Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Implementasi Pembelajaran Literasi Baca Tulis Untuk Penanaman Karakter Galuh Sukma Dewi1. Asrin2. Awal Nur Kholifatur Rosyidah3 1,2,3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan Ilmu. Universitas Mataram. Nusa Tenggara Barat. Indonesiaendidikan. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia Info Artikel _________________ Sejarah Artikel: Diterima: Mei, 2023 Disetujui: Juni, 2023 Dipublikasi:September, _________________ Kata kunci: Literasi. Karakter. Kurikulum Keywords: Literacy. Character. Curriculum Corresponding Author: Galuh Sukma Dewi Email: aluhmadewi3g@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran literasi baca tulis dan mendeskripsikan jenis-jenis karakter yang terbentuk dari proses implementasi pembelajaran literasi baca tulis pada peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Sepakek. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV. Guru Kelas IV, dan Kepala Sekolah SD Negeri 1 Sepakek. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu implementasi pembelajaran literasi baca tulis pada kelas IV SD Negeri 1 Sepakek terintegrasi dalam pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 dan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Implementasi pembelajaran literasi baca tulis dilaksanakan melalui lima tahapan yaitu . Tahap pendahuluan . egala jenis persiapan sarana dan prasarana serta rencana pelaksanaan pembelajara. , . Tahap pembiasaan . embaca 10-15 menit sebelum pembelajaran, penggunaan pojok baca dan perpustakaa. , . Tahap pengembangan . entas, dan tutor sebay. , . Tahap pembelajaran . eluruh kegiatan pembelajara. , dan . Tahap evaluasi . erkembangan kemampuan literasi peserta didik, kegiatan pembelajaran literas. Karakter yang terbentuk dari implementasi pembelajaran literasi baca tulis pada kelas IV SD Negeri 1 Sepakek yaitu Karakter Religius . elalui kegiatan berdo. Disiplin . engumpulkan tugas tepat wakt. Gemar Membaca . embaca lebih dari 1 buku setiap har. Rasa Ingin Tahu. Tanggung Jawab. Peduli Sosial. Kepemimpinan. Percaya Diri. Mandiri, dan Komunikatif. ABSTRACT This study aims to describe the implementation of literacy learning and describe the types of characters that are formed from the process of implementing literacy learning in class IV SD Negeri 1 Sepakek. The subjects of this study were students of grade IV, teachers of grade IV, and the Principal of SD Negeri 1 Sepakek. Data collection metods used are observation, interviews, and documentation. The results of this study are the implementation of literacy learning in class IV SD Negeri 1 Sepakek which are instegrated into learning using the 2013 curruculum and Implementation of Independent Curruculum (IKM). The implementation of literacy learning is carried out through five stages, namely . Preliminary stage . ll kinds of preparation facilities and infrastructure as well learning implementation plan. , . Habituation stage . eading 10-15 minutes beafore learning, use of reading corners and librarie. , . Development stage . tages and peer tutor. , . Learning stage . ll learning activitie. , and . Evaluation stage . evelopment of studentsAo literacy skills, literacy learning activitie. The characters formed from the implementation of literacy learning in class IV SD Negeri 1 Sepakek are Religious character (Through player acrivitie. Discipline . ollecting assigments on tim. Passion for reading . eading more than 1 book every da. Curiosity. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 223 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Responsibility. Social care. Leadership. Confident. Independent, and Communicative. A 20 A2023 Galuh Sukma Dewi. Asrin. Awal Nur Kholifatur Rosyidahtu This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license PENDAHULUAN Permasalahan literasi masih menjadi hal yang harus dibenahi di Indonesia. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Progamme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2019 lalu, menyatakan bahwa Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, dengan kata lain Indonesia menjadi negara dengan peringkat 10 negara terbawah yang memiliki literasi rendah (Novrizaldi. , 2. Berdasarkan hal tersebut sangat diperlukan untuk membudayakan Gerakan Literasi Nasional yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Sementara provinsi Nusa Tenggara Barat berdasarkan hasil survei Perpustakaan Nasional RI setiap tahun mengeluarkan Indeks Literasi Pembangunan Masyarakat (ILPM). Tahun 2020 dari 34 provinsi di Indonesia, provinsi Nusa Tenggara Barat berada pada urutan ke 14. Namun pada tahun 2021 provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami peningkatan dalam literasi menjadi peringkat ke 10 dengan indeks 17. Hal tersebut merupakan kemajuan yang dialami oleh Nusa Tenggara Barat setelah menerapkan Program Gerakan Literasi Nasional. Tujuan dari Gerakan Literasi Nasional adalah untuk menumbuh kembangkan budaya literasi dimasyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup. Gerakan Literasi Nasional memiliki beberapa program yang dicetuskan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan salah satunya adalah Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan literasi pada setiap sekolah yang ada di Indonesia. Melalui Gerakan Literasi Sekolah pemerintah mengharapkan literasi dapat membudaya diseluruh sekolah yang ada, sehingga akan menciptakan masyarakat yang literat. Gerakan Literasi Sekolah memiliki beberapa elemen didalamnya dimana salah satunya adalah Literasi dasar. Enam kemampuan dasar yang harus dikuasai individu dimana salah satunya adalah kemampuan membaca dan program literasi ini di galakkan pemerintah sebagai rasa perduli terhadap perkebangan dan kemajuan pembelajaran literasi di Indonesia. Namun disayangkan masih terdapat sekolah yang sangat acuh terhadap perkembangan kemampuan literasi peserta didik terlebih literasi baca tulis. Di Kabupaten Lombok Tengah terdapat sekolah-sekolah yang menerapkan pembelajaran literasi baca tulis, salah satunya adalah SD Negeri 1 Sepakek. SD Negeri 1 Sepakek merupakan Sekolah Dasar yang terletak di Desa Sepakek. Kecamatan Pringgarata. Kabupaten Lombok Tengah. Salah satu program Gerakan Literasi Sekolah yang dijalankan di SD Negeri 1 