JURNAL GRADASI TEKNIK SIPIL Volume 9. No. 2, 2025 :111-120 ISSN 2598-975 (Prin. ISSN 2598-8581 (Onlin. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN RUMAH SUBSIDI PERUMAHAN GREEN SUNNY ESTATE Ahmad Zulkifli1. Almuntofa Purwantoro2*. Wita Kristiana3 1,2,3 Fakultas Teknik. Universitas Palangka Raya. Indonesia e-mail: *2 almuntofa. p@jts. orresponding autho. Abstrak Program Sejuta Rumah dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia sebagai solusi pertumbuhan penduduk yang pesat dengan menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Persaingan di pasar perumahan subsidi semakin ketat, sehingga pengembang perlu memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian rumah subsidi oleh calon pembelinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, lokasi, kualitas bangunan, dan prasarana, sarana, utilitas umum (PSU) terhadap keputusan pembelian rumah subsidi di Perumahan Green Sunny Estate. Kota Banjarmasin. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dari 115 responden. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif dan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEMPLS) dengan bantuan software SmartPLS. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keputusan pembelian rumah subsidi dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh harga, lokasi, kualitas bangunan, dan PSU. Temuan ini mengindikasikan bahwa untuk meningkatkan keputusan pembelian rumah subsidi, pengembang perumahan perlu lebih memperhatikan faktor harga, lokasi strategis, kualitas bangunan yang baik, dan PSU yang memadai. Kata kunciAi Perumahan Subsidi. SEM. Keputusan Pembelian Abstract The One Million Houses Program was implemented by the Indonesian government as a solution to rapid population growth by providing decent housing for the community, particularly for Low-Income Communities (LIC). The competition in the subsidized housing market is becoming increasingly intense, so developers need to understand the factors influencing the purchase decisions of potential buyers of subsidized houses. The purpose of this research is to analyze the influence of price, location, building quality, and public infrastructure, facilities, and utilities (PSU) on the decision to purchase subsidized houses at Green Sunny Estate Housing. Banjarmasin City. This study used a quantitative method, with data collected through questionnaires from 115 respondents. The data were analyzed using descriptive methods and the Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) method with the assistance of SmartPLS software. The research findings reveal that the decision to purchase subsidized housing is positively and significantly influenced by price, location, building quality, and PSU. These findings suggest that to enhance the decision to purchase subsidized houses, housing developers need to pay more attention to factors such as price, strategic location, good building quality, and adequate PSU. KeywordsAi Subsidized Housing. SEM. Purchasing Decision History of article: Received : 28 Agustus 2024 Revised : 14 November 2024 (Revisi Pertam. 16 Mei 2025 (Revisi Kedu. Published : 31 Desember 2025 JURNAL GRADASI TEKNIK SIPIL Volume 9. No. 2, 2025 :111-120 PENDAHULUAN Latar Belakang Laporan State of World Population . dari PBB menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara keempat dengan populasi terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 277,5 juta jiwa. Dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia mengalami peningkatan pertumbuhan penduduk yang signifikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023. Indonesia memiliki populasi sebesar 272. 500 jiwa pada tahun 2021, meningkat menjadi 275. 800 jiwa pada tahun 2022, dan mencapai 278. 