Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. P-ISSN:2338- 7521 E-ISSN: 3047-2725 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI KAMPUNG KREATIF DAN INDEPENDEN Mendyeta Wahyu Prasetya1. Tjitjik Rahaju2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya 20034@mhs. id, 2tjitjikrahaju@unesa. Abstract The Kediri City Government, in order to realize the Vision and Mission of the Mayor of Kediri, through the Mayor of Kediri Regulation Number 23 of 2020 concerning technical guidelines for implementing the Plus Community Empowerment Program, created the Kampung Keren program. The Kediri City Government wants to trigger the potential of its people to develop various unique and creative things in their area. It is hoped that Kampung Keren can become a forum for people to explore their talents and skills. This is expected to encourage local economic growth and improve community The aim of this research is to describe how community empowerment is based on local potential through the Kampung Keren Program (Creative and Independen. in Kampung Pecut which collaborates elements of urban tourism and local culture. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques through observation and interviews accompanied by documentation. Data analysis techniques using data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show that community empowerment in Kampung Pecut through the Kampung Keren program is working as expected, the community in Kampung Pecut is being helped by the economic turnaround. The Kampung Keren Program in Kampung Pecut has provided benefits for the community and managers, namely increased knowledge and skills of the community thanks to the training provided, then increased income and standard of living for the community thanks to the large number of tourists who visit Kampung Pecut. Keywords: Community Empowerment. Potency. Creative Village. Independent dioptimalkan dengan baik, bahkan dapat PENDAHULUAN Indonesia, sebagai negara kepulauan lingkungan dan budaya lokal (Sudiana, dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, memiliki segudang potensi besar Menyadari potensi lokal negeri ini yang sangat beragam dan memiliki potensi yang untuk mengembangkan pariwisata berbasis luar biasa, sesuai dengan Peraturan Presiden potensi lokal. Haryadi . menyatakan No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana bahwa kekayaan alam dan budaya lokal Pembangunan Jangka Menengah Nasional merupakan daya tarik utama bagi wisatawan 2020-2024 (RPJMN), dikutip dari Website untuk berkunjung ke suatu daerah. Potensi ini Kemenparekraf. Pemerintah Republik dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan Indonesia melalui Kementerian Pariwisata kesejahteraan masyarakat lokal. Romadhoni dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekra. berpendapat bahwa pengembangan memperkenalkan sebuah program unggulan pariwisata berbasis potensi lokal dapat mereka untuk menggali, mengelola dan memberikan dampak positif bagi peningkatan menumbuhkembangkan kreatifitas dan pendapatan dan taraf hidup masyarakat lokal. Namun pengembangan pariwisata berbasis Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreati. potensi lokal membutuhkan perencanaan dan Pada Tahun 2024 ini. Kemenparekraf juga pengelolaan yang matang. Tanpa hal tersebut, telah melaksanakan Workshop KaTa Kreatif potensi yang ada dikhawatirkan tidak dapat Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. sebagai bagian dari program pengembangan Kabupaten/Kota pada tahun 2024. Sejak diinisiasi hingga tahun 2024 ini, sudah 94 Kabupaten/Kota yang sudah bergabung dengan ekosistem KaTa Kreatif, senada dengan itu Menparekraf Sandiaga Uno juga mengatakan AuKata Kreatif ini memasuki tahun keempat dan saya ucapkan selamat Kabupaten/Kota yang sudah terafiliasi, mudah mudahan di 2024 KaTa Kreatif bisa mendapat tempat di masyarakat dan semakin bermanfaat. Ay (Sumber: https://kemenparekraf. id/ diakses pada tanggal 20 Februari 2. Mengingat dasarnya adalah pemanfaatan sumber daya kesejahteraan maka untuk mempercepat mengembangkan pariwisata yang di harapkan mampu diwujudkan secara singkat dan sesuai dengan karakter potensi wisata (Hardianto dkk. Oleh karena itu, visi dan komitmen pemerintah serta keterlibatan forum kreatif menjadi sangat penting dalam pembangunan kota kreatif yang berkelanjutan. Ditengah banyaknya potensi lokal yang ada, pemberdayaan masyarakat adalah salah satu langkah yang dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi lokal, menurut Wijaya . salah satu esensi utama dari pemberdayaan masyarakat adalah menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi yang dimiliki masyarakat dapat lebih berkembang yang berdasarkan pada asumsi bahwa setiap msyarakat memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Potensi lokal, baik Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia sangat penting untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai dan berdayaguna. Dengan demikian, partisipasi aktif masyarakat sebagai penentu pemberdayaan, partisipasi tersebut muncul karena didorong oleh keinginan masyarakat untuk terlibat dalam pemecahan sebuah P-ISSN:2338- 7521 E-ISSN: 3047-2725 masalah (Rahaju dkk, 2. Mengutip buku Konsep Dasar Pengabdian Kepada Masyarakat: Pembangunan dan Pemberdayaan, yang Sudarmanto adalah upaya meningkatkan harkat dan martabat golongan warga tertentu yang ada di dalam kondisi kemiskinan dan kemampuan masyarakat dengan cara membangkitkan kesadaran mereka, serta mengembangkan potensinya. Sementara Zubaedi . konsep pemberdayaan muncul dari kegiatan dan upaya penguatan modal sosial yang dimiliki oleh suatu kelompok Lalu konsep pemberdayaan dalam wacana pembangunan masyarakat juga selalu dihubungkan dengan konsep mandiri, partisipasi, jaringan kerja, dan pemberdayaan diletakkan pada kekuatan tingkat individu dan sosial itu sendiri (Amalia dan Syawie, 2. Banyak daerah yang sudah mulai sadar dan peka akan potensi lokal yang dimiliki oleh daerahnya yang kemudian dapat dikembangkan. Huda dan Askafi . pengembangan daerah menuju destinasi wisata kreatif dan mandiri berbasis potensi dan budaya lokal merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk daerah, memperkenalkan produk lokal dah melestarikan budaya setempat. Kota Kediri menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki berbagai potensi lokal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan strategi pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal. Pemerintah Kota Kediri melalui Peraturan Walikota Kediri Nomor 23 Tahun 2020 Tentang pedoman teknis pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Plus Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. masyarakat Kota Kediri salah satunya adalah upaya melalui Program Kampung Keren (Kreatif dan Independe. bertemakan Rahaju . menuturkan bahwa ekowisata yang berdasar pada pemberdayaan diharapkan bisa memberikan peran besar terhadap perubahan disekitar masyarakat tak hanya dari aspek ekonomi, juga sosial sampai aspek lingkungan. Gambar 1. 1 Poster Kampung Keren Program Kampung Keren ini membranding kampung-kampung yang ada di Kota Kediri untuk dapat unjuk diri lebih tinggi lagi dengan memanfaatkan potensi lokal yang masih-masing kampung ini miliki. Terdapat kriteria sehingga sebuah kampung dapat bergabung dengan Kampung Keren, yakni adalah kampung tersebut memiliki potensi, baik yang bersifat kepariwisataan maupun industri serta memiliki nilai jual untuk menarik minat para wisatawan. Kampung Keren merupakan program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dengan tujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan kemandirian warga. Program ini mencakup pengembangan daerah istimewa yang masing-masing memiliki karakteristik unik, warisan budaya, keterampilan, dan potensi ekonomi yang memiliki nilai jual. Kampung Keren memiliki tujuan utama yakni untuk merevitalisasi ekonomi Kota Kediri melalui pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan kekuatan dan potensi lokal yang masing-masing daerah miliki. Hingga awal tahun 2023 Kampung Keren berjumlah 10, antara lain adalah Kampung Tani Kelurahan Jamsaren. Kampung Winer (Wisata Kuline. Kelurahan Kampung Dalem. Kampung Harmony Betta P-ISSN:2338- 7521 E-ISSN: 3047-2725 (Ikan Cupan. Kelurahan Ketami. Kampung Herbal Kelurahan Mojoroto. Kampung Heritage Kelurahan Pakelan. Kampung Seni Kelurahan Ringinanom. Kampung Tahu Kelurahan Tinalan. Kampung Wisata Air Sumber Banteng Kelurahan Tempurejo, dan Kampung Tenun Ikat Kelurahan Bandar Kidul, dan yang menjadi focus dalam penelitian ini adalah Kampung Pecut yang terletak di Jl. Sriwijaya RT. 05 RW. 01 Kel. Kemasan. Kec. Kota. Kota Kediri yang juga memiliki banyak potensi lokal desa yang dapat dikembangkan seperti seni jaranan dan kerajinan pecut. Sejak diluncurkan pada tahun 2021. Kampung Pecut yang merupakan salah satu bagian dari Kampung Keren yang didukung Pemerintah Kota Kediri. Meskipun demikian jika dilihat dari jumlah usaha yang dikembangkan masyarakat sejak awal ditetapkan menjadi bagian dalam kampung keren hingga observasi awal penelitian ini dilakukan menunjukkan Kampung Pecut belum berkembang secara signifikan dari segi inovasi untuk dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan untuk berkunjung ke Kampung Pecut, terlebih dalam hal kelengkapan sarana, jumlah event yang menggantungkan diri kepada pemerintah kota yang membuat kesenian ini belum bisa banyak memberdayaan masyarakatnya serta jarang untuk dapat dinikmati oleh warga atau bahkan turis dari luar Kota Kediri, hingga saat ini Pecut Samandiman hanya akan tampil jika ada undangan, seperti acara pribadi maupun acara rakyat seperti hari jadi Kota Kediri. hal ini diperkuat dengan pernyataan Muhammad Hanib sebagai seorang penggagas kesenian pecut di Kampung Pecut Kelurahan Kemasan Ketika diwawancara oleh RadarKediri saat Pecut Samandiman tampil di GOR Jayabaya Kota Kediri. AuMasih banyak yang kurang lengkap di Kampung Pecut yakni tempat Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. kedepannya Pecut Samandiman dapat dipentaskan secara sederhana namun kontinyu, agar kelak wisatawan yang datang kesini dapat diedukasi tentang bagaimana memainkan pecut sampai praktik bermain pecut langsung Bersama para senimanAy. (Sumber https://radarkediri. diakses pada tanggal 14 maret 2. Huda dan Askafi . menuturkan bahwa potensi lokal yang ditransformasikan melalui kampung keren . reatif dan independe. harus di iringi dengan inovasiinovasi baru sebagai daya saing yang dapat ditampilkan sebagai prestasi dan hal tersebut merupakan bagian tanggung jawab yang tidak hanya bisa dilakukan pemerintah sendiri, tetapi harus dilaksanakan dan didukung melalui partisipasi dan kerjasama dari berbagai stakeholder di Kota Kediri yang diwujudkan dalam konsep kerjasama pentahelix antara pemerintah, pengusaha, masyarakat, akademisi, dan media. Namun meskipun Program Kampung Keren telah diluncurkan, masih ada kebutuhan untuk mengkaji secara mendalam program ini dari sisi upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di Kampung Pecut. Oleh karena itu, penelitian ini akan mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui Program Kampung Keren di Kota Kediri dengan fokus pada studi kasus di Kampung Pecut. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Kualitatif bertujuan untuk memahami kondisi suatu konteks dengan mengarahkan pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam terkait gambaran kondisi dalam suatu konteks yang alami . atural settin. , tentang apa yang sebenarnya terjadi di lapangan (Nugrahani, 2. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kampung Pecut di Kelurahan Kemasan Kota Kediri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini P-ISSN:2338- 7521 E-ISSN: 3047-2725 menggunakan beberaoa metode yaitu: 1. Observasi yakni peneliti melakukan observasi awal yang dimana pada tahap ini peneliti mengamati dan mencatat langsung hal-hal yang terjadi di lokasi penelitian. Wawancara yakni peneliti menanyakan beberapa hal kepada narasumber baik dari pihak Pemerintah Kota Kediri, pegiat seni Kampung Pecut maupun pengunjung atau wisatawan Kampung Pecut seperti sejarah terbentuknya Kampung Pecut serta animo masyarakat terhadap Kampung Pecut. Dokumentasi yakni peneliti mengambil beberapa foto sebagai dokumen untuk mendukung data sehingga hasil penelitian semakin baik. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model reduksi data yang sudah dikumpulkan dari hasil penelitian di lapangan dilanjutkan dengan penarikan Kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemerintah daerah Kota Kediri berusaha memberikan pelayanan publik yang lebih efektif dan efesien dalam rangka percepatan Pembangunan ekonomi daerah memanfaatkan potensi lokal dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia dengan membentuk kampung wisata yakni Kampung Keren. Roh utama dalam pengelolaan Kampung Keren adalah kearifan lokal yang terwujud dalam masyarakat melalui nilai keunikan dan keaslian budaya maupun tradisi yang dimiliki masyarakat setempat. Nilai-nilai ini yang akan menarik wisatawan untuk mengunjungi Kampung Keren. Gambar 1. 2 Launching Kampung Keren Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. Kampung Keren merupakan program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dengan tujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan kemandirian warga. Program ini mencakup pengembangan daerah istimewa yang masingmasing memiliki karakteristik unik, warisan budaya, keterampilan, dan potensi ekonomi yang memiliki nilai jual. Kampung Keren memiliki tujuan utama yakni untuk merevitalisasi ekonomi Kota Kediri melalui memanfaatkan kekuatan dan potensi lokal yang masing-masing daerah miliki, seperti salah satu contohnya ialah Kampung Pecut. Gambar 1. 3 Lokasi Kampung Pecut Kampung Pecut yang berada di Kelurahan Kemasan. Kota Kediri. Jawa Timur, memiliki sejarah yang sangat erat kaitannya dengan seni budaya pecut tradisional, khususnya Pecut Samandiman. Meskipun secara resmi baru dibentuk sebagai Kampung Pecut pada tahun 2019, sejarah seni pecut di wilayah ini telah berlangsung jauh lebih lama, kemudian pada tahun 1998, seorang seniman jaranan bernama Moh. Hanib dan mengenalkan seni Pecut Samandiman kepada masyarakat setelah dirinya ditunjuk menjadi ketua jaran kampung di Kelurahan Kemasan. Ia melihat perkembangan kuda lumping dan pecut di Kota Kediri cenderung Hal tersebut disampaikan oleh beliau pada kesempatan wawancara peneliti saat melakukan penelitian, sebagai berikut: AuSaya melihat di Kota Kediri ini kok P-ISSN:2338- 7521 E-ISSN: 3047-2725 tidak ada perkumpulan dan cenderung stagnan, lalu kemudian setelah saya ditunjuk jadi ketua jaran kampung saya buatlah perkumpulan kesenian jaranan kuda kepang pada tahun 2006 yang akhirnya diberi nama Wahyu Krida budaya, lalu kemudian setiap satu minggu sekali Wahyu Krida budaya melalukan istilahnya tour masyarakatAy. Upaya ini kemudian melahirkan Paguyuban Pecut Samandiman Kota Kediri pada tahun 2012 yang kemudian didaftarkan HAKI pada tahun 2014. Namun ada yang unik dari Sejarah Kampung Pecut karena Kelurahan Kemasan merupakan tempat bagi para pande emas . engrajin dan penjual ema. , namun kemudian kampung ini diinisiasi menjadi sesuatu yang lebih berbeda dari sebelumnya, perubahan jenis kerajinan yang dijalani oleh paguyuban Pecut Samandiman ini juga diungkapkan oleh salah seorang koordinator kelompok sadar wisata di Kampung Pecut: AuSebelum adanya Kampung Keren itu kita sudah ciptakan Kampung Pecut, kenapa kok pecut padahal pada awalnya Kemasan itu mas tempatnya pande emas, tapi karena disini ada tokoh yang bernaman Pak Hanib, beliau adalah orang kesenian jaranan lama yang kemudian membuat ide selain emas yang Pecut Samandiman regional Kediri, lalu karena kebetulan Pak Hanib warga Kelurahan Kemasan jadi kita melihat adanya peluang disitu sehingga kita resmikan berdirinya kampung pecut pada tahun 2019Ay Tahun 2019, pada saat launching Kampung Keren, diadakan acara kirab bertemakan Sewu Pecut . eribu pecu. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. terdapat seribu pegiat dan pecinta kesenian jararan pecut turut meramaikan. Kampung Pecut ini tidak hanya menjadi ikon budaya Kota Kediri, tetapi juga menjadi tempat wisata edukasi untuk mempelajari seni pecut Di kampung ini, pengunjung dapat melihat pertunjukan pecut, belajar cara memainkan pecut, dan membeli berbagai souvenir pecut. Kampung pecut juga dihiasi dengan ornamen tiang lampu jalanan berbentuk pecut sebagai ciri khas Kampung Pecut. Gambar 1. 4 Gapura Kampung Pecut Kampung Pecut merupakan sebuah contoh inspiratif bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat membawa perubahan positif. Bermula dari tradisi seni pecut yang diwariskan turun-temurun. Kampung Pecut telah berkembang menjadi sebuah ikon budaya dan ekonomi lokal yang patut dibanggakan. Keberhasilan melalui Program Kampung Keren pada Kampung Pecut kemandiriannya dianalisis berdasarkan teori Mardikanto dan Soebiato . yang menekankan pada empat pilar yaitu, bina manusia, bina usaha, bina lingkungan dan bina kelembagaan dapat dijabarkan sebagai berikut: Bina Manusia Mardikanto dan Soebiato . AuPemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan PublikAy menjelaskan bahwa bina manusia merupakan sistim yang pertama dan Upaya pengembangan kapasitas individu, yaitu keterampilan, dan sikap individu agar mereka P-ISSN:2338- 7521 E-ISSN: 3047-2725 dapat berpartisipasi secara aktif dalam Kemudian pengembangan kapasitas kelembagaan, yaitu memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka dapat mengelola sumber daya dan menyelesaikan Serta pengembangan kapasitas sistem, yaitu membangun sistim yang mendukung pemberdayaan masyarakat, seperti sistim informasi, sistim perizinan, dan sistim Bina manusia menjadi pondasi utama dalam membangun Kampung Pecut. Dimulai dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi diri dan nilai budaya mereka. Berbagai pelatihan dan edukasi diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam seni pecut, kewirausahaan, dan Hal menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian dalam diri mereka sehingga dapat dengan baik mengelola kampung wisata hingga dapat memberdayakan Penerapan bina manusia pada Kampung Pecut dalam rangka memberdayakan masyarakatnya melalui program desa wisata dapat disebutkan sebagai berikut: Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan: Pelatihan seni pecut untuk masyarakat terutama anakanak muda dalam usaha untuk . Pelatihan kewirausahaan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dan membangun usaha kecil menengah (UKM) melalui kampung wisata bertemakan budaya. Pelatihan kampung wisata untuk meningkatkan partisipasi Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. masyarakat Kampung Pecut pengambilan keputusan guna membuat Kampung Pecut semakin berkembang dan dikenal khalayak yg lebih . Edukasi tentang budaya lokal dan nilai-nilai positif untuk memperkuat identitas budaya di Kampung Pecut dan rasa dalam mengelola potensi Pembentukan Karakter dan Moral: Penanaman nilai-nilai gotong royong, kerja sama, dan saling membantu dalam membangun kampung wisata yang bernilai . Pengembangan rasa disiplin, individu serta rasa memiliki agar dapat secara totalitas mengembangkan Kampung Pecut. Hasil dan dampak yang dihasilkan dalam penerapan bina manusia dapat secara positif bermanfaat bagi masyarakat Kampung Pecut Kampung Pecut hingga dapat bermanfaat untuk meningkatkan taraf keterampilan masyarakat dalam berbagai bidang, tumbuhnya jiwa wirausaha dan Kampung Pecut, meningkatnya partisipasi kampung, dan memperkuat identitas dan rasa kebersamaan masyarakat. Bina Usaha Mardikanto dan Soebiato . merupakan upaya penting dalam pemberdayaan masyarakat. Upaya ini P-ISSN:2338- 7521 E-ISSN: 3047-2725 berusaha dan menciptakan lapangan pekerjaan guna meningkatkan taraf Gambar 1. 5 Pelaku seni di Kampung Pecut Bina usaha fokus pada pengembangan ekonomi kreatif di Kampung Pecut. Masyarakat didorong untuk memulai usaha kecil dan menengah (UKM) yang memanfaatkan potensi lokal, seperti seni pecut, kuliner, dan cinderamata. Berbagai pendampingan dan akses permodalan disediakan untuk membantu mereka dalam Beberapa implementasi bina usaha dalam lingkup Kampung Pecut dapat dijelaskan sebagai berikut: Pelatihan kewirausahaan Masyarakat diberikan pelatihan tentang berbagai aspek kewirausahaan, seperti manajemen usaha, pemasaran atau promosi dan pengelolaan keuangan atau budget. Hal ini bertujuan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan memulai dan menjalankan usaha kampung wisata yang meningkatkan taraf hidup masyarakat Kampung Pecut. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. Pendampingan usaha Tim pendamping usaha dari Pemerintah Kota Kediri memberikan bimbingan, pelatihan dan dukungan kepada para pelaku dan pegiat seni di Kampung Pecut. Pendampingan kampung wisata, memberikan akses permodalan, dan promosi dan memasarkan produk mereka. Pengembangan produk kreatif Masyarakat didorong untuk dapat membuat dan mengembangkan produk- produk kreatif yang bertema pecut dan jaranan, seperti souvenir, aksesoris, dan pakaian. Produk-produk ini kemudian dapat wisatawan dan masyarakat umum melalui stand souvenir Kampung Pecut. Pengembangan Kampung wisata Kampung wisata bertemakan budaya yang menampilkan seni pecut dan kegiatan lainnya di Kampung Pecut kepada wisatawan. Paket wisata ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat di Kampung Pecut. Menilik dari usaha-usaha yang telah dijabarkan diatas guna untuk memberdayakan masyarakat Kampung Pecut, dampak Bina Usaha di Kampung Pecut dapat disebutkan sebagai berikut: Meningkatnya pendapatan masyarakat. Bina usaha telah pendapatan masyarakat di Kampung Pecut. Hal ini meningkatnya jumlah usaha dan wisatawan yang hadir ke Kampung Pecut. P-ISSN:2338- 7521 E-ISSN: 3047-2725 Terciptanya pekerjaan. Bina usaha lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di sekitar area Kampung Pecut. Hal ini membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup Kampung Pecut. Bina Lingkungan Mardikanto dan Soebiato . menjelaskan bahwa bina lingkungan merupakan upaya lingkungan hidup. Upaya ini meliputi pengelolaan sumber daya keanekaragaman hayati. Julika dan Puspaningrum . juga bersih-bersih penghijauan, dan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Bina menekankan pada pelestarian alam dan kelestarian budaya Kampung Pecut. Masyarakat diajak untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, serta melestarikan tradisi dan nilai-nilai Berbagai program penghijauan, pengelolaan sampah, dan edukasi budaya dilakukan untuk mewujudkan lingkungan yang asri dan lestari. Upaya ini meliputi: Penghijauan: Penanaman pohon di sekitar Kampung Pecut untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi . Pengelolaan Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. Penerapan sistem pemilahan dan pengolahan sampah yang baik untuk mengurangi pencemaran Kampung Pecut . Pengelolaan air: Pembangunan sumur resapan dan sistem genangan air dan menjaga kelestarian sumber air serta Kampung Pecut. Pelestarian Penyelenggaraan budaya yang berkaitan dengan lingkungan, seperti bersih- bersih sungai, sedekah bumi dan penanaman pohon bersama. Bina Kelembagaan Totok Mardikanto dan Poerwoko Soebiato . menjelaskan bahwa bina kelembagaan merupakan upaya untuk memperkuat kelembagaan masyarakat. Upaya pengembangan kapasitas kelembagaan. Bina kelembagaan, fokus pada penguatan kelembagaan masyarakat Kampung Pecut. Dibentuknya organisasi dan kelompok- kelompok masyarakat yang solid dan terstruktur untuk mengelola berbagai program dan kegiatan di kampung. Kelembagaan yang kuat menjadi kunci Kampung Pecut dalam jangka panjang. Mardikanto dan Soebiato . menggaris bawahi pentingnya aspek bina kelembagaan dalam proses transformasi Kampung Pecut. Kota Kediri, menjadi contoh menarik untuk mengkaji aplikasi teori ini dalam konteks pemberdayaan masyarakat sebagai P-ISSN:2338- 7521 E-ISSN: 3047-2725 upaya yang konkrit untuk: Membangun dan memperkuat Memperkuat yang membawahi Kampung Pecut, seperti RT. RW dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. Meningkatkan kelembagaan: Meningkatkan dalam mengelola sumber daya, melaksanakan program, dan menjalin kerjasama. Mewujudkan kelembagaan: Memandirikan kelembagaan agar mampu menyelesaikan masalah dan menjalankan fungsinya secara berkelanjutan demi kemajuan Kampung Pecut. Di Kampung Pecut Kota Kediri, aspek bina kelembagaan dapat diwujudkan melalui beberapa langkah . Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimte. Memberikan pelatihan dan bimtek kepada Pokdarwis Kelurahan Kemasan dan pengurus Kampung Pecut tentang berbagai hal, seperti penyusunan program dan penemuan inovasi. Fasilitasi Akses Permodalan Membantu tersebut dalam mendapatkan akses permodalan, yang dalam hal Kampung Pecut adalah pemberian bantuan modal dari pemerintah Kota Kediri untuk Kampung Keren. Pemberian Jaringan Kerjasama Membangun jaringan dan kerjasama antara Pokdarwis. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. Kampung Pecut dengan berbagai perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang KESIMPULAN Berdasarkan hasil observasi penelitian dan masyarakat berbasis potensi lokal melalui Program Kampung Keren (Kreatif dan Independe. pada Kampung Pecut Kelurahan Kemasan Kota Kediri maka dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui program Kampung Keren (Kreatif dan Independe. di Kampung Pecut telah berjalan seperti yang diharapkan, masyarakat di Kampung Pecut terbantu dari perputaran Program Kampung Keren di Kampung Pecut telah memberikan manfaat bagi masyarakat serta pengelola yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat berkat adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan, kemudian meningkatnya pendapatan dan taraf hidup masyarakat berkat banyaknya wisatawan yang mengunjungi Kampung Pecut. Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dianalisis melalui empat langkah yaitu Bina Manusia. Bina Usaha. Bina Lingkungan, dan Bina Kelembagaan. Aspek bina Manusia dalam lingkup Kampung Pecut dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, dan workshopbagi para pengurus dan pemangku kepentingan di Kampung Pecut untuk pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam hal pengelolaan kampung wisata dalam bidang seni budaya pecut. Aspek bina usaha dengan melakukan pengembangan ekonomi kreatif melalui kampung wisata bertemakan kebudayaan pecut untuk terus mengangkat esistensi budayanya agar tidak hilang termakan zaman yang bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya melalui perputaran roda ekonomi yang berprofit. Dari segi aspek bina lingkungan. Kampung Pecut juga terus mengedepankan kebersihan dan kelestarian P-ISSN:2338- 7521 E-ISSN: 3047-2725 lingkungan guna menjaga keseimbangan ekosistem serta memberikan kenyamana kepada para wisatawan di Kampung Pecut. Kemudian bina kelembagaan dilakukan melalui pengurus dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. yang terus berupaya untuk mengembangkan kapasitas agar Kampung Pecut bisa terus eksis dan semakin berkembang baik dari segi pariwisata maupun masyarakatnya. Dengan adanya program Kampung Keren di Kampung Pecut telah memberikan manfaat bagi masyarakat serta pengelola yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat berkat adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Kediri, kemudian meningkatnya pendapatan dan taraf hidup masyarakat berkat semakin banyaknya wisatawan yang mengunjungi Kampung Pecut, meningkatnya rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal dan meningkatnya kerjasama dan gotong royong antar masyarakat Kampung Pecut. Namun demikian. Kampung Pecut masih memiliki beberapa kekurangan yang masih perlu untuk dibenahi, yaitu kurangnya sarana dan prasarana penunjang wisata dan kurangnya inovasi dalam pengembangan produk wisata. REFERENSI