Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1. Tahun 2021. E-ISSN . Halaman 62-69 Pengaruh Perbedaan Durasi Waktu Thawing terhadap Tingkat Motilitas dan Tingkat Viabilitas Sperma Beku Kerapu Kertang Epinephelus lanceolatus Adi Wiranto1. Henky Irawan1. Muzahar1 Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji. INFO NASKAH ABSTRAK Kata kunci: Pembuatan sperma beku ikan kerapu kertang (E. telah berhasil dilakukan untuk mendukung produksi kerapu hybrid di Indonesia. Thawing sperma beku merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan pembuahan, namun penelitian tentang pengaruh durasi waktu thawing terhadap tingkat motilitas dan tingkat viabilitas sperma beku ikan kerapu kertang (E. belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan durasi waktu thawing sperma beku ikan kerapu kertang (E. untuk mengetahui tingkat motilitas dan tingkat viabilitas sperma. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. Kota Batam. Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu 3 detik, 9 detik, 15 detik, 21 detik. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji lanjut DuncanAos menunjukkan motilitas terbaik terjadi pada 21 detik . ,99A4,. , viabilitas sperma terbaik terjadi pada 21 detik . ,29A1,. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan perlakuan 21 detik merupakan perlakuan terbaik. Durasi. Kerapu Kertang. Motil. Sperma Beku. Thawing Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: 160254243025@student. henkyirawan@umrah. id, muzahar@umrah. Effect of Different Thawing Durations on Motility Rate and Viability Rate of Cryopreserved Sperm Giant Grouper Epinephelus lanceolatus Adi Wiranto. Henky Irawan. Muzahar Department of Aquaculture. Faculty of Marine Science and Fisheries. Raja Ali Haji Maritime University. ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords: The production of cryopreserved sperm giant grouper has been successfully carried out to support produced hybrid grouper in Indonesia. Thawing cryopreserved sperm is one of key to successfully insemination. However, research on the effect of thawing time of cryopreserved sperm giant grouper (E. on motility rate and viability rate has not been conducted. This research aims to determine the effect of different duration thawing of cryopreserved sperm giant grouper (E. on motility rate and viability rate. This research was conducted in December 2020 at Batam Marine Aquaculture Fisheries Center. Batam City. Kepulauan Riau Province. The method used was experimental completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications, namely 3 seconds, 9 seconds, 15 seconds, 21 seconds. Data analysis used ANOVA and DuncanAos continued test showed that the best motility happened in 21 seconds . ,99A4,. , the best sperm viability happened in 21 seconds . ,29A1,. The results obtained indicate that 21 seconds is the best treatment. Cryopreserved Sperm. Duration. Giant Grouper. Motile. Thawing Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : . Fax. Email: 160254243025@student. henkyirawan@umrah. id, muzahar@umrah. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1. Tahun 2021. E-ISSN . Halaman 62-69 PENDAHULUAN Ikan kerapu kertang (Epinephelus lanceolatu. merupakan salah satu jenis ikan kerapu yang tidak memiliki nilai ekonomis di pasar domestik Indonesia tetapi spermatozoa ikan kerapu kertang memiliki nilai ekonomis sebagai bahan utama menghasilkan kerapu hybrid. Salah satu jenis ikan kerapu hybrid yang sudah dapat diproduksi untuk memasok kebutuhan budidaya di Indonesia adalah ikan kerapu cantang hasil persilangan antara ikan kerapu macan (E. betina dan ikan kerapu kertang (E. jantan (Ismi & Asih, 2. dengan kemampuan pertumbuhan lebih cepat serta tahan terhadap penyakit, dan ikan kerapu tiktang hasil persilangan antara ikan kerapu batik (E. betina dan ikan kerapu kertang (E. jantan (Muslim et al. , 2. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membantu memproduksi kerapu hybrid di Indonesia melalui teknik pembekuan sperma . Teknik pembekuan ini lebih mudah karena dalam melakukan pemijahan buatan tidak membutuhkan induk serta mudah diaplikasikan. Penanganan pemijahan buatan mempunyai peran besar dalam keberhasilan pemijahan buatan, karena prosedur pelaksanaan pemijahan buatan mulai dari pengamatan induk, penanganan sperma beku, pencairan sperma beku . sangat mempengaruhi keberhasilan perkawinan (Hoesni, 2. Selain teknik cryopreservasi, teknik pencairan sperma beku merupakan prosedur yang penting dalam inseminasi buatan karena penggunaan metode pencairan yang tidak tepat akan menyebabkan kerusakan spermatozoa sehingga menurunkan kualitas spermatozoa. sehingga mengakibatkan penggunaan suhu dan waktu pada pencairan sperma beku di lapangan sangat beragam (Hoesni, 2. Penelitian tentang teknik pembekuan sperma pada ikan kerapu kertang telah berhasil dilakukan (Fan et al. , 2013. Pratiwi et al. , 2019. Sudrajat et al. , 2019. Widyaningsih et al. , 2019. BPBL Batam unpublishe. Salah satu kendala yang dihadapi dalam prosedur pembekuan sperma adalah angka motilitas dan viabilitasnya tidak tentu disebabkan prosedur thawing yang bervariasi (Bozkurt & Yavas, 2. , oleh karena itu pemanfaatkan suhu dan waktu pada saat thawing sperma beku perlu dilakukan seperti pada spesies Epinephelus akaara (He et al. , spesies Ctenopharyngodon idella (Yavas & Bozkurt 2. , spesies Bocachico prochilodus magdalenae (Martynez & Pardo, 2. , spesies Ciprinus carpio (Bozkurt & Yavas, 2. , durasi yang tepat untuk pencairan sperma beku ikan kerapu kertang belum diketahui. Penelitian penggunaan durasi waktu yang berbeda pada thawing sperma beku ikan kerapu kertang untuk mengetahui penggunaan durasi waktu terbaik dalam menentukan tingkat motilitas serta viabilitas spermatozoa penting dilakukannya. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020 di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam (BPBL Bata. Pulau Setokok. Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Alat yang digunakan yaitu styrofoam, mikroskop (Olympus BX. , komputer (Del. , container nitrogen, stopwatch, gunting, tisu gulung, ember, pipet tetes, kaca preparat, cover glass. Waterbath, penjepit, tisu, teko, botol. Bahan Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1. Tahun 2021. E-ISSN . Halaman 62-69 yang digunakan adalah straw sperma beku kerapu kertang . ,5 m. , nitrogen cair, air laut, eosin, air tawar. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan menggunakan straw masing masing percobaan 0,5 ml mengacu pada penelitian (BPBL Batam unpublished, dan modifikasi metode Kiriyakit et al. Adapun perlakuannya Kontrol (K): Durasi waktu thawing sperma beku selama 3 detik (BPBL Batam unpublis. Perlakuan 1 (P. : Durasi waktu thawing sperma beku selama 9 detik Perlakuan 2 (P. : Durasi waktu thawing sperma beku selama 15 detik (Kiriyakit et al. , 2. Perlakuan 3 (P. : Durasi waktu thawing sperma beku selama 21 detik Prosedur Penelitian Persiapan Alat dan Bahan Alat dan bahan penelitian yang digunakan disiapkan lebih dulu sebelum memulai proses thawing, fokus mikroskop diatur dengan pembesaran 1000x yang dihubungkan dengan komputer, kemudian suhu air dipanaskan menggunakan waterbath pada suhu 37oC di dalam wadah yang berisi air tawar, selanjutnya pewarna eosin disiapkan menggunakan botol. Penanganan Sperma Beku Sperma beku yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari BPBL Batam yang telah dibekukan sebelumnya menggunakan straw . ,5 m. disimpan dalam container liquid nitrogen kemudian dipindahkan pada styrofoam yang telah diisi dengan nitrogen cair. Thawing Proses thawing atau pengeceran spermatozoa