REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. MENAKAR EFEKTIVITAS ISQM: PERSPEKTIF GLOBAL TENTANG MUTU AUDIT DAN TATA KELOLA RISIKO Husen Basri. Tri Widyastuti. Harnovinsah. Cris Kuntadi. Nurmala Ahmar. Politeknik Dharma Ganesha 2,3,5 Universitas Pancasila Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Correspondence author: H. Basri, husenbasriauditor@gmail. Belitung. Indonesia Abstract The International Standard on Quality Management (ISQM) represents a fundamental reform in global audit quality governance, replacing ISQC 1. This study uses a Systematic literature review (SLR) approach, following the PRISMA 2020 and SPAR-4-SLR methods, to examine 25 scientific articles published between 2020 and 2025 that discuss the relationship between ISQM implementation and audit quality. The study results show that ISQM consistently contributes positively to improving audit quality through a risk-based approach, continuous monitoring, strengthening human resource competencies, and organizational leadership. ISQM implementation has also been shown to enhance auditor accuracy, timeliness, and independence. However. ISQM effectiveness is strongly influenced by organizational contexts such as firm size, technology adoption, and quality culture. The findings also identify research gaps, particularly the lack of studies from developing countries, limited models of relationships between variables, and the absence of longitudinal and qualitative approaches. Theoretically. ISQM represents a Knowledge-Based View (KBV) approach and dynamic capability in audit organizations. Practically, the results of this SLR emphasize the importance of fully adopting ISQM as a proactive strategy to improve the accountability and reliability of financial reporting. This study provides a theoretical basis and strategic direction for regulators, academics, and practitioners to strengthen audit quality systems globally, particularly in developing countries such as Indonesia. Keywords: isqm, audit quality, risk-based approach, quality management Abstrak Standar Internasional Manajemen Mutu (International Standard on Quality Management/ISQM) merupakan reformasi mendasar dalam tata kelola mutu audit global yang menggantikan ISQC 1. Studi ini menggunakan pendekatan Systematic literature review (SLR) dengan metode PRISMA 2020 dan SPAR-4-SLR untuk mengkaji 25 artikel ilmiah terbitan 2020Ae2025 yang membahas hubungan antara penerapan ISQM dan kualitas audit. Hasil kajian menunjukkan bahwa ISQM secara konsisten berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas audit melalui pendekatan berbasis risiko, monitoring berkelanjutan, penguatan kompetensi SDM, dan kepemimpinan organisasi. Implementasi ISQM juga terbukti meningkatkan akurasi, ketepatan waktu, dan independensi auditor. Namun, efektivitas ISQM sangat dipengaruhi oleh konteks organisasi seperti ukuran firma, adopsi teknologi, dan budaya mutu. Temuan juga mengidentifikasi kesenjangan penelitian, khususnya Menakar Efektivitas ISQM: Perspektif Global Tentang Mutu Audit Dan Tata Kelola Risiko Husen Basri. Tri Widyastuti. Harnovinsah. Cris Kuntadi. Nurmala Ahmar kurangnya studi dari negara berkembang, keterbatasan model hubungan antarvariabel, serta minimnya pendekatan longitudinal dan kualitatif. Secara teoretis. ISQM merepresentasikan pendekatan Knowledge-Based View (KBV) dan dynamic capability dalam organisasi audit. Secara praktis, hasil SLR ini menekankan pentingnya adopsi penuh ISQM sebagai strategi proaktif dalam meningkatkan akuntabilitas dan keandalan laporan keuangan. Studi ini memberikan dasar teoritik dan arah strategis bagi regulator, akademisi, dan praktisi dalam memperkuat sistem mutu audit secara global, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Kata Kunci : isqm, kualitas audit, manajemen mutu, audit berbasis risiko PENDAHULUAN Kualitas audit merupakan salah satu pilar utama dalam sistem tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Audit yang berkualitas memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan suatu entitas mencerminkan kondisi keuangan secara wajar dan bebas dari salah saji material. Dalam konteks tata kelola, audit berfungsi sebagai mekanisme pemantauan independen terhadap proses pelaporan keuangan, pengendalian internal, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Kehadiran audit yang berkualitas juga berdampak langsung terhadap kepercayaan Stakeholder seperti investor, kreditur, bergantung pada hasil audit sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi. Audit yang lemah atau bias dapat merusak reputasi perusahaan dan menciptakan kegagalan sistemik di sektor keuangan, seperti yang tercermin dalam skandal Enron dan Wirecard. Oleh karena itu, kualitas audit bukan sekadar aspek teknis, tetapi elemen strategis dalam menjaga stabilitas sistem ekonomi. Dalam konteks sektor publik maupun swasta, kualitas audit menjadi ukuran kredibilitas institusi. Banyak lembaga internasional seperti World Bank. OECD, dan IMF menempatkan efektivitas audit sebagai indikator penting dalam pengukuran tata kelola negara. Di Indonesia. Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI menjadi dokumen penting dalam menilai akuntabilitas entitas pemerintah dan mendorong transparansi pengelolaan anggaran negara. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas audit memiliki implikasi luas terhadap kepercayaan publik dan integritas sistem keuangan. Standar Internasional atas Pengendalian Mutu (ISQC . yang sebelumnya berlaku selama hampir dua dekade dianggap tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan kompleksitas audit modern. Standar ini bersifat reaktif dan terlalu terfokus pada dokumentasi prosedural, bukan pada Oleh karena itu, pada tahun 2022. International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB) merilis dua standar baru: ISQM 1 (Quality Management for Firms that Perform Audit. dan ISQM 2 (Engagement Quality Review. sebagai reformasi struktural dari sistem mutu audit. Perubahan utama dari ISQC 1 ke ISQM 1 terletak pada pergeseran paradigma dari kontrol mutu menjadi manajemen mutu berbasis risiko. ISQM 1 menekankan perlunya proses penilaian risiko yang sistematis dan berkelanjutan, serta menuntut keterlibatan aktif pimpinan firma dalam membentuk budaya mutu. ISQM 2 mendukung penguatan peran Engagement Quality Reviewer (EQR) penugasan audit yang bersifat signifikan atau berisiko tinggi. Kedua standar ini bersifat lebih dinamis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan pasar. Reformasi standar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas audit secara global, memperkuat independensi auditor, dan mendorong akuntabilitas organisasi. Standar REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. ini juga mendukung pemanfaatan teknologi digital dalam proses audit, termasuk penggunaan alat berbasis kecerdasan buatan, data analytics, dan sistem dokumentasi Dalam praktiknya, implementasi ISQM menuntut perubahan besar pada sistem, sumber daya manusia, serta struktur tata kelola internal kantor akuntan publik. Meskipun ISQM telah diberlakukan secara global mulai Desember 2022, implementasinya di Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan. Salah satu gap utama adalah kesenjangan antara regulasi yang mewajibkan adopsi sistem mutu berbasis ISQM dan kesiapan sumber daya di banyak kantor akuntan publik (KAP), khususnya yang berskala kecil dan menengah . on-Big Fou. Banyak KAP masih mengandalkan pendekatan berbasis prosedur lama dan belum mengembangkan sistem berbasis penilaian risiko sebagaimana dituntut ISQM 1. Data dari Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menunjukkan bahwa hingga awal 2024, hanya sekitar 38% dari total KAP di Indonesia yang telah menyatakan siap atau mulai menerapkan ISQM secara penuh. Faktor keterbatasan teknologi, kurangnya SDM yang paham konsep ISQM, serta budaya organisasi yang masih berorientasi pada kepatuhan administratif dibanding peningkatan mutu secara strategis. Hal ini menciptakan jurang antara harapan regulasi dan realitas di Implikasi dari gap ini cukup serius karena menyangkut kredibilitas hasil audit yang dihasilkan KAP domestik. Jika standar mutu audit tidak ditingkatkan secara sistemik, maka kualitas laporan keuangan yang diaudit akan dipertanyakan, terutama oleh investor internasional dan regulator pasar modal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kolaboratif antara regulator, asosiasi profesi, dan akademisi untuk mempercepat adopsi ISQM secara efektif dan berkelanjutan di Indonesia. METODE PENELITIAN Desain penelitian Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic literature review (SLR) yang bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh dan kritis berbagai studi ilmiah yang telah diterbitkan terkait dengan penerapan ISQM (International Standard on Quality Managemen. dan dampaknya terhadap kualitas audit. Pendekatan ini dipilih karena SLR mampu menyusun dan menyintesis temuan-temuan yang tersebar di berbagai sumber dengan metode yang sistematis, transparan, dan dapat direplikasi. Berbeda dengan tinjauan pustaka naratif biasa. SLR mengikuti alur ilmiah yang ketat dalam proses pencarian, seleksi, analisis, dan pelaporan literatur yang relevan, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar teori yang kuat dan sahih untuk penelitian lanjutan. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini mengacu pada pedoman PRISMA 2020 (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. dan SPAR-4SLR (Scientific Procedures and Rationales for Systematic merupakan standar internasional dalam penulisan dan pelaporan SLR. PRISMA digunakan sebagai panduan dalam proses pelacakan dan pelaporan hasil telaah literatur, termasuk penggunaan diagram alur seleksi artikel (PRISMA flow diagra. , sedangkan SPAR-4-SLR struktural tentang bagaimana peneliti harus menjelaskan strategi pencarian, sintesis temuan, dan rasionalisasi pemilihan studi. Dengan mengacu pada kedua panduan ini, penelitian SLR yang dilakukan dapat memastikan bahwa seluruh proses berjalan secara objektif, terstruktur, dan dapat ditelusuri ulang oleh peneliti lain. Tahapan penelitian Lebih lanjut, kerangka kerja SLR ini melibatkan beberapa tahapan penting, yaitu: identifikasi literatur melalui database ilmiah terkemuka seperti Scopus. Web of Science, dan Google Scholar, . penyaringan Menakar Efektivitas ISQM: Perspektif Global Tentang Mutu Audit Dan Tata Kelola Risiko Husen Basri. Tri Widyastuti. Harnovinsah. Cris Kuntadi. Nurmala Ahmar berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi yang ketat, . evaluasi kualitas artikel yang lolos seleksi, dan . sintesis tematik terhadap temuan yang berulang, unik, atau kontradiktif. Dengan demikian, desain penelitian ini tidak hanya mengkompilasi hasil studi, tetapi juga mengembangkan pemahaman teoritik yang lebih dalam mengenai bagaimana ISQM diimplementasikan dan bagaimana variabel tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas audit dalam berbagai konteks organisasi dan negara. Sumber data Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai basis data ilmiah bereputasi, baik memastikan cakupan literatur yang luas dan Adapun basis data utama yang digunakan meliputi Scopus. Web of Science, dan Google Scholar, yang merupakan pangkalan data multidisiplin terbesar dan paling sering digunakan dalam penelitian Selain itu. DOAJ (Directory of Open Access Journal. juga dimanfaatkan untuk mengakses jurnal open-access yang memenuhi standar ilmiah dan peer-review. Untuk menjaring perspektif lokal dan hasil riset di Indonesia, peneliti juga menyertakan SINTA (Science and Technology Inde. sebagai sumber rujukan nasional yang dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK/BRIN). Ruang lingkup temporal dari pencarian literatur dibatasi pada tahun 2010 hingga 2025, untuk mencakup perkembangan penting dari penerapan ISQC 1 menuju transisi ke ISQM 1 & 2 yang resmi diberlakukan pada tahun 2022 oleh IAASB. Rentang waktu ini dipilih untuk memungkinkan analisis evolusi konsep dan praktik manajemen mutu audit selama 15 tahun terakhir, termasuk perdebatan akademik sebelum dan sesudah pemberlakuan ISQM secara global. Dengan cakupan ini, peneliti dapat melihat pergeseran paradigma dan tantangan implementasi standar mutu audit dalam berbagai konteks kelembagaan dan Strategi menggunakan kombinasi kata kunci yang telah dirancang secara logis dan tematik, yaitu: AuISQMAy OR Auquality management auditAy AND Auaudit qualityAy. Penggunaan operator Boolean AuORAy dan AuANDAy dimaksudkan untuk menggabungkan istilah-istilah kunci yang relevan agar hasil pencarian mencakup berbagai variasi terminologi yang digunakan dalam studi terkait. Kata kunci ini digunakan secara konsisten di seluruh database dengan penyesuaian sesuai dengan antarmuka masingmasing platform. Dengan pendekatan ini, sumber data yang dikumpulkan dapat mencerminkan representasi ilmiah yang memadai terhadap hubungan antara penerapan ISQM dan peningkatan kualitas audit dalam berbagai organisasi dan negara. Kriteria inklusi dan eksklusi Dalam tahap seleksi literatur, penelitian ini menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi secara sistematis guna memastikan bahwa hanya artikel yang relevan dan berkualitas tinggi yang dianalisis lebih lanjut. Kriteria inklusi yang digunakan meliputi: . artikel jurnal yang telah terindeks di basis data bereputasi seperti Scopus. Web of Science. DOAJ, atau SINTA, guna menjamin validitas dan kredibilitas publikasi. artikel yang merupakan studi empiris, baik dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif, serta ulasan teoretis . heoretical revie. yang membahas secara eksplisit hubungan antara ISQM (International Standard on Quality Managemen. dan kualitas audit. Termasuk pula dalam cakupan ini adalah studi kasus, meta-analisis, maupun artikel konseptual yang mendukung pemahaman struktur dan implementasi ISQM. Sementara diberlakukan untuk menyaring artikel-artikel yang tidak memenuhi relevansi dan kualitas ilmiah yang diharapkan. Artikel yang bersifat opini, editorial, komentar, atau bersumber dari blog dan media populer tidak dimasukkan karena tidak melalui proses peer-review dan kurang dapat dipertanggungjawabkan secara Duplikasi artikel berupa publikasi REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. ganda dengan isi yang identik atau hampir sama akan juga dieliminasi untuk mencegah bias data. Selain itu, penelitian ini mengecualikan studi dengan fokus utama di luar konteks audit, seperti topik tentang assurance sustainability atau evaluasi manajemen risiko non-audit