https://jurnal. PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG FAKTOR PENYEBAB DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS Dina Alviyanti1*. Amelia Dini Anggraini Silalahi2 Mahasiswa Akper Gita Matura Abadi Kisaran Dosen Akper Gita Matura Abadi Kisaran *Email koresponden : dinaalvianty7@gmail. Abstract Diabetes (DM) or also known as diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder caused by the insulin hormone in the body that cannot regulate blood sugar levels effectively, causing an increase in blood sugar levels. This study aims to increase public awareness about the causes and impacts of diabetes. The research method uses a "Descriptive Survey". The population in this study was 32 people who did not have diabetes mellitus sufferers in Punggulan Village. Air Joman District, the sampling technique used Purposive Sampling technique, which means sampling based on certain considerations made by the researcher himself, based on the characteristics or properties of the population that have been known previously, so that the number of samples was 32 respondents. The results of research on the causes and prevention of diabetes mellitus based on the level of knowledge about the factors causing diabetes mellitus showed that the "sufficient" category had a value of 5. 45 and a percentage of 60%. On the other hand, the level of knowledge about the prevention of diabetes mellitus was also found in the "sufficient" category, with a value of 5. 7 and a percentage of 63. It is recommended that the public always be informed about the causes of diabetes mellitus and how to prevent it, as well as reduce consumption of foods and other activities that can increase the risk of developing the disease. Keywords: causal factors, family, prevention, knowledge Abstrak Diabetes (DM) atau dikenal juga dengan kencing manis merupakan suatu kelainan metabolisme kronis yang disebabkan oleh hormon insulin dalam tubuh yang tidak dapat mengatur kadar gula darah secara efektif sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas mengenai penyebab dan dampak diabetes. Metode penelitian menggunakan AuSurvey DeskriptifAy. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 32 orang yang tidak memiliki penderita penyakit diabetes melitus di Desa Punggulan Kecamatan Air Joman. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, yang artinya pengambilan sampel dengan didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya, sehingga jumlah sampel sebanyak 32 responden. Hasil penelitian tentang penyebab dan pencegahan diabetes melitus berdasarkan tingkat pengetahuan tentang faktor penyebab diabetes melitus menunjukkan Vol 2. No 1. Januari, 2026 *Corresponding author email : dinaalvianty7@gmail. Page 1 of 7 bahwa kategori "cukup" memiliki nilai 5,45 dan persentase 60%. Sebaliknya, tingkat pengetahuan tentang pencegahan diabetes melitus juga ditemukan dalam kategori "cukup", dengan nilai 5,7 dan persentase 63,33%. Disarankan untuk masyarakat senantiasa terinformasikan tentang penyebab penyakit diabetes melitus dan cara pencegahannya, serta mengurangi konsumsi makanan dan aktivitas lain yang dapat meningkatkan risiko terserang penyakit tersebut. Kata kunci: faktor penyebab, keluarga, pencegahan, pengetahuan PENDAHULUAN Diabetes kesehatan masyarakat yang paling mendesak dan salah satu dari tiga prioritas yang belum Diabetes meningkatkan targettarget berikut bagi para pemimpin dunia: jumlah kasus dan prevalensi diabetes (RP Febrinasari. TA Sholikah. DN Pakha, 2. Pada tahun 2021, prevalensi penyakit yang dikenal sebagai diabetes melitus (DM) sangat tinggi. Menurut proyeksi, populasi wilayah ini akan mencapai 537 juta jiwa dan kemudian meningkat menjadi 783 juta jiwa per tahun pada tahun 2030 dan 2045. Pada tahun 2021. Indonesia memiliki populasi sekitar 19,5 juta jiwa, dengan 26,6 juta jiwa menderita diabetes, dan merupakan tingkat peningkatan tertinggi di dunia. Mengingat diabetes merupakan komplikasi dari setiap penyakit, hal ini menjadi tantangan bagi Kementerian Kesehatan. Di Sumatera Utara, jumlah penderita diabetes cukup tinggi, yaitu 928 di Medan, 10. 