Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2025 ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN TERHADAP PENGELOLAAN LIMBAH PADA RUMAH SAKIT ST. ANTONIUS JOPU. KABUPATEN ENDE Maria Elvira Ngelu1. Sarlin P. Nawa Pau2. Maria I. Hewe Tiwu3 1,2,. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Nusa Cendana Email: loghodavid@gmail. Abstrak Penelitian ini menganalisis penerapan akuntansi lingkungan terhadap pengelolaan limbah pada Rumah Sakit St. Antonius Jopu Kabupaten Ende. Tujuannya adalah untuk menganalisis penerapan akuntansi kesesuaiannya dengan kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan di Rumah Sakit St. Antonius Jopu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang didukung dengan data kuantitatif. Hasil penelitian ini . Penerapan akuntansi lingkungan di Rumah Sakit St. Antonius Jopu sudah dimulai namun masih belum optimal. Identifikasi dan pengakuan biaya limbah telah dilakukan, tetapi belum terperinci dan masih tercampur dengan biaya operasional lain. Pengukuran biaya berdasarkan estimasi tanpa metode baku, dan penyajian serta pengungkapan informasi lingkungan masih minim dan kurang transparan. Penerapan akuntansi lingkungan di Rumah Sakit St. Antonius Jopu belum sepenuhnya sesuai dengan kerangka dasar pelaporan keuangan, karena pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan biaya lingkungan masih belum tepat, objektif, dan transparan. Artikel Info Sejarah Artikel: Diterima: 17 Juni 2025 Selesai Revisi: 30 Juni 2025 Dipublikasi: Oktober 2025 Kata Kunci: Pengidentifikasian. Pengakuan. Pengukuran. Penyajian. Akuntansi Lingkungan. Kata Kunci: Pengidentifikasian. Pengakuan. Pengukuran. Penyajian. Akuntansi Lingkungan. Abstract This study analyzes the application of environmental accounting to waste management at St. Antonius Jopu Hospital. Ende Regency. The purpose of this study is to analyze the application of environmental accounting in waste management and its suitability with the basic framework for the preparation and presentation of financial reports at St. Antonius Jopu Hospital. The type of research used in this study is qualitative research. The type of data used is qualitative data supported by quantitative data. The results of this study are. The application of environmental accounting at St. Antonius Jopu Hospital has begun but is still not optimal. Identification and recognition of waste costs have been carried out, but are not detailed and are still mixed with other operational costs. Cost measurement is based on estimates without standard methods, and the presentation and disclosure of environmental information is still minimal and less transparent. The implementation of environmental accounting at St. Antonius Jopu Hospital is not fully in accordance with the basic framework of financial reporting, because the recognition, measurement, presentation, and disclosure of environmental costs are still not appropriate, objective, and transparent. Keywords: Identification. Recognition. Measurement. Environmental Accounting. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 PENDAHULUAN Perkembangan revolusi industri telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk industri manufaktur, teknologi, dan layanan kesehatan. Revolusi ini tidak hanya menekankan efisiensi dan otomatisasi, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara perkembangan ekonomi, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks ini, industri dan sektor pelayanan publik di tuntut untuk menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan guna mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem. Pengelolaan limbah menjadi suatu permasalahan lingkungan yang menjadi perhatian global. Limbah adalah sesuatu yang tidak dipakai, tidak digunakan, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Nuwa dkk. Pertumbuhan populasi dan meningkatnya aktivitas industri telah menyebabkan peningkatan produksi limbah dalam berbagai bentuk, termasuk limbah domestik, industri, dan medis. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat mencemari tanah, air, dan udara, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004, limbah padat Rumah Sakit/Puskesmas adalah semua limbah yang berbentuk padat akibat kegiatan operasional yang dilakukan yang terdiri dari limbah medis dan non medis. Di antara berbagai jenis limbah, limbah medis memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap lingkungan dan kesehatan Limbah dari fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, dan laboratorium medis, sering kali mengandung bahan beracun, infeksius, dan farmasi, yang jika di buang sembarangan dapat menimbulkan dampak serius. Pencemaran akibat limbah medis dapat menyebabkan penyebaran penyakit, resistensi antibiotik, serta merusak ekosistem air dan tanah. Rumah sakit memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan karena menghasilkan limbah medis dan non-medis yang berisiko mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Sesuai Permenkes No. 72 Tahun 2016 dan PP No. 74 Tahun 2001, rumah sakit wajib mengelola limbah B3 secara sistematis dan berkelanjutan untuk mencegah dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Rumah sakit beroperasi setiap hari tanpa henti, yang menyebabkan volume limbah meningkat dan membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih ketat. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 1204/Menkes/SK/X/2004 dan PP No. 74 Tahun 2001, rumah sakit diwajibkan memiliki sistem pengelolaan limbah yang aman. Namun, banyak rumah sakit yang belum menerapkan akuntansi lingkungan secara optimal, sehingga biaya pengelolaan limbah tidak tercatat secara spesifik dalam laporan keuangan. Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan terhadap Pengelolaan Limbah pada Rumah Sakit St. Antonius Jopu AA (Maria Elvira Ngelu. Sarlin P. Nawa Pau. Maria I. Hewe Tiw. Rumah sakit yang tidak menerapkan akuntansi lingkungan secara optimal dapat menyebabkan kurangnya transparansi dan potensi ketidakefisienan dalam penggunaan Selain itu, kompleksitas pengelolaan limbah rumah sakit lebih tinggi dibandingkan sektor lain, karena limbah harus dipilah dan diproses dengan hati-hati. Dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah, akuntansi lingkungan menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan biaya terkait lingkungan dalam aktivitas operasional suatu organisasi. (Ariani dkk, 2. akuntansi lingkungan adalah bidang yang mengidentifikasi penggunaan sumber daya, mengukur dan mengomunikasikan biaya perusahaan atau dampak ekonomi nasional pada lingkungan. Akuntansi lingkungan berperan penting dalam mendukung pengelolaan limbah karena memungkinkan identifikasi, pengukuran, pencatatan, penyajian, dan pengungkapan biaya lingkungan secara sistematis. Rumah Sakit St. Antonius Jopu telah memiliki sistem pemisahan limbah dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pemusnahan limbah. Namun, belum adanya pencatatan biaya lingkungan, keterbatasan sarana seperti insinerator, dan minimnya anggaran menjadi kendala utama. TINJAUAN PUSTAKA Kajian Teoritis Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori legitimasi. Teori Legitimasi menjelaskan bahwa keberlangsungan perusahaan bergantung pada keselarasan nilai perusahaan dengan nilai masyarakat luas. Jika terjadi perbedaan, kredibilitas perusahaan terancam (Ridzal dkk, 2. Perusahaan harus transparan dalam aktivitas sosialnya untuk mendapatkan dukungan masyarakat sebagai bentuk kontrak sosial (Degaan dalam (Ethika dkk, 2. Laporan ekonomi dan non-ekonomi digunakan untuk meyakinkan masyarakat, karena kesenjangan ekspektasi dapat melemahkan legitimasi dan mengancam kelangsungan usaha (Kinasih dkk, 2. Legitimasi dari pemangku kepentingan penting untuk menjaga kredibilitas dan kelangsungan perusahaan. Akuntansi lingkungan merupakan akuntansi yang berbasis lingkungan yaitu dimasukkannya variabel lingkungan ke dalam biaya akibat dari aktifitas perusahaan. Biaya ini merupakan beban yang harus di tanggung oleh pelaku usaha sebagai bentuk komitmen tekad mengamankan lingkungan. Akuntansi lingkungan merupakan bidang ilmu akuntansi yang berfungsi untuk mengidentifikasikan, mengakui, mengukur, menilai, menyajikan dan mengungkapkan komponen- komponen yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan (Widhiastuti & Aeni, 2. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data menggunakan Triangulasi Miles dan Huberman dalam (Sugiyono, 2. Data Collection (Pengumpulan dat. Data Reduction (Reduksi Dat. Data Display (Penyajian Dat. Verifikasi (Penarikan Kesimpula. serta menggunakan alat bantu software Nvivo. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit St. Antonius Jopu. Fokus penelitian ini adalah menganalisis penerapan akuntansi lingkungan dalam pengelolaan limbah di Rumah Sakit St. Antonius Jopu dengan meninjau proses identifikasi, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan biaya lingkungan. Penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas sistem pengelolaan limbah rumah sakit termasuk kendala yang dihadapi dalam pemilahan, pengangkutan dan pemusnahan limbah medis maupun non medis dan menilai dampak penerapan 35 akuntansi lingkungan terhadap transparansi dan efisiensi pengelolaan limbah serta kesesuaiannya dengan standar akuntasi lingkungan seperti PSAK 35 dan PSAK 57. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kajian pustaka yang relevan dengan penelitian ini. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Identifikasi Biaya Lingkungan Rumah Sakit St. Antonius Jopu Berdasarkan hasil analisis dari data transkip wawancara menggunakan alat bantu software NVivo 15 dengan menggunakan fitur Word Frequency Query, diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 1. Kata limbah mendominasi percakapan informan dengan frekuensi 8,42% diikuti oleh kata IPAL, ada, air, untuk, terus, baru, disini, infeksius, itu, jarum. Gambar 1 Word Frequency Query (Rumusan Masala. Sumber: Data diolah, 2025 Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan terhadap Pengelolaan Limbah pada Rumah Sakit St. Antonius Jopu AA (Maria Elvira Ngelu. Sarlin P. Nawa Pau. Maria I. Hewe Tiw. Hasil analisis menunjukkan bahwa kata AulimbahAy mendominasi dalam percakapan wawancara ini mengindikasikan bahwa isu utama yang teridentifikasi dalam wawancara adalah aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan limbah, baik limbah medis maupun nonmedis, di Rumah Sakit St. Antonius Jopu. Selain kata Aulimbah,Ay beberapa kata lain yang muncul cukup sering adalah AuIPAL,Ay Auada,Ay Auair,Ay Auuntuk,Ay Auterus,Ay Aubaru,Ay Audisini,Ay Auinfeksius,Ay Auitu,Ay dan AujarumAy. Kemunculan kata-kata ini menunjukkan adanya perhatian signifikan terhadap aspek-aspek penting dalam identifikasi biaya lingkungan seperti jenis limbah yang dikelola . ontohnya limbah infeksius, jarum sunti. , fasilitas pengolahan yang digunakan (IPAL), serta prosedur atau aktivitas spesifik yang berkaitan dengan pengelolaan limbah . isalnya penyaringan air limbah, pemilahan limbah medis, dan Pengakuan Biaya Lingkungan Rumah Sakit St. Antonius Jopu Berdasarkan hasil analisis dari data transkip wawancara menggunakan alat bantu software NVivo 15 dengan menggunakan fitur Word Frequency Query, diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 2 kata AuLingkunganAy mendominasi percakapan dengan informan dengan frekuensi 12,96% diikuti dengan kata penataan, laporan, operasional, itu, dia, masuk, untuk, akun, akunnya, biaya. Gambar 2 Word Frequency Query (Rumusan Masala. Sumber: Data diolah, 2025 Hasil ini menunjukkan bahwa dalam praktik akuntansi lingkungan di Rumah Sakit St. Antonius Jopu, fokus utama terkait pengakuan biaya lingkungan banyak berkaitan dengan aktivitas penataan lingkungan, penyusunan laporan, dan pencatatan biaya dalam akun operasional tertentu. Penggunaan kata AuakunAy dan AuakunnyaAy secara berulang menegaskan adanya pemahaman bahwa biaya lingkungan sudah diidentifikasi dan dimasukkan ke dalam struktur akuntansi resmi rumah sakit, meskipun masih bersifat agregat. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Pengukuran Biaya Lingkungan Rumah Sakit St. Antonius Jopu Berdasarkan hasil analisis dari data transkip wawancara menggunakan alat bantu software NVivo 15 dengan menggunakan fitur Word Frequency Query, diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 3 kata AuKebutuhanAy mendominasi percakapan dengan informan dengan frekuensi 11,11% diikuti dengan kata limbah, rumah sakit, kita, dan, dihasilkan, saja, tapi, yang. Gambar 3 Word Frequency Query (Rumusan Masala. Sumber : Data diolah, 2025 Hasil ini menunjukkan bahwa dalam proses pengukuran biaya lingkungan di Rumah Sakit St. Antonius Jopu, pertimbangan utama yang diangkat informan berkaitan erat dengan kebutuhan aktual rumah