PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI RAWA MUARA ASA KABUPATEN KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rio Wahyu Praditya Pembimbing I : Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari. ,M. Pembimbing II : Ir Jusuf Dea. ,M. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ABSTRACT Kawasan yang berada pada areal yang cukup datar dan masih memiliki areal yang belum di fungsikan sebagai sawah karena belum adanya air irigasi dan ditunjang dengan kondisi tanah yang mendukung untuk pertanian. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan suatu kajian untuk dipakai sebagai acuan pengembangan Daerah Rawa(DR) Muara Asa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air untuk pola tanam,mengetahui kapasitas debit andalan yang di butuhkan dan juga mengetahui dimensi saluran yang diperlukan untuk mengaliri daerah rawa di Muara Asa tersebut. Dalam pelaksanaannya diperlukan data proyek, peta, serta buku/refrensi mengenai irigasi, dan data curah hujan dari BMKG setempat,Dalam menganalisis data primer diperlukan cara survey langsung di lapangan untuk pengambilan data dokumentasi, data lapangan dan observasi lapangan. Dari hasil studi di lapangan didapatkan kebutuhan air maksimum untuk padi I 724mA/det,padi II 1. 724mA/det dan Palawija 0,026mA/det diambil dari alternative IV karena jumlah maksimum luas areal yang dapat di aliri yang terbesar yaitu 284,930mA,perhitungan debit andalan (Q. yang terbesar 7. 167mA/dt pada bulan April,dan dimensi saluran irigasi terbesar pada daera rawa(DR) Muara Asa terdapat pada saluran primer Muara Asa Kanan 10 tengah dengan ukuran lebar dasar saluran 1. 045m dan tinggi air sebesar 0. 965m sehingga tinggi total saluran adalah sebesar 1. 265m,dengan kemiringan saluran sebesar 0. Kata kunci : Irigasi Rawa. Dimensi saluran. Pola tanam. Debit Andalan ABSTRACT The area that is in the area is quite flat and still has the area that has not been enabled as a paddy field due to the absence of irrigation water and supported by supporting soil conditions for agriculture. Based on these conditions it is necessary to conduct a study to be used as a reference for the development of Swamp Area (DR) Estuary of Asa. The purpose of this research is to know the water requirement for the cropping pattern, to know the capacity of the mainstay discharge needed and also to know the channel dimension needed to flow the swamp area in Muara Asa. In the implementation, project data, maps, and books / refrensi on irrigation and rainfall data from BMKG are needed. In analyzing the primary data, there is a need for direct field survey to collect documentation data, field data and field observation. From the results of the field study, the maximum water requirement for paddy I was 724mA/dt. Paddy II 1. 724mA/dt and Palawija 0. 026mA/dt, was taken from alternative IV because the maximum amount of area that can be in the biggest aliri was 284,930mA, (Q. of the largest 7. 167mA/dt in April, and the largest irrigation channel dimension in Muara Asa swamp area (Muara As. is located on the primary channel of Muara Asa Kanan 10 with the width of 1. 045m and 0. 965m so the total height of the channel is 1. 