Volume 05. Nomor 02. Desember 2024, 124-136 e-ISSN: 2656-7415 https://ejournal. id/index. php/space IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT Ae PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama1*. I Nyoman Harry Juliarthana2. Komang Wirawan3 1,2,3Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Universitas Hindu Indonesia *Korespondensi: pratamatoby2@gmail. Abstrak: Urbanisasi, secara makro, merujuk pada proses kompleks yang melibatkan perubahan dalam berbagai aspek, termasuk demografi, ekonomi, teknologi, sosial, politik, budaya, dan lingkungan. Secara spesifik, urbanisasi dapat diartikan sebagai peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas di kawasan perkotaan, yang menyebabkan konsentrasi dan intensitas aktivitas ekonomi. Kota memiliki kemampuan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan internal, tetapi juga memberikan dampak ke luar wilayahnya, baik ke daerah sekitarnya maupun kota lainnya. Proses ini menciptakan distribusi manfaat ekonomi melalui dua cara: pertumbuhan internal . ntensive margi. dan perkembangan eksternal . xtensive margi. Dalam konteks Kawasan Perkotaan Bangli, penelitian kualitatif-kuantitatif dilakukan untuk mengidentifikasi persebaran pusat kegiatan dan kaitannya dengan sentralitas lokasi. Analisis kuantitatif digunakan untuk menghitung jarak dan pola distribusi pusat kegiatan, sementara analisis kualitatif menggambarkan peran dan identitasnya. Berdasarkan analisis. Bangli memiliki 2 fasilitas kesehatan berupa rumah sakit, 17 fasilitas pendidikan . SD, 3 SMP, 2 SMA), 2 fasilitas peribadatan . masjid dan 1 musholl. , 3 pusat perdagangan berupa pasar, 9 fasilitas budaya dan rekreasi seperti balai warga, serta 1 ruang terbuka hijau berupa lapangan Hasil analisis menggunakan perangkat lunak ArcGIS menunjukkan bahwa pola persebaran fasilitas kesehatan, pendidikan, perdagangan, serta kebudayaan dan rekreasi bersifat tersebar . Sebaliknya, fasilitas peribadatan dan ruang terbuka hijau tidak menunjukkan pola karena hanya terdapat satu unit fasilitas di masing-masing kategori. Kata Kunci: Identifikasi. Pola Persebaran. Analisis Tetangga Terdekat. Kawasan Perkotaan Bangli Abstract: Urbanization, in the macro context, involves interrelated changes in demographic, economic, technological, social, political, cultural, and environmental In a narrower sense, it refers to urban population growth and activity concentration, resulting in greater density and economic intensity. Cities foster internal development while driving external growth by expanding into nearby areas or connecting with other cities, distributing economic benefits through intensive . and extensive . A qualitative-quantitative study analyzed the distribution of activity centers in the Bangli Urban Area. Quantitative methods assessed distances and distribution patterns, while qualitative methods provided descriptive insights. Activity centers serve vital social, economic, and cultural functions, shaping regional identity. Bangli Urban Area hosts 2 hospitals, 17 educational facilities . elementary schools, 3 middle schools, 2 high school. , 2 worship facilities . mosque, 1 prayer roo. , 3 markets, 9 cultural/recreational facilities . ommunity hall. , and 1 green open space . ports fiel. ArcGIS analysis revealed dispersed patterns for health, education, trade, and cultural However, worship and green open space facilities lack distribution patterns due to their limited number. These findings highlight BangliAos strategic role as a local activity center within the Bangli Regency Spatial Plan . 3Ae2. Keywords: Identification. Distribution Pattern. Nearest Neighbor Analysis. Bangli Urban Area Pratama. I G. Juliarthana. I N. Wirawan. Identifikasi Pola Persebaran Pusat-Pusat Kegiatan di Kawasan Perkotaan Bangli. Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. , 124-136. DOI: https://doi. org/10. 