Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Volume 5 Nomor 2. September 2025 DOI: https://doi. org/10. 37726/jammiah. Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan Keamanan Layanan M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah Anton Apriyadi1. Moch. Cahyo Sucipto2. Abdul Muhyi3 1,2,3 STIES Indonesia Purwakarta Jl. Veteran No. Ciseureuh. Kec. Purwakarta. Kabupaten Purwakarta. Jawa Barat 41118. Indonesia 122462004@sties-purwakarta. 2mcahyosucipto@sties-purwakarta. 3abdulmuhyi@sties-purwakarta. ABSTRAK Dominasi M-Banking konvensional di Desa Kadumekar menunjukkan rendahnya preferensi terhadap M-Banking syariah, yang dipengaruhi oleh desain antarmuka yang kurang intuitif dan kenyamanan akses yang rendah. Masyarakat lebih memilih e-wallet karena dinilai lebih praktis, sehingga diperlukan evaluasi terhadap aksesibilitas dan keamanan layanan perbankan digital antara bank konvensional dan syariah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kemudahan akses dan keamanan layanan pada Masyarakat Desa Kadumekar pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini perbandingan kemudahan akses pada Masyarakat Desa Kadumekar pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah, berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U-test diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan dalam hal fitur aplikasi, kecepatan layanan, antarmuka pengguna, atau dukungan teknis yang dirasakan oleh para pengguna. Hasil ini penting bagi bank syariah untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan layanan digital agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal, sejajar dengan layanan perbankan konvensional. Selanjutnya berdasarkan hasil uji statistik independent sample t-test yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,867 > 0,05, mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA signifikan secara statistik antara pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah dalam hal persepsi nasabah terhadap aspek keamanan M-Banking. Nilai signifikansi yang melebihi batas ambang 0,05 memperkuat penerimaan terhadap hipotesis nol, yang berarti bahwa nasabah bank konvensional dan bank syariah cenderung memiliki persepsi yang sama mengenai tingkat keamanan layanan M-Banking yang digunakan. Kata Kunci: Perbandingan Kemudahan Akses. Perbandingan Keamanan Layanan. MBanking Syariah. M-Banking Konvensional. Masyarakat Desa. ABSTRACT The dominance of conventional M-Banking in Kadumekar Village shows a low preference for Sharia M-Banking, which is influenced by an unintuitive interface design and low access convenience. People prefer e-wallets because they are considered more practical, so it is necessary to evaluate the accessibility and security of digital banking services between conventional and Sharia banks. The purpose of this study is to determine the comparison of ease of access and security of services among the people of Kadumekar Village who use conventional and Islamic M-Banking. This study uses a quantitative case study approach, with data collection techniques through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The conclusion of this study is that there is a difference in ease of access among Kadumekar Village residents who use conventional and Islamic bank M-Banking Based on the results of the Mann-Whitney U-test, a significance value of 0. 000 < 0. 05 was obtained, indicating a significant difference between users of conventional and Islamic bank MBanking services. This difference reflects differences in terms of application features, service speed, user interface, or technical support as perceived by users. These results are important for Islamic banks to improve the quality and convenience of digital services in order to optimally meet the needs of the community, in line with conventional banking services. Furthermore, based on the results of the independent sample t-test, which showed a significance value of 0. 867 > 0. 05, there was no statistically significant difference between conventional bank and Islamic bank M-Banking users in terms of customer perception of M-Banking security. A significance value exceeding the threshold of 0. reinforces the acceptance of the null hypothesis, which means that conventional bank and Islamic bank customers tend to have the same perception of the security level of the M-Banking services they use. Translated with DeepL. ree versio. Keywords: Comparison of Accessibility. Comparison of Service Security. Islamic M-Banking. Conventional M-Banking. Rural Communities. PENDAHULUAN Indonesia memiliki kejadian atau perhatian yang menarik mengenai M-Banking saat ini. Nasabah sudah merasakan kenyamanan dengan layanan yang ada, layanan perbankan yang dikenal dengan istilah E-Banking memungkinkan nasabah untuk mendapatkan informasi dan menyelesaikan berbagai urusan perbankan secara cepat, mudah dan tanpa batas tempat dan waktu. Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mempengaruhi industri perbankan, perusahaan yang ingin maju dan berkembang harus memiliki keunggulan kompetitif, antara lain adalah dengan mengadopsi fasilitas teknologi informasi dan memberikan layanan kepada konsumen 1. Ramen A Purba et al. AuAplikasi Teknologi Informasi: Teori Dan ImplementasiAy (Yayasan Kita Menulis. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA 1 2 3 4 5 6 7 Perkembangan pada sektor perbankan telah tumbuh dan berkembang dengan pesat serta mendominasi kegiatan perekonomian. Kegiatan sektor perbankan sangat menentukan kemajuan negara dalam bidang perekonomian. Kegiatan utama dalam Bank adalah menghimpun dana dari masyarakat umum dalam bentuk kredit atau pembiayaan . dan tabungan 2 . Dalam industri perbankan, penggunaan teknologi informsi (M-Bankin. merupakan salah satu bentuk layanan dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah nasabah melakukan transaksi keuangan . Layanan yang baik akan membentuk sikap positif nasabah terhadap perusahaan dan niat untuk tetap menggunakan jasa layanan jasa perbankan yang bersangkutan. Teknologi M-Banking telah menjadi bagian integral dari system perbankan dimasa sekarang, terkhusus dalam kemudahan akses bagi pengguna untuk melakukan transaksi keuangan secara fleksibel. Namun, setiap bank menghadirkan layanan dengan ciri khas masing-masing baik dalam aspek kemudahan ataupun keamanan. Adapun M-Banking yang terpopuler di Indonesia periode tahun 2024 adalah sebagai berikut: Grafik 1. M-Banking Terpopuler Di Indonesia 2024 BTN Mobile Octo Mobile BSI Mobile BNI Mobile Banking Livin by Mandiri BRImo BCA Mobile (Sumber: diolah oleh Penulis Goodstats. Berdasarkan data grafik 1. 