Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Muhammad Reza Arviansyah1. Ageng Shagena2 Universitas Sriwijaya mrezaarvian@gmail. com, 2ageng8428@gmail. Abstract: Over time the challenges and roles carried by teachers will certainly change, one of which is the development in the field of technology that also plays a role and can affect these changes. Especially if referring to various policies in the existing and latest curriculum, of course this is one of the interesting things to Therefore, the purpose of the author who wants to be conveyed in this paper is to discuss the challenges and roles of the teacher himself, especially in dealing with the use related to the independent learning curriculum which is the latest curriculum and will be applied later. Then related to the data source used are various forms of litelatur which are certainly related to the theme, be it in the form of books, articles, journals, and other writing sources located on the internet. For his own authorship, the author uses the method of studying literature or library research by finding and collecting relevant data sources, then filtering these collected sources so that the most relevant sources can be found with the theme to be studied or raised, then make conclusions and record various important things from existing sources, and then later will be implemented in the form of writing. Keywords: Challenges. Role of Teachers. Curriculum of Independent Learning. PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu bagian terpenting dalam kehidupan, yang mana pendidikan tentunya harus berjalan seiringan dengan perkembangan zaman. Pendidikan ini sendiri juga akan menjadi pegangan bagi manusia dalam menghadapi dan menjalani berbagai tantangan dan masalah yang ada dalam Maka hal ini selaras dengan konsep dalam pendidikan yang diajarkan oleh ajaran islam bahwa menuntut ilmu itu sepanjang hayat . eumur hidu. Terlebih lagi kita bukan hanya semata-mata untuk menuntut ilmu tetapi juga untuk mengamalkan serta menyebarluaskan atau mengajarkan ilmu tersebut. Kemudian bicara mengenai tantangan, tentunya tantangan yang tepat dibahas adalah jika dilihat dari guru itu sendiri yang mana tentu banyak tuntutan yang diberikan seiring berkembangnya zaman. Tantangan dari guru dalam mengajar tentunya tidak hanya fokus semata pada isi ataupun materi pelajaran. Namun dalam kegiatan mengajar merupakan kegiatan untuk mentransfer ilmu dan membentuk para peserta didik. Dalam Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . mengajar guru disini berperan sebagai pengajar, dalam proses pembelajaran guru memiliki banyak peran dan fokus guna mendorong anak agar dapat mengubah tingkah lakunya. Walaupun pada dasarnya murid memiliki dorongan akan keinginan sendiri dalam belajar sehingga secara mandiri pun dapat menentukan tujuan yang ingin dicapai, namun tentu hal ini tak luput dari salah satu peran guru sebagai tenaga pendidik. Untuk itu peran guru ini sendiri juga erat kaitannya dengan kompetensi yang dimiliki oleh guru itu sendiri. Tentunya demi mencapai tujuan pembelajaran ini dibutuhkan sebuah kompetensi, yang mana dari kompetensi inilah nantinya dapat menentukan bagaimana murid dalam pembelajaran. Kompetensi bukan hanya berarti sebuah pengetahuan ataupun keterampilan, namun juga dituntung untuk dapat sekaligus meliputi hal yang kompleks. Dengan kata lain kompetensi dapat diartikan sebagai sebuah usaha yang telah dilakukan dengan benar oleh seseorang dan orang tersebut telah menguasai akan hal itu. Disini dalam UU No. 14 tahun 2005 yang mengatur mengenai guru dan dosen, kompetensi antara guru dan dosen diindentifikasikan sebagai seperangkat ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikedepankan dalam melaksanakan tugas secara profesional nantinya. (Andina. Berjalan seiringan untuk kompetensi guru sendiri merupakan hak yang tentunya berhubungan dengan guru itu sendiri dalam artian berkaitan dengan sikap, tindakan, maupun keterampilan dan kemampuan dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar. Maka merujuk kepada hal tersebut kompetensi dari guru ini didasarkan pada hal yang dimiliki oleh seorang guru yakni sebuah keterampilan dan kemampuan. Dikatakan keterampilan disini adalah hal yang berhubungan dengan pembelajaran sehingga dalam praktiknya pembelajaran tersebut dapat berjalan secara maksimal, sedangkan untuk kemampuan seorang guru tentunya harus dapat membantu menemukan