Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Madinah. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Naskah masuk Direvisi Diterbitkan 15 Mei 2024 17 Mei 2024 10 Juni 2024 DOI : https://doi. org/10. 58518/madinah. REINTERPRETASI MAKNA JIHAD DALAM AL-QURAoAN DAN HADIS: UPAYA KONTEKSTUALISASI DI MASA KINI Khaerul Umam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta. Indonesia E-mail: khaerul. umam20@mhs. ABSTRAK: Tujuan adanya penelitian ini sebagai pengetahuan menganai konsep makna jihad yang sebenarnya. Dengan menggunakan metode kualitatif yang didukung oleh kajian pustaka dengan berbagai tahapan yang berisikan analisis Dengan hasil akhir menyatakan bahwa Jihad dalam Islam memiliki makna yang luas dan mendalam. Secara etimologi, jihad berasal dari bahasa Arab "aA "aNaAyang berarti berusaha dengan sungguh-sungguh. Quraish Shihab menguraikan bahwa jihad mencakup makna kesulitan, ujian, kemampuan, dan perjuangan melawan setan dan hawa nafsu, didukung oleh ayat-ayat Al-Quran seperti Q. ali-Imran: 142 dan Q. al-Baqarah: 214. Jihad dibagi menjadi fardhu Aain dan fardhu kifayah. Fardhu Aain adalah kewajiban individu dalam situasi kritis, seperti perang langsung, sedangkan fardhu kifayah adalah kewajiban kolektif yang jika sebagian umat telah melaksanakannya, yang lain terbebas dari kewajiban tersebut. Ulama seperti Yusuf Qardhawi dan Hassan al-Banna menyatakan bahwa jihad mencakup pembelaan kebenaran, pengamanan dakwah, dan melawan penindasan, serta aspek pendidikan, politik, dan pengorbanan Di era modern, jihad melawan hawa nafsu dan pencarian ilmu menjadi relevan sebagai bentuk perjuangan yang penting untuk membangun masyarakat yang berakhlak dan berpengetahuan. Kata Kunci: Al-QurAan. Hadis. Jihad, . Reinterpretasi. ABSTRACT: The aim of this research is to gain knowledge about the concept of the true meaning of jihad. Using qualitative methods supported by literature review with various stages containing content analysis. With the final result stating that Jihad in Islam has a broad and deep meaning. Etymologically, jihad comes from the Arabic word "aANaA a " which means trying seriously. Quraish Shihab explained that jihad includes the meaning of difficulties, tests, abilities, and struggle against Satan and lust, supported by verses from the Koran such as Q. ali-Imran: 142 and Q. al-Baqarah: 214. Jihad is divided into fardhu 'ain and fardhu kifayah. Fardhu 'ain is an individual obligation in critical situations, such as direct war, while fardhu kifayah is a collective obligation which if some people have carried it out, others are free from this obligation. Scholars such as Yusuf 132 Khaerul Umam Reinterpretasi Makna Jihad. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Qardhawi and Hassan al-Banna stated that jihad includes defending the truth, securing preaching, and fighting oppression, as well as aspects of education, politics, and material In the modern era, jihad against lust and the search for knowledge has become relevant as an important form of struggle to build a moral and knowledgeable society. Keywords: Al-QurAoan. Hadith,Jihad. Reinterpretation PENDAHULUAN Umumnya, non-Muslim, mengasosiasikan jihad dengan aktivitas perang atas nama agama. Akibatnya, opini yang berkembang di masyarakat adalah bahwa jihad identik dengan kekerasan dan penderitaan. Ironisnya, pandangan ini juga telah mempengaruhi sebagian umat Muslim yang merasa bahwa konsep jihad harus dihapus sepenuhnya demi menjaga citra Islam sebagai agama yang toleran dan damai di mata dunia internasional. Sebagai konsekuensinya, materi tentang