200 jiwa pada tahun 2023. Kebutuhan manusia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk yang cepat. Setiap orang membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal, berlindung, dan berkumpul dengan keluarganya, ini adalah kebutuhan pokok atau mendasar bagi manusia. Berdasarkan data dari BPS tahun 2016, terdapat sekitar 800 ribu rumah tangga meningkat setiap tahunnya. Jumlah keluarga baru yang terus meningkat meningkatkan permintaan akan rumah yang memadai sebagai tempat tinggal. Namun, jumlah rumah yang diperlukan namun belum dibangun . dan jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih ada menimbulkan tantangan. Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki keterbatasan finansial untuk membeli atau membangun rumah. Akibatnya, sebagian besar MBR masih belum memiliki rumah yang layak huni (Nata. Berdasarkan laporan HREIS tahun 2021, ada 302 rumah tangga yang memiliki backlog kepemilikan rumah. Dari data e-RTLH PUPR pada tahun 2023, ada 3. 943 unit rumah RTLH di seluruh Pemerintah Indonesia menjalankan Program Sejuta Rumah (PSR) pada tahun 2015 sebagai tanggapan atas backlog perumahan yang tinggi dan kesulitan untuk MBR dalam mendapatkan Rumah Layak Huni (RLH). PSR adalah inisiatif yang memungkinkan pemerintah dan para pelaku pembangunan perumahan bekerja sama untuk menyediakan hunian yang layak bagi semua Misi dari PSR adalah untuk memastikan bahwa semua orang, terutama MBR, dapat memiliki RLH. Salah satu produk dari PSR adalah rumah subsidi, yang ditujukan untuk MBR dengan harga terjangkau dan dukungan subsidi dari pemerintah, juga bunga pinjaman yang rendah dan jangka waktu pelunasan yang Perumahan bersubsidi telah menjadi solusi vital dalam memenuhi kebutuhan hunian bagi MBR. ISSN 2598-975 (Prin. ISSN 2598-8581 (Onlin. terutama di tengah urbanisasi yang pesat dan meningkatnya permintaan perumahan yang terjangkau (Rahman dan Rahdriawan, 2. Industri perumahan subsidi semakin berkembang sebagai hasil dari minat masyarakat yang besar terhadap program tersebut. Di pasar perumahan subsidi, persaingan menjadi semakin ketat karena semakin banyak pengembang yang berinvestasi dalam perumahan subsidi. Tantangan utama bagi pengembang terletak pada bagaimana merancang produk perumahan yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan pasar. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian menjadi esensial untuk menciptakan strategi pemasaran yang efektif (Rahmaniar, 2. Beberapa penelitian terdahulu telah menyoroti pentingnya harga, lokasi, dan kualitas bangunan sebagai faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, salah satunya penelitian oleh Rahmadani . berjudul AuPengaruh Harga. Lokasi dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Konsumen dalam Pembelian Rumah (Studi Kasus di Perumahan Cempaka Putih. HZ Group MedanAy yang menyatakan bahwa harga, lokasi, dan kualitas produk memengaruhi keputusan pembelian secara Selain ketiga faktor tersebut, aspek prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) menjadi salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan. Penelitian yang dilakukan oleh Afrianto dan Agustapraja . berjudul AuEvaluasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen dalam Keputusan Pembelian Perumahan Pondok Pesona AlamAy menyatakan bahwa kondisi lingkungan perumahan memengaruhi keputusan pembelian. Namun, penelitian mengenai peran integrasi antara PSU dengan keputusan pembelian di perumahan bersubsidi masih Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan fokus pada pengujian integratif dari empat faktor utama yaitu harga, lokasi, kualitas bangunan. PSU terhadap keputusan pembelian perumahan bersubsidi. Dengan menggunakan metode Structural Equation ModelingPartial Least Squares (SEM-PLS), penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan empiris tentang interaksi faktorfaktor tersebut, serta implikasinya bagi pengembang. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pengembang dalam merancang perumahan bersubsidi yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Dalam hal ini History of article: Received : 28 Agustus 2024 Revised : 14 November 2024 (Revisi Pertam. 16 Mei 2025 (Revisi Kedu. Published : 31 Desember 2025 JURNAL GRADASI TEKNIK SIPIL Volume 9. No. 2, 2025 :111-120 penulis mengambil studi kasus di Perumahan Green Sunny Estate. Kota Banjarmasin. Tinjauan Pustaka Perumahan Subsidi: Perumahan subsidi merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang dirancang untuk memberikan akses ke perumahan yang terjangkau bagi MBR. Definisi perumahan subsidi dapat dipahami sebagai program yang memberikan dukungan finansial atau insentif kepada pengembang dan pembeli rumah untuk mengurangi biaya perolehan rumah, sehingga dapat diakses oleh kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan daya beli (Putri et al. , 2. Harga (H): Harga adalah biaya yang dikenakan untuk barang/jasa atau nilai yang dibayar pelanggan untuk mendapatkan manfaat dari kepemilikan atau penggunaan barang/jasa tersebut (Kotler and Armstrong, 2. Indikator harga yaitu: harga sejalan dengan daya beli/kemampuan (H. sejalan dengan lokasi perumahan (H. sejalan dengan kualitas bangunan (H. sejalan dengan kelengkapan Prasarana. Sarana. Utilitas Umum (PSU) perumahan (H. harga melalui uang muka rendah (H. kecocokan harga melalui periode kredit yang panjang (H. Lokasi adalah aspek dari pemasaran yang berfokus pada memudahkan dan memperlancar alur distribusi barang dan jasa dari produsen menuju konsumen (Tjiptono, 2. Lokasi (L): Indikator lokasi antara lain: lokasi dekat dengan sarana transportasi umum (L. lokasi dekat dengan pusat kota (L. lokasi dekat dengan pasar/pusat perdagangan (L. lokasi dekat dengan puskesmas/rumah sakit/fasilitas kesehatan (L. lokasi dekat dengan tempat hiburan dan rekreasi (L. lokasi dekat dengan tempat kerja (L. dan lokasi dekat dengan sekolah/kampus/fasilitas pendidikan (L. Kualitas Bangunan (KB): Kualitas produk merujuk pada sejauh mana sebuah produk dapat menjalankan fungsinya, termasuk aspek-aspek seperti ketahanan, konsistensi, akurasi, kemudahan operasional, perawatan, serta karakteristik lainnya dari produk tersebut (Kotler & Armstrong, 2. Berdasarkan pengertian tersebut, kualitas bangunan dapat diartikan sebagai kemampuan bangunan untuk melaksanakan fungsinya antara lain ketahanan . ekuatan konstruks. ISSN 2598-975 (Prin. ISSN 2598-8581 (Onlin. eandalan struktu. , akurasi . resisi konstruks. , kenyamanan, dan kemudahan reparasi Indikator kualitas bangunan antara lain: Kualitas bangunan baik (KB. desain rumah menarik (KB. daya tahan struktur bangunan terjamin (KB. mekanikal, elektrikal, dan plumbing rumah berfungsi dengan baik (KB. dan luas tanah dan bangunan mencukupi (KB. Prasarana. Sarana. Utilitas Umum (PSU): Prasarana mencakup fasilitas dasar yang diperlukan di lingkungan hunian untuk memastikan hunian yang nyaman, aman, sehat, dan layak berdasarkan standar yang berlaku. Sarana adalah fasilitas yang mendukung kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi di dalam lingkungan hunian. Utilitas Umum merujuk pada perlengkapan yang mendukung pelayanan di area hunian (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukima. Indikator PSU antara lain: kondisi jalan di perumahan dan menuju perumahan baik (PSU. sistem drainase berfungsi dengan baik (PSU. sistem sanitasi berfungsi dengan baik (PSU. ketersediaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan sistem pengangkutan sampah yang baik (PSU. ketersediaan taman/Ruang Terbuka Hijau (RTH) (PSU. ketersediaan sarana peribadatan (PSU. ketersediaan sistem keamanan lingkungan perumahan (PSU. ketersediaan jaringan air bersih (PDAM) (PSU. ketersediaan jaringan listrik (PLN) (PSU. ketersediaan jaringan telepon . ata/wif. (PSU. ketersediaan penerangan jalan umum (PJU) lingkungan perumahan (PSU. Keputusan Pembelian (KP): Keputusan pembelian adalah tahap di mana pembeli benar-benar memutuskan untuk membeli sesuatu. Proses di mana individu terlibat langsung dalam memilih dan menggunakan produk yang tersedia disebut sebagai pengambilan keputusan (Kotler & Armstrong, 2. Indikator keputusan pembelian antara lain: keputusan pembelian dipengaruhi oleh kesesuaian harga rumah (KP. keputusan pembelian dipengaruhi oleh keterjangkauan lokasi rumah (KP. pembelian dipengaruhi oleh kualitas bangunan rumah (KP. dan keputusan pembelian dipengaruhi oleh kelengkapan Prasarana. Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) rumah (KP. Berikut konseptual model yang digunakan dalam penelitian ini: History of article: Received : 28 Agustus 2024 Revised : 14 November 2024 (Revisi Pertam. 16 Mei 2025 (Revisi Kedu. Published : 31 Desember 2025 JURNAL GRADASI TEKNIK SIPIL Volume 9. No. 2, 2025 :111-120 ISSN 2598-975 (Prin. ISSN 2598-8581 (Onlin. Gambar 2. Lokasi Penelitian. Teknik Pengumpulan Data Gambar 1. Konseptual Model. Berdasarkan konseptual model di atas, maka penelitian ini menerapkan hipotesis sebagai berikut: H1 = Keputusan pembelian dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh Harga. H2 = Keputusan pembelian dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh Lokasi. H3 = Keputusan pembelian dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh Kualitas Bangunan. H4 = Keputusan pembelian dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh Prasarana. Sarana. Utilitas Umum (PSU). II. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Metode kuantitatif digunakan pada penelitian ini. AuMetode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantutatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkanAy (Sugiyono, 2. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada di Perumahan Green Sunny Estate. Jalan Gerilya Peradapan Karya. Kecamatan Banjarmasin Selatan. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Dari populasi sejumlah 160 keluarga, rumus Slovin digunakan untuk mendapatkan jumlah sampel: ycA ycu = 1 . cAyyce 2 ) . Keterangan: n = sampel N = populasi e = persentase batas toleransi . argin of erro. adalah 0,05 . %) ycu= = 114,29 OO 115 1 . y 0,052 ) Maka didapatkan jumlah sampel sebesar 115 responden, metode simple random sampling dipakai dalam pengambilan data sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi data responden serta pernyataan-pernyataan faktor yang memengaruhi keputusan pembelian rumah yang terdiri atas 5 variabel . arga, lokasi, kualitas bangunan. PSU, dan keputusan pembelia. yang dijabarkan dalam 33 indikator dengan menggunakan skala Likert 5 poin. Sebelum dilakukan pengumpulan data, reliabilitas dan validitas instrumen diuji untuk memastikan jika instrumen tersebut mampu mengukur variabel yang dimaksud dan menghasilkan data yang Operasional Variabel Penelitian ini menggunakan variabel indikator dan variabel laten. Variabel indikator berfungsi untuk mengukur variabel laten yang tidak bisa diukur Variabel laten terdiri dari variabel eksogen dan endogen. AuVariabel eksogen adalah variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen. Variabel endogen adalah variabel dependen yang dipengaruhi oleh variabel independen . Ay (Santoso, 2. Pada History of article: Received : 28 Agustus 2024 Revised : 14 November 2024 (Revisi Pertam. 