Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Analisis Kesulitan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar Ayu Rizki Amalya. Amalia Kartika Lubis. Elsika Riantina Putri. Putri Rahmadhani Nasution Universitas Islam Negeri Sulthan Syarif Kasim Riau. Indonesia 12310821861@students. uin-suska. Abstract: Early writing skills are a basic skill that supports the literacy development of elementary school students. However, some second-grade students still experience difficulties in mastering these This study aims to analyze early writing difficulties, the contributing factors, teachers' efforts to overcome them, the role of parents, and the learning process of early writing in second-grade elementary The study used a qualitative method with a descriptive approach. Research informants consisted of second-grade teachers, students, principals, and parents. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students experienced difficulties in forming letters, distinguishing similar letters, writing simple words and sentences, using capital letters and punctuation, and maintaining neatness of writing. These difficulties were influenced by internal factors, such as fine motor skills and learning motivation, as well as external factors, such as lack of practice and parental guidance. Teachers addressed these difficulties through gradual practice, the use of engaging learning media, individual guidance, and ongoing evaluation. This study concluded that collaboration between teachers, parents, and schools is an important factor in improving early writing skills and provides a basis for developing more effective learning strategies. Keywords: Learning difficulties, beginning writing, elementary school students. Indonesian language Abstrak: Kemampuan menulis permulaan merupakan keterampilan dasar yang mendukung perkembangan literasi siswa sekolah dasar. Namun, sebagian siswa kelas II masih mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan menulis permulaan, faktor penyebab, upaya guru dalam mengatasinya, peran orang tua, serta proses pembelajaran menulis permulaan di kelas II sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru kelas II, siswa, kepala sekolah, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membentuk huruf, membedakan huruf yang mirip, menulis kata dan kalimat sederhana, menggunakan huruf kapital dan tanda baca, serta menjaga kerapian tulisan. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kemampuan motorik halus dan motivasi belajar, serta faktor eksternal, seperti kurangnya latihan dan pendampingan orang tua. Guru mengatasinya melalui latihan bertahap, penggunaan media pembelajaran yang menarik, bimbingan individual, dan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan serta memberikan dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih Kata Kunci: Kesulitan belajar, menulis permulaan, siswa sekolah dasar, pembelajaran bahasa Indonesia. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 PENDAHULUAN Kemampuan menulis permulaan merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, khususnya pada siswa kelas rendah seperti kelas II. Kemampuan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang memainkan peran penting dalam dunia pendidikan. Menulis permulaan tidak hanya sekadar kegiatan menyalin huruf atau kata tetapi merupakan proses kompleks yang melibatkan kemampuan motorik halus, penguasaan bentuk huruf, pemahaman bunyi bahasa serta kemampuan mengorganisasi ide sederhana ke dalam bentuk tulisan. Keterampilan ini menjadi fondasi bagi perkembangan kemampuan literasi yang lebih tinggi seperti menulis paragraf, menyusun karangan hingga mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Sehingga penguasaan menulis permulaan yang baik sangat menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran di tingkat selanjutnya. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan menulis permulaan siswa kelas II sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala. Banyak siswa yang belum mampu menulis dengan bentuk huruf yang jelas dan konsisten, mengalami kesulitan dalam membedakan huruf-huruf tertentu serta belum mampu menyusun kata dan kalimat sederhana dengan baik. Fenomena lain yang sering ditemukan adalah tulisan yang tidak rapi, ukuran huruf yang tidak proporsional serta kesalahan dalam penggunaan tanda baca dan huruf kapital. Selain itu sebagian siswa juga masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan bunyi dengan simbol huruf sehingga proses menulis menjadi lambat dan kurang efektif. Kondisi ini menunjukkan bahwa keterampilan menulis permulaan siswa belum berkembang secara optimal dan memerlukan perhatian yang serius dari guru maupun pihak sekolah. Berbagai hasil penelitian terdahulu memperkuat adanya permasalahan 2 mengungkapkan bahwa kesulitan menulis permulaan pada siswa kelas II meliputi ketidakmampuan dalam mengenali dan membentuk huruf dengan benar, kesulitan dalam menyalin kata serta rendahnya kemampuan dalam mengaitkan bunyi dengan simbol tulisan. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa kesulitan menulis sering kali berkaitan erat dengan kemampuan membaca permulaan yang masih rendah. 3 Siswa yang belum lancar membaca cenderung mengalami hambatan dalam menulis karena mereka kesulitan memahami struktur 1 Mursal Aziz. Dedi Sahputra Napitupulu, and Parianto. AuImplementation of the ImlaAo Method in Improving the Writing Skills of Ula/MI Students at the Darul Uluum Fastabiqul Khoirot Islamic Boarding School. Air Hitam. North Labuhanbatu,Ay As Sibyan: Jurnal Kajian Kritis Pendidikan Islam Dan Manajemen Pendidikan Dasar 9, no. : 14Ae25. 2 Khoirun Alfizein Khasanah and Rahyu Setiani. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Pada Mata Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas II Di SD Negeri Samir Tulungagung,Ay Jurnal Simki Postgraduate. 1, no. : 147Ae57. 3 D Noge Jaa. Maria. Kaka. P Wungo dan Maria. AuAnalisis Kesulitan Siswa Dalam Belajar Membaca Dan Menulis Permulaan Siswa Kelas II Di SDI Rutosoro,Ay Jurnal Citra Pendidikan (JCP). 4, no. : 1524Ae34. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 kata dan urutan huruf. Dengan demikian keterampilan membaca dan menulis memiliki hubungan yang saling mempengaruhi dalam proses pembelajaran bahasa. Selain faktor kemampuan dasar kesulitan menulis permulaan juga dipengaruhi oleh faktor internal siswa. 4 menjelaskan bahwa rendahnya koordinasi motorik halus, kurangnya konsentrasi serta minimnya latihan menulis menjadi penyebab utama kesulitan yang dialami siswa. Hal ini diperkuat oleh penelitian5 yang menemukan bahwa sebagian siswa masih belum mampu menulis huruf secara proporsional dan mengalami kesulitan dalam menyusun kata secara runtut. Kondisi ini menunjukkan bahwa perkembangan aspek motorik dan kognitif siswa belum sepenuhnya mendukung kemampuan menulis permulaan secara optimal. Di sisi lain faktor eksternal juga turut berperan dalam mempengaruhi kemampuan menulis siswa. 6 menemukan bahwa kemampuan menulis permulaan siswa masih berada pada kategori rendah hingga sedang, yang ditandai dengan banyaknya kesalahan dalam aspek ejaan, kerapian dan keterbacaan tulisan. 7 juga mengungkapkan bahwa siswa sering mengalami kesulitan dalam menggabungkan huruf menjadi kata dan kalimat sederhana. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif dan kurang menarik bagi Hal ini sejalan dengan temuan yang menyatakan bahwa metode pembelajaran yang monoton dapat mengurangi minat dan motivasi siswa dalam belajar menulis. Kesulitan menulis permulaan juga dapat menjadi lebih kompleks pada kelompok siswa tertentu. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa siswa tunagrahita ringan mengalami kesulitan yang lebih signifikan dalam menulis permulaan karena keterbatasan dalam aspek kognitif dan daya ingat. 9 Sementara itu bahwa penerapan metode pembelajaran yang tepat, seperti metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa 4 Basmah Hulwah and Mubarak Ahmad. AuAnalisis Kesulitan Belajar Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar,Ay Jurnal Basicedu 6, no. : 7360Ae67. 5 K. Estimurti. E dan Nisa. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Pada Peserta Didik Kelas II SDN Anjir Pulang Pisau-3,Ay Jp : Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan 2, no. : 2020Ae22, https://doi. org/10. 33084/jp. 6 V dan Mudzanatun Warsito. L Ronggo. Purnamasari. AuAnalisis Kemampuan Menulis Permulaan Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Semester II SD Mondial Kota Semarang,Ay Jurnal Wawasan Pendidikan 4, no. : 484Ae97. 7 F Nuraeni. Aisy. Putriyana. Eti. E dan Riski. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Di Kelas II SDN Kebon Cau II,Ay Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 4, no. : 2663Ae 8 P Febriayanti. I Dwi. , dan Yulia. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Negeri Kepek Tahun Pelajaran 2023/2024,Ay Jurnal Pendidikan 25, no. : 166Ae80. 9 A Natalia. Sukmanasa. E dan Fitri. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Terhadap Siswa Tunagrahita Ringan. ,Ay Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri. 11, no. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 secara bertahap. 10 Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai sangat penting dalam mengatasi kesulitan menulis permulaan. Permasalahan kesulitan menulis tidak hanya berdampak pada kelas rendah tetapi juga dapat berlanjut hingga jenjang yang lebih tinggi apabila tidak segera 11 menemukan bahwa kesulitan menulis masih dialami oleh siswa kelas V sekolah dasar yang menunjukkan adanya keterlambatan dalam penguasaan keterampilan dasar menulis. Hal ini menjadi indikasi bahwa permasalahan menulis permulaan perlu mendapatkan perhatian sejak dini agar tidak menghambat perkembangan akademik siswa di masa mendatang. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesulitan menulis permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar merupakan permasalahan yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Sehingga diperlukan suatu penelitian yang mendalam untuk menganalisis jenis-jenis kesulitan yang dialami siswa serta faktor-faktor penyebabnya secara lebih spesifik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi kemampuan menulis permulaan siswa sehingga dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian kemampuan menulis permulaan siswa dapat ditingkatkan secara optimal dan mendukung keberhasilan mereka dalam proses pembelajaran selanjutnya. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif . escriptive qualitative researc. Penelitian kualitatif digunakan karena penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai kesulitan menulis permulaan yang dialami siswa kelas II sekolah dasar. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti menjadi instrumen kunci dalam pengumpulan data. 12 Penelitian kualitatif juga menekankan pada makna, proses serta pemahaman terhadap suatu fenomena yang terjadi di lapangan. Sejalan dengan itu penelitian kualitatif bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai fenomena sosial melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi secara langsung. 13 Sehingga metode ini dianggap sesuai untuk menganalisis berbagai bentuk kesulitan menulis permulaan 10 A Nabila. Haslinda dan Rajab. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Melalui Metode Struktural Analitik Sintetik (Sa. Siswa Kelas I Sd Swasta Muhammadiyah Bantaeng,Ay Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri 11, no. 11 M Nisa. Yuliawati. Shinta. AuIdentifikasi Kesulitan Belajar Menulis Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar,Ay ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar 5, no. : 52Ae64. 12 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. 13 Z Abdussamad. Metode Penelitian Kualitatif, 2021. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 yang dialami siswa, seperti kesulitan membentuk huruf, menyusun kata, penggunaan tanda baca maupun kerapian tulisan. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah dasar dengan subjek penelitian siswa kelas II yang mengalami kesulitan dalam menulis permulaan. Informan dalam penelitian ini terdiri atas guru kelas II sebagai informan utama karena guru mengetahui perkembangan kemampuan menulis siswa selama proses pembelajaran Selain itu siswa kelas II yang mengalami kesulitan menulis juga menjadi informan penting untuk memperoleh data mengenai hambatan yang mereka alami ketika menulis. Penelitian ini juga melibatkan kepala sekolah dan orang tua siswa sebagai informan pendukung guna memperoleh informasi tambahan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan menulis permulaan siswa, baik dari lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga. Penelitian kualitatif informan dipilih secara purposive yaitu berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan kebutuhan penelitian agar data yang diperoleh lebih mendalam dan relevan. Lingkungan belajar juga merupakan komponen yang harus dipahami guru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran menulis permulaan di kelas serta perilaku siswa saat kegiatan menulis berlangsung. Wawancara dilakukan kepada guru, siswa, kepala sekolah dan orang tua untuk memperoleh informasi secara lebih rinci mengenai kesulitan menulis permulaan yang dialami siswa dan faktor penyebabnya. Penggunaan beberapa teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif bertujuan agar data yang diperoleh lebih lengkap, mendalam, dan dapat dipercaya. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap mulai dari reduksi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Data yang telah diperoleh kemudian dipilih, disusun dan dianalisis untuk menemukan gambaran mengenai bentuk kesulitan menulis permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi siswa serta menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam menentukan upaya yang tepat untuk mengatasi kesulitan menulis permulaan pada siswa sekolah dasar. 14 Umar Sidiq. Miftachul Choiri, and Anwar Mujahidin. Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan, 2019. 15 Mursal Aziz. Dedi Sahputra Napitupula, and Siti Aminah Tanjung. AuImplementation of Differentiated Learning in the Merdeka Belajar Curriculum for Elementary Schools,Ay Journal of Elementary Educational Research . 127Ae42, https://ejournal. id/index. php/jeer/article/view/1071#::text=The differentiated,studentsAo needs and characteristics, and. 16 H Nazar Naamy. Metodologi Penelitian Kualitatif Dasar-Dasar & Aplikasinya, 2019. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk-Bentuk Kesulitan Menulis Permulaan Yang Dialami Siswa Kelas II Sekolah Dasar Menulis permulaan merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Kemampuan ini menjadi fondasi bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan menulis pada tahap Pada jenjang kelas rendah, khususnya kelas II sekolah dasar, siswa diharapkan sudah mampu menulis huruf, kata dan kalimat sederhana dengan baik dan benar. 