PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI KELAS i SDIT QURRATA AINI BAITUSSALAM *Alia Ning Tyas Apriliani. Andestend. Tika Kartika Universitas Ibn Khaldun Bogor *Email: tyasalianing280@gmail. Andestend@uika-bogor. id, tika. kartika@uika-bogor. Abstract: This study aims to determine the effect of achievement motivation on the poetry writing skills of third-grade students at SDIT Qurrata Aini Baitussalam. This study uses a quantitative approach with a quasiexperimental method and a nonequivalent control group design. The research sample consisted of 62 students divided into two groups, namely the experimental class that used visual learning media and the control class that did not use it. Data were collected through questionnaires and poetry writing skill tests . retest and posttes. The results of the data analysis showed that there was a significant difference between the control class and the experimental class with a significance value of 0. 000 < 0. The average posttest score of students in the experimental class was 101. 6, higher than that of the control class, which This indicates that achievement motivation has a positive effect on students' poetry writing skills. This finding confirms that by increasing achievement motivation, students' ability to write poetry can develop significantly. Therefore, it is important for teachers to design learning that can trigger students' achievement motivation through appropriate approaches and media. ARTICLE HISTORY Received: July 2025 Revised : July 2025 Accepted : July 2025 KEYWORDS Achievement Motivation. Writing Skills. Indonesian Language learning. KEYWORDS Motivasi Berprestasi. Keterampilan Menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia Abstrak: Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh motivasi berprestasi terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas i diSDIT Qurrata Aini Baitussalam. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif melalui metode quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group Sampel penelitian terdiri dari 62 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran visual dan kelas kontrol yang tidak menggunakannya. Data dikumpulkan melalui angket dan tes keterampilan menulis puisi ( pretest dan posttest ). Hasil analisis data memperlihatkan bahwasanya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Rat-rata nilai posttest siswa pada kelas eksperimen sebesar 101,6, melampaui kelas kontrol sebesar 77,7. Hal ini menandakan bahwasanya motivasi berprestasi berpegaruh positif terhadap keterampilan menulis puisi siswa. Temuan ini menegaskan bahwa dengan meningkatkan motivasi berprestasi, kemampuan siswa dalam menulis puisi dapat berkembang secara signifikan. Maka, penting bagi guru untuk merancang pembelajaran yang dapat memicu motivai berprestasi siswa melalui pendekatan dan media yang tepat. PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan, terutama dalam proses pembelajaran, berhasil ataupun tidaknya belajar ditentukan oleh faktor intelektual, namun berbagai faktor non-intelektual AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . yang berperan penting dalam menentukan hasil belajar(Fadil et al. , 2025. Fadil. Ikhtiono, et , 2. Salah satu faktor tersebut yaitu kemampuan siswa dalam memotivasi dirinya Kata motivasi berasal dari Bahasa latin, movere yang berarti daya penggerak atau dorongan (Dharmvir M. Gurjar, 2022. Harahap et al. , 2. Motivasi adalah rasa ingin melaksanakan sesuatu. Jika tidak ada motivasi maka tidak ada kegiatan, ini dikarenakan orang akan menjadi pasif tanpa ada yang memotivasi (Avdeeva & EmelAoyanov, 2023. Vykhliaiev, 2. Dengan demikian, dalam setiap upaya,keberadaan motivasi menjadi unsur yang esensial. Untuk dapat berkembang,setiap individu membutuhkan dorongan motivasi (Mayasari, 2. Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ). Kecerdasan emosional mencakup kemampuan memotivasi diri, mengatasi frustasi, mengendalikan dorongan hati, mengatur suasana hati, berempati. Serta bekerja sama dengan orang lain, (Suharni, 2. Motivasi berprestasi merupakan dorongan untuk bersaing dalam mencapai Serta berusaha meraih kesuksean sesuai dengan standar yang mencerminkan motivasi berprestasi meliputi daya saing, ketakutan terhadap kegagalan, optimisme dalam meraih kesuksesan, serta kerja keras (Kristanti & Jannah, 2. Motivasi berprestasi adalah sebuah dorongan, keinginan, atau alasan unutk medukung seseorang melaksanakan sesuatu, mencapai tujuan, atau menjalani aktivitas tertentu, (Al Hakim et al. , 2. (Suharni, 2. , mengatakan bahwa motivasi adalah sebagai kekuatan dalam diri makhluk hidup yang mendorongnya untuk bertindak atau melakukan suatu tindakan. Motivasi berfungsi sebagai penggerak dari dalam individu yang bertujuan untuk mencapai suatu aktivitas dan tujuan tertentu. (Locke, 2023. Stipek, 2. Mendefisinikan motivasi sebagai kata perantara yang berperan dalam membangkitkan, mengarahkan, mempertahankan, dan menyalurkan perilaku menuju suatu tujuan. Motivasi merupakan dorongan untuk menghadapi tantangan atau menyelesaikan tugas yang sulit dengan sebaik dan secepat Faktor penting dalam mencapai prestasi yaitu motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi yaitu dorongan untuk meraih kesuksesan dan aktif terlibat dalam suatu Motivasi ini membedakan siswa berdasarkan orientasi tujuan mereka (Monty. Werdhiastutie et al. , 2. Siswa yang berorientasi pada tujuan belajar . earning goals atau mastery goals ) biasanya fokus untuk menguasai keterampilan yang diajarkan cenderung memilih mata pelajaran yang sulit dan mencari tantangan (Guo et al. , 2023. Ramos et al. , 2021. Romero et al. , 2. Sebaliknya, siswa yang berorientasi pada tujuan kinerja (Performance goal. lebih berusaha mendapatkan penilaian yang positif atas hasil kerja mereka, menghindari penilaian negative, memilih mata pelajaran yang lebih mudah, serta menghindari situasi yang menantang, (Akmalia, 2. Di tengah perkembangan pendidikan abad ke-21, keterampilan berbahasa, khususnya keterampilan menulis, menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa sejak dini (Furneaux. Titova, 2. Keterampilan menulis bukan hanya sekadar menuangkan kata-kata ke dalam bentuk tulisan, tetapi merupakan sarana penting untuk mengekspresikan gagasan, emosi, dan pengetahuan secara sistematis dan bermakna. (Wardiani et al. , 2021. AEA, AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . (Cherif & Siham BOUZAR, 2021. Dragomir & Niculescu, 2. , mengatakan pembelajaran keterampilan menulis penting untuk berbagi tujuan, mulai komunikasi sehari-hari, akademik, hingga professional. Kemampuan menulis termasuk pada aspek keterampilan berbahasa yang perlu dikuasi oleh peserta didik. Aktivitas menulis berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan ide,gagasan,maupun informasi dalam bentuk Menulis bukan sekedar menuangkan ide maupun perasaan saja namun juga mengungkapkan ide, pengetahuan, ilmu, dan pengalaman hidup seseorang dalam bahasa Menulis dapat didefinisikan sebagai kegiatan mengungkapkan Ide atau gagasan melalui bahasa tulis sebagai media komunikasi. Muktadir & Ariffiando, . Menyatakan bahwa menulis adalah cara mengungkapkan gagasan. pendapat, atau perasaan secara Menulis dapat dipandang sebagai sebuah proses maupun hasil. Kegiatan ini dilaksanakan seseorang untuk memperoleh suatu tulisan. Menulis sebagai proses kreatif Mengungkapkan bahwasanya menulis merupakan aktivitas aktif dan produktif dalam menghasilkan bahasa. Dari berbagai pendapat tersebut, didapati simpulan bahwasanya menulis adalah proses menuangkan ide atau gagasan secara sistematis menggunakan simbol huruf dan angka denhan keterampilan yang kompleks yang mana mampu dipahami oleh orang lain. Kemampuan menulis harus mendapatkan perhatian dan penekanan dari guru khusus dari guru bahasa Indonesia karena keterampilan ini adalah bagian terpenting dalam pembelajaran bahasa Indonesia (I Nyoman Suwandi, 2. Siswa setelah mengikuti proses pembelajaran melalui beebagai bentuk tulisan, baik fiksi maupun nonfiksi yang menyatakan bahwa menulis berarti menuangkan gagasan ke dalam tulisan melalui rangkaian kalimat yang utuh, lengkap, dan jelas, sehingga dapat disampaikan dengan efektif kepada pembaca (Hicks, 2. (Utami et al. , 2. Keterampilan menulis penting untuk dikuasai siswa karena berkaitan dengan kesempurnaan dalam menyampaikan gagasan, baik secara lisan maupun tertulis. Keterampilan menulis adalah kemampuan menyampaikan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada orang lain melalui tulisan. Dalam proses ini, diperlukan ketepatan dalam pengguna bahasa, pemilihan . , serta aspek gramatikal lainnya. Menulis bukan sekedar aktivitas motorik, tetapi juga bisa melibatkan proses mental. Maka, diperlukan metode pengajaran yang efektif untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan menulis yang baik, (Suprayogi et al. , 2. Kemampuan menulis adalah keterampilan berbahasa yang bersifat Produktif yaitu kemampuan yang menghasilkan suatu tulisan. Kemampuan menulis tidak di peroleh secara otomatis, melainkan melalui proses pembelajaran, dalam kaitannya dengan memperoleh kemampuan menulis, seseorang yang telah mempelajari keterampilan ini belum tentu menjadi penulis yang andal tanpa banyak berlatih. Oleh karena itu menulis adalah keterampilan aktif dan produktif yang diperoleh melalui proses pembelajaran (Khalid, ( Saepuloh et al. , 2. mengakatakan bahwa dalam Menulis, seorang penulis harus memiliki keterampilan dalam menggunakan grafologi, struktur bahasa, dan kosakata. AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . Untuk mencapai tujuan penulisan dan mendapatkan respons yang diharapkan dari pembaca, penulis perlu menyusun tulisannya dengan baik. Menulis adalah kemampuan seseorang untuk mengekpresikan perasaan dan menyampaikan pesan secara tertulis tanpa harus bertatap muka. Sebagai salah satu dari empat keterampilan berbahasa, menulis menjadi komptensi penting yang harus dikuasai oleh siswa. Dengan rutin berlatih, kemampuan menulis dapat terus diasah, sehingga seseorang menjadi lebih terampl dalm menuangkan dan menyampaikan ide-ide yang ada dalam pikiranya. Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti terdapat beberapa siswa yang kurang termotivasi dalam menulis puisi. Tampak bahwa Sebagian siswa menunjukkan tingkat motivasi belajar yang rendah. Hal tersebut terlihat dari berbagai petunjuk, seperti minimnya partisiapasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, kurangnya inisiatif dalam mengerjakan tugas, hingga munculnya perilaku pasif atau bahkan menghindar dari kegiatan belajar. Kejadian ini tentunya menjadi perhatian penting bagi pihak sekolah, guru, dan orang tua karena motivasi belajar merupakn fondasi utama bagi keberhasilan pendidikan jangka panjang. Adapun beberapa faktor penyebab motivasi belajar siswa yang rendah: 1. ) Metode pembelajaran yang kurang variative, 2. ) minimnya keterkaitan materi dengan kehidupan nyata, 3. ) kurangnya pemberian apresiasi dan umpan balik positif, 4. ) kondisi emosional dan lingkungan sosial yang tidak mendukung, 5. ketergantungan arahan guru, 6. ) kurangnya penanaman tujuan dan makna belajar. Tujuan penelitian ini sebagai pemberian pemahaman secara komprehensif mengenai beberapa aspek penting dalam proses pembelajaran menulis puisi di kalangan Pertama, penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi tingkat motivasi yang di miliki oleh siswa dalam mengikuti kegiatan menulis puisi, baik dari segi minta, antusiasme, maupun dorongan internal yang mendorong mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Kedua, penelitian ini di maksudkan untuk menganalisis secara komperatif berbagai bentuk kesulitan atau hambatan yang dihadapi oleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran menulis puisi, baik yang bersifat teknis, linguistic, maupun Ketiga, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana motivasi berprestasi yang dimikili siswa memberikan pengaruh terhadap kemampuan dan keterampilan mereka dalam menulis puisi, yang mana nantinya dapat diketahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi tersebut dengan hasi belajar dalam aspek keterampilan menulis puisi METODE PENELITIAN Pelaksanaan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimen design jenis penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh motivasi berprestasi terhadap keterampilan menulis puisi siswa pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDIT Qurrata Aini Baitussalam (Mohajan, 2. Desain penelitian ini yang digunakan adalah desain Nonequevalent Control Group Desain. Penelitian ini mengukur kemampuan awal mempergunakan tes keterampilan menulis . dan mengukur kemampuan akhir menggunakan tes keterampilan menulis . (Pane & Dibyantini, 2. AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . Penelitian ini dilaksanakan pada dua kelompok, yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol tidak mempergunakan media pembelajaran sedangkan kelompok eksperimen menggunakan media pembelajaran visual dan sebelum diberikan perlakuan kedua kelompok terlebih dahulu diberikan pretest agar diketahui keadaan awal atau perbedaan kemampuan awal siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen,(Sugiyono, 2. Desain Penelitian Kelas Pretest Treatment Postest Eksperimen Kontrol Penelitian ini dilaksanakan di SDIT Qurrata Aini Baitussalam yang berlokasi di Jl. Komp. Bogor Raya Permai. RT. 02/RW. Curug. Kecamatan Bogor Barat. Kota Bogor. Provinsi Jawa Barat dengan kode pos 16113. Pemilihan lokasi penelitian ini dikarenakan mempunyai karakteristik siswa yang sesuai dengan fokus penelitian, serta didukung oleh lingkungan belajar yang aktif dalam pembelajaran literasi. Adapun pelaksanaan penelitian direncanakan berlangsung pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, dimulai pada bulan Januari hingga Mei 2025. Kegiatan penelitian dilakukan secara bertahap, diawali dengan penyusunan instrumen angket yang dijadwalkan pada bulan Januari hingga Februari 2025. Setelah instrumen selesai disusun dan melalui proses validasi, tahap pelaksanaan penelitian akan dilakukan pada bulan Maret Selanjutnya, pengolahan data hasil penelitian akan dilaksanakan sepanjang bulan April 2025 dan diakhiri dengan penyusunan hasil penelitian yang dirampungkan pada bulan Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas i SDIT Qurrata Aini Baitussalam yang berjumlah 62 siswa. Populasi ini dipilih karena berada pada tahap perkembangan kognitif yang sedang aktif, sehingga diharapkan memberikan data yang relevan untuk mengukur pengaruh motivasi berprestasi terhadap keterampilan menulis Dalam menentukan sampel, peneliti mempergunakan teknik nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Teknik ini dipilih berdasarkan pertimbangan khusus, seperti ketersediaan jadwal belajar siswa, kesiapan guru, serta kesesuaian materi yang sedang diajarkan. Pengambilan sampel dilakukan dengan melibatkan pertimbangan guru kelas yang memahami kondisi belajar siswa secara langsung. (Andrade, 2021. Denieffe. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok. Kelas i Taqwa ditetapkan sebagai kelas kontrol yang tidak mempergunakan media pembelajaran visual, dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang. Sedangkan kelas i Sholih ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran visual dalam proses belajar mengajar, dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Dengan demikian, total sampel dalam AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . penelitian ini adalah 62 siswa dari dua kelas yang berbeda perlakuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua metode, yaitu angket dan dokumentasi. Penggunaan angket bertujuan agar diperolehnya data tentang motivasi berprestasi siswa. Instrumen angket berupa serangkaian pernyataan tertulis yang disusun sesuai indikator motivasi berprestasi, kemudian diberikan kepada siswa untuk dijawab sesuai kondisi yang mereka alami. Teknik ini dipilih karena efisien dalam mengumpulkan data yang bersifat psikologis dan berkaitan langsung dengan persepsi serta sikap siswa. Selain angket, peneliti juga menggunakan metode dokumentasi sebagai pelengkap data penelitian. Dokumentasi dilaksanakan melalui pengumpulan dokumen-dokumen sekolah yang berkaitan dengan hasil keterampilan menulis puisi siswa, seperti catatan guru, hasil karya siswa, serta rekaman hasil belajar pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dokumentasi ini membantu peneliti memperoleh data empiris yang lebih objektif mengenai perkembangan keterampilan menulis puisi, terutama dalam membandingkan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dengan kedua metode ini, diharapkan data yang diperoleh dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai pengaruh motivasi berprestasi terhadap keterampilan menulis puisi siswa di SDIT Qurrata Aini Baitussalam. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan pendekatan kuantitatif yang berfokus pada pengujian pengaruh antara variabel bebas, yaitu motivasi berprestasi, terhadap variabel terikat, yaitu keterampilan menulis puisi. Data yang telah dikumpulkan melalui angket motivasi berprestasi dan dokumentasi hasil keterampilan menulis puisi akan dianalisis secara statistik untuk mengetahui hubungan dan pengaruh yang signifikan antar variabel tersebut. Langkah pertama dalam analisis data adalah melaksanakan uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas (Park & DrEgEnescu, 2. Setelah uji prasyarat terpenuhi, analisis dilanjutkan dengan menggunakan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui besaran pengaruh motivasi berprestasi terhadap keterampilan menulis puisi (Wang & Troia, 2. Teknik regresi linier sederhana dipilih karena penelitian ini hanya melibatkan satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Melalui analisis ini, peneliti dapat mengetahui seberapa besar kontribusi motivasi berprestasi dalam mempengaruhi kemampuan siswa dalam menulis puisi, baik secara parsial maupun keseluruhan. Selain uji regresi, peneliti juga akan melakukan perhitungan statistik deskriptif untuk menggambarkan kecenderungan data secara umum, seperti nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase kategori tingkat motivasi serta kemampuan menulis puisi siswa. Hasil perhitungan ini akan memberikan gambaran mendalam mengenai kondisi motivasi berprestasi dan keterampilan menulis puisi pada masing-masing kelompok. (Noor & Wulansari, 2. Seluruh analisis data dilakukan dengan bantuan program aplikasi statistik, seperti SPSS, guna memastikan akurasi perhitungan serta memudahkan proses pengolahan data. Hasil analisis akan diinterpretasikan berdasarkan nilai signifikansi . -valu. dan koefisien determinasi (RA), guna mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dan seberapa AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . besar pengaruh tersebut secara kuantitatif. Dengan teknik analisis ini, diharapkan penelitian mampu memberikan jawaban empiris terhadap rumusan masalah yang telah diajukan, serta memberikan kesimpulan yang valid mengenai pengaruh motivasi berprestasi terhadap keterampilan menulis puisi pada siswa kelas i SDIT Qurrata Aini Baitussalam. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan total 62 responden yang merupakan siswa kelas i SDIT Qurrata Aini Baitussalam. Sampel terdiri dari dua kelompok yaitu kelas eksperimen sebanyak 31 siswa . elas i Sholi. dan kelas kontrol sebanyak 31 siswa . elas i Taqw. Dari data demografis, seluruh siswa berada pada rentang usia 8Ae9 tahun, dengan komposisi jenis kelamin yang seimbang, yakni 32 siswa perempuan dan 30 siswa laki-laki. Seluruh siswa berada dalam jenjang pendidikan dasar kelas i dengan karakteristik akademik yang homogen, sehingga cocok untuk penelitian pengaruh motivasi terhadap keterampilan menulis puisi. Berdasarkan data statistik deskriptif untuk variabel motivasi berprestasi, kelompok kontrol memiliki nilai pretest rata-rata sebesar 72,3 dan posttest sebesar 77,7, dengan total skor pretest 2244 dan posttest 2411. Pada kelompok eksperimen, nilai rata-rata pretest sebesar 90,9 dan posttest meningkat menjadi 101,6, dengan total skor pretest 2818 dan Hal ini menunjukkan adanya peningkatan lebih signifikan pada kelompok Untuk variabel keterampilan menulis puisi, kelompok kontrol memperoleh ratarata skor 79,3 dengan nilai minimum 60, maksimum 87, dan standar deviasi 6,37. Data median berada di angka 80 dan modus pada 85, menunjukkan sebagian besar siswa memiliki nilai keterampilan menulis pada rentang baik hingga sangat baik. Pada kelompok eksperimen, hasil posttest keterampilan menulis menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, meskipun data lengkap keterampilan menulis pada kelompok eksperimen belum tersaji secara terperinci. Tabel 1. Statistik deskriptif dalam tabel: Variabel Kelas Mean Median Modus Standar Deviasi Rentang Skor Motivasi Berprestasi Pretest Kontrol 72,3 73 6,10 60 Ae 85 Motivasi Berprestasi Posttest Kontrol 77,7 78 5,94 65 Ae 90 Motivasi Berprestasi Pretest Eksperimen 90,9 91 7,11 75 Ae 108 Motivasi Berprestasi Posttest Eksperimen 101,6 102 7,20 80 Ae 118 Keterampilan Menulis Puisi Kontrol 6,37 60 Ae 87 AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . 79,3 80 Interpretasi dari hasil statistik ini menunjukkan pola yang konsisten bahwa kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan pembelajaran berbasis media visual mengalami peningkatan skor baik pada motivasi berprestasi maupun keterampilan menulis Rentang skor pada kelompok eksperimen juga lebih luas dengan nilai maksimum lebih tinggi, menunjukkan pengaruh positif dari metode pembelajaran yang diterapkan. Standar deviasi yang cukup kecil pada kedua kelompok mengindikasikan distribusi data yang cukup homogen. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa motivasi berprestasi mempengaruhi secara signifikan pada peningkatan keterampilan menulis puisi. Hasil uji normalitas dan homogenitas yang terpenuhi serta hasil uji hipotesis dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 semakin memperkuat kesimpulan bahwa metode pembelajaran yang meningkatkan motivasi dapat berkontribusi positif terhadap hasil belajar keterampilan menulis puisi pada siswa kelas i SDIT Qurrata Aini Baitussalam. Berlandaskan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SDIT Qurrata Aini Baitussalam, diperoleh temuan yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap keterampilan menulis puisi pada siswa kelas i. Penelitian ini secara konsisten membuktikan bahwa peningkatan motivasi berprestasi siswa berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi. Hal ini terbukti dari hasil uji hipotesis mempergunakan independent sample t-test, di mana nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa perlakuan pembelajaran berbasis media visual yang diterapkan dalam kelompok eksperimen mampu meningkatkan motivasi berprestasi sekaligus memberikan dampak positif terhadap kemampuan siswa dalam menulis puisi. Secara teoritis, hasil penelitian ini sangat selaras dengan konsep yang dikemukakan oleh David McClelland dalam teori Need for Achievement, yang menyatakan bahwa individu dengan motivasi berprestasi tinggi akan memiliki keinginan kuat untuk mencapai keberhasilan dengan standar yang tinggi (Hariani, 2022. Werdhiastutie et al. , 2. Siswa yang memiliki dorongan kuat untuk berprestasi akan lebih bersemangat dalam menyelesaikan tugas belajar, lebih fokus, serta menunjukkan ketekunan yang lebih besar dalam keterampilan menulis puisi (Barkaoui et al. , 2. Penelitian ini juga didukung oleh teori motivasi belajar dari Schunk. Pintrich, dan Meece . yang menegaskan bahwa motivasi adalah kekuatan internal yang menentukan arah, intensitas, dan ketekunan perilaku belajar seseorang. Ketika motivasi berprestasi siswa meningkat, maka secara otomatis usaha mereka dalam mengasah keterampilan menulis juga akan meningkat. (Alina Felicia, 2022. Urhahne & Wijnia, 2. Lebih lanjut, hasil penelitian ini menguatkan temuan dari (Kurniawan et al. , 2023. Supratno et al. , 2. yang menemukan bahwa aspek sosial dan lingkungan pembelajaran memiliki pengaruh positif terhadap motivasi akademik siswa. Faktor-faktor seperti interaksi guru-siswa, penggunaan media pembelajaran yang menyenangkan, serta suasana kelas yang suportif dapat memfasilitasi tumbuhnya motivasi berprestasi pada diri siswa. Hal ini diperkuat oleh penelitian (Rosaida et al. , 2. yang menegaskan bahwa pembelajaran menulis yang dikombinasikan dengan pendekatan kreatif dan visual dapat AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . meningkatkan keterampilan literasi siswa secara signifikan. Dengan demikian, penelitian ini secara empiris memperluas cakupan penelitian sebelumnya dengan menghadirkan konteks madrasah dan fokus pada pembelajaran menulis puisi sebagai bagian dari penguatan literasi bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini juga berimplikasi luas terhadap dunia pendidikan, terutama dalam upaya penguatan profil pelajar Pancasila yang salah satu cirinya adalah berdaya saing, kreatif, dan bernalar kritis (Fadil. Fahri, et al. , 2024. Karimullah, 2023. Sabon et al. Guru di tingkat sekolah dasar, khususnya di madrasah, diharapkan lebih memperhatikan peran motivasi berprestasi dalam proses pembelajaran. Penggunaan media visual terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran, khususnya dalam keterampilan menulis puisi yang selama ini sering dianggap sulit oleh siswa (Dahrul et al. , 2022. Mufidah et al. , 2. Implikasi praktisnya adalah guru dapat merancang desain pembelajaran kreatif yang menggabungkan media visual dengan metode pembelajaran aktif seperti diskusi kelompok, presentasi karya puisi, dan lomba literasi untuk meningkatkan semangat belajar siswa. Namun, penelitian ini tidak luput dari adanya keterbatasan. Pertama, penelitian dilakukan pada satu sekolah dengan jumlah responden terbatas, sehingga generalisasi hasil penelitian ini masih perlu diuji di berbagai sekolah dengan latar belakang yang berbeda. Kedua, penelitian ini memfokuskan pada satu variabel bebas yaitu motivasi berprestasi, padahal ada kemungkinan variabel lain seperti minat baca, kreativitas, atau peran keluarga turut mempengaruhi keterampilan menulis puisi siswa. Ketiga, pengumpulan data motivasi menggunakan angket yang sangat bergantung pada kejujuran siswa dalam menjawab, sehingga kemungkinan bias subjektif masih bisa terjadi. Keterbatasan tersebut membuka peluang luas bagi penelitian lanjutan. Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh variabel tambahan seperti minat baca, self-efficacy, atau peran lingkungan keluarga terhadap keterampilan menulis puisi. Penelitian juga dapat memperluas cakupan dengan membandingkan beberapa sekolah yang berbeda, baik madrasah maupun sekolah umum, serta mengkaji efektivitas berbagai model pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan motivasi siswa. Selain itu, penggunaan metode campuran . ixed-metho. dengan wawancara dan observasi mampu menggambarkan secara lebih komprehensif tentang pengaruh motivasi terhadap hasil belajar siswa. Refleksi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam ranah pendidikan dasar dan literasi. Secara akademis, penelitian ini menegaskan peran signifikan motivasi berprestasi dalam pengembangan keterampilan literasi, khususnya keterampilan menulis puisi, yang selama ini sering terabaikan dalam praktik pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini juga memperkaya khasanah penelitian pendidikan dengan menghadirkan model pembelajaran yang kontekstual, berbasis media visual, dan mengintegrasikan aspek karakter siswa melalui motivasi. Dari sisi praktis, penelitian ini sebagai landasan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada peserta didik. Guru dapat AL IBTIDAIYAH. Vol. No. 02, . memanfaatkan media visual tidak hanya sebagai alat bantu pengajaran tetapi juga sebagai sarana membangun motivasi dan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini juga memberi inspirasi bagi sekolah untuk mengembangkan program penguatan literasi yang menyenangkan dan menumbuhkan budaya menulis puisi di kalangan siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi empiris dan teoretis yang signifikan dalam upaya mewujudkan generasi pelajar yang tidak hanya cerdas akademik tetapi juga memiliki kemampuan literasi, berpikir kritis, dan berkarakter kuat melalui penguatan motivasi berprestasi sejak usia dini. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi pijakan bagi inovasi pembelajaran yang lebih bermakna di masa depan. KESIMPULAN Berlandaskan hasil analisis dan pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwasanya terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas i SDIT Qurrata Aini Baitussalam. Hasil uji statistik memperlihatkan nilai signifikansi berada di bawah 0,05, sehingga hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Dengan demikian, motivasi berprestasi terbukti memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi. Peningkatan ini terlihat dari skor rata-rata kelas eksperimen yang mengalami kenaikan dari 90,9 pada pretest menjadi 101,6 pada posttest, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 72,3 menjadi 77,7. Ini membuktikan bahwasanya siswa dengan motivasi berprestasi tinggi memiliki kemampuan lebih baik dalam mengembangkan ide, memilih diksi, menggunakan majas, serta menyusun struktur puisi secara lebih kreatif dan ekspresif. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan motivasi berprestasi dapat menjadi strategi efektif dalam pembelajaran menulis puisi. Penguatan motivasi intrinsik seperti rasa bangga dan kepuasan pribadi setelah menulis puisi terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Maka, penggunaan metode pembelajaran yang variatif dan berorientasi pada penguatan motivasi sangat direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi secara estetis dan bermakna di sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA