Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 ANALISIS KEPATUHAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT (IVA) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Novi Febriani1. Arie Wahyudi2. Gema Asianti 3 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat STIK Bina Husada Palembang1,2,3 Email: novifebriani@gmail. ariew@binahusada. gema_asiani@yahoo. ABSTRAK Latar Belakang: Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemeriksaan IVA pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Muara Enim Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi seluruh WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan . 609 oran. , sampel 347 responden yang diambil menggunakan purposive sampling dengan stratified proportional. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dianalisis secara univariat, bivariat . hi-squar. , dan multivariat . egresi logistik berganda metode Backward LR). Hasil:Variabel yang berhubungan bermakna dengan kepatuhan IVA adalah umur . =0,. , pendidikan . =0,. , pengetahuan . =0,. , persepsi . =0,. , dukungan suami . =0,. , dan peran tenaga kesehatan . =0,. , sedangkan sikap . =0,. dan akses informasi . =0,. tidak berhubungan Analisis multivariat mengidentifikasi dukungan suami sebagai variabel paling dominan . =0,. Model mampu menjelaskan 39,5% variasi kepatuhan (Nagelkerke RA=0,. Saran: WUS di Wilayah Kerja Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan IVA secara rutin setiap 3 tahun sekali sebagai upaya deteksi dini kanker serviks, aktif meningkatkan pengetahuan tentang manfaat pemeriksaan IVA, serta mengajak dan melibatkan suami dalam setiap keputusan terkait kesehatan Kata Kunci: Kepatuhan Pemeriksaan IVA. Dukungan Suami. Pengetahuan. Persepsi. Wanita Usia Subur. ABSTRACT Background: Cervical cancer remains a serious public health issue in Indonesia. Objective: To analyse the factors associated with compliance with IVA examinations among Women of Reproductive Age (WRA) in the Working Area of Puskesmas Pajar Bulan. Muara Enim Regency, in 2026. Method: Quantitative research with a cross-sectional design. The population consists of all women of childbearing age in the Pajar Bulan Health Center Work Area . ,609 peopl. , with a sample of 347 respondents taken using purposive sampling with stratified proportional. Data were collected through questionnaires, analysed univariately, bivariately . hi-squar. , and multivariately . ultiple logistic regression using the Backward LR metho. Results: The variables significantly associated with IVA compliance are age . =0. , education . =0. , knowledge . =0. , perception . =0. husband support . =0. , and the role of healthcare workers . =0. , while attitude . =0. and access to information . =0. are not significantly associated. Multivariate analysis identified spousal support as the most dominant variable . =0. The model is able to explain 39. 5% of the variation in compliance (Nagelkerke RA=0. Suggestion: Women of Childbearing Age (WUS) in the Puskesmas Work Area should undergo IVA examinations regularly every 3 years as an early detection effort for cervical cancer, actively enhance their knowledge about the benefits of IVA examinations, and involve their husbands in every decision related to reproductive health. Keywords: VIA Examination Compliance. Husband's Support. Knowledge. Perception. Women of Reproductive Age. | 132 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 telah menetapkan target global untuk PENDAHULUAN Kanker serviks merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang signifikan dan terus menimbulkan beban penyakit yang berat di seluruh dunia. eliminasi kanker serviks yang mencakup HPV, skrining, dan pengobatan pada tingkat yang signifikan (Haryono et al. , 2. Tingginya Menurut estimasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 342. 000 kematian kanker serviks di Indonesia terutama terkait kanker serviks terjadi setiap tahun, disebabkan oleh keterlambatan deteksi dini, dengan 90% dari kasus-kasus ini terjadi di di mana sebagian besar pasien datang pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (Haryono et al. , 2. Kanker memburuk dan pilihan terapi menjadi Rendahnya cakupan skrining keganasan yang dapat dicegah melalui menjadi faktor utama, meskipun metode deteksi dini dan penanganan yang tepat IVA telah ditetapkan sebagai strategi Screening menggunakan metode deteksi dini yang sederhana, terjangkau. Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan dapat dilakukan di puskesmas (Siregar Octavariny. Data sederhana, terjangkau, dan efektif untuk menunjukkan bahwa hingga tahun 2023, deteksi awal lesi prakanker pada kelompok wanita dengan akses terbatas terhadap Indonesia baru mencapai 14,6%, masih layanan kesehatan spesialistik (Yanuarini et sangat jauh dari target nasional sebesar 80% , 2. (Kemenkes. Studi sistematik di negara-negara mengidentifikasi empat hambatan utama skrining kanker serviks, yaitu kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan skrining, kurangnya dukungan atau izin dari suami, serta minimnya rekomendasi dari tenaga kesehatan (Ngcobo et al. , 2. WHO IVA Kondisi ditemukan di berbagai daerah, seperti penelitian Lole et al. di Puskesmas Dempo Palembang bahwa rendahnya minat WUS melakukan IVA kurangnya pengetahuan, sikap yang belum mendukung, dan peran tenaga kesehatan yang belum optimal. Demikian pula penelitian di Puskesmas Rarang Lombok Timur oleh Anggriana et al. yang | 133 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 menemukan bahwa pengetahuan, sikap, dan tidak mendapat dukungan suami, tidak dukungan keluarga berhubungan signifikan mengetahui manfaat pemeriksaan, dan merasa tidak perlu karena tidak ada WUS pemeriksaan IVA. Hal ini mencerminkan masih Provinsi Sumatera Selatan mencatat cakupan sebesar 19,5%, menempatkan wilayah ini pada urutan ketiga tertinggi di Pulau Sumatera (Kemenkes. Hambatan WUS pentingnya deteksi dini kanker serviks di wilayah tersebut. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa kepatuhan WUS dalam pemeriksaan IVA meningkatkan kepatuhan pemeriksaan ini belum maksimal. Masalah mendasar yang dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran perlu dijawab adalah faktor-faktor apa saja masyarakat, keterbatasan informasi, faktor yang menjadi determinan dan hambatan sosial budaya, minimnya pengetahuan, serta kurangnya dukungan keluarga dan penelitian ini, akan dilakukan analisis tenaga kesehatan (Pratiwi et al. , 2. mendalam terhadap aspek pengetahuan. Di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan yang mencakup beberapa desa dengan populasi WUS cukup besar, capaian pemeriksaan IVA meski menunjukkan tren peningkatan dari 7,4% pada tahun 2023 menjadi 20,8% pada tahun 2024 dan 36% Melalui perilaku, akses informasi, serta dukungan lingkungan sosial guna merumuskan solusi IVA berkelanjutan (Kusuma et al. , 2. METODE PENELITIAN pada tahun 2025, angka tersebut tetap jauh Penelitian kuantitatif dengan desain dari target nasional 80% dengan selisih 44 cross-sectional ini dilaksanakan di Wilayah poin persentase yang memerlukan perhatian Kerja Puskesmas Pajar Bulan. Kabupaten serius (Dinkes Kabupaten Muara Enim. Muara Enim pada bulan Februari s. Mei Berdasarkan studi pendahuluan yang Populasi penelitian berjumah 2. dilakukan pada bulan Januari 2026, dari 10 Wanita Usia Subur (WUS) dengan sampel WUS yang diwawancarai di wilayah kerja sebanyak 347 responden yang dipilih Puskesmas Pajar Bulan, 7 orang . %) menggunakan teknik stratified proportional menyatakan belum pernah melakukan sampling berbasis keterwakilan wilayah pemeriksaan IVA dengan alasan utama Instrumen penelitian berupa kuesioner | 134 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 terstruktur yang telah dinyatakan valid dan Square pada tingkat kepercayaan 95% reliabel melalui uji pilot, yang digunakan (=0,. untuk mengukur karakteristik demografi antarvariabel, dan diakhiri dengan analisis Regresi dukungan suami, akses informasi, dan Logistik Berganda metode Backward LR peran tenaga kesehatan. Analisis data dilakukan secara bertahap, dimulai dari paling dominan memengaruhi kepatuhan analisis univariat untuk distribusi frekuensi, pemeriksaan IVA. analisis bivariat menggunakan uji ChiHASIL PENELITIAN Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Variabel Penelitian No Variabel Kategori Jumlah . Persentase (%) Tidak Patuh 30Ae39 Tahun 40Ae49 Tahun Tinggi (Ou SMA) Rendah (< SMA) Baik Kurang Baik Positif Negatif Positif Negatif Mendukung Kurang Mendukung Baik Kurang Baik Baik Kurang Baik Kepatuhan Pemeriksaan IVA Patuh Umur Pendidikan Pengetahuan Sikap Persepsi Dukungan Suami Akses Informasi Peran Tenaga Kesehatan Total Berdasarkan tabel 1, sebagian besar IVA . ,9%). Mayoritas WUS berumur 30Ae39 responden tidak patuh melakukan pemeriksaan tahun . ,3%), berpendidikan tinggi OuSMA | 135 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 . ,1%), memiliki pengetahuan baik . ,3%), memiliki akses informasi baik . ,5%), dan bersikap positif . ,0%), berpersepsi positif menilai peran tenaga kesehatan baik . ,4%). ,6%), mendapat dukungan suami . ,1%). Analisis Bivariat Tabel 2. Hubungan Variabel Independen dengan Kepatuhan Pemeriksaan IVA pada WUS Variabel Patuh Tidak Patuh Total % n Umur 30Ae39 Tahun 49,4 237 40Ae49 Tahun 63,6 110 Pendidikan Tinggi (Ou SMA) 58,8 257 Rendah (< SMA) 40,0 90 Pengetahuan Baik Kurang Baik 26,0 125 Sikap Positif 48,4 129 250 100,0 Negatif Positif 45,9 231 Negatif 69,8 116 Dukungan Suami Mendukung 134 61,2 Kurang Mendukung 79,7 128 Akses Informasi Baik Kurang Baik Peran Tenaga Kesehatan Baik Kurang Baik Total 160 46,1 187 Berdasarkan tabel 2, variabel yang hubungan bermakna dengan kepatuhan pemeriksaan IVA adalah umur 0,013 1,795 0,002 0,468 0,000 5,315 0,169 0,000 2,729 0,000 6,185 0,537 0,002 0,509 Persepsi p-value . =0,013. OR=1,. =0,002. OR=0,. =0,000. OR=5,. , persepsi . =0,000. | 136 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 OR=2,. , dukungan suami . =0,000. =0,. dan akses informasi . =0,. OR=6,. , dan peran tenaga kesehatan . =0,002. bermakna secara statistik . >0,. OR=0,. Variabel Analisis Multivariat Tabel 3. Hasil Akhir Analisis Regresi Logistik Berganda Kepatuhan Pemeriksaan IVA pada WUS Variabel p-Value OR (Exp B) 95% CI Pendidikan -1,204 0,000* 0,300 0,159 Ae 0,567 Pengetahuan 1,550 0,000* 4,710 2,770 Ae 8,008 Persepsi 0,628 0,041* 1,873 1,027 Ae 3,418 Dukungan Suami 1,682 0,000* 5,376 3,012 Ae 9,597 Peran Tenaga Kesehatan -0,744 0,009* 0,475 0,273 Ae 0,828 Konstanta -2,625 0,000 0,072 Nagelkerke R Square = 0,395 Berdasarkan tabel 3, terdapat lima merupakan variabel yang paling dominan variabel yang bermakna secara statistik dalam model akhir, yaitu pendidikan pemeriksaan IVA (OR=5,376. p=0,. (OR=0,. (OR=4,. Nilai Nagelkerke R Square = 0,395 persepsi (OR=1,. , dukungan suami menunjukkan model mampu menjelaskan (OR=5,. , dan peran tenaga kesehatan 39,5% variasi kepatuhan pemeriksaan IVA (OR=0,. Variabel dukungan suami Bulan Kabupaten Muara Enim Tahun 2026 PEMBAHASAN =0,000. OR=5,. Responden yang Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Pemeriksaan IVA Hasil memiliki pengetahuan baik mempunyai peluang 5,315 kali lebih besar untuk patuh melakukan pemeriksaan IVA dibandingkan adanya hubungan yang sangat bermakna responden dengan pengetahuan kurang antara pengetahuan dengan kepatuhan Dari 178 responden yang memiliki pemeriksaan IVA pada Wanita Usia Subur pengetahuan baik, sebanyak 116 orang (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar . ,2%) patuh melakukan pemeriksaan | 137 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 IVA, sedangkan dari 169 responden yang Menurut asumsi peneliti, tingginya memiliki pengetahuan kurang baik hanya kepatuhan pada kelompok yang memiliki 44 orang . ,0%) yang patuh. pengetahuan baik terjadi karena responden telah memahami manfaat pemeriksaan IVA merupakan domain kognitif yang menjadi sebagai metode deteksi dini kanker serviks dasar terbentuknya perilaku seseorang. yang mudah, murah, dan tersedia di fasilitas Menurut teori perilaku kesehatan dan kesehatan tingkat pertama. Sebaliknya. Health Belief Model (HBM), individu yang responden yang memiliki pengetahuan memiliki pengetahuan yang baik mengenai kurang baik cenderung belum memahami Secara risiko kanker serviks dan pentingnya pemeriksaan IVA sehingga motivasi untuk pencegahan, dan konsekuensi apabila tidak melakukan pemeriksaan masih rendah. melakukan upaya kesehatan. Pengetahuan Hubungan Umur dengan Kepatuhan yang baik mengenai kanker serviks dan Pemeriksaan IVA pemeriksaan IVA dapat meningkatkan kesadaran WUS untuk melakukan deteksi dini secara rutin. penelitian Pratiwi et al. yang menemukan adanya hubungan signifikan pemeriksaan IVA. Hasil serupa juga dilaporkan oleh Metasari dan Rahmawati . dengan perilaku deteksi dini kanker serviks. Selain itu, penelitian Anggriana et al. menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan salah satu determinan utama bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara umur dengan kepatuhan pemeriksaan Hasil penelitian ini sejalan dengan Hasil IVA pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Muara Enim Tahun 2026 . =0,013. OR=1,. Responden yang berusia 30Ae39 tahun memiliki tingkat kepatuhan sebesar 50,6%, sedangkan pada kelompok umur 40Ae49 tahun tingkat kepatuhannya sebesar 36,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa WUS pada kelompok usia 30Ae39 tahun memiliki peluang 1,795 kali lebih besar untuk patuh melakukan pemeriksaan IVA dibandingkan kelompok usia 40Ae49 tahun. pemeriksaan IVA. | 138 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Menurut terhadap kesehatan reproduksi serta masih dewasa, umur merupakan salah satu faktor aktifnya kelompok usia tersebut dalam predisposisi yang posyandu, kelas kesehatan, dan penyuluhan Bertambahnya usia akan memengaruhi tingkat kematangan berpikir, kemampuan Selain itu, kelompok usia ini masih berada pada masa produktif sehingga kesadaran terhadap pentingnya menjaga memiliki motivasi yang lebih besar untuk Pada usia dewasa produktif, seseorang umumnya lebih aktif mencari aktivitas sehari-hari dan peran mereka informasi kesehatan, memiliki pengalaman yang lebih banyak terkait pelayanan kelompok usia 40Ae49 tahun, kepatuhan kesehatan, dan lebih menyadari risiko penyakit yang dapat mengganggu kualitas dipengaruhi oleh anggapan bahwa kondisi Dalam Sebaliknya, reproduksi, wanita pada usia tertentu cenderung memiliki perhatian yang lebih persepsi terhadap pentingnya pemeriksaan besar terhadap upaya pencegahan dan IVA secara berkala. deteksi dini penyakit, termasuk kanker Hubungan Pendidikan Kepatuhan Pemeriksaan IVA Hasil penelitian Yirsaw et al. Hasil yang menunjukkan bahwa usia merupakan salah satu determinan penting dalam bahwa terdapat hubungan yang bermakna kepatuhan skrining kanker serviks. Wanita yang berada pada rentang usia reproduktif pemeriksaan IVA . =0,002. OR=0,. aktif memiliki kesadaran yang lebih baik Menariknya, responden dengan pendidikan terhadap risiko kanker serviks sehingga rendah (