https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN AL-QURAoAN HADITS KELAS X DI MAN 2 PADANGSIDIMPUAN Latifah Hanum MAN 2 Padangsidimpuan latifahhanumsrg16@gmail. Article History: Received: Mei 25, 2025. Accepted: Oktober 18, 2025. Published: Februari 28, 2026. Keywords: Independent curriculum. AlQur'an Hadith. Madrasah Aliyah Abstract. This study aims to examine the implementation of the Merdeka Curriculum in the teaching of QurAoan Hadith for Grade X students at MAN 2 Padangsidimpuan. The Merdeka Curriculum represents a national educational reform that emphasizes student-centered learning, projectbased instruction, and character development through the Rahmatan lil AoAlamin Profile of Pancasila Students (P5RA). This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques including classroom observations, teacher interviews, and analysis of instructional documents. The findings indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum has been carried out by aligning the QurAoan Hadith teaching modules with a contextual approach, integrating religious projects as a medium for internalizing QurAoanic values, and applying formative assessment strategies to measure studentsAo learning outcomes in a holistic manner. However, several challenges remain, particularly related to limited teacher training and the need for adaptation to new instructional tools and materials. Overall, the Merdeka Curriculum has demonstrated a positive impact on studentsAo motivation and active participation in QurAoan Hadith learning. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran mata pelajaran QurAoan Hadits di kelas X MAN 2 Padangsidimpuan. Kurikulum Merdeka merupakan transformasi pendidikan nasional yang menekankan pada pembelajaran yang berpihak pada murid, pembelajaran berbasis proyek, serta penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila Rahmatan lil AoAlamin (P5RA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara guru, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah dilakukan dengan menyesuaikan modul ajar QurAoan Hadits keagamaan sebagai media internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan, serta penerapan asesmen formatif untuk mengukur capaian belajar siswa secara holistik. Namun demikian, beberapa kendala seperti keterbatasan pelatihan guru dan adaptasi terhadap perangkat ajar masih menjadi tantangan dalam proses Secara umum. Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap motivasi dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran QurAoan Hadits. 194 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Tantangan Dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran AlQurAoan Hadits Kelas X Di Man 2 Padangsidimpuan | Latifah Hanum PENDAHULUAN Perubahan kurikulum dalam sistem pendidikan Indonesia merupakan langkah strategis yang diambil untuk menjawab berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis (Antin Rista Yuliani, 2. Reformasi ini dilakukan guna menyesuaikan proses pendidikan dengan tuntutan kehidupan modern yang menekankan pentingnya keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta kemampuan komunikasi yang efektif. Dalam rangka menjawab kebutuhan tersebut. Kurikulum Merdeka hadir sebagai solusi terhadap pendekatan kurikulum sebelumnya yang dianggap terlalu padat materi, kaku dalam penerapannya, dan kurang memberikan ruang untuk menumbuhkan potensi serta minat individu siswa(Syafrizal, 2023, p. Kurikulum ini menitikberatkan pada pembelajaran yang menyesuaikan dengan kebutuhan siswa, memberikan keleluasaan bagi pendidik dalam menyusun strategi pembelajaran, serta mengutamakan penguatan karakter dan nilai-nilai kehidupan melalui model pembelajaran berbasis proyek. Dalam konteks pendidikan madrasah, khususnya di lingkungan MAN 2 Padangsidimpuan, penerapan Kurikulum Merdeka membuka peluang besar untuk menciptakan pembelajaran yang lebih relevan, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan nilai-nilai spiritual dan sosial peserta didik. Madrasah sebagai institusi pendidikan berbasis keislaman tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berperan penting dalam menanamkan nilai moral dan keagamaan (Agus Sujarwo, 2. Dengan demikian. Kurikulum Merdeka menjadi jembatan yang dapat menyelaraskan tuntutan pembelajaran abad ke-21(Sahudi, 2. Kemudian dengan karakteristik pendidikan madrasah yang sarat akan nilai-nilai religius. Salah satu mata pelajaran yang memiliki peran sentral dalam proses ini adalah QurAoan Hadits, yang termasuk dalam kelompok mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)(Muhammad Alfiannur, 2. Pelajaran ini bertujuan tidak