265m,with a slope of Keywords: Swamp Irrigation, channel dimension. Cropping pattern. Mainstay Debit. PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Masalah Muara Asa ialah Salah satu kampung di kecamatan Barong Tongkok. Kabupaten Kutai Barat, provinsi Kalimantan Timur. Daerah Irigasi Muara Asa adalah daerah irigasi yang relatif baru, yang mempunyai luasan A 4000 ha. Kawasan ini berada pada areal yang cukup datar dan masih memiliki areal yang belum di fungsikan sebagai sawah karena belum adanya air irigasi. Hal ini kemarau dapat tetap terpenuhi. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk mengatur cara pemberian air dan sistem pola tanam yang lebih optimal yaitu optimalisasi pola tanam serta analisis kebutuhan air. ditunjang dengan kondisi tanah yang mendukung untuk pertanian. Dari informasi kelompok tani yang Dengan selama ini, maka upaya pengembangan ketersediaan air juga mencukupi sekitar A 4 m /dt. lahan rawa, dimasa mendatang lebih Kondisi topografi yang memungkinkan membuat difokuskan pada pembangunan jaringan bendung baru di Sungai Encalin dimana aliran rawa baru. Dalam pelaksanaannya, upaya sungainya menuju Muara Asa yang nantinya akan tersebut perlu dilakukan secara terpadu, digunakan untuk menaikan muka air sehingga konsisten, dengan tetap berpedoman pada supaya mampu mengairi areal daerah irigasi. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan suatu kajian berdasarkan informasi dan data acuan pengembangan DR Muara Asa agar dimasa depan mampu memiliki areal yang maksimal dan produktif sehingga Keberadaan DI Muara Asa mampu memberi manfaat pada masyarakat sekitar dan menyokong berbagai program pemerintah di bidang pertanian. Diharapkan dengan adanya saluran irigasi (DR) Muara kebutuhan air irigasi di saat musim lestari/berkelanjutan terhadap SID Muara Asa untuk dipakai sebagai Asa 2 Rumusan Masalah Berapakah kebutuhan air untuk pola Berapakah kapasitas debit andalan yang dibutuhkan pada Daerah Rawa di Muara Asa ? Berapakah dimensi saluran yang diperlukan untuk mengaliri Daerah Rawa di Muara Asa ? 3 Batasan Masalah Menghitung kebutuhan air untuk pola Menghitung kapasitas debit andalan yang dibutuhkan pada Daerah Rawa di Muara Asa. Menghitung dimensi saluran yang diperlukan untuk mengaliri Daerah Rawa di Muara Asa 4 Maksud Dan Tujuan Penelitian Mengetahui kebutuhan air untuk pola Mengetahui kapasitas debit andalan yang dibutuhkan pada Daerah Rawa di Muara Asa Mengetahui dimensi saluran yang diperlukan untuk mengaliri Daerah Rawa di Muara Asa Evaportranspirasi Evapotraspirasi (Et. adalah proses penguapan yang terjadi dari permukaan lahan. Berdasarkan data klimatologi dari stasiun yang evapotranspirasi dengan Metode Penman. Data-data terukur yang dibutuhkan perhitungan evaporasi cara Penman adalah : = Suhu bulanan rerata = Kelembaban relative bulanan rerata (%) 5 Manfaat Penilitian Untuk mengetahui perhitungan debit andalan dan kebutuhan pengambilan air maksimal serta mengetahui perhitungan dimensi saluran yang pemeratan pola tanam sehingga para petani dapat memperoleh TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengertian dan Maksud Irigasi = Kecerahan matahari bulanan rerata (%) = Kecepatan angin bulanan rerata . /d. = Letak lintang daerah yang ditinjau = Angka koreksi Irigasi berasal dari istillah irrigatie dalam bahasa Belanda atau irrigation dalam bahasa Inggris. Irigasi dapat diartikan sebagai mendatangkan air dari sumbernya guna membagikan air secara teratur dan setelah digunakan dapat pula digunakan dapat pula dibuang kembali. Istilah pengairan yang sering pula didengar dapat diartikan sebagai usaha pemanfaatan air pada umumnya, berarti irigasi termasuk didalamnya. ETO Maksud irigasi yaitu untuk mencukupi kebutuhan air di musim hujan bagi keperluan pertanian seperti membasahi tanah, merabuk, mengatur suhu tanah, menghindarkan gangguan hama dalam tanah dan sebagainya. Tanaman yang diberi air irigasi umumnya dapat dalam tiga golongan besar yaitu padi, tebu, palawija seperti jagung, kacang-kacangan, bawang, cabe dan sebagainya. (Mawardi. E dan Memed 2. Hidrologi Analisa hidrologi dalam pekerjaan ini meliputi analisa evapotranspirasi, kebutuhan air Guna analisa tersebut dipakai data curah hujan harian, unsur iklim . ang berupa temperatur udara, kelebaban relatif, kecepatan angin dan penyinaran matahar. serta hasil pengamatan pasang surut muka air sungai. Data parameter/unsur iklim diambil dari stasiun Klimatologi sepinggan. Sedangkan perhitungan ET0 berdasarkan rumus Penman yang sudah dimodifikasi guna perhitungan daerah Indonesia adalah sebagai berikut : = c* ETO EtO# = w* . ,75*Rs-Rn. - W* f. * . a Ae Dimana : = Angka koreksi Penman EtO = evapotrasnpirasi . m/h. Faktor yang berhubungan dengan suhu . dan elevasi daerah Radiasi gelombang pendek . m/har. ,25 0,54 * n/N) * Ra Ra = radiasi memenuhi batas luar Rnl = Radiasi m/har. * f. * f . /N) F. Fungsi suhu E Ta4 = Fungsi tekanan uap 0,34 Ae 0,044Ooed = Tekanan uap jenuh /N) = Fungsi kecepatan 0,1 0,9 * = ea x kelembaban relatif dibagi 100 (= ea x RH/. F(U) = Fungsi kecepatan angin = 0,27 . U2/. a-e. = selisih tekanan uap jenuh dengan tekanan uap aktual Menghemat air irigasi Ketersediaan air untuk irigasi Pola Tanam Dalam Satu Tahun tersedia air cukup banyak Padi-Padi-Palawija = kelembaban udara relatif (%) Debit Andalan Padi-Padi-Bera-Padi-Palawija- Debit andalan adalah besarnya debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan air dengan resiko yang telah diperhitungkan. Dalam perencanaan proyek-proyek penyediaan air terlebih dahulu harus dicari debit andalan. ependable discharg. ,yang tujuanya adalah untuk menentukan debit perencanaan yang diharapkan selalu tersedia di Debit tersebut digunakan sebagai patokan ketersediaan debit yang masuk ke waduk pada saat Untuk menghitung debit andalan tersebut,dihitung peluang 80% dari debit infow sumber air pada pencatatan debit periode tertentu. oemarto, 1. tersedia air dalam jumlah cukup Palawija Padi-Palawija-Bera-Palawija- kekurangan air Padi-Bera Tabel Pola Tanam Perencanaan Saluran Untuk pembawa yang paling umum dipakai dan ekonomis. Saluran tanah sudah umum dipakai untuk saluran dibandingkan dengan saluran pasangan. (Irigasi dan Bangunan Air, 1. P = peluang (%) M = nomor urut data Saluran N = jumlah data Pola Tanam Pada prinsipnya bentuk penampang saluran Bentuk Penampang direncanakan sebagai saluran terbuka . pen Untuk memudahkan pelaksanaan channe. yang berbentuk trapesium, tanpa lapisan pengaturan air di daerah yang beririgasi teknis diperlukan suatu pengaturan pola tanam. Hal tersebut dimaksudkan agar pemberian air irigasi Gambar Bentuk Penampang Saluran secara efektif dapat sesuai dengan debit yang tersedia dan kapasitas saluran yang ada Pola tanam yang direncanakan untuk suatu daerah irigasi merupakan jadwal tanam yang