dan mengembangkan terkait akan minat dan bakat dari para muridnya dan juga memberikan motivasi yang dapat meningkatkan semangat daripada muridnya itu sendiri. Tentunya ini memang bukan merupakan hal yang mudah, namun apabila dilihat kompetensi dari seorang guru merupakan landasan penting guna terwujudnya pendidikan yang semakin berkualitas. (Sutisna & Widodo, 2. Guru adalah seseorang pengajar yang harus digugu dan ditiru oleh peserta didik dan lingkungan masyarakat sekitar. Makna dari digugu ialah peserta didik mempercayai dan meyakini apa yang di sampaikan oleh seorang guru, sedangkan ditiru seorang guru menjadi contoh yang baik bagi peserta didik mulai dari adab, akhlak, dan sopan santun (Wicaksono, 2. Kemudian dalam dunia kerja disini tentunya seorang guru bukan hanya sebatas mengajar saja namun hakikatnya sebagai seorang guru tentunya harus dapat memiliki kepribadian yang berwibawa, kharisma, serta daya tarik yang menarik sehingga para murid dapat merasa adanya rasa kepercayaan untuk percaya kepada seorang guru sebagai orang tua mereka disekolah (Roqib & Nurfuadi, 2. Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Kemudian Suparlan berpendapat bahwa guru merupakan seorang yang memiliki tugas dan tujuan untuk berupaya mencerdaskan peserta didik mulai dari jasmani, rohani, akhlak, dan emosional. Dapat di simpulkan dari pengertian di atas bahwa guru seorang yang memiliki kemampuan yang telah di tetapkan oleh pemerintah dengan adanya SK Ausurat keputusanAy dalam hal mengajar dan memberikan bimbingan kepada peserta didik mulai dari pendidikan yang berjenjang maupun pendidikan di luar pendidikan berjenjang . uar sekola. , yang tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa maupun masyarakat dalam berbagai bidang pendidikan. (Babuta & Rahmat, 2. Kurikulum dapat di artikan sebagai suatu komponen dalam perencanaan pendidikan yang disusun sesuai dengan proses pembelajaran yang dipimpin langsung oleh sekolah yang di naungi oleh lembaga pendidikan. Ada salah satu tokoh berpendapat bahwa kurikulum ialah suatu proses pembelajaran yang di rencanakan oleh suatu sekolah dalam hal pembelajaran. Bisa di tarik kesimpulan bahwa kurikulum bisa disebut dengan perencanaan pendidikan yang berstruktur yang di naungi oleh sekolah dan lembaga pendidikan, yang tidak terfokus pada proses belajar mengajar, melainkan untuk membentuk kepribadian dan meningkatkan taraf hidup peserta didik di lingkungan masyarakat. (Bahri, 2. Seiring berkembangnya dunia pendidikan dari waktu ke waktu, kualitas ataupun mutu dari pendidikan itu sendiri tentunya turut harus ditingkatkan. Peningkatan kualitas atau mutu ini sendiri merupakan kebijakan yang tentunya bersifat dinamis dan berkelanjutan kedepan. Perkembangan yang dialami secara global yang menyangkut berbagai sendi-sendi dalam kehidupan baik itu dibidang ekonomi, industri, sosial, politik, dan tentunya ilmu pengetahuan dan teknologi . Perkembangan ini tentu juga harus didasari oleh sumber daya manusia yang Maka peran dari pendidikan adalah sebagai sebuah proses atau sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendapat akan hal ini didasari oleh dari human capital yang mengatakan bahwa dalam usaha peningkatan kompetensi pada manusia dapat memberikan dampak terhadap perkembangan kehidupan (Indriyanto, 2. Maka dari itu perkembangan dan penyesuaian terhadap kurikulum juga harus dilakukan guna meningkatkan mutu dan kualitas dari pendidikan yang ada. Selayaknya pendidikan, tentunya perkembangan informasi dan komunikasi dalam dunia teknologi juga berkembang seiring perkembangan zaman, iptek kian berkembang pesat dan tidak dapat dihindari turut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan atau pembelajaran. Kemudian guru juga merupakan inti dalam dunia pendidikan ini, karena dalam praktiknya guru tanpa hadirnya guru tentu pendidikan tidak dapat berjalan baik dan efektif. Maka dari itu guru juga dituntut agar mampu melakukan penyeimbangan baik itu teknologi yang digunakan dalam pendidikan dan juga sistem pembelajaran, karena seiring pesatnya teknologi tentu guru harus memberikan inovasi terkait metode pembelajaran kuno atau klasik menuju metode pembelajaran yang lebih modern lagi. Tentunya ini bukan Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . merupakan hal yang mudah untuk menggabungkan antara metode pembelajaran dengan teknologi yang ada, namun ini adalah satu tantangan bagi guru untuk dapat membantu memperkenalkan kepada murid mengenai pendidikan dan teknologi ini harus berjalan secara beriringan guna menghadapi perkembangan zaman (Siregar et al. , 2. Tentunya sesuai dengan apa yang telah disampaikan bahwa tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui mengenai tantangan dan peran dari guru dalam kurikulum merdeka belajar, dalam hakikatnya juga tantangan ini berkaitan dengan peran dari guru dalam pembelajaran yang mana dapat berubah seiring dengan perkembangan yang terjadi maka dari itulah penulis memilih tema ini untuk METODE Dalam penulisan ini, penulis disini akan membahas mengenai Tantangan Dan Peran Dari Guru Dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Dengan metode yang digunakan yakni studi kepustakaan atau library research dengan menggunakan pengkajian terkait berbagai tulisan atau literatur yang ada baik itu berupa buku, jurnal, artikel, skripsi, dan sumber relevan lainnya yang berasal dari internet. Untuk tahapan yang dilakukan penulis yakni diantaranya setelah mengumpulkan berbagai sumber-sumber terkait dilanjutkan dengan membaca dan mengkaji sumber yang telah dikumpulkan dan membuat catatan terkait inti yang relevan dan menjadikan sebuah kesimpulan untuk disusun dan kemudian ditulis. Maka dapat disimpulkan bahwa jenis data yang akan digunakan dalam tulisan ini adalah data kualitatif. Data dalam bentuk kualitatif inilah yang turut akan diubah dan diolah menjadi data deskriptif yang terdiri dari data-data tertulis dan tentunya relevan antara satu sama Hal ini selaras dan didukung oleh pendapat dari (Rasimin, 2. dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum melangkah lebih jauh, pembelajaran disini merupakan sebuah usaha manusia yang sangat penting karena akan ada banyak nilai-nilai yang dapat diambil dari kegiatan pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran dapat dikatakan penting karena tentunya tujuan dari pembelajaran ini adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk membentuk diri dan kepribadian manusia menjadi lebih baik lagi (Zein, 2. Kemudian selain itu pembelajaran juga dapat dipahami sebagai kegiatan pembinaan terhadap anak melalui upaya peningkatan terhadap aspek kognitif dan psikomotorik dengan tujuan agar anak dapat memiliki banyak pengetahuan, mempunyai keterampilan, mampu untuk berpikir kritis, dan dapat melakukan ataupun mengerjakan berbagai hal. Sekarang ini dalam dunia pendidikan sendiri memiliki sebuah peranan yang penting terhadap perkembangan berbagai aspek kehidupan yang ada, terutama bagi kepribadian atau dalam diri manusia itu sendiri. Yang mana pada intinya pendidikan disini sebuah usaha untuk mengembangkan dan menumbuhkan potensi dari dalam diri, oleh karena itu pendidikan dapat memberikan perubahan secara Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . optimal terhadap sumber daya manusia. Dari pendidikan juga lah yang dapat mempengaruhi proses berpikir bagi akal pikiran manusia dalam melakukan tindakan atau sikap dan ketika berprilaku. Maka dilihat dari hal tersebut pendidikan disini bertujuan untuk mendorong potensi dari dalam diri manusia secara utuh dan Dan yang terakhir pendidikan ditunjukkan untuk memanusiakan manusia dalam upaya untuk menjadi unggul dan terampil sesuai dengan tuntutan peran dan zaman. (Agusnadi, 2. Interaksi yang terjadi antara guru dan murid pada kegiatan ataupun lingkungan pembelajaran dengan menggunakan media atau sumber belajar tentunya tidak terlepas dari peran aktif guru. Kemudian dalam pembelajaran dapat dikatakan juga sebagai sebuah proses untuk membentuk sikap dan karakter pada murid dan bersifat berkesinambungan karena pembelajaran dapat berlaku selama seumur hidup (Yestiani & Zahwa, 2. Kemudian untuk peran guru ini sendiri ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru sebagai seorang pendidik yakni Guru sebagai seorang tenaga pendidik, karena pada hakikatnya guru merupakan seorang tokoh panutan bagi murid dalam lingkungan sekolah dan pembelajaran. Maka dari itu tentu guru harus memiliki kompetensi baik itu kualitas dan standar tertentu yang dikuasai agar dapat menjadi contoh bagi para murid. Guru sebagai pengajar, karena pada praktiknya guru dalam kegiatan belajar mengajar harus dapat menunjukkan tingkat kematangannya sebagai seorang guru, mampu untuk memotivasi siswa, kemampuan untuk menguasai kelas, kemampuan untuk berkomunikasi, sehingga terciptanya rasa aman dan nyaman dalam proses pembelajaran