PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Email : pintoe@utu. Volume 1 | Nomor 1 | Juni 2023 e-ISSN: & p-ISSN: Doi Submitted: 03/06/2023 Accepted: 14/06/2023 Published: 28/06/2023 Edukasi Bahaya Sampah Plastik kepada Masyarakat Pesisir di Pantai Lamtengoh. Kecamatan Peukan Bada. Aceh Besar Rika Astuti1 Eka Lisdayanti1 Hayatun Nufus2 1Program Studi Sumberdaya Akuatik. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, 2Prodi Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar Email Korespondensi: rikaastuti@utu. ABSTRAK Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang sangat dominan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Sifat plastik yang ringan, kuat, tahan lama dan murah menyebabkan penggunaan plastik terus meningkat, dari sifat plastik tersebut menjadikan plastik sangat berbahaya bagi lingkungan yang berpotensi sebagai cemaran, selain itu plastik memiliki sifat yang tidak mudah terurai pada tanah maupun perairan, sehingga dapat mengendap dan terakumulasi dalam kurun waktu yang lama. Wilayah Pantai Lamtengoh merupakan salah satu objek wisata yang ada di Aceh Besar, dengan panorama alam yang indah dan potensi perikanan yang ada didaerah ini juga sangat berpotensi, sehingga banyak masyarakat yang berkunjung ke daerah ini. Tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah Lamtengoh ini dapat menimbulkan dampak negatif berupa sampah plastik yang berpotensi dapat menurunkan kualitas lingkungan pesisir dan laut dan juga kelestarian lingkungan sekitar. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal ini anak-anak dan remaja yang ada di pesisir pantai Lamtengoh pentingnya kesadaran manusia terhadap kebersihan laut dengan tidak membuang sampah ke pantai. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan selama satu hari, yakni pada hari Sabtu, tanggal 25 Februari 2023 jam 09:00 sampai dengan jam 12:00 WIB yang berlokasi di Pantai Lamtengoh. Kecamatan Peukan Bada. Kabupaten Aceh Besar. Pengabdian ini menggunakan metode pendekatan dengan metode ceramah/edukasi secara persuasif dan praktek langsung cara pengumpulan sampah, dan pemilahan sampah plastik dan penimbangan sampah. Hasil luaran yang didapatkan setelah kegiatan pengabdian ini adalah timbulnya kesadaran dan inisiatif dari masyarakat dan pengunjung untuk tidak membuang sampah plastik secara sembarangan, agar kelestarian pantai dan laut bebas dari sampah plastik. Kata kunci: sampah. Lamtengoh, kelestarian pantai ABSTRACT Plastic waste is one type of waste that is very dominant in its use in everyday life. The nature of light, strong, durable, and inexpensive plastic has caused the use of plastic to continue to increase. The nature of these plastics makes plastic very dangerous for the environment which has the potential to become a In addition, plastic has properties that do not easily decompose in soil or water, so it can settle and accumulate over a long period. The Lamtengoh Beach area is one of the tourist attractions in Aceh Besar, with beautiful natural panoramas and the potential for fisheries in this area is also very potential, so many people visit this area. The high number of tourists visiting the Lamtengoh area can have a negative impact in the form of plastic waste which can potentially reduce the quality of the coastal and marine environment and the sustainability of the surrounding environment. The purpose of this service is to educate the public, in this case, children and youth on the coast of Lamtengoh, about the importance of human awareness of the cleanliness of the sea by not throwing trash on the beach. This community service activity is carried out for one day, namely on Saturday. February 25, 2023, from 09:00 to 12:00 WIB, located on Lamtengoh Beach. Peukan Bada District. Aceh Besar District. This community service uses a persuasive lecturing/educational approach and hands-on practice in collecting garbage, sorting plastic waste, and weighing garbage. The output obtained after this community service activity is the emergence of awareness and initiative from the community and visitors not to throw plastic waste carelessly so that the preservation of beaches and seas is free from plastic Keywords: waste. Lamtengoh, beach preservation PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Astuti et al PENDAHULUAN Indonesia selain dikenal sebagai Negara agraris, juga dikenal sebagai negara maritim, hal ini disebabkan oleh wilayah laut yang lebih luas, dibandingkan wilayah daratan. Luas laut Indonesia mencapai luas 5,8 juta km2, yang terdiri atas 0,3 juta km 2 laut teritorial, 2,8 juta km2 perairan laut nusantara, dan 2,7 juta km2 zona ekonomi eksklusif (Soerjani, at al. ,1. Oleh karena itu, masyarakat indonesia memiliki tanggung jawab besar terhadap kebersihan laut Indonesia. Sampah plastik yang berada di lautan merupakan permasalahan yang sangat serius di tingkat global (Mattlin dan Cawthorn, 1986. Thompson et al. , 2. Plastik yang terbawa oleh air laut tidak hilang akan tetapi terpecah menjadi bagian Ae bagian yang lebih Beberapa penelitian menyatakan bahwa sampah plastik di laut membahayakan organisme Ae organisme laut atau pantai. Organisme ini terjerat oleh peralatan pancing atau tali yang dibuang ke laut. Selain itu, organisme seperti ikan dan penyu menganggap serpihan sampah plastik sebagai makanan dan kemudian terakumulasi di dalam tubuh mereka (Cole et al. , 2011. Gregory, 2009. Rochman et al. , 2. Berbagai tipe sampah laut yang dapat kita jumpai seperti plastik, mencakup beragam materi polimer sintetis, termasuk jaring ikan, tali, pelampung dan perlengkapan penangkapan ikan lain. barang-barang konsumen keseharian, seperti kantong plastik, botol plastik, kemasan plastik, mainan plastik, popok. barang-barang untuk merokok, seperti puntung rokok, korek api, pucuk cerutu. butir resin plastik. partikel plastik mikro, logam, busa, karet, dsb. Berbagai ukuran sampah laut juga kita temukan di permukaan pantai mulai dari ukuran yang besar hingga ukuran kecil . egadebrid dan makro debri. yang keduanya dapat menimbulkan resiko yang sangat berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup secara langsung terutama bagi hewan laut seperti ikan, penyu dan penyu laut, dan burung-burung yang bermain di sekitarnya dikarenakan salah konsumsi atau karena kena jeratan, yang kesemuanya ini dapat menyebabkan pendarahan internal dan bengkak darah, dan menjadi penyebab kematian bagi biota laut. Plastik merupakan polimer sintetik yang monomernya berasal dari minyak bumi (Derraik, 2002. Rios et al. , 2007. Thompson et al. , 2. Sifat plastik yang ringan, tahan lama, kuat, dan murah menjadi alasan meningkatnya produksi plastik sebagai pengganti bahan baku kaca, kayu, dan logam. Sejak tahun 1950-an sampai tahun 2012, produksi plastik meningkat 8,7% per tahun atau mencapai 300 juta ton hingga saat ini (Gourmelon. Namun, sifatnya yang ringan dan tahan lama juga yang membuat plastik berbahaya bagi lingkungan (Pruter, 1987. Laist, 1. Plastik memerlukan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai. Oleh karena itu, banyak produk plastik akhirnya menjadi yang tertimpun di tanah . Ae 43%) atau terapung di lautan . Ae 20 juta ton/tahu. (Gourmelon, 2. Sampah plastik membuat beberapa biota terancam, hal ini banyak dialami oleh penyu, bagi penyu kantong plastik terlihat seperti ubur-ubur sehingga penyu tertarik untuk memakan plastik. Selain sampah plastik, sampah jarring ikan yang hanyut terlihat seperti rumput laut yang tidak bahaya bagi penyu, sampah plastik dan sampah jaring ikan menjadi sebuah jebakan bagi biota khususnya penyu, sampah plastik dapat membunuh 000 penyu pertahun (Sartika, 2. Pada tahun berikutnya harian Kompas kembali menceritakan dari AFP pada hari sabtu . /6/2. seekor paus pilot mati di perairan Provinsi Songkhla Thailand setelah menelan 80 kantong plastik. Ahli biologi kelautan dan dosen di Universitas Kasetsart. Thon Thamrong Nawasawat, mengatakan kantong plastik membuat paus tidak dapat makan makanan bernutrisi di laut. Setidaknya, ada 300 hewan laut termasuk paus pilot, penyu, dan lumba-lumba yang mati setiap tahun di perairan Thailand. Penyebabnya, hewan-hewan tersebut menelan plastik (Yasinta, 2. PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Astuti et al Menurut Purwaningsih & Ishak, . Perilaku membuang sampah ke laut disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang sampah. Faktor lain yang menyebabkan sampah-sampah tersebut masuk ke lautan, karena pengelolaan sampah yang kurang efektif dan perilaku buruk dari masyarakat pesisir dalam menangani sampah Masyarakat perlu mempunyai pengetahuan yang baik tentang sampah agar masyarakat mampu mengelola sampah dengan baik. Penanganan sampah permukiman memerlukan partisipasi aktif individu dan kelompok masyarakat selain peran pemerintah sebagai fasilitator. Ketidakpedulian masyarakat terhadap sampah akan berakibat terjadinya degradasi kualitas lingkungan yang akan mempengaruhi kualitas hidup masyarakat di sebuah wilayah. Upaya pengendalian sampah melalui peningkatan kesadaran lingkungan melalui pendidikan . Sehubungan dalam rangka kegiatan hari bersih sampah sedunia tahun 2023 (World Ocean Da. yang mengangkat tema tentang AuOcean WarriorAy World cleanup day, mengurangi pemakaian kemasan plastik dan tidak mengotori area pantai dan lautAy saya sebagai tenaga pendidikan merasa perlu mengadakan edukasi dan pendampingan kepada masyarkat pesisir di pantai Lamtengoh. Kecamatan Peukan Bada tentang cara menjaga kebersihan pantai. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal ini anak-anak dan remaja yang ada di pesisir pantai Lamtengoh pentingnya kesadaran manusia terhadap kebersihan laut dengan tidak membuang sampah ke pantai. Edukasi yang diberikan juga tentang bahaya sampah plastik yang bisa bersifat genetik terhadap makhluk hidup manusia, ekosistem dan biota laut. Diharapkan setelah program pengabdian dilaksanakan semoga masyarakat pesisir pantai Lamtengoh lebih peduli terhadap lingkungan pantai dan laut. METODE Tempat dan Waktu Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan selama satu hari pada hari Kamis, tanggal 28 Oktober 2021 jam 09:00 sampai dengan jam 12:00 WIB yang berlokasi di Pantai Pulot. Kecamatan Leupung. Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan edukasi ini ditujukan kepada pemuda pencinta alam dan masyarakat pesisir Gampong Pulot yang merupakan penduduk sekitar pantai. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan dengan menggunakan teknik penyuluhan secara langsung yaitu edukasi menumbuhkan kesadaran masyarakat pesisir dalam menjaga kebersihan pantai Lamtengoh. Bentuk edukasi yang diberikan juga melakukan pemisahan sampah plastik berdasarkan kelompoknya masing-masing. Adapun tahapan kegiatan dalam menyelesaikan permasalahan dan sekaligus pencapaian tujuan program yang dilakukan adalah sebagai berikut: PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Astuti et al TAHAP PERSIAPAN Persiapan Administrasi. Peninjauan lokasi kegiatan. Materi Edukasi TAHAP PELAKSANAAN Melaksakanan Edukasi. Pengutipan sampah plastik, pemilahan sampah dan penimbangan sampah. TAHAP EVALUASI Diskusi Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Gambar 1. Diagram Tahapan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan Pada tahap persiapan ini melakukan berbagai persiapan awal mulai dari persiapan administrasi surat-menyurat, peninjauan lokasi kegiatan dan persiapan tentang materi edukasi yang akan diberikan pada saat kegiatan pengabdian berlangsung. Pelaksanaan Lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian ini bertempat di Pantai Lamtengoh. Kecamatan Peukan Bada. Kabupaten Aceh Besar. Provinsi Aceh. Waktu pelaksaannya adalah pada hari Sabtu, tanggal 25 Februari 2023 jam 09:00 sampai dengan jam 12:00 WIB. Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain. Melakukan edukasi bahaya sanpah plastik bagi ekosistem laut, pengutipan sampah plastik, kemudian melakukan pemilahan dan penimbangan sampah. Penyampaian materi tentang bahaya sampah plastik bagi ekosistem laut sangat berdampak negatif bagi biota yang hidup dilaut, khususnya ikan dan penyu. Antusias para peserta yang ikut partispasi dalam kegiatan sangat baik, hal ini dapat diamati dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta (Gambar . PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Astuti et al Gambar 2. Situasi saat edukasi tentang kebersihan pantai Adapun beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh peserta dalam hal ini adalah: . mengapa plastik di laut berbahaya? Dari pertanyaan ini kemudian dapat dijelaskan bahwa sampah plastik yang tersebar dalam laut sangat berbahaya, yaitu: . Plastik yang ukurannya kecil dapat dimakan ikan, kemudian akan terakumulasi dalam tubuh ikan. Apabila ikan tersebut dikonsumsi manusia, maka plastik tersebut akan termakan Padahal plastik merupakan bahan yang membahayakan kesehatan bila termakan manusia atau hewan . Mengakibatkan kemiskinan manusia, terutama masyarakat pesisir pantai yang bekerja sebagai nelayan. Mengapa demikian, karena disamping berdampak pada perikanan. Banyak ikan mati, ikan yang tercemar, juga pada bidang perkapalan, dan pariwisata. Apabila banyak sampah plastik di laut maka akan menghambat pergerakan kapal. Apabila banyak sampah plastik di laut akan mengganggu keindahan pantai sehingga wisatawan akan menjadi kurang tertarik pada pantai yang tercemar tersebut. Berdasarkan pertanyaan tersebut menunjukan bahwa para peserta cukup tertarik pada kegiatan ini. Selanjutnya ada beberapa pertanyaan, misalnya bagaimana agar sampah sampah yang