hanya untuk memberikan pemahaman tentang isi kandungan Al-QurAoan dan Hadits, tetapi juga untuk membentuk kepribadian islami, memperkuat akidah, dan menanamkan semangat ketakwaan kepada Allah 195 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. SWT (Warman, 2. Melalui pemahaman dan pengamalan terhadap ajaran Islam yang terdapat dalam QurAoan dan Hadits, siswa diharapkan dapat menjalani kehidupannya dengan nilai-nilai luhur yang sesuai dengan tuntunan Oleh sebab itu, penting untuk mengkaji sejauh mana Kurikulum Merdeka telah diterapkan secara efektif dalam pembelajaran QurAoan Hadits, khususnya di kelas X pada MAN 2 Padangsidimpuan. Kajian ini memiliki urgensi tersendiri karena siswa kelas X berada pada masa transisi penting dari jenjang pendidikan dasar ke pendidikan menengah atas. Pada tahap ini, peserta didik memerlukan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga dapat memperkuat pondasi karakter dan spiritualitas mereka. Diharapkan, penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran QurAoan Hadits mampu memberikan dampak positif, baik dalam capaian akademik maupun dalam pengembangan sikap dan nilai-nilai keislaman siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Kurikulum Merdeka di MAN 2 Padangsidimpuan serta menganalisis berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilannya, demi peningkatan kualitas pendidikan madrasah secara menyeluruh dan berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman secara mendalam terhadap (Sugiyono, 2. Yaitu implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran QurAoan Hadits di lingkungan madrasah. Pendekatan ini dipilih karena dianggap paling sesuai untuk menggali data yang bersifat naratif dan kontekstual, khususnya yang berkaitan dengan pengalaman, pandangan, serta strategi yang diterapkan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik, yaitu: observasi langsung terhadap proses pembelajaran QurAoan Hadits di kelas X, wawancara mendalam dengan guru mata pelajaran QurAoan Hadits sebagai informan utama, 196 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Tantangan Dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran AlQurAoan Hadits Kelas X Di Man 2 Padangsidimpuan | Latifah Hanum serta studi dokumentasi terhadap perangkat ajar yang digunakan, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), modul ajar, serta hasil proyek Observasi dilakukan secara partisipatif dan sistematis untuk memperoleh gambaran nyata (Sugiyono, 2. mengenai pola interaksi di kelas, metode yang digunakan guru, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan Wawancara dirancang untuk menggali lebih dalam strategi, refleksi, dan kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan kurikulum yang relatif baru ini. Sementara itu, dokumentasi digunakan sebagai data pendukung untuk menilai kesesuaian antara perencanaan pembelajaran dan pelaksanaannya di lapangan. (Sugiyono, 2. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Padangsidimpuan, yang merupakan salah satu institusi pendidikan berbasis keislaman di bawah naungan Kementerian Agama. Lokasi penelitian dipilih karena madrasah ini telah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap sejak tahun ajaran sebelumnya. Penelitian berlangsung selama semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, sehingga memungkinkan peneliti untuk mengamati implementasi kurikulum dalam periode yang cukup Adapun fokus utama dari penelitian ini mencakup tiga aspek pokok, yaitu: . strategi implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran QurAoan Hadits, termasuk bagaimana guru merancang, melaksanakan, dan . bentuk-bentuk pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learnin. yang diterapkan di kelas, serta bagaimana kegiatan tersebut membentuk karakter dan nilai spiritual siswa. kendala-kendala yang dihadapi, baik oleh guru maupun siswa, dalam proses penerapan kurikulum tersebut, yang mencakup aspek teknis, pedagogis, maupun administratif. Maka memberikan gambaran komprehensif mengenai praktik pembelajaran QurAoan Hadits dalam kerangka Kurikulum Merdeka, sekaligus mengidentifikasi 197 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. faktor-faktor implementasinya di tingkat Madrasah Aliyah. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits Di MAN 2 Padangsidimpuan Kurikulum merdeka merupakan merdeka belajar yang di buat supaya peserta didik dapat memahami bakat dan minatnya sendiri. (Syahru Ramadhan, 2. Kurikulum Merdeka hadir sebagai angin segar bagi dunia Indonesia. Padangsidimpuan. Kurikulum ini tidak hanya MAN sekadar perubahan administratif atau pergantian istilah, melainkan membawa semangat baru dalam cara guru dan siswa berinteraksi dalam proses belajar. Salah satu mata pelajaran yang terdampak langsung oleh perubahan ini adalah AlQurAoan HaditsAipelajaran inti dalam Pendidikan Agama Islam yang selama ini menjadi fondasi pembentukan karakter dan nilai spiritual siswa. Di tengah semangat Kurikulum Merdeka, guru Al-QurAoan Hadits di MAN 2 Padangsidimpuan mulai menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan kontekstual. Tidak lagi sekadar menyampaikan materi secara satu arah, guru kini berperan sebagai pendamping dan fasilitator yang mengajak siswa untuk lebih aktif menggali makna ayat dan hadis melalui kegiatan yang menyenangkan, bermakna, dan dekat dengan kehidupan mereka. Siswa tidak hanya membaca dan menghafal, tetapi juga diajak merenung, berdiskusi, membuat proyek dakwah digital, bahkan menulis refleksi pribadi tentang nilai-nilai QurAoani yang mereka temukan di tengah realitas sosial. Proses ini tentu bukan tanpa tantangan. Masih ada keterbatasan dari segi pelatihan guru, sumber daya ajar yang belum sepenuhnya siap, hingga waktu yang terbatas untuk eksplorasi. Namun, di balik itu semua, semangat untuk menghadirkan pembelajaran Al-QurAoan Hadits yang lebih hidup dan relevan terasa nyata. Siswa menjadi lebih termotivasi, merasa dihargai, dan 198 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Tantangan Dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran AlQurAoan Hadits Kelas X Di Man 2 Padangsidimpuan | Latifah Hanum mulai memahami bahwa nilai-nilai Al-QurAoan bukan hanya untuk dihafal, tapi juga untuk dijalani. Pendukung Dan Penghambat Pengimplentasian Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Al-QurAoan Hadits Di MAN 2 Padangsidimpuan Berikut adalah ringkasan mengenai hambatan atau tantangan utama dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka berdasarkan temuan yaitu: Kesiapan dan Kemampuan Guru, sebagai elemen kunci dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, guru menghadapi berbagai tantangan berkaitan dengan kesiapan dan kemampuan, terutama dalam mengerti paradigma baru pembelajaran yang bersifat lebih fleksibel dan kreatif. Tidak semua guru mendapat pelatihan yang cukup, sehingga adaptasi terhadap kurikulum ini berlangsung lambat (Ana Mikhatur RofiAoah, 2. Fasilitas dan Infrastruktur yang Kurang Memadai. Sejumlah sekolah, terutama di wilayah terpencil atau 3T . ertinggal, terdepan, terlua. , menghadapi kekurangan fasilitas yang mendukung, seperti teknologi, akses internet, bahan ajar, ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan (Harahap et al. , 2. Hal ini menghalangi pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi dan pembelajaran proyek yang menjadi ciri khas Kurikulum Merdeka. Hambatan Administratif dan Penilaian. Sekolah dan para guru menemukan kesulitan dalam menyusun administrasi kurikulum seperti Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), modul pembelajaran, serta dalam melaksanakan evaluasi yang sesuai dengan pendekatan Kurikulum Merdeka(Rosyada et al. , 2. Perubahan dalam sistem penilaian juga menjadi tantangan tersendiri. Ketidakcocokan Kebijakan dan Dukungan dari Pemerintah, sada ketidaksesuaian antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam penerapan dan sosialisasi Pelatihan guru yang belum merata dan kebijakan yang belum sepenuhnya konsisten mengakibatkan implementasi menjadi kurang 199 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka mengalami beragam hambatan administratif, ketidakcocokan kebijakan, hingga kondisi sosial ekonomi di lingkungan sekolah. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan pelatihan yang intensif, pembangunan infrastruktur yang lebih baik, kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, serta pemantauan dan evaluasi yang terus-menerus. Adapun Penerapan Kurikulum Merdeka di MAN 2 Padangsidimpuan, khususnya pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadits, membawa angin segar dalam dunia pendidikan agama. Guru dan siswa mulai merasakan adanya pergeseran suasana belajar yang dulunya didominasi ceramah satu arah dan hafalan, kini mulai berubah menjadi lebih hidup, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Namun, tentu saja, perubahan ini tidak semudah membalik telapak tangan. Ada hal-hal yang memudahkan, tapi juga tantangan yang harus dilalui. Adapun faktor penghambatnya yaitu: Ada Payung Hukumnya. Salah satu alasan mengapa Kurikulum Merdeka bisa diterapkan dengan baik adalah karena ada dukungan penuh dari pemerintah. Lewat Kementerian Agama dan Kemendikbud, sekolah-sekolah termasuk madrasah punya dasar hukum dan panduan