jihad mulai dihapus dari kurikulum sekolah agama, digantikan dengan penekanan pada amal dan ibadah untuk memperbanyak pahala di akhirat. Hal ini berdampak pada berkurangnya kepedulian antar sesama Muslim dalam menyelesaikan konflik, terutama di negara-negara Timur Tengah selama dekade terakhir. Bahkan. Al-Azhar sering mendapat tekanan untuk menghapus materi jihad dari kurikulumnya, sementara di Arab Saudi, para khatib di Haramain dan Nabawi lebih menekankan pada perbuatan amal individu selama musim haji, jarang sekali membahas isu-isu Padahal. Islam sendiri berarti keselamatan dan kedamaian yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Jika kita kembali menelusuri sejarah perjuangan Islam, jihad adalah satu-satunya cara yang efektif untuk menghancurkan kebatilan. Dengan semangat jihad, umat Islam mampu mengalahkan pasukan yang lebih besar dan menumbangkan dinasti-dinasti yang zalim. Namun, kemunduran umat Islam saat ini disebabkan oleh hilangnya semangat jihad, digantikan oleh kecintaan pada kehidupan dunia yang telah menggerogoti tubuh umat Islam. Ketika seruan jihad dikumandangkan, banyak yang justru berpaling dan enggan untuk meresponsnya. Padahal Allah SWT memotivasi orang-orang yang berjihad dengan menjanjikan hidayah, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya. aOaseNA e aAOaIacaUeNa aNaaOe AaseOa Ia aONeaU acaONaIe a aNaOa OaaIac INcNa aIIaa eIIA Artinya: Dan orang-orang yang berjihad untuk . encari keridhaa. Kami, benarbenar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik (QS: Al-Ankabut: . 1 Michael Weiss. ISIS The Inside Story. Terj. Anan Agustiana (Jakarta: Pranamedia, 2. , 195. Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Tafsir, https://w. id,diakses pada 15 Mei 2024. Pukul 18. 30 WIB. 133 Khaerul Umam Reinterpretasi Makna Jihad. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Di sisi lain, kebanyakan dalam hal memahami jihad hanya sebagai perangmemerangi, hal ini memang tidak dipungkiri dari banyaknya hadis yang menjelaskan tentang jihad, seperti yang termaktub dalam kitab hadis Muslim. sANaO aeas IaNe OaCA a aA aNa OaAeaNa IaA e caA aOIaIe UaUaAIaNe Iaa aOIaIe aU eA AuSiapa yang wafat dan tidak pernah berperang serta tidak terlintas sedikitpun di hatinya untuk perang, maka ia mati dalam kondisi munafikAy. (H. Musli. Secara teks, jika hadis itu tidak dipahami atau dikaji lebih jauh, maka seolaholah mengartikan bahwa perang adalah jalan yang paling utama dan jika seseorang tidak berperang, hal itu berada dalam kemunafikan, dan tentu orang munafik tempatnya di neraka. Terlebih hadis itu juga terdapat dalam hadis riwayat Muslim yang sudah pasti berkualitas Sahih, oleh karena itu hadis ini dijadikan alat oleh IS (Islamic Stat. untuk mem-brain wash . encuci ota. para pemuda generasi Islam masa kini. Berangkat dari dilematika permasalahan di atas, maka hal ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara jihad dan hidayah, di mana Allah memberikan hidayah-Nya kepada mereka yang berjihad, namun di sisi lain juga ada yang memahami bahwa jihad hanyalah untuk berperang secara mutlak. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya jihad dengan pemahaman yang menyeluruh, agar tercipta pemahaman yang benar tentang jihad. Dengan demikian, diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Islam yang mulai memudar seiring dengan berkurangnya semangat jihad dalam diri setiap Muslim. METODE Penelitian pada tulisan bersifat kualitatif dengan berisikan analisis 5 Kemudian, kajian deskriptif ini didukung dengan menggunakan library research . ajian pustak. , dimana sumber data diperoleh dari perpustakaan atau tempat buku dan karya ilmiah yang berada pada suatu tempat. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. Dalam teknik analisis, maka akan diselami dari segi kata, dan pemahaman para ulama baik dari ulama hadis maupun ulama tafsir. Adapun tahapan dalam penelitian ini melalui beberapa cara yang dihimpun dalam tiga tahapan yaitu. Pertama akan dihimpun ayat al-QurAan dan Hadis yang berhubungan dengan jihad. Kedua, akan dianalisis melalui makna kata, dan pemahaman ulama. Selanjutnya akan dikorelasikan dengan konsep jihad masa 3 Muslim Ibn al-Hajjaj. Sahih Muslim (Beirut: Daar Ihya al-Turats, 1. , 157. Abdul Karim Munthe. Meluruskan Pemahaman Kaum Jihadis, (Tangerang Selatan: Yayasan Pengkajian Hadits el-Bukhori, 2. , 25. 5 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. , 9. 6 Sandu Siyoto. Dasar Metodologi Penelitian (Sleman: Literasi Media Publishing, 2. , 67. 134 Khaerul Umam Reinterpretasi Makna Jihad. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah kini, agar al-QurAan dan Hadis akan berkesan sebagai Salih ala Kulli Zaman . esuai dengan zama. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi dan Bentuk-Bentuk Jihad Jihad secara etimologi berasal dari bahasa arab yaitu ( aA UaNA- aA )aNaAyang berarti berusaha dengan sungguh-sungguh . l-Munawwir, hal . 8 Menurut M. Quraish Shihab jihad memiliki aneka macam makna yang antara lain . atau kesukaran dan yang semisalnya, ujian, dan kemampuan. Untuk mendukung makna makna di kemukakan ini. Quraish Shihab mengajukan beberapa ayat seperti Q. ali-Imran: 142. al-Baqarah: 214. al-Baqarah: 155. S at-Taubah: 79 dan Q. at-Taubah: 19. 9 Hal ini dapat dilihat seperti yang termaktub dalam Q. ali-Imran: 142, mengandung makna ujian, sebagaimana berikut : ENEOEsEUEO AeaCaEOACCEa aEEACEa EAaEAAoEaAC aECOAACAA AeaAuCa Ca EOaEEACE ACAOa AACAoAAEa aEAEAECOAA a EAUeAEICAA EAcAA Artinya: AuApakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu, dan belum nyata orangorang yang sabarAy. Muhammad Quraish Shihab menjelaskan dalam tafsirannya terkait ayat tersebut, bahwa makna Jihad diartikan sebagai sabar, ketika seseorang diuji dengan hal apapun, semisal kelaparan, musibah, rezeki, maka kesabaran itu harus dimunculkan dan dinamai dengan Jihad. 11 Maka dari penuturannya ini, tampak bahwa pengertian jihad yang di konsepsikan oleh M. Quraish Shihab antara lain yaitu suatu ujian kepada manusia yang menuntut kesabaran yang tinggi terhadap apa yang di ujikan kepadanya. Adapun kesabaran di sini membutuhkan suatu ketabahan, kerja keras yang sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Makna selanjutnya yang di kandung oleh kata jihad menurut M. Quraish Shihab adalah AukemampuanAy yang menuntut sang mujahid mengeluarkan segala daya dan kemampuannya dalam mencapai tujuan, karena itu jihad adalah Selain itu menurut M. Quraish Shihab bahwa jihad juga mengandung makna perlawanan terhadap setan dan hawa nafsu. Sebagaimana sabda Rasulallah Saw. ketika baru saja kembali dari medan pertempuran. A N IOAA,AO IN IN EA IO IN EEA 7 Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2. , 148. SyafiAi Saragih. Memaknai Jihad antara Sayyid Quthb & Quraish Shihab (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 99 9 Muhammad Fuad al-Baqi. Al-MuAojam al-Mufahras li Alfaz al-QurAoan al-Karim (Beirut: Daar al-Fikr, 1. , 234. 10 Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan dan Tafsir, https://w. id,diakses pada 15 Mei 2024. Pukul 18. 30 WIB. 11 Muhammad Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah (Jakarta: Lentera Hati, 2. , 304. 