sakit, khususnya terkait volume limbah yang dihasilkan dan Kata AukebutuhanAy yang muncul dominan mencerminkan bahwa rumah sakit melakukan pengukuran biaya tidak berdasarkan tarif tetap, melainkan disesuaikan dengan kondisi nyata, seperti jumlah limbah yang harus dikelola dan layanan pihak ketiga yang Dari perspektif akuntansi lingkungan, temuan ini memperlihatkan bahwa pendekatan pengukuran biaya yang digunakan bersifat fleksibel dan responsif, tetapi masih memerlukan sistem pencatatan yang lebih terdokumentasi dan terstandar. Penyajian Biaya Lingkungan Rumah Sakit St. Antonius Jopu Berdasarkan hasil analisis dari data transkip wawancara menggunakan alat bantu software NVivo 15 dengan menggunakan fitur Word Frequency Query, diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 4 kata AuAkunAy mendominasi percakapan dengan informan dengan frekuensi 13,16% diikuti dengan kata keuangan, laporan, lingkungan, penataan, dia, akunnya, beda, disajikan, hanya. Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan terhadap Pengelolaan Limbah pada Rumah Sakit St. Antonius Jopu AA (Maria Elvira Ngelu. Sarlin P. Nawa Pau. Maria I. Hewe Tiw. Gambar 4 Word Frequency Query (Rumusan Masala. Sumber : Data diolah, 2025 Hasil ini menunjukkan bahwa dalam aspek penyajian biaya lingkungan, informan banyak menekankan pada penggunaan akun khusus di laporan keuangan, yaitu akun dengan nama Penataan Lingkungan. Meskipun biaya lingkungan telah dicatat dan dimasukkan dalam laporan operasional rumah sakit, penyajiannya masih bersifat agregat, tanpa pemisahan detail untuk setiap jenis biaya seperti pengelolaan limbah medis, pemeliharaan fasilitas, atau kegiatan pengendalian pencemaran. Secara umum, alokasi biaya ini didasarkan pada pengeluaran tahun sebelumnya, target pendapatan, dan estimasi inflasi. Namun, beberapa perusahaan yang memiliki tanggung jawab lingkungan besar akan mencatat biaya lingkungan secara terpisah dalam laporan keuangannya, misalnya sebagai biaya pengolahan limbah. Dari perspektif akuntansi lingkungan, temuan ini mencerminkan bahwa penyajian biaya lingkungan di Rumah Sakit St. Antonius Jopu sudah menunjukkan adanya upaya integrasi isu lingkungan ke dalam pelaporan keuangan. Namun, agar memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas yang lebih optimal, penyajian biaya sebaiknya dilakukan dengan klasifikasi yang lebih rinci sehingga memudahkan pemangku kepentingan dalam memahami alokasi dana dan tanggung jawab sosial lingkungan yang dijalankan oleh rumah sakit. Penyajian Biaya Lingkungan Rumah Sakit St. Antonius Jopu Berdasarkan hasil analisis dari data transkip wawancara menggunakan alat bantu software NVivo 15 dengan menggunakan fitur Word Frequency Query, diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 5 kata AuAkunAy mendominasi percakapan dengan informan dengan frekuensi 13,16% diikuti dengan kata keuangan, laporan, lingkungan, penataan, dia, akunnya, beda, disajikan, hanya. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Gambar 5 Word Frequency Query (Rumusan Masala. Sumber : Data diolah, 2025 Hasil ini menunjukkan bahwa dalam aspek penyajian biaya lingkungan, informan banyak menekankan pada penggunaan akun khusus di laporan keuangan, yaitu akun dengan nama Penataan Lingkungan. Meskipun biaya lingkungan telah dicatat dan dimasukkan dalam laporan operasional rumah sakit, penyajiannya masih bersifat agregat, tanpa pemisahan detail untuk setiap jenis biaya seperti pengelolaan limbah medis, pemeliharaan fasilitas, atau kegiatan pengendalian pencemaran. Dari perspektif akuntansi lingkungan, temuan ini mencerminkan bahwa penyajian biaya lingkungan di Rumah Sakit St. Antonius Jopu sudah menunjukkan adanya upaya integrasi isu lingkungan ke dalam pelaporan keuangan. Namun, agar memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas yang lebih optimal, penyajian biaya sebaiknya dilakukan dengan klasifikasi yang lebih rinci sehingga memudahkan pemangku kepentingan dalam memahami alokasi dana dan tanggung jawab sosial lingkungan yang dijalankan oleh rumah sakit. Ini adalah kewajiban perusahaan untuk menganggarkan sebagian keuntungan untuk program yang memberikan dampak positif bagi ekonomi, sosial, dan lingkungan sekitar. Pengungkapan Biaya Lingkungan Rumah Sakit St. Antonius Jopu Berdasarkan hasil analisis dari data transkip wawancara menggunakan alat bantu software NVivo 15 dengan menggunakan fitur Word Frequency Query, diperoleh kumpulan kata yang sering muncul dalam data yang disajikan pada gambar 6 kata AuLaporanAy mendominasi percakapan dengan informan dengan frekuensi 9,06% diikuti dengan kata limbah, lingkungan, penataan, sakit, pengelolaan, operasional, rumah, itu. Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan terhadap Pengelolaan Limbah pada Rumah Sakit St. Antonius Jopu AA (Maria Elvira Ngelu. Sarlin P. Nawa Pau. Maria I. Hewe Tiw. Gambar 6 Word Frequency Query (Rumusan Masala. Sumber : Data diolah, 2025 Hasil ini mencerminkan bahwa pengungkapan biaya lingkungan di Rumah Sakit St. Antonius Jopu dilakukan melalui penyusunan laporan yang memuat informasi mengenai aktivitas pengelolaan limbah serta penyajiannya dalam laporan operasional rumah sakit. Selain itu, laporan tersebut juga secara rutin dikirimkan kepada dinas kesehatan sebagai bentuk pertanggungjawaban eksternal. Dengan adanya praktik ini, rumah sakit menunjukkan kesadaran untuk menyampaikan informasi terkait biaya lingkungan baik secara internal maupun eksternal. Namun, hasil analisis ini juga mengindikasikan bahwa pengungkapan masih bersifat umum, sehingga ke depan diharapkan dapat dilakukan perbaikan dengan menyusun pengungkapan yang lebih rinci dan terstandar agar mempermudah pemangku kepentingan dalam menilai tanggung jawab sosial rumah sakit terhadap lingkungan. Identifikasi Biaya Lingkungan Identifikasi biaya lingkungan merupakan tahap awal penting dalam penerapan akuntansi lingkungan, mencakup biaya pencegahan, deteksi, serta kegagalan internal dan eksternal (Widhiastuti & Aeni, 2. Di RS St. Antonius Jopu, identifikasi sudah dilakukan secara operasional, seperti pemisahan dan pemusnahan limbah medis. Namun, biaya terkait masih dicatat sebagai biaya operasional umum, belum secara formal dikategorikan sebagai biaya lingkungan. Hal ini sejalan dengan temuan di Puskesmas Kubutambahan 1 dan penelitian (Herlinda dkk, 2. , yang menunjukkan lemahnya identifikasi biaya lingkungan akibat keterbatasan kelembagaan dan teknis. Menurut (Widhiastuti & Aeni, 2. identifikasi yang tepat diperlukan untuk membedakan biaya langsung dan tidak langsung, serta memenuhi prinsip yang manfaatnya dirasakan, pembebanan biaya yang sebenarnya untuk mencerminkan biaya eksternalitas, dan pengklasifikasian biaya. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Pengakuan Biaya Lingkungan Pengakuan biaya lingkungan di RS St. Antonius Jopu telah dilakukan melalui pencatatan dalam akun AuPenataan LingkunganAy, namun masih bersifat agregat tanpa pemisahan berdasarkan jenis aktivitas, seperti pengelolaan limbah medis atau penyedotan IPAL. Menurut teori Hansen dan Mowen dalam Widhiastuti & Aeni, . , pengakuan yang ideal seharusnya dilakukan secara rinci untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan manajerial. Permenkes No. 18 Tahun 2020 juga mewajibkan pelaporan biaya lingkungan secara transparan. Penelitian lain, seperti di RSUD Tanjung Priok dan RSUD S. Lerik Kupang, menunjukkan bahwa pengakuan biaya yang terperinci memperkuat legitimasi sosial dan efektivitas pengelolaan lingkungan dalam keseluruhan pengelolaan rumah sakit. Pengukuran Biaya Lingkungan Pengukuran biaya lingkungan di RS St. Antonius Jopu dilakukan secara fleksibel berdasarkan jenis dan volume limbah aktual, dengan proses pembayaran yang mengikuti hasil analisis limbah, bukan berdasarkan anggaran tetap. Meskipun pendekatan ini mencerminkan kondisi operasional nyata, sistem pengukurannya belum memiliki prosedur standar yang Dari sudut pandang akuntansi lingkungan dan teori legitimasi, pengukuran yang akurat dan sistematis sangat penting untuk transparansi, akuntabilitas, serta penilaian efektivitas pengelolaan lingkungan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa institusi kesehatan umumnya masih menghadapi kendala dalam pencatatan dan pengukuran biaya lingkungan secara menyeluruh. Oleh karena itu. RS St. Antonius Jopu disarankan untuk mengembangkan sistem pengukuran yang lebih terstandar dan terintegrasi agar dapat meningkatkan kepercayaan publik dan kualitas pelaporan keuangan lingkungan. Penyajian Biaya Lingkungan Penyajian biaya lingkungan di RS St. Antonius Jopu telah dilakukan melalui akun AuPenataan LingkunganAy dalam laporan keuangan, namun masih bersifat agregat tanpa rincian biaya berdasarkan jenis aktivitas lingkungan, seperti pengelolaan limbah medis atau pemeliharaan fasilitas. Penyajian yang kurang terperinci ini membatasi transparansi dan menyulitkan pemangku kepentingan dalam menilai alokasi biaya serta komitmen rumah sakit terhadap tanggung jawab lingkungan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa praktik serupa juga terjadi di berbagai institusi kesehatan, sementara contoh dari RSUD Tanjung Priok menunjukkan bahwa penyajian yang rinci mampu meningkatkan transparansi dan Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan terhadap Pengelolaan Limbah pada Rumah Sakit St. Antonius Jopu AA (Maria Elvira Ngelu. Sarlin P. Nawa Pau. Maria I. Hewe Tiw. Pengungkapan Biaya Lingkungan Pengungkapan biaya lingkungan di RS St. Antonius Jopu telah dilakukan melalui laporan keuangan dan pelaporan teknis kepada Dinas Kesehatan, namun masih bersifat umum dan belum rinci berdasarkan jenis aktivitas lingkungan. Keterbatasan ini menghambat transparansi dan akuntabilitas, serta mengurangi efektivitas pengungkapan dalam membangun legitimasi sosial. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa banyak institusi kesehatan menghadapi tantangan serupa akibat belum adanya standar pelaporan yang seragam dan rendahnya pemahaman tentang pentingnya pelaporan lingkungan yang Selain itu, masyarakat sekitar rumah sakit juga belum sepenuhnya mengetahui praktik pengelolaan limbah, yang mencerminkan lemahnya pengungkapan eksternal. Oleh karena itu. RS St. Antonius Jopu perlu memperkuat sistem pengungkapan biaya lingkungan secara lebih rinci, terbuka, dan komunikatif agar dapat meningkatkan kepercayaan publik, membangun citra institusi yang bertanggung jawab, serta mendukung keberlanjutan dan legitimasi sosial jangka Panjang. Hal ini akan menciptakan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan dan menjaga reputasi rumah sakit di mata publik. PENUTUP Penerapan akuntansi lingkungan dalam pengelolaan limbah di Rumah Sakit St. Antonius Jopu masih pada tahap awal dan belum optimal. Identifikasi, pengakuan, pengukuran, dan penyajian biaya lingkungan belum terperinci, sistematis, serta belum sesuai Biaya lingkungan dicatat secara agregat dan pengukuran masih estimasi tanpa metode baku, sementara pengungkapan informasi kurang detail dan transparan. Secara keseluruhan, penerapan akuntansi lingkungan belum sepenuhnya sesuai kerangka dasar pelaporan keuangan, sehingga perlu perbaikan agar lebih efektif, terintegrasi, dan meningkatkan akuntabilitas serta transparansi lingkungan rumah sakit. Penerapan akuntansi lingkungan dalam pengelolaan limbah rumah sakit melibatkan identifikasi, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan biaya lingkungan yang terkait dengan Biaya ini mencakup biaya penanganan, pembuangan, pengolahan . eperti insinerasi atau kimi. , dan pemantauan lingkungan. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan informasi lingkungan ke dalam laporan keuangan rumah sakit, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan menerapkan akuntansi lingkungan, rumah sakit dapat meningkatkan akuntabilitasnya, mengelola biaya limbah dengan lebih efektif, dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan rumah sakit tersebut. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Peneliti menyarankan agar Rumah Sakit St. Antonius Jopu mulai mencatat biaya lingkungan secara terpisah dan terstruktur dari biaya operasional lain untuk meningkatkan transparansi dan kesesuaian dengan prinsip akuntansi lingkungan dalam kerangka pelaporan Hal ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih akurat terkait pengelolaan lingkungan. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan memperluas ruang lingkup dengan studi komparatif di berbagai rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, serta mengintegrasikan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis hubungan antara biaya lingkungan dan manfaat ekonomi maupun sosial, guna memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan teori dan praktik akuntansi lingkungan. DAFTAR PUSTAKA