Engineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. STUDI OPTIMALISASI PENGOPRASIAN WADUK SEMPOR DI KECAMATAN SEMPOR UNTUK KEBUTUHAN IRIGASI Novi Andhi Setyo Purwono . Atiyah Barkah . , [Febri Aditiya Saputra . Program Studi S1 Teknik Sipil. Universitas Wijayakusuma Purwokerto andhisp@gmail. ABSTRAK Waduk Sempor terletak di Desa Sempor Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Waduk Sempor dibangun pada tahun 1968 dan diresmikan pada tahun Waduk Sempor ini berfungsi mengaliri areal Irigasi seluas 6478 Ha. Permasalahan saat ini adalah terjadinya endapan pada Waduk Sempor. Pola pengoprasian dengan menggunakan waduk ini perlu dikaji dan dirasa kurang optimal, yang menurut warga terdampak tidak sesuai dengan jadwal pengeluaran air irigasi, sehingga para petani mengalami masa tanam pertama yang diundur, dengan terjadinya hal tersebut petani mengalami kerugian yang mengakibatkan berkurangnya penghasilan sehingga perlu adanya tinjauan mengenai pemanfaatan air waduk dengan menggunakan data yang lebih baru. Studi ini diawali dengan melakukan analisa data sekunder yang didapat dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Jogyakarta. Data-data diolah untuk mendapatkan besar debit waduk serta kebutuhan air untuk air irigasi. Dan studi ini diakhiri dengan simulasi pola pengoprasian waduk. Dari hasil studi ini diharapkan dapat membantu memberikan solusi pola pengoprasian Waduk Sempor sebai waduk yang optimal untuk kebutuhan Hasil Analisa yang didapat adalah debit tersedia bangkitan data FJ Mock . selama 2020-2029 (Tahun ke-1Ae. , didapatkan nilai tersedia terbesar adalah 14,083m3/detik dan debit tersedia terkecil adalah 0,000 m3/detik, besar kebutuhan air irigasi maksimum untuk pola tanam eksisting . adi,palawija dan bar. sebesar 20495,129 liter/detik. Dan hasil simulasi pola pengoprasian Waduk Sempor selama tahun 2020 Ae 2029 (Tahun ke- 1Ae10 ) didapat keandalan waduk sebesar 98,75% dengan kegagalan 1,25% yang masih dibawah dari kegagalan periode maksimal sebesar 20%. Sehingga, analisis simulasi pola pengoprasian waduk selama 10 tahun yang akan dating telah sesuai perencanaan dan masih dapat diandalkan fungsinya hingga tahun 2029. Kata kunci: Simulasi. Pola Operasi. Waduk. PENDAHULUAN Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah air, dimana air merupakan sumber daya alam yang banyak memberi kontribusi untuk pertumbuhan dan perkembangan manusia. Air dibutuhkan untuk memenuhi aktifitas sehari- hari, yaitu sebagai penyuplai kebutuhan air baku baik domestik maupun non domestik, kebutuhan irigasi, dan pembangkit listrik tenaga air. Ketersediaan air dalam waduk diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan sebagai waduk ekaguna maupun waduk Pengembangan sumber daya air perlu dilakukan sebagai bentuk usaha pelestarian agar Engineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. sumber daya alam ini dapat dikelola dengan baik sehingga, perlu adanya usaha pelestarian secara Pengoptimalan fungsi pengelolaan waduk merupakan salah satu cara agar sumber daya air dapat dikelola secara optimal. Pemanfaatan sumber daya air perlu dilakukan untuk mengoptimalkan sumber daya air. Pengoptimalan sumber daya air dapat dilakukan dengan cara membangun waduk yang berfungsi sebagai menampung air hujan pada periode air musim hujan agar dapat dimanfaatkan pada musim Pengaturan pemanfaatan air waduk didasarkan pada keseimbangan antara sumber daya yang tersedia dan kebutuhan air yang diperlukan. Waduk Sempor dibangun pada tahun 1968 dan diresmikan pada tahun 1978 berlokasi di Desa Sempor Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Waduk Sempor berada di area sungai Cincinguling yang mengalir dari kaki pegunungan serayu selatan, dan bermuara di Samudra Indonesia. Waduk Sempor dibangun bertujuan untuk mengaliri area irigasi persawahan, juga sebagai pengendali banjir, serta dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi atau tempat Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Cincinguling luas area irigasi sebesar 6478 Ha, dengan muka air waduk -2,80 m dibawah spillway. Pola pengoperasian dengan menggunakan waduk ini perlu dikaji dan dirasa kurang optimal karena menurut warga sekitar Waduk Sempor yang terdampak tidak sesuai dengan jadwal pengeluaran air irigasi, sehingga para petani mengalami masa tanam yang di undur, dengan terjadinya hal tersebut petani mengalami kerugian yang mengakibatkan berkurangnya penghasilan sehingga perlu adanya tinjauan mengenai pemanfaatan air waduk dengan menggunakan data yang lebih baru. Dengan begitu, dibutuhkan sebuah pola pengoperasian untuk mengetahui kendala waduk dalam pemanfaatannya sebagai penyedia air irigasi. Manfaat yang dapet diambil dari penelitian ini adalah: Sebagai bahan pertimbangan penetapan kebijakan pengelolaan Waduk Sempor. Memberikan bahan masukan tentang pengaturan pemanfaatan air Waduk Sempor agar dapat bermanfaat secara optimal. Memberikan pendekatan pola operasi Waduk Sempor guna pemanfaatan sumber daya air secara optimal. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian dilakukan di Waduk Sempor tepatnya di Desa Sempor. Kecamatan Sempor. Kabupaten Kebumen. Data curah hujan yang digunakan dari tahun 2010-2019 dari Stasiun Watu Barut. Stasiun Sampang, dan Stasiun Kedungwringin. Data klimatologi yang digunakan mulai dari tahun 2010-2019 dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Yogyakarta. Analisis hujan rata-rata daerah menggunakan metode polygon Thiessen. Analisis debit aliran rendah menggunakan metode FJ Mock. Analisis debit inflow bangkitan menggunakan metode Thomas Fiering. Analisis evapotranspirasi menggunakan metode Penman Modifikasi. Engineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Bagan Alur Penelitian Studi Pustaka Data Kesimpulan dan Saran Gambar 1 Bagan Alur Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN . Analisa Curah Hujan Rata-rata Dalam menganalisa hujan rata-rata daerah diperlukan adanya peta Daerah Aliran Sungai ( DAS ) yang nantinya untuk menentukan besarnya curah hujan suatu daerah atau stasiun dengan menggunakan metode Polygon Thiessen. Metode ini mempertimbangkan daerah pengaruh setiap titik stasiun. Penggunaan metode Thiessen karena kondisi topografi dan jumlah stasiun memenuhi syarat untuk digunakan metode ini. Analis curah hujan setengah bulanan atau 15 harian selama 10 tahun yaitu dimulai data curah hujan tahun 2010-2019. Luas DAS Sempor adalah 43,00 km2 dari hasil analisa Polygon Thiessen terdapat 10 stasiun curah hujan yang berpengaruh di DAS Sempor, sehingga luasan pengaruh pada DAS Sempor menjadi seperti berikut : Engineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Gambar 2 Peta Stasiun Curah Hujan DAS Sempor Tabel 1. Curah Hujan Rata-Rata . m/15hari ) Tahun Bulan JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGS SEP OKT NOV DES 366,98 329,30 422,79 181,45 303,76 293,49 143,61 203,04 148,32 344,51 101,34 96,27 191,93 149,04 21,47 166,21 294,55 243,45 235,52 441,26 229,68 260,44 319,54 214,17 213,12 277,24 225,39 283,37 183,08 250,70 224,08 195,69 151,07 98,22 56,10 2,00 3,50 19,82 0,00 0,00 15,52 1,00 8,44 184,97 397,57 370,18 180,77 262,15 347,99 185,54 118,74 297,34 276,61 41,77 521,00 78,99 199,76 39,04 16,42 0,00 0,00 1,00 0,00 0,50 0,00 0,00 139,50 295,78 122,49 414,49 370,36 303,01 286,11 303,15 168,36 157,19 148,11 107,12 132,89 133,97 69,59 141,74 140,23 137,86 278,45 5,97 0,00 3,23 1,99 2,27 0,00 124,11 133,60 124,73 160,78 457,65 260,96 133,80 124,81 122,28 107,39 81,19 197,22 120,28 145,10 79,48 3,45 240,91 130,15 18,06 47,60 0,00 0,00 1,00 7,74 319,41 236,07 412,29 254,21 524,03 135,58 297,33 170,54 80,64 453,43 288,60 222,62 257,35 96,95 30,92 38,36 0,00 1,99 0,00 0,00 0,00 0,00 1,00 0,00 4,25 229,27 481,08 350,86 151,63 138,64 101,60 328,33 220,34 108,17 193,13 170,46 182,74 221,21 148,39 184,29 149,11 62,56 81,68 69,60 71,95 68,98 206,55 149,41 362,31 404,91 464,09 255,43 210,07 181,36 376,20 222,89 193,85 150,63 240,06 183,96 221,75 78,47 51,00 40,74 81,17 6,01 29,37 11,75 1,00 4,22 225,73 146,80 356,72 181,25 185,78 97,99 291,98 399,04 98,06 270,92 243,18 235,16 256,23 177,55 241,62 8,50 44,90 0,00 20,91 4,23 0,00 1,50 7,49 37,22 3,74 0,51 24,24 508,01 167,42 395,27 125,78 163,87 429,23 256,12 184,34 111,42 445,08 53,71 89,89 120,58 1,51 3,22 3,50 0,00 3,73 0,00 3,98 0,00 5,49 1,00 0,00 215,53 35,71 219,80 77,11 Engineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Analisis Klimatologi Analisis klimatologi terdiri dari perhitungan Evapotranspirasi dengan menggunakan metode Penman Modifikasi. Perhitungan ini melibatkan temperature udara (T = AC), kelembapan relative (RH = %), lama penyinaran matahari . /N = %), dan kecepatan angin (U = m/. letak lintang daerah, dan angka koreksi (C). Besarnya nilai pada perhitungan evapotranspirasi dilakukan berdasarkan data klimatologi yang diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak Yogjakarta. Tabel 2. Rekapitulasi Evapotranspirasi (Et. BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER TGL PERIODE Eto . m/har. 4,191 4,191 4,369 4,369 4,319 4,319 3,510 3,510 3,376 3,376 3,301 3,301 3,808 3,808 6,015 6,015 8,390 8,390 8,876 8,876 5,040 5,040 4,665 4,665 Eto . m/15har. 62,865 67,055 61,160 61,160 64,779 69,097 52,656 52,656 50,634 54,010 49,518 49,518 57,119 60,927 90,223 96,237 125,857 125,857 133,136 142,011 75,598 75,598 69,977 74,642 Analisis Debit FJ Mock Perhitungan debit aliran rendah menggunakan metode F. Mock. Prinsip dari metode ini memiliki dua pendekatan perhitungan aliran permukaan yang terjadi di sungai, yaitu neraca air di atas permukaan tanah dan neraca air bawah tanah yang semua berdasarkan hujan, iklim dan kondisi tanah. Analisis Bangkitan Data Debit Inflow Setelah data debit aliran rendah diketahui dengan menggunakan metode FJ Mock maka selanjutnya data tersebut dianalisa kembali. Analisa yang dilakukan adalah bangkitan data untuk memperkirakan debit aliran rendah yang terjadi selama 10 tahun kedepan. Metode bangkitan data yang digunakan adalah metode Thomas - Fiering. Dari bangkitan data ini diharapkan akan didapatkan data yang mempunyai rangkaian data dengan sifat-sifat statistik yang hampir sama dengan data historisnya. Dengan bantuan program komputer Microsoft Excel maka didapatkan bangkitan data untuk 10 tahun. Engineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Tabel 3 Rekapitulasi Perhitungan Debit Tersedia tahun 20102019 BULAN/ NO PERIODE JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGS SEP OKT NOV DES TAHUN 6,092 3,758 8,974 4,381 6,001 5,543 2,853 3,699 2,692 5,880 1,795 1,677 3,241 2,513 0,383 2,778 4,903 4,050 3,916 7,329 3,816 4,325 5,306 3,556 9,360 8,121 7,225 7,972 6,370 7,167 6,746 6,192 5,288 4,133 3,045 1,719 1,246 1,173 0,664 0,465 0,583 0,301 0,343 3,243 7,401 8,169 5,780 6,963 5,621 2,806 2,136 2,872 2,780 1,428 3,867 1,733 2,140 1,175 0,809 0,522 0,365 0,261 0,180 0,129 0,089 0,062 0,842 1,900 1,222 2,892 3,010 2,827 12,964 9,350 6,933 6,126 5,499 4,451 4,471 4,299 3,101 3,971 3,982 3,963 6,301 2,300 1,562 1,147 0,810 0,589 0,394 2,336 2,868 3,017 3,791 8,974 11,746 6,269 5,398 4,817 4,184 3,424 5,026 3,949 4,218 3,120 1,610 5,099 3,817 1,938 2,004 1,025 0,717 0,519 0,484 5,579 5,288 8,671 7,016 11,592 4,722 7,426 5,668 3,953 9,653 7,948 6,968 7,382 4,734 3,057 2,531 1,467 1,060 0,726 0,508 0,356 0,249 0,191 0,126 0,159 3,883 8,883 8,223 5,488 5,326 4,311 7,661 6,414 4,536 5,522 5,162 5,293 5,926 4,856 5,280 4,708 3,150 3,064 2,652 2,498 2,323 4,507 3,995 7,624 9,182 10,916 8,197 7,197 6,995 9,239 7,180 6,475 5,494 6,635 5,792 6,275 3,935 2,978 2,356 2,673 1,326 1,368 0,920 0,567 0,459 4,035 3,469 7,184 5,206 5,289 3,854 6,766 19,473 7,389 7,688 4,786 4,666 4,856 3,188 4,855 0,182 2,776 1,109 1,509 0,704 0,587 0,472 0,424 0,776 -0,082 0,195 0,561 8,340 -1,441 6,532 0,111 2,720 9,171 7,264 6,111 4,664 9,768 4,196 4,003 4,090 1,931 1,393 1,008 0,678 0,536 0,346 0,308 0,184 0,220 0,127 0,081 3,634 1,426 4,363 2,589 Tabel 4. Debit Inflow Bangkitan Tahun 2020-2029 BULAN/ JAN PERIOD TAHUN 1 2020 14,083 1,995 2 2021 2,682 9,896 3 2022 7,682 7,121 4 2023 11,505 4,065 5 2024 10,918 6,258 6 2025 10,914 6,479 7 2026 5,134 6,072 8 2027 5,229 5,677 9 2028 9,835 3,644 10 2029 14,824 7,166 FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGS SEP OKT NOV DES 8,078 4,715 8,494 6,467 7,008 5,608 6,494 8,982 4,255 4,573 9,264 3,355 5,459 4,416 6,081 4,868 4,84 6,768 5,17 3,58 6,829 8,802 5,783 2,321 6,115 6,617 5,952 6,523 6,048 5,618 6,041 6,012 5,609 5,252 5,033 6,091 8,309 5,911 6,27 3,947 5,027 4,024 5,563 6,02 6,171 5,932 3,995 5,451 4,295 2,591 4,329 4,531 4,547 -0,228 4,154 3,769 2,799 2,404 4,439 2,348 2,506 5,131 3,094 2,848 7,163 2,521 4,117 7,614 5,432 5,184 5,729 2,589 1,576 3,891 3,387 2,558 4,874 2,941 2,63 1,776 1,438 2,804 3,711 3,383 3,813 0,306 1,71 2,858 3,792 3,689 3,872 3,858 3,714 3,766 1,948 3,099 1,177 3,323 3,983 2,018 0,102 5,195 1,026 6,126 2,986 3,757 4,147 3,792 2,023 3,722 1,583 1,009 2,204 2,52 0,316 0 1,478 2,868 0,307 0,059 0,266 -0,35 1,983 3,463 0,202 1,57 0,854 0,659 1,886 1,117 1,298 1,004 0,593 1,811 3,066 1,096 0,758 0,529 0,397 -0,36 0,925 1,961 2,633 2,413 0,516 5,277 1,164 0,951 2,206 0,835 1,095 2,546 3,212 3,333 0,739 5,666 2,077 1,76 0,208 0,398 0,748 2,621 0,669 2,56 0,647 4,525 1,26 3,799 -0,225 3,441 -1,502 5,662 4,844 4,261 0 2,341 8,036 6,411 6,88 3,79 2,057 9,997 6,887 9,683 9,861 -0,374 1,23 0 8,679 6,961 5,786 2,531 2,305 2,899 9,164 6,885 8,788 4,523 3,783 0 5,562 6,917 1,747 8,068 5,226 3,57 1,834 4,994 5,252 5,212 7,273 5,496 8,531 8,264 3,694 8,375 6,344 Analisis Kebutuhan Air Irigasi Secara umum analisis kebutuhan air dalam perencanaan dan pengoperasian Waduk Sempor merupakan analisis untuk mengetahui jumlah kebutuhan air irigasi. Kebutuhan air irigasi ditentukan dari pola tanam eksisting dan luas area irigasi di Kecamatan Sempor. Gombong. Rowokele. Kuwarasan, dan Karangayar. Perhitungan kebutuhan irigasi dilakukan berdasarkan data pola tata tanam eksisting, analisis evapotranspirasi per setengah bulanan, nilai perkolasi yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan data curah hujan efektif. Engineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan di lokasi Waduk Sempor, ada beberapa kondisi/aspek pemanfaatan irigasi yang harus diketahui sebelum pengoptimasian Waduk Sempor antara lain sebagai berikut : Pola tanam selama 2 musim tanam yaitu dengan model pola tanam padi-palawija. Luas area tanam eksisting sebesar 17. 800 ha. Tabel 5. Kebutuhan Air Irigasi Pola Tanam Eksisting Bulan DES JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGS SEP OKT NOV Periode Eto Re Padi Re Palawija mm/hari mm/hari 5,578 7,656 5,578 11,158 5,199 10,721 5,199 13,755 5,474 11,678 5,474 10,241 5,558 7,906 5,558 10,660 4,556 8,518 4,556 3,840 4,433 10,554 4,433 2,172 4,251 1,478 4,251 3,163 4,776 0,262 4,776 0,999 7,283 0,442 7,283 0,107 9,568 0,539 9,568 8,232 10,074 5,334 10,074 12,374 6,000 11,847 6,000 8,314 mm/hari 14,118 14,780 9,253 9,431 7,384 5,073 13,085 8,089 9,796 8,901 8,811 2,415 0,976 5,621 3,083 0,395 1,111 0,000 0,000 0,047 0,181 7,080 10,858 20,845 WLR mm/hari mm/hari 1,61 1,61 1,79 1,79 Area Tanam Koefisien Tanam Kc 1 1,10 1,10 1,05 1,05 0,95 0,00 0,50 0,59 0,96 1,05 1,02 0,95 0,00 0,50 0,54 0,69 0,69 0,90 0,95 0,00 Kc 2 0,00 1,10 1,10 1,05 1,05 0,95 0,00 0,50 0,59 0,96 1,05 1,02 0,95 0,00 0,50 0,54 0,69 0,69 0,90 0,95 1,10 1,08 1,05 1,00 0,48 0,55 0,78 1,01 1,04 0,99 0,48 0,52 0,62 0,69 0,80 0,93 0,48 Etc NFR mm/hari mm/hari 13,477 8,821 13,477 5,319 13,477 7,369 5,719 -3,423 5,885 -1,008 5,748 0,293 5,558 0,000 2,640 -5,020 12,971 6,175 12,971 7,070 2,416 -3,395 3,436 4,021 4,272 6,297 4,400 1,779 4,704 4,621 2,269 4,874 14,786 16,675 14,786 17,786 4,975 7,975 5,884 8,838 6,951 9,770 8,009 3,929 5,550 -2,308 2,850 -14,995 l/dt/ha 1,019 0,614 0,851 -0,395 -0,116 0,034 0,000 -0,580 0,713 0,817 -0,392 0,464 0,727 0,205 0,534 0,563 1,926 2,054 0,921 1,021 1,128 0,454 -0,267 -1,732 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 0,65 lt/dt/ha 1,567 0,945 1,309 -0,608 -0,179 0,052 0,000 -0,892 1,097 1,256 -0,603 0,714 1,119 0,316 0,821 0,866 2,963 3,160 1,417 1,570 1,736 0,698 -0,410 -2,665 Total Keb. Total Air irigasi di Keb. Air t/d. 3/d. 10164,912 10,165 6128,826 6,129 8491,461 8,491 -3944,207 -3,944 -1161,479 -1,161 337,420 0,337 0,000 0,000 -5784,432 -5,784 7115,660 7,116 8147,022 8,147 -3912,620 -3,913 4633,048 4,633 7255,888 7,256 2049,490 2,049 5325,042 5,325 5615,949 5,616 19215,265 19,215 20495,129 20,495 9190,283 9,190 10183,930 10,184 11258,839 11,259 4527,258 4,527 -2659,473 -2,659 -17279,603 -17,280 Simulasi Operasi Waduk Simulasi pada waduk bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilanwaduk dalam memenuhi keperluan air yang berdasarkan pada ketersediaan air dan jumlah air yang akan dikeluarkan dari waduk yaitu untuk irigasi . Setelah diperoleh debit inflow yang berupa bangkitan dari debit yang didapat dari data hujan dan debit outflow yang berupa data debit kebutuhan air irigasi pada bab sebelumnya, maka tahap analisis berikutnya adalah melakukan simulasi pola operasi berdasarkan kondisi waduk. Simulasi pola operasi waduk ini dilakukan untuk 10 tahun yang akan datang, sehingga simulasi dilakukan dari tahun 2020- 2029. Dari hasil simulasi akan diketahui tingkat keandalan waduk untuk 10 tahun yang akan datang, sehingga simulasi dilakukan dari tahun 2020-2029. Pada Tabel 6 di bawah ini memperhitungkan jumlah air yang masuk ke suatu sistem tampungan . dikurangi dengan jumlah air yang keluar dari suatu sistem . tersebut, dengan syarat kondisi air pada tampungan waduk yang tersimpan tidak boleh habis. Tabel 6 merupakan perhitungan Water Balance Waduk Sempor 15 harian Tahun 2020 ( tahun ke 1 ) dengan kondisi jumlah air yang digunakan merupakan volume efektif eksisting waduk sebesar 27,570 juta m3 dengan . merupakan debit bangkitan metode Thomas-Fiering, untuk kebutuhan . kebutuhan air irigasi. Engineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Tabel 6. Perhitungan Water Balance Waduk Malahayu Tahun ke 1 . Solusi Optimasi Waduk Sempor Berdasarkan hasil evaluasi keandalan Waduk Sempor dengan persentase periode terlayani sebesar 80,91 %, maka perlu adanya optimasi terkait peningkatan pemakaian air Waduk Sempor. Adapun solusi optimasi yang telah ditentukan yaitu menambah kebutuhan air irigasi dengan cara menambah luas area tanam padi dan palawija sebesar 50%. Tabel 7. Perhitungan Analisis Water Balance Waduk Tahun ke-1 dengan Optimasi Penambahan Outflow Kebutuhan Air Irigasi Engineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Pembahasan Hasil Simulasi Waduk Berdasarkan hasil perhitungan dari segi pemenuhan atau ketersediaan air ditampungan Waduk Sempor dapat dilihat bahwa optimasi penambahan kebutuhan air irigasi dengan cara menambah luas area tanam padi dan palawija, maka tampungan waduk tingkat keandalannya akan menurun sebesar 1,25 %, dimana nilai tersebut masih dibawah dari kegagalan periode maksimal, sebesar 20%. Kondisi tampungan kurang itu mununjukan nilai tampungan waduk minus atau dibawah nol, sedangkan untuk kondisi tampungan cukup nilai tampungan waduk diatas nol ataukurang sama dengan nilai tampungan efektif dan untuk kondisi tampungan penuh nilai tampungan waduk sama dengan tampungan efektif. Dengan hasil simulasi dengan solusi penambahan outflow, yaitu menambah luas area tanam padi dan palawija hasilnya lebih efektif dibandingkan dengan hasil simulasi awal dimana fluktuasinya menunjukkan 80,91% keandalan waduk tersedia untuk 10 tahun yang akan datang, sehingga, fungsi waduk dapat lebih optimal dalam pemanfaatan airnya. Akan tetapi hal tersebut tidak dapat disimpulkan secara langsung begitu sajabanyak aspek yang harus dikaji lebih dalam mengingat kondisi eksisting yang dinamis dan metode perhitungan yang terbatas dalam penentuan keandalan pola operasi waduk. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penelitian dapat diambil beberapa kesimpulan terkait perencanaan pengoptimasian Waduk Sempor untuk kebutuhan air irigasi sebagai berikut : Dari perhitungan bangkitan debit tersedia FJ Mock . selama tahun 2020- 2029 (Tahun ke-1 - . , didapatkan nilai debit tersedia terbesar 14,083 m3/detikdan debit tersedia terkecil adalah 0,000 m3/detik. Dari perhitungan kebutuhan air irigasi berdasarkan pola tanam eksisting didapatkan besar kebutuhan air irigasi maksimum untuk pola tanam eksisting . adi dan palawij. sebesar 20495,129 liter/detik, sedangkan kebutuhan air irigasi minimum untuk pola tanam eksisting . adi dan palawij. sebesar 0 liter/detik. Dari analisis simulasi pola pengoperasian Waduk Sempor dengan optimasi beberapa opsi penambahan luas area tanam padi dan palawija sebesar 50% selama tahun 2020- 2029 (Tahun ke-1 Ae . air waduk masih bisa digunakan untuk penambahan luas area tanam dengan rasio tingkat pelayanan atau pemenuhan kebutuhan air 15 harian untuk 10 tahun yang akan datang keandalanwaduk mencapai sebesar 98,75 %. Sehingga, analisis simulasi pola pengoperasian waduk untuk 10 tahun yang akan datang masih dapat diandalkan fungsinya hingga tahun 2029. Saran Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Apabila hasil optimasi pada tugas akhir ini akan diterapkan pada wilayah studi, maka perlu dilakukan tinjauan ulang dengan jangka waktu lebih lama terkait simulasi operasi . Bagi pihak lain yang berminat mendalami subjek ini dapat memperhitungkan debit inflow waduk dari perhitungan lain. Perlu ada tinjauan mengenai masalah sedimentasi di waduk karena dikhawatirkan dapat berdampak terhadap pemanfaatan air dari Waduk Sempor. Engineering Vol. 13 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Perlu adanya program pemanfaatan air waduk untuk pola tata tanam, industri, dan keperluan rumah tangga. Pengolahan SDA di Waduk Sempor dengan menguatkan pola tata tanah atau melimpahkan jaringan Irigasi dihilir DAFTAR PUSTAKA