32795/space. IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan PENDAHULUAN Salah satu pola pusat kegiatan di Indonesia yang telah dianalisis adalah persebaran dan aksesibilitas prasarana kesehatan di Kota Makassar yang menunjukkan bahwa persebaran prasarana kesehatan di Makassar cenderung mengelompok berdasarkan tingkatan Fasilitas kesehatan tingkat pertama terkonsentrasi di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, sementara tingkat kedua berlokasi di area yang kurang padat tetapi dekat dengan wilayah padat. Adapun fasilitas tingkat ketiga berada di lokasi yang lebih jauh dari pusat kepadatan. Kajian ini menjadi salah satu referensi dalam pengembangan penelitian terkait (Avila & Andi, 2. Keberadaan pusat kegiatan, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ruang publik lainnya, harus merata untuk melayani masyarakat secara optimal. Salah satu strategi untuk mengurangi kepadatan penduduk adalah melalui program transmigrasi, yaitu memindahkan penduduk dari wilayah padat ke wilayah yang lebih jarang. Dalam mengatur pola pusat kegiatan, pemerintah perlu merancang strategi yang memastikan fasilitas publik tersebar dengan baik, sehingga tidak terpusat pada satu lokasi. Ketimpangan persebaran fasilitas dapat menyebabkan kesenjangan sosial, terutama di daerah yang jauh dari pusat kegiatan. Pusat kegiatan mencakup berbagai fasilitas, seperti kesehatan, pendidikan, perdagangan, peribadatan, kebudayaan, rekreasi, dan ruang terbuka hijau (Aisyah, 2022. Mardiansjah dkk, 2. Di Bali, ketimpangan pembangunan terlihat jelas, terutama di wilayah selatan yang memiliki fasilitas lebih memadai dibandingkan daerah lain. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah daerah sedang membangun jaringan jalan baru yang menghubungkan wilayah Bali Utara dan Selatan, serta Bali Barat dan Timur. Jumlah penduduk di Kabupaten Bangli meningkat signifikan dari 2010 hingga 2020, dengan komposisi dominan dari generasi Z dan milenial. Data kependudukan ini menjadi informasi strategis dalam merencanakan pembangunan wilayah Bangli. Kabupaten Bangli dipilih sebagai objek penelitian karena pentingnya peningkatan pusat kegiatan untuk mendukung kualitas hidup masyarakat. Hal ini sesuai dengan Ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perumahan dan Penyediaan Rumah Khusus, yang menyatakan bahwa prasarana adalah kelengkapan fisik dasar lingkungan hunian untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak, sehat, aman, dan nyaman (Perroux, 1. Sarana, di sisi lain, adalah fasilitas yang mendukung kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi, sementara utilitas umum berfungsi sebagai penunjang pelayanan lingkungan hunian. Upaya peningkatan fasilitas di Kabupaten Bangli bertujuan menciptakan kawasan yang lebih seimbang dan berkualitas. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian dan Wilayah Studi Berdasarkan tujuan penelitian, jenis penelitian tersebut digolongkan dalam penelitian kualitatif-kuantitatif, yaitu memberikan gambaran persebaran pusat Ae pusat kegiatan di Kawasan Perkotaan Bangli hubungannya dengan sentralitas lokasi. Analisis kuantitatif digunakan untuk menghitung jarak dan persebaran lokasi pusat Ae pusat kegiatan, sedangkan analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan gambar atau citra. Secara administrasi lokasi penelitian adalah Kawasan Perkotaan Bangli yang terdiri dari Kelurahan Cempaga. Kelurahan Kawan. Kelurahan Kubu dan Kelurahan Bebalang. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bangli No. 1 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bangli 2023 Ae 2043. Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 05. Nomor 02. Desember 2024 IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan Gambar 1. Ruang Lingkup Lokasi Penelitian (Sumber: Hasil Analisis,2. Metode Analisis Penelitian ini menerapkan metode Analisis Tetangga Terdekat (Nearest Neighbour Analysi. , yang awalnya dikembangkan oleh Clark & Evans . dalam studi ekologi tanaman dan diadaptasi untuk menganalisis pola persebaran pusat kegiatan. Metode ini digunakan untuk memahami pola distribusi pada ruang atau wilayah tertentu dengan membatasi skala analisis yang relevan. Secara umum, pola persebaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama, yaitu pola mengelompok . luster patter. , pola acak . andom patter. , dan pola tersebar seragam . ispersed patter. PEMBAHASAN Identifikasi Pola Persebaran Pusat Ae Pusat Kegiatan di Kawasan Perkotaan Bangli Pusat Kegiatan adalah tempat dimana aktivitas Ae aktivitas penting dilakukan, di suatu wilayah pusat kegiatan bisa merujuk pada berbagai tempat yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, ekonomi dan budaya. Dalam Kawasan Perkotaan Bangli terdapat pusat Ae pusat kegiatan sebagai fasilitas pelayanan masyarakat dalam melakukan aktivitas Ae aktivitas dan juga menunjukkan peran penting dalam pembentukan identitas dan karakter suatu wilayah. Sebagai sebuah pusat kegiatan lokal (RTRW Kabupaten Bangli Tahun 2023 Ae 2. Kawasan Perkotaan Bangli memiliki beberapa pusat Ae pusat kegiatan dengan berbagai Fasilitas Kesehatan Kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Seseorang tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya jika berada dalam kondisi tidak sehat Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu alat atau tempat yang digunakan untuk Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 05. Nomor 02. Desember 2024 IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif kuratif maupun Fasilitas kesehatan memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu kesehatan Jumlah fasilitas kesehatan yang ada pada Kawasan Perkotaan Bangli ada pada dua kelurahan yaitu. Kelurahan Kawan dan Kelurahan Bebalang. Setelah dilakukan analisis menggunakan software arcgis diketahui bahwa jarak rata Ae rata pada kedua rumah sakit adalah 1066,34m dan jarak rata Ae rata yang diharapkan adalah 14,09m kemudian hasil rasio ketetanggaan dari kedua rumah sakit tersebut adalah 75,6 yang berarti > 2. 58 yang menunjukkan bahwa sebaran rumah sakit di Kawasan Perkotaan Bangli adalah dispersed . Gambar 2. Rumah Sakit di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Dokumentasi Penulis,2. Gambar 3. Peta Pola Sebaran Fasilitas Kesehatan di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber Hasil Analisis, 2. Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 05. Nomor 02. Desember 2024 IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan Fasilitas Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas sumber daya Semakin tinggi tingkat pendidikan, diharapkan kualitas sumber daya manusianya semakin baik pula. Namun hal ini tentunya harus ditunjang pula dengan kualitas, sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Dengan mendapatkan pendidikan yang memadai, masyarakat diharapkan lebih rasional dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi. Lebih jauh lagi, diharapkan dapat menciptakan peluang kerja sendiri sehingga, dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, pendidikan yang memadai dapat meringankan beban suatu daerah sebagai imbas dari peningkatan jumlah penduduk. Jumlah fasilitas pendidikan di Kawasan Perkotaan Bangli terbagi menjadi tiga mulai dari SD. SMP dan SMA. Fasilitas pendidikan dalam tingkat sekolah dasar Kawasan Perkotaan Bangli memiliki pola persebaran dispersed . merata dengan jarak rataAerata 498,3m dengan rasio ketetanggaan 86,6 yang menunjukkan bahwa rasio ketetanggaan > 2,58. Berdasarkan radius pelayanan sesuai dengan standar yaitu 1. Kawasan Perkotaan Bangli sudah terlayani hanya saja ada pada beberapa kawasan yang memiliki jangkauan lebih jauh karena masih terdapat kawasan yang tidak masuk dalam radius pelayanan. Jumlah penduduk di Kawasan Perkotaan Bangli adalah 24. 714 jiwa sebagai pendukung untuk penyediaan fasilitas pendidikan dimana standar yang ditetapkan untuk penyediaan fasilitas dalam hal ini sekolah dasar memiliki jumlah minimal 1. 600 jiwa. Gambar 4. Sekolah Dasar di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 5. Sekolah Menengah Pertama di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 05. Nomor 02. Desember 2024 IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan Gambar 6. Sekolah Menengah Atas di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 7. Peta Sebaran Sekolah Dasar di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Hasil Analisis, 2. Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 05. Nomor 02. Desember 2024 IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan Gambar 8. Peta Sebaran Sekolah Menengah Pertama Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Hasil Analisis, 2. Berdasarkan hasil analisis tetangga terdekat. Fasilitas Pendidikan dalam tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kawasan Perkotaan Bangli memiliki pola persebaran dispersed . dengan jarak rata Ae rata 1248,6m dengan rasio ketetanggaan terdekat 108,4 yang menunjukkan bahwa rasio ketetanggaan > 2,58. Berdasarkan radius pelayanan sesuai dengan standar yaitu 1. 000m Kawasan Perkotaan Bangli belum terlayani secara utuh dimana pada kelurahan Bebalang tidak masuk dalam radius pelayanan sekolah menengah pertama sehingga dengan jumlah penduduk di Kawasan Perkotaan Bangli 24. 714 jiwa fasilitas sekolah menengah pertama belum memenuhi kebutuhan masyarakat secara radius pelayanan. Berdasarkan hasil analisis tetangga terdekat Fasilitas Pendidikan dalam hal ini Sekolah Menengah Atas/Kejuruan yang terdapat di Kawasan Perkotaan Bangli terdiri dari dua Sekolah yang terletak pada Kelurahan Kawan dan Kelurahan Kubu dengan jarak rata Ae rata 477,5m dengan rasio ketetanggaan terdekat 317,6 yang menunjukkan bahwa nilai rasio > 2. Dengan nilai rasio tersebut menunjukkan bahwa pola persebaran fasilitas pendidikan (SMA/SMK) di Kawasan Perkotaan Bangli adalah dispersed . Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 05. Nomor 02. Desember 2024 IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan Gambar 9. Peta Sebaran Sekolah Menengah Atas di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Hasil Analisis, 2. Fasilitas Peribadatan Penduduk terbanyak kedua di Kabupaten Bangli adalah pemeluk Agama Islam dengan jumlah 2. 185 jiwa. Berbeda dengan penduduk yang berAgama Hindu, dimana kebutuhan fasilitas peribadatan penduduk yang berAgama Islam lebih bersifat umum tidak terbatas pada wilayah Desa/Kelurahan. Standar penyediaan fasilitas peribadatan untuk Agama Islam disesuaikan dengan memperhatikan struktur penduduknya dimana pada kelompok penduduk 250 jiwa dengan radius pelayanan 100m diperlukan musholla/langgar kemudian dalam kelompok penduduk 2. 500 Ae 120. 000 jiwa dengan radius pelayanan 1. disediakan masjid (SNI 03-177-2. Pada Kawasan Perkotaan Bangli hanya memiliki satu musholla dan satu masjid sehingga tidak dapat dilakukan analisis pola persebaran dikarenakan hanya ada masing Ae masing satu jenis fasilitas. Namun dengan jumlah penduduk menurut Agama Islam di Kabupaten Bangli yaitu 2. 185 Jiwa dengan standar penyediaan yang telah ditetapkan Kabupaten Bangli telah memenuhi penyediaan fasilitas peribadatan . asjid dan musholl. sebagai sarana yang dapat digunakan oleh penduduk yang beragama Islam. Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 05. Nomor 02. Desember 2024 IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan Gambar 10. Fasilitas Peribadatan di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Fasilitas Perdagangan dan Jasa Pasar lingkungan sebagai penyedia kebutuhan pokok bagi masyarakat memiliki standar pelayanan pada unit kelurahan = 30. 000 penduduk. Pada Kawasan Perkotaan Bangli memiliki tiga pasar lingkungan dengan titik lokasi dua di Kelurahan Kawan dan satu di Kelurahan Cempaga. Berdasarkan hasil analisis tetangga terdekat fasilitas perdagangan dan jasa (Pasa. pada Kawasan Perkotaan Bangli memiliki pola persebaran Dispersed (Terseba. dengan jarak rata Ae rata 519,8m dengan rasio ketetanggaan terdekat 45,15 > 2. Dalam standar skala pelayanan dalam tingkat pasar lingkungan disyaratkan mampu melayani kelurahan = 30. 000 penduduk (SNI 03-1733-2. Dengan jumlah penduduk pada Kawasan Perkotaan Bangli dimana mencakup empat kelurahan sebanyak 24. 714 jiwa maka dalam tingkat pelayanan Kawasan Perkotaan Bangli sudah memenuhi standar penyediaan fasilitas perdagangan dan jasa dalam hal ini adalah pasar. Gambar 11. Fasilitas Perdagangan dan Jasa (Pasa. di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 05. Nomor 02. Desember 2024 IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan Gambar 12. Peta Sebaran Fasilitas Perdagangan dan Jasa di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Hasil Analisis, 2. Fasilitas Kebudayaan dan Rekreasi Kawasan Perkotaan Bangli memiliki sembilan Balai Banjar yang dimanfaatkan penduduk sebagai wadah untuk beraktivitas sosial. Berdasarkan hasil analisis jarak rata Ae rata antar titik lokasi balai banjar di Kawasan Perkotaan Bangli adalah 506,1m dengan rasio 76,1 dimana rasio > 2. 58 mengartikan bahwa pola persebaran balai banjar di Kawasan Perkotaan Bangli adalah dispersed . Standar pelayanan menurut buku SNI 03-1733-2004 balai warga minimal melayani 2. 500 penduduk dengan radius pelayanan sejauh 100m. Dalam hal ini dengan jumlah penduduk di Kawasan Perkotaan Bangli 24. 714 jiwa kebutuhan untuk balai banjar dengan radius pelayanan dengan perhitungan jumlah penduduk/standar pelayanan balai warga dibutuhkan 9 unit balai warga. Ini mengartikan bahwa Kawasan Perkotaan Bangli untuk kebutuhan Fasilitas Kebudayaan dan Rekreasi dalam hal ini Balai Banjar/Balai Warga telah memenuhi kebutuhan. Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 05. Nomor 02. Desember 2024 IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan Gambar 13. Fasilitas Kebudayaan dan Rekreasi (Balai Banja. di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 14. Peta Sebaran Fasilitas Kebudayaan dan Rekreasi di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Hasil Analisis, 2. Fasilitas Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan Bangli memiliki satu ruang terbuka hijau yang menjadi fasilitas publik berupa lapangan olahraga (Lapangan Kapten Mudith. yang terletak di Kelurahan Kawan. Dalam standar penyediaannya menurut SNI 03 1733-2004 setiap unit Kecamatan yang memiliki penduduk 120. 000 jiwa harus memiliki sekurang Ae kurangnya satu lapangan hijau terbuka yang berfungsi sebagai tempat pertandingan olahraga . enis lapangan, bola basket dan lain Ae lai. Upacara serta kegiatan lainnya yang membutuhkan tempat yang luas dan terbuka. Penempatan lapangan juga ditentukan secara spesifik yakni terletak di jalan utama sedapat mungkin berkelompok dengan sarana pendidikan. Dalam hal ini dikarenakan Sustainable. Planning, and Culture (SPACE): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 05. Nomor 02. Desember 2024 IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN PUSAT-PUSAT KEGIATAN DI KAWASAN PERKOTAAN BANGLI I Gede Toby Pratama. I Nyoman Harry Juliarthana. Komang Wirawan Kawasan Perkotaan Bangli hanya memiliki satu ruang terbuka hijau (Lapangan Olahrag. maka tidak dapat dilakukan analisis untuk mengetahui pola persebarannya, perlu adanya lapangan lainnya untuk mendapatkan hasil perhitungan jarak antar titik lokasi ruang terbuka Apabila dilihat dari standar skala pelayanan dalam Kecamatan = 120. 000 jiwa harus memiliki setidaknya satu lapangan terbuka dengan jumlah penduduk di Kawasan Perkotaan 714 jiwa dan Kecamatan Bangli 54. 037 jiwa (Buku Agregat Kependudukan Kabupaten Bangli Semester I Tahun 2. maka baik Kecamatan maupun Kawasan Perkotaan Bangli sudah memenuhi kebutuhan untuk penyediaan fasilitas ruang terbuka hijau. Gambar 15. Fasilitas Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan Bangli (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. SIMPULAN Dari hasil pembahasan yang telah diuraikan pada masing Ae masing bab, dapat disimpulkan bahwa: . Dari hasil analisis yang dapat disimpulkan bahwa jumlah pusat Ae pusat kegiatan yang terdapat di Kawasan Perkotaan Bangli terdiri dari 2 Fasilitas Kesehatan berupa Rumah Sakit, 17 fasilitas pendidikan terdiri dari 12 Sekolah Dasar, 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 2 Sekolah Menengah Atas (SMA), kemudian pada fasilitas peribadatan terdapat 2 fasilitas yang terdiri dari 1 mushola dan 1 masjid, fasilitas perdagangan dan jasa terdapat 3 titik lokasi berupa pasar lingkungan, fasilitas kebudayaan dan rekreasi terdapat 9 titik lokasi yang berupa balai warga/ balai banjar dan pada fasilitas ruang terbuka hijau terdapat 1 lapangan olahraga. Berdasarkan hasil analisis tetangga terdekat berbasis software arcgis pola persebaran pusat Ae pusat kegiatan di Kawasan Perkotaan Bangli pada fasilitas Kesehatan. Pendidikan. Perdagangan dan Jasa, fasilitas Kebudayaan dan Rekreasi memiliki pola Dispersed (Terseba. Sedangkan pada fasilitas Peribadatan dan Ruang Terbuka Hijau tidak memiliki pola persebaran dikarenakan hanya memiliki satu fasilitas saja. DAFTAR PUSTAKA