373 di Deli Serdang, 998 dan 4. 548 di Tapanuli Selatan. (Riskesdas, 2. Faktor penyebab penyakit diabetes melitus salah satunya adalah virus atau bakteri yang terus - menerus meningkatkan kadar kolesterol dan darah. Genetik, kue, es krim, permen, berbagai makanan ringan, pola tidur yang tidak teratur, aktivitas fisik yang tidak sehat, dan banyak faktor lainnya adalah beberapa penyebabnya. Lemak dalam tubuh menyebabkan peningkatan berat badan secara bertahap, serta faktor psikologis. mata buram, pembentukan luka panjang, dan infeksi bakteri atau jamur. Namun, dalam kasus-kasus yang disebutkan di atas, pasien DM tidak memiliki gejala apa pun. Adapun juga cara mencegah penyakit diabetes melitus yaitu dengan cara mengurangi jumlah nutrisi dalam tubuh agar tidak terjadinya obesitas, mengurangi penggunaan gula, mengurangi merokok, soda, dan alkohol, dibiasakan untuk sarapan pagi setiap harinya. (Herliana, 2. Penderita DM yang menjalani gaya hidup sehat dapat membantu penderita dalam mengendalikan kadar gula dalam Banyak penderita DM yang juga harus menggunakan obat-obatan untuk mengendalikan kadar glukosa darah, baik obat oral maupun obat suntik atau insulin. (Puanna Tasya Sasqia, 2. Mengingat besarnya masalah yang ditimbulkan akibat diabetes melitus. Kementerian Kesehatan RI berfokus pada . , agar jumlah penderita Peningkatan pengetahuan termasuk faktor risiko seperti faktor genetik, usia lanjut, obesitas, pola hidup sedentarian serta penanganan diabetes melitus yang baik seperti perencanaan makan . , latihan jasmani, dan peningkatan pengetahuan mengenai diabetes melitus perlu dilakukan (Auliyah et al. , 2. Pengetahuan melitus, tata cara minum obat, pola makan, komplikasi, dan tanda kegawat darutan perlu dimiliki oleh penderita dan keluarga. Sehingga pengetahuan sangatlah penting dalam proses pengendalian diabetes melitus (Sari & Sari, 2. Pengetahuan pasien Copyright: @ 2026 Authors diabetes mellitus dapat diartikan sebagai hasil tahu dari pasien mengenai penyakitnya, memahami penyakitnya, cara pencegahan, pengobatan dan komplikasinya (Supardi et al. Pengetahuan pencegahan komplikasi memegang peranan penting dalam mengantisipasi kejadian komplikasi diabetes melitus. Penderita harus mengenal, mempelajari dan memahami segala aspek dari penyakit Diabetes mellitus termasuk tanda dan gejala, penyebab, pencetus dan penatalaksanaannya. Pengetahuan kondisi tubuh secara menyeluruh dapat membantu untuk mengambil keputusan yang tepat dalam memilih pengobatan yang diperlukan dan langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi (Istiqomah & Efendy. Pengetahuan memiliki kaitan yang erat dengan keputusan yang akan diambilnya, karena dengan pengetahuan seseorang memiliki landasan untuk menentukan pilihan. Menurut Violline Ananda . pengetahuan merupakan hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap suatu objek dari indra yang dimilikinya (Studi et al. , 2. Berdasarkan hasil survey awal yang di peroleh yaitu 12 keluarga, ditemukan bahwa masih banyak keluarga yang belum memahami penyebab dan pencegahan diabetes melitus, seperti kecenderungan mengonsumsi makanan tidak sehat di siang hari, seperti masih sering mengkonsumsi minuman yang bersoda dan juga sering mengkonsumsi makanan pada saat malam hari. Didasarkan dari hal tersebut diatas, maka pentingnya dilaksanakan penelitian terkait Pengetahuan Keluarga Tentang Faktor penyebab dan Pencegahan Diabetes melitus di Dusun i Desa Punggulan Kecamatan Air Joman. METODE Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Survei dengan metode cross sectional bertujuan membuat gambaran atau deskripsi atau keadaan secara obyektif yaitu tentang pengetahuan keluarga tentang faktor penyebab dan pencegahan pada Diabetes melitus. (Sugiono, 2. Lokasi penelitian di Dusun i Desa Punggulan Kecamatan Air Joman dan dilakukan pada bulan November 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KK yang ada di Dusun i Desa Punggulan Kecamatan Air Joman yaitu sebanyak 320 orang. Tehnik Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dan besar sampel sebesar 32 KK. Alat ukur pengumpulan data berupa kuisioner/angket, observasi, wawancara. Teknik pengumpulan data telah melalui proses editing, coding, tabulating, entri data, dan analisa data. Uji validitas dan realiabilitas telah dilaksanakan setelah lulus kaji etik pada 2 Oktober 2024 dan responden menyatakan bersedia dalam kegiatan penelitian ini. HASIL Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karakteristik Umur 45-50 tahun 51-55 tahun 56-60 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan SMP SMA Sarjana Pekerjaan Petani Wiraswasta Ibu rumah tangga Total 18,75 68,75 Tabel 1 menjelaskan mayoritas responden berumur 56-60 tahun sebanyak 22 orang dengan persentase . ,75%), mayoritas responden berjenis kelami perempuan yaitu sebanyak 21 orang dengan persentase 65,6%, mayoritas pendidikan responden adalah SD yaitu Copyright: @ 2026 Authors sebanyak 16 orang dengan persentase 50%, dan mayoritas pekerjaan responden adalah ibu rumah tangga sebanyak 14 orang dengan persentase 43,8%. Hasil Penelitian Tabel 2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Keluarga Tentang Faktor Penyebab Diabetes melitus Kategori Baik Cukup Baik Tidak Baik Total Frekuensi Persentase (%) Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa pengetahuan responden tentang faktor penyebab diabetes melitus termasuk dalam kategori cukup baik yaitu sebanyak 19 responden dengan persentase 59,4%. Tabel 3 Distribusi Frekuensi pengetahuan keluarga tentang pencegahan diabetes melitus Kategori Baik Cukup Baik Tidak Baik Total Frekuensi Persentase (%) Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa pengetahuan responden tentang pencegahan diabetes melitus termasuk dalam kategori cukup baik yaitu sebanyak 21 responden dengan persentase 65,6%. PEMBAHASAN Keluarga yang rentan terkena diabetes melitus yaitu dimana suatu kondisi tubuh yang tidak mampu mengatur jumlah gula atau peningkatan kadar glukosa darah, dan pembesaran yang terdeteksi (Ishab & Chandra. Pada penelitian ini, diabetes melitus berdasarkan umur mayoritas terjadi pada keluarga di usia 56-60 tahun, sama halnya (Wawan Dan Dewi. , 2. umur yang cukup akan meningkatkan tingkat kematangan dan kekuatan seseorang dalam berfikir dan Hasil penelitian bahwa keluarga yang mengetahui penyakit diabetes melitus mayoritas 56-60 sebanyak 68,75% hal tersebut yang mengetahui atau menjelaskan penyakit diabetes melitus dengan secara signifikan dan jelas. Mayoritas kelamin perempuan sebanyak 21 orang dengan persentase . ,6%) Menurut Notoatmodjo . dalam sri yulianti . , jenis kelamin adalah tanda biologis yang membedakan manusia berdasarkan kelompok laki-laki dan perempuan, jenis berperilaku dan mencerminkan penampilan sesuai dengan jenis kelaminnya (Silalahi. Mayoritas pendidikan responden adalah SD sebanyak 16 orang dengan persentase . %). Menurut Notoadmojo . pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk juga perilaku seseorang akan pola hidup terutama dalam memotivasi untuk sikap berperan serta dalam pembangunan, pada umumnya makin tinggi pendidikan makin mudah menerima informasi. Maka penulis menyimpulkan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin bagus cara pandang nya terutama kepada penyakit yang ia derita. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Indirawaty et al. , . yang mendapatkan sebagian besar respondennya berpendidikan rendah yaitu