PENERAPAN PROSEDUR AUDIT AR DAN AP TERHADAP PENETAPAN OPINI PT. KML DI KAP DRS. JOSEPH MUNTHE. AK. Fauzani Nur Aini Ramadhina1. Irsan Herlandi Putra 2 Akuntansi. Institut Digital Ekonomi LPKIA Institut Digital Ekonomi LPKIA. Alamat Pos fauzaninurainiramadhina@gmail. com, 2irsanherlandiputra@lpkia. Abstrak Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat menuntut perusahaan untuk memiliki sistem pengendalian intern yang baik guna memastikan keakuratan laporan keuangan. Salah satu aspek penting dalam laporan keuangan adalah account receivable . iutang usah. dan account payable . tang usah. , yang mencerminkan hak dan kewajiban keuangan perusahaan. Ketidaktepatan dalam pencatatan dan pengelolaan kedua akun ini dapat mempengaruhi validitas laporan keuangan dan berdampak pada opini audit yang diberikan oleh auditor. PT KML, yang didirikan tahun 1990, bergantung pada penjualan kredit yang besar, sehingga pengendalian intern untuk piutang sangat penting. Auditor perlu terampil dalam mengumpulkan dan menafsirkan bukti untuk audit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prosedur audit terhadap account receivable dan account payable serta pengaruhnya terhadap opini audit PT KML yang diaudit oleh KAP AuDrs. Joseph Munthe. Ak. Ay Penelitian ini menemukan bahwa PT KML belum menyusun kartu kontrol piutang dan hutang serta belum membentuk cadangan piutang tak tertagih. Hasil konfirmasi piutang dan hutang menunjukkan kesesuaian dengan catatan perusahaan sehingga tidak ditemukan masalah material. Kelemahan administratif tersebut tidak memengaruhi opini audit, karena auditor secara konsisten memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada 2021Ae2023. Pertimbangan utama opini WDP berasal dari ketidakpatuhan perusahaan terhadap regulasi Kata kunci : pengendalian internal, piutang, hutang, prosedur audit, opini audit. Pendahuluan Perkembangan dunia usaha yang bertambah pesat seiring dengan perkembangan teknologi telah membawa pengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Hal ini terlihat dengan adanya persaingan yang ketat dalam dunia usaha, baik perdagangan maupun perindustrian, serta adanya peningkatan tuntutan konsumen akan produk atau barang yang dikonsumsinya. Persaingan mengharuskan perusahaan untuk mengelola semua sumber daya yang dimiliknya seoptimal mungkin supaya perusahaan dapat menghasilkan dan menawarkan produk yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen dengan kualitas tinggi pada harga yang memadai untuk tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan dapat semakin Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat bantu sehingga pemilik tidak kehilangan kendali terhadap seluruh operasi dan aktivitas perusahaan. Alat tersebut dikenal dengan pengendalian internal. Pengendalian memberikan jaminan yang memadai bahwa mempertimbangkan biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakannya dan manfaat yang didapat dengan adanya pengendalian internal tersebut. Pengendalian internal efektif untuk melindungi aset perusahaan, memastikan keandalan informasi keuangan, dan mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku . Pengendalian internal mencakup prosedur dan kebijakan yang dirancang untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mendeteksi kesalahan atau penyalahgunaan dalam operasi perusahaan . Hal ini berarti bahwa pengendalian intern tidak dimaksudkan untuk meniadakan semua kekeliruan dan ketidakberesan, akan tetapi suatu pengendalian internal yang baik dapat menekan terjadinya kekeliruan dalam batas-batas biaya yang dianggap layak dalam Laporan Keuangan Perusahaan. Laporan keuangan adalah struktur yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja keuangan Jurnal Digitalisasi Akuntansi Jurnal Digitalisasi Akuntansi http://jurnal. id/index. php/jda/index suatu entitas. Laporan keuangan disusun untuk memberikan informasi yang relevan mengenai kondisi