Sepakek adalah Pembelajaran Literasi Baca Tulis. Membaca merupakan langkah awal untuk mempelajari segala jenis ilmu pengatahuan, memperoleh informasi, mengembangkan suatu pemikiran guna menyelesaikan persoalan yang akan dihadapi setiap Sementara menulis sangat erat kaitannya dengan membaca, kedua hal tersebut memiliki kolaborasi yang senada dan tidak dapat dipisahkan. Masukan kata-kata didapat Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 224 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. melalui membaca, sedangkan keluarannya disalurkan melalui tulisan (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Berdasarkan hasil observasi awal di SD Negeri 1 menyediakan sarana dan prasarana yang dapat mendukung berlangsungnya pembelajaran literasi baca tulis. Fasilitas yang tersedia seperti ruang kelas, papan tulis, meja bangku guru dan peserta didik, buku tema. Selain itu terdapat kata-kata mutiara area sekolah sebagai pendukung proses pembiasaan literasi baca tulis peserta didik. Semua sarana dan prasarana tersebut sebagai penunjang implementasi pembelajaran literasi baca tulis di SD Negeri 1 Sepakek yang terintegrasi dalam pembelajaran menggunakan kurikulum 2013. Guru kelas bertugas sebagai pelaksana pembelajaran literasi baca tulis, dimana pelaksanaannya dilakukan 5 kali seminggu dan sejalan dengan pembelajaran di kelas. Penggunaan perpustakaan sendiri digunakan secara berkala dan bergantian setiap kelas. Kegiatan pembelajaran literasi baca tulis di kelas IV dilaksanakan sejalan dengan pembelajaran di kelas, tidak terdapat penambahan jam pelajaran. Kegiatan dimulai dengan berdoAoa bersama, kemudian peserta didik biasanya ditugaskan untuk membaca buku tema yang menjadi materi pembelajaran di hari tersebut. Peserta didik juga sering ditugaskan untuk menuliskan apa yang telah dibaca sebelumnya. Pada akhir pembelajaran guru sering menugaskan peserta didik untuk membaca hasil tulisannya ataupun membuat rangkuman dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Pertimbangan memilih kelas IV dalam penelitian ini dikarenakan merupakan kelas peralihan antara kelas rendah menuju kelas tinggi dan peserta didik kelas IV masih dalam tahap adaptasi karena peralihan tahun ajaran baru 2022/2023. Implementasi pembelajaran literasi baca tulis tidak dapat dipisahkan dengan pembentukan karakter. SD Negeri 1 Sepakek merupakan sekolah yang sangat mementingkan pendidikan karakter. Tercermin dari kebiasaan peserta didik dalam kegiatanya sehari-hari di Mulai dari kebiasaan makan sambil duduk, mengucapkan salam ketika bertemu guru dan keluar masuk ruangan, berpakaian . eragam panjan. , kegiatan yang diadakan sekolah seperti imtak setiap hari jumat, dan lain sebagainya. Pembelajaran literasi baca tulis dan pendidikan karakter merukan dua hal yang sangat penting bagi peserta didik di sekolah dasar khususnya di SD Negeri 1 Sepakek pada kelas IV. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini adalah: . mendeskripsikan implementasi pembelajaran literasi baca tulis untuk pembentukan karakter peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Sepakek. mendeskripsikan jenis-jenis karakter yang terbentuk dari proses implementasi pembelajaran literasi baca tulis peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Sepakek. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif degan jenis penelitian studi kasus. Jenis penelitian studi kasus adalah penelitian dimana peneliti mengkaji suatu fenomena/kasus dengan mengumpulkan informasi secara terinci menggunakan prosedur dalam suatu waktu dan kegiatan. penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dapat digunakan untuk mengkaji fenomena berlangsungnya implementasi pembelajaran literasi baca tulis untuk penanaman karakter peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Sepakek. Adapun waktu penelitian dilaksanakan pada tahun ajaran 2022/2023. Lokasi penelitian berada di SD Negeri 1 Sepakek. Desa Sepakek. Kecamatan Pringgarata. Kabupaten Limbok Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 225 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Tengah. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV. Guru Kelas, dan Kepala Sekolah SD Negeri 1 Sepakek. Objek dalam penelitian ini adalah proses implementasi pembelajaran literasi baca tulis di SD Negeri 1 Sepakek. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggukan model Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Autriangulasi dataAy berupa triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi teori. HASIL Implementasi Pembelajaran Literasi Baca Tulis Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kegiatan literasi baca tulis dilakukan melalui beberapa tahap kegiatan mulai dari tahap persiapan, pembiasaan, pengembangan, pembelajaran dan evaluasi yang terintegrasi dalam pembelajaran dengan kurikulum 2013 dan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Tahap Pendahuluan (Persiapa. Berdaskan hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2022 dengan informan Kepala Sekolah SD Negeri 1 Sepakek, implementasi pembelajaran literasi baca tulis yang dilakukan memerlukan berbagai persiapan terlebih dahulu sebelum dilakukannya Persiapan yang disiapkan oleh sekolah yaitu berupa sarana dan prasarana seperti kantin, ruang kelas, lapangan, perpustkaan dimana penggunaannya diatur oleh guru kelas masing-masing dan digunakan secara bergantian setiap kelas, walaupun tidak Adanya penyedian media pembelajaran pendukung kegiatan literasi baca tulis seperti proyektor, suratkabar, dan lai-lain. Namun disayangkan belum terdapat pelatihan secara khusus terkait pembelajaran literasi baca tulis untuk guru baik ketika kurikulum 2013 ataupun kurikulum merdeka, pelatihan yang diperoleh guru terpadu dengan pelatihan pembelajaran Implementasi Kurikulum Merdeka dimana salah satu materi yang diajarkan berkaitan tentang implementasi pembelajaran literasi baca tulis. Tidak semua guru mendapatkan pelatihan, hanya guru kelas I dan kelas IV. Untuk kelas IV berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2022 dengan guru kelas IV di SD Negeri 1 Sepakek, sebelum melaksanakan implementasi pembelajaran literasi baca tulis dilakukan beberapa persiapan baik dari segi sarana dan prasarana maupun persiapan peserta didik. Dari segi sarana dan prasarana yang