yang tidak mengkaji secara langsung mekanisme mutu audit berbasis ISQM. Penerapan kriteria ini dilakukan secara ketat dalam proses penyaringan artikel melalui tahapan screening dan eligibility berdasarkan abstrak, kata kunci, serta pembacaan penuh . ull-text readin. bila diperlukan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk membangun sintesis literatur yang tepat sasaran, konsisten, dan relevan dengan tujuan utama kajian, yaitu mengidentifikasi dan memetakan pengaruh penerapan ISQM terhadap kualitas audit di berbagai konteks kelembagaan dan negara. Proses seleksi dan sintesis Proses seleksi dan sintesis dalam penelitian ini mengikuti pendekatan sistematis yang mengacu pada kerangka kerja PRISMA 2020 (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. , guna memastikan transparansi dan keterulangan proses pencarian literatur. Proses ini terdiri dari empat tahap utama, yaitu: identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis Pada tahap identifikasi, peneliti melakukan pencarian literatur melalui lima basis data utama: Scopus. Web of Science. Google Scholar. DOAJ, dan SINTA, menggunakan kata kunci seperti AuISQMAy OR Auquality management auditAy AND Auaudit qualityAy. Dari proses ini diperoleh sejumlah artikel awal yang dianggap relevan berdasarkan judul dan kata kunci. Tahap selanjutnya adalah penyaringan, di mana artikel-artikel hasil pencarian awal diperiksa untuk mengeliminasi duplikasi serta mengevaluasi kesesuaian berdasarkan abstrak dan cakupan topik. Artikel yang tidak secara langsung membahas ISQM atau kualitas audit, serta artikel opini, komentar, atau editorial. Artikel yang lolos tahap penyaringan kemudian masuk ke tahap penilaian kelayakan . , yaitu evaluasi menyeluruh terhadap isi penuh artikel . ulltext revie. untuk memastikan bahwa metodologi, konteks, dan fokus pembahasan sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Artikel yang memenuhi semua kriteria akhirnya dipilih untuk dianalisis lebih lanjut. Pada tahap terakhir, yaitu sintesis, artikelartikel terpilih dianalisis secara tematik dan diklasifikasikan berdasarkan tahun publikasi, negara asal, pendekatan metode . uantitatif, kualitatif, atau teoreti. , serta temuan utama terkait hubungan antara ISQM dan kualitas Sintesis ini menghasilkan pemetaan temuan konsisten, perbedaan tematik, serta celah penelitian . esearch ga. yang dapat dijadikan landasan untuk studi lanjutan. Seluruh divisualisasikan dalam diagram alur PRISMA sebagai berikut. Gambar 1. Tahapan Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Umum Berikut adalah statistik umum dari 25 artikel ilmiah yang telah ditinjau dalam SLR tentang ISQM dan kualitas audit: Jumlah Artikel Ditinjau : Total artikel senbanyak 25 artikel ilmiah. Periode terbit tahun 2020Ae2025 Negara Asal Studi : Studi-studi tersebut berasal dari berbagai negara, lima negara dengan kontribusi tertinggi yaitu Romania . Moldova . Ukraina . China . USA . dan negara yaitu Indonesia. Malaysia. Menakar Efektivitas ISQM: Perspektif Global Tentang Mutu Audit Dan Tata Kelola Risiko Husen Basri. Tri Widyastuti. Harnovinsah. Cris Kuntadi. Nurmala Ahmar Ghana. Vietnam. Belgia. Malta. Global Ae masing-masing 1 artikel Jenis Metode Penelitian Distribusi metode penelitian dari 25 artikel adalah sebagai berikut: Kuantitatif . Kualitatif Teoretis/Pustaka/ Konseptual . , dan Studi Kasus . Statistik mayoritas studi menggunakan pendekatan empiris kuantitatif atau kualitatif, dan hanya sebagian yang bersifat konseptual. Dominasi negara seperti Romania dan Moldova mencerminkan intensitas akademik tinggi dalam reformasi mutu audit di kawasan Eropa Timur. Tabel 1. Ringkasan 25 Artikel tentang ISQM dan Kualitas Audit . 0Ae2. Penulis (Tahu. Negara (Lubenchenko et al. Ukraina (Pisani, 2. Malta Kualitatif (Manea & Bratu, 2. (Mat-Isa et al. , 2. Romania Malaysia Pustaka Kuantitatif (Utomo, 2. Indonesia Kuantitatif (Soare & MustEuea, (Owusu-Afriyie et al. (Yuqing Zheng et al. (Lam & Tuan, 2. Rumania Kuantitatif Ghana Kuantitatif China Kuantitatif Vietnam Moldova Ukraina Teoretis ISQM tingkatkan dokumentasi & kontrol ISQM dorong integrasi TIK dalam audit Moldova Kualitatif ISQM 2 perkuat sistem dokumentasi audit (Dima & Grigoroi, (Lubenchenko et al. (Anatolie Iachimovschi & Mihaila, 2. oimu, 2. Studi Kasus Teoretis Moldova Kualitatif (Detry, 2. Belgia (Sava & Petreanu. Rumania (Lapitkaia, 2. Ukraina Studi Kasus Teoretis Temuan Utama ISQM berbasis risiko turunkan kesalahan ISQM 1/2 kuatkan etika & komunikasi audit KAP kecil ISQM perlu indikator lokal kontekstual Efek ISQM bergantung budaya dan beban kerja auditor ISQM belum optimal diterapkan di Indonesia ISQM perkuat mutu dan seleksi klien Kepatuhan ISQM tingkatkan audit KAP Inspeksi independen perkuat efek ISQM ISQM ubah budaya dan struktur audit Kualitatif Pustaka ISQM kuatkan independensi auditor (A. Iachimovschi. Moldova (Popescu & Marcu. Romania (Y. Zheng et al. , 2. China ISQM tingkatkan efisiensi dan akurasi Firma kecil butuh adaptasi saat terapkan ISQM ISQM 1 tingkatkan dokumentasi dan validitas audit Proses risiko ISQM bantu deteksi salah ISQM dukung akuntabilitas publik Kuantitatif (Brown et al. , 2. Kualitatif ISQM lebih efektif jika didukung teknologi audit ISQM jadi acuan PCAOB dan reform mutu audit AS Metode Teoretis USA Teoretis REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. Penulis (Tahu. (Grigorescu, 2. Negara Romania (Daniels et al. , 2. USA Metode Studi Kasus Kualitatif (Gherman, 2. Romania Kualitatif (Mustatea, 2. Romania Kualitatif (Michas et al. , 2. Global Kuantitatif Tema Utama Berikut adalah penjelasan ilmiah tentang tema-tema utama dalam literatur terkait ISQM dan kualitas audit, yang telah diidentifikasi dari hasil kajian 25 artikel ilmiah dalam rentang 2020Ae2025. Penjelasan ini disusun berdasarkan sintesis tematik dan didukung oleh referensi akademik terkini: Tema 1: Peran ISQM dalam Manajemen Risiko Audit ISQM 1 mengubah pendekatan standar mutu audit dari prosedural ke berbasis risiko . isk-based approac. Dalam kerangka ini. Kantor Akuntan Publik (KAP) dituntut untuk secara aktif mengidentifikasi, menilai, dan risiko-risiko mengancam kualitas audit. Hal ini berbeda dari pendekatan ISQC 1 yang lebih reaktif dan kurang fleksibel dalam menghadapi dinamika risiko audit. Penelitian oleh (Lapitkaia, 2. menunjukkan bahwa proses penilaian risiko dalam ISQM membantu auditor dalam memetakan area rawan salah saji sebelum perencanaan audit menjadi lebih tepat sasaran. Selain itu, studi oleh (Yuqing Zheng et al. menegaskan bahwa sistem mutu berbasis risiko yang terintegrasi dalam ISQM mampu meningkatkan efektivitas pengawasan dan adaptabilitas terhadap risiko klien dan lingkungan audit yang berubah. ISQM juga mengatur agar risiko mutu tidak hanya dilihat pada tingkat penugasan, tetapi juga pada tingkat organisasi audit secara Ini membuat ISQM menjadi Temuan Utama ISQM perkuat tata kelola audit sektor Firma kecil bisa capai mutu global dengan ISQM ISQM tingkatkan akuntabilitas pimpinan Budaya organisasi berperan penting dalam implementasi ISQM Partner Knowledge Sharing perkuat efektivitas ISQM sistem manajemen mutu yang menyeluruh dan dinamis (Moskal et al. , 2. Tema Monitoring Mutu Peningkatan Kualitas Temuan Audit Salah satu elemen kunci ISQM adalah ISQM menekankan bahwa pemantauan mutu harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya setelah penugasan audit selesai. Sistem monitoring ini mencakup evaluasi internal atas dokumentasi, wawancara personel, serta analisis data mutu audit. Menurut (Soare & MustEuea, 2. , meningkatkan kapasitas organisasi untuk memperbarui kebijakan mutu secara berkala. Lebih jauh lagi, (Sava & Petreanu, 2. menyatakan bahwa sistem monitoring dalam ISQM tidak hanya memperkuat akuntabilitas, tetapi juga memacu continuous improvement terhadap metodologi audit. Dengan kata lain. ISQM memperkenalkan siklus mutu audit yang adaptif: monitor Ie identifikasi kelemahan Ie perbaikan Ie evaluasi ulang, yang secara langsung berdampak pada meningkatnya kualitas temuan audit dan pengurangan risiko opini audit yang keliru. Tema 3: Peran SDM. Pelatihan, dan Kepemimpinan dalam ISQM Kualitas sistem mutu tidak akan efektif tanpa dukungan dari sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, kepemimpinan yang Menakar Efektivitas ISQM: Perspektif Global Tentang Mutu Audit Dan Tata Kelola Risiko Husen Basri. Tri Widyastuti. Harnovinsah. Cris Kuntadi. Nurmala Ahmar berkomitmen, dan budaya organisasi yang mendukung mutu. ISQM menuntut firma untuk memiliki prosedur rekrutmen, pelatihan, serta evaluasi kinerja yang terstruktur dan berorientasi pada mutu audit. (Tam et al. , 2. dan (Mustatea, 2. menekankan pentingnya tone at the top, yaitu KAP mengawasi pelaksanaan standar secara Mereka menyebut bahwa tanpa kepemimpinan yang etis dan visioner, sistem ISQM hanya menjadi dokumen administratif. Selain itu, pelatihan menjadi faktor kunci. (Anatolie Iachimovschi & Mihaila, 2. menunjukkan bahwa pelatihan rutin dan berbasis risiko membuat auditor lebih siap dalam menghadapi kompleksitas audit SDM yang memiliki pengetahuan dan pemahaman mendalam tentang ISQM cenderung menghasilkan dokumentasi dan temuan audit yang lebih akurat dan relevan. Tema 4: Hubungan Empiris ISQM dengan Indikator Kualitas Audit: Ketepatan Waktu. Independensi. Akurasi Banyak studi empiris menunjukkan hubungan positif antara penerapan ISQM dan indikator kunci kualitas audit seperti ketepatan waktu, independensi, dan akurasi laporan Ketepatan Waktu: Studi oleh (Utomo, 2. di Indonesia menemukan bahwa KAP yang menerapkan ISQM secara aktif lebih mampu menyelesaikan audit tepat waktu karena memiliki perencanaan berbasis risiko yang lebih terstruktur. Independensi: Penelitian oleh (Popescu & Marcu, 2. menunjukkan bahwa struktur ISQM membantu memperkuat independensi auditor melalui pengawasan berlapis dan evaluasi kualitas internal yang lebih ketat. Akurasi: (Law & Xu, 2. membuktikan bahwa ISQM meningkatkan kualitas dokumentasi dan analisis risiko, yang berujung pada peningkatan akurasi dalam mengidentifikasi kesalahan material dan opini audit. Studi oleh (Michas et al. , 2. juga menambahkan bahwa efek ISQM terhadap kualitas audit diperkuat melalui variabel moderasi seperti partner knowledge sharing (PKS) dan pengawasan eksternal . nspeksi audit independe. Ini menunjukkan bahwa ISQM bekerja paling efektif dalam ekosistem audit yang kolaboratif dan transparan. Temuan Konsisten dan Kontradiktif Dalam hasil kajian terhadap 25 artikel ilmiah mengenai hubungan antara ISQM dan kualitas audit, mayoritas studi menunjukkan temuan yang konsisten, yaitu bahwa penerapan ISQM berdampak positif terhadap peningkatan mutu audit. Hampir semua artikel, baik yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, maupun studi kasus, menyimpulkan bahwa ISQM berkontribusi pada penguatan manajemen risiko audit, peningkatan dokumentasi, serta kualitas temuan dan opini audit yang lebih andal. Studi oleh (Soare & MustEuea, 2025. Utomo, 2024. Yuqing Zheng et al. , 2. misalnya, secara eksplisit menyebut bahwa penerapan ISQM secara menyeluruh dapat memperkuat akurasi laporan audit dan mempercepat penyelesaian audit dengan risiko salah saji yang lebih Namun demikian, tidak semua temuan bersifat seragam tanpa variasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efektivitas ISQM sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor kontekstual seperti ukuran firma audit (KAP), tingkat adopsi teknologi digital, serta kualitas lingkungan organisasi internal, termasuk budaya mutu dan kepemimpinan. Studi oleh (Mat-Isa et al. , 2. misalnya, menyoroti bahwa meskipun ISQM dirancang untuk memperbaiki kualitas audit, dampaknya cenderung lebih kuat pada KAP besar yang memiliki struktur organisasi. SDM, dan infrastruktur teknologi yang lebih memadai. Sementara KAP kecil dan menengah menghadapi kendala dalam integrasi sistem REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. mutu berbasis risiko karena keterbatasan sumber daya. Selain itu, beberapa studi menyoroti peran variabel moderasi seperti partner knowledge sharing (PKS) dan pengawasan eksternal dalam memperkuat dampak ISQM. (Michas et , 2. menunjukkan bahwa ISQM akan lebih efektif ketika didukung oleh lingkungan kerja yang mendorong berbagi pengetahuan antarpersonel audit senior. Demikian juga, (Yuqing Zheng et al. , 2. mencatat bahwa ISQM memberikan hasil yang lebih kuat dalam lingkungan audit yang diawasi secara aktif oleh badan pengawas independen. Dengan demikian, meskipun secara umum ISQM terbukti efektif, tingkat efektivitasnya bergantung pada konstelasi faktor organisasi dan eksternal yang memperkuat atau menghambat penerapannya secara penuh. Temuan-temuan ini menegaskan bahwa implementasi ISQM bukan sekadar soal regulasi, tetapi juga transformasi budaya dan manajerial dalam dunia audit. Kesenjangan Literatur Berdasarkan hasil sintesis 25 artikel ilmiah dalam kajian ini, terdapat beberapa kesenjangan literatur . esearch gap. yang signifikan terkait dengan kajian ISQM (International Standard Quality Managemen. dan kualitas audit. Identifikasi kesenjangan ini penting untuk merumuskan agenda penelitian selanjutnya yang lebih komprehensif dan kontekstual, khususnya dalam menghadapi tantangan implementasi ISQM di berbagai wilayah dunia. Pertama, terdapat minimnya studi yang berasal dari negara berkembang, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Afrika, dan Amerika Latin. Mayoritas artikel yang ditinjau berasal dari Eropa Timur . eperti Romania dan Moldov. , dengan sebagian kecil berasal dari negara-negara seperti China. USA, dan Ghana. Negara-negara seperti Indonesia. Filipina, atau negara-negara ASEAN lainnya masih sangat sedikit dieksplorasi secara mendalam dalam konteks penerapan ISQM. Padahal, tantangan implementasi ISQM di negara berkembang umumnya lebih kompleks, mengingat keterbatasan teknologi, kapabilitas sumber daya manusia, dan budaya organisasi yang cenderung masih berbasis kepatuhan Studi seperti yang dilakukan oleh (Utomo, 2. di Indonesia menjadi contoh awal yang penting, namun masih perlu diperluas agar bisa menginformasikan kebijakan lokal dan regional yang lebih Kedua, terdapat kekurangan penelitian yang menguji peran mekanisme mediasi dan moderasi dalam hubungan antara ISQM dan kualitas audit. Sebagian besar studi yang ada bersifat linier yaitu langsung mengaitkan ISQM dengan output audit seperti akurasi atau Padahal, dinamika hubungan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh variabel lain seperti partner knowledge sharing (PKS), tingkat digitalisasi, dukungan kepemimpinan, atau budaya mutu organisasi. Studi oleh (Michas et al. , 2. adalah salah mengeksplorasi peran moderasi PKS. Minimnya pendekatan analitis seperti ini menyebabkan pemahaman kita tentang mekanisme kerja ISQM menjadi terbatas dan terlalu simplistis. Ketiga, terdapat kekurangan penelitian longitudinal maupun pendekatan kualitatif Hampir seluruh studi dalam SLR ini bersifat cross-sectional atau berbasis survei Padahal, efektivitas ISQM sangat mungkin berubah seiring waktu, tergantung pada proses adopsi, pelatihan internal, dan perubahan struktur organisasi. Penelitian longitudinal akan memberikan pemahaman yang lebih akurat tentang dampak jangka panjang dari ISQM terhadap kualitas audit. sisi lain, pendekatan kualitatif seperti studi etnografis di dalam KAP, wawancara mendalam dengan auditor, atau observasi implementasi ISQM juga sangat minim. Padahal, metode ini sangat penting untuk memahami konteks, hambatan budaya, dan dinamika implementasi yang tidak tertangkap oleh survei kuantitatif. Menakar Efektivitas ISQM: Perspektif Global Tentang Mutu Audit Dan Tata Kelola Risiko Husen Basri. Tri Widyastuti. Harnovinsah. Cris Kuntadi. Nurmala Ahmar Dengan demikian, terdapat tiga gap utama: konteks geografis yang terbatas, model hubungan antar variabel yang masih dangkal, dan kurangnya pendekatan metodologis Ketiga kesenjangan ini membuka peluang besar untuk penelitian lanjutan yang dapat memperluas teori dan praktik penguatan mutu audit melalui ISQM secara global dan lintas konteks kelembagaan. Implikasi Teoritis dan Praktis Berikut mengenai implikasi teoretis dan praktis dari temuan systematic literature review (SLR) tentang hubungan antara ISQM dan kualitas audit, disertai dengan rujukan relevan dari literatur akademik yang telah ditelaah: Implikasi Teoretis ISQM sebagai Refleksi dari Pendekatan KBV (Knowledge-Based Vie. dalam Praktik Audit Secara teoretis. ISQM dapat dipahami sebagai manifestasi konkret dari pendekatan Knowledge-Based View (KBV) dalam ranah KBV berpendapat bahwa organisasi memperoleh keunggulan kompetitif melalui kemampuan dalam menciptakan, menyimpan, dan mengelola pengetahuan. Dalam konteks ISQM pengelolaan pengetahuan audit secara sistemik melalui pelatihan berkelanjutan, dokumentasi, monitoring mutu berbasis risiko. Sebagaimana dijelaskan oleh (Michas et , 2. dan (Yuqing Zheng et al. , 2. efektivitas ISQM tidak hanya bergantung pada prosedur teknis, tetapi juga pada bagaimana pengetahuan kolektif untuk mengantisipasi risiko mutu dan memperbaiki proses audit secara berkelanjutan. Dengan demikian. ISQM selaras dengan prinsip KBV yang memandang mutu sebagai organizational knowledge function. ISQM sebagai Organizational Capability. Bukan Sekadar Kepatuhan Temuan SLR ini juga memperkuat argumentasi bahwa ISQM seharusnya diposisikan sebagai capability . apabilitas organisas. , bukan hanya sebagai alat kepatuhan . ompliance too. ISQM 1 menuntut KAP untuk mengembangkan sistem manajemen mutu yang proaktif, adaptif, dan kemampuan internal untuk secara terusmenerus mengelola kompleksitas dan ketidakpastian audit. Penelitian oleh (Mustatea, 2. (Soare & MustEuea, 2. menunjukkan bahwa ketika ISQM diperlakukan hanya sebagai kewajiban regulatif, hasilnya cenderung terbatas. Sebaliknya. KAP yang mengintegrasikan ISQM ke dalam struktur organisasi dan proses strategisnya akan memperoleh peningkatan kualitas audit yang berkelanjutan. Oleh karena itu. ISQM dapat diklasifikasikan sebagai dynamic capability yang memperkuat kemampuan organisasi dalam beradaptasi dan bertahan di lingkungan audit yang kompleks. Implikasi Praktis Pentingnya Adopsi Penuh ISQM untuk Mencegah Temuan Audit Berulang Secara praktis, literatur menegaskan bahwa adopsi ISQM yang parsial atau hanya bersifat simbolik tidak cukup untuk mencegah terjadinya temuan audit yang berulang. Temuan oleh (Utomo, 2. di Indonesia menunjukkan bahwa KAP yang hanya menjalankan ISQM pada level dokumentasi tanpa membangun budaya mutu yang kuat tetap mengalami kesalahan audit yang Sebaliknya, adopsi penuh yang mencakup penilaian risiko, pelatihan personel, dan pengawasan internal akan mampu meningkatkan akurasi, konsistensi, dan independensi dalam pelaksanaan audit. Dalam hal ini, monitoring berkelanjutan dan perbaikan sistemik menjadi komponen ISQM menyediakan alat untuk mengenali pola kegagalan dalam audit sebelumnya dan memperbaikinya sebelum terulang, sehingga mendorong continuous improvement dalam siklus audit. Oleh karena REMITTANCE JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2025 ISSN 2774-2407 . -iss. | 2774-2288 . -iss. itu, adopsi penuh ISQM harus diprioritaskan oleh setiap KAP, terutama dalam menghadapi tekanan reputasi dan tuntutan pasar. Implikasi bagi Regulator dan KAP dalam Desain Pelatihan dan Monitoring Implikasi penting lainnya ditujukan kepada regulator dan asosiasi profesi auditor. Hasil SLR menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi ISQM sangat bergantung pada efektivitas desain pelatihan teknis dan sistem monitoring yang dirancang oleh regulator. (Anatolie Iachimovschi & Mihaila, 2. dan (Owusu-Afriyie et al. , 2. menekankan perlunya panduan aplikatif, pelatihan berbasis studi kasus, serta sistem evaluasi mutu auditor yang disesuaikan dengan ukuran dan kapasitas KAP. Untuk itu, regulator seperti IAPI (Indonesi. PCAOB (USA), dan IAASB . perlu berperan aktif tidak hanya dalam menyusun standar, tetapi juga membangun ekosistem pendukung berupa kurikulum pelatihan, sistem e-learning, serta audit eksternal berkala. Hal ini penting agar penerapan ISQM tidak hanya berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar menyentuh praktik kerja audit secara nyata di Keterbatasan Kajian Agenda Penelitian Masa Depan Meskipun memberikan kontribusi penting dalam memetakan hubungan antara ISQM dan kualitas audit, terdapat sejumlah keterbatasan metodologis dan empiris yang perlu disadari. Pertama, pemilihan artikel terbatas pada sumber berbahasa Inggris dan Indonesia, yang dapat menyebabkan bias bahasa dan mengabaikan literatur relevan dari negaranegara berbahasa non-Inggris seperti Prancis. Jerman, atau negara-negara Amerika Latin. Kedua, terdapat potensi bias publikasi karena hanya artikel dari jurnal terindeks dan database tertentu (Scopus. Web of Science. SINTA) yang dipertimbangkan, sementara laporan penelitian institusional atau white papers mungkin tidak terjaring. Ketiga, ada kecenderungan fokus wilayah yang tidak merata, di mana sebagian besar artikel berasal dari Eropa Timur (Romania. Moldov. , sementara kawasan seperti Afrika. Asia Selatan, dan Amerika Selatan relatif kurang terwakili dalam studi yang ditelaah. Untuk menjawab keterbatasan tersebut, terdapat beberapa agenda penelitian masa depan yang direkomendasikan. Pertama, diperlukan studi komparatif lintas negara yang mengkaji implementasi ISQM di berbagai rezim regulasi dan budaya organisasi. Perbandingan antara KAP di negara berkembang dan maju akan memberikan pemahaman yang lebih luas tentang faktor keberhasilan atau hambatan dalam penerapan ISQM. Kedua, penelitian mendatang dapat menggunakan pendekatan model analisis multilevel berbasis SEM atau PLS untuk menguji pengaruh ISQM secara simultan pada level organisasi (KAP), level tim audit, dan Model memungkinkan analisis yang lebih kompleks terhadap variabel mediasi maupun moderasi. Ketiga, perlu adanya eksplorasi lebih dalam mengenai peran teknologi audit . isalnya: AI, big data analytics, cloud-based audit tool. dan knowledge sharing antar partner dan auditor senior sebagai variabel antara . dalam hubungan antara ISQM dan kualitas audit. Teknologi dan meningkatkan efektivitas sistem mutu audit (Michas et al. , 2025. Yuqing Zheng et al. , namun penelitian tentang mekanisme interaksinya dengan ISQM masih sangat Dengan memperluas cakupan geografis, pendekatan analitis, dan cakupan variabel, penelitian masa depan diharapkan mampu membangun model teoritis dan praktis yang lebih holistik mengenai keberhasilan penerapan ISQM dalam meningkatkan kualitas audit global. PENUTUP Berdasarkan hasil sintesis dari 25 artikel Menakar Efektivitas ISQM: Perspektif Global Tentang Mutu Audit Dan Tata Kelola Risiko Husen Basri. Tri Widyastuti. Harnovinsah. Cris Kuntadi. Nurmala Ahmar ilmiah yang ditinjau dalam kajian ini, dapat disimpulkan bahwa ISQM (International Standard on Quality Managemen. memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas audit. Hampir seluruh studi yang dianalisis menunjukkan bahwa penerapan ISQM, baik dalam aspek manajemen risiko, monitoring mutu, maupun kepemimpinan organisasi, berkontribusi langsung terhadap penguatan indikator kualitas audit seperti ketepatan waktu, akurasi temuan, independensi auditor, dan keandalan ISQM memberikan kerangka sistemik bagi kantor akuntan publik (KAP) untuk mengelola kualitas secara proaktif, adaptif, dan berkelanjutan. Lebih jauh, kajian ini menegaskan bahwa ISQM bukan sekadar prosedur teknis administratif, melainkan sebuah sistem strategis yang mencerminkan kapabilitas organisasi dalam merespons kompleksitas dan dinamika lingkungan audit modern. ISQM mengintegrasikan prinsip-prinsip risk management, knowledge-based view (KBV), dan continuous improvement ke dalam praktik audit sehari-hari, yang jika diimplementasikan secara penuh, dapat mendorong transformasi budaya mutu dalam organisasi audit. Oleh karena itu, keberhasilan penerapan ISQM tidak hanya terletak pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi pada komitmen strategis pimpinan, kompetensi SDM, dan sistem pengelolaan pengetahuan yang efektif di seluruh jenjang Kesimpulan ini menjadi dasar penting bagi regulator, akademisi, dan praktisi untuk mengembangkan sistem audit yang lebih andal dan akuntabel secara global. DAFTAR PUSTAKA