135 Khaerul Umam Reinterpretasi Makna Jihad. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Kita kembali dari jihad terkecil menuju jihad terbesar, yakni melawan hawa nafsu. Sebagaimana telah di jelaskan di atas, bahwa makna jihad menurut M. Quraish Shihab memiliki pengertian yang luas dan mengandung ragam makna seperti kegigihan, perjuangan, pengorbanan, dan usaha yang kuat. 12 Dapat disimpulkan bahwa pandangan Muhammad Quraish Shihab tentang makna Jihad sangat luas . artinya ia melihat sesuai dengan perkembangan zaman. Membedakan Makna Jihad dan Perang Makna Jihad tidak selalu identik dengan arti perang, maksudnya tidak untuk hanya membunuh orang lain atas nafsu pribadi. Jika dipahami jihad sebagai perang, maka harus dipahami sebagai jihad di jalan Allah saja. Jika perang itu keluar koridor Audi jalan AllahAy, maka ketika itu ia tidak lagi disebut sebagai jihad, melainkan perbuatannya telah berubah menjadi sebuah keburukan yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam. Dari sini, dapat dipahami mengenai pengertian jihad itu sendiri. Artinya jihad bisa diartikan sebagai perang secara langsung ke tempat ikut dengan pasukan militer, atau dengan cara membantu pendanaan perang, atau dengan pikiran pendapat, atau dengan memberi layanan kesehatan, atau dengan cara lain yang ditujukan untuk mempertahankan akidah dan tanah air. Meskipun demikian, kita perlu membedakan antara dua kata yang jika tidak kita pahami dengan benar dapat berakibat salah dalam menafsirkan kata jihad dalam arti berjuang di jalan Allah. Kedua kata itu adalah al-qatl dan al-qital. Kedua kata ini memiliki perbedaan makna cukup tajam. Kata al-qatl adalah melakukan serangan dengan senjata kepada orang lain dan membunuhnya . ubadarat alakhar bi as-silah wa qatluh. Di sini hanya ada dua pihak, yaitu pihak yang membunuh di satu sisi, dan pihak yang dibunuh di sisi lain. Ini berbeda dengan makna kata al-qital di mana ada dua pihak yang saling membunuh satu sama lain, dan masing-masing melakukan aktivitas yang dapat membunuh pihak lain. Makna yang dikandung oleh kata jihad dalam arti perang adalah makna yang kedua, yakni makna yang dikandung oleh kata al-qital, bukan makna yang pertama yaitu al-qatl. Kesimpulan dari analisis bahasa ini adalah bahwa perintah untuk berjihad tidak berarti perintah untuk membunuh, tetapi lebih berarti perintah untuk turun ke medan laga untuk saling membunuh dalam peperangan demi melawan atau menghentikan serangan. Jihad Antara FardhuAoAin dan Fardhu Kifayah Jihad dikatakan fardhu kifayah apabila sebagian telah melakukannya dan sebagian lain telah mengetahuinya dan hal ini terus berkelanjutan dalam menegakkan Jihad tersebut dan apabila tidak ada seorangpun yang melakukannya maka berdosalah seluruh orang yang ada di daerah tersebut. Kemudian Jihad dikatakan Fardhu AAin apabila tidak ada lagi yang melakukannya kecuali hanya dirinya sendiri maka posisinya pada saat itu 12 Hasan Ayyub. Fiqhul Jihad Fil Islam (Beirut: Dar El-Kutub, 2. , 87. 13 Muhammad Sanusi. Antara Jihad dan Terorisme (Makasar: Pustaka As-Sunnah, 2. , 53. 136 Khaerul Umam Reinterpretasi Makna Jihad. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah menjadi Fardhu AAin dan juga apabila karena sebab-sebab berikut ini: Ketika berada di medan perang maka wajib bagi mereka untuk menghalau musuh, karena meninggalkan barisan pertempuran merupakan salah satu dosa Sebagaimana firman Allah SWT. dalam Q. al-Anfal : 15, al-Anfal : 45 )u : AUa aUacNa IacaUNa IaOaO uaa IaCasaIe aU AaeaaO (O EOAE UA Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan . , maka berteguh hatilah dan sebutlah . Allah banyak-banyak . erzikir dan berdo. agar kamu beruntung. Ketika musuh menyerang sebuah wilayah islam maka wajib bagi seluruh yang ada di wilayah itu berjihad baik laki-laki ataupun perempuan, hamba ataupun orang yang merdeka maka posisi seperti ini adalah Fardhu AAin, karena tidak dibolehkan bagi seorang muslim untuk menyerah kepada musuhnya selama ia masih mampu untuk mengadakan perlawanan terhadap mereka. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q. al-Baqarah : 190 ENEOeOEO CoeaCOAANeAOEa CaAEIAECE CA Ca CAEaA A AAEAECOAANEEAA Ca EAaEaeAEAEaANCAAECE AeaAuCa Ca EOAACUEaCo CeEaE aEAEaANCAAua Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah melampaui batas Sungguh. Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui Pendapat Ulama Mengenai Jihad Menurut pandangan Yusuf Qardhawi, jihad di jalan Allah ialah untuk membela kebenaran, mengamankan dakwah, mencegah fitnah, menghalau para penyerang, memberi pelajaran terhadap kaum pengkhianat perjanjian, dan menyelamatkan kaum lemah tertindas merupakan prinsip islami yang mana seorang muslim tidak mengingkarinya, tidak bodoh mengenai kedudukan dan keutamaannya serta apa yang dipersiapkan Allah untuk kaum mujahidin, apalagi mengenai perintah syar'inya. Menurut beliau lagi, membangun kesedaran dan rasa tanggungjawab mendirikan pemerintahan Islami merupakan bagian dari target membebaskan tanah air. Mengusir penjajah, membebaskan tanah air dari cengkaman penjajah bukan tujuan utama, tetapai hanya wasilah dan jalan untuk tercapainya tujuan yang lebih besar. Yakni, agar umat Islam mampu menegakkan eksistensinya, hidup untuk akidah dan untuk syariatnya, mengatur urusan negara yang sejalan dengan keyakinan-keyakinan, nilai- nilainya, dan falsafahnya secara spesifik. Hassan al-Banna mengatakan Jahada dalam berarti kemampuan, kekuatan dan kesulitan, sebagaimana kata ini juga digunakan untuk menggambarkan perkerjaan yang melelahkan dan medan yang sulit. Karena itu, menurut bahasa, jihad didefinisikan dengan berlebih-lebihan, mengerahkan segala kemampuan dalam perang, atau apapun yang dikerjakan dengan segenap kemampuan. Sedangkan menurut istilah, jihad adalah menggunakan segala kekuatan dan sarana yang mungkin digunakan, untuk menciptakan perubahan umum dan 137 Khaerul Umam Reinterpretasi Makna Jihad. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah menyeluruh yang dapat meninggikan kalimat Allah. Sudah merupakan Sunnatullah bahawa kehidupan ini tidak akan lurus dan baik kecuali jika ada pembelaan dan manusia melaksanakannya. Peringkat pertama jihad adalah pengingkaran dengan hati dan peringkat terakhir adalah berperang di jalan Allah Menurut Hassan al-Banna lagi. Jihad dalam Islam tidak hanya terbatas pada perang sebagaimana dipahami sebagian orang. la lebih luas daripada itu kerana ia bermacam jenisnya, diantaranya adalah: Jihad melawan hawa nafsu. mendidik dan mengarahkannya kepada kebenaran dan komitmen dengannya. Tentang hal ini Allah S. T berfirman dalam Q. al-Ankabyt/29: 69 AOIacaUNa aNaaO AasOa IaNeaUaOacNaIe aaNaOa OauaIac INacNa IaIaa IeIaeaOasNA AuDan orang-orang Yang berusaha Dengan bersungguh- sungguh kerana memenuhi kehendak ugama kami. Sesungguhnya Kami akan memimpia mereka ke jalan-jalan Kami . ang menjadikan mereka bergembira serta berolch keredaa. Sesungguhnya (Pertolongan dan bantua. Allah adalah berserta orang-orang Yang berusaha membaiki amalannya. Jihad pendidikan dan pengajaran. Allah S. T dalam Q. at-Taubah/9: 122 aIa EaIa IeIaeIaOaOIa IasaOeaO EacU AaNaOeIa Oa IaNe EaIac AaeCas IaOeNaIe aU IasaCacNaO AaU IacUNA aAOaIa asOeaaO CaOeIaNaIe uaa aO uaIaseNaIe IaaNacNaIe UaeaaOIA "Dan tidaklah . etul dan elo. orang-orang Yang beriman keluar semuanya . ergi oleh itu, hendaklah keluar sebahagian sahaja dari tiap-tiap puak di antara mereka, supaya orang-orang . ang tingga. itu mempelajari secara mendalam ilmu Yang dituntut di Dalam ugama, dan supaya mereka dapat mengajar kaunnya . ang keluar berjuan. apabila orang-orang itu kembali kepada mereka. Mudahmudahan mereka dapat berjaga-jaga . ari melakukan larangan Alla. Jihad dengan lisan. Didasarkan pada firman Allah SWT dalam Q. al- Furqan 25: 52 yang disampaikan kepada Nabi-Nya. A aNaU EaasUAUaNa a IeEaUNa OaaNaeNaI aNA "Maka janganlah kamu mengikuti AuI iN UN sANAorang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Quran dengan jihad yang besar". Selain itu Rasulullah saw. Bersabda:AOIONA "Sesungguhnya orang mukmin itu berjihad dengan pedang dan dengan lidahnya" (HR. Ahma. Jihad politik. Didasarkan pada sabda Rasulullah saw. AAI I ENI E O NI A 14 Ahmad bin Hambal. Musnad Imam Ahmad Bin Hambal, (Beirut: Al-Muasas ar-Risalah: 1998 M), 138 Khaerul Umam Reinterpretasi Makna Jihad. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah "Jihad yang paling utama adalah berkata benar dihadapan pemimpin yang (HR. At-Tirmidz. Jihad harta. Firman Allah dalam Q. at-Taubah/9: 41. AseU IacEaIe uaI EaOaIe aOaO aU OaaCaEU OaaNaaO aaIeOaIaEaIe OaaOaEaIe AaU aasIa INacNA a eaIa aEIA AaeaNIaOIA "Pergilah kamu beramai-ramai . ntuk berperang pada jalan Alla. , sama ada Dengan keadaan ringan . an mudah bergera. ataupun Dengan keadaan berat . isebabkan berbagai-bagai tanggungjawa. dan berjihadlah Dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah . ntuk membela Isla. Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui". Jihad qital . Firman Allah dalam Q. al-Baqarah/2: 190. AOaCa aNaO AaU aasIa INacNa IacaUNa UaCaaNaOOaEaIe OaIa aeaaO uaIac INacNa Ia UacIeIaeaaOA "Dan perangilah kerana . enegakkan dan mempertahanka. ugama Allah akan orang-orang Yang memerangi kamu, dan janganlah kamu menceroboh . engan memulakan peperanga. kerana Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orangorang Yang menceroboh". Relevansi Jihad Pada Zaman Sekarang Macam-macam jihad yang dikemukakan dalam beberapa sumber termasuk: Jihad al-Nafs (Jihad untuk Memperbaiki Dir. : Berupa upaya meningkatkan kualitas hidup dan memperbaiki diri sendiri melalui perjuangan dalam meningkatkan kualitas intelektual dan spiritual. Jihad al-Syaithan (Jihad Melawan Seta. : Berupa perjuangan melawan godaan setan dan hawa nafsu yang mencoba mengarahkan manusia pada hal-hal yang berkaitan dengan syubhat dan keraguan dalam keyakinan keberagamaan. Jihad al-Kuffar wa al-Munafiqin (Jihad Melawan Orang Kafir dan Munafi. Berupa perang melawan orang-orang yang tidak beriman dan orang-orang yang berbohong dalam agama, yang mencoba mengganggu stabilitas dan keamanan masyarakat. Jihad al-Mustadh'afin (Jihad untuk Membantu Orang-Orang yang Terzalim. Berupa perjuangan untuk membantu orang-orang yang terzalimi dan memperjuangkan hak-hak mereka. Pada akhirnya Ketika konteks negara damai, hadits ataupun dalil al-QurAan mengenai Jihad ini bisa diperluas cakupan definisi dengan meyakini jihad tidak selalu identik dengan perang. Sebagaimana pendapat Al-Khatib al-Syirbini dalam kitab AuMughni al-MuntajAy bahwa perang hanya sebatas instrumen jihad bukan Dengan dasar konstruksi ini, secara sosiologis dan antropologis sesuai 15 Muhammad bin AIsa bin Saurah al-Tirmizi. Sunan al-Tirmidzi, (Baitul Afkar: Maktabah al-Marif, 1997 H), 563. 139 Khaerul Umam Reinterpretasi Makna Jihad. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah masa kini, jihad tanpa berperang lebih tepat diamalkan, bahkan sebaliknya ketika kondisi damai dan hubungan Muslim dan non-Muslim sudah saling menghargai maka jihad adalah ketika seseorang saling menjaga hati dan menjaga sikap sehingga hubungan harmonis satu sama yang lain tetap terjaga. Pemahaman jihad hanya sebatas berperang justru akan merusak perdamaian serta mencederai ajaran Islam yang menjunjung tinggi perdamaian dan antikekerasan. KESIMPULAN Jihad dalam Islam memiliki berbagai makna dan tingkatan. Secara etimologi, jihad berasal dari kata Arab "aA "aNaAyang berarti berusaha dengan sungguhsungguh. Menurut M. Quraish Shihab, jihad mencakup makna kesulitan, ujian, kemampuan, dan perjuangan melawan setan dan hawa nafsu. Ia mendukung ini dengan beberapa ayat Al-Quran seperti Q. ali-Imran: 142 dan Q. al-Baqarah: Jihad terbagi menjadi fardhu Aain dan fardhu kifayah. Fardhu Aain berlaku jika hanya individu tersebut yang mampu melaksanakannya, seperti dalam situasi perang langsung. Fardhu kifayah berlaku jika sebagian umat Islam sudah melaksanakannya, sehingga yang lain terbebas dari kewajiban tersebut. Yusuf Qardhawi dan Hassan al-Banna juga menyatakan bahwa jihad memiliki tujuan untuk membela kebenaran, mengamankan dakwah, dan melawan penindasan, serta mencakup aspek pendidikan, politik, dan pengorbanan harta. Relevansi jihad masa kini menekankan perjuangan melawan hawa nafsu dan pencarian ilmu sebagai bentuk jihad yang penting di era modern. Dengan memahami makna Jihad maka pikiran kita akan terbuka jauh lebih luas, bahwa jihad tidak hanya diartikan sebagai perang, akan tetapi dapat dimaknai sesuai dengan kondisi dan keadaan zamannya. BIBLIOGRAFI Ahmad bin Hambal. Musnad Imam Ahmad Bin Hambal. Jilid 4. Beirut: Al-Muasas arRisalah: 1998. Al-Baqi. Muhammad Fuad. Al-MuAojam al-Mufahras li Alfaz al-QurAoan al-Karim. Beirut: Daar al-Fikr, 1987. Al-Tirmizi. Muhammad bin AIsa bin Saurah. Sunan al-Tirmidzi. Jilid 6. Baitul Afkar: Maktabah al-Marif, 1997. Ayyub. Hasan. Fiqhul Jihad Fil Islam. Beirut: Dar El-Kutub, 2004. Ibn al-Hajjaj. Muslim. Sahih Muslim. Jilid 3. Beirut: Daar Ihya al-Turats, 1998. Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-QurAoan Tafsir, https://w. id,- Diakses pada 15 Mei 2024. Pukul 18. 30 WIB. Munthe. Abdul Karim. Meluruskan Pemahaman Kaum Jihadis. Tangerang Selatan: Yayasan Pengkajian Hadits el-Bukhori, 2017. 16 Nidlomatum. AuMemaknai Hadis Jihad: Studi Ilmu Manil HadisAy(Skripsi S1. Prodi Ilmu Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2. , 98. 140 Khaerul Umam Reinterpretasi Makna Jihad. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Nidlomatum. AuMemaknai Hadis Jihad: Studi Ilmu Manil HadisAy. Skripsi S1. Program Studi Ilmu Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019. Sanusi. Muhammad. Antara Jihad dan Terorisme. Makasar: Pustaka As-Sunnah. Saragih. SyafiAi. Memaknai Jihad antara Sayyid Quthb & Quraish Shihab. Yogyakarta: Deepublish, 2015. Shihab. Muhammad Quraish. Tafsir Al-Misbah. Jilid 5. Jakarta: Lentera Hati, 2009. Siyoto. Sandu. Dasar Metodologi Penelitian. Sleman: Literasi Media Publishing. Siti Fahimah. Metode MaudhuAi Dalam Menemukan Urgensitas Maknanya: Telaah Atas Sejarah dan Tokoh. Madinah: Jurnal Studi Islam, 10. , 313-330. https://doi. org/10. 58518/madinah. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D. Bandung: Alfabeta. Weiss. Michael. ISIS The Inside Story. Diterjemahkan oleh Anan Agustian. Jakarta: Pranamedia, 2015. Zed. Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014. 141 Khaerul Umam Reinterpretasi Makna Jihad.