Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 11 - 20 Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di PT Cita Rasa Palembang Utami Wahyuningsih1. Eko Sulistiyo2. Halim Rusjdi3. Win Alfalah4. Sudirmanto5. Eri Prabowo6 1,2,3,4,5,6 Institut Teknologi PLN Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi utami@itpln. ABSTRACT Work accidents in the food and beverage sector held 25% of all industrial sectors. This value is relatively very large considering the number of industrial sectors exist. PT Cita Rasa Palembang is a food company located in Palembang. PT Cita Rasa Palembang is a middle class company, seen from their number of employees, etc. As stated earlier, workplace accidents in food industry are relatively higher. On the other hand, food industry is an industry that is very related to public health because public directly consume products from this industry branch. If food industry makes mistake, its impact will be immediately felt by public. Therefore, our occupational health and safety (OSH) introduction to PT Cita Rasa Palembang was carried out. Material presented was in form of introduction of OSH importance to PT Cita Rasa Palembang employees and management. The introduction of this OSH material is expected to be followed up by PT Cita Rasa Palembang management by providing trainings in accordance with their raw materials, machineries, factory spatials, and emergency measures in PT Cita Rasa Palembang. Because OSH on one matter specifically different with another matter, so this factoryAos real OSH trainings were left to management . of PT Cita Rasa Palembang. The introduction of OSH was only intended as a reminder of OSH importance in food industry in PT Cita Rasa Palembang. In PT Cita Rasa Palembang, implementation of OSH has been running quite well because management has provided personal protective equipment (PPE) for workers and OSH socialization has also been carried out by management. Keywords: Occupational Safety and Health (OSH), occupational accidents, occupational health, food and beverage industry. OSH training ABSTRAK Kecelakaan kerja sebesar 25 % dari berbagai sector industri berada di sector makanan dan Angka ini relatif sangat besar mengingat banyaknya sector industri yang ada. PT Cita Rasa Palembang adalah suatu perusahaan makanan yang berada di kota Palembang. PT Cita Rasa Palembang termasuk perusahaan dengan kelas menengah yang dilihat dari banyaknya karyawan, dll. Seperti yang telah dikatakan di awal, kecelakaan kerja di industri makanan relatif lebih tinggi. Di lain sisi, industri makanan adalah industri yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat karena masyarakat langsung berhubungan erat . produk dari cabang industri ini. Apabila industri makanan melakukan kesalahan, dampaknya langsung dirasakan oleh Oleh karena itulah. Pengenalan K3 pada PT Cita Rasa Palembang dilakukan. Materi yang disampaikan berupa pengenalan K3 terhadap karyawan Ae karyawan PT Cita Rasa Palembang. Pengenalan materi K3 ini diharapkan nantinya ditindaklanjuti oleh pihak manajemen PT Cita Rasa Palembang dengan memberikan pelatihan Ae pelatihan yang sesuai dengan bahan baku, mesin Ae mesin, tata ruang pabrik, dan tindakan darurat pada PT Cita Rasa Palembang karena K3 pada suatu hal dengan suatu hal lainnya berbeda penanganannya, sehingga hal ini diserahkan kelanjutannya pada pihak manajemen . PT Cita Rasa Palembang. Pengenalan K3 hanya ditujukan sebagai pengingat akan pentingnya K3 di industri makanan di PT Cita Rasa Palembang. Pada PT Cita Rasa Palembang, implementasi Keselamatan dan Kesehatan Terang | 11 Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 11 - 20 Kerja (K. sudah berjalan cukup baik karena di Industri ini penyelenggara pekerjaan telah menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja dan sosialisasi K3 juga sudah dilakukan oleh pihak manajemen. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. , kecelakaan kerja, kesehatan kerja, industri makanan minuman, pelatihan K3 12 | Terang Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 11 - 20 PENDAHULUAN Keselamatan kerja harus diutamakan dalam segala bentuk pekerjaan. Faktor keselamatan diri menjadi aspek yang terpenting karena manusia termasuk rentan pada banyak sekali hal. Tingkat kerentanan yang tinggi ini menjadikan keselamatan kerja tidak boleh dikesampingkan dalam kegiatan Ae kegiatan yang dilaksanakan. Kecelakaan kerja merupakan masalah bagi perusahaan. Tidak hanya kerugian materi, tetapi juga bisa memakan korban. Menurut International Labour Organization (ILO) lebih dari 337 juta kecelakaan terjadi di tempat kerja setiap tahun. Lebih dari 2,3 juta kematian setiap tahunnya diakibatkan oleh kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Kecelakaan yang berarti kerusakan fisik atau mental berarti cedera, penyakit atau kematian. Kecelakaan kerja adalah kejadian yang membahayakan tidak terduga dan tidak direncakanan saat melangsungkan pekerjaan, misalnya terpeleset sebagai salahsatu kecelakaan yang sering terjadi pada industri makanan. Untuk mencegah kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan kerja terjadi, secara garis besar. K3 yang sudah umum diberlakukan pada lingkungan kerja antara lain: Memasukkan rencana keselamatan dan kesehatan. Melakukan pemeriksaan fisik prapenempatan. Mendidik karyawan dan staf manajemen. Teliti kerentanan keamanan. Menyediakan peralatan perlindungan. Memiliki tingkat kepegawaian yang memadai. Jangan mengambil jalan pintas di pabrik. Memeriksa dan memelihara semua kendaraan perusahaan. Pantau langkah-langkah keamanan Jaga tempat kerja agar teratur Penyimpanan bahan baku sesuai dengan yang seharusnya Pemakaian bahan baku dengan penanganan yang baik Pengaturan jam kerja dengan matang, dll. PT Cita Rasa Palembang bergerak di bidang pembuatan makanan. Sekitar 25% dari semua kecelakaan yang terjadi di sektor manufaktur dilaporkan terjadi di industri makanan dan minuman. Sembilan dari setiap sepuluh kecelakaan ini terjadi dalam pembuatan makanan, dengan sisanya muncul di sektor minuman. Ada 15% dari cedera yang disebabkan oleh kecelakaan di industri makanan dan minuman digambarkan sebagai cedera besar. Cedera Ae cedera ringan ini disebabkan oleh terpeleset, tersandung dan jatuh dari ketinggian. Cedera Ae cedera ringan melibatkan penanganan benda di pabrik dan benda yang jatuh di pabrik, misalnya benda jatuh dari rak di pabrik yang mengenai karyawan. Dalam industri, hanya pekerja fabrikasi logam yang lebih parah dari segi K3 dari karyawan industri makanan. Tujuan diadakannya PkM kali ini adalah meningkatkan kesadaran akan adanya bahaya di lingkungan kerja. Selain itu, meningkatkan skill untuk menghadapi lingkungan kerja. Dalam PkM ini, sosialisasi K3 dilakukan pada industri makanan yang tingkat kecelakaan kerjanya termasuk tinggi pada dunia industri. Dan juga, industri makanan berhubungan erat dengan orang banyak karena makanan atau minuman hasil produksi dipasarkan ke masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi peningkatan kesadaran K3 dalam industri makanan termasuk hal yang penting. Dalam sebuah industri juga ada aktivitas pekerjaan yang memiliki risiko kegagalan, salah satunya adalah kecelakaan kerja . ork acciden. , yang berakibat kerugian . Untuk itu, perlu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. harus terpadu semua orang yang terdapat dalam lingkungan Industri / pekerjaan. Saat ini degradasi keselamatan terjadi akibat transisi dari Terang | 13 Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 11 - 20 masyarakat agraris . ow risk societ. menuju masyarakat industri . igh risk societ. Pada akhirnya sebuah kecelakaan dapat berdampak pada daya saing tingkat global. Sedangkan masalahnya sebgian masyarakat merasakan tidak memerlukan K3, bahkan dianggap sebagai barang mewah. Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada Keselamatan dan kesehatan Kerja bagi tenaga kerja maupun orang lain ditempat kerja, dimana diatur dalan Undang Ae Undang Republik Indonesia No. 1/1970 tentang keselamatan kerja yang mendefinisikan tempat kerja sebagai ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja. Termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhungan dengan tempat kerja tesebut. Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah yang dapat ditemukan adalah bagaimana mengenalkan K3 umum untuk pekerja Industri Kecil diwilayah Sumatra Selatan yaitu Palembang. Karena itulah, kami dari pihak Pengabdian Pada Masyarakat ingin menjembataninya dengan mengadakan pelatihan melalui AoPENGENALAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT CITA RASA PALEMBANGAo. Pada pelaksanaannya K3 memiliki fungsi yang cukup banyak dan bermanfaat baik bagi perusahaan maupun bagi pekerja. Beberapa fungsi K3 secara umum. Sebagai pedoman untuk melakukan identifikasi dan penilaian akan adanya risiko dan bahaya bagi keselamatan dan kesehatan dilingkungan kerja, membantu memberikan saran dalam perencanaan, proses organisir, desain tempat kerja, dan pelaksanaan kerja, sebagai pedoman dalam memantau kesehatan dan keselamatan para pekerja di lingkungan kerja, memberikan saran mengenai informasi, edukasi, dan pelatihan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja, sebagai pedoman dalam membuat desain pengendalian bahaya, metode, prosedur dan program, sebagai acuan dalam mengukur keefektifan tindakan pengendalian bahaya dan program pengendalian bahaya. Inti permasalahan yang dihadapi adalah belum mengenal K3 dan melakukan pelatihan dan pengenalan K3. METODE Metode yang dipakai dalam PkM ini adalah pelatihan. Dalam pelatihan ini karyawan PT Cita Rasa diberikan penyuluhan pentingnya K3 dalam pekerjaan sehari Ae hari. Kuliah cepat K3 ini dilangsungkan selama 1 hari. Pengenalan K3 untuk pekerja di PT Cita Rasa Palembang dilakukan dalam satu sesi. Setiap peserta akan diberikan materi berupa pengetahuan. Kedua metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Pelatihan Para peserta diberikan penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran mereka agar lebih berhati Ae hati dalam melakukan pekerjaannya masing Ae masing yang banyak berhubungan dengan peralatan Ae peralatan logam. Apabila tidak berhati Ae hati akan membahayakan keselamatan mereka sendiri. Peserta pelatihan diberikan teori tentang K3. Setelah mendapatkan teori tentang K3 pekerja diminta untuk mempraktikkan secara langsung K3 di dunia Setiap pekerja diminta memahami K3 dengan sesi tanya jawab. PEMBAHASAN Judul yang dipakai adalah Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Cita Rasa Palembang. Kata AupengenalanAy dipakai karena kuliah yang diberikan hanya berlangsung 1 hari. Pembahasan K3 dalam suatu pabrik makanan membutuhkan banyak waktu, sehingga kuliah 1 hari ini diberi nama AupengenalanAy. AuKeselamatan dan kesehatan kerjaAy dipakai untuk istilah K3. 14 | Terang Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 11 - 20 Pengertian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pengertian K3 adalah bidang yang berhubungan dengan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja pada sebuah institusi ataupun lokasi proyek. Arti K3 (Keamanan. Kesehatan, dan Keselamatan Kerj. secara khusus dapat dibagi menjadi dua, yaitu: Pengertian K3 secara keilmuan. K3 merupakan ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Pengertian K3 secara filosofis. suatu upaya yang dilakukan untuk memastikan keutuhan dan kesempurnaan jasmani dan rohani tenaga kerja pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya terhadap hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur. Keamanan. Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K. merupakan salah satu hal penting yang wajib diterapkan oleh semua perusahaan. Hal ini juga tertuang dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 pasal 87. Tujuan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menurut UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja, tujuan dari K3 adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit dikarenakan pekerjaan. Selain itu. K3 juga berfungsi untuk melindungi semua sumber produksi agar dapat digunakan secara efektif. Berikut ini adalah fungsi dan tujuan K3 secara umum: Untuk melindungi dan memelihara kesehatan dan keselamatan tenaga kerja sehingga kinerjanya dapat meningkat. Untuk menjaga dan memastikan keselamatan dan kesehatan semua orang yang berada di lingkungan kerja. Untuk memastikan sumber produksi terpelihara dengan baik dan dapat digunakan secara aman dan efisien. Dalam pelaksaannya banyak ditemui hambatan dalam penerapan K3 dalam dunia pekerja, hal ini terjadi karena beberapa faktor yaitu: Dari sisi masyarakat pekerja: Tuntutan pekerja masih pada kebutuhan dasar . pah dan tunjangan kesehatan/kesejahtraa. K3 belum menjadi tuntutan pekerja. Dari sisi pengusaha, pengusaha lebih menekankan penghematan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. dan K3 dipandang sebagai beban dalam hal biaya operasional tambahan Keselamatan dan kesehatan kerja (K. merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja . ero acciden. Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya . perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan Keselamatan Kerja Sama Dengan Hygiene Perusahaan Kesehatan kerja sasarannya adalah manusia dan bersifat medis. Pengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai suatu kondisi fisik, mental dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan juga menunjukan kemampuan untuk berinteraksi Terang | 15 Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 11 - 20 dengan lingkungan dan pekerjaannya. Paradigma baru dalam aspek kesehatan mengupayakan agar yang sehat tetap sehat dan bukan sekedar mengobati, merawat atau menyembuhkan gangguan kesehatan atau penyakit. Oleh karena itu, perhatian utama dibidang kesehatan lebih ditujukan ke arah pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya penyakit serta pemeliharaan kesehatan seoptimal mungkin. Demikian pula status kesehatan pekerja sangat mempengaruhi produktivitas kerjanya. Pekerja yang sehat memungkinkan tercapainya hasil kerja yang lebih baik bila dibandingkan dengan pekerja yang terganggu kesehatannya. Kesehatan kerja merupakan ilmu kesehatan yang bertujuan agar pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya. Konsep kesehatan kerja dewasa ini semakin banyak berubah, bukan sekedar Aukesehatan pada sektor industriAy saja melainkan juga mengarah kepada upaya kesehatan untuk semua orang dalam melakukan Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berhubungan dengan berbagai aspek di tempat kerja berupa bahan baku, peralatan, pekerja dan tempat kerja yang memiliki sasaran lingkungan kerja yang bersifat teknik. Pengistilahan Keselamatan dan Kesehatan kerja . tau sebalikny. bermacam macam: ada yang menyebutnya Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperke. dan ada yang hanya disingkat K3, dan dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health. Keselamatan kerja atau Occupational Safety, dalam istilah sehari hari sering disebut dengan safety saja, secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Pengertian Kecelakaan Kerja . adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. Dewasa ini pembangunan nasional tergantung banyak kepada kualitas, kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia termasuk praktisi keselamatan dan kesehatan kerja (K. Dari segi dunia usaha diperlukan produktivitas dan daya saing