Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital di MI Muhammadiyah Ceporan Sinta Tri Noviana1*. Annisa Rodhiyah2. Eko Sudarmanto3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Rendahnya kemampuan literasi digital peserta didik menjadi tantangan dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Oleh karena itu. Tim KKN-Dik UMS 2023 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program pendampingan penggunaan Microsoft Word bagi peserta didik kelas IV di MI Muhammadiyah Ceporan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar dalam mengoperasikan perangkat lunak pengolah kata serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penguasaan teknologi digital sejak dini. Pelaksanaan pendampingan dilakukan secara bertahap dalam tiga sesi, yaitu pengenalan dasar Microsoft Word, pemanfaatan fitur Insert . enyisipan tabel dan gamba. , serta evaluasi keterampilan melalui praktik mengetik Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik langsung, dengan pembagian peserta ke dalam kelompok kecil karena keterbatasan perangkat laptop. Meskipun dihadapkan pada kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan waktu pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mulai mampu menggunakan fitur-fitur dasar Microsoft Word serta memahami manfaat penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penguatan literasi digital di MI Muhammadiyah Ceporan dan mendorong pihak sekolah untuk terus mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini juga mendukung tujuan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan Submit: 22 April 2025 Revisi: 20 Juni 2025 Diterima: 23 Juni 2025 Publikasi: 29 Juni 2025 Periode Terbit: Juni 2025 Kata Kunci: adaptasi era digital, gerakan literasi sekolah, inovasi pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, pembelajaran berbasis teknologi Corresponding Author: Sinta Tri Noviana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Email: a310190129@student. Pendahuluan Kemampuan literasi peserta didik merupakan salah satu aspek mendasar dalam dunia pendidikan yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa Menyadari pentingnya kemampuan Indonesia meluncurkan berbagai program dan kebijakan strategis untuk meningkatkan kemampuan Salah satu program yang menjadi ujung tombak dalam peningkatan literasi di lingkungan satuan pendidikan adalah Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan ini merupakan upaya sistematis pemerintah untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis di kalangan peserta didik sejak usia dini (Ilmi et al. , 2021. Kusmanto, 2. Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. GLS tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca semata, namun juga merupakan bagian dari proses internalisasi nilainilai literasi dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Rendahnya minat baca di Indonesia telah menjadi perhatian nasional, karena berimplikasi pada rendahnya kualitas SDM (Agustina et al. , 2. Oleh karena itu, upaya menumbuhkan minat baca melalui GLS menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Gerakan ini diharapkan dapat mengubah budaya membaca yang sebelumnya minim menjadi lebih aktif dan produktif. GLS sendiri terdiri dari enam jenis literasi dasar, yaitu literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta literasi budaya dan Dalam konteks perkembangan zaman yang semakin modern, literasi digital menjadi salah satu komponen utama yang harus dikuasai oleh peserta didik. Hal ini mengingat era digital telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan (Aziz et , 2020. Putri & Ningsih, 2. Peserta didik sebagai generasi penerus bangsa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan dinamika era digitalisasi agar tidak tertinggal dan mampu bersaing secara global. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat turut mengubah wajah pembelajaran di abad ke-21. Kurikulum yang semula berfokus pada aspek kognitif, kini mulai menekankan pula pada integrasi teknologi dan inovasi dalam proses pembelajaran (Rahayu et al. , 2. Perubahan ini menuntut satuan perkembangan teknologi, dengan salah satu Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 bentuk adaptasinya adalah penguatan literasi Literasi digital dapat dipahami sebagai kemampuan untuk mengakses, memahami, dan kehidupan sehari-hari (Ningsih et al. , 2. Dalam konteks pendidikan, literasi digital berarti kemampuan peserta didik dalam komputer, laptop, maupun aplikasi perangkat lunak yang relevan untuk mendukung kegiatan Menurut Ayupradani et al. literasi digital merupakan keterampilan mengelola teknologi secara bijak dan produktif. Jayanti et al. menambahkan bahwa penguasaan literasi digital juga menjadi prasyarat penting untuk mempertahankan kreativitas dan inovasi di tengah perkembangan Literasi digital, oleh karena itu, bukan hanya soal penggunaan perangkat, tetapi juga pembentukan karakter yang adaptif, kritis, dan bertanggung jawab (Anjarwati et al. , 2. Namun belum semua satuan pendidikan di Indonesia memiliki kemampuan optimal dalam menerapkan literasi digital dalam pembelajaran. Salah satu contohnya adalah MI Muhammadiyah Ceporan yang menunjukkan keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Hasil observasi menunjukkan bahwa keterlibatan teknologi di madrasah tersebut masih tergolong sangat Dalam proses belajar-mengajar, penggunaan perangkat digital belum menjadi kebiasaan, baik oleh guru maupun peserta didik. Kondisi mengoperasikan perangkat digital. Berdasarkan data yang diperoleh, sekitar 90% peserta didik Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 kelas IV di MI Muhammadiyah Ceporan belum memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan perangkat lunak seperti Microsoft Word. Ketika diminta untuk mengoperasikan laptop dan mengetik menggunakan Microsoft Word, sebagian besar dari mereka mengalami Mereka belum memahami fungsi dasar dari perangkat lunak tersebut dan bahkan membutuhkan waktu yang cukup lama hanya untuk mengetik beberapa kata. Kondisi ini mencerminkan lemahnya pemahaman literasi digital yang berdampak pada rendahnya kesiapan peserta didik dalam menghadapi tantangan pembelajaran digital ke depan. Melihat kondisi tersebut. Tim KKN-Dik UMS 2023 merasa perlu untuk melakukan intervensi melalui program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendampingan literasi digital kepada peserta didik di MI Muhammadiyah Ceporan. Program ini secara khusus diarahkan pada pengenalan dan pelatihan penggunaan Microsoft Word sebagai salah satu bentuk penguatan literasi digital Pendampingan ini tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan peserta didik terhadap perangkat lunak Microsoft Word, tetapi juga memberikan pelatihan praktis dalam mengetik, mengatur format teks, menyimpan dokumen, dan memahami fitur-fitur dasar lainnya. Kegiatan pendampingan ini memiliki urgensi tersendiri mengingat pentingnya kemampuan penguasaan teknologi informasi di era digital. Dengan meningkatnya kemampuan peserta didik dalam mengoperasikan Microsoft Word, diharapkan mereka dapat lebih siap dalam menjalani proses pembelajaran yang berbasis teknologi, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Selain itu, kemampuan ini e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. juga dapat menjadi bekal yang berguna dalam kehidupan mereka di masa depan, termasuk dalam dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Pentingnya literasi digital juga telah banyak dikaji dalam berbagai kegiatan dilaksanakan sebelumnya. Ahsani et al. misalnya, menekankan bahwa penguatan literasi digital di sekolah dasar mampu mendukung efektivitas proses pembelajaran. Teknologi memung-kinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara lebih luas dan cepat, serta mendukung pembelajaran yang lebih interaktif. Dewi et al. menambahkan bahwa penguatan literasi digital juga berperan dalam pembentukan karakter peserta didik, karena interaksi dengan teknologi dapat diarahkan untuk membangun sikap bertanggung jawab, disiplin, dan kreatif. Pentianasari et al. menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran berbasis digital sebagai bentuk pendidikan karakter yang kontekstual. Hal ini relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini yang lebih tertarik pada media pembelajaran berbasis teknologi. Dalam konteks yang serupa. Simbolon et al. mengungkapkan bahwa literasi digital juga berkontribusi terhadap peningkatan minat baca peserta didik. Dengan memanfaatkan teknologi, peserta didik dapat mengakses berbagai bahan bacaan digital yang menarik dan interaktif. Melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Tim KKN-Dik UMS 2023, peserta didik di MI Muhammadiyah Ceporan didorong untuk mengenal dan terbiasa menggunakan perangkat digital dalam kegiatan Pendampingan dilakukan secara Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. bertahap, mulai dari pengenalan laptop dan sistem operasinya, hingga praktik langsung penggunaan Microsoft Word. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang agar peserta didik dapat mengeksplorasi fitur-fitur dasar Microsoft Word seperti membuat paragraf, menyisipkan gambar, dan menyimpan dokumen dengan benar. Dengan pendekatan ini, peserta didik tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga dibimbing secara langsung dalam praktik. Tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam penggunaan teknologi informasi secara bertanggung jawab dan Melalui pelatihan ini, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dasar mereka dalam literasi digital. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nugroho et al. bahwa keterampilan dalam menggunakan teknologi digital perlu diasah sejak dini agar peserta didik mampu bersaing dan berkembang dalam dunia yang semakin terdigitalisasi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan MI Muhammadiyah Ceporan dapat menjadi contoh dalam penerapan literasi digital di lingkungan sekolah dasar, khususnya di daerah yang akses terhadap teknologi masih terbatas. Program pendampingan ini juga dapat menjadi pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan berbasis teknologi, yang tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi literasi digital jangka panjang bagi generasi muda Indonesia. Metode Pelaksanaan Program pengabdian kepada masyarakat Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 pendampingan literasi digital kepada peserta didik di MI Muhammadiyah Ceporan. Fokus kegiatan ditujukan kepada peserta didik kelas IV A dan IV B, dengan sasaran utama adalah penggunaan perangkat lunak pengolah kata, yaitu Microsoft Word. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan secara langsung dan berbasis praktik guna memberikan pengalaman belajar yang bersifat aplikatif serta mendorong peserta didik untuk aktif menggunakan teknologi digital dalam konteks pembelajaran. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk pengenalan perangkat digital, pelatihan teknis dasar, hingga evaluasi keterampilan melalui praktik mengetik langsung. Tahapan tersebut dilakukan dengan pendekatan partisipatif, di mana peserta didik secara aktif dilibatkan dalam setiap proses kegiatan. Dalam setiap sesi pendampingan, peserta didik tidak hanya menerima materi secara lisan, tetapi juga mempraktikkan materi yang disampaikan, sehingga aspek pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dapat berkembang secara Pendekatan praktik langsung ini sejalan dengan tujuan program pengabdian, yaitu memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik dalam mengoperasikan teknologi digital secara bertanggung jawab. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak tiga . kali pertemuan, dengan durasi masingmasing pertemuan selama 90 menit untuk setiap sesi kelas. Kegiatan pendampingan ini dilangsungkan di ruang kelas IV A MI Muhammadiyah Ceporan. Setiap pertemuan terdiri atas dua sesi, yaitu sesi pertama untuk Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 kelas IV A dan sesi kedua untuk kelas IV B. Adapun pendampingan adalah sebagai berikut: Pertemuan pertama: Jumat, 10 Februari A Pertemuan kedua: Sabtu, 11 Februari A Pertemuan ketiga: Rabu, 15 Februari 2023 Dalam setiap sesi, masing-masing kelas dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Pembagian perangkat laptop yang tersedia, di mana perangkat yang digunakan merupakan milik mahasiswa KKN-Dik UMS 2023 selaku pelaksana kegiatan. Pembagian kelompok ini juga bertujuan agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang proporsional dalam praktik langsung penggunaan Microsoft Word. Tahap Pendampingan Pertama Pendampingan dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Februari Kegiatan ini dilangsungkan dalam dua sesi, yakni sesi pertama untuk kelas IV A dan sesi kedua untuk kelas IV B. Masing-masing kelas dibagi menjadi lima kelompok kecil. Fokus kegiatan pada tahap ini adalah pengenalan perangkat laptop dan fitur-fitur dasar dalam Microsoft Word. Materi yang diberikan pada pendampingan pertama mencakup cara menyalakan laptop, membuat dokumen baru di Microsoft Word, pengenalan menu AuHomeAy seperti pengaturan font, paragraf, dan perataan teks, serta langkahlangkah menyimpan dokumen. Seluruh kegiatan difokuskan pada praktik langsung, di mana e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. peserta didik diminta untuk mengetik 1Ae2 kalimat secara bergantian dalam kelompoknya masing-masing. Pendekatan praktik ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik dalam menggunakan perangkat digital secara aktif sejak awal. Tahap Pendampingan Kedua Pendampingan tahap kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Februari 2023, dengan mekanisme yang sama seperti tahap pertama, yaitu dua sesi pertemuan dan pembagian kelas menjadi lima kelompok kecil. Materi yang disampaikan pada tahap kedua berfokus pada fitur-fitur yang terdapat dalam menu AuInsertAy pada Microsoft Word. Pada tahap ini, peserta didik diberikan pendampingan dalam membuat tabel sederhana dan menyisipkan gambar ke dalam dokumen. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan keterampilan peserta didik dalam menggunakan fitur dasar pengolah kata yang lebih kompleks. Melalui praktik menyisipkan objek visual seperti gambar dan tabel, peserta didik mulai dikenalkan dengan penerapan teknologi yang lebih beragam, yang nantinya dapat digunakan dalam menunjang proses pembelajaran mereka. Tahap Pendampingan Ketiga Pendampingan tahap ketiga dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Februari 2023, yang difungsikan sebagai tahap evaluasi keterampilan . ost-tes. Kegiatan ini tetap dilaksanakan dalam dua sesi untuk masing-masing kelas, dengan pembagian kelompok yang sama seperti pada pendampingan sebelumnya. Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Pada tahap ini, masing-masing kelompok diminta untuk menyalakan laptop, membuka aplikasi Microsoft Word, dan mengetik ulang teks yang telah disediakan oleh tim pelaksana. Praktik ini dilakukan secara bergantian oleh anggota kelompok untuk mengukur sejauh mana mengaplikasikan materi yang telah diberikan pada dua pertemuan sebelumnya. Peserta didik juga diminta untuk menerapkan pengaturan dasar seperti ukuran dan jenis huruf, perataan teks, serta menyimpan dokumen hasil ketikan ke dalam laptop masing-masing. Tahap ketiga ini menjadi momen penting pendampingan, karena peserta didik tidak hanya mempraktikkan langsung keterampilan literasi digital yang telah mereka pelajari. Aktivitas ini sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi informasi secara tepat guna, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan tantangan abad ke-21 (Rahayu et al. , 2022. Wardhani et al. , 2023. Wahyudi et al. , 2. Melalui tiga tahap kegiatan pendampingan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, tidak hanya dalam aspek teknis penggunaan Microsoft Word, tetapi juga dalam membentuk sikap positif terhadap teknologi digital. Hal ini sejalan dengan pandangan Jayanti et al. dan Anjarwati et . yang menekankan bahwa penguasaan literasi digital tidak hanya menunjang kecakapan akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang adaptif dan inovatif di tengah perkembangan zaman. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Kegiatan pendampingan literasi digital pada peserta didik di MI Muhammadiyah Ceporan ini dilakukan dalam tiga kali Kegiatan ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang terjadi di sekolah tersebut. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan. MI Muhammadiyah Ceporan belum banyak melibatkan teknologi dalam setiap kegiatan pembelajaran. Hal ini menjadi pengaruh bagi peserta didik dalam mahir menggunakan teknologi. Padahal, peserta didik harus dapat menguasai teknologi pada abad 21. Pada abad 21, siswa dituntut untuk kreatif, kritis berkomunikasi, dan berkolaborasi (Jannah & Atmojo, 2. Abad 21 menunjukkan bahwa setiap kegiatan pembelajaran dialihkan dengan melibatkan kemampuan teknologi. Hal ini juga berdasar pada Society 5. 0 bahwa ilmu pengetahuan bersifat modern dengan berbasis teknologi (Indarta et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi diperoleh suatu gambaran kondisi dan kendala sekolah yaitu pada kelas tinggi masih belum mahir dalam Bahkan, masing-masing anak belum mengetahui cara menyalakan laptop. Hal ini dikarenakan, peserta didik belum mempunyai pengalaman mengetik dan bahkan tidak adanya pengalaman dalam mengoperasikan laptop. Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing peserta didik belum mempunyai kemampuan dalam menggunakan teknologi, khususnya dalam mengetik di Microsoft Word. Kondisi ini sama halnya dengan pengabdian yang dilakukan oleh Safaringga et al. , . di SD Negeri 01 Girijaya bahwa peserta didik tidak mempunyai Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 pengalaman dalam mengetik di laptop, sehingga ketika mengetik masing kaku. Kemampuan dalam mengoperasikan laptop ataupun komputer, serta kemampuan dalam mengetik merupakan sebuah kemampuan dasar yang harus dikuasai. Kemampuan tersebut harus dimiliki oleh peserta didik, karena sejalan dengan karakteristik peserta didik yang tidak terlepas dari teknologi (Jauhar et al. , 2. Mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadi keharusan bagi setiap individu untuk mahir dalam berteknologi. Sebab, di era teknologi seperti ini siswa mempunyai tuntutan untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan digital baik di dalam dunia pendidikan maupun non pendidikan. Hal ini sejalan dengan yang dikatakan oleh Khasanah et , . bahwa dengan masa adaptasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia Menyikapi urgensi pentingnya penguasaan digital bagi peserta didik, khususnya pada kelas tinggi yaitu IV A dan B, maka akan dilakukan pendampingan penggunaan microsoft word. Hal ini berdasar pada MI Muhammadiyah Ceporan belum mengimplementasikan literasi digital dan kondisi peserta didik yang belum mahir dalam berliterasi digital. Selain itu, ketersediaan media yang digunakan untuk literasi digital di sekolah tersebut masih belum layak. Hal tersebut menjadi faktor penyebab peserta didik belum mahir dalam berliterasi digital. KKN-Dik UMS 2023 melakukan tindak lanjut dari permasalahan yang terdapat di MI Muhammadiyah Ceporan. Tindak lanjut yang dilakukan oleh KKN-Dik UMS 2023 yaitu dengan mengadakan sebuah pendampingan Microsoft Word. Kegiatan e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. pendampingan ini dilakukan dengan 3 kali Pendampingan pertama, dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2023. Pendampingan dilakukan pada kelas IV A dan B. Masingmasing kelas dibagi menjadi 5 kelompok. Pada pendampingan ini dilakukan dalam bentuk pengenalan dan pelatihan mengenai penggunaan Microsoft Word. Hal ini sebagai bentuk untuk melatih kemampuan peserta didik dalam berliterasi digital. Dengan diadakan kegiatan ini akan memberikan peserta didik pembekalan keterampilan untuk menggunakan teknologi digital khususnya pada Microsoft Word. Pendampingan pelatihan di Microsoft Word memiliki beberapa tahapan yaitu tahap persiapan dan tahap pengenalan Microsoft Word kepada peserta didik. Pada tahap persiapan Tim KKN-Dik UMS 2023 melakukan kebutuhan dalam pendampingan seperti ruang kelas, laptop, presensi kehadiran, dan teks untuk pelatihan Pada tahap persiapan ini, mengingat kondisi sekolah yang tidak mempunyai banyak komputer atau laptop, sehingga dalam pendampingan ini menggunakan laptop dari masing-masing Tim KKN-Dik UMS 2023. Kegiatan pendampingan yang dilakukan dengan memberikan sedikit materi. Hal ini bermaksud untuk langsung memberikan pengalaman nyata dengan cara praktek secara langsung. Hal ini dianggap lebih tepat dan mudah untuk dipahami dibandingkan dengan berbicara atau ceramah (Amanullah, 2. Langkah awal yang dilakukan peserta didik yaitu menyalakan laptop. Peserta didik akan didampingi oleh Tim KKN-Dik UMS 2023 dalam menyalakan laptop. Setelah itu, masingmasing kelompok akan memperhatikan materi Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 yang ditayangkan di LCD. Cakupan materi pada