1 di atas. BCA Mobile menjadi aplikasi M-Banking paling populer di Indonesia pada tahun 2024. Aplikasi ini merupakan produk dari PT Bank Central Asia Tbk, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011. Sebanyak 40% responden memilih BCA Mobile sebagai layanan M-Banking favorit, terutama karena tampilan antarmuka yang intuitif serta berbagai fitur yang tersedia. Faktor keamanan yang terjamin juga menjadi alasan utama mengapa banyak pengguna lebih memilih layanan ini. Selain BCA Mobile. BCA juga menyediakan MyBCA, yang menghadirkan berbagai fitur seperti transfer, pembayaran, investasi melalui e-deposito, pinjaman, serta transaksi valuta asing. Di peringkat kedua. BRImo menjadi layanan perbankan digital yang banyak digunakan, dengan 27% responden memilihnya sebagai aplikasi pilihan. BRImo ini diluncurkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) pada Februari 2019, aplikasi ini mencatatkan 2,2 juta transaksi hanya dalam waktu dua bulan setelah peluncurannya, dengan Nur Hidayah Pulungan. Elpina Yanti Hasibuan, and Muhammad Lathief Ilhamy Nasution. AuBlang Sentang Village CommunityAos Understanding of Indonesian Sharia Bank,Ay Journal of Indonesian Management 2, 1 . : 9Ae15. 3 Putri Amalia and Anna Zakiyah Hastriana. AuPengaruh Kemanfaatan. Kemudahan Keamanan. Dan Fitur m-Banking Terhadap Kepuasan Nasabah Dalam Bertransaksi Pada Bank Syariah Indonesia (Studi Kasus BSI KCP Sumene. ,Ay Alkasb: Journal of Islamic Economics 1, no. : 70Ae89. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA total nilai transaksi mencapai Rp1,2 triliun. Posisi ketiga ditempati oleh LivinAo by Mandiri dengan 15% pengguna, kemudian diikuti oleh BNI M-Banking dengan 10%. BSI Mobile sebesar 5%. Octo Mobile sebanyak 2%, dan BTN Mobile yang memperoleh 1% responden. Secara keseluruhan, faktor seperti kelengkapan fitur, pengalaman pengguna, inovasi layanan, serta target pasar sangat mempengaruhi popularitas aplikasi M-Banking di Indonesia. Di sisi lain, bank konvensional dan bank syariah memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengelola layanan dan operasional. Bank konvensional beroperasi dalam mengutamakan efisiensi dan inovasi teknologi yang disesuaikan dengan pasar global masa kini, sedangkan bank syariah beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah islam yang mempengaruhi tata kelola dan kebijakan termasuk dalam pengembangan M-Banking 4. Desa Kadumekar merupakan salah satu desa di kecamatan Babakancikao Purwakarta yang mayoritas masyarakat sekarang berprofesi sebagai buruh pabrik, karena desa Kadumekar dekat dengan lingkungan industri, termasuk di desa Kadumekar sendiri terdapat perusahaan pencetak batu bata ringan . Sistem penggajian buruh pabrik hampir semuanya sudah menggunakan sistem payroll atau pembayaran melalui layanan perbankan, baik perbankan syariah maupun pernbankan konvensional. Salah satu layanan perbankan yang digunakan oleh masyarakat desa Kadumekar adalah layanan M-Banking. Layanan M-Banking telah menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia perbankan digital, memungkinkan nasabah untuk melakukan berbagai transaksi keuangan dengan mudah dan Namun, di kalangan masyarakat desa Kadumekar masih terdapat beberapa masalah yang ditemukan peneliti yang juga memengaruhi preferensi masyarakat dalam menggunakan layanan digital ini. Salah satunya sebagian besar masyarakat lebih memilih menggunakan M-Banking dari bank konvensional dibandingkan bank syariah 6. Hal ini dapat disebabkan oleh persepsi bahwa bank konvensional lebih dulu menawarkan fitur yang lebih lengkap, antarmuka aplikasi yang lebih modern, serta akses yang lebih luas sedangkan bank syariah cenderung masih kurang dalam mempromosikan keunggulan layananya sehingga masyarakat kurang memahami manfaat yang ditawarkan dan cenderung lebih terbiasa menggunakan M-Banking bank konvensional seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI). BCA. sisi lain meski demikian seiring perkembangan waktu, bank syariah juga terus berinovasi dan berkembang dalam pelayanan perbankan sehingga memungkinkan dapat bersaing dalam kemudahan dan keamanan dalam pelayanan. Berikut data hasil observasi pengguna MBanking konvensional dan M-Banking syariah dikalangan masyarakat desa Kadumkear: S H Rachmadi Usman and others. Aspek Hukum Perbankan Syariah Di Indonesia (Sinar Grafika, 2. Zulfina Arizky Zulkifly and others. AuAnalisis Peningkatan Kualitas Layanan M-Banking Dengan Pendekatan Metode E-Servqual Pada PT. Bank Sulselbar Cabang Utama MakassarAy (Universitas Hasanuddin, 6 Jamaludin. AuWawancara Seputar Pengguna M-BankingAy (Ketua RT Perum Kadumekar Desa Kadumekar, 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Diagram 1. Perbandingan Pengguna M-Banking Syariah Dan Konvensional Pada Masyarakat Desa Kadumekar M-Banking Syariah M-Banking Konvensional (Sumber: Hasil Observasi dan diolah oleh peneliti, 2. Berdasarkan hasil diagram 1. 1 di atas, menunjukan sebanyak 64% individu atau 9 orang menggunakan M-Banking konvensional, sementara 36% atau 5 orang memilih M-Banking Proporsi ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna di desa Kadumekar masih lebih banyak mengandalkan layanan perbankan digital konvensional dibandingkan dengan sistem berbasis syariah. Hal ini karena beberapa faktor utama yang mempengaruhi preferensi ini kemungkinan besar adalah ketersediaan layanan yang lebih luas dan kemudahan akses yang ditawarkan oleh bank konvensional membuat M-Banking konvensional lebih menarik bagi pengguna. Selanjutnya hasil temuan berkaitan dengan kemudahan akses pengguna M-Banking dikalangan masyarakat di Desa Kadumekar Babakancikao merasakan ketidaknyamanan dalam menggunakan layanan M-Banking, baik yang disediakan oleh bank konvensional maupun bank syariah. Ketidaknyamanan ini muncul karena sejumlah alasan, seperti desain antarmuka aplikasi yang dinilai kurang intuitif, sehingga menyulitkan pengguna untuk memahami fitur-fitur yang tersedia tanpa bantuan atau panduan tambahan. Selain itu, proses otentikasi seperti penggunaan PIN, password, atau biometrik sering kali dianggap rumit, terutama bagi masyarakat dengan tingkat literasi digital yang masih rendah 7. Faktor lain yang menjadi alasan ketidaknyamanan menggunakan M-Banking berkaitan dengan kendala teknis seperti gangguan server atau koneksi internet menjadi tantangan bersama bagi semua lembaga perbankan. Hal ini cenderung dalam tingkat literasi digital yang bervariasi di kalangan masyarakat desa Kadumekar juga turut memengaruhi pengalaman pengguna dalam memanfaatkan layanan M-Banking. Di beberapa kasus, masyarakat yang belum sepenuhnya memahami cara kerja aplikasi mungkin menghadapi kesulitan dalam menavigasi atau menggunakan fitur-fitur utama yang ditawarkan layanan M-Banking. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital dan edukasi dari semua pihak lembaga perbankan menjadi langkah penting untuk memaksimalkan manfaat layanan MBanking 8. Sopian. AuWawancara Seputar Penggunaan M-BankingAy (Ketua Dusun 2 Desa Kadumekar, 2. Fitri Mutia. Akses. Informasi Dan Disabilitas (Airlangga University Press, 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Berikutnya hasil temuan berkaitan dengan kemudahan akses pengguna M-Banking dikalangan masyarakat di Desa Kadumekar Babakancikao masyarakat cenderung lebih memilih menggunakan layanan e-wallet seperti Dana. OVO, atau Shopee-pay untuk melakukan transaksi sehari-hari dibandingkan layanan M-Banking (M-Bankin. Preferensi ini dapat dijelaskan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan kemudahan akses, fleksibilitas, serta fitur yang ditawarkan oleh e-wallet. Oleh sebab itu, layanan e-wallet sering kali dianggap lebih sederhana karena memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai jenis transaksi, seperti pembayaran tagihan, pembelian pulsa, hingga transfer uang, dengan langkah yang cepat dan mudah. Berikut adalah data hasil observasi kepada pengguna MBanking konvensional dan M-Banking syariah dikalangan masyarakat desa Kadumkear: Diagram 1. Perbandingan Pengguna E-Wallet Pada Masyaralat Desa Kadumekar OVO ShopePay Dana Pengguna E-Wallet Dana OVO ShopePay (Sumber: Hasil Observasi dan diolah oleh peneliti, 2. Berdasarkan data dalam diagram 1. 2 di atas, mayoritas pengguna layanan e-wallet memilih Dana, dengan persentase mencapai 70% atau 12 orang, mampu menunjukkan dominasi platform ini dalam transaksi digital. Sementara itu, 18% atau 3 orang pengguna OVO, dan 12% atau 2 orang memilih ShopeePay. Distribusi ini mencerminkan preferensi masyarakat terhadap ekosistem pembayaran digital yang menawarkan kemudahan akses, promosi menarik, serta integrasi dengan berbagai layanan e-commerce dan finansial. Selain itu, e-wallet biasanya terintegrasi dengan berbagai platform digital, termasuk ecommerce, yang semakin mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan Kurangnya inovasi dan integrasi serupa pada layanan M-Banking, baik konvensional maupun syariah menjadi tantangan besar dalam menarik minat masyarakat untuk menggunakan layanan tersebut 9. Dibandingkan dengan M-Banking, yang terkadang membutuhkan proses registrasi atau otentikasi yang lebih kompleks, di sis lain e-wallet menawarkan solusi yang lebih praktis, terutama bagi masyarakat dengan tingkat literasi digital yang beragam. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan preferensi masyarakat terhadap platform transaksi keuangan yang lebih modern dan adaptif, sekaligus memberikan tantangan bagi perbankan baik konvensional maupun syariah yang kemudian bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan digital agar lebih kompetitif. Dengan Intan Permatasari et al. AuAnalisis Swot Menuju Layanan M-Banking Dan Strategi Meningkatkan Tabungan Di Bmt NU Kota Kraksaan,Ay Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara 1, no. : 460Ae64. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA memahami kecenderungan ini, penelitian dapat memberikan wawasan yang relevan untuk mengembangkan strategi optimalisasi M-Banking yang lebih sesuai dengan kebutuhan Berdasarkan beberapa hasil temuan diatas, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbandingan kemudahan akses dan keamanan layanan pada Masyarakat Desa Kadumekar pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah. II. TINJAUAN PUSTAKA Kemudahan Akses Menurut teori Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis. Kemudahan akses didefinisikan sebagai sejauh mana pengguna dapat dengan mudah menggunakan . layanan, baik digital maupun non-digital tanpa menghadapi beberapa hambatan yang bersifat signifikan. kemudahan akses mencakup persepsi bahwa suatu sistem yang ada pada teknologi dapat digunakan dengan mudah tanpa memerlukan usaha yang besar 10 . Selain itu, kemudahan akses disebut dengan aksesibilitas atau keteraksesan, ketercapaian yang didapat oleh seseorang terhadap sesuatu. Menurut Jogiyanto kemudahan akses atau kemudahan penggunaan adalah keyakinan tentang siklus pengambilan keputusan. Dengan asumsi seseorang menerima bahwa informasi dan aplikasi tidak sulit untuk digunakan atau cukup mudah untuk dilihat maka dia akan menggunakannya. Konsep ini meliputi kejelasan maksud dan penggunaan teknologi informasi dan kemudahan penggunaan suatu sistem agar sesuai dengan keinginan pengguna 11 . Sedangkan menurut Adyas menyatakan bahwa perceived ease of use atau persepsi kemudahan penggunaan adalah suatu sistem dirancang bukan untuk menyulitkan atau mempersulit pemakainya akan tetapi berfokus terhadap penggunaan sistem yang justru mempermudah seseorang dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan 12 . Kemudahan akses berarti mudah untuk dipelajari, mudah untuk dipahami, sederhana dan dapat dioperasikan dengan mudah. Berdasarkan beberapa hasil pengertian di atas, penulis dapat simpulkan bahwa kemudahan akses atau kemudahan penggunaan ialah sejauh mana keyakinan seseorang dalam proses pengambilan keputusan. Jika individu merasa bahwa informasi dan aplikasi tersedia dalam format yang mudah dipahami dan dapat digunakan, maka pengguna lebih cenderung memanfaatkannya. Selain itu, kemudahan akses diartikan sebagai kemampuan seseorang percaya untuk mengakses atau mencapai serta menggunakan suatu layanan, fasilitas atau informasi tanpa adanya hambatan baik fisik maupun non fisik terkhusus dalam Soetam Rizky Wicaksono. Teori Dasar Technology Acceptance Model, ed. Soetam Rizky Wicaksono, ed 1 (Malang-Jawa Timur: CV. Seribu Bintang, 2. , https://doi. org/10. 5281/zenodo. 11 Silvia Permata Putri and Nur Laily. AuPengaruh Promosi. Kemudahan Akses. Dan Rating Terhadap Keputusan Pembelian Pada Shopee (Studi Pada Mahasiswa Stiesia Surabay. ,Ay Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen (JIRM) 13, no. 12 Andini Andini. AuPengaruh Kemudahan Dan Kemanfaatan Terhadap Keputusan Mahasiswa FEBI UIN Palu Dalam Menggunakan Layanan E-MoneyAy (Universitas Islam Negeri Datokarama Palu, 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA penggunaan teknologi berbasis digital pada layanan M-Bangking. Dari berbagai teori yang dikemukakan diatas peneliti menggunakan satu teori, yaitu teori Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis. Indikator adalah alat ukur dalam sebuah proses mencapai tujuan. Indikator tidak selalu menjelaskan tentang keadaan keseluruhan, tetapi juga dapat berupa sebuah petunjuk . atau perkiraan yang mewakili keadaan 13. Indikator kemudahan akses menurut Davis ada 4 14. Kemudahan Belajar (Ease of Learnin. Mengacu pada seberapa cepat dan mudah seseorang dapat memahami serta menguasai penggunaan suatu sistem atau teknologi. Semakin intuitif suatu sistem, semakin cepat pengguna dapat belajar tanpa memerlukan pelatihan yang kompleks. Kemudahan Penggunaan (Ease of Us. Menunjukkan tingkat kenyamanan dan efisiensi dalam menggunakan suatu sistem atau teknologi. Sistem yang mudah digunakan memiliki antarmuka yang intuitif, navigasi yang jelas, serta minim hambatan dalam operasionalnya. Ketersediaan Dukungan Teknis (Technical Support Availabilit. Mengacu pada sejauh mana pengguna dapat memperoleh bantuan teknis saat menghadapi kendala dalam penggunaan sistem. Dukungan ini bisa berupa layanan pelanggan, dokumentasi, atau forum komunitas yang membantu menyelesaikan masalah teknis. Ketersediaan Sumber Daya (Resource Availabilit. Menunjukkan sejauh mana pengguna memiliki akses terhadap berbagai sumber daya yang diperlukan untuk menggunakan suatu sistem, seperti panduan pengguna, tutorial, perangkat