Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN KELUARGA DALAM SURAH AL-LUQMAN Nurhadi STAI AL-Azhar Pekanbaru Email: alhadicentre@yahoo. Abstrak Islam adalah agama yang sempurna, juga agama yang diridai Allah swt. Oleh karenanya. Islam sangat memperhatikan pendidikan, baik pendidikan umum maupun agama. Nilai-nilai pendidikan sekaligus filsafat pendidikan tertuang dalam ayat yang pertama kali turun yaitu surah al-Alaq ayat 1Ai5. Proses pembelajaran dalam pendidikan memerlukan konsep yang sempurna. Hal ini telah dituangkan dalam butir-butir ayat alquran yang cukup luas maknanya. Tentunya berkaitan dengan hal itu, alquran sudah memberikan konsep kurikulum sendiri dalam pendidikan Islam. Di antara 6666 ayat dalam alquran, yang sangat terkesan mengandung nilai kurikulum pendidikan keluarga terdapat dalam surah al-Luqman ayat 12Ai19. Lalu, apakah definisi kurikulum dan bagaimana konsep kurikulum pendidikan keluarga menurut ayat tersebut. Metode penelitian ini menggunakan konsep deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian library research . Metode pengumpulan datanya menggunakan data primer dan sekunder. Sementara itu, teknis analisis datanya memakai metode analisis isi dengan pendekatan tafsir Tarbawi. Definisi kurikulum pendidikan menurut peneliti dalam surah al-Luqman ayat 12Ai19 di atas adalah seperangkat proses pembelajaran dengan tegas, bijaksana dan penuh kasih sayang untuk mengajar, mendidik, dan membimbing beberapa karakter nilai-nilai iman, akidah, tauhid, syukur, menghormati orang tua, bertanggung jawab, toleransi, sabar, tawaduk, amar maAoruf, dan nahi mungkar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan . nsan kamil yang berahklakul karima. direalisasikan dengan selalu istikamah dalam ibadah salat sebagai bentuk keberhasilan dan kesuksesan . pembelajaran sehingga tercapai keridaan Allah . Kurikulum pendidikan menurut Zainal Arifin adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan peserta didik di sekolah untuk memperoleh ijazah. Jika surah alLuqman ayat 12Ai19 dianalisis menggunakan teori Zainal Arifin, dapat disimpulkan bahwa konsep kurikulum pendidikan keluarga dalam surah alLuqman ayat 12Ai19 adalah konsep iman dan amal serta akhlak, yaitu sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh . iajarkan orang tu. atau diselesaikan . anak di rumah maupun di sekolah . ata pelajaran tentang ima. Lalu, hal ini dibuktikan dengan ibadah . ata pelajaran fiqi. sehingga menjadi anak yang saleh berakhlak mulia . ata pelajaran akhla. Ini sangat sesuai dengan tujuan pendidikan Islam secara umum dalam kajian filsafat pendidikan Islam, yaitu manusia yang sempurna . nsan kami. atau akhlakul karimah. Maka kurikulum pendidikan keluarga dalam surah al-Luqman disebut dengan kurikulum Luqmani. Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Islam is a perfect religion, a religion that is accepted by Allah Almighty. Therefore Islam is very concerned about education, whether public education or The values of education as well as educational philosophy are contained in the first verse down which is surah al-Alaq verses 1-5. The process of learning in education requires a perfect concept, it has been poured in the verses of the Qur'an is quite extensive meaning, of course associated with it, al-Qur'an has given the concept of its own curriculum in Islamic education, between 6666 verses in the Qur'an, which seem to imply the value of the family education curriculum contained in sura al-Luqman verses 12-19. Then what is the curriculum definition and how the concept of family education curriculum according to that This research method uses qualitative descriptive concept, with research type of library of Risert . , data collection method is using primary and secondary data and technical data analysis is using contents analysis method with approach of tafsir Tarbawi. Definition The education curriculum according to the researchers in sura al-Luqman verses 12-19 above is a set of learning process with firm, wise and loving to teach, educate and guide some character values of Faith, aqidah, monotheism, gratitude, responsible, tolerant, patient, tawaduk, amar ma'ruf and nahi mungkar in order to achieve the goal of education . nsan kamil berahklakul karima. is realized with always istikomah in worship as a form of success and success . learning so as to achieve keridhoan Allah . eaven ). Education curriculum according to Zainal Arifin is a number of subjects that must be taken or resolved learners in school to obtain a If the Surah al-Luqman verses 12-19 are analyzed using Zainal Arifin's theory, it can be concluded that the concept of family education curriculum in sura al-Luqman verses 12-19 is the concept of Faith and Charity and Morals, which are a number of subjects to be taken . aught people ol. or completed . children at home and school . ubjects about the Fait. and then proved by Worship . ubjects jurisprudenc. to be a pious child and shalehah a noble character . oral subject. This is in accordance with the objectives of Islamic education in general in the study of philosophy of Islamic education, the perfect human . nsan kami. or akhlakul karimah. Thus the family education curriculum in sura al-Luqman is called the Luqmani curriculum. Kata Kunci : konsep kurikulum, pendidikan keluarga, al-Luqman. PENDAHULUAN Islam adalah agama yang sempurna mencakup segala aspek kehidupan Hal ini sesuai dengan kitab alquran agama Islam yang merupakan kitab penyempurna bagi kitab-kitab agama terdahulu. Ini juga diwahyukan kepada nabi dan rasul yang paling sempurna. Surah al-Maidah ayat 3 menyinggung hal ini. AAo CEEaCO aCAAECoAsa EAaEa EAsCOEIEOAACca eOAUAAOeaAe EAaEAECUaE EAsEAOAEEAEa EAaEaoCEEaCO EAaEa EAsEaOEa aEaCUEa Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu (Depag RI, 2015:. Islam sebagai agama yang paling diridai Allah swt. (Al-Imran:19 dan Depag RI:. , juga sebagai bukti Islam agama yang paling sempurna. Hal ini membuktikan bahwa Islam juga mengatur bagaimana konsep pendidikan dan Sederhananya saja, yang menjadi dalil bahwa Islam . membawa nilai-nilai pendidikan, terlihat dalam wahyu pertama turun, yaitu surah al-Alaq ayat 1Ai5 . aCAAE CeEaAuCa ENEUEO EaCsEAAIa AACoaCca EAACsEAuAA ENEUEO aE EAEaAC AACACAeAsa a ENEOEO a CeEaAuCa AAEaCc EOAaECoA EaA EAACsEAuAA ENEaEO EAUAAEEACE Ea aC AACACAeAsa aCAAE ENEsEO EOaEAA EaA Artinya : . Bacalah dengan . nama Tuhanmu yang Menciptakan . Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah . Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah . Yang mengajar . dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (Depag RI, 2015:1. Ayat di atas mengindikasi pentingnya membaca . Dengan kata lain, ini berkaitan erat dengan pendidikan, yaitu proses belajar mengajar antara malaikat dengan Nabi Muhammad saw. Jika diteliti makna satu persatu lima ayat di atas, bahwa proses pembelajaran adalah pengenalan diri dengan penciptanya, yaitu Allah swt (Hamka, 1982: juz 11 dan Shihab, 2009: . Kemudian, sifat lemah manusia . , dibuktikan dengan ayat ke-4 dan ke-5, bahwa Allah yang memberikan ilmu tentang tulis baca dan cara memahami alam semesta lewat pengajaran Allah swt. dari sesuatu yang tidak tahu menjadi tahu, melalui pengilhaman akal pikiran dan kejernihan hati sanubari . lmu ladun. Konsep dalam pembelajaran atau kurikulum yang dicontohkan malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. adalah kurikulum simaAoi bil waAoizhah. Hal ini terbentuk dari cara malaikat Jibril menyekap nabi, lalu membacakan ayat 1Ai5 surah al-Alaq di atas (Katsir, 1992:359Ai. Pendidikan adalah hal yang didambakan oleh banyak orang, baik sebagai anak maupun sebagai orang tua. Pendidikan yang bermutu harus didasari dengan kedisiplinan yang tinggi. Kedisiplinan sulit terwujud tanpa kurikulum yang baik. Kurikulum disipliner . adalah sikap mental dan kesadaran serta keikhlasan dalam mematuhi perintah atau larangan berikut konsekuensinya (Anshari, 2003: . Manusia diciptakan Allah swt. sebagai makhluk yang paling sempurna, karena manusia dianugerahi fitrah, akal, qalb, dan nafs. Dengan semua anugerah itu, manusia memiliki kemampuan untuk mengaktualisasikan potensi dirinya Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. dalam mencapai kesempurnaan sebagai khalifah di bumi. Untuk mencapai kesempurnaan ini, manusia harus melalui suatu proses atau kegiatan ilmiah yang disebut dengan pendidikan. Pendidikan Islam yang berfalsafahkan alquran dan hadis sebagai sumber utamanya, menjadikan keduanya sebagai sumber utama pula dalam penyususunan kurikulum (Nuryanti, 2. Kurikulum dalam Islam tidak hanya menjabarkan serangkaian ilmu pengetahuan yang harus diajarkan oleh pendidik . kepada anak didik, tetapi juga segala kegiatan yang bersifat kependidikan yang dipandang perlu karena mempunyai pengaruh terhadap anak didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Islam. Di antara kegiatan yang bersifat kependidikan yang dipandang perlu adalah menanamkan nilai-nilai kedisiplinan. Dalam kurikulum kedisiplinan akan diupayakan juga pengembangan minat peserta didik menjadi sahabat, tetangga, dan warga negara yang baik (Shochib, 2001: . Disiplin dan tata tertib dalam kehidupan bilamana dirinci secara khusus dan terurai aspek demi aspek, akan menghasilkan etika dalam pergaulan, termasuk juga dalam hubungan dengan lingkungan sekitar (Nawawi, 2003: 228Ai. Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorang atau peserta didik, hakikatnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi nilai-nilai dari kosep kurikulum tertentu (Hadis, 2006: . Disiplin bukan hanya terbatas soal waktu, tetapi juga menyangkut perilaku yang lain, sehingga membentuk karakter murid (Rochim, 2006: . Disiplin sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan (Ulum, 2007: Disiplin dan kegiatan belajar mengajar diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar (Djamarah, 2002: . Konsep kurikulum kedisplinan ini secara sederhana dapat diintai dalam alquran surah al-Luqman ayat 12 s. 19 (Luqman: 12Ai19 dan Depag: 654Ai. Tentunya, kedisiplinan dalam ayat ini adalah sistematika kurikulum yang meliputi tujuan, struktur, program, dan strategi pelaksanaan yang menyangkut sistem penyajian pelajaran, penilaian hasil belajar, bimbingan-penyuluhan, administrasi, dan supervisi pendidikan (Syahrullah, 2016: . Menurut peneliti, pendidikan itu dimulai sejak dini, yaitu dalam kandungan sampai ke jenjang rumah tangga setelah hidup mandiri. Walaupun hal ini ditentang banyak pakar, yang mengatakan bahwa pendidikan dimulai semenjak memilih jodoh. Namun, peneliti tetap konsisten pada pendapat pertama, dengan dalil riwayat Rasul saw. )A (OO OOU sa OaN uOO OOA:AOA Artinya: . untutlah ilmu dari ayunan/buaian hingga liang laha. (Baz, t. th: . Riwayat ini juga yang menjadi dasar Aulong life educationAy atau pendidikan seumur hidup. Istilah buayan dan liang lahat adalah keterkaitanya dengan keluarga, maka pendidikan yang utama dan pertama ada dalam keluarga (Ahmad: Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Adapun institusi pendidikan adalah bahagian dari ketidakmampuan keluarga dalam mendidik sehingga diserahkan ke pihak ketiga, yaitu sekolah. Dari latar belakang di atas, maka perlu dirumuskan masalahnya yaitu bagaimana definisi kurikulum dan bagaimana kurikulum pendidikan keluarga menurut surah al-Luqman? Kurikulum Pendidikan Secara etimologis, istilah kurikulum . berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya ApelariA dan curene yang berarti Atempat berpacuA. Istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga, terutama dalam bidang atletik pada zaman Romawi Kuno di Yunani. Dalam bahasa Prancis, istilah kurikulum berasal dari kata courier yang berarti Aberlari . o ru. Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai dengan garis finish untuk memperoleh medali atau penghargaan dengan cara mendidik dan membimbing peserta didiknya ke arah tujuan pendidikan yang diinginkan melalui akumulasi sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental (Al-Rasyidin, 2005: 55Ai. Jarak yang harus di tempuh tersebut kemudian diubah menjadi program sekolah dan semua orang yang terlibat di dalamnya. Program tersebut berisi mata pelajaran . yang harus ditempuh oleh peserta didik selama kurun waktu tertentu, seperti SD/MI . nam tahu. SMP/MTs . iga tahu. SMA/MA . iga tahu. , dan seterusnya. Secara terminologis istilah kurikulum . alam pendidika. adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan peserta didik di sekolah untuk memperoleh ijazah (Arifin, 2011: 2Ai. Tujuan pendidikan yang ingin dicapai itulah yang menentukan kurikulum dan isi pendidikan yang diberikan. Selain itu, tujuan pendidikan dapat mempengaruhi stategi pemilihan teknik penyajian pendidikan yang dipergunakan untuk memberikan pengalaman belajar pada anak didik dalam mencapai tujuan pendidikan