disesuaikan dengan ketersedian air. Secara umum pola tanam dimaksudkan untuk Sumber : Kriteria Perencanaan Irigasi KP-03 . Menghindari Melaksanakan dengan jadwal yang telah ditentukan. Perbandingan Saluran dan Tinggi Air (B/. Menurut buku Pedoman Kriteria Perencanaan Teknis Irigasi, 1980. dasar saluran minimum 30 cm. Tabel Perbandingan (B/. Kecepatan Aliran Standar Untuk mendimensi saluran yang digunakan adalah kecepatan standar irigasi, sejauh hal Namum, menghasilkan gradien hidrolis yang tidak Kemiringan Talud . mungkin karena kondisi topografi yang Kemiringan talud adalah perbandingan antara panjang garus vertikal yang melalui kecepatan aliran yang memenuhi kecepatan puncak saluran dan panjang garis minimum dan maksimum. Tabel Kecepatan Aliran Standar horizontal yang melalui tumit saluran. Tabel Harga Kemiringan Talud Tinggi Jagaan . , fb Tinggi jagaan yaitu jarak vertikal tanggul saluran dengan tinggi muka air saat debit maksimum. Tabel Tinggi Jagaan Perhitungan Saluran Rumus Pengaliran Aliran yang terjadi di dalam saluran dianggap sebagai aliran seragam . niform flo. Dipakai rumus manning: Lebar Tanggul Wr Untuk tujuan-tujuan Dimana: ekspoitasi, pemeliharaan dan inspeksi akan = kecepatan rata-rata aliran, m/det diperlukan tanggul disepanjang saluran = nilai koefisien kekasaran Manning dengan lebar minimum seperti pada tabel. = jari-jari hidrolis, m Tabel Lebar Tanggul Minimum untuk Saluran = kemiringan saluran Debit yang mengalir di dalam saluran, dapat dihitung menurut rumus kontinuitas. 1 "# $ O 4"# $ 2 *1 $ Q = debit saluran, m3/det Dimana: = debit air yang mengalir, m3/det = luas penampang basah saluran, m2 = kecepatan rata-rata aliran, m/det Tabel Nilai Koefisien Kekasaran Dasar Saluran = V. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini berada di AuDesa Muara AsaKecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur. Populasi dan Sample Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi atau studi populasi atau study sensus (Sabar, 2. sampel adalah bagian atau jumlah dan karakteritik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, missal karena keterbatasan dana,tenaga dan waktu, maka peneliti akan mengambil sampel dari populasi itu. Dimensi Saluran Saluran direncanakan sebagai saluran terbuka yang berbentuk trapesium. Gambar Dimensi Saluran Teknik Pengumpulan Data Untuk yang melakukan penyusunan tugas akhir ini, penulis mengumpulkan data-data yang dipakai untuk melakukan analisa dan perhitungan pada penelitian ini didapat dari beberapa sumber, antara lain : Pengumpulan data sekunder Data sekunder diperoleh dari instansi terkait yaitu Klimatologi Sepinggan Balikpapan dan. Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan instansi terkait lainnya. Pengumpulan Data Primer Data Primer diperoleh dengan cara survey langsung di lapangan Observasi Lapangan Dokumentasi . Unsur-unsur geografis dari pemanpang saluran yang berbentuk trapesium adalah : "# $ ' (( # $ 2 *1 $ metode Penman Modifikasi , -( . , -( (/-0 ( , =A:P Tahap Analisa Data Tahapan analisa data dalam melakukan penelitian ini adalah : Perhitungan Evapotranspirasi dengan Perhitungan Debit Andalan Perhitungan Kebutuhan Air Irigasi selama Penyiapan Lahan Perhitungan Kebutuhan Air Perhitungan Dimensi Saluran 36 Waktu Penelitian Untuk menyelesaikan tugas akhir tentang penelitian ini, penulis memprediksikan waktu dari awal pengajuan judul selesainya penyusunan tugas akhir ini dengan waktu yang di berikan selama 3 . bulan dari pihak fakultas teknik. Diketahui : T rerata = 26,69 0C HASSIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan Maka : Nilai W menggunakan metode Persamaan Penmann Modifikasi (FAO) di bulan Januari dengan data = 0,757 . ada tabe. terukur temperatur (T rerat. , kelembapan Nilai ( 1 AeW ) = ( 1 Ae 0,757 ) relatif (RH rerat. , kecepatan angin (U rerat. , = 0,243 penyinaran matahari . /N rerat. perhitungan Evapotranspirasi untuk Mencari nilai ( Rn ) Diketahui : bulan Januari adalah sebagai berikut : Data Lokasi koordinat 01A 16Ao 00Ay Lintang Selatan Ae 111A 54Ao 00Ay Bujur - Temperatur (T rerat. = 26,69 0C Timur - Kelembaban Relatif (RH rerat. = 85,75 Penyinaran matahari . /N rerat. = 34,40 % - Kecepatan Angin . /N rerata 50,88% Nilai Ra = 14,671 mm/hari Mecari nilai ( Ea Ae Ed ) Rs = . ,25 0,5 n/N) Ra Harga ea T rerata = 26,69 0C 35,049 mbar Harga ed = . a = . ,25 0,5 34,. 14,671 rerat. / 100 = . ,049 x 85,75%) / 100 = 30. 055 mbar maka : Harga ea Ae ed = 33,049 Ae 30. = 2,994 mbar Maka : Mencari nilai F . Diketahui : = 6,191 mbar Rns = ( 1 Ae a ) Rs = ( 1 Ae 0,25 ) 6,191 = 4,643 mm/hari Albendo ( a ) = 0,25 terhadap maksimum sebenarnya . /N) . F (T) = F . = 0,34 Ae 0,044 Ooed = 0,121 F . /N) = . ,1 0,9 n/N) = 0,410 Maka U = 2. 120 m/detik Rn1 = F (T) x F . x F . /N) Maka F . = 0,27 ( 1 U/100 ) = 16,038 x 0,11 x 0,410 = 0,27 ( 1 2. 120/ 100 ) = 0,793 = 0,276 m/detik Rn = Rns Ae Rn1 Mencari nilai ( 1 Ae W ) dan W = 4,643 Ae 0,793 Eto= c[WxRn . -W)xf. a-e. ] = 3,851 mm/hari Mencari faktor koreksi ( C ) dalam =1,035. ,757 x3. -0,. x0,276x. perhitungan Penmann 3 =3,365mm/hr Menghitung Eto Tabel 4. 1 Perhitungan Evapotranspirasi Potensial (ET. Keterangan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Temperatur (T) Data Kecepatan Angin (U) Data Kelembaban Udara (H) Data Penyinaran Matahari . /N) Data Tabel ed = H x ea Rumus f. = 0. 27 x . 01 U) Rumus f(T) Tabel f. = 0. 04 x ed^0. Rumus f. /N) = 0. 9 x n/N Rumus Rn1 = f(T) x f. x f. /N) Rumus Tabel Rs = . x n/N) x Ra Rumus Rns = . -) x Rs. = 0. Rumus Usiang Rumus Usiang/Umalam Asumsi Tabel Tabel Rn = Rns - Rn1 Rumus ETo = c[W. Rn . W). a-e. ] Rumus Karena nilai P Ae Ea adalah 62. 048 kurang Evapotranspirasi Aktual dari 0, maka nilai SMC adalah SMS (P- Data yang diperlukan : Curah Hujan (P) : 155. 4 mm/hari Exposed Surface . : 30 % jika P > 60 Menghitung SMS dan 40 % jika P < 60 Jumlah Hari Hujan . : 11 hari KL $ "& . 200 $ "62. Menghitung OIE OI7 8 : . "18 . % . @ . "18 . 11% . Menentukan nilai SS Karena nilai P Ae Ea adalah 62. 048 lebih dari 0, maka nilai SS adalah 0 Menghitung nilai WS 048 $ 0 Total Run Off Menghitung Ea "& . 7 % $ = 10. 7=0 . OI7 Data yang diasumsikan : Water Surplus Data yang diasumsikan : Koefisien Infiltrasi ( i. Konstanta Resesi Aliran . Percentage Factor (PF) Gsom :diambil dari bulan sebelumnya . SMC = 200 mm/bulan, jika P Ae Ea Ou 0 DRO:WS - I, jika nilai WS - Inflistrasi > 0 SMC = SMC bulan sebelumnya (P Ae E. , jika P DR : 0, jika nilai WS Ae Inflistrasi < 0 Ae Ea < 0 SRO : P x PF, jika P < SMC SRO: 0, jika P > SMC Luas DAS : 78. 420 km2 SS = 0, jika P Ae Ea > 0 SS = - P Ae Ea, jika P Ae Ea < 0 Menghitung P Ae Ea Menghitung I 048 GHIJ Menentukan nilai SMC M . Menghitung GS "1 $ '%. N $ "' . P 0 % "1 $ 0. 