yang jelas untuk mulai menjalankan kurikulum ini(Rumasukun et al. Guru Diberi Ruang untuk Berkreasi. Kurikulum ini memang dirancang lebih fleksibel. Guru tidak lagi harus terpaku pada satu cara mengajar. Mereka bisa memilih pendekatan yang sesuai dengan karakter siswa (Syafrizal, 2. Misalnya, siswa yang senang berbicara bisa diajak membuat podcast dakwah. Yang suka desain bisa membuat poster ayat dan hadits. Semuanya dibuat agar lebih dekat dan bermakna bagi siswa . Fasilitas Mulai Mendukung. Walau belum MAN Padangsidimpuan sudah punya beberapa fasilitas penting. Ada perpustakaan, koneksi internet, dan beberapa perangkat digital yang 200 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Tantangan Dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran AlQurAoan Hadits Kelas X Di Man 2 Padangsidimpuan | Latifah Hanum bisa membantu guru dan siswa mencari bahan atau referensi tambahan terutama untuk mendalami ayat atau hadits. Semangat Guru dan Siswa yang Tinggi. Perubahan metode mengajar ternyata disambut baik oleh banyak guru(Naufal Syahrofi, 2. Mereka jadi lebih semangat karena bisa bereksperimen dengan cara Siswa pun jadi lebih aktif karena merasa dilibatkan langsung dalam proses belajar, bukan sekadar mendengarkan atau menghafal. Dukungan dari Orang Tua dan Lingkungan. Ketika orang tua dan tokoh masyarakat ikut mendukung proses pembelajaran misalnya dengan memotivasi anak belajar atau ikut kegiatan keagamaan dampaknya luar Siswa merasa belajar agama bukan cuma urusan sekolah, tapi juga bagian dari kehidupan. Sedangkan kurukulum merdeka pada mata pelajaran Al-QurAoan Hadits di MAN 2 Padangsidimpuan antara lain yaitu: Masih Ada Guru yang Bingung. Tidak semua guru langsung bisa beradaptasi (M Choirul Muzaini. Maemonah Maemonah, 2. Beberapa masih terbiasa dengan cara lama, seperti ceramah panjang atau penugasan hafalan. Begitu diminta membuat proyek, modul ajar, atau penilaian kontekstual, mereka merasa kewalahan karena belum . Fasilitas Belum Merata. Walaupun ada kemajuan, kenyataannya tidak semua kelas punya akses teknologi yang sama(Hilda Ainissyifa, 2023, p. Terkadang proyektor rusak, internet tidak stabil, atau tidak semua siswa punya gadget. Ini tentu jadi kendala dalam pembelajaran digital atau berbasis proyek. Kemampuan Siswa yang Beragam. Di satu kelas, kemampuan siswa bisa sangat bervariasi. Ada yang sudah fasih membaca Al-QurAoan, tapi ada juga yang masih perlu bimbingan dasar. Ini membuat guru harus ekstra sabar dan cermat agar tidak ada yang tertinggal. 201 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Beban Kerja Guru Bertambah(Rosyada et al. , 2. Di tengah semangat mengubah cara mengajar, guru juga harus menyusun banyak dokumen: modul, penilaian, rencana proyek, refleksi, dan lainnya. Beban administratif ini cukup menyita waktu, apalagi jika tidak ada tim kerja yang solid. Pandangan Tradisional Masih Kuat. Tak sedikit orang tua yang menganggap belajar agama cukup dengan hafalan (Bangsawan, 2. Ketika siswa diajak berdiskusi tentang konteks ayat atau membuat proyek digital, sebagian orang tua menganggap itu kurang serius. Padahal, pendekatan seperti inilah yang justru membantu siswa memahami dan mengamalkan isi Al-QurAoan secara nyata. Penerapan Kurikulum Merdeka dalam mata pelajaran Al-QurAoan Hadits di MAN 2 Padangsidimpuan memiliki potensi kuat untuk menghadirkan proses belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi siswa. Meski demikian, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, memaksimalkan potensi yang ada serta mengatasi berbagai kendala, dalam rangka membentuk generasi madrasah yang unggul secara spiritual, sosial, dan intelektual. KESIMPULAN Penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran QurAoan Hadits di kelas X MAN 2 Padangsidimpuan memberikan arah baru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kehidupan siswa. Pendekatan berbasis proyek dan penguatan karakter melalui P5RA menjadi strategi utama dalam menyampaikan nilai-nilai QurAoani secara hidup dan bermakna. Namun demikian, diperlukan dukungan berupa pelatihan guru yang berkelanjutan, pengembangan modul ajar yang adaptif, 202 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Tantangan Dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran AlQurAoan Hadits Kelas X Di Man 2 Padangsidimpuan | Latifah Hanum menyempurnakan implementasi ini. Saran peneliti adalah agar madrasah secara aktif melibatkan komunitas belajar dan menjalin sinergi dengan lembaga terkait guna memastikan bahwa Kurikulum Merdeka benar-benar berjalan sesuai dengan tujuannya dalam memperkuat pendidikan karakter dan spiritual siswa. REFERENSI