16 Mei 2025 (Revisi Kedu. Published : 31 Desember 2025 JURNAL GRADASI TEKNIK SIPIL Volume 9. No. 2, 2025 :111-120 penelitian ini, variabel eksogen yaitu Harga (H). Lokasi (L). Kualitas Bangunan (KB), dan Prasarana. Sarana. Utilitas Umum (PSU). Sedangkan variabel endogen yaitu Keputusan Pembelian (KP). Analisis Deskriptif Dari distribusi jawaban responden, dapat diidentifikasi kecenderungan umum dari semua jawaban yang diberikan. Untuk mengetahui kecenderungan responden pada setiap variabel, analisis dilakukan berdasarkan nilai skor rata-rata pada setiap item pernyataan yang dikelompokkan dalam rentang skor, sesuai dengan perhitungan menggunakan skala Likert. Dengan menggunakan three box method didapatkan interpretasi indeks yaitu: 1 - 2,33 . 2,34 - 3,67 . dan 3,68 - 5 . Analisis SEM-PLS Data dianalisis memakai metode SEM-PLS menggunakan software SmartPLS 4. AuSEM adalah teknik statistik multivariat yang merupakan kombinasi antara analisis faktor dan analisis regresi . , yang bertujuan untuk menguji hubungan antar-variabel yang ada pada sebuah model, baik itu antar indikator dengan konstruknya, ataupun hubungan antar konstrukAy (Santoso, 2. AuPLS merupakan pendekatan alternatif yang bergeser dari pendekatan SEM berbasis covariance menjadi berbasis varianAy (Ghozali & Latan, 2. SEM-PLS terdiri atas 3 langkah: outer model, inner model, dan pengujian hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Variabel Penelitian Deskripsi Variabel Harga (H): Berdasarkan perhitungan seluruh jawaban responden, nilai rata-rata variabel harga adalah 3,82, tergolong dalam kategori Artinya bahwa persepsi konsumen mengenai harga rumah subsidi pada Perumahan Green Sunny ISSN 2598-975 (Prin. ISSN 2598-8581 (Onlin. Estate terjangkau dan sudah sesuai antara harga yang dibayarkan terhadap produk rumah yang diterima. Deskripsi Variabel Lokasi (L): Berdasarkan perhitungan seluruh jawaban responden, nilai rata-rata variabel lokasi adalah 3,78, tergolong dalam kategori Artinya bahwa persepsi konsumen mengenai lokasi Perumahan Green Sunny Estate strategis dan dekat dengan berbagai tujuan. Deskripsi Variabel Kualitas Bangunan (KB): Berdasarkan perhitungan seluruh jawaban responden, nilai rata-rata variabel kualitas bangunan adalah 3,66, tergolong dalam kategori sedang. Artinya bahwa persepsi konsumen mengenai kualitas bangunan rumah pada Perumahan Green Sunny Estate sudah cukup baik. Deskripsi Variabel PSU (PSU): Berdasarkan perhitungan seluruh jawaban responden, nilai rata-rata variabel PSU adalah 3,81, tergolong dalam kategori Artinya bahwa persepsi konsumen mengenai PSU pada Perumahan Green Sunny Estate sudah memadai dan berfungsi dengan baik. Deskripsi Variabel Keputusan Pembelian (KP): Berdasarkan perhitungan seluruh jawaban responden, nilai rata-rata variabel keputusan pembelian adalah 3,77, tergolong dalam kategori tinggi. Artinya bahwa keputusan pembelian rumah pada Perumahan Green Sunny Estate sudah sesuai dari harga, lokasi, kualitas bangunan, dan prasarana, sarana, utilitas umum (PSU) terhadap pertimbangan konsumen. Evaluasi Model Menggunakan SEM-PLS Outer Model (Model Pengukura. : Terdapat 3 kriteria penilaian outer model dalam analisis data menggunakan software SmartPLS, yaitu Convergent Validity. Discriminant Validity, dan Composite Reliability. Berikut hasil penilaian outer model: History of article: Received : 28 Agustus 2024 Revised : 14 November 2024 (Revisi Pertam. 