dipersiapkan. Guru Kelas IV mengatakan : Aumisalnya kenyamanan penggunaan ruangannya, penataan bangku sesuai kebutuhan kegiatan, dari segi kebersihan, ketersediaan media seperti buku-buku bacaan baik yang diluar konteks pembelajaran ataupun yang di pakai saat belajar, dan mediamedia yang lain. Ay Dari informasi yang disampaikan tersebut guru kelas IV juga mempersiapkan media pembelajaran sebagai pendukung kegiatan implementasi pembelajaran literasi baca tulis di kelas IV. Persiapan guru dari segi sarana dan prasarana berupa persiapan ruangan kelas, media berupa proyektor, media temple, buku bacaan, pojok baca dan sebagainya. Tidak Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 226 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. lupa guru mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, instrument penilaian, persiapan tersebut terintegrasi dalm kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Pada kurikulum merdeka tidak lupa guru mempersiapkan segala hal disesuaikan dengan tema keegiatan setiap hari. Persiapan ini dilakukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran literasi baca tulis khususnya pada kelas IV. Selain persiapan sarana dan prasarana, persiapan peserta didik juga dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran literasi baca tulis dilaksanakan. Persiapan yang dilakukan berupan persiapan kesiapan belajar peserta didik, mulai dari kerapian, kebersiahan, persiapan alat yang akan digunakanseerti buku paket maupun buku bacaan lainnya, alat tulis dan lain sebagainya. Persiapan pembelajaran literasi ini dilaksanakan baik ketika kurikulum 2013 maupun pada kurukulum merdeka, namun pada kurikulum merdeka persiapan peserta didik disesuaikan dengan tema kegiatan setiap hari, khusunya pada kelas IV. Data ini diperkuat dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada peserta didik kelas IV. AuSebelum belajar biasanya saya nyapu, pungut sampah, berdoa, baca perkalian, baca bukuAAy (Reva. AuSebelum belajar biasanya berdoa, hafal perkalian, baca bukuAAy (Nafi. AuBerdoa, baca perkalian, baca bukuAAy (Nuru. Berdasaran hasil wawancara yang telah dilakukan dengan beberapa peserta didik kelas IV, hampir seluruh jawaban dari peserta didik sama sehingga data dirasa telah jenuh. Maka dari itu peneliti mencukupkan wawancara dengan beberapa peserta didik sebagai subjek yang mampu mewakili seluruh dari peserta didik kelas IV yang berjumlah 27 orang. Perwakilan ditetapkan subjek wawancara berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan observasi dari 27 orang peserta didik kelas IV yang memiliki keunikan seperti kriteria yang ditetapkan berjumlah 7 orang peserta didik. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dari kegiatan persiapan ini timbulnya karakter disiplin dan rasa tanggung jawab dari peserta didik. Disiplin terlihat dari kegiatan peserta didik dalam menyiapkan diri untuk menguikuti kegiatan pembelajaran setiap harinya, contoh mengenakan ketika mempersiapkan buku atau media dan lain sebagainya peserta didik melakukannya dengan tertib, pada kurikulum 2013 peserta didik diperbolehkan membawa buku tema yang disediakan sekolah untuk dibawa pulang dan peserta didik akan membawa buku yang dibagikan setiap harinya, dari sini terlihat kedisiplinan peserta didik dalam menyiapkan kebutuhan belajarnya. Selain sikap disiplin dari kegiatan tersebut juga munculnya karakter tanggung jawab dari peserta didik, contoh peserta didik bertanggung jawab menjaga buku tema yang dibawa agar tidak rusak dan lain sebagainya. Begitu juga dengan berlakunya IKM karakter disiplin dan tanggung jawab tampak pada peserta didik kelas IV, terlihat dari kegiatan peserta didik yang mempersiapkan diri menyesuaikan dengan tema setiap hari, senin disiplin, selasa literasi, rabu budaya, kamis qurAoani, jumat religi dan sabtu sehat. Tahap Pembiasaan Data yang diperoleh dari hasil wawancara, implementasi pembelajaran literasi baca tulis dilakukan dengan tujuan menjadikan kegiatan membaca dan menulis sebagai kebiasaan peserta didik dilakukan dengan teknik tertentu pada kelas IV di SD Negeri 1 Sepakek, berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV, dimana data yang diperoleh yaitu, kegiatan pembiasaan literasi baca tulis peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Sepakek dilakukan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 227 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. dengan menyediakan peserta didik area baca atau dinamakan pojok baca, tempelan di dinding berupa media pembelajaran, kemudian terdapat kata-kata motifasi di luar kelas, dan lain sebagainya sebagai media literasi baca tulis yang digunakan. Selain itu penggunakan fasilitas perpustakaan digunakan sebagai proses pembiasaan peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Sepakek. Hal ini diperkuat dengan adanya hasil observasi peneliti terkait dengan proses pembiasaan literasi baca tulis peserta didik kelas IV. Pada kegiatan implementasi pembelajaran literasi baca tulis di kelas IV ketika kurikulum 2013 berlaku, penggunaan pojok baca digunakan, guru kerapkali menugaskan peserta didik menggunakan buku yang berada pada pojok baca sebagai bahan materi, untuk penggunaan perpustakaan sendiri pada saat literasi kurikulum 2013 tidak terjadwal, dan masih jarang digunakan, terdapat juga media pembelajaran berupa poster, bagan, nama pahlawan di dalam kelas sebagai media pembelajaran literasi baca tulis. Salah satu pembiasaan kegiatan literasi baca tulis juga dilakukan seperti membaca sebelum belajar 10-15 menit, hal yang dibaca merupakan buku tema yang menjadi materi pembelajaran hari itu. Berdasarkan dari hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung, karakter yang terbentuk berupa karakter gemar membaca ini dilihat dari penggunaan pojok baca, kemudian kegiatan membaca 10-15 menit, selain itu terlihat timbulnya karakter tanggung jawab dari peserta didik hal ini diamati peneliti ketika peserta didik setelah selesai membaca, peserta didik merapikan kembali buku yang telah dibaca. Berdasarkan hasil observasi peneliti, pembelajaran literasi baca tulis yang terintegrasi dalam pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka yang baru-baru ini berlaku bentuk pembiasaannya tidak beda jauh dengan pembelajaran literasi baca tulis saat kurikulum 