yang sudah dirumuskan. Dengan kurikulum dan isi pendidikan inilah kegiatan pendidikan itu dapat dilaksanakan secara benar seperti apa yang telah dirumuskan (Abdullah, 2002: 124Ai. Kurikulum dalam pendidikan Islam dikenal dengan manhaj yang bermakna jalan yang terang, atau jalan terang yang dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupannya (Al-Syaibany, 2009: . Kurikulum pendidikan Islam dari segi bahasa bermakna jalan yang terang yang dilalui seseorang, baik orang itu guru atau juru latih, atau ayah atau yang lainnya, meliputi semua unsur proses pendidikan dan semua unsur rencana pendidikan yang diikuti oleh guru, pendidik, atau institusi pendidikan dalam mengajar dan mendidik muridmuridnya, meliputi tujuan-tujuan pendidikan, perkara-perkara kajian, kemestiankemestian pelajaran, dan semua kegiatan dan alat yang menguatkannya, metode Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. yang digunakan dalam mengajarkan pelajaran, dan melatih murid-murid dan membimbingnya, menjaga peraturan di antara mereka dan dalam pergaulan mereka pada umumnya, dan proses-proses dan alat-alat penilaian (Al-Syaibany, 2009: 488Ai. Jika diaplikasikan dalam kurikulum pendidikan Islam, kurikulum berfungsi sebagai pedoman yang digunakan oleh pendidik untuk membimbing peserta didiknya ke arah tujuan tertinggi pendidikan Islam, melalui akumulasi sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dalam hal ini, proses pendidikan Islam bukanlah suatu proses yang dapat dilakukan secara serampangan, tetapi hendaknya mengacu kepada konseptualisasi manusia paripurna . nsan kami. yang strateginya telah tersusun secara sistematis dalam kurikulum pendidikan Islam (Nuryanti, 2. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa dalam kurikulum tidak hanya dijabarkan serangkain ilmu pengetahuan yang harus diajarkan oleh pendidik . kepada anak didik dan anak didik mempelajarinya, tetapi segala kegiatan yang bersifat kependidikan yang dipandang perlu, karena mempunyai pengaruh terhadap anak didik, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan baik yang bersifat islami maupun bersifat umum (Abdullah: . Pendidikan Keluarga Kata pendidikan menurut etimologi berasal dari kata dasar AudidikAy. Dengan memberi awalan Aupe-Ay dan akhiran Au-kanAy, mengandung arti AperbuatanA, yakni hal, cara, dan sebagainya (Purwandarminta, 2005: . Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedagogie, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan education yang berarti pengembangan atau bimbingan (Ramayulis, 2008: . Makna pendidikan dapat dilihat dalam pengertian secara khusus dan pengertian secara luas. Dalam arti khusus, pendidikan adalah bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai Selanjutnya, para pakar ilmu pengetahuan mengemukakan beberapa definisi pendidikan sebagai berikut. Menurut Hoogeveld, yang dikutip oleh Abu Ahmadi dan Nur Ubhiyati, mendidik adalah membantu anak supaya anak itu kelak cakap menyelesaikan tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri. Menurut S. Brojonegoro, yang dikutip oleh Abu Ahmadi dan Nur Ubhiyati, mendidik berarti memberi tuntutan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangan, sampai tercapainya kedewasaan dalam arti rohani dan jasmani (Ahmadi, 2001: . Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Jadi, pendidikan dalam arti khusus hanya dibatasi sebagai usaha orang dewasa dalam membimbing anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Setelah anak menjadi dewasa dengan segala cirinya, maka pendidikan dianggap Pendidikan dalam arti khusus ini menggambarkan upaya pendidikan yang terpusat dalam lingkungan keluarga. Hal tersebut lebih jelas dikemukakan oleh Drijarkara, bahwa . Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah-ibuanak, di mana terjadi permanusiaan anak. Dia berproses untuk memanusiakan sendiri sebagai manusia purnawan. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal, ayah-ibuanak, di mana terjadi pembudayaan anak. Dia berproses untuk akhirnya bisa membudaya sendiri sebagai manusia purnawan. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal,ayah-ibuanak, di mana terjadi pelaksanaan nilai-nilai, dengan mana dia berproses untuk akhirnya bisa melaksanakan sendiri sebagai manusia purnawan. Menurut Djarkara, pendidikan secara prinsip adalah berlangsung dalam lingkungan keluarga. Pendidikan merupakan tanggung jawab orang tua, yaitu ayah dan ibu yang merupakan figur sentral dalam pendidikan. Ayah dan ibu bertanggung jawab untuk membantu memanusiakan, membudayakan, dan menanamkan nilai-nilai terhadap anak-anaknya. Bimbingan dan bantuan ayah dan ibu tersebut akan berakhir apabila sang anak menjadi dewasa, menjadi manusia sempurna atau manusia purnawan (Djarkara, 2004: 64Ai. Adapun istilah pendidikan dalam konteks Islam telah banyak dikenal dengan menggunakan term yang beragam, seperti at-Tarbiyah, at-TaAolimdan atTaAodib. Setiap term tersebut mempunyai makna dan pemahaman yang berbeda, walaupun dalam hal-hal tertentu, kata-kata tersebut mempunyai kesamaan pengertian (Mujib, 2003: . Pemakaian ketiga istilah tersebut, apalagi pengakajiannya dirujuk berdasarkan sumber pokok ajaran Islam . lquran dan Selain akan memberikan pemahaman yang luas tentang pengertian pendidikan Islam secara substansial, pengkajian melalui alquran dan sunnah pun akan memberi makna filosofis tentang bagaimana sebenarnya hakikat dari pendidikan Islam tersebut. Dari pengertian-pengertian pendidikan di atas ada beberapa prinsip dasar tentang pendidikan yang akan dilaksanakan. Pertama, bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup. Usaha pendidikan sudah dimulai sejak manusia lahir dari kandungan ibunya, sampai tutup usia, sepanjang ia mampu untuk menerima pengaruh dan dapat mengembangkan Suatu konsekuensi dari konsep pendidikan sepanjang hayat adalah bahwa Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. pendidikan tidak identik dengan persekolahan. Pendidikan akan berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kedua, bahwa tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama semua manusia: tanggung jawab orang tua, tanggung jawab masyarakat, dan tanggung jawab pemerintah. Pemerintah tidak memonopoli segalanya. Bersama keluarga dan masyarakat, pemerintah berusaha semaksimal mungkin agar pendidikan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ketiga, bagi manusia pendidikan merupakan suatu keharusan, karena dengan pendidikan manusia akan memiliki kemampuan dan kepribadian yang berkembang, yang disebut manusia seluruhnya (Sadullah, 2003: . Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan (Purwanto, 2001: . Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa AukeluargaAy adalah ibu bapak dengan anak-anaknya, satuan kekerabatan yang sangat mendasar di masyarakat (Depdiknas, 2006: . Keluarga merupakan sebuah institusi terkecil di dalam masyarakat yang berfungsi sebagai wahana untuk mewujudkan kehidupan yang tenteram, aman, damai, dan sejahtera dalam suasana cinta dan kasih sayang di antara anggotanya. Keluarga menurut Muhaimin adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial yang memilki tempat tinggal dan ditandai oleh kerja sama ekonomi, berkembang, mendidik, melindungi, merawat, dan sebagainya. Sementara, pengertian keluarga menurut Hasan Langulung adalah unit pertama dan istitusi pertama dalam masyarakat di mana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya, sebagaian besar bersifat hubungan langsung (Langgulung, 2005: . Dalam alquran juga dijumpai beberapa kata yang mengarah pada AukeluargaAy. Ahlulbait disebut keluarga rumah tangga Rasulullah saw. l-Ahzab: Wilayah kecil adalah ahlulbait dan wilayah meluas bisa dilihat dalam alur pembagian harta waris. Keluarga perlu dijaga (At-tahrim: . Keluarga adalah potensi menciptakan cinta dan kasih sayang. Menurut Abu Zahra bahwa institusi keluarga mencakup suami, istri, anak-anak dan keturunan mereka, kakek, nenek, saudara-saudara kandung dan anak-anak mereka, dan mencakup pula saudara kakek, nenek, paman dan bibi serta anak mereka . Adapun pengertian keluarga dalam Islam adalah kesatuan masyarakat terkecil yang dibatasi oleh nasab . yang hidup dalam suatu wilayah yang membentuk suatu struktur masyarakat sesuai syariat Islam, atau dengan pengertian lain yaitu suatu tatanan dan struktur keluarga yang hidup dalam sebuah sistem berdasarkan agama Islam (Aiz, 2005: . Dari beberapa istilah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian keluarga adalah sebuah institusi pendidikan yang utama dan bersifat kodrati. Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Sebagai komunitas masyarakat terkecil, keluarga memiliki arti penting dan strategis dalam pembangunan komunitas masyarakat yang lebih luas. Oleh karena itu, kehidupan keluarga yang harmonis perlu dibangun di atas dasar sistem interaksi yang kondusif sehingga pendidikan dapat berlangsung dengan baik (Djamarah, 2004: . Abdurrahman Al-Nahlawi menyimpulkan tujuan pembentukan keluarga dalam Islam setidaknya ada lima, yaitu sebagai berikut. Mendirikan syariat Allah dalam segala permasalahan rumah tangga. Mewujudkan ketenteraman dan ketenangan psikologis. Mewujudkan sunah Rasulullah saw. Memenuhi kebutuhan cinta kasih anak-anak. Menjaga fitrah anak agar tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan, karena fitrah anak yang dibawanya sejak lahir perkembangannya ditentukan oleh orang tuanya (Aziz: . Dari definisi pendidikan dan definisi keluarga di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan keluarga adalah pendidikan yang berlangsung dalam keluarga yang dilaksanakan oleh orang tua sebagai tugas dan tanggung jawabnya dalam mendidik anak dalam keluarga (Djamarah: . , atau proses transformasi perilaku dan sikap di dalam kelompok atau unit sosial terkecil dalam masyarakat. Sebab, keluarga merupakan lingkungan budaya yang pertama dan utama dalam menanamkan norma dan mengembangkan berbagai kebiasaan dan perilaku yang penting bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Menurut Jailani . 4: . dalam artikelnya mengutip pendapat Mansur, pendidikan keluarga adalah proses pemberian nilai-nilai positif bagi tumbuh kembangnya anak sebagai fondasi pendidikan selanjutnya (Mansur, 2010: . Selain itu. Abdullah juga mendefinisikan pendidikan keluarga adalah segala usaha yang dilakukan oleh orang tua berupa pembiasaan dan improvisasi untuk membantu perkembangan pribadi anak (Abdullah, 2013: . Pendapat lain yang dikemukakan oleh an-Nahlawi bahwa Hasan Langgulung memberi batasan terhadap pengertian pendidikan keluarga sebagai usaha yang dilakukan oleh ayah dan ibu sebagai orang yang diberi tanggung jawab untuk memberikan nilai-nilai, akhlak, keteladanan dan kefitrahan (Langgulung, 2011: . METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengn kata-kata dan tindakan (Sukmadinata, 2007: 60Ai61 dan Meleong, 2011: 29 dan Nazar, 2003: . , sedangkan jenis penelitian library Research . Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. (Muhajir, 2006: 169 dan Bugin, 2008: 121 dan Sugiono, 2005: 329 dan Zeid, 2004: . Data dan Sumber Data Data dan sumber data dalam penelitian ini terdiri atas dua data, yaitu data primer berupa buku-buku kurikulum PAI, filasafat PAI, dan tafsir Tarbawi dan data sekunder adalah buku-buku pendukung lainya. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kaulitatif dari kitab-kitab tafsir Tarbawi (Margono, 2003: 158Ai. dan teknik analisis datanya memakai metode contents analysis dan filsafat ilmu (Muhajir, 2009: 76Ai. dan logika . eduktif & indukti. (Affan, 2002: . Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini menggunakan konsep yang diberikan Miles dan Huberman yang mengemukakan bahwa motivasi dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif (Sukmadinata: . dan berlangsung secara terusmenerus pada setiap tahapan penelitian sehingga sampai tuntas dan datanya sampai jenuh. Aktivitas dalam analisis data meliputi data reduction (Huberman, 2002: . , data display (Huberman: . , dan conclusion (Huberman: . Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan pisau analisis tafsir al-Maydhy . afsir PEMBAHASAN Definisi Kurikulum Pendidikan Menurut Surah Al-Luqman Menurut peneliti, surah al-Luqman yang berkaitan dengan kurikulum pendidikan adalah ayat 12 s. d 19 sebagai berikut. e aAI ea Aa aucNa OA e aAI ea a NaEaEa aO as ea OA e AaOOaCa e a a eO ae Oa eCa eO a eIaa a aa A )( AcaEEa aea cU a aaOA a AI aa aO ae eAA A aN aO as ea aIAa a Aa auaN NA a A ecEa aOA a AaOua e Ca aN Oa eCa aE eea aN aON aaO Oa aA a a aO aO a eO aNA a AaEaEa uaaN OA A) aO aO NA( UA eOU aaOA a ce AeEA ANa aOaea N cU aaE a ae a NA a e AA eO aeA e AOaO aO eN sa aOaOaNa Aa cU a asO aea a aa A A) aOua ea a aNaEa aOOA( AOA a aOaeNa a casNa aO eNeUA a AI ea aO cU aO aO aO aO a eOEa uaOa N cU eOa a ANA aAEA Uc A uaO N cU NU uaO NA a Ae O a aN aOU AaE aa e aNa aOAA a Aa e aNa Aa cU O cac aO as e aOA aOa eA a caO aO asa A a Aa ea a aeEa a cU as OaOA Uc aA) Oaaea N cU uacNNa ua ea aEa as aC aN aN s as ea a e a sN AaI eaa Aa cU A ea a s eO AA( as e aa aI eU aca ac a aI eU aa aIe a eU a eaOaOA a AOA aO ecNa A a e A aOA a Aa aOA a A) aOaea N cU a aC aU OANaEa aOe as e a eOa e aA( AcaEEa Oa aOA a aOA AO NA AcaEEa auaN NA A aNa NA a A a eO aA cU eEa eA a a eA e A eO aaeI aa aOA a a A) aO aaE A( AOA a A aO aaE a ea a Aa cU eE eA a AA ac e aNEa aOOeNA a sa AOaO as aEa auaN aOEa as ea ea aU eEA e sa Uc A) aO eC aA e a( AOA a Aa as ea A eaO aEa auaN a ecI aa eEaA aeOA e A aOEa aO eaA ac AcaEEa aaE Oa aA Aas a U auaN NA s A aI NO as ea sN Aa aA )( AOaA eaOa eO aOA Artinya: 12. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur . epada Alla. , maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". Dan . ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Alla. sesungguhnya mempersekutukan (Alla. adalah benar-benar kelaliman yang besar". Dan Kami perintahkan kepada manusia . erbuat bai. kepada dua orang ibu-bapaknya. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Lukman berkat. : "Hai anakku, sesungguhnya jika ada . esuatu perbuata. seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya . Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah . mengerjakan yang baik dan cegahlah . dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan . leh Alla. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia . arena sombon. dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai (Depag RI, 2015: 654Ai. Definisi kurikulum pendidikan menurut peneliti dalam surah al-Luqman ayat 12Ai19 di atas adalah seperangkat proses pembelajaran dengan tegas, bijaksana, dan penuh kasih sayang untuk mengajar, mendidik, dan membimbing beberapa karakter nilai-nilai iman, akidah, tauhid, syukur, menghormati orang tua, bertanggung jawab, toleransi, sabar, tawaduk, amar maAoruf, dan nahi mungkar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan . nsan kamil yang berakhlakul karima. direalisasikan dengan selalu istikamah dalam ibadah salat sebagai bentuk keberhasilan dan kesuksesan . pembelajaran sehingga tercapai keridaan Allah . (Ningrum, 2. Kurikulum Pendidikan Keluarga Menurut Surah Al-Luqman Kurikulum pendidikan menurut Zainal Arifin adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan peserta didik di sekolah untuk memperoleh ijazah (Arifin, 2011: 2Ai. Jika Surah al-Luqman ayat 12Ai19 dianalisis menggunakan teori terminologis Zainal Arifin dapat dikelompokkan menjadi sebuah konsep kurikulum luqmani, seperti yang terlihat pada tabel Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Mata Pelajaran Waktu Iman 4 Bulan Aqidah Tauhid 1,5 Tahun 2 Tahun Syukur 4 Tahun 5 Sholat Umur 7- 10 Th 6 Berbakti Kepada Orang Tua Sampai Mati 7 Bertanggung Jawab Sampai Mati 8 Toleransi Sampai Mati 9 Sabar Sampai Mati 10 Tawaduk Sampai Mati 11 Amar MaAruf Sampai Mati 12 Nahi Mungkar Sampai Mati 13 Tat Ibadah Sampai Mati *S/K = Maksudnya Sekolah dan Keluarga Anak Keluarga Ijazah Baru Lahir Bayi Balita Didengar S/K* AnakAnak Mumayyiz Dewasa Dewasa Dewasa Dewasa Dewasa Dewasa Dewasa Dewasa S/K Dihapal Dimenge Dipaham S/K S/K S/K S/K S/K S/K S/K S/K S/K Diamal Soleh/ah Jujur Lapang Rela Tunduk Dakwah Dakwah Surga Penjelasan tabel di atas adalah sebagai berikut. Mata pelajaran iman diajarkan ketika masih dalam kandungan dan ketika baru lahir dengan diazankan, sampai berumur 4 bulan selalu diperdengarkan kalimat-kalimat syahadatain dan kalimat thayyibah, dilakukan dalam pendidikan keluarga. Mata pelajaran akidah diajarkan ketika berumur 5 bulan sampai 2 tahun yang baru pandai bicara dengan cara dihafalkan. Mata pelajaran tauhid diajarkan ketika berumur 2 tahun sampai 4 tahun yang sedang banyak bertanya dengan cara diberi pengertian kalimatkalimat tauhid, juga dihafalkan di kelurga dan sekolah. Mata pelajaran syukur diajarkan ketika berumur 5 sampai 6 tahun yang sedang lincah dan agresif dengan cara dipahamkan gerakan tauhid . elajar sala. di keluarga dan sekolah. Mata pelajaran salat diajarkan ketika berumur 6 sampai 7 tahun yang baru pandai belajar meniru dengan cara disuruh salat dan mengikuti gerakan sehingga saat umur 10 tahun sudah pandai membedakan mana yang baik dan buruk di keluarga dan sekolah. Mata pelajaran berbakti kepada orang tua diajarkan ketika berumur di atas 10 tahun sampai dewasa, diajarkan di keluarga dan sekolah sehingga menjadi anak saleh. Mata pelajaran bertanggung jawab diajarkan ketika sudah dewasa di keluarga dan sekolah agar menjadi orang jujur. Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Mata pelajaran toleransi diajarkan ketika sudah dewasa di keluarga dan sekolah agar menjadi orang yang lapang dada. Mata pelajaran sabar diajarkan ketika sudah dewasa di keluarga dan sekolah agar menjadi orang rida dengan takdir Allah. Mata pelajaran tawaduk diajarkan ketika sudah dewasa di keluarga dan sekolah agar menjadi orang tunduk dan rendah hati. Mata pelajaran amar maAruf nahi mungkar diajarkan ketika sudah dewasa di keluarga dan sekolah agar menjadi orang yang selalu berdakwah mengajarkan kebaikan dan melarang dari berbuat keburukan. Mata pelajaran taat ibadah diajarkan ketika sudah dewasa di keluarga dan sekolah agar menjadi orang penghuni surga. Maka, dapat disimpulkan bahwa konsep kurikulum pendidikan keluarga dalam surah al-Luqman ayat 12Ai19 adalah konsep iman dan amal serta akhlak. Ini dapat dibuktikan dalam kandungan ayat-ayat tersebut. Dalam kandungan ayat, dapat dilihat dalam tabel berikut. Iman Amal Akhlak Nilai-Nilai Bersyukurlah kepada Dirikanlah Dan . Kognitif Allah. Dan barang siapa salat dan ketika Lukman Psikomotor yang bersyukur . epada suruhlah berkata kepada Apektif Alla. , maka . anaknya, di sesungguhnya ia waktu ia bersyukur untuk dirinya yang baik dan memberi dan barang siapa yang tidak . dari bersyukur, maka sesungguhnya Allah yang mungkar Maha Kaya lagi Maha Terpuji. "Hai anakku, janganlah Sesungguhnya Dan Kami Kognitif yang demikian perintahkan Psikomotor itu termasuk kepada manusia Apektif (Alla. sesungguhnya hal-hal yang . erbuat bai. kepada dua (Alla. adalah benar. leh Alla. orang ibubenar kelaliman yang 2 besar". ibunya telah dalam keadaan lemah yang bertambahtambah, dan dalam dua Nurhadi Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Dan jika keduanya memaksamu untuk dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti kepada-Kulah Kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu "Hai anakku, sesungguhnya jika ada . esuatu perbuata. seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya Nurhadi Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kepada-Ku Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa Dan janganlah mukamu dari manusia . arena sombon. dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak orang-orang yang sombong Dan kamu dalam berjalan dan Sesungguhnya seburuk-buruk Kognitif Apektif Kognitif Apektif Kognitif Apektif Kognitif Apektif Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. suara ialah suara keledai. KESIMPULAN Definisi kurikulum menurut peneliti dalam surah al-Luqman ayat 12Ai-19 adalah seperangkat proses pembelajaran dengan tegas, bijaksana, dan penuh kasih sayang untuk mengajar, mendidik dan membimbing beberapa karakter nilai-nilai iman, akidah, tauhid, syukur, menghormati orang tua, bertanggung jawab, toleransi, sabar, tawaduk, amar maAoruf, dan nahi mungkar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan . nsan kamil yang ber-ahklakul karima. direalisasikan dengan selalu istikamah dalam ibadah salat sebagai bentuk keberhasilan dan kesuksesan . pembelajaran sehingga tercapai keridaan Allah . Kurikulum pendidikan menurut Zainal Arifin adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan peserta didik di sekolah untuk memperoleh ijazah. Jika surah al-Luqman ayat 12Ai19 dianalisis menggunakan teori Zainal Arifin, dapat disimpulkan bahwa konsep kurikulum pendidikan keluarga dalam surah alLuqman ayat 12Ai19 adalah konsep iman dan amal serta akhlak, yaitu sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh . iajarkan orang tu. atau diselesaikan . anak di rumah maupun di sekolah . ata pelajaran tentang iman dan akida. lalu dibuktikan dengan ibadah . ata pelajaran fiqih ibadah/hablum minalla. sehingga menjadi anak yang saleh dan shalehah yang berakhlak mulia . ata pelajaran akhlak/hablum minanna. Ini sangat sesuai dengan tujuan pendidikan Islam secara umum dalam kajian filsafat pendidikan Islam, yaitu manusia yang sempurna . nsan kami. DAFTAR PUSTAKA