5th Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang AuPeningkatan Kinerja Dosen Melalui Penelitian dan Pengabdian MasyarakatAy 4 Oktober 2023 PELATIHAN MUSIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN POTENSI MASYARAKAT DI DESA CISAAT Dani Nur Saputra*1. Dian Herdiati2. Ida Bagus Ketut Sudiasa3 1,2,3 Universitas Negeri Jakarta *1daninursaputra6@gmail. Abstract Desa Wisata Cisaat, located in Subang. West Java, has sufficient natural potential to make it an attractive tourist destination. Support for the concept of tourist villages needs to be enhanced through community participation in the arts, so that Cisaat Village can exhibit the breathtaking beauty of nature and art. In presenting the artistic aspects of Cisaat village, expertise of the local residents is required. The current artistic wealth in Cisaat village still requires development efforts, considering its enormous potential. The community in this village has a significant population of children and teenagers, who potentially can play a crucial role in developing Cisaat village into an excellent tourist destination. The challenge here is the limited number of individuals who have experience and knowledge in the field of music. Art education in Cisaat Village is still traditional, with artistic knowledge handed down only to family members from older generations. Many young people in this village do not have the ability to play music and consequently only serve as passive spectators who do not participate in artistic activities. Through this community service program, the residents are provided with training in music skills, which in turn will create opportunities for community development in the fields of art and tourism. This activity has a positive impact on enriching the cultural and artistic sector in Cisaat Village, and contributes to the development of the village as a prominent tourist destination. Kata kunci Training. Music. Cisaat Abstrak Desa Wisata Cisaat. Subang. Jawa Barat memiliki potensi alam yang cukup untuk menjadikannya tujuan wisata yang menarik. Dukungan terhadap konsep desa wisata perlu ditingkatkan melalui partisipasi masyarakat dalam bidang seni, sehingga Desa Cisaat dapat menampilkan daya tarik alam dan seni yang menggugah rasa indah. Dalam menghadirkan aspek seni di Desa Cisaat, diperlukan keahlian dari penduduk setempat. Kekayaan seni yang ada di Desa Cisaat saat ini masih memerlukan upaya pengembangan, mengingat potensinya yang sangat besar. Komunitas di desa ini memiliki populasi yang signifikan dari kalangan anak-anak dan remaja, yang secara potensial bisa berperan penting dalam mengembangkan Desa Cisaat menjadi destinasi wisata yang unggul. Tantangan yang dihadapi di sini adalah keterbatasan jumlah individu yang memiliki pengalaman dan pengetahuan di bidang musik. Pembelajaran seni di Desa Cisaat masih bersifat tradisional, dengan pengetahuan seni yang diwariskan dari generasi tua hanya kepada anggota keluarga. Banyak di antara generasi muda yang belum memiliki kemampuan bermain musik, mereka hanya menjadi penonton pasif dan tidak terlibat dalam aktivitas seni yang ada di desa ini. Melalui program pengabdian, masyarakat diberi pelatihan dalam keterampilan musik, yang pada gilirannya akan membuka peluang bagi pengembangan komunitas dalam bidang seni dan pariwisata. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam memperkaya sektor budaya dan seni di Desa Cisaat, serta berkontribusi terhadap perkembangan desa sebagai destinasi wisata yang menarik. Kata kunci Pelatihan. Musik. Cisaat PENDAHULUAN Analisis Situasi Mitra Cisaat, sebuah desa yang terletak di kecamatan Ciater. Subang. Jawa Barat, telah menjadi perhatian khusus dari Universitas Negeri Jakarta. Wilayah desa ini mencakup 4 dusun, 6 RW, dan 28 RT. Keindahan alam yang dimiliki oleh Desa Cisaat menjadi potensi utama untuk menarik minat para wisatawan (Aisyianita, 2. Selain pesona alamnya yang masih alami, hasil bumi dari Desa Cisaat seperti buah nanas dan kayu mahoni, saat ini tengah diupayakan untuk dikembangkan sebagai produk kayu arang (Wibowo dkk, 2. Kondisi alam yang sejuk juga menjadi landasan bagi masyarakat Cisaat untuk beraktivitas beternak sapi perah, yang mampu menghasilkan susu Bahkan, kotoran sapi dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas yang bermanfaat. Kondisi alam yang diberkahi ini menjadi potensi besar untuk mengembangkan Desa Cisaat menjadi destinasi wisata Upaya ini mendapatkan dukungan penting saat Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Desa Cisaat pada tahun 2022 dan mendorong inklusi desa dalam jaringan desa wisata (Suliyanthini dkk, 2. , yang membawa potensi besar dalam mengangkat Desa Cisaat menjadi destinasi wisata yang lebih dikenal. Namun, selain potensi alam dan hasil bumi yang cukup mengesankan, penting juga