2013. Pengunaan pojok baca masih digunakan, perpustakaan mulai lebih sering digunakan jika dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, kegiatan membaca selama 10-15 masih dilakukan tetapi dengan perbedaan bahan bacaan, peserta didik tidak dipatok untuk membaca buku pelajaran lagi ketika kegiatan memaca 10-15 menit, peserta didik dibebaskan memilih buku yang akan dibaca pada pojok baca, namun untuk membaca buku materi atau buku pelajarannya sendiri dilakukan pada jam pelajaran dimulai, hal ini dibebaskan untuk membentuk karakter gemar membaca peserta didik. Dari hasil wawancara dengan guru kelas sendiri berdasarkan pengamatan guru kelas dan diperkuat dengan pengamatan peneliti bahwa beberapa karakter yang tampak pada peserta didik kelas IV baik ketika diterapkan kurikulum 2013 maupun IKM dari proses pembiasaan literasi baca tulis ini berupa karakter rasa ingin tahu, telihat dari peserta didik mampu membaca lebih dari 1 buku setiap hari, peserta didik kritis terhadap apa yang telah dibaca. Selain itu tampak karakter gemar membaca, ini tampak dari peserta didik merasa senang dan tidak ada keterpaksaan saat melakukan kegiatan meembaca. Adanya karakter religius terlihat dari kegiatan peserta didik baik dari bacaan maupun pengucapan basmalah sebelum membaca. Tahap Pengembangan Implementasi pembelajaran literasi baca tulis di SD Negeri 1 Sepakek seluruhnya termasuk kelas IV mengembangkan kemampuan literasi baca tulis melalui kegiatan pentas setiap hari rabu dengan tema kegiatan AuRubu BudayaAy sebagai sarana peserta didik untuk menunjukkan bakat mereka dan tentu melibatkan literasi baca tulis didalamnya, contoh menampilkan pidato, puisi, bahkan membuat gerakan tari membutuhkan kemampuan membaca dan menulis, dalam kegiatan ini pula cenderung melibatkan sistem teman sejawat. Kegiatan ini dilaksanakan seluruh kelas termasuk kelas IV. Data ini diperoleh dari hasil Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 228 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. wawancara guru kelas IV dan Kepala Sekolah SD Negeri 1 Sepakek dan diperkuat dengan hasil observasi peneliti. Guru kelas IV sendiri menuturkan : AuA. rabu ada pentas. anak-anak ini sibuk mempersiapkan diri untuk kegiatan itu ini melibatkan kemampuan membaca dan menulis bahkan menghafal. Ay Aubentuk pengembangannya kita adakan pentas, anak-anak kita dibebaskan untuk menampilkan bakatnya baik yang berkaitan dengan literasi seperti pidato, puisi dll, ataupun diluar itu, disini juga pengembangannya menggunakan sistem teman sejawat, untuk anak-anak kita yang kelas tinggi dimintai bantuan oleh guru untuk ikut andil membimbing adek-adeknya baik dalam membaca atau menulis. Ay Hal ini diperkuat dengan penuturan Kelapa Sekolah SD Negeri 1 Sepakek yang mengatakan AuAhari rabunya kami mengadakan rabu budaya, dimana pada hari rabu ini bakat anak-anak kita ditampilkan termasuk bakat dalam berpidato, membacakan puisi yang dimana hal itu untuk membiasakan literasi baca tulis pada anak-anak kita ini. Ay Selain pengembangan kegiatan literasi baca tulis dilakukan pada hari Rabu Budaya, berdasarkan hasil observasi terdapat hari khusus pembelajaran literasi baca tulis yaitu Selasa Literasi, bentuk kegiatan yang dilakukan melibatkan seluruh peserta didik termasuk peserta didik kelas IV. Kegaitan Selasa Literasi di SD Negeri 1 Sepakek mengembangan programnya dengan teknik tutor sebaya, dimana dibentuknya suatu kelompok belajar yang dalam kelompok tersebut terdapat beberapa peserta didik dari kelas tinggi termasuk kelas IV yang memiliki tugas mengajar, menyimak kemampuan membaca dan menulis peserta didik dikelas rendah dalam masing-masing kelompok. Tidak semua peserta didik kelas tinggi berperan sebagai tutor sebaya dihari yang sama, pembagian tugas dilakukan secara bergiliran setiap Peserta didik yang tidak bertugas sebagai tutor dihari itu melakukan kegiatan pembelajaran literasi baca tulis didampingi oleh guru kelas. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti yang diperoleh dari kegiatan observasi bahwa kegiatan literasi baca tulis dalam tahap pengembangan ini terlihat tampak karakter tanggung jawab perserta didik, ini dilihat dari kegiatan peserta didik yang melaksanakan tugasnya sebagai tutor sebaya. Selain itu tampak juga karakter peduli sosial, ini terlihat ketika peserta didik kelas IV dan peserta didik kelas tinggi lainnya menjalankan tugasnya sebagai tutor sebaya, peserta didik kelas tinggi dan kelas rendah berbaur dan saling menolong, diluar itu juga tidak jarang peserta didik kelas IV membantu kegiatan pada Hari Rabu Budaya untuk mempersiapkan peserta didik kelas rendah, contohnya peserta didik kelas rendah akan menampilkan solawat untuk pentas tidak jarang peserta didik kelas tinggi termasuk kelas IV ikut membantu, seperti membantu peserta didik yang dilatih untuk menghafal, dimana melibatkan kemampuan membaca, melalui kegiatan pentas pada rabu budaya tampak karakter percaya diri yang ditingkatkan melalui adanya kegiatan ini. Ada rasa kepemimpinan yang timbul dari kegiatan ini, kalau sudah jamnya walaupun belum didampingi bapak/ibu guru peserta didik kelas tinggi sudah mengambil bagiannya untuk mengajar peserta didik dikelas rendah tanpa perintah lagi, peserta didik kelas IV dan kelas yang lain memiliki inisiatif sendiri Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 229 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. memulai kegiatan literasi baca tulis, di hari Selasa Literasi. Proses kegiatan pembelajaran literasi baca tulis yang di paparkan tersebut berlaku ketika IKM dilaksanakan. Data ini diperkuat dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara guru kelas IV. Sedangkan untuk kegiatan pengembangan literasi baca tulis dengan kurikulum 2013 lalu terdapat hari Sabtu Budaya, diadakan pentas namun untuk apa yang akan ditampilkan peserta didik masih di konsepkan oleh guru. Peserta didik dilatih oleh guru kelas masingmasig untuk menampilkan apa yang akan ditampilkan pada hari Sabtu Budaya. Berdasarkan hasil observasi timbulnya rasa tanggung jawab dari peserta didik dari kegiatan tersebut, tanggung jawab menjalankan tugas dalam mempersiapkan diri, kegiatan ini melibatkan kemampuan membaca, dan menulis peserta didik. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, dari kegiatan pengembangan pembelajaran lierasi baca tulis yang dilaksanakan berdasarkan kurikulum 2013 lalu, tampak karakter dari peserta didik melalui kegiatan tersebut adalah karakter tanggung jawab dan peningkatan karakter percaya diri pada peserta didik. Dilihat dari kebereranian peserta didik mengemban apa yang sudah di percayakan atau ditugaskan padanya sebagai perwakilan yang akan mewakilkan kelasnya tampil pada hari sabu budaya tersebut. Tahap Pembelajaran Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti ketika SD Negeri 1 Sepakek pada kelas IV masih menerapkan kurikulum 2013 dalam pembelajarannya. Seluruh kegiatan pembelajaran melibatkan kemampuan membaca dan menulis peserta didik. Hal ini juga dibuktikan melalui adanya rangkaian kegiatan pebelajaran yang tertulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat oleh guru kelas IV sendiri. Mulai dari kegiatan pendahuluan hingga kegiatan penutup, rata-rata melibatkan kemampuan membaca dan menulis peserta didik. Kegiatan membaca peserta didik pada kurikulum 2013 tergambar dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran seperti pada kegiatan pendahuluan, kegiatan diawali dengan berdoa bersama, memeriksa kehadiran peserta didik, dilanjutkan dengan kegiatan membaca buku selama 10-15 menit . ebagai proses pembiasaa. Pada kegiatan inti, terdapat kegiatan penugasan baik secara individu ataupun kelompok yang sudah pasti memerlukan kemampuan membaca dan menulis peserta didik, bahkan pada kegiatan penutup sekalipun melibatkan kemampuan membaca peserta didik contoh dalam penulisan kesimpulan atau merangkum materi yang sudah dijelaskan dalam pembelajaran. Data ini diperkuat oleh hasil wawancara yang dilakukan dengan guru kelas IV. Dari kegiatan pembelajaran ini tampak karakter religius, hal ini terlihat dari kegiatan membaca doa sebelum dan sesudah belajar, saat menyampaikan hasil diskusi mengucapkan salam terlebih dahulu dan juga dari bacaan-bacaan peserta didik yang berkaitan tentang Selain karakter religius tampak juga karakter tanggung jawab, ini terlihat dari peserta didik yang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Begitu pula ketika Implementasi Kurikulum Merdeka berlaku dikelas IV sendiri, selalu melibatkan kemampuan membaca dan menulis peserta didik, namun yang menjadi perbedaan dengan kurikulum 2013 bahwa penerapan atau penggunaan kemampuan membaca dan menulis peserta didik berdasarkan kurikulum merdeka di kelas IV berlaku pendekatan mata pelajaran. Kegiatan pembelajaran terlaksana lebih dinamis. Dari hasil pengamatan peneliti saat proses pembelajaran berlangsung tampak karakter peduli sosial, terliahat ketika peserta didik mengerjakan tugas, peserta didik yang lebih mengerti dan lebih Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 230 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. dulu selesai mengerjakan, lalu berinisiatif mengajarkan temannya yang lain dengan mengajarkan cara menyelesaikan tugas yang diberikan. Ketika diberikan tugas dalam bentuk proyek dengan ditentuan satu tema tertentu, lalu peserta didik merencanakan kegiatan apa yang akan dilakukan, apa yang perlu disiapkan, dan lain sebagainya, biasanya dilakukan secara berkelompok. Peserta didik merancang sendiri proses dari kegitan yang dilakukan. Contoh ketika guru menugaskan atau memberikan tugas dengan suatu tema tertentu, seperti membuat masakan tradisional, peserta didik merancang kegiatannya sendiri mulai dari menentukan kelompok, penentuan jenis masakan yang akan dibuat, menentukan bahan, alat, pembagian tugas, peserta didiklah yang merancang kegiatan sendiri, hal ini tentu membutuhkan kemampuan membaca dan menulis peserta didik, seperti mencatat alat, bahan, pembagian tugas dan lain sebagainya. Dari kegiatan tersebut tampak karakter tanggung jawab dan mandiri dari peserta didik. Bahkan karakter disiplin tampak melalui kegiatan pemblajaran berlangsung, seperti pengumpulan tugas tepat waktu dan lain Tahap Evaluasi Kegiatan evaluasi pembelajaran literasi baca tulis di kelas IV berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV diperoleh data bahwa evaluasi yang dilakukan guru kelas IV saat kurikulum 2013 berjalan, guru menilai kemampuan literasi baca tulis dari pengerjaan tugas peserta didik, kerapian tulisan, hingga pemahaman terhadap bacaan yang dijadikan sebagai nilai tugas dan dimasukkan dalam penilaian KD tertentu. Sedangkan untuk evaluasi literasi baca tulis secara khusus dengan kurikulum merdeka peserta didik kelas IV dilakuakan setiap hari selasa dengan kriteria tertentu dan guru memiliki catatan perkembangan kemampuan literasi baca tulis peserta didik. Berdasarkan hasil observasi penilaian literasi baca tulis dilakukan ketika melihat kegiatan peserta didik sehari-hari, contoh ketika Rabu budaya guru kelas IV sendiri memasukkan atau menjadikan penampilan peserta didik kelas IV sebagai nilai tambah tugas yang dimasukkan kedalam pembelajaran sesuai dengan topik sedangkan untuk evaluasi kegiatan, yang perlu dibenahi berupa manajemen waktu, sumber bacaan untuk peserta didik, dan inovasi kegiatan. Terkait dengan pembentukan karakter peserta didik sendiri diperoleh data berupa jurnal penilaian bulanan sikap peserta didik kelas IV, dalam jurnal tersebut ada beberapa sikap yang diacu sebagai penilaian sikap berkaitan dengan sikap religius dan sikap sosial yaitu untuk religius yang dinilai berupa berdoa, mengucapkan salam, ihktiyar, bersolawat. Untuk sikap sosial yang menjadi penilaian berupa sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, dan percaya diri. Selain sikap yang menjadi penilaian pada jurnal penilaian bulanan tersbut berdasarkan hasil observasi, tidak hanya sikap tersebut yang tampak pada peserta didik khususnya dalam kegiatan pembelajaran literasi baca tulis pada kelas IV SD Negeri 1 Sepakek. PEMBAHASAN Implementasi Pembelajara Literasi Baca Tulis AuLiterasi merupakan bagian integral dalam dunia pendidikan (Heri. , et al. , 2. Bagian integral dari dunia pendidikan artinya bahwa literasi berguna diseluruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan. Pendidikan dijalankan dengan kemampuan literasi sebagai penunjangnya berlangsung suatu program apapun yang dilakukan dalam pendidikan. Salah satu literasi dasar yaitu literasi baca tulis. Implementasi pembelajaran literasi baca