keuangan, kinerja, dan arus kas entitas kepada para pengguna laporan untuk pengambilan keputusan (IAI. , 2. Laporan keuangan yang dimiliki oleh suatu entitas tersebut kemudian dilakukan audit untuk memastikan bahwa laporan keuangan tersebut telah disusun sesuai dengan standar dan kriteria yang telah di tetapkan oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Agar laporan keuangan yang dimiliki oleh setiap entitas dapat dibandingkan dan mudah dipahami oleh pengguna laporan keuangan tersebut Laporan keuangan terdiri dari beberapa komponen utama yang mencerminkan kondisi keuangan, kinerja, serta arus kas suatu entitas dalam periode tertentu. Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), laporan keuangan terdiri dari Laporan Posisi Keuangan (Nerac. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komperhensif Lain. Laporan Perubahan Ekuitas. Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen terhadap laporan keuangan yang disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut . Auditor tidak hanya harus memahami akuntansi, tetapi mereka juga harus dapat mengumpulkan dan memahami bukti audit. Keahlian ini membedakan auditor dari akuntan. Auditor memiliki tanggung jawab untuk menentukan metode audit yang tepat, menentukan jumlah dan jenis item yang akan diuji, dan menilai hasil audit . Dalam hal menentukan berapa banyak bukti audit yang harus diperoleh dan seberapa luas ruang lingkup pemeriksaan, misalnya. Jika pengendalian internal perusahaan buruk dan risiko pengendalian tinggi, ruang lingkup pemeriksaan perlu diperluas dan diperlukan lebih banyak bukti. Sebaliknya, jika pengendalian internal kuat, ruang lingkup pemeriksaan dapat dipersempit dan jumlah bukti yang diperlukan dapat dikurangi. Laporan keuangan dalam dunia bisnis memiliki peran yang sangat penting untuk menilai kinerja dan kesehatan keuangan suatu entitas. Salah satu aspek krusial dalam laporan keuangan adalah akun piutang usaha (Account Receivabl. dan utang usaha (Account Payabl. Kedua akun ini mencerminkan hak dan kewajiban keuangan perusahaan yang dapat memengaruhi validitas serta reliabilitas laporan Oleh karena itu, dalam proses audit, penerapan prosedur audit yang efektif terhadap akunakun tersebut berguna untuk memastikan keakuratan penyajian laporan keuangan suatu entitas. Perusahaan biasanya menggunakan kredit untuk meningkatkan penjualan barang atau jasa. Penjualan P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 kredit semacam ini dikelompokkan ke dalam sebagai piutang usaha atau wesel tagih. Istilah piutang . mencakup seluruh uang yang diklaim terhadap entitas lain, termasuk perorangan, perusahaan, maupun organisasi. Piutang ini biasanya merupakan bagian dari kelompok aset lancer . Penjualan merupakan sumber utama pendapatan perusahaan, dan biasanya terdiri dari penjualan tunai dan penjualan kredit. Penjualan kredit merupakan strategi perusahaan untuk mempertahankan pelanggan tetap mereka dan juga menarik pelanggan baru, dikarenakan pembayaran dilakukan setelah barang diserahkan atau jasa diberikan kepada pelanggan. Penjualan kredit ini menimbulkan piutang / Account Receivable bagi perusahaan. Dalam Laporan Keuangan. Piutang usaha terdiri dari tagihan hasil penjualan barang dan jasa dengan sistem kredit. Terdapat kemungkinan bahwa piutang usaha tidak dapat tertagih, yang dapat mengakibatkan kerugian atas piutang tak tertagih, sehingga audit piutang usaha sangat dibutuhkan. Kesalahan material dalam piutang usaha dapat berdampak signifikan terhadap keakuratan dan kewajaran laporan keuangan . Prosedur audit aktual atas utang usaha (Account Payabl. yang diterapkan oleh auditor sangat bervariasi tergantung pada sifat perusahaan, tingkat materialitas utang usaha, sifat dan pengendalian internal, serta risiko inheren. Risiko inheren merupakan penilaian auditor atas kemungkinan adanya salah saji yang material pada suatu saldo pengendalian internal . Opini audit