0 $ "0. 0 $ 60 Menghitung debit aliran Menghitung OIGS OIP "78. P . P 0 = R. 3// V(' Menghitung Baseflow N . OIP Menghitung nilai DRO Q R M . Mengitung nilai SRO Karna nilai P < SMC yaitu 155,4 < 200 maka nilai SRO adalah PF x P &S T & 05 T 155,4 Menghitung TRO = R #S $ Q R $ 964 $ 37. 229 $ 7. Menentukan Debit Andalan Q80 Merekap semua debit aliran yang didapat dari tahun 2007-2016. Tabel 4. 12 Rekapitulasi Perhitungan Debit Andalan Mengurutkan data dari debit yang paling kecil ke debit yang paling besar lalu menghitung probabilitas dengan rumus: 10 $ 1 Tabel 4. 13 Debit Andalan Penentuan Debit Andalan Q80 Lalu untuk mencari debit adalan pada 80 % atau Q80 dilakukan interpolasi antara data 72. % dengan 81. 818 %. Jadi, 3// V Q80 m3/det. = 3. Kebutuhan Air Untuk Penyiapan Lahan (LP) = 6. 701 mm/hari Untuk Daerah Irigasi Rawa Muara Asa ditetapkan jangka waktu penyiapan lahan ( T ) 30 dan 45 hari, karena daerah iri A Lamanya penyiapan lahan selama 30 hari dan angka penjenuhan tanah Pada bulan Januari : digunakan 250 mm dan 300mm. A Menghitung evaporasi air terbuka (E. =MxT:S :Eo = 1,1 x Eto = 6. 701 x 30 : 250 = 0,804 = 1,1 x 3,365 = 3. 701 mm/hari A Menghitung kebutuhan air untuk mengganti kehilanga akibat evaporasi dan perkolasi disawah yang sudah di jenuhkan (M) : = Eo P =MxT:S = 6. 701 x 30 : 300 = 0,670 Lamanya penyiapan lahan selama 45 hari dan angka penjenuhan tanah digunakan 250mm dan 300mm. =MxT:S Y(. Y(. Y(, = 6. 701 x 45 : 250 =MxT:S =6. 701 x 45 : 300 =1. Kebutuhan air untuk penyiapan lahan (LP) untuk 30 hari dan angka kejenuhan 250mm dan 300mm. LP = ( M x k ) / ( k Ae 1 ) . m/har. LP = ( M x k ) / ( k Ae 1 ) . m/har. = . 701, x0. 670 ) / . ,670 -. Ae 1 = 13. 723 mm/hari Kebutuhan air untuk penyiapan lahan (LP) untuk 45 hari dan angka kejenuhan 250mm dan 300mm. LP = ( M x k ) / ( k Ae 1 ) . m/har. = . 701 x 1,. / . ,206 -. Ae 1 = 9. 564 mm/hari LP = ( M x k ) / ( k Ae 1 ) . m/har. = . 701 x 1,. / . 701 -. Ae 1 = 10. 570 mm/hari Jangka waktu penyiapan lahan = 30 dan 45 hari Keadaan topografi daerah irigasi = 250 mm dan 300 mm (L. (S) Bulan Januari Februari Maret April Mei Menghitung Curah Hujan Efektif (R. Curah Hujan Efektif Padi (R. Januari Periode I WX . O 15 Curah Hujan Efektif Palawija (R. Januari Periode I Y(. WX . O 15 Y(, Y(, Y(, WX . Tabel Curah Hujan Efektif Padi Juni WX . Y(, = 12. 129 mm/hari O Curah Hujan Efektif Palawija (R. Januari Periode II = . 701 x 0,. / . ,804 -. Ae 1 Curah Hujan Efektif Padi (R. Januari Periode II = 1. Juli Agustus September Oktober November Desember Re Padi Periode R80 mm/hari Tabel Curah Hujan Efektif Palawija Re Palawija Bulan Periode R80 mm/hari Januari DR. Muara Asa Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur Februari No. Maret Mei Juni Juli November Desember Menghitung Luas Areal i Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Alternatif Feb Oktober Alternatif Jan September Alternatif Des Agustus Alternatif Nov April Alternatif Periode Oct perhitungan pada bulan Nov Periode I: Nilai debit andalan x 1000 = 0. 494 m3/det x 1000 = 494 lt/det Menghitung Luas Areal Yang Dapat Diairi = Qandalan : DR = 494 : 1. = 3. 328 m2 Maksimum Luas Areal Yang Dapat Di Aliri Untuk Alternatif I-V No. Q andalan Periode i 4,629. MAX MAX MAX 31,037. 10,035. 10,035. MAX MAX 31,037. 3,872. 3,872. 3,588. MAX MAX 17,545. 3,631. 2,427. 2,427. 26,963. 14,419. 13,860. 2,068. 2,068. 2,068. 6,593. 9,509. 4,400. 2,168. 2,168. 8,380. 2,667. 2,533. 2,488. 1,151. MAX 84,422. 1,714. 2,093. 2,002. 4,949. MAX MAX 18,452. 123,300. 8,173. 8,079. MAX 12,916. 6,254. 5,374. 5,469. 4,470. MAX MAX MAX 6,743. 4,795. 4,795. MAX MAX MAX 2,774. 2,774. 2,774. 96,318. 56,218. 47,901. 4,149. 4,149. t/d. November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober 6,877. 3,818. 3,567. 1,738. 3,385. 6,235. 4,784. 4,964. 3,881. 4,278. MAX MAX 16,152. 15,614. 3,683. 98,186. 18,584. MAX 14,014. 13,607. 51,273. 10,413. 11,826. 5,290. 6,835. 23,511. MAX 18,506. 9,254. 4,705. 17,025. MAX MAX 17,562. 8,698. 7,830. 10,170. MAX MAX 38,836. MAX MAX MAX MAX MAX 19,979. 13,893. MAX MAX MAX MAX MAX 167,766. 280,087. MAX MAX MAX MAX MAX MAX Minimum Padi 3,872. 2,667. 1,714. 2,068. 1,151. Minimum Padi 4,949. 5,469. 2,774. 2,774. 2,774. Minimum Palawija 7,830. 10,170. 167,766. 280,087. 26,963. Total 16,653. 18,307. 172,256. 284,930. 30,890. 6,670. 7,167. Menghitung Dimensi Saluran Contoh perhitungan pada saluran primer Muara Asa 1 Kanan : Menghitung Debit Rencana = DR x A Luas areal sawah yang pada saluran primer Muara Asa 1 Kanan adalah 6 HA = 5. 048 x . 6 : 1. Jumlah Debit Maksimum Dibagi Efisiensi Irigasi Menentukan Nilai Kekasaran Dasar Saluran = 3. 281 : 0. = 5. 048 m /dt = 0. 160 m3/dt Koefisien Diambil n adalah 0. 015 karena saluran dengan pelindung beton. Menentukan Perbandingan B/h Diambil B/h adalah 1 karena nilai debit saluran 0. 160 m3/dt kurang dari 3 m3/det. Menentukan Kemiringan Talud . Diambil m adalah 1 karena karena nilai debit saluran 0. 160 m3/dt kurang dari 1. 5 m3/det. Menentukan (Vstanda. Kecepatan Aliran h "h $ 1. 513 mAo Menghitung Lebar Dasar Saluran . B=h B = 0. Menghitung Keliling Basah (P) # $ 2 Oo1 $ 513 $ 2. 513 *1 $ 1 Menghitung Jari-Jari Hidrolis (R) Dari nilai debit rencana di dapat kecepatan aliran standar dengan cara // V Menghitung Luas Penampang Basah Saluran (A) Z[\ ]J J ^_`J aJ[ 526 m2 Menghitung Tinggi Air . h "b $ m. Menghitung Kemiringan Saluran (S) Menentukan Tinggi Jagaan . Diambil tinggi jagaan adalah 0. karena nilai debit rencana yaitu 160 lt/dt kurang dari 0. 3 lt/dt. Menghitung Tinggi Saluran (H) H = h fb H = 0. H = 0. Menentukan Lebar Tanggul (W. Diambil lebar tanggul sebesar 3 m karena adanya jalan inspeksi Gambar Dimensi Saluran PENUTUP Kesimpulan Setelah diselesaikannya penyusunan tugas irigas ini, yang meliputi teori dan perhitungan tentang, evapotranspirasi,debit andalan, kebutuhan air untuk penyiapan lahan, dan kebutuhan air irigasi, maka dapat Saya simpulkan sebagai berikut Ditentukan untuk pola tanam adalah PadiPadi-Palawija pengambilan air maksimum untuk untuk padi I sebesar 1,724 m3/det, padi II adalah 1,724 m3/det, dan palawija adalah 0,026 m3/det,. Diambil alternatif IV karena jumlah maksimum luas areal yang dapat dialiri yang terbesar yaitu 136,131 m2. Berdasarkan Perhitungan Debit Andalan (Q. yang terbesar adalah Sebesar mA/dt pada Bulan Maret. Dimensi saluran irigasi terbesar pada DR Muara Asa adalah pada saluran primer Muara Asa Kanan 10 Tengah dengan ukuran lebar dasar saluran . adalah 1,045 m dan tinggi air sebesar 0,965 m sehingga tinggi total saluran adalah sebesar 1,265 m dengan kemiringan saluran sebesar 0,0007421294. Saran