tulis Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 231 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. memiliki lima tahapan pelaksanaan yaitu tahap pendahuluan, tahap pembiasaan, tahap pengembangan, tahap pembelajaran dan tahap evaluasi (Hadiansah. & Sauri RS. , 2. Implementasi pembelajaran literasi baca tulis yang dilaksanakan baik yang terintegrasi dalam pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 maupun kurikulum Merdeka pada kelas IV di SD Negeri 1 Sepakek pembelajaran literasi baca tulis dilaksanakan melalui lima tahapan yaitu : Tahap Pendahuluan (Persiapa. Tahap pendahuluan merupakan tahap awal yang dilakukan. Pada tahap ini dilakukan persiapan segala kebutuhan yang diperlukan untuk berlangsungnya kegiatan literasi baca tulis, baik dari segi sarana, prasarana maupun persiapan peserta didik. Pada tahap ini melibatkan berbagai pihak yang harus saling mendukung dan bekerjasama untuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan selama kegiatan. SD Negeri 1 Sepakek telah melakukan kegiatan literasi baca tulis yang diawali dengan tahap pendahuluan atau bisa disebut dengan tahap persiapan. Persiapan yang dilakukan berupa persiapan perangkat pembelajaran, tempat, bahkan persiapan peserta didik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Siti Jariah & Marjani . dalam penelitiannya terdapat salah satu tahapan literasi yaitu tahap pendahuluan, pada tahap ini pihak sekolah, guru dan orang tua siswa berkerja sama agar program dapat berjalan. Guru harus mengetahui pola dalam kegiatan, kegiatan ini berlanjut hingga kelingkungan rumah sehingga perlu adanya kontribusi dari berbagai pihak. Guru kela IV mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan selama pembelajaran, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Guru mempersiapkan perangkat pembelajaran, seperti media pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, mempersiapkan pojok baca. Pada tahap ini peserta didik juga diajak berkontribusi dalam Tahap Pembiasaan Pada tahap ini literasi baca tulis dilatih agar menjadi suatu kebiasaan bagi peserta Guru menciptakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk melatih peserta didik dalam hal membaca dan meulis yang lambat laun menjadi kebiasaan bagi peserta didik tersebut. Berdasaran penelitian oleh (Burhan. NS. , et al. ,2. diperoleh hasil penelitian bahwa pada tahap pembiasaan dilakukan kegiatan pemilihan buku bacaan yang tepat untuk literasi, melaksanakan literasi sebelum pembelajaran dengan kegiatan membaca dan menulis, membuat lingkungan sekolah kaya akan teks melalui gambar dan poster, dan melibatkan publik dalam pelaksanaan literasi sekolah. Penelitian yang dilakukan oleh Widiada. IK. menyatakan bahwa salah satu kegiatan pembiasaan dalam implementasi pembelajaran literasi baca tulis yaitu kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, target capaian kebijakan untuk mewujudkan kegiatan membaca selama 15 menit di kelas sebelum mulai dengan pelajaran yang bervariasi pada masing-masing sekolah. Tahap pembiasaan literasi baca tulis dilakukan dengan berbagai kegiatan di Kelas IV SD Negeri 1 Sepakek kegitannya berupa penggunaan pojok baca, membaca sebelum pembelajaran 1015 menit ini diimplementasikan baik dalam kurikulum 2013 ataupun kurikulum merdeka. Hasil penelitian oleh Muhilal, dkk . , diperoleh bahwa multiliterasi berbasis pendidikan karakter telah diimplementasikan lewat nilai-nilai karakter dalam pelaksanaan gerakan literasi sekolah. Program multiliterasi dengan kegiatan kemampuan literasi sekolah untuk membentuk karakter secara positif dan menjunjung nilai-nilai karakter secara positif. Salah satu program bagian dari multiliterasi sekolah yaitu literasi baca tulis yang dalam hal ini Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 232 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. diterapkan pada Sekolah Dasar tepatnya pada kelas IV SD Negeri 1 Sepakek. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dari kegiatan literasi baca tulis khususnya pada tahap pembiasaan ini, tampak karakter pada peserta didik yaitu karakter tanggung jawab, tampak dari kegiatan peserta didik ketika menggunakan buku yang telah dibagikan kemasing-masing peserta didik menggunakan dan menjaga buku yang telah dibagikan tersebut. Selain itu juga terlihat jelas karakter disiplin dan religius, ini terlihat dari ketika kegiatan membaca selama 10-15 menit rutin dilakukan sesuai dengan intruksi dari guru, sebelum kegiatan membaca peserta didik berdoa bersama terlebih dahulu dan ketika sebelum membaca kebiasaan peserta didik khususnya kelas IV sendiri mengucapkan basmallah terlebih dahulu. Dari kegiatan membaca 10-15 menit ini juga, terbentuknya karakter gemar membaca dari peserta didik. Implementasi pembelajaran literasi baca tulis yang dilaksanakan berdasarkan kurikulum merdeka pada tahap pembiasaan ini merupakan kelanjutan dari implementasi pembelajaran literasi baca tulis saat mengunakan kurikulum 2013. Penggunaan pojok baca untuk pembiasaan membaca dan menulis peserta didik pada kurikulum merdeka ini, peserta didik dibebaskan menggunakan pojok baca yang telah disediakan. Bahkan dalam penentuan jenis bacaan pada pojok baca sendiri peserta didik dilibatkan dalam memilihnya, walaupun jumlahnya masih terbatas. Peserta didik kelas IV memilih bacaan yang disukai dari buku-buku yang berada di perpustakaan untuk melengkapi buku yang ada di pojok baca, peserta didik diperbolehkan mengganti bahan bacaan yang ada di pojok baca ketika dirasa sudah semua buku yang ada di pojok baca tersebut sudah dibaca. Rata-rata setiap peserta didik bisa membaca lebih dari 1 buku dalam sehari pada pojok baca. Dari hal ini saja sudah terlihat adanya karakter gemar membaca dan rasa ingin tahu dari peserta didik, bahkan katrakter tanggung jawab tampak dari kegiatan-kegiatan penggunaan pojok baca tersebut. Untuk kegiatan membaca 10-15 menit sebelum pembelajaran masih diimplementasikan dalam kurikulum merdeka yang mulanya pada kurikulum 2013. Tulisan-tulisan di dinding juga digunakan sebagai media pembelajaran sekaligus pembiasaan literasi baca tulis peserta didik, seperti peta pulau Lombok dan kebudayaannya, poster perkembangbiakan tumbuhan, poster ukuran panjang dan berat, dan foto-foto pahlawan sedangkan untuk kata-kata motivasi dan kata-kata