yang baik agar dapat berkiprah dalam bisnis internasional maupun domestik. Salah satu faktor yang harus dibina sebaik-baiknya adalah implementasi K3 dalam berbagai aktivitas masyarakat khususnya dalam dunia kerja. Pengertian hampir celaka, yang dalam istilah safety disebut dengan insiden . , ada juga yang menyebutkan dengan istilah Aunear-missAy atau Aunear-accidentAy adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yang sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses kerja. Ada tiga aspek utama hukum K3 yaitu norma keselamatan, kesehatan kerja, dan kerja nyata. Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. Konsep ini diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja, kemudian mencegah terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. Konsep ini juga mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat kerja. Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya. 16 | Terang Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 11 - 20 Gambaran Umum Lokasi Penelitian PT Cita Rasa Palembang yang memproduksi pempek Belida berada di lorong Mawar. Suka Maju. Kec. Sako. Kota Palembang. Sumatera Selatan 30961, dimana kami melakukan pengenalan K3 untuk pekerja di PT Cita Rasa Palembang. Berikut foto-foto sosialisasi pengenalan K3: Gambar 1. Pemberian pengetahuan dasar K3 Gambar 2. Pemberian penjelasan tentang pentingnya APD dan K3 Terang | 17 Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 11 - 20 5 Alat Pelindung Diri Pada Industri Pembuatan Pempek Terdapat beberapa dapur besar dan penuh alat-alat yang rumit dan beresiko apabila tidak digunakan dengan baik dan benar. Oleh karena itu, diperlukan alat keselamatan supaya mereka yang bekerja didapur tidak di alami kemungkinan kecelakaan berat atau bahkan juga kematian. Umpamanya saja dapur pada perusahaan catering, dapur restoran, dapur hotel, dapur tempat tinggal makan atau warung, dan yang lainnya. Berikut adalah cara menjaga keselamatan di dapur: Untuk menghindar terbakar, maka upayakan tak menggunakan baju atau pakaian lengan panjang saat memasak. Api dapat dengan gampang menyambar pakaian lengan panjang jika lengah, hingga baiknya gulung sampai ke siku jika menggunakan lengan panjang. Jauhi menempatkan buku resep, kain lap yang gampang terbakar, atau bungkus makanan dari kertas di dekat kompor. Jauhkan juga korek api, terlebih korek api gas dari kompor, ini menghindarkan terjadinya kebakaran. Sepatu safety dan celemek. Ini yaitu perengkapan yang harus dipakai oleh beberapa koki yang bekerja di dapur. Sepatu akan melindungi kaki dari luka akibat zat kimia atau dari jatuhnya pisau. Tengah celemek akan melindungi badan dari cipratan minyak atau air Hati-hati dengan tabung gas untuk kompor. Pakai regulator yang baik, supaya saat kompor dinyalakan gas tak bocor. Selekasnya ubah regulator apabila longgar atau periode waktu penggunaannya telah habis. Untuk dapur besar, senantiasa siapkan alat pemadam kebakaran portable, ini akan begitu bermanfaat jika berlangsung kebakaran. Apabila didapur tempat tinggal, dapat pakai handuk basah untuk memadamkan api, atau ambillah garam dan siramkan di api. Kunci dari keselamatan di dapur yaitu diri sendiri, tidak boleh lengah, lupa meninggalkan kompor dalam kondisi menyala, atau sangat tergesa-gesa dan kehilangan sikap tenang. Alat-alat keselamatan kerja dan manfaatnya di dapur itu akan optimal apabila tetap tenang dan dapat menguasai emosi supaya tidak cemas. Secara umum penelitian ini menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh STT PLN secara umum sudah baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya tanggapan kepuasan yang tinggi dari responden terhadap kondisi dari masing-masing variabel penelitian. Dari hasil tersebut selanjutnya diperoleh bahwa variabel kualitas pelayanan dalam kelima dimensinya memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hal ini dikarenakan bahwa dengan pemberian pelayanan yang berkualitas, maka hal tersebut akan menciptakan kepuasan dalam diri peserta Keunggulan diselenggarakan pengenalan K3 di perusahaan ini adalah kecelakaan kerja di industri makanan memiliki prosentase cukup besar disbanding industri Ae industri lain, sehingga PkM ini merupakan PkM yang tepat. PT Cita Rasa Palembang merupakan perusahaan makanan yang tergolong besar, sehingga aspek K3 merupakan aspek penting karena makanan produksi mereka yang didistribusikan ke masyarakat luas. Apabila aspek K3 tidak diterapkan dengan baik pada perusahaan ini, makanan hasil produksi mereka dipertanyakan kualitasnya. K3 pada industri makanan erat berkaitan dengan penyakit yang dibawa makanan hasil produksi. 18 | Terang Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 11 - 20 KESIMPULAN Target kegiatan di lapangan terpenuhi, sehingga aspek K3 pada perusahaan ini bisa Metode kuliah singkat tentang K3 ini sebenarnya sudah tepat untuk pengenalan K3 kepada pihak karyawan dan pimpinan perusahaan. Namun, sebenarnya pelatihan untuk perusahaan makanan sebesar ini diselenggarakan dalam beberapa kali pertemuan dan mencakup materi mendalam dengan pengoperasian secara benar mesin Ae mesin, penanganan bahan baku, pengoperasian chain production pada pabrik, penanganan situasi darurat, dll. sehingga karyawan dan pimpinan benar Ae benar menguasai operasional pabrik secara lebih dalam, sehingga kecelakaan kerja dan penyakit akan dapat terhindar lebih baik. Manfaat kegiatan ini adalah sebagai pembuka wawasan bagi karyawan dan pimpinan perusahaan untuk lebih serius menangani K3 karena kecelakaan kerja di bidang produksi makanan relatif berjumlah besar dibandingkan industri Ae industri lain. Pimpinan perusahaan diharapkan naik ketertarikannya terhadap memberikan pelatihan Ae pelatihan K3 terkait mesin Ae mesin, bahan baku, yang ada spesifik di perusahaan ini. Kurang menyadari dan kurang memahami akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. untuk pekerja PT Cita Rasa Palembang terpenuhi sudah karena dengan dilakukan pengenalan K3 ini pekerja bertambah pengetahuannya sehingga kelak menjadi bekal keahlian dalam menyadari pentingnya melindungi diri untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam lingkungan kerja. SARAN Kegiatan PkM berikutnya yang bertema K3 apabila ingin dilakukan di perusahaan ini diarahkan ke lanjutan dari materi K3 yang sebatas perkenalan ini. materi Ae materi K3 yang dibawa selanjutnya juga harus spesifik mengenai penggunaan bahan baku, pengoperasian mesin Ae mesin, penanganan situasi darurat, penanganan production chain secara spesifik yang ada di perusahaan ini, sehingga karyawan dan pimpinan dapat langsung mengaplikasikan isi materi Ae materi K3 ini pada perusahaan ini. Kegiatan Ae kegiatan selanjutnya bisa diarahkan ke hal yang serupa pada paragraf sebelumnya, tetapi ditujukan ke industri Ae industri lainnya, sehingga dapat langsung dipakai oleh perusahaan Ae perusahaan terkait. Apabila materi Ae materi K3 yang disampaikan tidak sama persis dengan situasi dan kondisi perusahaan . eda tipe mesin, dll. ) bisa jadi diproses lebih lanjut oleh perusahaan, tetapi bisa jadi juga mereka memilih untuk menggunakan jasa pembuat aturan K3, sehingga dapat langsung mengaplikasikannya di perusahaan mereka. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada anggota Ae anggota tim, pihak pimpinan perusahaan PT Cita Rasa yang telah mengizinkan pelatihan ini diselenggarakan di perusahaan ini, pihak karyawan PT Cita Rasa yang menjadi peserta pelatihan, dll. yang tidak bisa disebutkan satu persatu di sini. Terang | 19 Terang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Menerangi Negeri Vol. No. Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 33322/terang. e-ISSN: 2655-5948 P-ISSN: 2655-5956 Hal. 11 - 20 DAFTAR PUSTAKA