dikelas. Guru sebagai sumber belajar, karena dalam penerapannya guru berperan sebagai sumber belajar bagi siswa yang mana hal ini berpengaruh kepada kompetensi atau kemampuan guru untuk menguasai mengenai pelajaran tertentu dan dapat memberikan materi serta menjawab berbagai pertanyaan yang timbul dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung Guru sebagai fasilitator, karena selain sebagai pendidik dan pengajar guru juga harus mampu untuk menjadi fasilitator yang dapat memberikan pelayanan kepada murid sehingga dapat dengan mudah menerima dan memahami materi-materi dalam kegiatan pembelajaran Guru sebagai pembimbing, karena guru dalam memenuhi tugasnya sebagai tenaga pengajar yang mana tentunya disini guru memiliki sebuah tanggung jawab untuk mampu membimbing, mengarahkan, dan membantu perjalanan bagii muridnya kedepan. Guru sebagai pengelola, karena dalam kegiatan pembelajaran seorang guru tentunya memegang penuh kendali terhadap arah dan tujuan yang ingin ataupun harus dicapai dalam sebuah kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Maka guru juga dituntut agar dapat menciptakan serta mengelola lingkungan atau suasana kelas dengan aman, nyaman, dan kondusif Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . Guru sebagai penasihat, karena dalam perjalanan menempuh pendidikan tentunya para murid akan menemukan sebuah permasalahan dan kebutuhan untuk membuat sebuah keputusan dan tidak jarang bahwa juga melibatkan dan membutuhkan bantuan berupa nasihat dan pendapat dari seorang guru Guru sebagai inovator dan motivator, yang mana guru disini berperan untuk menerjemahkan pengalaman yang telah dialami pada masa lalu karena jika dilihat terdapat perbedaan jauh antara umur guru dengan murid. Tentunya berdasarkan pengalaman guru lebih unggul dan dapat kembali memberikan informasi lebih. Kemudian guru juga harus mampu memotivasi para murid untuk dapat meningkatkan semangat dalam belajar. Kemudian terkait mengenai peran dari guru sendiri, tuntutan akan peran dan tanggung jawab yang diemban oleh guru akan selalu berubah sesuai dan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan zaman yang semakin menuju ke arah modern ini. Maka mengenai guru sendiri sekarang ini dituntut untuk dapat terbiasa akan perkembangan yang terjadi dan membiasakan diri juga untuk menyesuaikan terkait perkembangan zaman,. Kemudian inovasi dan impovisasi dalam kegiatan pembelajaran, guru juga harus berperan sebagai fasilitator bagi para murid dalam kegiatan pembelajaran sehingga nantinya apa yang dicanangkan yaitu merdeka belajar dari Kemendikbudristek dapat terwujud. Di pendidikan masa sekarang ini tentunya tekanan yang ada sedikit mengalami perubahan yang mana jika dilihat dari masalah waktu guru pada era millenial seperti sekarang ini akan jauh berbeda dengan pendidikan pasa masa perjuangan kemerdekaan, orde lama, ataupun orde baru. Guru disini juga melihat betapa susahnya menghadapai berbagai macam karakter atau kepribadian yang berbeda, dengan penggunaan media dalam pembelajaran turut menjadi hal penting dimasa sekarang. Apalagi pembelajaran pada masa pandemi seperti sekarang ini yang mana besarnya tuntutan bagi profesionalisme guru dan dunia pendidikan. (Mulyasa, 2. Guru sebagai penggerak merdeka belajar, berarti seorang guru yang dituntut untuk mampu bersikap aktif dan semangat, kreatif, inovatif serta terampil guna menjadi fasilitator penggerak perubahan di sekolah. Guru sebagai sebagai penggerak merdeka belajar bukan hanya harus dapat menguasai dan mengajar secara efektif dikelas melainkan juga harus dapat menciptakan lingkungan yang baik dengan membangun kedekatan bersama murid. kemudian guru juga dituntut untuk dapat memanfaatkan berbagai teknologi yang ada sebagai peningkatan dalam cara mengajar. Kemudian guru juga harus latihan untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Melalui pembaruan terkait kebijakan Merdeka Belajar seluruh tenaga pendidik perlu mengukur dan mengintrospeksi diri agar dapat menyesuaikan terkait perkembangan zaman seperti sekarang ini. Hal ini dilakukan agar guru tidak kalah dalam hal informasi dan penggunaan teknologi oleh para muridnya, namun disamping itu juga guru penggerak merdeka belajar ini harus dapat menanamkan nilai-nilai baik ditengah Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . maraknya perubahan yang dapat terjadi dengan cepat karena mudahnya akses dan penggunaan teknologi yang