untuk mengembangkan aspek seni di Desa Cisaat sebagai bagian dari konsep desa wisata. Peningkatan potensi masyarakat dalam bidang seni, terutama dalam bermain musik dan menampilkan seni tersebut, akan meningkatkan daya tarik bagi para wisatawan (Putri, 2. Aktivitas seni juga dapat menjadi daya tarik tersendiri, yang memungkinkan pengunjung untuk belajar dan terlibat langsung dalam kegiatan seni yang ada di Desa Cisaat. Bahkan, pertunjukan musik yang diadakan oleh masyarakat dapat menjadi sumber hiburan dan juga peringatan acara-acara penting baik tingkat nasional maupun lokal di desa tersebut. Semua upaya ini dalam pengembangan seni di desa, tidak hanya akan menarik lebih banyak pengunjung, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat. Desa Cisaat memiliki warisan budaya yang berharga, termasuk dalam bentuk seni yang khas dari Subang, seperti sisingaan, gembyung, dan jaipong (Triana & Nisa, 2. Namun, seni-seni ini saat ini hanya terbatas dalam lingkup keluarga dan pada generasi yang lebih tua. Seiring dengan ini, tim pengabdian dari program studi pendidikan musik terlibat dalam melatih masyarakat Desa Cisaat, terutama anakanak dan remaja, dalam bermain musik dan mengelola pertunjukan Ini adalah upaya untuk memberikan pelatihan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengembangkan potensi seni masyarakat. Sebagai hasil dari pengabdian ini. Desa Cisaat akan semakin memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata, dengan aktivitas seni yang semakin beragam dan meriah. Dalam rangka mendukung pengembangan seni dan peningkatan potensi desa, pelatihan musik yang diselenggarakan oleh tim pengabdian ini tidak hanya melatih dalam bermain alat musik tradisional, tetapi juga memberikan pengetahuan tentang pengelolaan pertunjukan seni secara keseluruhan. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan aktivitas seni dan pertunjukan di Desa Cisaat. Dengan pelatihan ini, masyarakat akan semakin terampil dalam seni dan mampu membawa Desa Cisaat menuju tingkat keunggulan yang lebih tinggi sebagai destinasi wisata dan pusat kegiatan seni budaya. Permasalahan Mitra Tantangan yang dihadapi oleh mitra adalah jumlah yang terbatas dari Sumber Daya Manusia yang memiliki latar belakang seni, yang mengakibatkan kurangnya aktivitas seni dalam lingkungan masyarakat, terutama yang melibatkan anak-anak dan remaja di Desa Cisaat. Selain itu, keterbatasan fasilitas belajar alat musik juga menjadi masalah. Kemampuan masyarakat dalam mengelola pertunjukan seni juga masih Meskipun lokasi desa ini memiliki pemandangan alam yang indah dan luas, potensinya seharusnya dapat dijadikan panggung yang menawan untuk pertunjukan seni. Minimnya keterampilan anak-anak dalam bermusik mengakibatkan partisipasi mereka dalam ajang festival seni yang kompetitif menjadi jarang, yang mengurangi representasi Desa Cisaat dalam kompetisi tersebut. Oleh karena itu, pentingnya melestarikan dan mengembangkan kekayaan seni yang ada, agar Desa Cisaat dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan aspek edukasi tetapi juga seni budaya yang kaya. METODE PELAKSANAAN Tim pengabdian masyarakat awalnya melakukan observasi lapangan di Desa Cisaat, dengan tujuan memahami kondisi dan potensi masyarakat dalam bidang kesenian. Kunjungan ini melibatkan interaksi langsung dengan warga dan kepala desa, serta melibatkan diskusi untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang situasi di desa tersebut. Setelah berdialog dengan masyarakat, tim mengunjungi sanggar kesenian di desa untuk mengevaluasi potensi yang dapat dikembangkan. Langkah ini menjadi dasar dalam merancang program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan peluang yang ada. Program pelatihan dilakukan dengan metode demonstrasi dan praktek, melibatkan peserta dalam pengembangan keterampilan musik dan pertunjukan. Selain memberikan pelatihan dalam bermain alat musik dan memahami teori dasar, program juga mendorong kolaborasi dalam pertunjukan seni. Tim pengabdian masyarakat menyusun Modul pelatihan yang disusun dengan materi dan jadwal terstruktur sebagai panduan peserta. Peserta pelatihan dimotivasi dan dipersiapkan secara kondusif sebelum memasuki pelatihan musik dan pertunjukan. Tempat dan fasilitas pelatihan disiapkan dengan baik. Materi meliputi konsep dasar teori musik, demonstrasi alat musik perkusi, pengembangan permainan alat musik, simbol handsign, konsep kolaborasi, dan pembawakan lagu Pelatihan juga mencakup pengembangan melodi dan persiapan Peserta diberi pemahaman tentang pengelolaan seni pertunjukan serta didorong berkolaborasi dalam menciptakan pertunjukan seni musik. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan di kampong Cilimus, yang terletak di desa Cisaat. Subang. Jawa Barat. Dalam program ini, sejumlah 25 pemuda dan pemudi terlibat dalam beberapa sesi pelatihan seni yang berfokus pada manajemen pertunjukan, teknik perekaman, dan pelatihan seni pertunjukan. Pada awalnya, sesi pertama membahas aspek manajemen pertunjukan dan teknik perekaman, melibatkan peserta untuk memahami pentingnya pengelolaan suatu pertunjukan serta teknik efektif dalam Selanjutnya, sesi seni pertunjukan difokuskan pada tiga elemen seni tradisional, yaitu gamelan degung, tembang, dan perkusi idiom Melalui kegiatan ini, tujuannya adalah untuk mendukung perkembangan seni dan budaya tradisional di kampong Cilimus, sambil memberikan pengetahuan tentang seni dan manajemen pertunjukan kepada generasi muda. Dalam langkah awal, dilakukan evaluasi untuk mengumpulkan data mengenai pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum pelatihan dimulai. Kemudian, sesi manajemen pertunjukan memberikan pemahaman tentang prinsip dasar dalam mengelola pertunjukan seni. Di sisi lain, sesi perekaman bertujuan mengajarkan teknik perekaman dengan menggunakan peralatan sederhana seperti ponsel dan laptop. Setelah kedua sesi tersebut, dilakukan sesi diskusi untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti Pendekatan holistik dalam program ini dirancang melalui serangkaian tahapan yang logis, dimulai dari pemahaman awal hingga manajemen pertunjukan dan perekaman. Acara puncaknya adalah pertunjukan seni malam hari, yang diorganisir dengan kerjasama antara tim dosen dan karang taruna. Hasil dari program ini menggambarkan adanya potensi besar di kampong Cilimus yang perlu terus dikembangkan. Dalam hal ini, penyegaran pada kesenian tradisional menjadi fokus utama sebagai daya tarik wisata yang khas dan mendalam. Namun, untuk mencapai hal ini, persiapan matang serta pelatihan yang cermat sangatlah penting. Proses ini melibatkan identifikasi mendalam terhadap aspek potensial dan strategi yang tepat untuk merevitalisasi kesenian yang ada. Pada skala jangka panjang, program pengabdian ini memiliki potensi untuk mengubah dinamika kampong Cilimus menjadi destinasi wisata yang beragam dan berkontribusi pada pemertahanan identitas budaya lokal serta melibatkan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Program pengabdian masyarakat ini telah dirancang dengan teliti, terbagi menjadi beberapa sesi yang saling melengkapi. Dalam upaya memajukan desa wisata, aspek krusial dalam manajemen pertunjukan dan perekaman telah diberikan penekanan yang sangat penting. Sesi ini memberikan wawasan dalam persiapan dan dokumentasi pertunjukan seni, di mana keterampilan manajemen dan perekaman menjadi landasan utama dalam menciptakan pengalaman seni yang luar biasa. Namun, esensi sebenarnya dari workshop ini berpusat pada pelatihan kesenian. Materi pelatihan yang disampaikan, kesempatan yang diberikan selama workshop, dan penerimaan hangat dari masyarakat setempat telah membentuk ikatan yang kuat. Semua elemen ini bekerja bersama dalam mendorong pengembangan desa wisata Cisaat, khususnya di kampung Cilimus. Klimaks dari serangkaian kegiatan ini adalah pementasan seni yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal. Lokasi pementasan bukan hanya menjadi panggung, melainkan juga merupakan bagian dari properti dengan ciri khasnya sendiri, menciptakan suasana otentik yang tak terlupakan. Seni orisinal masyarakat, seperti gamelan degung, perkusi dengan idiom gembyung, dan tembang kaulinan, dihidupkan kembali dalam pementasan ini sebagai ekspresi budaya dan identitas yang mengagumkan. Upaya ini selaras dengan strategi pengembangan potensi desa wisata di Cisaat. Subang. Jawa Barat. Dengan melestarikan dan mempromosikan kearifan lokal serta tradisi seni, desa wisata semakin menarik bagi pengunjung. Dampaknya tak hanya ekonomis melalui sektor pariwisata, tetapi juga merangkul pemeliharaan budaya dan identitas masyarakat, yang pada gilirannya memberikan dasar yang kuat bagi pertumbuhan dan kemajuan desa secara keseluruhan. Dengan terus berkomitmen dan terlibat dalam upaya semacam ini, desa wisata Cisaat dapat terus berkembang sebagai destinasi yang unik dan menginspirasi. SARAN Bagi program pengabdian masyarakat selanjutnya, disarankan untuk terus mempertahankan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai aspek seni dan budaya dalam pemajuan desa wisata. Penting untuk menjaga keterlibatan aktif masyarakat setempat dan mengadakan pelatihan reguler dalam bidang seni, serta memperluas jangkauan kerjasama dengan komunitas seniman dan ahli budaya. Selain itu, pemanfaatan teknologi modern dalam dokumentasi seni dapat ditingkatkan untuk mempromosikan dan melestarikan warisan budaya desa. Tim pengabdian selanjutnya juga dapat mempertimbangkan mengadakan pertunjukan dan acara seni secara berkala untuk terus menarik minat wisatawan dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi desa wisata Cisaat. UCAPAN TERIMA KASIH