wejangan terdapat pada area sekolah di luar kelas. Media-media yang ditempel di dinding sudah digunakan sejak kurikulum 2013 hingga kurikulum merdeka berlaku Tahap Pengembangan Tahap pengembangan disini sebagai pengembangan kegiatan literasi dari tahap Pada tahap pengembangan literasi baca tulis bahkan seluruh kegiatan sekolah dalam implementasinya di SD Negeri 1 Sepakek sangat menekankan sistem among yang dicetuskan oleh bapak pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara. AuSistem among adalah sistem pendidikan yang berjiwa kekeluargaan dengan bersendikan kepada kodrat alam dan Tujuan sistem among adalah menanamkan budi pekerti peserta didik. Untuk menanamkan budi pekerti diperlukan materi yang tepat sehingga dapat menumbuhkan dan meningkatkan daya cipta, rasa, dan karsa peserta didikAy, (Samsiyah. , 2. Berdasarkan sistem tersebut SD Negeri 1 Sepakek melakukan proses pengembangan dalam pembelajaran literasi secara keseluruhan melibatkan seluruh kelas termasuk kelas IV. Terdapat kegiatan pentas yang diadakan pada Rabu Budaya, tujuannya untuk menampilkan dan menggali bakat yang dimiliki peserta didik baik itu yang melibatkan kemampuan literasi baca tulis ataupun Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 233 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Adanya kegiatan seperti pentas tersebut peserta didik akan semakin giat berlatih dan mempersiapkan dirinya. Selain kegiatan Rabu Budaya terdapat juga kegiatan Selasa Literasi, pada hari ini dikhususkan untuk kegiatan literasi baca tulis peserta didik. Selasa literasi dalam kegiatannya di SD Negeri 1 Sepakek menggunakan motode tutor sebaya dimana peserta didik kelas tinggi termasuk kelas IV ditugaskan untuk membantu guru dalam mengajarkan literasi baca tulis ke pada peserta didik kelas rendah (I. II, dan . Penggunaan peserta didik kelas tinggi sebagai tutor sebaya khususnya kelas IV sendiri tidak dilakukan dalam satu waktu, artinya peserta didik kelas IV sendiri melakukan perannya sebagai tutor sebaya bergantian setiap minggunya. Peserta didik yang tidak sedang bertugas, melaksanakan kegiatan pembelajaran literasi baca tulis seperti biasa. Kedua kegiatan tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan literasi baca tulis yang dilakukan SD Negeri 1 Sepakek ketika Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Efektifitas tutor sebaya dalam kegiatan pembelajaran adalah adanya peningkatan minat baca pada siswa, (Purnami. , 2. Dalam kegiatan ini sangat menekankan kosnsep diri kepada peserta didik sebagai proses totalitas dari peserta didik tersebut yang merupakan bagian dari pembentukan karakter. Dari kegiatan tersebut timbulnya karakter kemandirian, tanggung jawab, percaya diri, peduli sosial, dan komunikatif, bahkan terbentuknya karakter religius pada peserta didik. Sedangkan bentuk kegiatan pembelajaran literasi baca tulis tahap pengembangan pada kurikulum 2013 berupa kegiatan pentas yang dilaksanakan pada sabtu budaya, tetapi peserta didik yang tampil menjadi perwakilan kelas dipilih oleh bapak/ibu guru kelas. Kegiatan yang ditampilkan berupa pembacaan ayat-ayat suci Al-QurAoan . yat-ayat pende. , tilawatil quran, puisi, pidato dan lain sebagainya. Dari kegiatan ini tampak karakter percaya diri dan tanggung jawab serta karakter religius Tahap Pembelajaran Menurut Hadiansah D. & Sauri RS . menyatakan bahwa sesuai dengan kurikulum 2013 gerakan literasi harus tercermin dalam pembelajaran. Kegiatan literasi harus tersurat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, kegiatan literasi ditampakkan baik dalam mata pelajaran/ tema apapun. Guru merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan melibatkan kemampuan peserta didik baik itu kemampuan membaca ataupun Literasi baca tulis bisa dikatakan sebagai penunjang keberhasilan suatu pembelajaran dilaksanakan. AuPada tahap ini guru meningkatkan kemampuan literasi peserta didik disemua mata pelajaran dengan cara menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca disemua mata pelajaranAy, (Labudasari E. , 2. Sejalan dengan hal tersebut kelas IV SD Negeri 1 Sepakek melakukan kegiatan pembelajaran dengan melibatkan kemampuan membaca dan menulis peserta didik dalam seluruh pembelajaran yang dilaksanakan. Guru kelas IV sendiri membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan mencantumkan kegiatan membaca dan menulis dalam setiap pembelajarannya, baik dalam pendahuluan, kegiatan inti ataupun kegiatan penutup pembelajaran. Ketika menggunakan kurikulum 2013 kegiatan literasi baca tulis dicantumkan atau diaplikasikan menggunakan pendekatan tema Proses pembelajaran dilakukan mulai dari kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Dimana terdapat kegitan penugasan mandiri maupun kelompok, membaca, diskusi, pembuatan kesimpulan dan lain sebagainya. Berdasarkan kegiatan tersebut tampak karakter Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 234 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. yang timbul dari peserta didik berupa karakter tangung jawab terlihat dari keseriusan peserta didik mengikuti pembelajaran, keseriusan dalam mengerjakan tugas. Karakter komunikatif tampak dari kegiatan diskusi kelompok, peserta didik saling bertukar pikiran dan ketika ada dari anggota yang tidak faham maka anggota yang lain akan mengajarkan dan menjelaskan anggota yang belum mengerti. Bahkan dari kegiatan pembelajarannya sendiri tampak karakter religius, hal ini terlihat dari ketika sebelum belajar dan sesudah belajar melakukan kegiatan berdoa bersama terlebih dahulu, ketika menyampaikan hasil diskusi peserta didik mengucapkan salam terlebih dahulu, ketika sebelum mulai membaca peserta didik mengucapkan kalimat basmalah terlebih dahulu. Karakter dapat dibentuk melalui kegiatan membaca dan menulis ( literasi ) salah satu aktivitas vital dalam hidup, (Hadiansyah. TU. Tidak jauh berbeda dengan kegiatan pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum 2013, kebiasaan-kebiasaan yang sudah berlangsung pada peserta didik dibawa atau diterapkan pada pembelajaran kurikulum merdeka. Belum adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat guru karena Kurikulum Merdeka ini masih bersifat baru, namun kegiatan pembelajaran sudah terlaksana. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan diawali dengan berdoa bersama, kemudian membaca, dan membahas materi pelajaran dimana materi yang dibahas menggunakan pendekatan mata pelajaran, terdapat kegiatann diskusi dan sebagainya. Dari kegiatan pembelajaran yang berlangsung berdasarkan IKM pada kelas IV sudah tentu melibatkan kemampuan membaca dan menulis peserta didik. Dari kegiatan pembelajaran ini tampak karakter yang terbentuk berupa karakter religius terlihat dari kegiatan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, adap dalam menyampaikan hasil diskusi, etika membaca dengan cara mengucapkan basmalah terlebih dahulu dan lain Selain itu juga tampak karakter disiplin, ini terlihat dari ketika peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik dan tertib, saat berdiskusi, mengerjakan tugas mandiri dan lain sebagainya. Tampak juga karakter komunikatif pada peserta didik, ini tergambar dari kegiatan penyampaian hasil diskusi kepada seluruh anggota yang berada di kelas saat pembelajaran berlangsung. Semua kegitan tersebut melibatkan kempuan literasi baca tulis dalam pembelajaran. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi dilakukan guna mengukur seberapa efektif kegiatan literasi baca tulis dan berbagai kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan dengan harapan bahwa peserta didik dapat menumbuhkan budaya literasi sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, (Trianggoro. IRW, & Koeswanti. HD. , 2. Evaluasi literasi baca tulis yang diamati dalam penelitian ini yaitu evaluasi kegiatan dan kemampuan peserta didik tingkat Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Sepakek khususnya pada kelas IV. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Faifet. menyatakan bahwa dalam penelitiannya dilakukan dua proses evaluasi yaitu evaluasi ketika proses kegiatan membaca berlangsung dan evaluasi berkala setiap bulan. Permasalahan dalam literasi dapat diselesaikan melalui evaluasi, dalam penelitian yang dilakukan oleh Ulandani. BA. , dkk . dalam penelitiannya menyatakan adanya solusi dalam bentuk evaluasi sebagai upaya dalam mengurangi hambatan . yang dilakukan dengan evaluasi di dalam kelas oleh guru secara langsung, evaluasi setiap bulan, dan evaluasi diakhir semester. Kegiatan eveluasi kemampuan literasi baca tulis peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Sepakek ketika menggunakan kurikulum 2013, guru masih menggunakan evaluasi Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 235 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. pembelajaran, artinya kemampuan peserta didik dalam literasi baca tulis penilaiannya disatukan dengan penilaian akademik, dengan dimasukkan kedalam kompetensi dasar tertentu sebagai nilai tambah peserta didik. Contoh ketika peserta didik menunjukkan kemampuan dalam membaca guru akan memasukkannya kesalah satu muatan pelajaran yang menjadikan nilai tugas dari peserta didik. Selain itu penilaian literasi baca tulis pada kelas IV dilakukan dengan pemeriksaan catatan peserta didik seperti rapi tidaknya tulisan, tepat atau tidak kata ataupun kalimat, sehinga dari kegiatan evaluasi seperti ini tampak karakter disiplin yang ditekankan pada peserta didik, seperti benar tidaknya peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik, patuh atau tidaknya peserta didik ketika ditugaskan menuliskan rangkuman dan lain sebagainya. Ketika kurikulum merdeka mulai diberlakukan, kegiatan evaluasi kemampuan literasi baca tulis dilaksanakan dengan cara penilaian proses diluar pembelajaran. Contoh setiap hari rabu diadakan pentas, peserta didik termasuk kelas IV akan menampilkan kemampuan yang dimiliki, baik dalam berpidato, menari, mengaji dan lain sebagainya. Peserta didik kelas IV yang tampil akan diberi nilai tambah dan dimasukkan kedalam muatan tertentu dalam Sedangkan untuk evaluasi literasi baca tulis secara khusus dilakukan setiap hari selasa, evaluasi tidak dilakukan dalam bentuk angka, guru kelas IV membuat catatan kemampuan peserta didik sesuai dengan apa yang akan dijadikan sebagai penilaian dalam literasi baca tulis. Dari kegiatan evaluasi ini tampak karakter kerja keras yang timbul pada peserta didik kelas IV, dilihat dari ketika dilakukan evaluasi dan peserta didik mengetahui letak kurang dari dirinya dalam hal literasi baca tulis, sehinnga peserta didik kelas IV sendiri berusaha meningkatkan kemampuannya baik dalam membaca dan menulis. Untuk evaluasi pelaksanaan kegiatan peserta didik setiap harinya termasuk didalamnya kegiatan literasi baca tulis didiskusikan melalui rapat setiap hari sabtu untuk mengevaluasi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dalam setiap minggunya. SIMPULAN Tahap-tahap impementasi pembelajaran literasi baca tulis SD Negeri 1 Sepakek terintegrasi dalam pembelajaran pada Kurikulum 2013 dan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) mempunyai tahapan yang sama, yaitu: Tahap persiapan . , tahap pembiasaan, tahap pengembangan, tahap pembelajaran, dan tahap evaluasi. Hanya saja yang membedakan adanya pengembangan bentuk kegiatan pada Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) lebih rinci disesuaikan dengan tema kegiatan, maksudnya pembelajaran literasi baca tulis pada kelas IV SD Negeri 1 Sepakek mengikuti tema-tema kegiatan yang telah ditetapkan dari sekolah seperti senin disiplin, selasa literasi, rabu budaya, kamis qurAoani, jumat religi dan sabtu sehat. Melalui kegiatan implementasi literasi baca tulis di kelas IV SD Negeri 1 Sepakek, terbentuknya beberapa karakter dari kegiatan tersebut yaitu berdasarkan kurikulum 2013 karakter yang terbentu berupa karakter religius, tanggung jawab, disiplin, gemar membaca, percaya diri dan komunikatif. Sedangkan berdasarkan IKM karakter yang terbentuk berupa karakter religius, disiplin, tanggung jawab, gemar membaca, rasa ingin tahu, peduli sosial, kepemimpinan, mandiri, percaya diri dan komunikatif. Jenis karakter pada implementasi pembelajaran literasi baca tulis dengan menggunakan IKM lebih beragam karena adanya pengembangan teknik baru yang diterapkan dalam pembelajaran literasi baca tulis. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 236 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 237 | 238 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 223-238 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. DAFTAR PUSTAKA