merupakan tahap akhir dari proses audit mengenai kewajaran suatu laporan keuangan. Opini tersebut adalah pendapat akuntan independen mengenai laporan keuangan Pendapat wajar berarti laporan keuangan telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum . PT KML merupakan perusahan yang bergerak di bidang Manufaktur yaitu pada industri percetakan di Bandung dan sudah berdiri sejak tahun 1990 bedasarkan akta perseroan PT KML. Dalam pelaksanan aktivitas bisnisnya seperti, kegiatan produksi dimulai dari proses percetakan . etting, pembuatan film, dan plat ceta. , proses mencetak, sampai pada proses finishing dan kemudian diserahkan, semua aktivitas ini tentu harus didukung oleh kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dan juga pengendalian internal perusahaan yang baik agar perusahaan dapat mencapai tujuan perusahaan dan memenuhi semua permintaan pasar. Pada PT KML memiliki pelanggan tetap, pelanggan tersebut merupakan pelanggan nomor 1 PT KML atau dapat diartikan penjualan terbesar PT KML yaitu kepada 1 pelanggan ini. Karena PT KML mempunyai pelanggan tetap yang rutin melakukan pemesanan kepada PT KML, terdapat banyak invoice pemesanan yang ditujukan kepada 1 pelanggan tetap ini dan pemesanan tersebut dilakukan secara kredit. Pemesanan kredit ini menghasilkan piutang penjualan Jurnal Digitalisasi Akuntansi Jurnal Digitalisasi Akuntansi P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 http://jurnal. id/index. php/jda/index bagi PT KML dan ini menimbulkan resiko piutang tidak tertagih bagi PT KML. Maka dari itu diperlukan pengendalian internal perusahaan yang baik terkait dengan akun piutang penjualan ini. Supaya dapat mengurangi resiko piutang tidak tertagih bagi PT KML. PT KML tidak hanya memiliki piutang atas penjualan, tetapi juga memiliki hutang dagang. Hutang dagang (Account Payabl. ini berasal dari pembelian PT KML pada Supplier mereka. PT KML memiliki beberapa Supplier untuk memasok bahanbahan atas pembuatan produk yang dijualnya. Maka dari itu diperlukan pengendalian internal perusahaan yang baik terkait dengan akun hutang dagang ini. Supaya hutang dagang PT KML ini dapat terkontrol dengan baik dan tidak terjadi ketidaksesuaian saldo yang dicatat oleh perusahaan dengan saldo yang dicatat oleh Supplier, yang bisa meyebabkan kerugian bagi PT KML ataupun Supplier. Penelitian sebelumnya, menemukan bukti bahwa audit terhadap Account Receivable dan audit pada Account Payable memiliki pengaruh positif pada saat tim auditor di Kantor Akuntan Publik menetapkan opini audit pada klien mereka. Pengujian substantif atas akun hutang usaha bertujuan untuk memeriksa kewajaran saldo hutang perusahaan dan memperoleh bukti yang cukup . okumen pendukun. seperti bukti transaksi, buku besar, laporan keuangan tahun berjalan, laporan auditor independen periode, serta semua konfirmasi atas hutang usaha perusahaan, guna untuk mengeluarkan opini audit mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan tersebut . Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus kajian yang menitikberatkan pada penerapan prosedur audit atas account receivable dan account payable dalam hubungannya dengan penetapan opini audit pada PT KML selama periode tiga tahun berturut-turut . 1Ae2. Penelitian ini menunjukkan bahwa, meskipun terdapat kelemahan administratif dalam pengelolaan piutang dan hutang, faktor utama yang memengaruhi pemberian opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) adalah ketidakpatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan dan standar akuntansi, dengan demikian penelitian ini menghadirkan sudut pandang baru mengenai bagaimana prosedur audit accont receivable dan account payable dapat dievaluasi dalam kaitannya dengan opini audit, sekaligus menegaskan bahwa faktor regulasi dan kepatuhan standar akuntansi memiliki peran dominan dalam keputusan auditor. Berdasarkan latar belakang masalah dan uraian fenomena diatas, peneliti