dalam straw dilakukan pada suhu 37AC dengan cara 1 straw yang diambil dari container nitrogen direndam ke dalam wadah air tawar yang telah diatur dengan suhu 37AC, kemudian dihitung waktu menggunakan stopwatch sesuai durasi perlakuan, setelah itu sperma diambil menggunakan penjepit, kemudian bagian bawah dari straw dipotong menggunakan gunting, selanjutnya spermatozoa diencerkan menggunakan air laut lalu diamati performa spermatozoa menggunakan mikroskop Olympus BX-53 dengan perbesaran 1000x yang tersambung dengan komputer serta dilakukan perekaman untuk meminimalisir bias. Parameter yang diamati 1 Motilitas Sperma Motilitas sperma diamati menggunakan mikroskop perbesaran 1000x dengan cara sperma sebanyak 1 tetes dari straw diletakkan di kaca preparat dan diaktifkan Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1. Tahun 2021. E-ISSN . Halaman 62-69 dengan air laut sebanyak 1 tetes dari pipet tetes kemudian ditutup menggunakan coverglass kemudian diamati dan dilakukan perekaman. Perhitungan motilitas sperma berasal dari rekaman video pengamatan dan dihitung menggunakan perangkat lunak ImageJ OpenCASA (Computer Assisted Sperm Analysi. menu Motility Analysis dengan pengaturan default, sperma katagori motil apabila nilai Curvilinear velocity (VCL) > 5 AAm/s (Fan et al. , 2. dan Average-path velocity (VAP) < 120 yang terdeteksi olen OpenCASA (AlqueAzar-Baeta et al. , 2. 2 Viabilitas Sperma Pengukuran viabilitas sperma dilakukan dengan cara sperma sebanyak 1 tetes dari straw dicampur dengan 1 tetes pewarna eosin dari pipet tetes kemudian menggunakan coverglass. Perhitungan viabilitas sperma berasal dari rekaman video pengamtan dan dihitung menggunakan perangkat lunak ImageJ OpenCASA (Computer Assisted Sperm Analysi. dengan menu Viability Analysis pengaturan default (AlqueAzar-Baeta et al. , 2. Analisis Data Analisis data dilakukan menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan interval keparcayaan 95 % dan jika terdapat perbedaan nyata dilakukan uji lanjut Duncan dengan perangkat lunak SPSS 22. Hasil Motilitas Sperma Motilitas sperma adalah persentase jumlah sperma yang bergerak pasca thawing dalam periode waktu tertentu. Nilai motilitas sperma disajikan dalam bentuk diagram seperti ditampilkan pada gambar 1. 99 A4,74c 76 A3,29b Motilitas (%) 99 A8,73a 39 A 1,04a Kontrol Gambar 1. Motilitas sperma beku kerapu kertang (Keterangan: Kontrol: 3 detik. P1: 9 detik. P2: 15 detik. P3: 21 deti. Hasil uji ANOVA menunjukan bahwa durasi waktu thawing memberikan pengaruh nyata terhadap motilitas sperma beku ikan kerapu kertang (P< 0,. Hasil penelitian motilitas sperma terbaik berturut turut adalah P3 . ,99A4,. P2 . ,35A6,. P1 . ,68A11,. K . ,39A1,. Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1. Tahun 2021. E-ISSN . Halaman 62-69 Viabilitas Sperma Viabilitas sperma adalah persentase jumlah sperma hidup yang diamati pasca thawing dengan kategori sperma hidup tidak mampu menyerap bahan pewarna. Nilai viabilitas sperma disajikan dalam bentuk diagram ditampilkan pada gambar 16 A2,87b 51. 96A 3,86b 54. 29 A 1,76 Viabilitas (%) 74 A3,85a Kontrol Gambar 2. Viabilitas sperma beku kerapu kertang (Keterangan: Kontrol: 3 detik. P1: 9 detik. P2: 15 detik. P3: 21 deti. Hasil uji ANOVA menunjukan bahwa durasi waktu thawing memberikan pengaruh nyata terhadap viabilitas sperma beku ikan kerapu kertang dengan (P< 0,. Hasil penelitian viabilitas sperma beku terbaik berturut turut adalah P3 . ,29A1,. P1 . ,16A2,. P2 . ,96A3,. K . ,74A3,. PEMBAHASAN Faktor yang mempengaruhi tingkat motilitas sperma beku adalah durasi serta suhu yang digunakan pada saat thawing karena penggunaan durasi serta suhu yang tidak tepat bisa menyebabkan terciptanya kristal es pada spermatozoa sehingga menyebabkan sperma mengalami kerusakan (Leung, 1. Pelaksanaan thawing dianjurkan untuk dilakukan secara cepat dengan kombinasi antara suhu dan durasi perendaman yang sesuai untuk mencegah terbentuknya kristal es . (Yang & Tiersch, 2. Menurut Yavas & Bozkurt . penggunaan suhu terbaik dalam pelaksanaan thawing berkisar antara 30oC Ae 40oC. Menurut Lahnsteiner . rasio penggunaan diluent dan sperma dalam pembuatan dilution berpengaruh terhadap sperma yang dibekukan, serta perbedaan spesies juga akan mempengaruhi rasio dilution yang digunakan. Fan et al. menyatakan rasio perbandingan dilution yang berbeda bisa mempengaruhi tingkat motil sperma ikan kerapu kertang. Selain itu, penggunaan larutan pengenceran juga bisa mempengaruhi performa motil sperma (Tumanung et al. , 2. Bila dibandingkan dengan penelitian Fan et al. , penggunaan cryoprotectant jenis dimethyl sulfoxide dan ekstender jenis MPRS memiliki tingkat motilitas yang besar yaitu lebih dari 90% sedangkan pada hasil data yang didapatkan motilitas tertinggi hanya mencapai 69,99A4,74 %. Hal ini diduga penggunaan dilution . ryoprotectant ekstende. yang berbeda menyebabkan kemampuan dilution dalam mempertahankan kondisi sperma sebenarnya juga Intek Akuakultur. Volume 5. Nomor 1. Tahun 2021. E-ISSN . Halaman 62-69 Menurut Penaranda et al. , penggunaan cryoprotectant terutama DMSO meningkatkan osmolalitas yang memberikan pengaruh terhadap motilitas sperma pasca thawing. Penggunaan cryoprotectant yang berbeda juga mampu memberikan pengaruh terhadap motilitas sperma (Irawan, 2. Agarwal . , menyebutkan bahwa ekstender yang baik adalah ekstender yang telah sesuai pada kondisi seminal plasma spesies tertentu. Idealnya extender yang digunakan bersifat isotonic, memiliki kapasitas penyangga yang baik, nutrisi, antioksidan dan anti bakteri, serta mampu mempertahankan kualitas dengan baik, nilai pH ekstender yang digunakan juga berpengaruh terhadap motilitas sperma, hal ini disebabkan sperma akan bersifat immotile saat berada dalam kantung seminal plasma lalu sperma akan aktif ketika kondisi osmolalitas perairan tidak isotonik terhadap kantung seminal plasma (Irawan, 2012. Irawan, 2. Spermatozoa membutuhkan energi untuk tetap melakukan metabolisme dasar dan saat motil terjadi, ekstender digunakan untuk mendukung energi retensi yang digunakan untuk metabolisme dasar dan motil (Agarwal, 2. Perbedaan nilai viabilitas diduga karena durasi thawing yang digunakan pada perlakuan K terlalu singkat sehingga tingkat viabilitas sperma perlakuan K mengalami penurunan drastis. Yavas & Bozkurt . menyatakan bahwa prosedur thawing sangat penting dalam menjaga viabilitas spermatozoa, prosedur thawing yang dilakukan harus ditingkatkan untuk mencejah terjadinya fenomena terbentuknya kristal es . e-crystallizatio. Menurut Agarwal . , bahwa suhu yang digunakan saat thawing sangat penting terhadap pengaruh viabilitas spermatozoa pasca pendinginan. Perbedaan hasil penelitian Kiriyakit et al. dengan data yang diperoleh terkait viabilitas sperma dari seluruh perlakuan hal ini diduga karena perbedaan jenis ekstender yang digunakan pada pembekuan sperma Jenis ekstender yang digunakan Kiriyakit et al. yaitu MFR ( 438 mOsm/k. hampir mendekati susunan kimiawi seminal plasma ikan kerapu kertang ( 429 mOsmol/k. sehingga lingkungan sperma yang isotonik inilah yang menyebabkan sperma immotile dengan baik. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian adalah: Penggunaan durasi waktu thawing yang berbeda berpengaruh terhadap motilitas sperma, serta viabilitas sperma. Perlakuan P3 . oC selama 21 deti. thawing memberikan hasil terbaik terhadap motilitas sperma, viabilitas. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada kepala dan staff Balai Perikanan Budidaya Laut Batam yang telah membantu berjalannya penelitian terutama Bapak Kadari. Bapak Sahidan Muhlis. Bapak Wibowo. Bapak Anggit. DAFTAR PUSTAKA