keras, atau koneksi internet yang stabil. Keamanan Layanan Menurut Audun J dalam Dhiraj Kelly Sawlani mengemukakan keamanan secara umum dapat diartikan sebagai keadaan bebas dari bahaya. Pengertian ini sangat luas dan meliputi rasa terlindungi seseorang dari kejahatan baik disengaja maupun tidak, seperti bencana alam. Sedangkan menurut Kalakato dan Whinston didefinisikan sebagai sebuah keadaan, kondisi, atau peristiwa yang berpotensi terhadap data atau jaringan, yang dapat berupa perusakan, pembocoran, perubahan serta penyalahgunaan data. Sedangkan menurut Hua konsep keamanan mengacu pada kemampuan untuk melindungi terhadap ancaman potensial. Namun, dalam lingkungan online, keamanan didefinisikan sebagai kemampuan dari website perusahaan online untuk melindungi informasi konsumen dan data transaksi keuangan mereka dicuri selama terjadi hubungan diantara mereka. Sementara kontrol keamanan yang dirasakan menggambarkan sejauh Filia Hanum et al. Pemberdayaan Masyarakat Pedagang Kaki Lima Dalam Meningkatkan Perekonomian (Mega Press Nusantara, 2. 14 Wicaksono. Teori Dasar Technology Acceptance Model. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA mana sebuah situs e-commerce yang dianggap aman dan mampu melindungi informasi lainnya dari ancaman potensi 15. Kemudian menurut Mahardika keamanan adalah suatu kemampuan untuk melindungi informasi internet banking dari berbagai ancaman dan penyalahgunaan data yang ada pada rekening nasabah 16 . Hal ini menjadi sangat penting, khususnya dalam konteks transaksi yang dilakukan melalui M-Banking, di mana perlindungan data pengguna dan keandalan sistem menjadi hal utama yang menentukan kepercayaan konsumen. Selebihnya, keamanan adalah suatu keadaan dimana bebas dari bahaya. Selain itu, keamanan layanan merujuk pada perlindungan terhadap data, informasi dan transaksi dari ancaman seperti kebocoran informasi, penipuan atau serangan siber 17. Indikator keamana layanan meurut Raman Arasu dan Viswanathan dalam Dhiraj Kelly Sawlani mengemukakan sebagai berikut: Jaminan Keamanan Jaminan keamanan adalah berperan penting dalam mengurangi kekhawatiran konsumen tentang penyalahgunaan data pribadi dan transaksi data yang mudah Kerahasiaan Data Kerahasiaan data ialah prinsip yang menjamin bahwa informasi hanya dapat diakses oleh individu atau entitas yang memiliki izin atau kewenangan untuk melihatnya. Untuk itu kerahasiaan data konsumen benar-benar harus dijaga. M-Banking M-Banking merupakan layanan yang memungkinkan nasabah bank melakukan berbagai transaksi perbankan melalui ponsel atau Smartphone. Selain itu, layanan M-Banking dapat digunakan dengan menggunakan menu yang sudah tertera atau tersedia pada SIM (Subscriber Identity Modul. Card. USSD (Unstructured Suplementary Service Dat. , atau melalui aplikasi yang dapat diunduh dan diinstal oleh nasabah18. Menurut Hutabarat. M-Banking adalah fasilitas perbankan yang disediakan melalui komunikasi bergerak, seperti telepon genggam, dengan berbagai fitur yang hampir sama dengan Automated Teller Machine (ATM), kecuali untuk pengambilan uang tunai. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan, fleksibilitas, dan efisiensi bagi nasabah dalam mengakses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja19. Dhiraj Kelly Sawlani. Keputusan Pembelian Online: Kualitas Website. Keamanan Dan Kepercayaan. Cetakan 1 (Surabaya: Scopindo, 2. , https://doi. org/Scopindo. 16 Mukhtisar Mukhtisar. Ismail Rasyid Ridla Tarigan, and Evriyenni Evriyenni. AuPengaruh Efisiensi. Keamanan Dan Kemudahan Terhadap Minat Nasabah Bertransaksi Menggunakan Mobile Banking (Studi Pada Nasabah Bank Syariah Mandiri Ulee Kareng Banda Ace. ,Ay Jihbiz: Global Journal of Islamic Banking and Finance 3, no. : 63. 17 Happy Ichlas Arridla. Sri Hartati, and others. Keamanan Informasi Dan Data (Penerbit NEM, 2. 18 Otoritas Jasa Keuangan. Bijak Ber-EBanking (Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan, 2. 19 Rahmadani Rahmadani. AuPengaruh Penggunaan Layanan Internet Banking. Mobile Banking Dan SMS Banking Terhadap Kepuasan Nasabah Di PT. Bank Mega Indonesia (Perser. Tbk. Kantor Cabang PolewaliAy (Universitas Sulawesi Barat, 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Karakteristik Responden/ Informan Karakteristik adalah serangkaian sifat atau ciri-ciri yang membentuk identitas seseorang atau sesuatu yang membedakannya dari yang lain. Karakteristik dapat mencakup berbagai hal, mulai dari sifat-sifat kepribadian, nilai-nilai, keterampilan, sikap, hingga bakat yang melekat pada individu atau objek tertentu20. Sedangkan pengertian informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian21. Berikut karakteristik informan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Jenis Kelamin Jenis kelamin adalah perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara biologis sejak seorang itu dilahirkan. Perbedaan biologis dan fungsi biologis laki-laki dan perempuan tidak dapat dipertukarkan di antara keduanya, dan fungsinya tetap dengan laki-laki dan perempuan yang ada dimuka bumi 22 . Adapun responden berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut: Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Laki-laki Valid Perempuan Total (Sumber: Hasil Observasi dan diolah oleh peneliti, 2. Berdasarkan tabel 3. 1 di atas, dalam penelitian tentang Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan Keamanan Layanan M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah penelitian pada masyarakat desa Kadumekar Babakancikao Purwakarta. Responden dalam penelitian ini berjumlah 38 orang, yang terdiri atas dua kategori jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, diketahui bahwa sebanyak 18 responden . ,4%) berjenis kelamin laki-laki, sedangkan 20 responden . ,6%) berjenis kelamin perempuan. Distribusi ini menunjukkan bahwa proporsi responden dalam penelitian ini tergolong seimbang, sehingga dapat mencerminkan persepsi kedua kelompok secara proporsional terhadap penggunaan layanan mobile banking pada bank syariah dan konvensional. Mei Ie et al. Disabilitas Dan Kewirausahaan: Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi (Takaza Innovatix Labs. Nidia Suriani. M Syahran Jailani, and others. AuKonsep Populasi Dan Sampling Serta Pemilihan Partisipan Ditinjau Dari Penelitian Ilmiah Pendidikan,Ay Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. : 24Ae 22 Muhammad Arsyad and Dhea Nur Wahyuni. Sri Fatira. Biologi Umum (GUEPEDIA, 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Usia Usia adalah ukuran waktu yang menunjukkan berapa lama seseorang atau sesuatu telah ada sejak kelahiran atau penciptaannya. Dalam konteks manusia, usia biasanya dihitung dalam tahun, bulan, dan hari, dan sering digunakan untuk menggambarkan tahap perkembangan individu dalam kehidupan 23 . Adapun responden berdasarkan usia adalah sebagai berikut: Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Valid Cumulative Frequency Percent Percent Percent Valid Total (Sumber: Hasil Observasi dan diolah oleh peneliti, 2. Berdasarkan tabel 3. 