Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 SOSIALISASI KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DAN KONSERVASI MANGROVE Marciella Elyanta1. Femmy Indriany Dalimunthe2*. Theresia Hutahaean3. Mustafa Kamal4. Ngatemin5 Politeknik Pariwisata Medan e-mail: marciella. e@gmail. femmydalimunthe@poltekparmedan. theresiahutahaean@gmail. com3, mustafakamal250962@gmail. ngatemin@poltekparmedan. ABSTRACT Tanjung Rejo Tourism Village is the only mangrove tourism destination in Deli Serdang Regency. North Sumatra, facing challenges due to the communityAos lack of awareness of the economic and ecological benefits of mangrove preservation. This indifference is compounded by limited community involvement in mangrove forest management. A community service program was conducted to increase awareness through participatory socialization activities, including lectures, discussions, and collaborative action plan development. The program engaged over 30 participants, resulting in active participation and enthusiasm for mangrove conservation efforts. Key outcomes included the development of a sustainable tourism action plan aimed at promoting mangrove preservation and improving community Through this initiative, participants gained a deeper understanding of sustainable tourism concepts and outlined actionable steps for implementing conservation agendas in Tanjung Rejo Tourism Village. The program concludes with the creation of a comprehensive action plan, with recommendations for ongoing community engagement and monitoring to ensure the plan's successful implementation. Keywords: sustainable tourism, preservation, socialization Marciella Elyanta. Femmy Indriany Dalimunthe. Theresia Hutahaean. Mustafa Kamal, dan Ngatemin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 ABSTRAK Desa Wisata Tanjung Rejo adalah satu-satunya desa wisata mangrove yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara, yang menghadapi tantangan akibat minimnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat ekonomi dan ekologi dari pelestarian mangrove. Ketidakpedulian ini diperparah dengan terbatasnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran melalui kegiatan sosialisasi partisipatif, termasuk ceramah, diskusi, dan pengembangan rencana aksi kolaboratif. Program ini melibatkan lebih dari 30 peserta, sehingga menghasilkan partisipasi aktif dan antusiasme terhadap upaya konservasi mangrove. Hasil utama termasuk pengembangan rencana aksi pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mempromosikan pelestarian mangrove dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui inisiatif ini, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang konsep pariwisata berkelanjutan dan menguraikan langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti untuk melaksanakan agenda konservasi di Desa Wisata Tanjung Rejo. Program diakhiri dengan pembuatan rencana aksi yang komprehensif, dengan rekomendasi untuk keterlibatan dan pemantauan masyarakat yang berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan rencana. Kata Kunci : pariwisata berkelanjutan, pelestarian, sosialisasi Sosialisasi Konsep Pariwisata Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Konservasi Mangrove Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PENDAHULUAN Desa Tanjung Rejo, yang terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Provinsi Sumatera Utara, merupakan salah satu desa pesisir di wilayah pantai timur Sumatera. Desa ini memiliki potensi besar dengan bentang alam yang didominasi oleh lahan pertanian dan hutan mangrove (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2. Menurut (Disbudporapar Kabupaten Deli Serdang, 2. , luasan hutan mangrove di Desa Tanjung Rejo. Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang merupakan himpunan antara komponen hayati dan non hayati yang secara fungsional berhubungan satu dengan yang lain dan saling berinteraksi membentuk suatu ekosistem. Dengan luasnya kawasan hutan mangrove. Desa Tanjung Rejo resmi diakui sebagai Desa Wisata Mangrove oleh Bupati Deli Serdang pada 5 April 2022. Hutan mangrove di desa ini berperan penting secara ekologis sebagai penahan abrasi pantai dan intrusi air laut, serta secara ekonomis bagi masyarakat melalui hasil tambak, bibit mangrove, dan ekowisata (Samosir & Restu, 2. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran masyarakat akan manfaat ekologi dan ekonomi dari pelestarian hutan Berdasarkan penelitian Sinaga . , banyak masyarakat yang lebih memilih menebang mangrove untuk dijadikan arang atau mengalihfungsikan lahan mangrove menjadi tambak ikan, tanpa menyadari dampak jangka panjangnya. Ketidakpedulian ini diperparah oleh minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan mangrove. Menurut Parawansa . , pengelolaan sumber daya alam yang melibatkan masyarakat lokal dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian, sekaligus menjamin keberlanjutan sumber daya tersebut. Sebagai solusi, penerapan konsep ekowisata dan pariwisata berkelanjutan dapat menjadi pendekatan strategis. Ekowisata bertujuan Marciella Elyanta. Femmy Indriany Dalimunthe. Theresia Hutahaean. Mustafa Kamal, dan Ngatemin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan partisipasi dan kesejahteraan masyarakat setempat (UNESCO dalam Dalimunthe, 2. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menekankan pentingnya konsep pariwisata berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata (SUSTOUR, 2. Dengan pengelolaan yang tepat, konsep ini dapat memberikan manfaat ekonomi, ekologis, dan sosial bagi masyarakat desa wisata seperti Tanjung Rejo. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Tanjung Rejo mengenai pentingnya pengelolaan hutan mangrove secara berkelanjutan melalui pendekatan Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pariwisata berkelanjutan dan menyusun rencana aksi kolaboratif yang dapat diimplementasikan di desa tersebut. Berbeda dengan program sebelumnya (Nasution & Nasution, 2023. Juliana et al. , 2. program ini berfokus pada penguatan inisiatif masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi dari Dengan demikian, program ini menawarkan pendekatan yang holistik dan inovatif dalam mengatasi permasalahan pengelolaan mangrove di Desa Tanjung Rejo. PELAKSANAAN DAN METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di aula Kantor Desa Tanjung Rejo. Kabupaten Deli Serdang dari tanggal 6-10 Juni 2023. Sasaran masyarakat yang mengikuti sosialisasi konsep pariwisata berkelanjutan adalah pemerintah desa dan kelompok sadar wisata yang berada di Desa Wisata Mangrove Tanjung Rejo Kabupaten Deli Serdang dengan total sebanyak 30 . iga pulu. Jadwal kegiatan pengabdian Sosialisasi Konsep Pariwisata Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Konservasi Mangrove Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 kepada masyarakat, dimulai dari minggu kedua Bulan Mei 2023 sampai dengan minggu ketiga Bulan Juni 2023. Menurut (Juliana. Maleachi. Sianipar. Sitorus, & Pramono, 2. , kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan metode pelatihan, sosialisasi, kemitraan dan kolaborasi, pengembangan kapasitas dan pemberdayaan serta penggunaan teknologi dan inovasi terkini. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah sosialisasi berupa ceramah yaitu dengan menyampaikan materi terkait pariwisata berkelanjutan dan diskusi. Gambar 1. Sesi Pemberian Materi Sumber: Dokumentasi Tim PKM Desa Binaan . Materi yang disampaikan mencakup beberapa aspek penting Pertama, berkelanjutan yang menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang mendasarinya. Selanjutnya, tim akan membahas inti dari pariwisata berkelanjutan, yang mencakup tujuan dan nilai-nilai yang harus dipegang oleh semua pemangku Kemudian. Marciella Elyanta. Femmy Indriany Dalimunthe. Theresia Hutahaean. Mustafa Kamal, dan Ngatemin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 berkelanjutan, yaitu ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya, disertai dengan contoh konkret untuk mempermudah pemahaman. Selain itu, tim pariwisata/ISTA yang penting untuk memastikan bahwa suatu destinasi memenuhi prinsip pariwisata berkelanjutan. Untuk mengukur efektivitas program yang telah disampaikan, tim PKM akan meminta mitra untuk menyusun rencana aksi yang terperinci. Sasaran dari tabel rencana aksi berasal dari kriteria penilaian sertifikasi destinasi pariwisata berkelanjutan yakni standar pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, dan pelestarian Rencana aksi ini diharapkan dapat mengarahkan langkahlangkah implementasi dan evaluasi yang jelas, sehingga tujuan pariwisata berkelanjutan dapat tercapai secara optimal. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan permasalahan yang terjadi di Desa Wisata Tanjung Rejo, maka sosialisasi konsep pariwisata berkelanjutan dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Untuk mengukur efektivitas program, mitra akan diminta untuk menyusun rencana aksi dalam mengelola hutan mangrove yang ada di Desa Tanjung Rejo agar tetap Mitra diminta untuk mengembangkan Rencana Aksi agar dapat mengimplementasikan agenda pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Tanjung Rejo. Berikut adalah rencana aksi yang dibuat oleh peserta Sosialisasi Konsep Pariwisata Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Konservasi Mangrove Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Tabel 1. Rencana Aksi Desa Wisata Tanjung Rejo Sasaran Rencana Aksi Sudah memiliki Memiliki organisasi yang forum diskusi atau koordinasi tentang Memiliki Sudah memiliki Perdes Perlindungan Mangrove Tahun dan/atau 2014, sosialisasi kebijakan yang dilakukan adanya penilaian konstruksi dan yang terintegrasi Memiliki sistem Sudah mempromosikan di suara desa, metro 24 jam. Penanggung Tanggal Jawab Kades 2021/2022 Kades, 2014BPD, tokoh sekarang Bumdes. Pokdarwis Marciella Elyanta. Femmy Indriany Dalimunthe. Theresia Hutahaean. Mustafa Kamal, dan Ngatemin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Sasaran Rencana Aksi yang konsisten. Destinasi perusahaan yang atau diverifikasi Memiliki sistem pelaporan, dan keselamatan, dan Perusahaan kesempatan kerja kerja dan upah kerja yang adil untuk semua. Memiliki sistem yang mendorong partisipasi publik instagram Desa Wisata Mangrove Tanjung Rejo Penanggung Tanggal Jawab Membuat kotak Bumdes P3K di lokasi wisata, membuat poster peringatan terhadap hewan Juni 2023 Sudah Bumdes untuk kesempatan Sudah memiliki Pokdarwis Pokdarwis, jadwal pertemuan Juni 2023 Sosialisasi Konsep Pariwisata Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Konservasi Mangrove Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Sasaran Rencana Aksi keputusan secara Memiliki sistem yang mendukung penduduk lokal dan pengusaha alam dan budaya Termasuk kerajinan tangan, kesenian, produk lain-lain. Menyediakan program berkala bagi masyarakat pariwisata untuk rutin dan program Membuat kebudayaan lokal, sudah memiliki batik mangrove Penanggung Tanggal Jawab BPD. Pengrajin. NGO. Bumdes Sesuai Membuat Pokdarwis sosialisasi sadar Juni 2023 Marciella Elyanta. Femmy Indriany Dalimunthe. Theresia Hutahaean. Mustafa Kamal, dan Ngatemin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Sasaran mereka tentang dunia pariwisata Memiliki hukum untuk mencegah seks atau segala macam bentuk eksploitasi dan khususnya anakanak, kaum minoritas. Hukum tindakan tersebut kepada publik. Memiliki dan melestarikan situs alam dan . ejarah Rencana Aksi Penanggung Tanggal Jawab Membuat rencana Pemdes eksploitasi anak, seks, dan lainlain. Juni 2023 Sudah memiliki Pemdes. BPD mangrove namun belum memiliki pengelolaan untuk melindungi situs alam dan budaya Sosialisasi Konsep Pariwisata Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Konservasi Mangrove Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Sasaran arkeolog. serta Menyediakan dan menerbitkan panduan perilaku pengunjung yang pantas pada situs Panduan didesain untuk merugikan situs pengunjung yang Informasi interpretatif yang disediakan untuk tapak alam dan Mengidentifikasi lingkungan dan memiliki sistem Memiliki sistem untuk memonitor Rencana Aksi Penanggung Tanggal Jawab Rencana akan Bumdes, papan Pokdarwis peringatan kepada pengunjung/tata Juli 2023 Membuat papan Bumdes Juni 2023 Mensosialisasikan Bumdes, peraturan tentang Pemdes mitigasi rencana Juni 2023 Membuat Bumdes habitat dan marga satwa di lokasi yang baru Juni 2023 Marciella Elyanta. Femmy Indriany Dalimunthe. Theresia Hutahaean. Mustafa Kamal, dan Ngatemin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Sasaran Rencana Aksi Penanggung Tanggal Jawab habitat, spesies dan ekosistem yang ada dan . Memiliki sistem Membuat Pemdes bak Tanjung Rejo mendaur ulang limbah padat. Sumber: Olahan Data Tim PKM Desa Binaan . Juni 2023 Kelima belas sasaran di atas merupakan kriteria penilaian sertifikasi destinasi pariwisata berkelanjutan yakni standar pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, dan pelestarian Berikut pembahasan dan penilaian dari masing-masing sasaran. Sasaran pertama yang merupakan kriteria organisasi manajemen Desa Wisata Tanjung Rejo sudah terpenuhi dimana terdapat organisasi dan PIC resmi yang ditunjuk untuk melakukan koordinasi serta terdapat bukti pengangkatan/ penunjukan dalam struktur organisasi. Sasaran kedua yakni kriteria pengaturan/regulasi perencanaan termasuk peringkat sebagian terpenuhi dimana Desa Wisata Tanjung Rejo memiliki peraturan dan atau kebijakan yang melindungi sumber daya alam dan budaya, zonasi, dan panduan perencanaan amun belum terdokumentasikan. Sasaran ketiga Sosialisasi Konsep Pariwisata Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Konservasi Mangrove Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 dengan kriteria standar keberlanjutan tidak terpenuhi dimana Desa Wisata Tanjung Rejo tidak memiliki inisiasi sertifikasi pariwisata berkelanjutan atau sistem pengelolaan lingkungan yang didukung oleh industri. Sasaran keempat yakni kriteria keselamatan dan keamanan tidak terpenuhi dimana Desa Wisata Tanjung Rejo tidak menjalankan kewajiban inspeksi terhadap kebakaran, kesehatan makanan, dan keamanan listrik pada properti pariwisata sama sekali. Sasaran kelima dengan kriteria peluang kerja untuk masyarakat lokal tidak terpenuhi karena tidak terdapat peraturan atau kebijakan yang mendukung persamaan kesempatan kerja bagi semua Sasaran keenam dengan kriteria partisipasi masyarakat sebagian terpenuhi karena Desa Wisata Tanjung Rejo memiliki sistem yang melibatkan 2 pemangku kepentingan . ntara pemerintah/ industri/ Sasaran ketujuh dengan kriteria mendukung pengusaha lokal dan perdagangan yang adil kurang terpenuhi dimana terdapat program yang dilaksanakan, namun belum sepenuhnya berhasil mendukung dan membangun kapasitas penduduk lokal, pengusaha kecil dan menengah. Sasaran kedelapan dengan kriteria fungsi edukasi sadar wisata kurang terpenuhi dimana terdapat 1 program yang dirancang, dilaksanakan secara Sasaran kesembilan dengan kriteria pencegahan eksploitasi tidak terpenuhi karena tidak terdapat hukum dan program untuk mencegah praktik komersialisasi. Sasaran kesepuluh dengan kriteria perlindungan atraksi wisata tidak terpenuhi dimana Desa Wisata Tanjung Rejo tidak memiliki sistem pengelolaan untuk melindungi situs alam dan budaya, termasuk bangunan bersejarah serta pemandangan pedesaan dan perkotaan. Sasaran kesebelah dengan kriteria perilaku pengunjung tidak terpenuhi dimana Desa Wisata Tanjung Rejo tidak memiliki panduan tertulis untuk mengatur prilaku yang pantas pada situs sensitif. Sasaran Marciella Elyanta. Femmy Indriany Dalimunthe. Theresia Hutahaean. Mustafa Kamal, dan Ngatemin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 kedua belas dengan kriteria interpretasi tapak tidak terpenuhi dimana tidak tersedia informasi interpretatif untuk pengunjung di Tourism Information Center dan pada tapak alam dan budaya. Sasaran ketiga belas dengan kriteria risiko lingkungan tidak terpenuhi dimana Desa Wisata Tanjung Rejo tidak memiliki penilaian keberlanjutan dalam 5 tahun terakhir. Sasaran keempat belas dengan kriteria perlindungan lingkungan sensitif tidak terpenuhi dimana Desa Wisata Tanjung Rejo tidak melaksanakan dan memperbaharui inventarisasi habitat dan margasatwa yang sensitif dan terancam punah. Sasaran kelima belas dengan kriteria mengurangi limbah padat tidak terpenuhi dimana tidak terdapat sistem pengumpulan limbah padat dilakukan dengan mencatat jumlah limbah yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penilaian destinasi pariwisata berkelanjutan yang mengacu pada rencana aksi, dapat disimpulkan bahwa implementasi prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Mangrove Tanjung Rejo masih memerlukan banyak perbaikan. Dari total 15 kriteria yang dinilai, hanya 1 kriteria yang sudah terpenuhi, sementara 2 kriteria sebagian terpenuhi, 10 kriteria tidak terpenuhi, dan 2 kriteria dinilai kurang Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun sudah ada upaya awal dalam mengimplementasikan rencana aksi, masih terdapat kesenjangan yang signifikan dalam memenuhi standar pariwisata berkelanjutan. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi mitra di Desa Wisata Mangrove Tanjung Rejo, implementasi kegiatan sosialisasi difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat tentang pariwisata berkelanjutan melalui serangkaian kegiatan sosialisasi dan pengembangan rencana aksi. Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan prinsip-prinsip dasar pariwisata berkelanjutan, meliputi aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan Selain itu, mitra didorong untuk menyusun rencana aksi yang mencakup pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan Sosialisasi Konsep Pariwisata Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Konservasi Mangrove Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, dan pelestarian lingkungan. Luaran dari implementasi kegiatan ini meliputi peningkatan kesadaran, pembentukan rencana aksi, dan penguatan keterlibatan masyarakat. Faktor pendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi antusiasme masyarakat untuk belajar, dukungan penuh dari pemerintah desa, serta keterlibatan tokoh masyarakat dalam memotivasi warga untuk berpartisipasi. Di sisi lain, faktor penghambat yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya, seperti dana dan fasilitas, rendahnya pemahaman awal masyarakat tentang pentingnya pelestarian mangrove, serta kendala logistik dalam mengumpulkan peserta. Untuk mengatasi hambatan ini, kegiatan mengadopsi pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung dan membangun kemitraan dengan lembaga swadaya masyarakat serta sektor swasta untuk mendukung implementasi rencana aksi. Dengan strategi ini, keberlanjutan program dapat terjaga, dan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan dapat KESIMPULAN Kegiatan sosialisasi konsep pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Mangrove Tanjung Rejo berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pariwisata berkelanjutan dan penerapannya dalam pelestarian Mitra mampu memahami konsep tersebut dan menyusun rencana aksi untuk mengimplementasikan agenda pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian, capaian utama dari kegiatan ini tercapai, yaitu peningkatan kesadaran, pembentukan rencana aksi, dan penguatan keterlibatan masyarakat. Marciella Elyanta. Femmy Indriany Dalimunthe. Theresia Hutahaean. Mustafa Kamal, dan Ngatemin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Namun, menunjukkan bahwa dari 15 kriteria yang dinilai, hanya 1 kriteria yang sudah terpenuhi, 2 kriteria sebagian terpenuhi, 10 kriteria tidak terpenuhi, dan 2 kriteria kurang terpenuhi. Hal ini mencerminkan masih adanya tantangan besar dalam memenuhi standar pariwisata berkelanjutan secara Faktor masyarakat, keterlibatan aktif tokoh masyarakat, dan dukungan pemerintah Di sisi lain, hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan pemahaman awal masyarakat, kendala logistik, serta tantangan dalam implementasi rencana aksi akibat keterbatasan sumber daya. Meski demikian, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung, hambatan ini dapat diatasi secara bertahap. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya mengimplementasikan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan, termasuk keberlanjutan ekologis, sosial budaya, ekonomi, politik, dan pertahanan keamanan (Endah. Ishak, & Suhartini, 2. Untuk kegiatan PKM berikutnya, disarankan untuk fokus pada kepentingan melalui sosialisasi sadar wisata bagi masyarakat dan pihak terkait di Desa Wisata Mangrove Tanjung Rejo. Diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat, pemerintah, dan mitra non-pemerintah untuk mendukung implementasi rencana aksi yang sudah dibuat. Metode yang akan digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan pembuatan rencana aksi untuk meningkatkan kesadaran serta keterlibatan masyarakat. Sosialisasi Konsep Pariwisata Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Konservasi Mangrove Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 DAFTAR PUSTAKA