambar Tanaman Pisang Hias (Tanaman Semak Sedan. Pucuk Merah (Pohon Renda. Tanaman Soka (Tanaman Semak Renda. Kana Presiden Fungsi Merupakan tanaman pengarah jalan atau border jika ditanam massal sejajar. Daunnya menyerupai daun pisang dengan ukuran lebih bervariasi. Bunga semunya merupakan seludung . elopak dau. , sedangkan bunga asli berukuran kecil dan terletak di dalam selubung tersebut. Bunga semu ini terdiri atas berbagai arna seperti warna pink merah, jingga dan hijau dengan bentuk menyerupai capit udang yang tumbuh menggantung atau menghadap ke atas. Fungsi tanaman ini yaitu sebagai tanaman pengarah jalan, display plant, jika dipangkas secara teratur dapat berfungsi sebagai tanaman pagar atau pembatas. Jika tidak dipangkas rutin, pucuk merah dapat tumbuh hingga 6 m dan lebar 2 m dengan bentuk tajuk cenderung kolumnar. Buah berukuran kecil berwarna ungu kehitaman dan kerap menjadi makanan burung liar. Merupakan tanaman pembatas dan tabir. Bisa menjadi display plant dan pencipta suasana pada taman formal dan geometric. Awalnya merupakan semka liar. Disebut flame of the wood karena penampilan bunganya memancar, seperti kembang api dan hidup di hutan-hutan. Bunga berupa bunga majemuk berwarna oranye, merah dan putih. Tanaman ini biasanya digunakan pada taman pada bagian depan atau ditanamkan pada pinggir pagar depan/dalam sebagai pembatas sebuah taman serta sering tanam pada area penghijauan trotoar jalan karena keindahan (Sumber : Penulis, 2. Tabel 10. Pemilihan Tanaman Pelindung No. Nama dan Gambar Tanaman Dadap merah (Pohon Renda. Pohon Tanjung (Pohon Renda. Fungsi Fungsi tanaman ini yaitu penyemarak taman karena bunganya Tanaman peneduh karena bertajuk lebar. Tanaman pengarah jalan jika ditanam secara massal sejajar. Tingginya dapat mencapai 15 m. bunganya merah jingga atau merah Bunga tumbuh berkelompok membentuk tandan dan muncul pada ujung ranting yang gundul, daun manjemuk berbentuk menyitip yang berjumlah ganjil dan berwarna hijau. Fungsi sebagai tanaman peneduh, tanaman pengarah jalan, dan tanaman tabir . jika ditanam massal. Bentuk tajuknya Perpaduan bentuk dan warna daunnya yang hijau Buah matang berwarna merah jingga. Termasuk jenis pohon bergetah. Tingginya bias mencapai 15 meter. Totem - 19 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 No. Nama dan Gambar Tanaman Fungsi (Sumber : Penulis, 2. No. Tabel 11. Pemilihan Tanaman Pengarah Jalan Nama dan Gambar Tanaman Fungsi Fungsi tanaman ini yaitu sebagai pengarah jalan jika Palem Putri ditanam massal sejajar. Bisa menjadi point of interest (Pohon Renda. pada taman. Tanaman hias cosmopolitan ini dapat tumbuh di mana saja. Bentuk keseluruhan tidak terlalu Tajuknya menjurai. Daunnya berwarna hijau dan bertekstur sedang. Bunganya berwarna kuning dan tidak beraroma. Sebaiknya ditanam ditanah yang mengandung pasir dan tanpa genangan air. Glodokan Tiang Fungsi tanaman ini yaitu sebagai pengarah jalan dan penghalang tabir yang efektif jika ditanam sejajar karena tajuknya yang massif dengan betuk fastigate. Tingginya bisa mencapai 10-15 meter. daun berwarna hijau mengilap, berbentuk lanset memanjang, bagian ujung menyempit dan tepi daun berombak. Bunga kecil-kecil berwarna kuning kehijauan muncul dari ketiak daun,. (Sumber : Penulis, 2. Tabel 12. Pemilihan Tanaman Rambat No. Nama dan Gambar Tanaman Fungsi Vernonia (Tanaman Ramba. Fungsi tanaman ini yaitu sebagai tirai pada tembok atau background, merupakan tanaman display pada balkon hunian. Daya tarik tanaman ini pada tampak pada bentuk tajuknya yang menjuntai sehingga bila ditanam secara massal pada balkon atau bagian atas tembok dapat memberi efek bak tirai alami. Dapat pula digunakan untuk menghalangi bad view. Daun berwarna hijau tumbuh selang-seling. Bunga berukuran kecil dan berwarna putih. (Sumber : Penulis, 2. Tabel 13 Pemelihan Tanaman Hias No. Nama dan Gambar Tanaman Fungsi Bunga Bugenvil Bisa menjadi Point of interest pada taman, sebuah tanaman pergola tempat parkir, selasar atau balkon Berbunga sepanjang tahun. Kelopak bunga semunya beraneka warna . ngu, pink, putih, merah dan kunin. serta mudah disilangkan. Tinggi tanaman perdu sedang ini 1,2 Ae 1,8 m. (Sumber : Penulis, 2. Elemen Keras Hardscape adalah unsur-unsur material buatan atau elemen selain vegetasi yang dimaksudkan adalah benda-benda pembentuk taman, terdiri dari bangunan, gazebo, kursi taman, kolam ikan, pagar, pergola, air mancur, lampu taman, batu, kayu, dan lain sebagainya. Material keras tersebut. Totem - 20 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Tabel 14. Elemen HardScape No. Nama Material Material keras alami . rganic material. yaitu Material keras alami dari potensi geologi . norganic materials used in their natural stat. yaitu batu-batuan, pasir, dan batu bata. Gambar (Sumber : Penulis, 2. Tabel 15. Fasilitas Parkir No. Jenis Gambar Material Perkerasan Menyerap Air (Grass Block. Paving bloc. Jenis Parkir (Sumber : Penulis, 2. Pencahayaan Pada perencanaan ini untuk konsep pencahayaan pada taman akan menggunakan lampu sorot yang akan di taruh dibawah dan di setiap sisi bangunan Masjid dan Museum. Dengan arah cahaya lurus ke atas. Lampu sorot tiang yang berfungsi menerangi kawasan masjid pada malam hari yang akan ditaruh di sisi site yang cahaya lampunya bisa menjangkau semua kawasan site agar penerangan kawasan memadai. Gambar 13. Lampu sorot pada taman (Sumber : Penulis, 2. Pattern atau Pola Lantai Pembentukan pola-pola lantai berkaitan dengan perkerasan lantai itu sendiri. Intensitas penggunaan lantai perkerasan yang tinggi antara lain pada jalan setapak, jalan masuk kendaraan, tempat parkir, plaza tempat berkumpul dan area tempat duduk. Berbagai bahan material yang dapat dimanfaatkan untuk perkerasan lantai antara lain, yaitu : Totem - 21 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Tabel 16. Material Pattern pada Lantai No. Jenis Material & Gambar Batu Lempeng Gambar Akan digunakan pada pola jalan pedestrian dan pola Pattern Menggunakan Lantai granit unpolished sebagai pembentuk pola pattern pada lantai di Taman. Paving Block Kotak Akan digunakan sebagai pembentuk pola pattern pada site. Berbentuk square dan mudah dibentuk dan ada banyak pilihan warna. Sumber : (Penulis, 2. Gambar di bawah termasuk Pola pattern yang akan diterapkan pada site. Gambar 14. Konsep Penerapan Pattern pada Site (Sumber : Penulis, 2. KESIMPULAN Adapun kesimpulan pada perencanaan kawasan cagar budaya Masjid Shirathal Mustaqiem di Kota Samarinda adalah sebagai berikut : Masjid Shirathal Mustaqiem ini adalah peninggalan sejarah dan termasuk Masjid tertua yang ada di Samarinda dengan konstruksi masjid yang sangat unik dan masih berdiri kokoh dari tahun Totem - 22 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Memiliki fungsi yang berupa AuVocal PointAy di Kawasan tersebut, karena banyak para pengunjung yang pergi kesana hanya bisa memotret Masjid tersebut dari satu sisi, dikarenakan sisi lain Masjid terhalang oleh bangunan penunjang seperti kantor yayasan dan toilet Masjid. Daftar Pustaka