2 di atas, dalam penelitian tentang Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan Keamanan Layanan M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah penelitian pada masyarakat desa Kadumekar Babakancikao Purwakarta menunjukkan bahwa responden terdiri dari lima rentang usia, dengan distribusi yang beragam. Mayoritas responden berada pada kelompok usia 18Ae24 tahun, sebanyak 18 orang . ,4%), yang merepresentasikan hampir separuh dari total Selanjutnya, kelompok usia 25Ae29 tahun mencakup 9 orang . ,7%), disusul oleh kelompok usia 30Ae34 tahun sebanyak 7 orang . ,4%). Kelompok usia 35Ae39 tahun berjumlah 3 orang . ,9%), dan yang paling sedikit adalah kelompok usia 40Ae44 tahun, yaitu sebanyak 1 orang . ,6%). Distribusi ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tergolong dalam kategori usia produktif awal, terutama usia 18Ae34 tahun. Hal ini mencerminkan karakteristik demografis yang relevan dengan penetrasi dan penggunaan layanan M-Banking, terutama pada generasi muda yang lebih adaptif terhadap teknologi. Kondisi ini mendukung relevansi hasil penelitian dalam menelaah persepsi terhadap layanan perbankan berbasis digital di lingkungan masyarakat Desa Kadumekar. Tingkat Pendidikan Pendidikan adalah proses yang bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada individu, sehingga mereka dapat berkembang secara intelektual, emosional, dan sosial. Pendidikan dapat berlangsung dalam Jaya Rukmana and Putri Rachmah Amalia. AuKonsep Takdir Dalam Prespektif Hadits: Kajian MaAoanil Hadis Terhadap Hadis Al-Bukhari Nomor 3208,Ay Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies 3, no. 110Ae17. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA berbagai bentuk dan konteks, termasuk pendidikan formal, non-formal, dan Adapun data responden berdasarkan usia adalah sebagai berikut: Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Valid Cumulative Frequency Percent Percent Percent Smp/Mts SMA/SMK/MA Valid Total (Sumber: Hasil Observasi dan diolah oleh peneliti, 2. Berdasarkan tabel 3. 3 di atas, dalam penelitian tentang Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan Keamanan Layanan M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah penelitian pada masyarakat desa Kadumekar Babakancikao Purwakarta, berdasarkan hasil analisis deskriptif, responden dalam penelitian ini memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Sebagian besar responden berasal dari lulusan SMA/SMK/MA, yaitu sebanyak 20 orang . ,6%), diikuti oleh lulusan Strata 1 (S. sebanyak 16 orang . ,1%). Sementara itu, terdapat satu responden . ,6%) yang merupakan lulusan SMP/MTs, serta satu responden . ,6%) yang menyelesaikan pendidikan pada jenjang Diploma 3 (D. Komposisi ini menunjukkan bahwa mayoritas responden merupakan lulusan pendidikan menengah dan tinggi, yang secara umum dianggap telah memiliki pemahaman dan pengalaman dasar yang memadai terhadap penggunaan teknologi perbankan digital seperti M-Banking. Kondisi ini mendukung keandalan data dalam mengkaji persepsi terhadap kemudahan akses dan keamanan layanan pada sistem perbankan syariah maupun konvensional Agama Agama adalah sistem kepercayaan, praktik, dan nilai-nilai yang menghubungkan individu atau kelompok dengan konsep ketuhanan, spiritualitas, atau prinsip moral Definisi agama dapat bervariasi berdasarkan perspektif filosofis, sosiologis, dan teologis 25. Adapun data responden berdasarkan agama adalah sebagai berikut: Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Agama Valid Cumulative Frequency Percent Percent Percent Valid islam (Sumber: Hasil Observasi dan diolah oleh peneliti, 2. Alprianti Pare and Hotmaulina Sihotang. AuPendidikan Holistik Untuk Mengembangkan Keterampilan Abad 21 Dalam Menghadapi Tantangan Era Digital,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 7, no. : 27778. 25 Mohammad Taufiq Rahman. Metodologi Penelitian Agama (Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Berdasarkan tabel 3. 4 di atas, dalam penelitian tentang Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan Keamanan Layanan M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah penelitian pada masyarakat desa Kadumekar Babakancikao Purwakarta seluruh responden yaitu sebanyak 38 orang . %), beragama Islam. Hal ini mencerminkan bahwa populasi yang dijadikan objek penelitian memiliki latar belakang keagamaan yang homogen, sehingga relevan dalam konteks analisis sistem mobile banking syariah dan konvensional di wilayah penelitian. Jumlah Pendapatan Jumlah Pendapatan Individu mengacu pada total penerimaan yang diperoleh seseorang dalam periode tertentu. Pendapatan individu dapat berasal dari berbagai sumber, seperti gaji, keuntungan usaha, investasi, atau pendapatan pasif26. Adapun data responden berdasarkan agama adalah sebagai berikut: Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Pendapatan Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent kurang 1 juta 1 juta - 5 juta Valid 5 juta - 10 juta 10 juta - 15 juta Total (Sumber: Hasil Observasi dan diolah oleh peneliti, 2. Berdasarkan tabel 3. 5 di atas, hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pendapatan bulanan pada kisaran Rp 1-5 juta, yaitu sebanyak 21 orang . ,3%). Sebanyak 10 responden . ,3%) berada pada rentang Rp 5-10 juta, sementara 5 responden . ,2%) berpendapatan kurang dari Rp. 1juta, dan 2 responden . ,3%) berpendapatan antara Rp. 10-15juta. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden berasal dari kelompok ekonomi menengah, yang umumnya merupakan pengguna aktif layanan perbankan digital dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Pengguna M-Banking Pengguna M-Banking adalah individu atau entitas yang memanfaatkan layanan perbankan melalui perangkat mobile, seperti smartphone atau tablet, untuk melakukan berbagai transaksi keuangan. Pengguna ini dapat mencakup nasabah perorangan, bisnis, atau organisasi yang memanfaatkan fitur-fitur digital yang disediakan oleh bank, seperti transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian produk keuangan, dan cek saldo 27 . Adapun hasil responden berdasarkan jumlah pendapatan perbulan masyarakat desa Kadumekar adalah sebagai berikut: Asep Mulyana et al. Manajemen Keuangan (Penerbit Widina, 2. Hartina Fattah et al. Fintech Dalam Keuangan Islam: Teori Dan Praktik (Publica Indonesia Utama, 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Valid Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan pengguna M-Banking Valid Cumulative Frequency Percent Percent Percent Mobile banking Syariah Mobile banking Konvensional Total (Sumber: Hasil Observasi dan diolah oleh peneliti, 2. Berdasarkan tabel 3. 6 di atas, hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa responden di Desa Kadumekar terbagi secara merata antara pengguna M-Banking syariah dan M-Banking konvensional, masing-masing sebanyak 19 orang . ,0%) dari total 38 Distribusi yang seimbang ini mencerminkan bahwa baik sistem perbankan syariah maupun konvensional telah diakses secara proporsional oleh masyarakat setempat. Hal ini memberikan dasar yang kuat untuk melakukan analisis komparatif terhadap persepsi kemudahan akses dan keamanan layanan pada kedua jenis M-Banking di wilayah tersebut. Lama Menggunakan M-Banking Adapun hasil responden berdasarkan jumlah pendapatan perbulan masyarakat desa Kadumekar dalam bentuk diagram adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Responden Masyarakat desa Kadumekar berdasarkan lama menggunakan M-Banking Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent kurang dari 1 tahun 1-2 tahun 2-3 tahun Valid 3-4 tahun 4-5 tahun lebih dari 5 tahun Total (Sumber: Hasil Observasi dan diolah oleh peneliti, 2. Berdasarkan tabel 3. 7 di atas, hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas responden telah menggunakan layanan M-Banking dalam jangka waktu yang cukup lama. Sebanyak 10 responden . ,3%) telah menggunakan layanan ini selama 3Ae4 tahun, diikuti oleh masing-masing 8 responden . ,1%) yang berada dalam kelompok 2Ae3 tahun dan lebih dari 5 tahun. Selain itu, 5 responden . ,2%) memiliki pengalaman penggunaan 4Ae5 tahun, 4 responden . ,5%) selama 1Ae2 tahun, serta 3 responden . ,9%) yang baru menggunakan mobile-banking kurang dari 1 JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Distribusi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memiliki pengalaman yang cukup dalam menggunakan mobile banking, yang memberikan dasar yang kuat dalam mengevaluasi persepsi mereka terhadap kemudahan akses dan keamanan layanan pada sistem perbankan syariah maupun konvensional. Hasil Uji Statistik Uji Validitas . Kemudahan Akses M-Banking Bank Syariah Hasil uji validitas instrument variabel X1 . emudahan akse. pada pengguna MBanking bank Syariah dikalangan masyarakat desa Kadumekar adalah sebagai Tabel 3. Hasil uji validitas Kemudahan Akses pengguna M-Banking Syariah R Hitung R Tabel Keterangan 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 0,456 Valid 0,456 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 Valid 0,233 0,456 Tidak valid (Sumber : Data hasil olahan SPSS 24 tahun 2. Berdasarkan tabel 3. 8 di atas, diketahui nilai rtabel dengan sample 19 dan nilai signifikansi 5% dihasilkan nilai rtabel sebesar 0,456 28. Sedangkan nilai rhitung hasil uji validitas dalam penelitian ini terdapat satu pernyataan . dengan nilai rhitung < rtabel . ,233 < 0,. , sehingga pernyataan tersebut tidak valid atau di anulir. Secara keseluruhan, uji validitas sebagian besar item pada variabel kemudahan akses pada pengguna M-Banking bank syariah memberikan dasar yang kuat untuk melakukan uji perbandingan yang akurat antara M-Banking bank konvensional dan bank syariah, terutama dalam mengevaluasi sejauh mana kedua jenis layanan perbankan mampu memenuhi ekspektasi masyarakat dalam hal aksesibilitas digital. Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D, 23rd ed. (Bandung: Alfabeta, 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA . Kemudahan Akses M-Banking Bank Konvensional Hasil uji validitas instrument variabel X1 . emudahan akse. pada pengguna MBanking bank konvensional dikalangan masyarakat desa Kadumekar adalah sebagai Tabel 3. Hasil uji validitas Kemudahan Akses pengguna M-Banking Konvensional R Hitung R Tabel Keterangan 0,687 0,456 Valid 0,679 0,456 Valid 0,642 0,456 Valid 0,688 0,456 Valid 0,434 0,456 Tidak Valid 0,705 0,456 Valid 0,256 0,456 Tidak Valid 0,655 0,456 Valid 0,704 0,456 Valid 0,79 0,456 Valid 0,205 0,456 Tidak Valid 0,666 0,456 Valid (Sumber : Data hasil olahan SPSS 24 tahun 2. Berdasarkan tabel 3. 9 di atas, diketahui nilai rtabel dengan sample 19 dan nilai signifikansi 5% dihasilkan nilai rtabel sebesar 0,456. Sedangkan nilai rhitung hasil uji validitas dalam penelitian ini terdapat 3 pernyataan . 5, p7, p. dengan nilai rhitung < rtabel . ,434<0,456, 0,256<0,456, 0,205<0,. sehingga tiga pernyataan tersebut tidak dapat digunakan atau tidak valid. Keamanan Layanan M-Banking Bank Syariah Hasil uji validitas instrument variabel X2 (Keamanan Layana. pada pengguna MBanking bank Syariah dikalangan masyarakat desa Kadumekar adalah sebagai Tabel 3. Hasil uji validitas Keamanan Layanan pengguna M-Banking Syariah R Hitung R Tabel Keterangan 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 0,456 Valid 0,456 0,456 Valid (Sumber : Data hasil olahan SPSS 24 tahun 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Berdasarkan tabel 3. 10 di atas, diketahui nilai rtabel dengan sample 19 dan nilai signifikansi 5% dihasilkan nilai rtabel sebesar 0,456. Sedangkan nilai rhitung hasil uji validitas dalam penelitian ini terdapat 8 pernyataan . 1-p. dimana masing-masing pernyataan tersebut diperoleh nilai rhitung > rtabel . i atas 0,. sehingga 8 pernyataan tersebut dapat digunakan atau valid. Keamanan Layanan M-Banking Bank Konvensional Hasil uji validitas instrument variabel X2 (Keamanan Layana. pada pengguna MBanking bank Konvensional dikalangan masyarakat desa Kadumekar adalah sebagai Tabel 3. Hasil uji validitas Keamanan Layanan pengguna M-Banking Konvensional R Hitung R Tabel Keterangan 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 Valid 0,456 0,456 Valid 0,456 0,456 Valid (Sumber : Data hasil olahan SPSS 24 tahun 2. Berdasarkan tabel 3. 11 di atas, diketahui nilai rtabel dengan sample 19 dan nilai signifikansi 5% dihasilkan nilai rtabel sebesar 0,456. Sedangkan nilai rhitung hasil uji validitas dalam penelitian ini terdapat 8 pernyataan . 1-p. dimana masing-masing pernyataan diperoleh nilai rhitung > rtabel . sehingga 8 pernyataan tersebut dapat digunakan atau valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan uji analisis statistik reliabilitas dengan Cronbach Alpha. Diketahui Jika nilai Cronbach Alpha > 0,6 maka dapat dikatakan variabel reliable. Adapun hasil uji dalam variabel X1 dan X2 (M-Banking syariah dan konvensiona. adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Kemudahan Akse. pada pengguna M-Banking bank syariah Kemudahan Akses Pengguna M-Banking Konvensional Keamanan Layanan Pengguna M-Banking Syariah Keamanan Layanan Pengguna M-Banking Konvensional Cronbach's Alpha N of Items (Sumber : Data hasil olahan SPSS 24 tahun 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Berdasarkan tabel 3. 12 di atas, diketahui hasil uji reliabilitas didapatkan semua nilai Cronbach-Alpha sebesar > 0,6. Artinya instrument variabel kemudahan akses dan keamanan layanan bagi pengguna m-baking syariah dan konvensional dinyatakan Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas (Shapiro-Wil. Dalam uji normalitas ini hasil data tersebut menggunakan uji statistik tes Shapirowilk digunakan untuk mengetahui apakah data terdistribusi secara normal. Salah satu metode yang umum digunakan adalah Shapiro-Wilk, khususnya ketika jumlah sampel relatif kecil . urang dari 50 sampe. Kemudahan Akses M-Banking Syariah dan Konvensional Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk instrument variabel X1 (Kemudahan Akse. pada pengguna M-Banking bank syariah dan konvensional dikalangan masyarakat desa Kadumekar adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Shapiro-Wilk Kemudahan akses M-Banking Syariah dan Konvensional Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Kelompok Hasil Uji Statistic df Sig. Statistic df Sig. Kemudahan Kelompok1 Akses This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction (Sumber: Data hasil olahan SPSS 24 tahun 2. Berdasarkan tabel 3. 