17 Namun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa masih terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis permulaan. Kesulitan tersebut terlihat dari bentuk tulisan siswa, ketepatan penggunaan huruf, kemampuan menyusun kata dan kalimat serta kerapian tulisan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis permulaan siswa masih memerlukan perhatian dan pembinaan secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil observasi di dalam kelas peneliti menemukan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan dalam membentuk huruf dengan benar. Terdapat siswa yang menulis huruf dengan ukuran terlalu besar atau terlalu kecil, bentuk huruf tidak jelas serta penempatan huruf yang tidak sejajar dengan garis buku. Selain itu beberapa siswa masih menulis huruf secara terbalik seperti huruf AubAy menjadi AudAy. AumAy menjadi AuwAy, dan AupAy menjadi AuqAy. Kesalahan tersebut menunjukkan bahwa siswa belum sepenuhnya memahami bentuk dan arah penulisan huruf secara tepat. Kesulitan menulis permulaan pada siswa sekolah dasar umumnya terlihat dari ketidakmampuan siswa dalam membedakan bentuk huruf, kurangnya koordinasi motorik halus, dan rendahnya kemampuan mengendalikan gerakan tangan saat menulis. 18 Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa siswa yang memiliki koordinasi motorik halus kurang baik cenderung menghasilkan tulisan yang tidak rapi dan sulit dibaca. Hasil wawancara dengan guru kelas II menunjukkan bahwa kesulitan menulis permulaan yang dialami siswa cukup beragam. Guru menjelaskan bahwa beberapa siswa masih mengalami hambatan dalam menyalin tulisan dari papan tulis ke buku Siswa sering tertinggal ketika guru memberikan latihan menulis karena membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan teman-temannya. Guru kelas menyampaikan: AuMasih ada siswa yang menulis sangat lambat dan sering salah menyalin huruf maupun kata. Kadang ada huruf yang tertinggal atau tertukar sehingga tulisan siswa sulit dipahami. Beberapa siswa juga masih perlu dibimbing ketika menulis kalimat sederhana. Ay 17 G Emilia. Kusumo. AuAnalisis Kesalahan Keterampilan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Di SD Negeri Plaosan 1,Ay Jurnal Ilmu Pendidikan. Bahasa. Sastra Dan Budaya (MORFOLOGI). 18 Hulwah and Ahmad. AuAnalisis Kesulitan Belajar Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Selain itu guru menjelaskan bahwa sebagian siswa belum mampu menggunakan huruf kapital dan tanda baca dengan tepat. Pada awal kalimat siswa sering menulis menggunakan huruf kecil, sedangkan tanda titik dan koma sering Guru juga menambahkan bahwa beberapa siswa kurang fokus ketika kegiatan menulis berlangsung sehingga mereka mudah melakukan kesalahan Temuan tersebut sesuai dengan penelitian yang menyatakan bahwa siswa kelas rendah sering mengalami kesulitan dalam penggunaan ejaan, penulisan huruf kapital dan penyusunan kata secara benar. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa diperoleh informasi bahwa sebagian siswa merasa kegiatan menulis merupakan aktivitas yang sulit dan Salah satu siswa menyampaikan bahwa ia sering lupa bentuk huruf tertentu ketika diminta menulis tanpa melihat contoh. Siswa lain mengatakan bahwa tangannya cepat pegal ketika menulis terlalu banyak sehingga ia menjadi malas melanjutkan tulisan. Ada pula siswa yang mengaku bingung menentukan jarak antar kata dan sering merasa takut salah saat menulis di depan guru. Pernyataan siswa tersebut menunjukkan bahwa kesulitan menulis permulaan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikologis Siswa yang mengalami kesulitan menulis biasanya memiliki rasa percaya diri yang rendah serta kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran menulis. Hasil dokumentasi tulisan siswa memperlihatkan adanya berbagai bentuk kesalahan menulis. Beberapa siswa masih menulis dengan huruf yang tidak lengkap seperti menghilangkan satu atau dua huruf dalam suatu kata. Misalnya kata AumakanAy ditulis menjadi AumaanAy atau kata AurumahAy ditulis menjadi AurumaAy. Selain itu ditemukan pula tulisan siswa yang tidak mengikuti garis buku sehingga tulisan tampak naik turun dan sulit dibaca. Dalam beberapa hasil tulisan siswa jarak antar huruf terlalu rapat sehingga kata-kata terlihat menyatu. Kesalahan tersebut menunjukkan bahwa siswa belum memiliki keterampilan dasar menulis yang baik. Kesalahan menulis permulaan pada siswa sekolah dasar meliputi kesalahan pembentukan huruf, kesalahan ejaan, penghilangan huruf, dan ketidakteraturan tulisan akibat kurangnya latihan menulis secara rutin. Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa dipengaruhi oleh kebiasaan belajar di rumah dan dukungan dari Kepala sekolah menyampaikan bahwa siswa yang memperoleh pendampingan belajar dari orang tua umumnya memiliki perkembangan 19 Khasanah and Setiani. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Pada Mata Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas II Di SD Negeri Samir Tulungagung. Ay 20 Estimurti. E dan Nisa. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Pada Peserta Didik Kelas II SDN Anjir Pulang Pisau-3. Ay 21 Nabila. Haslinda dan Rajab. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Melalui Metode Struktural Analitik Sintetik (Sa. Siswa Kelas I Sd Swasta Muhammadiyah Bantaeng. Ay 22 Emilia. Kusumo. AuAnalisis Kesalahan Keterampilan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Di SD Negeri Plaosan 1. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 kemampuan menulis yang lebih baik dibandingkan siswa yang kurang mendapat perhatian belajar di rumah. Kepala sekolah menyatakan: AuAnak-anak yang sering dilatih membaca dan menulis di rumah biasanya lebih cepat memahami pelajaran. Sebaliknya, siswa yang kurang latihan di rumah cenderung mengalami kesulitan ketika diminta menulis secara Ay Pernyataan tersebut diperkuat oleh hasil wawancara dengan orang tua siswa. Beberapa orang tua mengaku bahwa anak lebih sering bermain gawai daripada berlatih menulis di rumah. Ada pula orang tua yang mengatakan bahwa keterbatasan waktu karena pekerjaan menyebabkan mereka jarang mendampingi anak belajar. Kondisi tersebut berdampak pada kurangnya latihan menulis siswa di luar sekolah. Faktor lingkungan keluarga, rendahnya intensitas latihan menulis dan kurangnya perhatian orang tua menjadi salah satu penyebab utama kesulitan menulis pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Berdasarkan analisis hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dapat dipahami bahwa kesulitan menulis permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar terjadi karena berbagai faktor yang saling berkaitan. Dari aspek internal kesulitan dipengaruhi oleh kemampuan motorik halus siswa, daya ingat terhadap bentuk huruf, tingkat konsentrasi dan motivasi belajar siswa. Sementara itu dari aspek eksternal, kesulitan dipengaruhi oleh kurangnya latihan menulis, minimnya pendampingan orang tua serta penggunaan metode pembelajaran yang belum sepenuhnya menarik bagi siswa. 24 Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa yang aktif berlatih menulis dan memperoleh bimbingan secara konsisten memiliki kemampuan menulis yang lebih baik dibandingkan siswa yang jarang Dengan demikian bentuk kesulitan menulis permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar meliputi kesulitan membentuk huruf, menulis kata dan kalimat sederhana, penggunaan huruf kapital dan tanda baca, menjaga kerapian tulisan serta rendahnya kecepatan menulis. Kesulitan tersebut memerlukan perhatian serius dari guru dan orang tua agar kemampuan menulis siswa dapat berkembang secara Guru perlu memberikan latihan menulis secara bertahap dan berulang menggunakan media pembelajaran yang menarik, serta memberikan pendampingan khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan. Selain itu orang tua juga perlu mendukung kegiatan belajar anak di rumah dengan membiasakan anak berlatih menulis secara rutin agar kemampuan menulis permulaan siswa dapat meningkat dengan baik. 23 E Masub Amalia. , dan Bakhtiar. AuAnalisis Faktor-Faktor Kesulitan Menulis Pada Peserta Didik Kelas Rendah. ,Ay Jurnal Educatio 10, no. : 1373Ae81. 