Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual ISSN : 2746-4814 Vol 6. No 1. Januari 2025 KEPEDULIAN LINGKUNGAN DALAM PENDIDIKAN KRISTEN DI GEREJA: ANALISIS ALKITABIAH DAN PENDEKATAN APLIKATIF UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER JEMAAT Henny Verra Fonataba STFT GKI I. S Kijne Jayapura hennyverrafonataba@stftiskijne. ABSTRAK Pendidikan Kristen di gereja memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter iman jemaat. tengah meningkatnya krisis lingkungan globa seperti perubahan iklim, pencemaran air dan udara, kerusakan hutan, kepunahan spesies serta kesadaran Masyarakat termasuk umat Kristen, terhadap pelesterian alam masih tergolong rendah. Permasalahan ini diperparah oleh kurangnya pendidikan iman yang secara khusus menekan tanggungjawab terhadap lingkungan sebagai bagian dari hidup beriman. Dalam konteks zaman modern yang kian menghadapi masalah lingkungan hidup, gereja memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari panggilan iman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeskplorasi prespektif Alkitab mengenai kepedulian lingkungan dan bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam Pendidikan Kristen di gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks Alkitab dan studi literatur yang relevan mengenai ekologi dan Pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Alkitab mengenai pemeliharaan bumi, tanggung jawab manusia dan kasih terhadap ciptaan dapat dijadikan landasan dalam mendidik jemaat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Pendekatan praktis yang dapat diterapkan dalam gereja meliputi program pendidikan, aksi nyata dalam pelestarian alam serta pengintegrasian nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari jemaat. Kesimpulan bahwa gereja memiliki peran strategi dalam membentuk kesadaran lingkungan berbasis iman Kristen. Kata Kunci : Kepedulian lingkungan. Pendidikan Kristen. Gereja. Analisis Alkitabiah. Pendekatan Aplikatif. Karakter. ABSTRACT Christian education in the church has a very important role in shaping the character of the congregation's In the midst of increasing global environmental crises such as climate change, water and air pollution, forest destruction, species extinction, and public awareness, including Christians, of preserving nature is still relatively low. This problem is exacerbated by the lack of faith education that specifically emphasizes responsibility for the environment as part of a life of faith. In the modern era context which is increasingly facing environmental problems, the church responsibility to teach concert for nature as part of the call to faith. The purpose of this research is to explore the biblical perspective on environmental concert and how these principles can be applied in Christian education in the church. This research uses a kualitative approach with analysis of Biblical texts and study of relevant literature regarding ecology and Christian education. The research result show that the BibleAos teachings regarding caring for the earth, human responsibility and love for creation can be used as a basis for educatin congregations to care more about the evoriment. Practical approaches that can be applied in the church include educational programs, concrete action in nature conservation and the integration of ecological values in the daily life of congregation. The conclusion is that the church as a strategic role in forming environmental awareness based on Christian faith. Kaywords : Environmental Concern. Christian Education. Church. Biblical Analysis. Applicative Approach. Caracter. PENDAHULUAN Krisis global saat ini menuntut individu dan komunitas untuk berperan aktif dalam pelesterian lingkungan Dampak perubahan iklim, pengundulan hutan, polusi dan hilangnya keanekaragaman hayati menjadi isu yang semakin mendesak untuk ditanggapi secara serius. Sebagai integral dari masyarakat yang memiliki pengaruh luas, gereja dapat memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab jemaat terhadap lingkungan. Alkitab sebagai pedoman hidup umat Kristen, mengandung banyak ajaran yang relevan dengan pemeliharaan alam. Pendidikan Kristen di gereja sering kali fokus kepada pengajaran iman, etika, dan moralitas, namun seringkali kurang menekan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Padahal dalam Alkitab terdapat banyak hal yang mengajarkan hubungan manusia dengan alam semesta dan tanggung jawab manusia sebagai pemelihara ciptaan Tuhan. Untuk memperdalam pembahasan mengenai pentingnya peran gereja dalam pelesterian lingkungan dan integrasi nilai-nilai ekologi dalam Pendidikan Kristen, beberapa penelitian terdahulu telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman mengenai hubungan antara iman Kristen dan kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian terdahulu yang dilakukan Wulandari dalam konteks gereja di Indonesia, mengemukakan bahwa gereja perlu menunjukkan peran yang lebih aktif dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dikalangan jemaat. Wulandari menilai bahwa banyak gereja di Indonesia yang masih kurang memanfaatkan ajaran Alkitab terkait pelestarian alam dalam Pendidikan Kristen mereka. Ia menyarankan pentingnya untuk menggali lebih dalam ajaran-ajaran Alkitab yang berbicara tentang tanggung jawab umat Kristen terhadap alam, serta mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam program-program gereja. Penelitian ini memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan kurikulum pendidikan Kristen yang tidak hanya fokus kepada hal rohani tetapi juga pada kepedulian terhadap lingkungan hidup. Di sisi internasional. Stahl dalam karyanya yang berjudul Christianity and Enviromental Ethics, menekankan bahwa gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan kesadaran ekologis dengan mengaitkan ajaran moral Kristen yang mengedepankan kasih terhadap sesama dengan kasih terhadap ciptaan Tuhan. Stahl berargumen bahwa gereja harus mengubah paradigmanya yang sering kali terkofus hanya pada keselamatan Haruslah mulai melihat bahwa pelesterian alam juga merupakan bagian dari misi spritual mereka. Dalam konteks ini pengajaran ekologi dalam gereja bisa memotivasi jemaat untuk melakukan tindakan nyata dalam mengatasi krisis lingkungan. 2 Sementara itu Fauzi, melalui penelitiannya tentang peran gereja dalam pelestarian alam di Indonesia menyoroti bagaimana gereja bisa menjadi agen perubahan melalui program Pendidikan yang melibatkan keluarga dan komunitas. Fauzi menyarankan agar gereja mengembangkan program edukasi yang menggabungkan nilai-nilai Alkitab dengan pengetahuan ekologis modern yang mencakup pengelolahan sampah, konservasi air dan pelestarian hutan. Hal ini diharapkan dapat membentuk kesadaran ekologis dikalangan jemaat yang lebih mendalam dan aplikatif. Penelitian dari Meyer , tentang integrasi Pendidikan ekologi dalam Pendidikan agama Kristen di Eropa menyatakan bahwa gereja dapat memainkan peran sentralnya dalam membentuk karakter individu yang peduli terhadap bumi dengan mengajarkan bahwa manusia bukan hanya penguasa, tetapi juga penjaga alam. Meyer mengusulkan bahwa gereja perlu merancang program-program Pendidikan yang lebih inovatif termasuk kursus-kursus dan seminar yang menfokuskan pada tantangan lingkungan global yang sedang terjadi. Ini dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan jemaat mengenai urgensi perubahan dalam gaya hidup mereka agar lebih ramah lingkungan. 4 Senada dengan itu. Haryanto dan Wahyudi dalam penelitian mereka tentang pengajaran ekologi di sekolah-sekolah Kristen di Indonesia menemukan bahwa meskipun ada kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan, namun kurikulum pendidikan Kristen di gereja-gereja lokal di Indonesia masih jarang menekankan aspek ekologis. Mereka menyarankan agar gereja lebih mengoptimalkan Alkitab sebagai ajaran yang mengedepankan kepedulian terhadap bumi dan menciptakan program yang dapat memotivasi jemaat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam. Wulandari. Pendidikan Kristen dan Kesadaran Ekologis: Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan di Gereja-gereja Indonesia. Jurnal Teologi dan Lingkungan, 9. , 112-125. Stahl. Christianity and Environmental Ethics: A Call to Action for the Church. Journal of Environmental Theology, 22. , 195-210. Fauzi. Peran Gereja dalam Pelestarian Alam Melalui Pendidikan Kristen di Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 18. , 45-58. Meyer. Integrating Environmental Education in Christian Religious Education: Challenges and Opportunities. Journal of Christian Education and the Environment, 35. , 112-127. Haryanto. , & Wahyudi. Pengajaran Ekologi dalam Pendidikan Kristen di Sekolah-sekolah Gereja di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Kristen, 16. , 78-90. Malalui penelitian-penelitian tersebut dapat dilihat bahwa baik di Indonesia maupun ditingkat Internasional, ada kesepakatan bahwa gereja dan Pendidikan Kristen memiiki potensi besar untuk membentuk karakter jemaat yang peduli terhadap lingkungan. Gereja dan pendidikan Kristen sangat berkaitan erat seperti mata rantai yang menyatu. Salah satu tugas gereja adalah mendidik umatnya berdasarkan nilai-nilai Kristiani yang berdasarkan pada Amanat Agung dari Yesus Kristus: AyKarena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-KuA dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. " (Maitus 28:19-. Tugas gereja adalah mengajar dan memuridkan umat Tuhan dalam menghasilkan umat yang berkarakter Kristiani yang bertanggung jawab terhadap kehidupan spiritual dan alam ciptaan Tuhan. Dalam percakapan dengan beberapa pimpinan gereja di klasis GKI Port Numbay Jayapura mengenai kepedulian gereja terhadap perilaku umat yang mangabaikan tanggungjawab dalam menjaga lingkungan tempat beribadah, dan tempat tinggal terungkap bahwa meskipun Gereja memiliki sejumlah program kerja setiap tahun, program Pendidikan terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai ekologi masih sangat minim. Hal ini memunculkan pertanyaan penting : Mengapa Pendidikan Kristen dan pembentukan karakter umat terkait nilainilai ekologi perlu menjadi fokus utama ? Pendidikan Kristen yang mencakup pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai ekologi sangat penting untuk membentuk pemahaman umat tentang tanggung jawab mereka terhadap ciptaan Tuhan. Sebagai umat yang diajarkan untuk mengasihi sesama dan menjaga bumi sebagai anugerah Tuhan. Penting bagi gereja untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam, mengenai bagaimana peran umat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Oleh sebab itu penting untuk mengembangkan program Pendidikan Kristen yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai ekologi dan menjaga kelesterian alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif Alkitab mengenai kepedulian terhadap lingkungan serta mencari cara-cara yang aplikatif dalam Pendidikan Kristen di gereja untuk membentuk karakter jemaat yang peduli terhadap lingkungan. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskritif terhadap teksteks Alkitab yang berhubungan dengan isu lingkungan. Data dikumpulkan melalui kajian literatur dan penelitian terdahulu yang relevan mengenai ekologi dalam konteks Kristen. Penelitian ini menganalisis ayatayat Alkitab yang berkaitan dengan pemeliharaan bumi, tanggung jawab manusia terhadap ciptaan, dan bagaimana ajaran ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga penelitian ini mengkaji berbagai program Pendidikan Kristen yang telah diterapkan di gereja-gereja untuk meningkatkan kesadaran ekologis jemaat. Untuk melengkapi pemahaman mengenai implementasi ajaran ekologis dalam kehidupan gereja, penelitian ini juga melibatkan wawancara mendalam dengan beberapa pemimpin jemaat GKI. Wawancara ini bertujuan untuk menggali prespektif mereka mengenai penerapan ajaran Alkitab tentang pemeliharaan bumi dan tanggungjawab manusia terhadap lingkungan dalam konteks kehidupn sehari-hari. Wawancara yang dilakukan berfokus pada pengalaman para pemimpin gereja dalam mengembangkan dan mengelola program-program pendidikan lingkungan di gereja mereka. Proses wawancara dilakukan secara terbuka dan tidak terstruktur, memungkin para pemimpin untuk mengungkapkan pandangan mereka secara lebih bebas dan mendalam mengenai tantangan serta strategi dalam memotivasi jemaat untuk lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan. Hasil dari wawancara ini akan memberikan wawasan tambahan yang penting mengenai keterlibatan gereja dalam promosi kesadaran ekologis di komunitas mereka. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pendidikan Kristen di Gereja Pendidikan Kristen merupakan agen pembentukan karakter warga gereja yang dilaksanakan melalui program pendidikan dan pengajaran. 6 Menurut Pazimino, pendidikan Kristen di gereja adalah suatu proses yang melibatkan pengajaran dan pembentukan karakter iman melalui pembelajaran Alkitab, tradisi gereja serta pengalaman komunitas iman. Pendidikan Kristen bukan hanya berkaitan dengan pengajaran tentang doktri tetapi juga mencakup apek pembentukan spiritual yang menyentuh seluruh aspek kehidupan pribadi dan sosial seseorang. 7 Groome, lebih menekankan pentingnya membangun hubungan yang saling mendukung dan membimbing dalam proses pendidikan dimana warga gereja bersama-sama Homrighousen &I. Enklaar. Pendidikan Agama Kristen(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 19 Robert W. Pazmino. FONDASI PENDIDIKAN KRISTEN. SUATU PENGANTAR DALAM PERSPEKTIF INJILI(Jakarta: (Sekolah Tinggi Teologi Bandung dan PT BPK Gunung Mulia, 2. , 78 belajar dan bertumbuh dalam iman. Groome mengusulkan bahwa pendidikan Kristen di gereja harus memiliki empat elemen kunci yaitu praktik Kristen bersama, dialog dan partisipasi aktif, transformasi iman, dan konteks gereja sebagai komunitas iman. 8 Sesuai dengan beberapa pendapat tersebut maka pendidikan Kristen di gereja tidak hanya bertujuan membentuk individu secara aspek kehidupan pribadi dan kehidupan sosial tetapi juga mengajak warga gereja untuk bertumbuh bersama dalam iman dan bertanggung jawab terhadap kepedulian sosial termasuk kepedulian lingkungan. Merujuk pada hasil wawancara dengan beberapa pemimpin gereja di klasis GKI Port Numbay, mengenai pendidikan Kristen dalam kaitannya dengan kepedulian lingkungan mendapat tanggapan yang Ada yang mengatakan bahwa pendidikan Kristen belum menjadi program prioritas jika dibandingkan dengan program lainnya. Tanggapan lain bahwa program-program mengenai kepedulian lingkungan dilakukan pada momen tertentu misalnya bertepatan dengan hari lingkungan hidup dilakukakan penanaman seribu pohon cemara di sekitar pantai. Seruan kepada warga gereja untuk menjaga lingkungan gereja dan rumah tetap bersih dan sehat, namun belum direalisasikan dengan baik. Gambaran mengenai beberapa program belum mementingkan pendidikan Kristen di gereja sehingga upaya yang harus dilakukan di gereja melalui sosialisasi tentang ruang lingkup pendidikan Kristen, tujuan dan dampak bagi kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat. 2 Prespektif Alkitab tentang Kepedulian Lingkungan Alkitab memberikan gambaran jelas mengenai pentingnya manusia dalam memelihara dan menjaga Dalam kitab Kejadian Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya sebagai ciptaan yang baik dan memberikan tanggungjawab kepada manusia untuk mengelolah dan merawatnya. AyTuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya di taman Eden untuk memelihara dan mengusahakan taman itu. Ay(Kejadian 2:. Pemahamannya bahwa manusia diberikan mandat untuk menjaga kelesterian bumi sebagai bagian dari panggilan hidup. Tugas mulia yang dimandatkan Tuhan kepada manusia merupakan suatu kepercayaan yang bertanggung jawab. Ada dua aspek yang harus dikerjakan oleh manusia yaitu memelihara dan mengusahakan taman Eden. Kata Aumengusahakan Au dalam Bahasa Ibrani Au abadAy menggambarkan pekerjaan atau pengelolaan yang berarti manusia aktif bekerja untuk menjaga taman tersebut dengan baik. KataAymengusahakanAy dalam bahasa Ibrani AuShamarAy yang artinya menjaga, merawat, melindungi dan melestarikan alam ciptan Allah. Elisabeth Sively dalam bukunya Creation Care and Christian Ethic, bahwa manusia diberikuasa untuk bertanggungjawab atas bumi dan tanggungjawab ini mencakup upaya meestrtikan alam untuk generasi mendatang. 9 Kejadian 1:28:AyAllah memberkati mereka lalu berfirman kepada mereka :AyBeranakacuculah dan bertambah banyak. penuhilah bumi dan taklukan itu. Berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. AyPengertiannya bahwa mandat diberikan kepada manusia, namun seringkali mandat ini disalah gunakan oleh sebagian orang yang berpikir negatif untuk mengeksploitasi alam. Taylor dalam bukunya: Green sisters: A Spritual ecology menjelaskan mandat ini undangan untuk bekerjasama dengan Tuhan dan merawat bumi. Kepedulian terhadap lingkungan bukan saja berbicara tentang tugas mengelolah bumi tetapi juga pengakuan tentang bumi ini adalah milik Tuhan. Dalam Mazmur 24:1AyTuhanlah yang empunyan bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalam. Ay Semua ciptaan baik itu, tanah, laut, hutan, maupun makhluk hidup di dalamnya adalah milik Tuhan. Sebagai umat yang dipercayakan untuk mengelola bumi, jemaat dipanggil untuk menjaga dan merawat ciptaan-Nya dengan penuh rasa tanggung Oleh karena itu pengelolaan lingkungan menjadi suatu kewajiban moral bagi jemaat, bukan hanya sebagai tugas ekologis tetapi juga sebagai bagian dari kewajiban iman. Gambaran keindahan ciptaan Tuhan yang begitu kaya dan penuh dengan keberagaman dalam Mazmur 104:24-25 AyBetapa banyak perbuatan-Mu ya Tuhan, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. Laut yang besar dan luas ini, tempat hidup makhluk yang tak terhitung jumlahnya, yang kecil dan yang besar. Ay Pengertian dari ayat tersebut bahwa kebijaksanaan Tuhan dalam menciptakan alam semesta yang tidak hanya indah tetapi penuh dengan 8Thomas H. Groome. Christian Religious Education. Pendidikan Agama Kristen: Berbagi Cerita dan Visi Kita (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 107-113. Shively. Elizabeth. Creation Care and Christian Ethics. Oxford: Oxford University Press, 2018. Halaman relevan: 25-49, 70-8 Hedges. Matthew T. Theology and Ecological Restoration: A Christian Vision for Nature. Grand Rapids: Baker Academic, ekosistem yang saling bergantung. Menurut Rut Valerio bahwa dasar etis untuk menjaga bumi adalah pengakuan bahwa bumi adalah milik Allah sehingga hatus dipelihara dengan baik. 11 Dalam wahyu 11:18:Ay. telah datang waktunya untuk mehakimi mereka yang membinasakan bumi. Ay Pengertiannya bahwa sebagai suatu penegasan bagi siapa yang merusak bumi. Rossing berpendapat bahwa wahyu mengajarkan umat Kristen untuk merawat bumi dengan bijak karena tindakan merusak alam akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah. Melalui penjelasan ayat-ayat tersebut dan pemahaman para ahli bahwa Alkitab tidak hanya memberikan mandat untuk menjaga ciptaan tetapi memperingatkan tentang tanggung jawab besar kepada warga gereja sebagai pengelola, perawat dan pemelihara bumi. Ketidaktaatan warga gereja dalam melaksanakan mandat Tuhan akan berdampak pada kehidupan sehari-hari. 3 Pendekatan Aplikatif untuk Pembentukan Karakter Dalam konteks gereja, pembentukan karakter jemaat bukan hanya tugas individual tetapi juga menjadi bagaian dari tanggung jawab bersama dalam komunitas iman. Gereja harus menjadi tempat yang mendukung proses pendidikan karakter melalui lingkungan yang sehat dan saling membangun. Salah satu pendekatan aplikatif dalam hal ini ialah pendidikan lingkungan gereja yang berfokus ada pengajaran, penguatan, dan pembinaan karakter jemaat. Dalam Efesus 4:15-16. Paulus menekankan pentingnya pertumbuhan bersama dalam kebenaran dan kasih. AuTetapi kita harus hidup dengan segala hormat sesuai dengan kebenaran dalam kasih, dan dengan demikian bertumbuh dalam segala hal ke arah Dia, yaitu Kristus yang adalah kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh yang rapi tersusun yang rapat dengan pertolongan sendi yang memberi pertumbahnnya sesuai dengan keperluan masing-masing bagian, sehingga tubuh itu membangun dirinya dalam kasih. Ay Pengertian dari ayat ini adalah gereja sebagai komunitas memiliki peran penting dalam membimbing dan membentuk karakter jemaat melalui lingkungan yang saling menompang. Lingkungan gereja yang sehgat di mana kasih, pengajaran, dan disiplin diterapkan secara konsisten akan membantu individu dalam jemaat untuk bertumbuh dalam karakter Kristus. Pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pengajaran Firman Tuhan yang aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Seperti yang diajarkan dalam Amsal 22:6Ay Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada waktu tuannya ia tidak akan menyimpang dari jalan itu. Ay Ini menunjukkan bahwa pendidikan yang dimulai sejak dini dalam gereja akan membentuk karakter warga gereja sepan jang hidup. Melalui pengajaran Alkitab yang konsisten dan aplikatif membantu warga gereja memahami bagaimana prinsip-prinsip iman dapat diterapkan dalam setiap aspek kehidupan dalam hubungan privadi, pekerjaa, menjaga alam semesta, dan melayani Tuhan. 4 Pendekatan Aplikatif dalam Pendidikan Kristen di Gereja Pendekatan aplikatif dalam pendidikan di gereja memberikan tujuan yang lebih besar daripada sekedar memberikan pengetahuan teologis. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Macciah bahwa gereja harus memiliki pendekatan yang memungkinkan jemaat tidak hanya memahami ajaran agama tetapi juga mengaplikasikan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 13 Pendidikan gereja harus berorientasi pada pembentukan karakter dan pengembangan tindakan konkrit yang berlandaskan iman sehingga gereja menjadi agen perubahan sosial yang nyata dalam masyarakat. Menurut Suparman bahwa pendidikan Kristen di gereja harus relevan dengan yang dihadapi jemaat, seperti kesejangan sosial, kemiskinan dan krisis moral. Pendekatan yang berbasis kepada pengajaran yang aplikatif, seperti pelayanan kepada sesama dan pemberdayaan masyarakat, dapat membawa dampak yang lebih signifikan bagi jemaat dan masyarakat luas. Pendidikan yang kontekstual menjadi gereja lebih dekat dengan kebutuhan sosial dan memberikan kontribusi positif. 14 Gereja tidak hanya menjadi tempat untuk mendengarkan Firman Tuhan tetapi juga menjadi tempat untuk mempraktekan nilai-nilai Kristiani dalam berbagai konteks kehidupan termasuk kepedulian lingkungan. Mengintegrasikan ajaran Alkitab tentang Valerio. Ruth. Lifting the Veil: Reclaiming the Earth for Christ. London: InterVarsity Press, 2021. Halaman relevan: 35-58, 112-132. Rossing. Barbara. The Rapture Exposed: The Message of Hope in the Book of Revelation. New York: Basic Books. Halaman relevan: 200-223, 267-289. Macchia. Stephen P. Becoming a Healthy Church. London: SPCK, 2017, pp. Suparman. Paulus B. "Pendekatan Pendidikan Kristen yang Kontekstual di Indonesia. " Jurnal Pendidikan Kristen Indonesia, 18, no. 1, 2020, pp. kepedulian terhadap lingkungan dalam Pendidikan Kristen di gereja dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan praktis yaitu: 1 Pendidikan Teologis dan Etika Lingkungan Pendidikan teologis berperan penting dalam membentuk pemahaman jemaat terhadap hubungan dengan Tuhan, sesama dan alam semesta. Seorang teolog Indonesia. Purnomo menyatakan bahwa teologi Kristen memiliki dasar yang kuat untuk membangun kesadaran ekologis. Etika lingkungan dalam teologi Kristen bukan hanya soal menjaga alam tetapi juga berhubungan dengan keadilan sosial dan ekonomi terutama bagi masyarakat yang terdampak lingkungan. 15Menurut Manalu, gereja dan lembaga pendidikan Kristen harus mengembangkan kurikulum yang menghubungkan ajaran agama dengan isu-isu lingkungan. Etika lingkungan dalam teologi Kristen berakar pada hubungan antara manusia. Tuhan dan ciptaan. 16 Kolaborasi dari pendidikan teologis dan etika lingkungan, memperkaya jemaat-jemaat dalam melestarikan alam ciptaan Tuhan dan bertanggung jawab atas mandat yang diberikan. Pendidikan teologis yang mengintegrasikan etika lingkungan sangat penting untuk membangun kesadaran ekologi di jemaat-jemaat GKI klasis Port Numbay Jayapura. Program pengajaran di gereja dapat dimuai dengan memperkenalkan ajaran-ajaran Alkitab tentang pemeliharaan ciptaan. Ini bisa berupa kursus atau kelas-kelas sekolah minggu yang mengajarkan bagaimana gereja dan umat Kristen dipanggil untuk bertanggung jawab atas alam semesta ini. Pendekatan ini dapat melibatkan studi lebih dalam tentang prinsip-prinsip ekologis dalam alkitab seperti keadilan sosial, tanggung jawab moral, dan penghargaan setiap ciptaan. 2 Proyek Lingkungan Gereja Pentingnya proyek lingkungan gereja terhadap pemeliharaan alam ciptaan Tuhan. Menuriut Siahaan bahwa gereja tidak hanya mengajarkan iman tetapi bagaimana iman diterjemahkan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Gereja dapat memulai proyek-proyek lingkungan melalui inisiatf kecil seperti penanaman pohon, daur ulang sampah dan pendidikan masyarakat yang 17 Dengan demikian proyek-proyek lingkungsn gereja bisa menjadi sarana untuk mengedukasi jemaat tentang pentingnya tanggung jawab bersama dalam merawat bumi dan menumbuhkan kesadaran ekologis di komunitas gereja-gereja. Proyek lingkungan gereja merupakan bentuk aplikasi praktis dari ajaran Alkitab mengenai tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan. Pendapat para pakar menegaskan bahwa gereja memiliki peran yang penting dalam mambentuk kesadaran ekologis di kalangan jemaat. Gereja memulai dengan penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan energi terbarukan, tidak hanya membantu dalam pelestarian alam tetapi juga memperkuar ikatan sosil dan iman jemaat. Proyek tersebut mencerminkan kasih Kristus dalam tindakan nyata dan merupakan panggilan gereja untuk menjaga bumi sebagai bagian dari mandat Tuhan. 3 Penerapan Prinsip Ekologi dalam kehidupan sehari-hari Gereja berperan sebagai agen transformasi yang dapat mengubah perilaku individu melalui pengajaran berbasis ekoteologi. Gereja mengajarakan bahwa lingkungan adalah manifestasi nyata dari iman yang bertanggung jawab. Penerapan prinsip ekologi dalam kehidupan sehari-hari, mencerminkan ajaran Kristen tidak hanya relevan dalam konteks spritual tetapi juga dalam praktik sosial dan 18 Pemahaman tersebut dapat diaplikatifkan melalui program gereja dimana jemaat dapat juga diberikan pelatihan untuk menerapkan prinsip-prinsip ekologi dalam kehidupan pribadi mereka. Misalnya pengajaran tentang konsumsi yang bijak, pengurangan sampah serta pemilihan produk yang ramah lingkungan dapat menjadi bagian dari Pendidikan iman Kristen yang berkelanjutan. 5 Tantangan dalam menerapkan Pendidikan ekologi di gereja Meskipun ada banyak potensi untuk mengintgrasikan kepedulian lingkungan dalam Pendidikan Kristen di Gereja, tantangan tetap ada. Salah satu tantangannya adalah kurangnya pemahaman yang mendalam tentang kaitan antara iman Kristen dan isu lingkungan. Beberapa gereja mungkin lebih fokus pada ajaran spiritual atau moralitas yang bersifat internal sementara masalah lingkungan dianggap Purnomo. Budi H. Teologi dan Etika Lingkungan. Yogyakarta: Kanisius, 2018, pp. Manalu. Elisa P. Ekoteologi: Menjaga Bumi dan Kehidupan. Medan: Pustaka Lentera, 2021, pp. Ibid Tamba. Soetomo H. Teologi dan Tanggung Jawab Sosial Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019, pp. sebagai hal yang terpisah. Selain itu penerapan prinsip-prinsip ekologi di gereja memerlukan komitmen dan sumber daya baik dari segi waktu maupun finansial. Menurut Borrong, gereja harus proaktif memberikan pengajaran kepada umat agar mereka menjaga dan menghargai ciptaan Allah lainnya. Untuk itu gereja perlu melakukan perubahan dengan cara : memperlengapi jemaat melalui pendidikan agar mereka menghargai ciptaan Allah lainnya. memberikan pelatihan tentang daur ulang sampah. mengadakan seminar-seminar yang membahas topik tentang kepedualian terhadap lingkungan sebagai bagian dari iman Kristen bukan sekedar aktivitas tambahan. KESIMPULAN Pendidikan Kristen di gereja memegang peran strategis dalam membentuk karakter jemaat yang peduli terhadap lingkungan. Presfektif Alkitab mengenai pemeliharaan bumi dan tanggung jawab manusia sebagai pengelolah ciptaan Tuhan memberikan dasar yang kuat untuk mengajarkan kepedulian yang kuat dalam konteks gereja. Melalui pendekatan yang integratif, seperti pengajaran teologis, proyek lingkungan dan penerapan prinsip ekologi dalam kehidupan sehari-hari gereja dapat memainkan peran kunci dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan jemaat. Meskipun tantangan dalam menerapkan Pendidikan ekologi di gereja ada, namun dengan komitmen yang kuat, sumber daya yang memadai, gereja dapat mengembangkan program yang efektif untuk mewujudkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari panggilan iman Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Alkitab, mengenai pemeliharaan bumi, tanggungjawab manusia dan kasih terhadap ciptaan dapat dijadikan landasan yang kokoh dalam mendidik jemaat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Firman Tuhan dalam kitab Kejadian tentang tugas manusia sebagai pengelola ciptaan, serta ajaran Yesus tentang kasih kepada sesama dan alam semesta, memberikan pedoman yang kuat bagi gereja untuk mengajarkan nilai-nilai ekologi dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan praktis yang dapat diterapkan dalam gereja meliputi program pendidikan yang mengajarkan pentingnya menjaga alam, aksi nyata dalam pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, serta pengurangan pemakaian plastik dan pengintegrasiaan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari jemaat. Gereja memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran lingkungsn berbasis iman Kristen. Melalui pengajaran teologis yang mendalam dan aplikasi, prinsip ekologi dalam berbagai pengajaran gereja, jemaat dapat dibimbing untuk dapat melihat hubungan erat antara iman dan tanggung jawab terhadap jemaat Gereja bukan hanya tempat untuk mengembangkan spritualitas tetapi juga wadah untuk mendorong aksi nyata yang berdampak pada pelesterian bumi. Kalau komitmen yang kuat dari setiap warga gereja dan sumber daya gereja yang mendukung, program-program pendidikan dan aksi lingkungan ini dapat menjadi bagian integral dari panggilan iman Kristen yang akan membawa perubahan positif dalam pola pikir dan perilaku jemaat serta memberikan kontribusi yang berarti dalam menjaga kelesterian bumi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. DAFTAR PUSTAKA