16 Mei 2025 (Revisi Kedu. Published : 31 Desember 2025 JURNAL GRADASI TEKNIK SIPIL Volume 9. No. 2, 2025 :111-120 ISSN 2598-975 (Prin. ISSN 2598-8581 (Onlin. Gambar 2. Outer Model Sebelum Penghapusan Outlier. TABEL 1. Outer Model Sebelum Penghapusan Outlier Composite Average variance extracted (AVE) (Sumber: Data Diolah Menggunakan SmartPLS) Angka Composite Reliability seluruh variabel > 0,7, artinya asumsi reliabilitas sudah terpenuhi. Namun nilai AVE variabel Harga dan PSU < 0,5, menunjukkan bahwa asumsi validitas variabel tersebut belum terpenuhi sehingga perlu dilakukan penghapusan outlier pada indikator yang kurang konsisten dengan variabel Maka dihapus data outlier pada indikator Harga yaitu H3 dan H4, indikator Lokasi yaitu L1, serta indikator PSU yaitu PSU1 dan PSU5 karena memiliki nilai di bawah 0,6. Berikut pengukuran outer model setelah outlier dihapus: History of article: Received : 28 Agustus 2024 Revised : 14 November 2024 (Revisi Pertam. 16 Mei 2025 (Revisi Kedu. Published : 31 Desember 2025 JURNAL GRADASI TEKNIK SIPIL Volume 9. No. 2, 2025 :111-120 ISSN 2598-975 (Prin. ISSN 2598-8581 (Onlin. Gambar 2. Outer Model Setelah Penghapusan Outlier. TABEL 2. Outer Model Setelah Penghapusan Outlier PSU Composite reliability Average variance extracted (AVE) (Sumber: Data Diolah Menggunakan SmartPLS) Seluruh variabel telah memenuhi asumsi reliabilitas dan validitas dengan nilai composite reliability > 0,7 serta nilai AVE > 0,5. Uji validitas melalui Convergent Validity dan Discriminant Validity: Convergent validity pada model pengukuran dengan indikator reflektif dapat terlihat dari hubungan antara indikator pada konstruk variabel . uter Nilai outer loading dalam rentang 0,5 - 0,6 dinilai telah memadai untuk kriteria convergent validity (Ghozali, 2. TABEL 3a. Outer Loading KB1 KB2 KB3 KB4 KB5 PSU10 PSU11 PSU2 PSU History of article: Received : 28 Agustus 2024 Revised : 14 November 2024 (Revisi Pertam. 16 Mei 2025 (Revisi Kedu. Published : 31 Desember 2025 JURNAL GRADASI TEKNIK SIPIL Volume 9. No. 2, 2025 :111-120 ISSN 2598-975 (Prin. ISSN 2598-8581 (Onlin. TABEL 3b. Outer Loading (Lanjuta. PSU3 PSU4 PSU6 PSU7 PSU8 PSU9 KP1 KP2 KP3 KP4 PSU TABEL 5. Composite Reliability PSU (Sumber: Data Diolah Menggunakan SmartPLS) Tabel 5 memperlihatkan bahwa semua variabel memiliki data yang reliabel dengan angka lebih dari 0,70. (Sumber: Data Diolah Menggunakan SmartPLS) Tabel 3 memperlihatkan bahwa semua indikator variabel penelitian memiliki data yang valid dengan nilai outer loading lebih dari 0,60. Adapun discriminant validity diukur dengan memperhatikan angka OoAVE, yang harus lebih tinggi dari nilai korelasi antar konstruk Inner Model (Model Struktura. : Melalui aplikasi SmartPLS, pengukuran inner model melalui perhitungan nilai R-Square seluruh variabel laten endogen terhadap keputusan pembelian guna menilai kemampuan prediksi model struktural. TABEL 6. R-Square TABEL 4. Discriminant Validity PSU PSU Composite reliability R-square R-square adjusted (Sumber: Data Diolah Menggunakan SmartPLS) (Sumber: Data Diolah Menggunakan SmartPLS) Tabel 4 memperlihatkan bahwa angka OoAVE semua variabel > nilai korelasi antara konstruk variabel. Maka semua variabel penelitian teruji valid secara Uji Reliabilitas Melalui Composite Reliability: Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan metode composite reliability. Konstruk dinyatakan reliabel apabila nilai composite reliability lebih dari 0,70 (Ghozali, 2. Tabel 6 memperlihatkan bahwa R-Square adjusted variabel Keputusan Pembelian senilai 0,686. Artinya variabel laten harga, lokasi, kualitas bangunan, dan PSU mampu menerangkan atau memprediksi 68,6% keputusan pembelian rumah sedangkan 31,4% sisanya disebabkan oleh variabel lain yang tidak dianalisis pada studi ini. Nilai R-Square 0,686 > 0,67 maka model dianggap kuat. Pengujian Hipotesis: Untuk menguji hipotesis, total effects dianalisis dengan memperhatikan koefisien parameter dan nilai t-statistik signifikan yang harus mencapai 1,96. Untuk menganalisis secara statistik setiap hubungan yang dihipotesiskan. SmartPLS menggunakan metode bootstrapping TABEL 7. Uji Hipotesis Berdasarkan Total Effects Original sample (O) Sample mean (M) Standard deviation (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) P values H -> KP L -> KP KB -> KP PSU -> KP (Sumber: Data Diolah Menggunakan SmartPLS) Tabel 7 memperlihatkan bahwa: Harga terhadap Keputusan Pembelian: Besar pengaruh (O) 0,283, t statistic 3,764 > 1,96, p value 0,000 < 0,05, dengan demikian H1 diterima yaitu Keputusan Pembelian dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh Harga pada Perumahan Green Sunny History of article: Received : 28 Agustus 2024 Revised : 14 November 2024 (Revisi Pertam. 16 Mei 2025 (Revisi Kedu. Published : 31 Desember 2025 JURNAL GRADASI TEKNIK SIPIL Volume 9. No. 2, 2025 :111-120 Estate. Artinya semakin harga rumah terjangkau dan sebanding dengan manfaat yang diperoleh, semakin tinggi pula keputusan pembelian rumah subsidi di Perumahan Green Sunny Estate. Temuan penelitian ini mendukung hasil studi yang telah dilakukan oleh ISSN 2598-975 (Prin. ISSN 2598-8581 (Onlin. signifikan oleh PSU pada Perumahan Green Sunny Estate. Artinya semakin baik dan memadai PSU dalam lingkungan perumahan, semakin tinggi pula keputusan pembelian rumah subsidi di Perumahan Green Sunny Estate. Temuan penelitian ini mendukung hasil studi Rahmadani . yang mengungkapkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi secara signifikan oleh harga. Konsumen akan mempertimbangkan harga produk sebelum memutuskan untuk membeli, dengan adanya harga yang baik dan sesuai diharapkan menguntungkan bagi konsumen dalam menentukan pilihan dalam membeli rumah. Lokasi terhadap Keputusan Pembelian: Besar pengaruh (O) 0,356, t statistic 5,572 > 1,96 p value 0,000 < 0,05, dengan demikian H2 diterima yaitu Keputusan Pembelian dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh Lokasi pada Perumahan Green Sunny Estate. Artinya semakin strategis dan dekat lokasi perumahan dengan berbagai tujuan, semakin tinggi pula keputusan pembelian rumah subsidi di Perumahan Green Sunny Estate. Temuan penelitian ini yang telah dilakukan oleh Afrianto dan Agustapraja . yang mengungkapkan bahwa mendukung hasil studi yang telah dilakukan oleh yang dapat diterapkan oleh pengembang perumahan subsidi antara lain: fokus pada pemilihan lokasi perumahan yang strategis. menetapkan harga yang kompetitif. kualitas bangunan rumah. dan mengembangkan PSU yang memadai. Rahmadani . yang mengungkapkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi secara signifikan oleh lokasi. Keputusan pengembang dalam menentukan lokasi perumahan akan berdampak pada keputusan pembelian konsumen, karena lokasi yang strategis dan mudah dijangkau akan lebih memudahkan konsumen dalam beraktivitas. Kualitas Bangunan terhadap Keputusan Pembelian: Besar pengaruh (O) 0,215, t statistic 2,806 > 1,96, p value 0,005 < 0,05, dengan demikian H3 diterima yaitu Keputusan Pembelian dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh Kualitas Bangunan pada Perumahan Green Sunny Estate. Artinya semakin berkualitas bangunan yang dibangun, semakin tinggi pula keputusan pembelian rumah subsidi di Perumahan Green Sunny Estate. Temuan penelitian ini keputusan pembelian dipengaruhi secara signifikan oleh kondisi lingkungan perumahan. Dengan PSU yang baik dan memadai, penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan yang lebih, serta peningkatan dalam kualitas hidup, sehingga meningkatkan keputusan pembelian. IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa Keputusan Pembelian rumah subsidi pada Perumahan Green Sunny Estate dipengaruhi secara positif dan signifikan mulai dari faktor terbesar ke terkecil oleh Lokasi. Harga. Kualitas Bangunan, dan Prasarana. Sarana. Utilitas Umum (PSU). Implikasi UCAPAN TERIMA KASIH