24 S. Niswati. Witono. A dan Heri. AuBentuk Kesulitan Belajar Menulis Siswa Kelas Ii Sekolah Dasar (Studi Pada Siswa Di Sdn 1 Puyung. Kab. Lombok Tenga. ,Ay Jurnal Ilmiah Pendas : Primary Education Journal 6, no. : 40Ae45. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kesulitan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar Kesulitan menulis permulaan yang dialami siswa kelas II sekolah dasar tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa faktor penyebab kesulitan menulis permulaan berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berkaitan dengan kondisi dalam diri siswa, seperti kemampuan motorik halus, tingkat konsentrasi, motivasi belajar dan kemampuan mengenal huruf. Sementara itu faktor eksternal berkaitan dengan lingkungan belajar siswa, baik di sekolah maupun di rumah, seperti metode pembelajaran, perhatian orang tua, fasilitas belajar dan kebiasaan siswa dalam belajar menulis. Berdasarkan hasil observasi selama proses pembelajaran berlangsung peneliti menemukan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menggerakkan tangan secara terarah ketika menulis. Hal ini terlihat dari cara siswa memegang pensil yang belum tepat, tekanan tangan yang terlalu kuat atau terlalu lemah serta gerakan tangan yang masih kaku ketika membentuk huruf. Kondisi tersebut menyebabkan tulisan siswa menjadi tidak rapi dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan tugas menulis. 26 Rendahnya kemampuan motorik halus menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menulis 27 Kemampuan motorik halus sangat berpengaruh terhadap koordinasi gerakan tangan dan jari ketika siswa menulis huruf maupun kata. Hasil wawancara dengan guru kelas II menunjukkan bahwa kemampuan mengenal huruf siswa masih belum merata. Guru menjelaskan bahwa beberapa siswa masih kesulitan membedakan bentuk huruf tertentu sehingga sering melakukan kesalahan ketika menulis. Guru menyampaikan: AuAda siswa yang masih bingung membedakan huruf yang bentuknya hampir sama, seperti b dengan d atau p dengan q. Akibatnya, mereka sering salah ketika menulis kata maupun kalimat. Ay Selain itu guru juga menjelaskan bahwa terdapat siswa yang mudah kehilangan fokus ketika pembelajaran berlangsung. Siswa sering berbicara dengan teman, bermain sendiri atau tidak memperhatikan penjelasan guru saat latihan menulis diberikan. Rendahnya konsentrasi tersebut menyebabkan siswa kurang memahami materi pembelajaran menulis. Temuan ini sesuai dengan penelitian yang menyatakan bahwa rendahnya konsentrasi belajar dan lemahnya kemampuan 25 B Wijayanti. Mudzanatun. , dan M Arief. AuAnalisis Kesulitan Belajar Siswa Dalam Menulis Permulaan Pada Pembelajaran Daring Kelas I SD Negeri 3 Tamanrejo,Ay DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar. 5, no. : 926Ae32. 26 K. Adisti. Chandra. , dan Inggria. AuAnalisis Kemampuan Peserta Didik Kelas I Sdn Di Lubuk Basung Dalam Menulis Permulaan,Ay Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 4, no. : 5816Ae24. 27 Hulwah and Ahmad. AuAnalisis Kesulitan Belajar Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 mengenal huruf menjadi faktor penyebab utama kesulitan menulis permulaan pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Hasil wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa sebagian siswa kurang menyukai kegiatan menulis karena dianggap sulit dan membosankan. Beberapa siswa mengaku lebih senang bermain dibandingkan berlatih menulis. Ada pula siswa yang merasa takut dimarahi ketika hasil tulisannya salah atau tidak rapi. Salah seorang siswa menyampaikan: AuSaya capek kalau menulis banyak. Kadang susah membuat hurufnya bagus, jadi malas menulis. Ay Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar juga menjadi penyebab kesulitan menulis permulaan pada siswa. Siswa yang kurang memiliki minat terhadap kegiatan menulis cenderung tidak bersemangat mengikuti pembelajaran dan kurang berlatih secara mandiri. Motivasi belajar yang rendah dapat menyebabkan siswa cepat bosan dan kurang percaya diri dalam menyelesaikan tugas Selain faktor dari dalam diri siswa faktor lingkungan keluarga juga sangat memengaruhi kemampuan menulis permulaan siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua siswa, diperoleh informasi bahwa beberapa anak jarang berlatih menulis di rumah. 30 Sebagian orang tua mengaku memiliki keterbatasan waktu untuk mendampingi anak belajar karena kesibukan pekerjaan. Ada pula orang tua yang menyatakan bahwa anak lebih sering menggunakan telepon genggam untuk bermain gim atau menonton video dibandingkan belajar menulis. Salah satu orang tua menyampaikan: AuKalau di rumah anak lebih sering main handphone. Kadang kalau disuruh menulis cepat bosan dan ingin bermain lagi. Ay Kurangnya pendampingan belajar di rumah menyebabkan siswa tidak memperoleh latihan menulis yang cukup di luar jam sekolah. Padahal kemampuan menulis permulaan memerlukan latihan yang rutin dan berulang agar siswa terbiasa membentuk huruf dan menyusun kata dengan baik. Hal ini sejalan dengan penelitian Amalia dan Bakhtiar yang menyebutkan bahwa kurangnya perhatian orang tua dan rendahnya intensitas latihan menulis di rumah menjadi faktor penting yang memengaruhi kesulitan menulis siswa kelas rendah. Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa metode pembelajaran dan media yang digunakan guru juga dapat memengaruhi kemampuan menulis siswa. Kepala sekolah menjelaskan bahwa pembelajaran menulis yang kurang menarik membuat siswa mudah bosan dan kurang aktif mengikuti kegiatan 28 Jaa. Maria. Kaka. P Wungo dan Maria. AuAnalisis Kesulitan Siswa Dalam Belajar Membaca Dan Menulis Permulaan Siswa Kelas II Di SDI Rutosoro. Ay 29 Estimurti. E dan Nisa. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Pada Peserta Didik Kelas II SDN Anjir Pulang Pisau-3. Ay 30 W. Sucitra. Nikmah. N Ulkhair. Chandra. , dan Tiok. AuAnalisis Permasalahan Menulis Permulaan Pada Anak Kelas 1 SD,Ay Journal of Basic Education Studies 7, no. : 954Ae61. 31 Amalia. , dan Bakhtiar. AuAnalisis Faktor-Faktor Kesulitan Menulis Pada Peserta Didik Kelas Rendah. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Kepala sekolah menyampaikan: AuAnak-anak kelas rendah membutuhkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Kalau pembelajaran hanya menulis terus tanpa media atau permainan, biasanya siswa cepat jenuh. Ay Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode dan media pembelajaran yang kurang variatif dapat mengurangi minat siswa dalam belajar Penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat membantu siswa lebih aktif dan termotivasi dalam mengembangkan keterampilan menulis 32 Berdasarkan hasil dokumentasi ditemukan pula bahwa siswa yang memiliki buku latihan menulis dan sering mengerjakan latihan tambahan menunjukkan perkembangan kemampuan menulis yang lebih baik dibandingkan siswa yang jarang berlatih. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas belajar juga berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan menulis siswa. Siswa yang memperoleh dukungan fasilitas belajar yang memadai cenderung lebih mudah mengembangkan kemampuan menulis secara optimal. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat dipahami bahwa faktor-faktor penyebab kesulitan menulis permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya kemampuan motorik halus kesulitan mengenal huruf, rendahnya konsentrasi belajar, kurangnya rasa percaya diri, dan rendahnya motivasi belajar siswa. Sementara itu faktor eksternal meliputi kurangnya pendampingan orang tua, minimnya latihan menulis di rumah, penggunaan gawai secara berlebihan, serta metode pembelajaran yang kurang menarik. Faktor-faktor tersebut saling memengaruhi sehingga menyebabkan siswa mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan menulis Dengan demikian kesulitan menulis permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, terutama guru dan orang Guru perlu menciptakan pembelajaran menulis yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas rendah. Selain itu orang tua juga perlu memberikan perhatian dan pendampingan belajar di rumah agar siswa terbiasa berlatih menulis secara rutin. Kerja sama antara sekolah dan keluarga sangat diperlukan untuk membantu siswa mengatasi kesulitan menulis permulaan sehingga kemampuan menulis siswa dapat berkembang dengan lebih baik. I Sri Sariyati. Widayati. Nurnaningsih. , dan Rina. AuPembelajaran Keterampilan Menulis Permulaan Pada Sekolah Dasar Melalui Model Problem Based Learning Dengan Media Gambar,Ay Holistika : Jurnal Ilmiah PGSD 8, no. 33 E Prismatuti. N Anggraeni. Kasanah. Roffi. , dan Diana. AuAnalisis Kesulitan Belajar Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas i Sekolah Dasar,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 8, no. 5262Ae75. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membantu siswa mengatasi kesulitan menulis permulaan. Pada jenjang sekolah dasar, khususnya kelas rendah, guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi pembelajaran tetapi juga sebagai pembimbing dan pendamping dalam mengembangkan keterampilan dasar 34 Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa guru telah melakukan berbagai upaya untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan menulis Upaya tersebut dilakukan melalui pemberian latihan menulis secara bertahap, penggunaan media pembelajaran yang menarik, pemberian pendampingan khusus, motivasi belajar serta kerja sama dengan orang tua siswa. Berdasarkan hasil observasi di kelas guru terlihat memberikan latihan menulis secara rutin kepada siswa pada setiap kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Guru memulai pembelajaran dengan mengenalkan bentuk huruf, kemudian melatih siswa menulis suku kata, kata hingga kalimat sederhana. Dalam proses pembelajaran guru juga memberikan contoh penulisan huruf dan kata di papan tulis agar siswa dapat menirukan bentuk tulisan dengan benar. Guru memberikan perhatian lebih kepada siswa yang mengalami kesulitan dengan cara mendatangi meja siswa dan membimbing secara langsung. Latihan menulis yang dilakukan secara bertahap dan berulang dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa sekolah dasar karena siswa menjadi lebih terbiasa dalam mengenal dan membentuk Hasil wawancara dengan guru kelas II menunjukkan bahwa guru berusaha menciptakan pembelajaran yang menyenangkan agar siswa tidak merasa bosan ketika belajar menulis. Guru menjelaskan bahwa siswa kelas rendah cenderung cepat jenuh apabila pembelajaran dilakukan secara monoton. Oleh karena itu guru menggunakan berbagai media pembelajaran seperti kartu huruf, gambar, buku bergaris khusus dan permainan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan menulis. Guru menyampaikan: AuKalau anak-anak hanya disuruh menulis terus, mereka cepat bosan. Jadi saya menggunakan gambar, kartu huruf, dan permainan supaya mereka lebih semangat belajar menulis. Ay Penggunaan media pembelajaran tersebut membuat siswa lebih tertarik mengikuti kegiatan belajar. Siswa menjadi lebih aktif dan berani mencoba menulis tanpa merasa takut salah. Temuan ini sesuai dengan penelitian Sariyati. Widayati. Nurnaningsih, dan Rina yang menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran D Atthoriqoh. Citrawari. Fadlillah. Nilamsari. D dan Ira. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas 1 UPTD SDN Banyuajuh 2,Ay Jurnal Yudistira: Publikasi Riset Ilmu Pendidikan Dan Bahasa 2, no. 35 dan Sularmi Prasetyaningsih. Poerwanti. AuAnalisis Keterampilan Membaca Dan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar. ,Ay Didaktika Dwija Indria 10, no. : 48Ae53. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 yang menarik dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis permulaan siswa sekolah dasar. Selain menggunakan media pembelajaran, guru juga memberikan pendampingan khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan menulis. Berdasarkan hasil observasi guru sering mengulang penjelasan kepada siswa yang belum memahami materi dan memberikan contoh penulisan huruf secara perlahan. Guru juga membantu siswa memperbaiki posisi memegang pensil dan cara menulis yang benar. Dalam wawancara guru menjelaskan: AuUntuk siswa yang masih kesulitan, saya biasanya membimbing satu per satu. Saya ajarkan kembali cara memegang pensil, menulis huruf, dan memberi contoh langsung supaya mereka lebih mudah memahami. Ay Pendampingan individual tersebut sangat membantu siswa yang mengalami hambatan dalam menulis. Siswa menjadi lebih percaya diri karena memperoleh perhatian langsung dari guru. Guru memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan menulis agar siswa merasa lebih diperhatikan dan termotivasi untuk belajar. 38 Guru merupakan salah satu unsur pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di lembaga Hasil wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa siswa merasa lebih mudah memahami pembelajaran ketika guru memberikan contoh secara langsung dan menggunakan media gambar maupun permainan. Salah satu siswa menyampaikan: AuSaya senang kalau belajar menulis pakai gambar dan kartu huruf karena lebih mudah dan tidak bosan. Ay Siswa lain juga mengatakan bahwa guru sering memberikan pujian ketika mereka berhasil menulis dengan baik. Pujian tersebut membuat siswa merasa senang dan lebih bersemangat dalam belajar menulis. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian motivasi dan penguatan positif dari guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan menulis siswa. Motivasi belajar yang diberikan guru dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa sehingga siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis permulaan. Selain memberikan latihan dan motivasi guru juga melakukan evaluasi terhadap perkembangan kemampuan menulis siswa. Berdasarkan hasil dokumentasi guru memeriksa hasil tulisan siswa secara rutin dan memberikan perbaikan terhadap 36 Sariyati. Widayati. Nurnaningsih. , dan Rina. AuPembelajaran Keterampilan Menulis Permulaan Pada Sekolah Dasar Melalui Model Problem Based Learning Dengan Media Gambar. Ay 37 Miftahul Amalia Akhmad et al. AuPenerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar,Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti 10, no. : 341Ae55. 38 A Azzahra. P Liani. Andara. Zahrina. , dan Megan. AuPeran Guru Dalam Kesulitan Menulis Pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar,Ay Karimah Tauhid 2, no. : 2612Ae22. 39 Mursal Aziz. Berkah 90 Tahun Al-Ittihadiyah: Kontribusi Al-Ittihadiyah Dalam Pendidikan Islam Mewujudkan Visi Keumatan (Sukabumi: Haura Utama, 2. 40 Warsito. L Ronggo. Purnamasari. AuAnalisis Kemampuan Menulis Permulaan Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Semester II SD Mondial Kota Semarang. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 kesalahan penulisan huruf, kata maupun tanda baca. 41 Guru juga memberikan tugas tambahan kepada siswa yang masih mengalami kesulitan agar kemampuan menulis mereka dapat berkembang secara bertahap. Dalam wawancara guru menyampaikan: AuSetelah anak selesai menulis, saya periksa satu per satu. Kalau ada kesalahan, langsung saya perbaiki dan saya minta anak mengulang supaya mereka terbiasa menulis dengan benar. Ay Tindakan tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan latihan berulang menjadi salah satu upaya penting dalam membantu siswa mengatasi kesulitan menulis Pembiasaan latihan menulis secara konsisten dapat membantu siswa memperbaiki kesalahan penulisan dan meningkatkan keterampilan menulis secara 42 Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa sekolah juga mendukung upaya guru dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan menyediakan fasilitas belajar yang memadai, seperti buku latihan, alat peraga dan media pembelajaran. Kepala sekolah menyampaikan: AuSekolah berusaha mendukung guru dengan menyediakan media pembelajaran yang dapat membantu siswa belajar menulis. Guru juga diberikan kebebasan menggunakan metode yang kreatif agar siswa lebih mudah memahami pelajaran. Ay Dukungan sekolah tersebut membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi siswa. Selain itu sekolah juga mendorong guru untuk menjalin komunikasi dengan orang tua siswa agar proses pembelajaran dapat didukung di rumah. Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua siswa diketahui bahwa guru sering memberikan informasi mengenai perkembangan kemampuan menulis anak dan meminta orang tua untuk melatih anak menulis di rumah. Orang tua menyampaikan bahwa guru memberikan saran agar anak lebih sering berlatih menulis sederhana seperti menyalin kata, menulis nama benda atau membuat kalimat Kerja sama antara guru dan orang tua tersebut membantu siswa memperoleh latihan yang lebih konsisten baik di sekolah maupun di rumah. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat dipahami bahwa upaya guru dalam mengatasi kesulitan menulis permulaan dilakukan melalui berbagai cara yaitu memberikan latihan menulis secara bertahap, menggunakan media pembelajaran yang menarik, memberikan pendampingan individual, memberikan motivasi dan pujian, melakukan evaluasi secara rutin serta menjalin kerja sama dengan orang tua Upaya-upaya tersebut menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat besar dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan menulis permulaan. 41 Prasetyaningsih. Poerwanti. AuAnalisis Keterampilan Membaca Dan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar. Ay 42 Febriayanti. I Dwi. , dan Yulia. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Negeri Kepek Tahun Pelajaran 2023/2024. Ay 43 N Djulia. Fatmawati. AuAnalisis Kemampuan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Di SD Muhammadiyah 2 Limboto,Ay Jurnal Skripsi Universitas Muhammadiyah Gorontalo, 2023. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Dengan demikian keberhasilan siswa dalam mengatasi kesulitan menulis permulaan tidak terlepas dari peran aktif guru dalam membimbing dan memotivasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru perlu terus menciptakan pembelajaran yang kreatif, menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar agar siswa lebih semangat dan percaya diri dalam belajar menulis. Selain itu dukungan dari sekolah dan orang tua juga sangat diperlukan agar kemampuan menulis permulaan siswa dapat berkembang secara optimal. Peran Orang Tua Dalam Membantu Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas II Sekolah Dasar Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan kemampuan menulis permulaan anak terutama pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Kemampuan menulis tidak hanya dikembangkan melalui pembelajaran di sekolah, tetapi juga memerlukan latihan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga. 44 Pada hasil penelitian ini ditemukan bahwa keterlibatan orang tua memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan kemampuan menulis permulaan siswa kelas II sekolah dasar. Bentuk peran orang tua terlihat melalui pendampingan belajar di rumah, pemberian motivasi, penyediaan fasilitas belajar, pembiasaan latihan menulis serta kerja sama dengan guru dalam memantau perkembangan belajar anak. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas II diketahui bahwa siswa yang memperoleh perhatian dan pendampingan belajar dari orang tua cenderung memiliki kemampuan menulis yang lebih baik dibandingkan siswa yang kurang mendapat dukungan belajar di rumah. Guru menjelaskan bahwa siswa yang rutin berlatih menulis bersama orang tua menunjukkan perkembangan yang lebih cepat dalam membentuk huruf, menulis kata dan menyusun kalimat sederhana. Guru menyampaikan: AuAnak-anak yang sering dibimbing orang tua di rumah biasanya lebih cepat Tulisan mereka lebih rapi dan mereka lebih percaya diri ketika diminta menulis di kelas. Ay Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar memberikan dampak positif terhadap kemampuan menulis siswa. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam mengembangkan keterampilan menulis permulaan karena anak memperoleh penguatan belajar tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah. Hasil wawancara dengan orang tua siswa menunjukkan bahwa sebagian orang tua berusaha meluangkan waktu untuk mendampingi anak belajar menulis setelah pulang sekolah. Orang tua membantu anak mengerjakan tugas, melatih menulis 44 S. Hanifa. Chandra. , dan Salmaini. AuAnalisis Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar. ,Ay Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan. Bahasa. Sastra Dan Budaya. 13, no. 45 Amalia. , dan Bakhtiar. AuAnalisis Faktor-Faktor Kesulitan Menulis Pada Peserta Didik Kelas Rendah. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 huruf dan kata sederhana serta memperbaiki kesalahan tulisan anak. Salah satu orang tua menyampaikan: AuBiasanya saya menyuruh anak menyalin tulisan pendek atau menulis nama benda di rumah supaya dia terbiasa menulis. Kalau ada tulisan yang salah, saya bantu Ay Orang tua lain juga menjelaskan bahwa mereka sering memberikan pujian ketika anak berhasil menulis dengan rapi agar anak menjadi lebih semangat belajar. Bentuk perhatian sederhana tersebut membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berlatih menulis. Motivasi dan dukungan emosional dari orang tua dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dalam belajar menulis sehingga anak menjadi lebih aktif dan tidak takut melakukan kesalahan. 46 Selain pendampingan belajar orang tua juga berperan dalam menyediakan fasilitas belajar yang mendukung kegiatan menulis anak. 47 Berdasarkan hasil wawancara beberapa orang tua menyediakan buku latihan menulis, pensil, penghapus, buku bergambar dan alat tulis lainnya agar anak lebih nyaman belajar di rumah. Orang tua menyadari bahwa fasilitas belajar yang memadai dapat membantu anak lebih rajin berlatih menulis. Salah satu orang tua menyampaikan: AuSaya belikan buku latihan menulis dan buku bergambar supaya anak lebih tertarik belajar menulis di rumah. Ay Ketersediaan fasilitas belajar tersebut membantu siswa untuk lebih sering melakukan latihan menulis secara mandiri. Lingkungan belajar yang nyaman dan fasilitas yang memadai dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam mengembangkan keterampilan menulis permulaan. 48 Namun berdasarkan hasil wawancara juga ditemukan bahwa tidak semua orang tua dapat memberikan pendampingan belajar secara optimal kepada anak. Beberapa orang tua mengaku memiliki keterbatasan waktu karena kesibukan pekerjaan sehingga jarang mendampingi anak belajar di rumah. Ada pula orang tua yang merasa kesulitan mengajarkan anak menulis karena kurang memahami cara mendampingi anak belajar secara tepat. Salah satu orang tua menyampaikan: AuKadang saya pulang kerja sudah malam, jadi jarang sempat mendampingi anak belajar. Anak lebih sering belajar sendiri atau bermain handphone. Ay Kondisi tersebut menyebabkan sebagian siswa kurang memperoleh latihan menulis secara rutin di rumah. Akibatnya perkembangan kemampuan menulis siswa menjadi lebih lambat dibandingkan siswa yang memperoleh pendampingan intensif dari orang tua. Temuan ini sesuai dengan penelitian Nuraeni. Aisy. Putriyana. Eti, dan Riski yang menyatakan bahwa kurangnya perhatian dan pendampingan orang Warsito. L Ronggo. Purnamasari. AuAnalisis Kemampuan Menulis Permulaan Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Semester II SD Mondial Kota Semarang. Ay 47 S Pritami. I Meizaluna. Fahrurrozi. Uswatun. Petrus. AuAnalisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Kelas Rendah Sekolah Dasar,Ay Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri 10, no. 48 Sariyati. Widayati. Nurnaningsih. , dan Rina. AuPembelajaran Keterampilan Menulis Permulaan Pada Sekolah Dasar Melalui Model Problem Based Learning Dengan Media Gambar. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 tua dapat menjadi salah satu penyebab rendahnya kemampuan menulis permulaan pada siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi peneliti juga menemukan bahwa siswa yang memperoleh pembiasaan belajar di rumah terlihat lebih siap mengikuti pembelajaran di kelas. Siswa lebih cepat menyelesaikan tugas menulis dan lebih percaya diri ketika diminta menulis di depan kelas. Sebaliknya siswa yang jarang berlatih di rumah cenderung lambat menulis dan sering mengalami kesalahan dalam pembentukan huruf maupun penyusunan kata. Hal tersebut menunjukkan bahwa latihan menulis yang dilakukan secara berulang di rumah sangat membantu perkembangan keterampilan menulis siswa. Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa komunikasi antara guru dan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam membantu perkembangan kemampuan menulis siswa. Kepala sekolah menjelaskan bahwa guru sering memberikan informasi kepada orang tua mengenai perkembangan belajar anak serta memberikan saran latihan yang dapat dilakukan di rumah. Kepala sekolah menyampaikan: AuKerja sama antara guru dan orang tua sangat penting. Kalau sekolah dan keluarga sama-sama memperhatikan anak, perkembangan kemampuan menulis anak biasanya lebih baik. Ay Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan siswa dalam mengatasi kesulitan menulis permulaan membutuhkan dukungan bersama antara pihak sekolah dan keluarga. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua dapat membantu mengidentifikasi kesulitan belajar siswa serta menentukan langkah yang tepat untuk membantu perkembangan kemampuan menulis anak. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat dipahami bahwa orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membantu meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa kelas II sekolah dasar. Peran tersebut meliputi memberikan pendampingan belajar, membiasakan anak berlatih menulis di rumah, memberikan motivasi dan perhatian, menyediakan fasilitas belajar serta menjalin komunikasi dengan guru mengenai perkembangan belajar anak. Dukungan orang tua yang dilakukan secara konsisten dapat membantu siswa menjadi lebih terbiasa menulis, lebih percaya diri, dan lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak sangat diperlukan untuk membantu mengatasi kesulitan menulis permulaan pada siswa sekolah dasar. Orang tua perlu meluangkan waktu untuk mendampingi anak belajar serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman di rumah. Selain itu kerja sama 49 Nuraeni. Aisy. Putriyana. Eti. E dan Riski. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Di Kelas II SDN Kebon Cau II. Ay 50 Azzahra. P Liani. Andara. Zahrina. , dan Megan. AuPeran Guru Dalam Kesulitan Menulis Pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar. Ay 51 Djulia. Fatmawati. AuAnalisis Kemampuan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Di SD Muhammadiyah 2 Limboto. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 antara orang tua dan guru juga perlu terus ditingkatkan agar perkembangan kemampuan menulis siswa dapat dipantau dan dibimbing secara optimal. Dengan dukungan yang baik dari keluarga dan sekolah kemampuan menulis permulaan siswa diharapkan dapat berkembang dengan lebih baik dan maksimal. Proses Pembelajaran Menulis Permulaan Yang Berlangsung Pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar Proses pembelajaran menulis permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dasar siswa dalam menulis huruf, kata dan kalimat sederhana dengan baik dan benar. Pembelajaran menulis permulaan tidak hanya menekankan pada hasil tulisan siswa, tetapi juga pada proses siswa dalam mengenal bentuk huruf, memahami penggunaan ejaan serta membiasakan keterampilan motorik halus ketika menulis. 52 Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dalam penelitian ini, proses pembelajaran menulis permulaan di kelas II dilakukan secara bertahap melalui kegiatan pengenalan huruf, latihan menulis, penyalinan kata dan kalimat, penggunaan media pembelajaran serta pemberian bimbingan dan evaluasi oleh guru. Berdasarkan hasil observasi di dalam kelas pembelajaran menulis permulaan dimulai dengan kegiatan apersepsi dan pengenalan materi oleh guru. Guru terlebih dahulu menjelaskan materi pembelajaran bahasa Indonesia yang berkaitan dengan menulis kemudian memberikan contoh penulisan huruf, kata maupun kalimat sederhana di papan tulis. Setelah itu siswa diminta menyalin tulisan tersebut ke dalam buku tulis masing-masing. Dalam kegiatan pembelajaran guru terlihat aktif memberikan arahan mengenai cara memegang pensil yang benar posisi duduk yang baik, serta cara menulis mengikuti garis buku agar tulisan siswa lebih rapi. Pembelajaran menulis permulaan pada siswa sekolah dasar perlu dilakukan secara bertahap dan berulang agar siswa terbiasa membentuk huruf serta memahami pola penulisan dengan baik. Hasil wawancara dengan guru kelas II menunjukkan bahwa proses pembelajaran menulis permulaan dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan Guru menjelaskan bahwa terdapat siswa yang sudah mampu menulis dengan baik tetapi ada pula siswa yang masih membutuhkan pendampingan khusus. Oleh karena itu guru memberikan latihan yang berbeda sesuai kemampuan masingmasing siswa. Guru menyampaikan: AuDalam pembelajaran menulis, saya menyesuaikan dengan kemampuan anak. Ada yang sudah lancar menulis kalimat, tetapi ada juga yang masih belajar membentuk huruf. Jadi saya harus membimbing mereka secara bertahap. Ay 52 Prismatuti. N Anggraeni. Kasanah. Roffi. , dan Diana. AuAnalisis Kesulitan Belajar Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas i Sekolah Dasar. Ay 53 Prasetyaningsih. Poerwanti. AuAnalisis Keterampilan Membaca Dan Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Guru juga menjelaskan bahwa pembelajaran menulis dilakukan secara rutin agar siswa terbiasa menulis setiap hari. Kegiatan latihan dilakukan mulai dari menebalkan huruf, menyalin kata, menyusun kalimat sederhana hingga menulis jawaban singkat dari pertanyaan guru. Pembiasaan tersebut membantu siswa meningkatkan kemampuan menulis secara perlahan. Latihan menulis yang dilakukan secara rutin dapat membantu siswa mengembangkan koordinasi tangan dan meningkatkan kemampuan menulis permulaan secara bertahap. Selain menggunakan metode latihan langsung, guru juga memanfaatkan media pembelajaran agar siswa lebih tertarik mengikuti pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi, guru menggunakan kartu huruf, gambar, papan tulis dan buku bergambar untuk membantu siswa mengenal huruf dan kata. Guru terkadang mengajak siswa bermain sambil belajar menulis agar suasana pembelajaran lebih Dalam wawancara guru menyampaikan: AuKalau hanya menulis di buku terus, anak-anak cepat bosan. Jadi saya menggunakan gambar dan kartu huruf supaya mereka lebih aktif dan senang belajar. Ay Penggunaan media pembelajaran tersebut membuat siswa terlihat lebih antusias dan fokus mengikuti kegiatan belajar. Siswa lebih mudah memahami bentuk huruf dan penyusunan kata melalui media visual yang menarik. Penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan keterampilan menulis permulaan siswa sekolah dasar. Hasil wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyukai pembelajaran menulis ketika dilakukan dengan permainan atau media Salah satu siswa menyampaikan: AuSaya suka belajar menulis kalau ada gambar dan kartu huruf karena lebih mudah mengingat hurufnya. Ay Siswa lain juga mengatakan bahwa guru sering membantu mereka ketika mengalami kesulitan menulis. Hal tersebut membuat siswa merasa lebih percaya diri dan tidak takut bertanya ketika mengalami kesulitan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan guru yang sabar dan komunikatif memberikan pengaruh positif terhadap proses belajar siswa. Dalam proses pembelajaran guru juga memberikan perhatian khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan menulis. Berdasarkan hasil observasi, guru sering mendatangi siswa yang belum mampu menulis dengan baik dan memberikan contoh penulisan secara langsung. Guru membantu memperbaiki posisi tangan siswa ketika memegang pensil dan meminta siswa mengulang tulisan yang masih kurang tepat. 54 Hulwah and Ahmad. AuAnalisis Kesulitan Belajar Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar. Ay 55 Sariyati. Widayati. Nurnaningsih. , dan Rina. AuPembelajaran Keterampilan Menulis Permulaan Pada Sekolah Dasar Melalui Model Problem Based Learning Dengan Media Gambar. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 Bimbingan individual sangat diperlukan dalam pembelajaran menulis permulaan karena setiap siswa memiliki kemampuan belajar yang berbeda-beda. Hasil dokumentasi menunjukkan bahwa guru memberikan evaluasi terhadap hasil tulisan siswa secara rutin. Guru memeriksa kerapian tulisan, ketepatan penggunaan huruf kapital, tanda baca dan susunan kata dalam kalimat. Kesalahan yang ditemukan kemudian diperbaiki bersama siswa agar siswa memahami bentuk penulisan yang benar. Guru juga memberikan latihan tambahan kepada siswa yang masih mengalami kesulitan menulis. Dalam wawancara guru menyampaikan: AuKalau ada tulisan anak yang salah, saya langsung memperbaiki dan meminta mereka menulis ulang supaya terbiasa menulis dengan benar. Ay Evaluasi yang dilakukan secara rutin membantu siswa mengetahui kesalahan dalam menulis dan memperbaikinya secara bertahap. Menurut Febriayanti dan Yulia . , pemberian umpan balik dan latihan ulang sangat penting dalam pembelajaran menulis permulaan karena dapat membantu siswa memahami kesalahan dan meningkatkan keterampilan menulis secara berkelanjutan. Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa sekolah mendukung proses pembelajaran menulis melalui penyediaan fasilitas belajar dan pengawasan terhadap kegiatan pembelajaran di kelas. Kepala sekolah menjelaskan bahwa guru didorong untuk menggunakan metode pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Kepala sekolah menyampaikan: AuSekolah mendukung guru untuk menggunakan media dan metode pembelajaran yang menarik agar siswa lebih semangat belajar menulis. Ay Selain itu kepala sekolah juga menjelaskan bahwa komunikasi dengan orang tua dilakukan untuk membantu perkembangan kemampuan menulis siswa di rumah. Orang tua diminta untuk mendampingi anak berlatih menulis secara rutin agar kemampuan siswa berkembang lebih baik. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat dipahami bahwa proses pembelajaran menulis permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar dilakukan melalui tahapan pengenalan huruf, latihan menulis secara bertahap, penggunaan media pembelajaran, pemberian bimbingan individual serta evaluasi hasil tulisan siswa. Proses pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran menulis permulaan memerlukan kesabaran, ketelatenan dan kreativitas guru dalam membimbing siswa. Dengan demikian proses pembelajaran menulis permulaan yang berlangsung pada siswa kelas II sekolah dasar sudah dilakukan secara bertahap dan Guru berupaya menciptakan pembelajaran yang menarik dan memberikan pendampingan kepada siswa yang mengalami kesulitan menulis. Namun keberhasilan pembelajaran menulis permulaan juga memerlukan dukungan Azzahra. P Liani. Andara. Zahrina. , dan Megan. AuPeran Guru Dalam Kesulitan Menulis Pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar. Ay 57 Febriayanti. I Dwi. , dan Yulia. AuAnalisis Kesulitan Menulis Permulaan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II Sekolah Dasar Negeri Kepek Tahun Pelajaran 2023/2024. Ay Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 dari orang tua dan lingkungan belajar yang baik agar siswa lebih terbiasa berlatih menulis baik di sekolah maupun di rumah. Dengan pembelajaran yang tepat dan dukungan yang optimal kemampuan menulis permulaan siswa diharapkan dapat berkembang secara maksimal. KESIMPULAN Bentuk kesulitan menulis permulaan yang dialami siswa kelas II sekolah dasar meliputi kesulitan membentuk huruf dengan benar, membedakan huruf yang memiliki bentuk hampir sama seperti huruf AubAy dan AudAy serta AupAy dan AuqAy, menulis kata dan kalimat sederhana, penggunaan huruf kapital dan tanda baca, serta menjaga kerapian tulisan. Selain itu, beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menjaga jarak antar kata, menulis sesuai garis buku, dan menyelesaikan tugas menulis dengan Kesulitan tersebut menyebabkan tulisan siswa kurang rapi dan sulit dibaca. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan menulis permulaan terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya kemampuan motorik halus, kurangnya konsentrasi belajar, rendahnya motivasi belajar, serta kesulitan siswa dalam mengenal dan mengingat bentuk huruf. Sementara itu, faktor eksternal meliputi kurangnya latihan menulis di rumah, minimnya pendampingan orang tua, penggunaan gawai secara berlebihan, serta metode pembelajaran yang kurang menarik dan bervariasi. Faktor-faktor tersebut saling memengaruhi kemampuan siswa dalam belajar menulis. Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan menulis permulaan dilakukan melalui pemberian latihan menulis secara bertahap dan rutin, penggunaan media pembelajaran yang menarik seperti kartu huruf dan gambar, pemberian bimbingan khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan, serta pemberian motivasi dan pujian kepada siswa. Guru juga melakukan evaluasi terhadap hasil tulisan siswa dan memberikan latihan tambahan agar kemampuan menulis siswa dapat berkembang dengan lebih baik. Selain itu, guru menjalin kerja sama dengan orang tua untuk mendukung perkembangan kemampuan menulis siswa di rumah. Orang tua memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa melalui pendampingan belajar di rumah, membiasakan anak berlatih menulis, memberikan motivasi belajar, serta menyediakan fasilitas belajar yang mendukung kegiatan menulis. Siswa yang memperoleh perhatian dan pendampingan belajar dari orang tua cenderung memiliki kemampuan menulis yang lebih baik dibandingkan siswa yang kurang mendapatkan dukungan belajar di Kerja sama antara orang tua dan guru juga membantu perkembangan kemampuan menulis siswa menjadi lebih optimal. Proses pembelajaran menulis permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar dilakukan secara bertahap melalui kegiatan pengenalan huruf, latihan menulis, penyalinan kata dan kalimat sederhana, penggunaan media pembelajaran, serta evaluasi hasil tulisan siswa. Guru memberikan contoh penulisan secara langsung dan Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. E-ISSN: 2721-0561 P-ISSN: 2798-3757 membimbing siswa yang mengalami kesulitan menulis. Pembelajaran dilakukan secara rutin agar siswa terbiasa menulis dan mampu meningkatkan keterampilan menulis permulaan secara bertahap. Dengan adanya pembelajaran yang terarah serta dukungan dari guru dan orang tua, kemampuan menulis permulaan siswa dapat berkembang dengan lebih baik. DAFTAR PUSTAKA