melakukan penelitian terkait prosedur audit Account Receivable. Account Payable, dan opini audit. Penelitian ini dilakukan di Kantor Akuntan Publik AuDrs. Joseph Munthe. AkAy dengan judul Aupenerapan prosedur audit Account Receivable dan Account Payable dan pengaruhnya terhadap penetapan opini audit untuk PT. KML di KAP AuDrs. JOSEPH MUNTHE. AkAy Kajian Pustaka Audit dalam dunia bisnis dan pemerintahan, terutama di bidang keuangan dan operasional, merupakan komponen penting dari sistem pengendalian dan akuntabilitas organisasi. Auditing is the accumulation and evaluation of evidence regarding assertions about information to determine the degree of correspondence between the assertions and established criteria and to report the results to interested users. Auditing should be done by a competent, independent person . Sedangkan menurut . auditing merupakan Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen terhadap laporan keuangan yang disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. Audit pada umumnya digolongkan menjadi tiga golongan yaitu. audit laporan keuangan, audit kepatuhan, dan audit operasional. Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audi. Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. Audit Kepatuhan (Compliance Audi. Audit kepatuhan adalah audit yang tujuannya untuk menentukan kepatuhan entitas yang diaudit terhadap kondisi atau peraturan tertentu. Audit Operasional (Operational Audi. Audit operasional merupakan review secara sistematik atas kegiatan organisasi, atau bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan tujuan tertentu . Dalam proses audit, bukti audit merupakan elemen yang sangat krusial untuk mendukung temuan dan opini yang diberikan oleh auditor. Tanpa adanya bukti yang cukup dan tepat, auditor tidak dapat memberikan penilaian yang objektif atas kewajaran penyajian laporan keuangan. Bukti audit merupakan seluruh informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi yang sedang diaudit telah dinyatakan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sehingga dapat menjadi dasar yang memadai untuk mengambil kesimpulan berupa opini audit . Bukti audit diperoleh melalui berbagai prosedur, seperti inspeksi, observasi, konfirmasi, dan pengujian dokumen. Kualitas dan kecukupan bukti yang dikumpulkan akan sangat menentukan tingkat keyakinan auditor terhadap informasi yang disajikan oleh entitas yang diaudit. Oleh karena itu, setiap tahap audit harus dirancang sedemikian rupa agar mampu menghasilkan bukti yang relevan, andal, dan mendukung kesimpulan audit secara menyeluruh. Jurnal Digitalisasi Akuntansi Jurnal Digitalisasi Akuntansi http://jurnal. id/index. php/jda/index Dalam proses audit, baik auditor internal maupun eksternal sama-sama bergantung pada bukti audit yang cukup dan tepat untuk mendukung kesimpulan yang diambil. Hasil kerja salah satu pihak dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak lainnya, selama bukti yang disajikan memenuhi standar keandalan dan relevansi. Dengan demikian, keberadaan kedua tipe auditor berkontribusi pada penguatan proses audit melalui pemanfaatan bukti yang saling melengkapi. Menurut . ada 6 tipe auditor yaitu : Auditor Internal Merupakan karyawan suatu perusahaan tempat mereka melakukan audit. Tujuan auditing internal adalah untuk membantu manajemen dalam melaksanakan tanggung jawabnya secara Auditor Pemerintah Merupakan auditor yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas utamanya adalah melakukan audit atas pertanggung jawaban keuangan dari berbagai unit organisasi dalam Auditor Independen (Akuntan Publi. Merupakan para praktisi individual atau anggota kantor akuntan publik yang memberikan jasa auditing profesional kepada klien. Badan Pemeriksa Keuangan Negara Tugas utama dari para staf pemeriksa adalah melaksanan fungsi sebagai badan pemeriksa keuangan untuk konggres atau DPR. Petugas Ditjen Pajak Tanggung