semakin mudah untuk digunakan. (Mulyasa, 2. Berikut ini dikutip dari (Muniarti, 2. adapun peran dari guru penggerak dalam pendidikan yakni Guru menjadi penggerak dalam komunitas belajar bagi rekan-rekan guru yang disekolah dan wilayahnya. Menjadi pelatih bagi rekan guru merupakan peran dari guru penggerak. Diharapkan kehadiran guru penggerak mampu membawa suatu perubahan yang baik bagi guru yang digerakkan khususnya dalam kualitas mengajar peserta didik dan kemandirian guru dalam mengembangkan dirinya secara mandiri. Guru penggerak berperan dalam melatih rekan guru dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru yang digerakkan oleh guru penggerak harus mampu mendesain dan mengelola pembelajarannya semenarik mungkin sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar dan berkreasi sesuai dengan bakan dan kemampuannya. Motivasi yang ada dalam diri peserta didik memampukan dirinya untuk meningkatkan prestasi akademiknya secara mandiri. Guru penggerak menjadi agen perubahan dalam hal peningkatan kualitas kepemimpinan peserta didik di sekolah. Guru penggerak harus mampu mencipatkan suatu ruang sebagai wadah untuk berdiskusi dan berkolaborasi bersama dengan rekan guru dan mereka yang memiliki kepentingan atau pemangku kepentingan baik yang ada di lingkungan pendidikan sekolah maupun di luar sekolah dengan tujuan peningkatan kualitas dalam pembelajaran. Guru penggerak harus dapat menjadi pemandu dalam proses pembelajaran yang menciptakan suasana nyaman dan damai dalam ekosistem pembelajaran. Dengan pembelajaran yang nyaman maka peserta didik akan terdorong untuk mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang bernalar kritis, kreatif, berhati mulia dan memiliki sikap toleransi. Mengembangkan diri secara aktif. Karena guru penggerak harus selalu siap untuk mengupgrade dirinya dalam mengikuti perkembangan zaman. Guru harus mampu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya sebagai guru secara Menjadi motivator. Disini guru merupakan motivator dalam pembelajaran dalam memacu aktivitas belajarnya. Guru penggerak harus menjadi panutan yang mampu mengarahkan. Merdeka belajar merupakan salah satu program kebijakan yang ingin diterapkan oleh Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi. Keputusan terkait hal ini melalui kemendikbudristek untuk mengembalikan sistem pendidikan nasional selaras dengan esensi dari UUD 1945 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia apalagi mengingat persaingan yang kian marak dalam era revolusi industri 4. kebebasan diberikan kepada seluruh elemen yang terlibat dalam dunia pendidikan baik itu bagi pihak sekolah, guru, ataupun Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . murid untuk bebas berinovasi secara mandiri dan kreatif. Untuk itu guru sebagai guru penggerak pendidikan nasional memiliki peranan penting dalam memulai kebebasan dalam kebijakan merdeka belajar. Kemudian selain guru dalam pengimplementasian program Merdeka Belajar ini juga perlu penyesuaian dan transformasi dalam kurikulum sekolah demi tercapainya kesinambungan dan pemerataan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pada program merdeka belajar sosok guru akan tampil sebagai penggerak. Di sini, kunci dari merdeka belajar adalah manusia nya. Apabila manusia sebagai kunci, maka rasa merdeka harus selalu melekat. Jika rasa merdeka belum melekat, maka diperlukan belajar merdeka. Belajar merdeka perlu diperkuat juga sebelum memulai merdeka belajar, tentang kemerdekaan itu sendiri. Merdeka Belajar merupakan program politik baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia "Kemendikbud RI" yang dirancang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Nadiem berpendapat, yang harus didahului oleh para pendidik sebelum mereka mengajarkannya pembelajaran kepada para peserta didik. Nadiem mengatakan kompetensi pendidik di semua jenjang, tanpa transisi kompetensi inti dan kurikulum yang ada, tidak akan pernah ada Salah satu program yang digagas oleh Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi yakni Bapak Nadiem Makarim ialah AuMerdeka BelajarAy untuk menimbulkan aktivitas belajar yang menyenangkan. (Evi Hasim. Adapun tujuan dari belajar mandiri ialah supaya pendidik, peserta didik dan orang tua mengalami suasana yang menyenangkan dalam pembelajaran. Kebebasan belajar berarti pengembangan pendidikan harus memunculkan suasana yang kebahagia untuk siapa? Bahagia untuk pendidim, bahagia untuk peserta didik, bahagia untuk orang tua peserta didik dan bahagia untuk seluruh Pembelajaran mandiri dalam "merdeka belajar" adalah bentuk pengembangan strategi pemerintah yang mengembalikan sifat penilaian yang semakin terabaikan. Konsep pembelajaran mandiri adalah bentuk penyesuaian kebijakan yang mengembalikan sifat penilaian yang semakin terabaikan. Konsep pembelajaran mandiri adalah mengembalikan sistem pendidikan nasional pada hakekat undang-undang agar sekolah mandiri dalam memaknai kompetensi inti kurikulum dalam proses penilaiannya. (Nasution, 2. Salah satu alasan yang dibahas dalam penerapan sistem pembelajaran mandiri "merdeka belajar" adalah Prasarana Pendidikan karena masih diragukan apakah Indonesia benar-benar siap untuk penerapan sistem ini. Pemerintah telah menganggarkan ratusan triliun APBN untuk infrastruktur teknologi informasi di sekolah, yang tujuannya agar mampu bersaing di era globalisasi. Sosial 5. 0 adalah tantangan terbaru di tahun 2020 yang disebut teknologi data. Dimana hampir setiap aspek kehidupan akan bergantung pada teknologi. Ada tantangan sekaligus peluang di era Sosial 5. 0 sehingga institusi pendidikan menjadi prasyarat kemajuan dan Untuk itu lembaga pendidikan disini harus mampu untuk berinovasi Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . dan juga menjalin kerjasama, selain itu lembaga pendidikan dituntut agar dapat menyesuaikan dan menyeimbangkan sistem dalam pendidikan dengan berbagai perkembangan yang kian marak terjadi. Hal ini agar dapat terciptanya sebuah keselarasan dalam sistem pendidikan yang mana tentunya melalui proses pendidikan lah yang mampu untuk memicu siswa agar memiliki keterampilan dalam berpikir kritis dengan berbagai inovasi dan kreativitas. (Hadi & Khojir, 2. Dalam sistem pembelajaran juga akan berubah beralih dari nuansa suasana yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas. Kegiatan belajar akan menjadi lebih santai, karena siswa dapat lebih banyak berdiskusi dengan pendidik, dan tidak hanya mendengarkan pendidik dengan harapan akan membentuk karakter siswa yang menjadi lebih berani, mandiri, mampu untuk bersosialisasi, memiliki dan sopan santun, kompeten, serta tidak semata-mata penilaian didasarkan kepada hal yang menurut beberapa pendapat hanya dapat menimbulkan kekhawatiran bagi anak dan orang tua, karena sebenarnya pada seluruh peserta didik memiliki kemampuan dan kepintaran tersendiri yang berbeda tentunya. Kedepan harapan nya akan terbentuk peserta didik yang mau bekerja dan memiliki keterampilan serta kualitas yang baik dalam bermasyarakat. Untuk itu berikut ini beberapa rancangan terkait pembaharuan dalam kurikulum merdeka belajar. (Evi Hasim, 2. Ujian Nasional (UN) akan diganti dengan Penilaian Keterampilan Minimum dan Survei Kepribadian. Ulasan ini berfokus pada keterampilan penalaran alfanumerik berdasarkan praktik terbaik tes PISA. Berbeda dengan yang ujian nasionalnya dilaksanakan pada akhir tahun ajaran, penilaian ini akan diambil di kelas empat, delapan dan sebelas. Hasilnya, sekolah membutuhkan entri untuk meningkatkan kemajuannya, sebelum siswa menyelesaikan program studi. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan di pegang langsung oleh sekolah. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah memiliki pilihan untuk menentukan formulir penilaian, seperti portofolio, tulisan, atau pekerjaan rumah. Merampingkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). dikutip dari Nadiem Makarim. RPP hanya cukup untuk membuat satu halaman. Dengan penyederhanaan administrasi diharapkan waktu guru yang dihabiskan dalam administrasi dapat dikonversi dari menjadi kegiatan belajar dan meningkatkan Dengan penerimaan siswa baru (PPDB), sistem pemekaran baru (PPDB), sistem pemekaran diperluas menjadi . idak termasuk zona 3T). Bagi siswa yang mengikuti Afirmasi dan Jalur Sukses, mereka memiliki lebih banyak peluang daripada sistem PPDB Pemerintah daerah diberikan kewenangan teknis untuk menetapkan wilayah zonasi ini. (Evi Hasim, 2. Maka jika dilihat pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan kurikulum untuk menciptakan kurikulum yang luas, komprehensif, dan spesifik. Tahapan ini terkait dengan pengorganisasian pemilihan komponen yang berbeda dari proses pembelajaran, termasuk menetapkan jadwal untuk mengatur kurikulum. Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . menentukan pada tujuan yang diusulkan, mata pelajaran, aktivitas, sumber daya, dan langkah-langkah. alat pembangunan program yang berkaitan dengan penciptaan sumber daya unit, rencana unit, dan aliran lain dari kursus bergantian untuk tujuan memfasilitasi proses belajar mengajar. Pengembangan kurikulum adalah tahapan perencanaan dan penyusunan kurikulum yang bertujuan untuk membuat rencana kurikulum yang lebih baik dan menyesuaikannya dengan kondisi yang telah ada. Program ini dibangun karena berkaitan erat dengan keadaan dan kondisi, sehingga program ini membutuhkan inovasi dan pengembangan yang sesuai dengan apa yang di perlukan oleh lingkungan. (Hidayat et al. , 2. Untuk itu dalam bagian pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea keempat terdapat sebuah penggalan tertulis yang berbunyi bahwa salah satu tujuan dari Negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan sebagai salah satu hal yang penting berperan sebagai pengembangan kompetensi dalam berpikir bagi seluruh masyarakat dunia atau global. Seperti pada era revolusi 1. 0 pendidikan tidak dianggap sebagai hal yang penting melainkan lebih mengandalkan tenaga, selanjutnya pada era revolusi 2. 0 pendidikan mulai mempersiapkan rencana pembelajaran dan sistem ujian yang diadakan dalam beberapa tahap, kemudian pada era revolusi 3. 0 dunia pendidikan baru menjajaki atau masuk kepada arah digitalisasi, dan yang terakhir pada era revolusi 4. 0 terjadi sebuah peningkatan terhadap kualitas dan pemerataan pendidikan juga akses dalam memanfaatkan teknologi demi diwujudkannya pendidikan tingkat dunia agar tercapainya peningkatan dalam kualitas sumber daya manusia. Tentunya terjadi sebuah perubahan dalam struktur sosial dan pendidikan yang mana seluruh masyarakat turut dapat merasakan dampak dari masuknya teknologi yang kian marak ini. Semua orang memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan dan saling bersaing antara satu sama lain. Untuk hal inilah maka Kementrian Pendidikan Republik Indonesia mencanangkan sebuah program dan kurikulum baru yakni Merdeka Belajar. (Sherly et al. , 2. Dalam pengembangan kurikulum yang terjadi di Indonesia, turut berkembang pula mengenai isu terkait pengembangan kurikulum di Indonesia (Suryaman, 2. Kemudian ada beberapa hal yang dipertimbangkan dan dirasa cukup penting yakni mengenai upaya untuk memenuhi visi ataupun tujuan dari Indonesia pada tahun 2030 dan 2045 nanti, yang mana dalam memenuhi tujuan ini tentu dibutuhkan dukungan dari sumber daya manusia yang memadai serta fasilitas pendukung seperti sarana dan prasarana yang baik pula. Selanjutnya yang kedua yaitu perkembangan terhadap dunia literasi digital yang kian marak, literasi digital adalah hal baru yang mana literasi digital ini merupakan literasi data mengenai kemampuan kita untuk dapat membaca, menganalisis, dan memahami penggunaan akan teknologi. Kemudian selanjutnya berkaitan dengan revolusi industri yang mana ada sebuah kekhawatiran akan melemahnya tingkat literasi atau budaya membaca pada Kemudian peran dari pendidikan disini dapat memberikan Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . permasalahan baru karena tentu budaya baca ini merupakan salah satu hal yang penting bagi masyarakat. Dan yang terakhir yaitu mengenai minat baca dari masyarakat indonesia ini sendiri, karena seperti yang kita tahu berdasarkan hasil dari penelitian UNESCO pada tahun 2016 menetapkan bahwa Indonesia sendiri berada pada urutan 60 dari 61 negara dengan minat dan kemampuan membaca yang Permasalahan minat baca ini sendiri merupakan permasalahan klasik yang telah terjadi yang mana sulitnya akses, jangkauan harga, dan mutu dari buku itu Maka jika dilihat pada pengembangan kurikulum yang terjadi ini tidak hanya berfokus kepada guru sebagai pendidik, tetapi turut terkena kepada pemangku kepentingan yang tentunya memiliki kepentingan. Dengan begitu, rencana yang diterapkan dapat memberikan sebuah arah yang jelas dalam pelaksanaannya dan pada akhirnya nanti, akan dapat menghasilkan sebuah pencapaian dan hasil yang diinginkan oleh siswa. Sebuah kurikulum baru tentu tidak akan tercapai jika dibiarkan dengan begitu saja setelah dikembangkan. Program yang telah dirancang dan dikonsep secara optimal harus dilaksanakan dan memiliki hasil dalam praktiknya. Banyak kurikulum yang telah dirancang dan dikembangkan tidak dilaksanakan karena kurangnya perubahan terencana di seluruh sistem sekolah. Kegagalan dalam kurikulum dapat dikaitkan dengan alasan yang belum serius mempertimbangkan pengembangan kurikulum. Biasanya, individu di Sekolah percaya bahwa upaya terhadap pengembangan kurikulum adalah untuk melengkapi rencana baru yang telah ada atau akan ada materi baru yang dibeli. Banyak yang lebih peduli dengan masalah terkait manajemen dan organisasi, daripada perubahan program yang sedikit mendasar. (Rouf et al. , 2. Telah banyak perbaikan program di Indonesia yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia, perbaikan program itu sendiri dilakukan untuk menghasilkan cost atau outcome yang sangat efektif mulai dari adanya kurikulum Belanda. Kurikulum Jepang, dan pada tahun 1964 sampai dengan pemberlakuan kurikulum merdeka belajar, sudah pasti terjadi perubahan kurikulum guna memperbaiki dan menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan IPTEK yang ada pada masa sekarang. Dalam penerapannya, program "kurikulum" disini memiliki berbagai macam ide yang sangat bagus dan tepat, misalnya program KTSP 2006 ketika dilaksanakan, program ini lebih menitikberatkan pada pendidik, dimana pendidik disini bisa dan bisa memunculkan ide-ide yang menarik dan Ide-ide baru yang menarik dan cara belajar yang baru, sehingga partisipasi peserta didik dalam kegiatan kecil, sehingga disini tidak menunjukkan kepribadian masing-masing peserta didik, tidak mengerti apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan peserta didik. (Andriani, 2. Adapun perbaikan kurikulum yang akan dilakukan lagi yang masih terus digarap, khususnya kurikulum sekarang. Faktor-faktor tertentu yang dianggap mendorong perubahan agenda kurikulum, yaitu liberalisasi faktor-faktor tertentu dianggap mendorong perubahan agenda, yaitu pembebasan wilayah-wilayah Muhammad Reza Arviansyah. Ageng Shagena Tantangan dan Peran Dari Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 1, . tertentu di dunia, dunia dari penjajahan, pesatnya perkembangan IPTEK dan dunia. penduduk meningkat sangat pesat. Efektivitas inovasi kurikulum memiliki banyak alasan, dengan perubahan kurikulum diharapkan dengan tercapainya tujuan pendidikan itu sendiri, faktor pertama penyebab perubahan kurikulum, yang dapat berubah karena sistem pemerintahan berubah, misalnya. ganti presiden baru, juga harus ada reformasi di mana semua aspek sistem sosial, politik, ekonomi, ideologi dan pendidikan juga bisa diubah. (Andriani, 2. SIMPULAN Dilihat dari apa yang telah dibahas dan disampaikan diatas, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin marak. Oleh karena dilihat dari dunia pendidikan bahwa memang benar peran dan tantangan sangat berkaitan dengan erat, peran dan tantangan ini akan turut berubah seiring waktu Maka penting bagi kita untuk mampu meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia sehingga dapat mengimbangi perkembangan dari iptek ini sendiri dan juga pemenuhan akan tujuan dalam pembelajaran inilah yang nantinya akan turut mempengaruhi capaian dalam akhir pembelajaran. Semakin tinggi tingkat kompetensi guru mak sebuah pembelajaran akan semakin terarah dengan jelas juga tujuan dan capaian yang akan diraih diakhir dapat dipenuhi secara maksimal, namun tentunya tidak mudah untuk menciptakan suasana pembelajaran secara efektif dan maksimal apabila melihat peranan dari guru yang makin hari semakin kompleks serta reaksi dari para murid ketika menerima pembelajaran pun merupakan salah satu faktor penting demi terwujud tingginya capaian dalam Tidak heran juga seiring berkembangnya zaman, maka dunia pendidikan sendiri harus dapat menyesuaikan diri mengikuti perkembangan yang semakin marak seperti saat ini. Oleh karena itu tidak diherankan bahwa salah satu aspek dasar dan sebagai pegangan atau pedoman dari seorang guru yakni kurikulum akan mengalami berbagai perubahan demi menyesuaiakan dengan perkembangan yang Hal inilah yang membuat adanya kurikulum merdeka belajar yang mana fokus pengembangan kurikulum tidak hanya kepada guru semata melainkan turut berpengaruh kepada seluruh elemen yang ada khususnya bagi bidang akademik. Dengan begitu hadirnya kurikulum merdeka belajar ini dapat memberikan suatu perubahan dan arah yang jelas bagi pendidikan di Indonesia yang saat ini tentunya masih tertinggal dengan pendidikan di negara-negara lainnya. Merdeka belajar juga memiliki nilai respresentatif yang mana peserta didik diberikan keaktifan serta kebebasan untuk belajar, sesuai dengan namanya yakni kurikulum merdeka belajar. DAFTAR PUSTAKA