pertemuan pertama yaitu cara membuat dokumen baru di Microsoft Word serta fitur yang terdapat di Microsoft Word yaitu home. Pendampingan ini dilakukan secara bertahap untuk melatih membuat tulisan di Microsoft Word. Pelaksanaan pelatihan ini siswa diminta dapat mengatur fitur di home meliputi font, size, bold, italic, underline, lift right, numbering dan spasi pada dokumen yang telah dibuat masingmasing kelompok. Pada tahap ini bisa dilihat sejauh mana kemampuan peserta didik dalam mengoperasikan Microsoft Word ketika praktik mengetik teks yang telah disediakan oleh Tim KKN-Dik UMS 2023. Dari hasil ketikan masing-masing kelompok di kelas IV A dan B, dapat disimpulkan bahwa peserta didik belum bisa mengetik dengan baik dan benar. Teks yang diketik oleh masing-masing kelompok masih banyak kesalahan, bahkan masing-masing kelompok belum bisa mengetik dengan banyak Kesalahan yang sering terjadi yaitu kesalahan ejaan, tanda baca, dan penggunaan huruf kapital yang belum sesuai. Hal tersebut dapat dilihat di Tabel. Dengan kesalahan tersebut. Tim KKN-Dik UMS 2023 mencoba mencari faktor penyebab peserta didik belum bisa mengetik dengan baik dan benar. Dari hasil wawancara dengan beberapa peserta didik, dapat disimpulkan bahwa ketidakbisaan peserta didik dalam menggunakan laptop dan Microsoft Word tersebut didasarkan pada peserta didik yang sebelumnya belum pernah menggunakan laptop. Selain itu, peserta didik juga mengungkapkan bahwa selama melakukan pembelajaran di sekolah, belum pernah melibatkan teknologi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendampingan ini merupakan pertama kalinya peserta didik menggunakan laptop. Tabel 1. Kemampuan Peserta Didik Sebelum Adanya Pendampingan Kelas Kelompok Hasil Ketikan Bentuk Kesalahan Kelompok IA Cerita dari kampung tsunami di aceh 26 desember 2014. Pagi itu, mendungmenyisakan dingin setelah hujan mengguyur aceh 3 hariterakhir. Kelompok IIA 26 Desember 2014. Pagi itu, mendung menyisakan dingin setelah hujan mengguyur aceh tiga hari terakhir. Di dermaga tempat pendaratn ikan itu, lima kapal nelayan dicat berwarnawarni berderet. cerita dari kampung tsunami di aceh 26 desember 2014. pagi itu, mendung mengguyur aceh tiga hari terakhir. Pada judul, tidak menggunakan huruf kapital pada setiap kata. Antar kata belum di spasi. Penulisan kota tidak menggunakan kapital di awal kata. Penggunaan huruf miring dan tebal. Penulisan kota tidak menggunakan kapital di awal kata. Kesalahan penulisan ejaan. Penggunaan AudiAy sebagai kata depan. IV A Kelompok iA Kelompok IVA Ceritadari kampung tsunami di aceh Pada judul, tidak menggunakan huruf kapital pada setiap kata. Tidak paham rata kanan-kiri. Penggunaan garis bawah. Antar kata belum di spasi. Pada judul, tidak menggunakan huruf kapital pada setiap kata. Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Kelas Kelompok Kelompok VA Kelompok IB Kelompok IIB IV B e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Hasil Ketikan Bentuk Kesalahan Pagi itu, mendungmenysakan dingin setelah hujan mengguyur Aceh tiga hari Cerita dari kampung tsunami di aceh Kelompok IVB pagi itu, mendung menyisakan dingin setelah hujan mengguyur aceh tiga hari Pagi itu, mendunhg menyisakan dingin setelah hujan mengguyur Aceh 3 hari Cerita dari kampung tsunami di aceh Kelompok VB Cerita dari Kampong Tsunami di Aceh Kelompok iB Antar kata belum di spasi. Kesalahan penulisan ejaan. Antar kata belum di spasi. Pada judul, tidak menggunakan huruf kapital pada setiap kata. Penggunaan huruf kapital. Kesalahan penulisan ejaan. Pada judul, tidak menggunakan huruf kapital pada setiap kata. Kesalahan penulisan ejaan. Gambar 1. Pendampingan Pertama Pendampingan tahap kedua dalam program literasi digital melalui pelatihan penggunaan Microsoft Word dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Februari 2023. Kegiatan ini dilangsungkan secara langsung di dua kelas, yaitu kelas IV A dan IV B di MI Muhammadiyah Ceporan. Seperti pada pelaksanaan sebelumnya, peserta didik tetap dibagi ke dalam lima kelompok kecil yang sama. Pembagian kelompok yang konsisten ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan siswa serta memperkuat kerja sama antarpeserta dalam kelompok yang telah Pendekatan ini dinilai efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan kolaboratif, karena peserta didik sudah merasa akrab dengan anggota kelompoknya. Fokus utama materi pada pendampingan kedua ini adalah pengenalan dan praktik penggunaan berbagai fitur dalam menu Insert pada Microsoft Word. Materi yang disampaikan mencakup cara menyisipkan tabel, menyisipkan gambar ke dalam dokumen, serta pengaturan margin halaman. Selain itu, peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai pengaturan ukuran halaman . age siz. , penggantian warna latar belakang halaman . age colo. , serta penambahan garis tepi pada dokumen . age Setiap peserta didik diberi kesempatan Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 untuk mencoba secara langsung setiap langkah yang dicontohkan, dengan bimbingan dari fasilitator dan guru pendamping. Kegiatan ini dirancang secara interaktif dan partisipatif guna menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap pemanfaatan teknologi dalam Dengan praktik langsung yang menyenangkan, peserta didik mulai memahami bahwa teknologi digital seperti Microsoft Word dapat digunakan untuk membuat dokumen yang lebih menarik, rapi, dan fungsional sesuai kebutuhan pembelajaran. Gambar 2. Pendampingan Kedua Dalam hal ini, peserta didik dituntut untuk sekreatif mungkin dalam mendesain Microsoft Word. Maksud dari hal tersebut, peserta didik akan menggunakan fitur desain dalam Microsoft Word seperti page color dan page bolders. Jika dilihat dari pendampingan sebelumnya, masingmasing kelompok mengalami peningkatan pemahaman dalam menggunakan Microsoft Word. Pada pendampingan kedua ini, peserta didik tanpa bantuan dari Tim KKN-Dik UMS 2023 langsung bisa menyalakan laptop dengan Selanjutnya, dari hasil masing-masing kelompok pada pelatihan kedua ini, dapat disimpulkan bahwa masing-masing sudah bisa memasukkan gambar dan membuat tabel. Selain itu, masing-masing kelompok secara kreatif telah membuat dokumen dengan tampilan yang Ketika mengulas materi pada pelatihan sebelumnya masing-masing kelompok masih mengingat nama dan kegunaan dari berbagai fitur di Home. Oleh karena itu, dapat pendampingan yang dilakukan dua kali ini memberikan pengaruh terhadap pemahaman peserta didik dalam mengoperasikan laptop dan berbagai fitur di Microsoft Word. Pendampingan ketiga, dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2023. Pada pendampingan ketiga ini dimanfaatkan Tim KKN-Dik UMS pendampingan pertama dan kedua. Setelah itu, dimanfaatkan untuk melakukan post-test. Posttest dilakukan dengan memberikan teks yang disediakan oleh Tim KKN-Dik UMS 2023. Selanjutnya, masing-masing kelompok akan mengetik teks tersebut tanpa panduan dari tim. Teks yang disediakan oleh tim ini disesuaikan dengan materi yang telah diberikan dan dipraktikkan oleh masing-masing kelompok pada pendampingan pertama dan kedua. Sistem post-test ini bersifat kelompok, dengan kelompok sesuai dengan pendampingan sebelumnya. Hal Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 ini dikarenakan keterbatasan perangkat laptop yang tersedia. Dari hasil post-test yang telah dilakukan masing-masing Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan mengoperasikan berbagai fitur yang terdapat di Microsoft Word. Masing-masing peserta didik dalam kelompok mempunyai peranan masingmasing yaitu dengan bergantian dalam mengetik ataupun yang lainnya. Adanya peningkatan pemahaman peserta didik ini dapat dilihat dalam e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. hasil post-test yaitu peserta didik sudah dapat mengetik dengan baik dan benar. Hasil ketikan masing-masing kelompok dapat dilihat bahwa penggunaan ejaan, huruf kapital dan tanda baca sudah benar. Selain itu, pemilihan font, ukuran huruf, rata kanan-kiri, penomoran, spasi, serta penebalan dan kemiringan huruf sudah benar. Selain itu, masing-masing kelompok sudah bisa mengetik banyak kalimat. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pemahaman 98% peserta didik dalam mengoperasikan fitur dalam Microsoft Word. Tabel 2. Hasil Post-Test Peserta Didik Kelas Kelompok Kelompok IA Kelompok IIA IV A Kelompok iA Kelompok IVA Kelompok VA IVB Kelompok IB Kelompok IIB Kelompok iB Kelompok IVB Kelompok VB Hasil Post-Test Mulai lancar dalam mengetik, mengetahui penulisan judul yang baik dan benar, serta memahami kegunaan huruf kapital dan spasi. Memahami kegunaan huruf miring dan tebal, penggunaan huruf kapital, serta ejaan yang diketik sudah baik. Mengetahui penulisan judul yang baik dan benar, memahami rata kanankiri, kegunaan garis bawah, dan spasi. Memahami kegunaan huruf kapital dan spasi antar kata. Mulai lancar dalam mengetik, ejaan yang digunakan sudah baik, dan memahami spasi antar kata. Mulai lancar dalam mengetik serta memahami kegunaan huruf kapital. Mulai lancar dalam mengetik serta memahami kegunaan huruf kapital. Mulai lancar dalam mengetik serta ejaan yang digunakan sudah baik. Mulai lancar dalam mengetik serta memahami kegunaan huruf kapital. Mulai lancar dalam mengetik serta ejaan yang digunakan sudah baik. Gambar 3. Pendampingan Ketiga Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Kegiatan pendampingan dalam program pelatihan literasi digital yang dilaksanakan di MI Muhammadiyah Ceporan secara umum berlangsung dengan baik dan lancar. Pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana, dan peserta didik menunjukkan partisipasi aktif serta antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, khususnya dalam praktik penggunaan Microsoft Word. Meskipun demikian, selama pelaksanaan kegiatan terdapat beberapa kendala teknis dan non-teknis yang perlu menjadi perhatian untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu pelaksanaan. Proses penjadwalan pelatihan perlu menyesuaikan dengan agenda kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga waktu pelaksanaan pelatihan harus dipilih secara cermat agar tidak mengganggu jalannya pembelajaran formal. Hal ini menuntut koordinasi yang intensif antara tim Gambar 4. Teks untuk mengetahui kemampuan peserta Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 pelaksana dan pihak sekolah untuk menentukan waktu yang tepat dan kondusif bagi seluruh pihak yang terlibat. Selain itu, keterbatasan perangkat teknologi juga menjadi tantangan tersendiri dalam kegiatan ini. Jumlah laptop yang tersedia tidak mencukupi untuk digunakan secara individu oleh seluruh peserta didik, sehingga pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan sistem Meskipun demikian, sistem ini tetap dapat berjalan dengan baik berkat pengaturan kelompok yang efektif dan kerjasama antaranggota kelompok. Melalui kegiatan ini. Tim KKN-Dik UMS 2023 berharap sekolah dapat melanjutkan penguatan literasi digital secara berkelanjutan, dengan lebih banyak melibatkan penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas guna mendukung pembelajaran abad ke21. Gambar 5. Soal Post-Test Pendampingan Penggunaan Microsoft Word dalam Meningkatkan Literasi Digital diA . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Simpulan Program pendampingan literasi digital melalui pelatihan penggunaan Microsoft Word yang dilaksanakan oleh Tim KKN-Dik UMS 2023 di MI Muhammadiyah Ceporan meningkatkan keterampilan dasar peserta didik dalam mengoperasikan perangkat lunak pengolah kata. Kegiatan yang dilakukan secara bertahap dan berbasis praktik langsung ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif serta mendorong peserta didik untuk lebih mengenal dan terbiasa menggunakan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa kendala teknis seperti keterbatasan waktu pelaksanaan dan perangkat yang digunakan, kegiatan tetap berjalan dengan lancar dan disambut dengan antusias oleh peserta didik. Pembagian kelompok belajar menjadi solusi efektif dalam mengatasi keterbatasan perangkat, sekaligus melatih kerja sama dan kolaborasi antarsiswa. Dengan adanya program ini, peserta didik tidak hanya mengenal fungsi dasar Microsoft Word, tetapi juga mulai memahami pentingnya penguasaan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk menunjang pembelajaran di sekolah maupun sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pihak sekolah untuk terus melanjutkan dan mengembangkan integrasi teknologi dalam kegiatan belajar mengajar secara berkelanjutan, sejalan dengan tujuan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di era digital e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Daftar Pustaka