jawab utama dari Internal Revenue Service (IRS) ini adalah memeriksa surat pemberitahuan pajak (SPT) para wajib pajak menyusunnya sesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku. Akuntan Publik Terdaftar Kewajiban utama dari auditor ini yaitu melaksanakan fungsi auditing terhadap laporan go-public . erusahaan menjual saham kepada masyarakat umu. dan perusahaan lainnya. Baik auditor internal maupun eksternal memiliki tanggung jawab dalam memastikan keandalan informasi terkait piutang melalui serangkaian prosedur audit yang sesuai. Meskipun ruang lingkup dan tujuannya berbeda, keduanya menjalankan prosedur audit piutang seperti konfirmasi saldo, penelusuran dokumen pendukung, hingga penilaian cadangan kerugian piutang, untuk menilai kewajaran Koordinasi antara kedua auditor dalam memanfaatkan bukti dan temuan terkait piutang ataupun hutang dapat memperkuat kualitas pengujian serta mempercepat proses audit secara keseluruhan. Piutang merupakan aktiva lancar atau kekayaan perusahaan yang timbul karena ada penjualan secara kredit. Cara penjualan kredit ini merupakan cara yang biasanya dilakukan dalam dunia bisnis P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 untuk dapat menarik para pelanggan pembeli barang dan jasa dalam perusahaan. Piutang . adalah klaim uang, barang, atau jasa kepada pelanggan atau pihak-pihak lainnya. Untuk tujuan sebagai lancar . angka pende. atau tidak lancar . angka panjan. Menurut . perusahaan melaporkan piutang usaha dalam laporan keuangan sebagai aset. Nilai piutang yang dilaporkan dalam laporan keuangan adalah jumlah piutang yang diharapkan dapat ditagih oleh perusahaan. Ada kalanya ketika penjualan kredit sudah terjadi, ada beberapa pelanggan yang tidak mampu melunasi hutangnya dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Akibatnya berdampak pada kerugian perusahaan terkait jumlah piutang yang dapat ditagih. Kerugian ini diakui oleh perusahaan sebagai Beban Kerugian Piutang (Bad Debt Expens. Salah satu komponen penting dalam struktur keuangan suatu entitas adalah hutang, yang menunjukkan kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang muncul dari transaksi sebelumnya dan harus diselesaikan di masa depan, biasanya dalam bentuk pembayaran uang, penyerahan barang, atau penyediaan jasa. Hutang adalah kewajiban keuangan suatu perusahaan yang berasal dari pihak lain atau kreditur yang belum dibayar atau dipenuhi dan wajib untuk dipenuhi. Dengan bertambahnya hutang terdapat adanya kewajiban yang harus dibayarkan oleh Perusahaan sehingga perusahaan lebih efektif dalam penggunaan hutang tersebut, maka manajer harus mampu mengendalikan hutang . Untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki uang yang cukup, sangat penting untuk mengelola utang dengan baik. Manajemen hutang mencakup pengambilan dan pengelolaan hutang dengan bijak sebagai bagian dari evaluasi kesehatan keuangan Ada risiko keuangan yang signifikan jika Anda memiliki hutang yang berlebihan atau tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, manajemen hutang yang baik memerlukan keseimbangan antara menjaga risiko keuangan pada tingkat yang dapat diterima dan memanfaatkan leverage untuk pertumbuhan . Prosedur audit atas piutang dan utang, seperti konfirmasi saldo dan penelaahan dokumen, memberikan bukti penting mengenai kewajaran penyajiannya dalam laporan keuangan. Hasil dari prosedur ini sangat memengaruhi pembentukan opini Jika ditemukan kesalahan material yang tidak disesuaikan, auditor dapat memberikan opini yang dimodifikasi atau bahkan menolak memberikan opini. Dengan demikian, pemeriksaan piutang dan utang menjadi bagian krusial dalam menentukan opini akhir Menurut Standar Audit (SA) 700 . , menyimpulkan apakah auditor telah memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian Jurnal Digitalisasi Akuntansi Jurnal Digitalisasi Akuntansi http://jurnal. id/index. php/jda/index material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Terdapat 4 jenis opini audit menurut undang undang Republik Indonesia No. Opini Wajar Tanpa Pengecualian . nqualified Merupakan opini yang menyatakan bahwa laporan keuangan yg diaudit telah disajikan dengan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan tidak memiliki salah saji yang material. Opini Wajar Dengan Pengecualian . ualified Merupakan opini ketika auditor menemukan kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan namun tidak berpengaruh luas terhadap laporan . Opini Tidak Wajar . dversed opinio. Merupakan opini ketika auditor menemukan kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan dan berpengaruh luas terhadap laporan keuangan. Tidak Memberikan Opini . isclaimer of opinio. Merupakan opini yang dibuat karena adanya pembatasan ruang lingkup dalam pelaksanaan Pengendalian intern yang efektif dapat meningkatkan keyakinan auditor terhadap keandalan informasi keuangan yang disajikan, sehingga memengaruhi luasnya prosedur audit yang Ketika auditor menilai bahwa sistem pengendalian intern berjalan dengan baik, maka risiko salah saji dianggap lebih rendah, dan ini berkontribusi pada terbentuknya opini yang positif atas laporan Sebaliknya, kelemahan signifikan dalam pengendalian intern dapat menjadi indikator potensi salah saji material, yang pada akhirnya dapat berdampak pada bentuk opini yang diberikan auditor. Menurut IAPI . Pengendalian Intern adlah Suatu Proses yang dijalankan oleh dewan Komisaris, manajemen dan personel lain entitasentitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: . keandalan pelaporan keuangan, . efektifitas dan efisiensi operasi, . kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Sedangkan . menurut pengendalian interm merupakan suatu proses yang dilakukan oleh manajemen program dan personel lain, serta pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, dan dirancang untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan dalam keandalan pelaporan keuangan. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan Kualitatif, dengan Langkah awal Statistik diinterpretasikan menggunakan metode deskriptif dan Metode kualitatif merupakan cara untuk meneliti suatu masalah atau fenomena yang bertujuan untuk memahami suatu masalah atau fenomena P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 tersebut secara mendalam. Metode kualitatif ini tidak bertujuan untuk mengembangkan model matematis, teori, atau hipotesis melainkan untuk memahaminya kemudian menginterpretasikan terkait data yang sudah dikumpulkan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan Observasi Partisipatif dan Studi Pustaka. Observasi dalam penelitian mengacu pada proses pengamatan langsung terhadap fenomena atau kejadian yang menjadi fokus penelitian dengan melakukan pegumpulkan data yang bertujuan untuk menggali informasi yang akurat dan objektif mengenai apa yang diteliti. Observasi partisipatif merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara peneliti terlibat secara langsung dalam kelompok yang diteliti. Dalam observasi partisipatif, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya . Studi pustaka dalam penelitian mengacu pada proses mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis literatur dan sumber-sumber tertulis yang relevan mengenai topik penelitian yang sedang dilakukan. Dengan melakukan studi pustaka komperhensif, maka dapat mengembangkan penelitian dengan baik, mendapatkan wawasan yang lebih tentang topik yang Teknik analsis data merupakan cara atau langkah untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna. Analisa data bertujuan untuk pengambilan kesimpulan atas hasil penelitian. Tahap-tahap yang dilakukan dalam analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, analisis data, dan kemudian dilakukan penarikan kesimpulan berdasarkan data data tersebut menggunakan deskriptif analitis. Hasil dan Pembahasan Piutang usaha merupakan salah satu akun PT. Karyamanunggal Lithomas (PT KML), karena sebagian besar penjualan dilakukan secara kredit kareana perusahaan memakai sistem pre order (PO). Oleh karena itu, auditor dari KAP Drs. Joseph Munthe. Ak melaksanakan serangkaian prosedur audit yang dirancang untuk memperoleh bukti yang memadai dan tepat terkait keberadaan, kelengkapan, penilaian, serta keterjadian transaksi piutang usaha. Auditor memahami sistem pengendalian intern atas siklus penjualan dan penerimaan kas. Ini mencakup pemahaman struktur organisasi bagian penjualan dan keuangan, evaluasi terhadap kebijakan kredit dan persetujuan penjualan kredit, prosedur pencatatan penjualan dan piutang melalui sistem akuntansi terkomputerisasi,d dan pemantauan jatuh tempo dan Jurnal Digitalisasi Akuntansi Jurnal Digitalisasi Akuntansi P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 http://jurnal. id/index. php/jda/index penagihan piutang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa PT KML telah memiliki sistem kontrol internal yang memadai, walaupun terdapat kelemahan dalam dokumentasi yaitu belum dibuatnya kartu kontrol piutang dan kelemahan karena tidak membuat pencadangan piutang tak tertagih. Setelah melanjutkan dengan prosedur substantif dengan melakukan Pengujian Saldo (Test of Detail of Balance. dimana auditor melakukan analisis Umur Piutang (Aging Schedul. kemudian melakukan konfirmasi eksternal langsung ke sejumlah pelanggan besar PT KML menggunakan surat konfirmasi positif, melakukan vouching atau penelusuran ke dokumen dasar, kemudian dilakukan penilaian cadangan kerugian piutang, cut-off test, dan rekonsiliasi serta pemeriksaan jurnal umum dengan menelusuri piutang ke jurnal umum dan buku besar, untuk memastikan tidak ada rekayasa transaksi atau pencatatan fiktif. Hutang usaha . ccounts payabl. merupakan akun signifikan dalam laporan posisi keuangan PT Karyamanunggal Lithomas (PT KML), terutama karena perusahaan memiliki aktivitas pembelian bahan baku dan barang penunjang secara kredit dalam jumlah besar. Oleh karena itu, auditor dari KAP Drs. Joseph Munthe. Ak menerapkan prosedur audit kelengkapan, dan kewajaran penyajian saldo utang usaha pada akhir tahun buku 2021, 2022, dan 2023. Langkah awal yang dilakukan auditor adalah mengevaluasi pengendalian intern klien atas siklus pembelian dan pembayaran. Beberapa hal yang diamati dan ditinjau dengan melakukan prosedur pencatatan transaksi pembelian dan pencatatan utang, proses otorisasi pembelian dan penerimaan barang, pemisahan tugas antara bagian pembelian, penerimaan barang, dan keuangan. Evaluasi pengendalian internal PT KML tergolong baik, ditunjukkan dengan dokumentasi transaksi yang lengkap dan proses otorisasi pembelian yang sesuai Setelah mengevaluasi pengendalian intern, auditor melanjutkan dengan pengujian substantif atas saldo utang usaha. Prosedur yang diterapkan adalah dengan Pemeriksaan Dokumen Pendukung dimana Auditor memeriksa faktur pembelian, bukti penerimaan barang . urat jala. , serta bukti pencatatan transaksi untuk memastikan bahwa utang usaha tercatat atas dasar transaksi riil, kemudian CutOff Test (Pengujian Periode Pencatata. , pembuatan surat konfirmasi yang ditujukan kepada pemasok, melakukan rekonsiliasi antara saldo hutang menurut buku besar dengan laporan pemasok dan daftar utang terperinci dari bagian keuangan klien, dan yang terakhir Pengujian Kelengkapan (Completeness Tes. dimana auditor melakukan penelusuran dari dokumen pembelian dan penerimaan barang ke buku besar untuk memastikan bahwa semua utang telah dicatat. Berdasarkan prosedur yang telah diterapkan, auditor tidak menemukan perbedaan yang material antara saldo yang tercatat dan bukti pendukung atas transaksi pembelian serta pencatatan utang. Semua transaksi yang diuji memiliki dokumentasi yang lengkap dan sesuai prosedur. Tidak ditemukan pengakuan utang fiktif, kesalahan cutoff, atau penghilangan kewajiban, hanya ada 1 kelemahan dalam administrasi hutang PT KML tidak membuat kartu kontrol atas hutang usahanya. Prosedur audit yang diterapkan atas akun piutang usaha . ccount receivabl. dan hutang usaha . ccount payabl. bertujuan untuk memastikan bahwa kedua akun tersebut disajikan secara wajar dalam laporan keuangan PT Karyamanunggal Lithomas (PT KML). Penerapan prosedur tersebut berkontribusi secara langsung terhadap tingkat keyakinan auditor dalam menyusun opini audit atas laporan keuangan perusahaan. Analisis hubungan antara kedua prosedur audit tersebut dan opini yang diberikan auditor dapat dijelaskan sebagai berikut. Tabel 1 Ringkasan Analisis: Tahun Hasil Audit atas AR Hasil Audit atas AP Faktor Penentu Opini Audit Opini Audit Tidak ada tidak ada an untuk usaha tak Tidak at kartu Ketidakpatuh -an UU No. 11/2020. No. 36/2021. SAK ETAP Bab 23 AuImbalan KerjaAy WDP Tidak ada tidak ada an untuk usaha tak Tidak at kartu Ketidakpatuh -an UU No. 11/2020. No. 36/2021. SAK ETAP Bab 23 AuImbalan KerjaAy WDP Tidak ada Tidak at kartu Ketidakpatuh -an UU No. 11/2020. No. 36/2021. SAK ETAP WDP Jurnal Digitalisasi Akuntansi Jurnal Digitalisasi Akuntansi P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 http://jurnal. id/index. php/jda/index Tahun Hasil Audit atas AR Hasil Audit atas AP Faktor Penentu Opini Audit tidak ada an untuk usaha tak Bab 23 AuImbalan KerjaAy Opini Audit Menurut opini KAP, kecuali untuk dampak hal yang dijelaskan dalam paragraf basis untuk opini wajar dengan pengecualian, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, neraca PT KML, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Piutang usaha merupakan akun yang paling sensitif dan berpengaruh terhadap opini audit selama tiga tahun audit berjalan. Dari hasil pengamatan dan data dokumentasi. Tahun 2021, 2022 dan 2023: Auditor menemukan bahwa seluruh saldo piutang dapat dikonfirmasi melalui prosedur konfirmasi eksternal dan pemeriksaan dokumen pendukung. Tidak terdapat selisih material maupun indikasi piutang bermasalah yang signifikan. Berdasarkan kertas kerja audit, utang usaha PT KML secara konsisten disajikan dengan dokumentasi yang lengkap dan didukung oleh sistem pengendalian intern yang baik. Prosedur seperti pengujian dokumen pembelian, konfirmasi vendor, serta cut-off test menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya utang fiktif atau pengakuan yang tidak sesuai periode, seluruh saldo utang usaha dapat ditelusuri dengan baik ke dokumen sumber dan tercatat secara wajar. Dengan demikian, meskipun prosedur audit atas akun ini dilakukan secara menyeluruh, tidak ditemukan temuan material yang memengaruhi opini auditor selama tiga tahun terakhir. Melalui analisis berdasarkan dokumen audit dan proses pemeriksaan langsung, dapat disimpulkan bahwa account receivable menunjukkan adanya kelemahan administratif berupa belum adanya kartu kontrol piutang dan pencadangan piutang tak tertagih. Meskipun demikian, kelemahan ini tidak menjadi faktor/pengaruh utama dalam penentuan opini audit. Hutang usaha relatif stabil, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan opini audit selama tiga tahun berjalan. Hasilnya menunjukkan adanya kelemahan administratif berupa belum adanya kartu kontrol hutang, kelemahan ini tidak memengaruhi modifikasi opini audit. Opini audit WDP, bukan karena permasalahan pada semua akun, tetapi karena perusahaan belum menerapkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta turunannya PP 35 dan PP 36 tahun 2021. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik Bab 23 AuImbalan KerjaAy yang dikeluarkan Ikatan Akuntan Indonesia, yang mengatur pengakuan dan pengukuran imbalan kerja . mbalan pasca kerj. Modifikasi opini ini disebabkan oleh ketidakpatuhan perusahaan terhadap ketentuan perundang-undangan dan standar akuntansi terkait imbalan kerja, bukan karena permasalahan pada akun piutang atau hutang usaha. DAFTAR PUSTAKA