P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Optimalisasi UMKM Melalui Triple Helix Kolaborasi 1,2,3 Alya Zainatha, 2Eka Vanny Shalsabilla, 3Ratih Pratiwi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Wahid Hasyim Semarang E-mail: 1zainathaa@gmail. com, 2shalsaekavanny@gmail. com, 3rara@unwahas. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kolaborasi Triple Helix akademisi, pemerintah, dan sektor swasta dalam pemberdayaan UMKM berbasis perbankan syariah di Kecamatan Pedurungan. Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh melalui dokumentasi program dan wawancara, data dianalisis secara tematik dengan menggunakan triangulasi sumber dan member Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Triple Helix belum berjalan dengan baik. Sebagian besar nasabah menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan rumah tangga, pengelolaan keuangan belum terpisah, inovasi produk baru belum dilakukan, dan akses pasar masih Lembaga akademisi hanya berfokus pada memotivasi dan penyuluhan dasar, sektor swasta membantu nasabah tanpa bertindak terlalu jauh, dan pemerintah hampir tidak terlibat dalam dukungan nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun model Triple Helix berpotensi mengoptimalkan UMKM, diperlukan strategi sinergi yang lebih integratif, termasuk peningkatan literasi keuangan, pengembangan produk inovatif, dan penyediaan fasilitasi seperti izin usaha serta akses pasar digital yang berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis implementasi praktis model Triple Helix dalam konteks UMKM di bidang perbankan syariah melalui program pemberdayaan berbasis komunitas, yang jarang dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya. Kata kunci : BTPN Syariah. Pemberdayaan. Triple Helix. UMKM ABSTRACT This study aims to analyze the effectiveness of Triple Helix collaboration between academics, government, and the private sector in empowering MSMEs based on Islamic banking in Pedurungan District. Semarang City. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was obtained through program documentation and interviews, and the data was analyzed thematically using source triangulation and member checking. The results show that the implementation of the Triple Helix model has not been Most customers use the funds for household needs, financial management is not yet separate, new product innovations have not been made, and market access is still limited. Academic institutions only focus on motivation and basic counseling, the private sector helps customers without going too far, and the government is hardly involved in providing real support. These findings indicate that although the Triple Helix model has the potential to optimize MSMEs, a more integrative synergy strategy is needed, including improving financial literacy, developing innovative products, and providing facilitation such as business licenses and sustainable digital market access. The novelty of this research lies in the analysis of the practical implementation of the Triple Helix model in the context of MSMEs in the field of Islamic banking through community-based empowerment programs, which have rarely been explored in previous studies. Keywords : BTPN Syariah. Empowerment. Triple Helix. MSMEs Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Globalisasi berdampak pada hampir setiap aspek kehidupan manusia, termasuk pembangunan ekonomi mikro. Pemerintah Indonesia harus mempercepat pengembangan sektor ekonomi mikro di negara ini sehingga masyarakat umum dapat bergerak maju. Salah satu bidang yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah adalah sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian negara dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi stabilitas Oleh karena itu. UMKM memerlukan perlindungan, kerja sama, dan pengembangan yang melibatkan semua pihak (Purwanggono & Pratiwi. Daya saing UMKM disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain pemasaran, modal, inovasi, teknologi informasi, dan Daya saing UMKM juga dipengaruhi oleh kurangnya dukungan keuangan dari perbankan (Lucky et al. Salah satu lembaga keuangan yang saat ini memiliki program pemberdayaan bagi pengusaha perempuan adalah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah. Program yang ditawarkan oleh BTPN Syariah dikenal sebagai AuSahabat DayaAy yang ditujukan untuk membantu pemilik usaha kecil, terutama perempuan dari kelompok kurang terwakili. Program ini berfokus pada pendampingan secara mandiri di mana fasilitator pendamping meningkatan produktivitas bisnis dan memberikan akses sumber daya melalui aplikasi Tepat Daya (Marwanti et al. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Pedurungan. Kota Semarang. Jawa Tengah. Wilayah ini merupakan salah satu kecamatan terpadat di Kota Semarang, dengan tingkat mobilitas penduduk yang Mayoritas penduduknya bekerja di sektor informal. Meskipun terdapat banyak potensi pengembangan UMKM di Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Pedurungan, wilayah ini menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi keuangan, kurangnya inovasi produk, dan akses pasar yang relatif rendah. Kondisi ini menjadikan Pedurungan lokasi yang relevan untuk meneliti efektivitas model Triple Helix pada UMKM berbasis syariah, khususnya melalui program BTPN Syariah. Berdasarkan hasil observasi, fasilitator pendamping masih menemukan pada program pemberdayaan ini belum berjalan secara maksimal, karena ibu-ibu pra sejahtera atau nasabah yang terlibat dalam program BTPN Syariah masih menggunakan prosedur dan formalitas administratif sebagai langkah prosedural, tetapi bukan untuk tujuan pengembangan usaha yang tidak Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan utama program pemberdayaan dan praktik di Fenomena dilengkapi dengan kajian pustaka yang membahas pemberdayaan usaha, peran fasilitator pendamping, dan kolaborasi antara kalangan akademisi, pemerintah, dan sektor swasta (Triple Heli. Minimnya penelitian yang menekankan mendukung kolaborasi yang efektif antara akademisi, pemerintah, dan swasta menunjukkan bahwa ada celah penelitian yang perlu dijawab dalam penelitian ini. Sebagai contoh, meskipun model platform digital yang diajukan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pertukaran implementasi praktis dan efektivitasnya masih terbatas (Al Hakim et al. , 2. Penelitian ini berfokus pada bidang pendidikan dan prinsip-prinsip triple helix mengembangkan kerangka kerja yang mendorong inovasi (Mandrup & Jensen. Dari hasil penelitian tersebut, perlu juga dikaji kerangka kerja yang mendorong inovasi dalam bidang Penelitian ini menggambarkan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 kondisi nyata di lapangan sekaligus menilai efektivitas kolaborasi Triple Helix pada UMKM syariah di Pedurungan dengan mempertimbangkan fenomena Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan tentang efektivitas kolaborasi Triple Helix, dalam program pemberdayaan UMKM BTPN Syariah di Kecamatan Pedurungan, tantangan yang dihadapi nasabah dalam mengelola pembiayaan, serta strategi yang tepat untuk mengoptimalkan peran Triple Helix yang berguna untuk mendukung keberlanjutan UMKM. Menurut (Herdiana Dyah Susanti et al. Triple Helix adalah strategi inovatif yang dapat menggabungkan beberapa elemen seperti transfer teknologi dan perguruan tinggi, transfer uang dari lembaga keuangan, dan pelatihan teknis bagi individu yang membutuhkan. Penelitian ini memegang peranan yang sangat penting karena membantu UMKM para ibu-ibu pra sejahtera agar mengalami peningkatan dan menyentuh secara langsung usaha yang menjadi sumber penghidupan mereka. Menurut penelitian terdahulu, konsep ini sering diterapkan pada industri teknologi dan kreatif di negara-negara berkembang. Di sisi lain, penerapan Triple Helix dalam konteks UMKM berbasis prinsip Islam di Indonesia, khususnya melalui program pemberdayaan masyarakat, masih belum banyak dilaporkan. Dengan demikian, penelitian ini dapat menggambarkan kondisi nyata yang seringkali tidak terlihat dalam data formal dengan melakukan studi menyeluruh di Secara lebih spesifik, penelitian ini berfungsi sebagai panduan dalam menentukan efektivitas kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan swasta dalam Triple Helix. Tanpa pemahaman yang komprehensif tentang hal ini, program pemberdayaan berisiko tidak menyentuh inti masalah. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi dasar DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. penting untuk perumusan langkahlangkah strategis yang tepat dan masyarakat pra-sejahtera. LANDASAN TEORI 1 Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah UMKM merupakan unit usaha produktif yang berperan krusial dalam pertumbuhan ekonomi, produktivitas kesejahteraan masyarakat. Di Indonesia. UMKM Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 berdasarkan jumlah aset dan omzet Namun. UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan modal, rendahnya literasi keuangan, terbatasnya inovasi, dan masalah akses pasar. Menurut penelitian terbaru. UMKM dapat berkembang pesat jika memiliki akses ke teknologi digital, inovasi, dan ekosistem kolaboratif (Noya et al. , 2. 2 Triple Helix Triple Helix merupakan konsep kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta dengan tujuan menciptakan ekosistem yang inovatif. Peran masing-masing aktor saling Pemerintah menghadirkan regulasi dan dukungan kebijakan, teori menyediakan pengetahuan dan penelitian, dan swasta akan mendorong implementasi inovasi dan akses pembiayaan. Dalam konteks UMKM, model Triple Helix pengembangan usaha, dan intervensi berbasis kolaboratif. Penelitian terkini menunjukkan bahwa penerapan Triple Helix dapat meningkatkan UMKM, terutama di sektor komunitas dan berbasis teknologi (Khusairi et al. , 2. METODOLOGI Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Pendekatan ini sesuai karena penelitian berfokus pada pengalaman, pandangan, serta dinamika pemberdayaan UMKM berbasis syariah melalui kolaborasi Triple Helix, yang tidak dapat direduksi menjadi angka semata. Tujuan penelitian ini adalah untuk bagaimana proses pemberdayaan UMKM yang dijalankan oleh BTPN Syariah pada perempuan pra-sejahtera di Kecamatan Pedurungan. Kota Semarang. Jawa Tengah. Fokus utama terletak pada upaya kolaboratif sektor tinggi, pemerintah, dan swasta (Triple Heli. untuk meningkatkan fungsi usaha kecil di kalangan tersebut. Sehubungan dengan itu, penelitian ini mengkaji beberapa indikator antara lain, keaktifan usaha yang dijalankan setelah pembiayaan, pengelolaan keuangan usaha, pengembangan produk, serta aksesibilitas pasar, sebagai salah satu komponen optimalisasi UMKM. Selain itu, kolaborasi Triple Helix didasarkan pendidikan bisnis, dukungan pemerintah dalam fasilitas hukum dan pendidikan, dan kontribusi sektor swasta dalam penelitian dan pengembangan. Data penelitian ini diperoleh melalui dokumentasi program dan wawancara mendalam dengan informan dari para Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer, yaitu pengumpulan informasi dengan cara mengumpulkan informasi langsung dari anggota nasabah melalui wawancara. Seluruh data mengidentifikasi pola, hambatan, dan potensi optimalisasi yang muncul dari interaksi para pihak yang terlibat dalam proses pemberdayaan tersebut. Analisis ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana kolaborasi Triple Helix berkontribusi terhadap pertumbuhan UMKM. Untuk meningkatkan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 wawancara nasabah dengan dokumentasi program pemberdayaan yang dilakukan oleh BTPN Syariah. Selain itu, member check dilakukan dengan menggunakan informasi tersebut untuk memastikan bahwa hasil penelitian sejalan dengan pengalaman dan pendangan mereka. Untuk mengurangi subjektivitas selama proses wawancara dan analisis, peneliti juga menggunakan refleksi diri. Peneliti juga memastikan bahwa jejak audit terdiri dari dokumen wawancara, transkrip, dan catatan lapangan disimpan secara terorganisir pada penyimpanan daring yang dapat di akses melalui tautan Google Drive https://drive. com/drive/folders/1i K4uujtuCdrTho2JaD87Xop4aUczTRtZ. Dengan demikian, data penelitian ini dapat dianalisis secara objektif sehingga proses penelitian dapat dilanjutkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian dari wawancara para nasabah menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan melalui program AuSahabat DayaAy belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Sebagian besar dana yang terkumpul digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti pendidikan dan perawatan kesehatan, sehingga pertumbuhan usaha menjadi Kondisi ini menyoroti saling pemberdayaan dan praktik nyata di lapangan, serta pertanyaan penelitian terkait efektivitas pembiayaan dalam meningkatkan UMKM pra-sejahtera. Dari sisi keuangan, mayoritas nasabah Dana usaha bercampur dengan kebutuhan rumah tangga, sehingga pemantauan arus kas dan pengelolaan modal menjadi sulit untuk diatur. Rendahnya literasi keuangan merupakan keberhasilan suatu bisnis, meskipun hal P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 tersebut berarti mengatasi permasalahan kendala pembiayaan. Dari sudut pandang pengembangan produk, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada inovasi signifikan yang dilakukan setelah pembiayaan diterima. Rencana tersebut meningkatkan variasi produk atau memperluas layanan tidak terealisasi karena keterbatasan modal dan mendesaknya kebutuhan, selain dari ketatnya pasar. Hal ini menggambarkan bagaimana hambatan internal dan eksternal mengurangi efektivitas program dalam mendorong inovasi produk. Akses pasar juga merupakan kendala yang signifikan. Sekalipun ada peluang untuk meningkatkan penjualan, kesulitan pelanggan justru mengurangi permintaan pelanggan karena modalitas yang rendah, kualitas produk yang rendah, dan lingkungan bisnis yang seragam. Hal ini UMKM kelangsungan operasional bisnis. Dalam konteks model Triple Helix, kerja sama antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta masih kuat. Akademisi implementasinya sulit tanpa dukungan modal dan fasilitas lainnya. Pemerintah minim keterlibatan nyata, baik dalam bentuk pelatihan, legalitas bisnis, maupun aksesibilitas pasar. Sektor swasta, dalam hal ini BTPN Syariah, menyediakan pendampingan standar . namun, terdapat intervensi diam-diam yang membahas isu literasi keuangan dan strategi pemasaran, yang masih cukup lemah. ini menjawab pertanyaan penelitian tentang efektivitas kolaborasi Triple Helix, dan juga menyoroti perlunya model sinergi yang lebih terintegrasi. Dengan mempertimbangkan semua hal, penelitian ini menunjukkan bahwa AuSahabat DayaAy sepenuhnya mengatasi permasalahan UMKM pra-sejahtera, yang meliputi literasi keuangan, minimnya inovasi DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. produk, dan keterbatasan akses pasar. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti tantangan penerapan Triple Helix di sektor non-teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaborasi yang lebih kuat, yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan sektor swasta, tidak hanya dalam konteks pembiayaan tetapi juga termasuk pengembangan teknis, penyediaan fasilitasi seperti izin usaha Semua ini menunjukkan korelasi yang jelas antara tujuan program dan kondisi di Pendanaan saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan bisnis tanpa literasi keuangan yang baik, dan strategi produk yang inovatif. Oleh karena itu, implementasi model Triple Helix meningkatkan UMKM pra-sejahtera. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kolaborasi Triple Helix di UMKM syariah melalui program Sahabat Daya BTPN Syariah di Kecamatan Pedurungan belum berjalan Beberapa poin penting dapat dirangkum sebagai berikut : Pertama, kondisi UMKM pasca pembiayaan tidak membaik secara signifikan karena sebagian besar modalnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, yang berarti banyak usaha yang berhenti di tengah Alasan kedua adalah nasabah tidak melakukan pencatatan dan pemisahan antara moda usaha dan kebutuhan rumah tangga, yang mengakibatkan ekonomi tidak berputar secara produktif. Ketiga, inovasi produk gagal karena lambannya modal dan minimnya pengetahuan bisnis, sehingga ide-ide inovatif hanya sedikit. Namun, pasar tidak tumbuh secara signifikan karena tidak ada strategi yang lebih luas Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pemasarannya masih cukup rendah. Kelima, peran Triple Helix tidak sinergis, di mana akademisi hanya berfokus pada memotivasi masyarakat, sektor swasta membantu masyarakat tanpa bertindak mempromosikan legalitas atau akses Penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi Triple Helix berpotensi membantu mengoptimalkan UMKM, tetapi dalam praktiknya, mereka masih menghadapi tantangan seperti literasi keuangan, inovasi produk, dan akses Oleh karena itu, diperlukan strategi sinergi yang lebih terintegrasi, termasuk upaya literasi keuangan yang lebih kuat oleh akademisi, dukungan regulasi nyata dan fasilitasi dari pemerintah, serta keterlibatan sektor swasta dalam pembiayaan berkelanjutan dan fasilitasi UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penelitian ini bisa diselesaikan dengan baik. Pada mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, arahan, serta dukungan selama proses penelitian hingga penulisan artikel. Secara khusus, terima kasih disampaikan Prof Dr. Ir. Helmy Purwanto, . IPM, selaku Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang. Bapak Dr. Hasan. SE. Sc, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wahid Hasyim Semarang. Ibu Dr. Ratih Pratiwi. Pd. Si. M, selaku Dosen Pembimbing Penelitian. Orang tua yang selalu meberikan doAoa, dukungan, dan semangat sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 Para informan yang sudah bersedia berbagi informasi, wawasan, dan pengalaman, sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA