Penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba berdasarkan ISAK Nomor 35 pada Yayasan Panti Asuhan AuPononiunganAy Bolaang Mongondow Firginia Malasai Corresponding author: fmalasai@gmail. Sam Ratulangi University - Indonesia Inggriani Elim Sam Ratulangi University - Indonesia Meily Y. Kalalo Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords ISAK 35 financial statements non-profit entities JEL Classification L31 M41 Received 28 September 2024 Revised 19 October 2024 Accepted 20 October 2024 Published 20 October 2024 ABSTRACT A non-profit entity is one that is engaged in community service and has no intention of seeking profit. Non-profit entities obtain their funds from donors or contributors who do not expect a return on their investment. It is crucial that non-profit entities be held accountable, particularly in light of the growing number of foundations and community organisations. Funders and the community must be provided with clear financial reports that explain the entity's performance and This study will determine the presentation of financial statements of non-profit entities based on ISAK 35 at the Pononiungan Orphanage Foundation in Bolaang Mongondow. This thesis employs a descriptive qualitative analysis method. The results are clear: the Pononiungan Orphanage Foundation in Bolaang Mongondow has adjusted its financial statements to align with the ISAK Number 35 standard. This comprises comprehensive income statements, cash flow statements, net asset change statements, and notes to the financial A2024 Firginia Malasai. Inggriani Elim. Meily Y. Kalalo This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Pendahuluan Organisasi nonlaba membutuhkan pengelolaan yang berbeda dengan organisasi profit atau bidang pemerintahan. Pengelolaan organisasi nonlaba serta kriteria-kriteria pencapaian kinerjanya tidak berdasar pada pertimbangan ekonomi semata, tetapi sejauh Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. mana masyarakat yang dilayaninya diberdayakan sesuai konteks hidup dan potensi-potensi kemanusiaannya. Sifat sosial dan kemanusiaan sejati merupakan ciri khas pelayanan organisasiorganisasi nonlaba. Manusia menjadi pusat sekaligus agen perubahaan dan pembaruan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan kesejahteraan, kesetaraan gender, keadilan, dan kedamaian, serta bebas dari konflik dan kekerasan. Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) No. 35 tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba, menjelaskan bahwa terdapat lima laporan keuangan untuk entitas nonlaba sesuai dengan karakteristiknya. Laporan-laporan tersebut yaitu laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Yayasan Panti Asuhan AuPononiunganAy Bolaang Mongondow merupakan salah satu contoh entitas nonlaba yang berlokasi di desa Kopandakan II. Kec. Lolayan. Kabupaten Bolaang Mongondow. Sulawesi Utara. Tujuan yayasan tersebut adalah sebagai berikut: Untuk melindungi dan memberikan naungan tempat tinggal dan penghidupan yang baik bagi anak-anak yatim piatu dan Memberikan binaan dan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu dan terlantar agar memilki ilmu pengetahuan formal ataupun non formal untuk bekal hidup mereka di masa depan. Hasil wawancara pendahuluan dengan informan panti asuhan AuPononiunganAy, menyatakan bahwa, "semua transaksi keuangan masih dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan mencatat Kas Masuk. Kas Keluar, dan Daftar Inventaris Aset. Ada keinginan untuk menerapkan standar yang berlaku, hanya saja pengetahuan akuntansi pengurus panti asuhan masih terbatas. Bantuan mahasiswa UNSRAT untuk membantu penerapan ISAK 35 merupakan masukan yang sangat baik bagi panti asuhan AuPononiunganAy agar bisa menerapkan laporan keuangan sesuai dengan ISAK 35". Berdasarkan fenomena yang ada maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyajian laporan keuangan di Yayasan Panti Asuhan AuPononiunganAy Bolaang Mongondow. Tinjauan Laporan keuangan berdasarkan ISAK No. Penyajian laporan keuangan entitas nonlaba berdasarkan ISAK 35 terdiri dari lima laporan keuangan, yaitu: Laporan posisi keuangan Laporan posisi keuangan dapat disebut sebagai neraca. Berdasarkan PSAK No. 1, laporan posisi keuangan merupakan salah satu jenis dari laporan keuangan yang memberikan informasi seputar posisi keuangan akhir periode suatu entitas dalam satu siklus pelaporan. Laporan posisi keuangan perlu dibuat oleh entitas nonlaba untuk menyediakan informasi Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. keuangan mengenai aset, kewajiban, dan aset neto, serta informasi mengenai hubungan antar unsur-unsur tersebut dalam sebuah periode pelaporan. Tujuan dari adanya laporan posisi keuangan adalah agar para pihak yang berkepentingan dapat menilai kemampuan ekonomi entitas berorientasi nonlaba dalam rangka pemberian jasa berkelanjutan. Selain itu, adanya laporan posisi keuangan dapat diketahui likuiditas dan fleksibilitas keuangan entitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan sumber daya. Laporan posisi keuangan entitas nonlaba harus mencakup kondisi keuangan yang terdiri dari: Aset atau sumber daya yang dimiliki dengan harapan dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang. Aset terdiri dari aset lancar dan aset tidak lancar. Aset lancar seperti kas, piutang, atau investasi jangka pendek sedangkan aset tidak lancar seperti investasi jangka Liabilitas atau kewajiban yang harus dibayarkan dalam jangka waktu tertentu. Liabilitas dibagi menjadi liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Liabilitas jangka pendek seperti pendapatan diterima di muka atau utang jangka pendek dan liabilitas jangka panjang seperti utang jangka panjang. Jika merujuk pada PSAK No. paragraf 69, liabilitas akan diklasifikasikan oleh entitas sebagai liabilitas jangka pendek apabila: Liabilitas akan diselesaikan oleh entitas dalam siklus operasi normal. Tujuan dari liabilitas ini adalah untuk diperjualbelikan. Jatuh tempo dari liabilitas ini adalah dua belas bulan setelah periode pelaporan. Entitas tidak memiliki hak untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan. Aset neto atau modal merupakan kekayaan yang dapat memberikan manfaat bagi pemiliknya. Aset neto dibagi menjadi aset neto tanpa pembatasan dari sumber daya dan aset neto dengan pembatasan dari sumber daya. Aset neto tanpa pembatasan dari sumber daya seperti pendapatan jasa atau sumbangan sedangkan aset neto dengan pembatasan dari sumber daya seperti pemberian tanah atau sesuatu yang diberi dengan tujuan untuk dirawat dan tidak untuk dijual. Laporan penghasilan komprehensif Laporan penghasilan komprehensif adalah laporan yang mengukur keberhasilan kinerja perusahaan selama periode Informasi tentang kinerja perusahaan digunakan untuk Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. menilai dan memprediksi jumlah dan waktu atas ketidakpastian arus kas masa depan. PSAK 1 memberikan penjelasan bahwa laporan penghasilan komprehensif berisi pos-pos penghasilan termasuk di dalamnya terdapat penyesuaian reklasifikasi yang tidak tercatat pada laporan laba rugi seperti yang diatur oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Menurut Setiadi . , laporan penghasilan komprehensif merupakan laporan yang memiliki tujuan untuk memperlihatkan jumlah surplus maupun defisit serta penghasilan komprehensif lain tanpa dan dengan pembatasan dari pemberi sumber daya. Laporan penghasilan komprehensif menyediakan informasi mengenai: . pengaruh sebuah transaksi dan peristiwa lain yang mengakibatkan adanya perubahan jumlah pendapatan. keterkaitan transaksi dan kejadian lain perihal jumlah beban. bagaimana sumber daya digunakan di dalam pelaksanaan kegiatan bisnis Laporan perubahan aset neto Menurut Setiadi . , laporan perubahan aset neto menyediakan informasi kepada pengguna laporan keuangan mengenai penghasilan komprehensif lain sesuai dengan kelas aset netonya. Laporan perubahan aset neto adalah bentuk penyesuaian dari laporan perubahan ekuitas yang terdiri dari: Aset neto tanpa pembatasan dari pemberi sumber daya Aset neto yang tidak dikenakan pembatasan atas aset tersebut. Misalnya kontribusi santri atau bantuan. Aset neto dengan pembatasan dari pemberi sumber daya Aset neto yang dikenakan pembatasan atas aset tersebut. Misalnya pemberian tanah, bangunan, karya seni atau sesuatu yang dirawat dan tidak untuk dijual. Laporan arus kas Laporan arus kas berisi informasi tentang penerimaan dan pembayaran kas untuk jangka waktu tertentu. Laporan arus kas terdiri dari: Aktivitas operasi terkait dengan kegiatan operasional yang terjadi, baik penerimaan maupun pengeluaran, seperti: . penerimaan kas dari hasil penjualan barang dan jasa. penerimaan kas dari piutang. pengeluaran kas untuk kepentingan karyawan, misalnya gaji dan upah. pengeluaran kas untuk aktivitas operasi, misalnya semua beban yang dikeluarkan menggunakan uang kas, kecuali gaji dan upah. Aktivitas investasi terkait dengan perolehan atau penjualan investasi jangka panjang, seperti: . pengeluaran kas atas pembelian aset tetap, aset tidak berwujud dan aset jangka panjang lain, serta aset tetap yang dibangun sendiri. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. penerimaan kas dari hasil penjualan tanah, bangunan, peralatan dan aset tidak berwujud serta aset jangka panjang dan . penerimaan kas dari pembayaran uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lainnya. Aktivitas pendanaan terkait dengan kegiatan pendanaan seperti modal dan utang untuk mengetahui komposisi modal, apakah modal bertambah atau berkurang, seperti: penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal . pembayaran kas untuk penarikan saham. penerimaan kas dari wesel, dan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang. pelunasan pinjaman. pembayaran kas oleh penyewa untuk mengurangi nominal kewajiban yang berkaitan dengan sewa pembiayaan. Catatan atas laporan keuangan Pada laporan keuangan, informasi di dalamnya saling terkait satu dengan lainnya termasuk catatan-catatan penting terkait dengan transaksi atau saldo sebuah akun. Catatan atas laporan keuangan dapat berisi kebijakan akuntansi yang memiliki pengaruh signifikan dan juga penjelasan-penjelasan lainnya. Catatan-catatan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi tambahan yang wajib disediakan tentang perkiraan dalam laporan keuangan. Selain itu, catatan-catatan tersebut dapat membantu pengguna laporan keuangan untuk melakukan prediksi tentang arus kas yang akan terjadi di masa depan dan membantu pengguna laporan keuangan dalam menentukan waktu pemerolehan kas di masa depan. Bukti-bukti empiris Ansari . menunjukkan bahwa pelaporan keuangan di Panti Al-Marhamah Medan untuk tahun 2020 telah disesuaikan dengan konsep ISAK No. Amelia dan Bharata . juga menemukan kondisi serupa di Yayasan Hati Gembira Indonesia. Akan tetapi. Alfarizi et al. Andy dan Purba . Dewi dan Herawati . Nurfaisyah dan Herawati . Nurlinda dan Muis . Purba et al. Raniwihati dan Djasuli . Rompas et al. Simanjuntak dan Purba . Ula et al. , dan Zakiah dan Meirini . juga menunjukkan bahwa sebagian organisasi nonlaba yang diamati belum menerapkan pelaporan keuangan sesuai ISAK No. Penerapan ISAK No. 35 sering terkendala oleh kesiapan sumber daya manusia. Secara empiris, kompetensi sumber daya manusia merupakan titik utama penentuan kualitas penyajian laporan keuangan (Wahongan et al. , 2. Metode Penelitian ini menggunakan data kualitatif yang diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dimana data yang akan diperoleh selanjutnya dideskripsikan untuk menghasilkan penjelasan sesuai fakta yang ada di lapangan. Adapun tahapan-tahapan penelitian ini adalah: Pengumpulan data, dilakukan untuk menjawab permasalahan melalui sesi dokumentasi serta wawancara kepada pihak Yayasan Panti Asuhan AuPononiunganAy. Reduksi data, mendeskripsikan data yang diperoleh pada tahap sebelumnya dalam bentuk uraian atau laporan yang terinci. Penyajian data, dilakukan dengan menyajikan data dalam bentuk bagan, hubungan antar kategori, bagan alir sehingga memudahkan rekonstruksi laporan keuangan yayasan sesuai ISAK No. 35, yaitu Laporan Posisi Keuangan. Laporan Penghasilan Komprehensif. Laporan Perubahan Aset Neto. Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Menyusun kesimpulan dan melakukan verifikasi, tahap ini dilakukan untuk memastikan validitas data yang disajikan dalam laporan keuangan. Hasil dan Laporan posisi keuangan Laporan posisi keuangan menggambarkan nilai aset lancar dan aset tidak lancar yang dimiliki oleh Yayasan Panti Asuhan AuPononiunganAy Bolaang Mongondow khususnya per 31 Desember Berdasarkan laporan posisi keuangan, diketahui bahwa aset terdiri dari aset lancar dan aset tidak lancar. Aset lancar merupakan nilai kas dan setara kas pada tahun 2023 yang berasal dari saldo awal tahun 2023 dan surplus tahun berjalan. Hasil wawancara dan dokumentasi menunjukkan bahwa pihak yayasan belum memiliki nilai aset tidak lancar di tahun 2023. Hal ini karena tanah, bangunan beserta isinya merupakan milik keluarga yang dipergunakan untuk mendukung operasional yayasan dan tidak bertujuan untuk mencari keuntungan. Penelitian ini juga menemukan bahwa selama tahun 2023, pihak yayasan tidak memiliki utang baik jangka pendek maupun jangka panjang. Laporan penghasilan komprehensif Laporan penghasilan komprehensif menyajikan informasi mengenai semua pendapatan dan beban dari Yayasan Panti Asuhan AuPononiunganAy Bolaang Mongondow selama tahun 2023. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pihak yayasan masih mengalami surplus selama tahun 2023. Hasil wawancara dan dokumentasi juga menunjukkan bahwa pihak yayasan juga memperoleh sumbangan berupa baju bekas yang dapat dijual kembali kepada masyarakat guna menutupi beban pengeluaran dan operasional lainnya. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi, pihak yayasan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. memperoleh pendapatan sumbangan tanpa batasan dari pemberi sumber daya atau para donatur tetap, yang terdiri dari: perusahaan yang bergerak di wilayah Bolaang Mongondow dan Kotamobagu. instansi pemerintah kabupaten/kota di wilayah Bolaang Mongondow. Penerimaan Zakat/ Shodaqoh di wilayah Bolaang Mongondow dan Kotamobagu. Laporan perubahan aset neto Penyusunan laporan perubahan aset neto bertujuan untuk melengkapi unsur laporan keuangan entitas nonlaba sesuai dengan ISAK Nomor 35. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui surplus . aset yang dimiliki oleh entitas selama periode tahun berjalan, dan sebagai referensi/acuan untuk penyusunan laporan periode yang akan datang. Hasil wawancara dan dokumentasi menunjukkan bahwa Laporan Perubahan Aset Neto Tanpa Pembatasan Dari Pemberi Sumber Daya terdiri dari saldo awal tahun dan surplus tahun berjalan di 2023. Pihak yayasan tidak memiliki saldo Aset Neto Yang Dibebaskan Dari Pembatasan karena tidak memiliki usaha sampingan yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan atau Kas dari Hasil Usaha. Laporan arus kas Salah salah syarat yang harus terpenuhi dalam penyusunan laporan keuangan suatu entitas adalah adanya Laporan Arus Kas. Tujuannya yaitu untuk mengetahui saldo akhir entitas dan memantau pemasukan serta pengeluaran selama tahun berjalan. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi ditemukan Kas Neto dari Aktivitas Operasi berasal dari sumbangan para donatur tetap . erusahaan, instansi pemerintah kabupaten/kota di wilayah Bolaang Mongondow, dan zakat/shodaqo. dikurangi biaya-biaya pemeliharaan inventaris, asrama, alat rumah tangga, upah kepada pegawai, dan operasional lainnya. Catatan atas laporan keuangan Catatan atas Laporan Keuangan bertujuan untuk menjadikan laporan keuangan sebagai laporan yang utuh dan merupakan bagian yang tak terpisahkan. Selain itu, catatan atas laporan keuangan menyediakan informasi berupa penjelasan rinci pada 4 . laporan sebelumnya. Hasil wawancara dan dokumentasi menunjukkan bahwa catatan atas laporan keuangan yayasan memberikan informasi tentang sumbangan dengan pembatasan yang diperoleh/berasal dari sumbangan baju bekas yang dijual kembali kepada masyarakat guna menutupi beban pengeluaran. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa penyajian laporan keuangan entitas nonlaba dari Yayasan Panti Asuhan AuPononiunganAy Bolaang Mongondow selama tahun 2023 cenderung mengikuti ISAK No. Laporan-laporan yang dihasilkan terdiri dari Laporan Posisi Keuangan. Laporan Penghasilan Komprehensif. Laporan Perubahan Aset Neto. Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Pada sudut pandang akuntansi, pihak yayasan memperoleh manfaat melalui penyajian laporan keuangan yang mengikuti ISAK No. 35, antara Meningkatnya kualitas penyajian laporan keuangan yang akuntabel dan transparan. Memudahkan para donatur dalam memahami laporan keuangan tersebut. Mudah dan cepat untuk memperoleh informasi saldo akhir dalam periode tahun berjalan, nilai aset lancar dan tidak lancar, serta surplus . Menjadi acuan dalam menyusun laporan keuangan Yayasan di periode berikutnya. Daftar Alfarizi. Lubis. Nurwani. Analisis penerapan ISAK 35 tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18. , http://dx. org/10. 35931/aq. Amelia. , & Bharata. Analisis penerapan ISAK No 35 tentang penyajian laporan keuangan organisasi nonlaba pada Yayasan Hati Gembira Indonesia (Happy Hearts Indonesi. Akuntansiku, 1. , 288Ae298. https://doi. org/10. 54957/akuntansiku. Andy. , & Purba. Penggunaan ISAK 35 didalam laporan keuangan organisasi nonlaba pada Gereja GMI AuAnugerahAy Simpang Raya. Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , 24Ae30. https://ejournal. id/index. php/pkm/article/vie w/4225 Ansari. Penerapan ISAK 35 tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba (Studi kasus pada Panti Asuhan Al-Marhamah Meda. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. http://repository. id/13072/ Dewi. , & Herawati. Penerapan ISAK 35 dalam penyajian laporan keuangan Yayasan Santha Yana Pasek Buleleng. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, 13. , 286-298. https://doi. org/10. 23887/jiah. Nurfaisyah. , & Herawati. Penyusunan laporan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. keuangan pada organisasi keagamaan berdasarkan ISAK No 35 (Studi kasus Masjid Agung Jami Singaraj. Jurnal Ilmiah Akuntansi Humanika, 12. , https://ejournal. id/index. php/JJA/article/view/3 Nurlinda, & Muis. Analisis akuntansi syariah menurut ISAK 35 terhadap pengelolaan dana keuangan pada Masjid Raya Watampone. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Jurnal Akunsya. , 4. , https://doi. org/10. 30863/akunsyah. Purba. Sihombing. , & Andy. Penerapan ISAK 35 tentang laporan keuangan organisasi non-laba pada Gereja Methodist Indonesia Gideon Bunut. Jurnal IAKP: Jurnal Inovasi Akuntansi Keuangan Perpajakan, 4. , https://ejournal. id/index. php/iakp/article/view/3 Raniwihati. , & Djasuli. Implementasi ISAK 35 dalam penyusunan laporan keuangan sektor pendidikan. Jurnal Maneksi: Management Ekonomi dan Akuntansi, 13. , 741-747. https://ejournalpolnam. id/index. php/JurnalManeksi/article/view/2392 Rompas. Saerang. , & Lambey. Implementation of ISAK No. 35 on the presentation of financial statements of non-profit-oriented entities (Study at GMIM Bukit Hermon Malalayan. The Contrarian: Finance. Accounting, and Business Research, 3. , https://doi. org/10. 58784/cfabr. Setiadi. Implementasi ISAK 35 . ir lab. pada organisasi non laba (Masjid. Sekolah. Kursu. Jurnal Bisnis & Akuntansi Unsurya, 6. , 94-107. https://doi. org/10. 35968/jbau. Simanjuntak. , & Purba. Penerapan ISAK 35 tentang laporan keuangan organisasi non laba pada Gereja Methodist Indonesia Dolok Nagodang. Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Digital, 1. , 29Ae34. https://ejurnal. org/index. php/jurebis/article/view Ula. Halim. , & Nastiti. Penerapan ISAK 35 pada Masjid Baitul Hidayah Puger Jember. Progress: Jurnal Pendidikan. Akuntansi Keuangan, 4. , https://doi. org/10. 47080/progress. Wahongan. Tinangon. , & Wokas. The influence of human resource competency, utilization of information technology, and understanding of financial accounting standards on the quality of financial reports with an internal control system as an intervening variable at the Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. GMAHK Head Office of the Eastern Indonesian Conference Union. The Contrarian: Finance. Accounting, and Business Research, 3. , 1Ae13. https://doi. org/10. 58784/cfabr. Zakiah. , & Meirini. Kesiapan penerapan penyajian laporan keuangan berdasarkan ISAK 35 di MI Sunan Ampel Mojokerto. OIKONOMIKA: Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah, 2. , https://doi. org/10. 53491/oikonomika.