13 di atas, diperoleh nilai p-value . statistik uji shapiroWilk dengan nilai signifikansi yang diperoleh kelompok 1 sebesar 0,423 > 0,05 Artinya data instrument variable X 1 (Kemudahan Akse. kelompok 1 dikategorikan berdistibusi normal. Sedangkan kelompok 2 nilai signifikansi sebesar 0,048 < 0,05. Artinya data instrument variabel X1 . emudahan akse. kelompok 2 dapat dikategorikan tidak berdistribusi normal dan langkah selanjutnya untuk menguji Independdent sampel t-Test dikarenakan hasil data tidak normal maka alternatif atau pengganti uji Independent menggunakan Uji Mann-Whitney U-test 31. Keamanan Layanan M-Banking Syariah dan Konvensional Ineu Sintia. Muhammad Danil Pasarella, and Darnah Andi Nohe. AuPerbandingan Tingkat Konsistensi Uji Distribusi Normalitas Pada Kasus Tingkat Pengangguran Di Jawa,Ay in Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Statistika, vol. 2, 2022. 30 Endang Sri Utami Nuryadi. Tutut Dewi Astuti and M. Budiantara. Dasar-Dasar Statistika Penelitian. Cetakan 1 (Yogyakarta: Sibuku Media, 2. 31 Sugiyono. Statistika Untuk Penelitian (Bandung: Statistika Untuk Penelitian, 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk instrument variabel X2 (Keamanan Layana. pada pengguna M-Banking bank syariah dan konvensional dikalangan masyarakat desa Kadumekar adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Normaltas Shapiro-Wilk Keamanan layanan M-Banking Syariah dan Konvensional Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic df Sig. Kelompok_2 This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction (Sumber : Data hasil olahan SPSS 24 tahun 2. Berdasarkan tabel 3. 14 di atas, diperoleh nilai p-value . statistik uji shapiroWilk dengan nilai signifikansi yang diperoleh kelompok 1 sebesar 0,235 > 0,05 dan kelompok 2 sebesar 0,260 > 0,05. Artinya data instrument pada variabel kemudahan akses dan keamanan layanan M-Banking bank syariah dan MBanking bank konvensional dapat dikategorikan berdistribusi normal. Uji Homogenitas . Kemudahan Akses pengguna M-Banking Syariah dan M-Banking Konvensional Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas levene Statistic Kemudahan Keamanan Levene Statistic Sig. (Sumber: Data hasil olahan SPSS 24 tahun 2. Berdasarkan tabel 3. 15 di atas, diperoleh nilai signifikansi . -valu. 0,05 dengan uji homogenitas Levene Test Statistic dengan nilai signifikansi (Si. sebesar 0,568 dan 0,686 > 0,05 32 . Artinya data instrument semua variabel menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam varians antara kedua kelompok . engguna M-Banking bank syariah dan konvensiona. Dengan demikian bahwa kedua kelompok memiliki varians yang homogen, dan asumsi homogenitas terpenuhi. Uji Mann Whit-Ney U-Test Nuryadi. Tutut Dewi Astuti and Budiantara. Dasar-Dasar Statistika Penelitian. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Kemudahan Akses kelompok pengguna M-Banking Bank Syariah dan Konvensional Dalam uji ini, dilakukan uji Mann-Whitney. Karena hasil uji normalitas data pada variabel X1 (Kemudahan Akses pengguna M-Banking bank Syariah dan Knvensiona. menghasilkan data tidak normal. Maka pengganti dari uji Independent sample test menggunakan uji tersebut. Adapun hasil uji Mann-Whitney dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Mann-Whitney U-Test variabel X1 (Kemudahan Akses pengguna M-Banking Syariah dan Konvensiona. Test Statisticsa Hasil Uji X1 (Kemudahan Akse. Mann-Whitney U Wilcoxon W Asymp. Sig. -taile. Exact Sig. -tailed Sig. Grouping Variable: Kelompok Not corrected for ties. (Sumber : Data hasil olahan SPSS 24 tahun 2. Berdasarkan tabel 3. 16 di atas, hasil uji Mann-Whitney U-test untuk variabel X1 (Kemudahan Akse. menunjukkan nilai Asymp. Sig. -taile. 0,000 < 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam persepsi kemudahan akses antara kelompok pengguna M-Banking bank syariah dan bank Dengan demikian, hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HCA) diterima. Keamanan Layanan M-Banking Bank Syariah dan Konvensional Adapun hasil uji hipotesis variabel X2 (Keamanan Layana. pada kelompok pengguna M-Banking syariah dan konvensional adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji T (Independent sample t-Tes. Keamanan Layanan M-Banking Syariah dan Konvensional Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Keamanan Layanan Equal variances Equal variances not assumed t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Sig. Sig. Mean Difference Std. Error Difference (Sumber : Data hasil olahan SPSS 24 tahun 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA Berdasarkan tabel 3. 17 di atas, menunjukan bahwa hasil uji T (Independent Sample T-Te. untuk variabel keamanan layanan antara pengguna M-Banking bank syariah dan konvensional, diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-taile. sebesar 0,867 yang jauh di atas ambang batas 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok dalam hal persepsi terhadap keamanan layanan M-Banking. Pembahasan Penelitian Perbandingan Kemudahan Akses M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah Pembahasan hasil penelitian mengenai perbandingan kemudahan akses M-Banking antara bank konvensional dan bank syariah, berdasarkan uji statistik Mann-Ehitney UTest dihasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua jenis bank tersebut. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 mengindikasikan hipotesis diterima (H. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nyata dalam persepsi atau pengalaman nasabah terhadap kemudahan akses layanan M-Banking pada bank konvensional dibandingkan bank Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti desain antarmuka aplikasi, kecepatan sistem, stabilitas jaringan, serta kelengkapan fitur yang ditawarkan. Selain itu. Secara historis bank konvensional di Indonesia memiliki keunggulan yang lebih dulu dalam hal transformasi digital dan mengimplementasikan sistem perbankan elektronik, konsisten mengalokasikan sumber daya besar untuk pengembangan infrastruktur serta inovasi berbasis teknologi. Hal ini menjadikan pihak perbankan lebih kompetitif dalam menghadirkan antarmuka aplikasi yang intuitif, stabilitas sistem yang tinggi, serta fitur-fitur layanan yang lengkap dan responsif terhadap kebutuhan nasabah. Dalam penelitian ini, kemungkinan besar nasabah bank konvensional merasakan kemudahan yang lebih tinggi dalam mengakses layanan tersebut dibandingkan dengan nasabah bank syariah3334. Hal ini memperkuat dan sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya dari Anissa Khotijah35 yang membandingkan kualitas layanan M-Banking BSI dan BRI, di mana ditemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam persepsi Salma Fauziah. Jalaludin Jalaludin, and Ahmad Ali Sopian. AuAnalisis Persepsi Masyarakat Terhadap Perbankan Syariah Di Desa Maracang Kabupaten Purwakarta,Ay EKSISBANK (Ekonomi Syariah Dan Bisnis Perbanka. 6, no. : 58Ae68. 34 Diana Novita. Jalaludin Jalaludin, and Moch Cayho Sucipto. AuProfitability Ratio Analysis in Measuring Financial Performance at Bank Syariah Mandiri (Research on Return On Assets. Return on Equity. Gross Profit Margin and Net Profit Margin in 2015--2. ,Ay EKSISBANK (Ekonomi Syariah Dan Bisnis Perbanka. 6, no. 125Ae45. 35 Khotijah Anissa. AuPerbandingan Kualitas Pelayanan Monile Banking Pada Bank Syariah Dengan Bank Konvensional (Studi Pada BSI KCP Bandar Lampung Kedaton 2 Dan BRI KCP Tanjung Agung Periode 2. Ay (UIN Raden Intan Lampung, 2. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA kemudahan penggunaan, dengan BRI . ank konvensiona. dinilai lebih unggul dalam aspek tersebut36. Kemudian pada penelitian lain, temuan ini memperkuat penelitian Riska Tri Julia pada M-Banking BSI 37 , yang menyatakan bahwa kemudahan akses dan keamanan layanan tidak langsung memengaruhi loyalitas pengguna, namun keduanya berpengaruh signifikan terhadap kelengkapan fitur, yang kemudian berperan sebagai variabel intervening dalam membentuk loyalitas38. Artinya, persepsi kemudahan akses sangat erat kaitannya dengan sejauh mana aplikasi mampu menghadirkan fitur yang lengkap dan responsif. Hal ini semakin menegaskan bahwa aplikasi bank konvensional yang lebih unggul dalam aspek fitur dan kemudahan akan membentuk pengalaman yang lebih positif dan mendorong loyalitas pengguna, meskipun loyalitas bukan variabel utama dalam penelitian ini. Perbandingan Keamanan Layanan M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah Pembahasan penelitian mengenai perbandingan keamanan layanan M-Banking antara bank konvensional dan bank syariah, berdasarkan hasil uji statistik Independent sample t-Test yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,867 > 0,05, mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua jenis bank dalam hal persepsi nasabah terhadap aspek keamanan M-Banking. Nilai signifikansi yang melebihi batas ambang 0,05 memperkuat penerimaan terhadap hipotesis nol (H. atau ditolak, yang berarti bahwa nasabah bank konvensional dan bank syariah cenderung memiliki persepsi yang serupa mengenai tingkat keamanan layanan M-Banking yang digunakan. Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tingkat adopsi teknologi, investasi dalam pengembangan aplikasi, serta pendekatan user interface dan user experience (UI/UX) yang diimplementasikan oleh masing-masing bank. Bank konvensional di Indonesia, secara historis, cenderung memiliki keunggulan dalam hal kapasitas teknologi dan daya saing digital karena lebih dahulu bertransformasi secara digital dan mengalokasikan sumber daya yang besar untuk inovasi digital 39 . Sebaliknya, bank syariah masih dalam tahap perkembangan dalam ranah digitalisasi Muhamad Zulfikal et al. AuAnalisis Minat Mahasiswa STIESIP Prodi Perbankan Syariah Menabung Di Bank Syariah Indonesia,Ay Jama (Jurnal Manajemen Ekonomi Dan Bisni. 1, no. : 274Ae96. 37 Tri Julia Riska. AuPengaruh Kemudahan Akses Dan Keamanan Aplikasi Terhadap Loyalitas Nasabah Menggunakan M-Banking BSI Dengan Kelengkapan Fitur Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Mahasiswa/I Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung Angkatan 2020-2. Ay (UIN Raden Intan Lampung, 2. 38 Jalaludin Jalaludin. AuThe Review of Opening Procedures of Sharia Based Saving in Sharia Financial Services Cooperation BMT Mitra Sadaya Branch of Purwakarta,Ay Journal of Economicate Studies 1, no. 109Ae18. 39 Husni Shabri. Nur Azlina, and Muhammad Said. AuTransformasi Digital Industri Perbankan Syariah Indonesia,Ay El-Kahf. Journal of Islamic Economics 3, no. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA dan menghadapi tantangan dalam menyelaraskan prinsip-prinsip syariah dengan kebutuhan teknologi modern 40. Selain itu, pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa baik bank konvensional maupun bank syariah telah menerapkan langkah-langkah keamanan digital yang setara, seperti penggunaan autentikasi dua faktor . wo-factor authenticatio. , enkripsi data, teknologi deteksi penipuan, serta sistem pemantauan aktivitas yang proaktif untuk mencegah akses tidak sah. Dalam beberapa tahun terakhir, regulasi dari otoritas perbankan seperti Bank Indonesia dan OJK juga telah menstandarkan protokol keamanan digital yang harus diterapkan oleh seluruh lembaga keuangan, tanpa membedakan antara bank konvensional atau syariah 41. Penelitian ini juga memperkuat penelitian Anissa Khotijah dengan mendukung temuan ini, di mana tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam persepsi keamanan antara pengguna BSI . ank syaria. dan BRI . ank konvensiona. , khususnya pada indikator perlindungan data dan keandalan sistem. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U-test yang dilakukan terhadap masyarakat desa Kadumekar. Babakancikao. Purwakarta diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 pada variabel kemudahan akses menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok Syariah dan Konvensional. Temuan ini menyimpulkan bahwa pengguna MBanking bank konvensional cenderung memiliki persepsi kemudahan akses yang lebih tinggi dibandingkan pengguna bank syariah, yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh perbedaan dalam hal antarmuka aplikasi, kecepatan sistem, serta kelengkapan fitur layanan digital. Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan terhadap masyarakat Desa Kadumekar. Babakancikao. Purwakarta, dapat disimpulkan bahwa persepsi nasabah terhadap keamanan layanan M-Banking antara bank konvensional dan bank syariah tidak menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik, dengan nilai signifikansi sebesar 0,867 > 0,05 pada hasil uji Independent sample t-Test. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua jenis bank dinilai telah menyediakan tingkat keamanan layanan digital yang sepadan, baik dalam hal jaminan keamanan transaksi maupun kerahasiaan data pribadi. Selain itu, penelitian ini memperlihatkan bahwa transformasi digital di sektor perbankan, termasuk dalam sistem proteksi data dan autentikasi layanan, telah berkembang merata pada kedua tipe institusi (Bank Konvensional dan Bank Syaria. , mencerminkan standar keamanan yang konsisten dan sesuai dengan regulasi nasional yang berlaku. Muhammad Ismail Sha Maulana et al. AuPerkembangan Perbankan Syariah Di Era Digitalisasi,Ay IQTISADIE: Journal of Islamic Banking and Shariah Economy 2, no. 41 Bank Indonesi. AuPeraturan Bank Indoesia Nomor 2 Tahun 2024,Ay 2024. JAMMIAH (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syaria. Volume 5. Nomor 2. September 2025 http://journal. sties-purwakarta. id/index. php/jammiah/ ISSN: 2797-040X (Media Onlin. 2797-197X (Media Ceta. Anton Apriyadi Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan KeamananA DAFTAR PUSTAKA