berserakan tersebut dapat terlihat rapi? Kemudian dijelaskan bahwa sampah tersebut harus dipilah-pilah menjadi kelompok sebagaimana tersebut di Sehingga kita dapat memanfaatkan lebih lanjut, misalnya bahan kayu dapat digunakan untuk kayu bakar, plastik untuk diolah kembali, kaca ditampung dalam bak Tahapan pelaksanaan selanjutnya adalah melakukan pengutipan sampah secara bersama-sama menelusuri sepanjang pantai Lamtengoh dengan luas area sepanjang 80 meter dan lebar 10 meter (Gambar . PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Astuti et al Gambar 3. Kegiatan pengutipan sampah Selama proses pengutipan sampah berlangsung, peserta banyak menemukan berbagai jenis sampah plastik, botol plastik, kain, pipet plastik dan lain sebagainya. Peserta juga mengedukasikan kepada anak-anak nelayan setempat untuk tidak membuang alat tangkap berupa jaring ke daerah laut, karena akan berdampak kepada biota laut yang ada di perairan sekitar. Hal ini dapat dilihat dari gambar 4 berikut ini. Gambar 4. Edukasi sampah bagi anak-anak nelayan Setelah semua sampah terkumpulkan, selanjutnya dilakukan pencatatan samapah (Gambar . dan penimbangan sampah sesuai dengan kategori masing-masing sampahnya (Gambar . Adapun masing-masing kategori sampah yang terkumpulkan adalah seperti yang disajikan pada tabel 1 berikut ini. Tabel 1. Hasil pemilahan dan penimbangan jenis sampah No. Jenis Sampah Botol Plastik Plastik Sachet Plastik Kresek Pipet/sedotan plastik Sampah Campuran Jumlah Satuan Sampah (@) Berat (K. PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR TOTAL Gambar 5. Kegiatan Pencatatan sampah Astuti et al Gambar 6. Kegiatan Penimbangan Berdasarkan tabel 1 diatas, maka jenis sampah botol plastik paling banyak Sebanyak 500 botol plastik dari berbagai merek ditemukan di pantai Lamtengoh, dengan berat 51,1 kg yang paling mendominasi. Selanjutnya sampah plastik kresek dengan berat 6,3 kg dan plastik sachet 5,3 kg. Jenis sampah pipet/sedotan plastik juga masih banyak ditemui di pantai ini. Ada sebanyak 65 sedotan plastik yang berhasil dikutipkan pada saat kegiatan itu. Kategori sampah campuran juga tergolong banyak, dengan berat 6,8 kg. Hal ini menunjukkan bahwa di lokasi pantai Lamtengoh masih banyak masyarakat yang suka membuang sampah plastik sembarangan. Di lokasi pantai tersebut juga belum menyediakan tempat buang sampah yang khusus, sehingga banyak pengunjung dan masyarakat yang masih suka membuang sampah secara sembarangan. Berdasarkan diskusi dengan peserta dan masyarakat setempat tentang pengelolaan sampah plastik yang benar disarankan untuk menyediakan beberapa tong sampah dikawasan pantai Pulot ini, serta ada papan himbauan untuk tidak membuang sampah diarea pantai ini. Sebelum kegiatan selesai, diakhir sesi dilakukan foto bersama dengan tim bersih sampah PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Astuti et al Gambar 7. Foto bersama tim kegiatan bersih sampah SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Kegiatan edukasi mengenai bahaya sampah plastik laut kepada masyarakat sekitar pantai Lamtengoh berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Hasil jenis sampah botol plastik paling banyak ditemukan. Sebanyak 500 botol plastik dari berbagai merek ditemukan di pantai Pulot ini, dengan berat 51,1kg yang paling mendominasi. Selanjutnya sampah plastik kresek dengan berat 6,3 kg dan plastik sachet 5,3 kg. Jenis sampah pipet/sedotan plastik yang ditemukan ada sebanyak 65 pich. Kategori sampah campuran juga tergolong banyak, dengan berat 6,8 kg hampir mendekati berat plastik kresek . ,3 k. Hal ini menunjukkan bahwa di lokasi pantai Lamtengoh masih banyak masyarakat yang suka membuang sampah plastik Saran Setelah kegiatan pengabdian ini diharapkan kepada peserta dan masyarakat sekitar pantai Lamtengoh untuk menjaga lingkungan sekitar pantai dan laut dari sampah-sampah plastik yang bisa merusak biota dan ekosistem laut. Perlu adanya edukasi tentang cara dan teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar agar bisa menjadikan daerah pantai Lamtengoh ini sebagai destinasi daerah ekowisata. Ucapan Terima Kasih Dalam mensukseskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak terlepas dari kerjasama yang baik dengan Komunitas Sahabat Laut. Jaringan Kuala FPIK UTU yang memberikan izin berupa surat tugas pelaksanaan pengabdian Kepada masyarakat khususnya pemuda pencinta alam di Gampong Lamtengoh, dan masyarakat nelayan sekitar pantai Pulot yang sudah menyukseskan kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA