Atmosfer: Jurnal Pendidikan. Bahasa. Sastra. Seni. Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 DOI : https://doi. org/10. 59024/atmosfer. Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. Hartono Universitas Duta Bangsa Surakarta Mujazin Universitas Muhammadiyah Surakarta Alamat: Jl. Bhayangkara No. 55 Surakarta Telp. 0271-719552 Fax 0271-713758 Korespondensi penulis: hartono@udb. Abstrak. The rapid advancement of science and technology in the global era is currently felt in various fields of community life, especially in the fields of education, social and culture, including in boarding school education. In order to face the demands of society, community educational institutions including Islamic boarding schools must be functional, because educational institutions as a forum in society can be used as a gateway in facing the demands of society, science and technology that continue to change. Therefore, in order to become an ideal boarding school, it is necessary to organize the management and development of the boarding school. Islamic boarding school as one of the educational institutions that combines these three aspects, not only emphasizes the cognitive intelligence aspect, but also emphasizes the affective and psychomotor aspects, namely by teaching values and norms in accordance with Islamic law and equipping students with various skills . ife skill. The development of management and management of education at PPMI Assalam consists of management elements including man, money, material, method, macine, and market. While the realization steps in order to implement the program are planning, organizing, implementing, and monitoring. Keywords: Education. Boarding School. Management Abstrak. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era global saat ini dirasakan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial dan budaya, termasuk dalam pendidikan pesantren. Untuk menghadapi tuntutan masyarakat maka lembaga pendidikan masyarakat termasuk pesantren harus fungsional, karena lembaga pendidikan sebagai wadah dalam masyarakat dapat dijadikan pintu gerbang dalam menghadapi tuntutan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berubah. Oleh karena itu, untuk menjadi pondok pesantren yang ideal, perlu adanya penataan pengelolaan dan pengembangan pondok pesantren. Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memadukan ketiga aspek tersebut, tidak hanya menekankan pada aspek kecerdasan kognitif, namun juga menekankan pada aspek afektif dan psikomotorik, yaitu dengan mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang sesuai dengan syariat Islam serta membekali santri dengan berbagai keterampilan ( kemampuan hidu. Pengembangan manajemen dan manajemen pendidikan di PPMI Assalam terdiri dari unsur-unsur manajemen yang meliputi manusia, uang, materi, metode, mesin, dan pasar. Sedangkan langkah realisasi dalam rangka pelaksanaan program adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pemantauan. Kata Kunci : Pendidikan. Pondok Pesantren. Manajemen LATAR BELAKANG Pondok pesantren merupakan suatu lembaga yang berbasiskan pada kesatuan keagamaan sekaligus berbasiskan pendidikan. Pondok pesantren bisa menjadi Ausocial agentAy yang bagus untuk membantu pemerintah dalam perbaikan sektor ekonomi,budaya dan sosial masyarakat, tapi dengan satu syarat bahwa secara organisasional pondok pesantren harus mau untuk berubah, baik dan secara kultur, cara pendekatan dan aspek-aspek manajemen. Di dalam Received April 23, 2024. Accepted Mei 13, 2024. Published Mei 31,2024 * Hartono, hartono@udb. Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. pondok pesantren sendiri terdapat empat unsur pembangun yaitu: ustadz, santri, kitab, dan Setiap komponen tersebut masing-masing mempunyai peran yang berbeda-beda. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat pada era global pada era ini terasa saat ini terasa sekali pengaruhnya dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial dan budaya, termasuk dalam pendidikan Kemajuan yang pesat itu mengakibatkan cepat pula perubahan dan berkembangnya berbagai tuntutan masyarakat. Masyarakat yang tidak menghendaki keterbelakangan akibat perkembangan tersebut, perlu menanggapi serta menjawab tuntutan kemajuan tersebut secara Dalam rangka menghadapi tuntutan masyarakat lembaga pendidikan masyarakat termasuk pondok pesantren haruslah bersifat fungsional, sebab lembaga pendidikan sebagai salah satu wadah dalam masyarakat bisa dipakai ebagai pintu gerbang dalam menghadapi tuntutan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus mengalami perubahan. Untuk itu lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren perlu mengadakan perubahan secara terus menerus seiring dengan perkembangannya tuntutan-tuntutan yang ada dalam masyarakat yang Maka dari itu, dalam rangka menjadi menjadi pondok pesantren yang ideal, perlu diadakan manajemen pengelolaan serta pengembangan podok pesantren tersebut. Dengan begitu segala potensi yang dimiliki pondok pesantren dapat tereksplore secara optimal. Sehingga pondok pesantren mampu memberikan andil yang besar terhadap masyarakat Tentu, reformasi pesantren dalam dinamika yang panjang dimaksudkan uuntuk mencari format yang ideal peningkatan mutu pendidikan pesantren. Pondok Pesantren Assalam Surakarta merupakan salah satu pesantren besar yang memiliki sistem managemen yang baik. Pesantren ini berkembang pesat dengan sistem kurikulum dan pengelolaan pendidikannya. Maka dari itu, kali ini penulis akan membahas tentang bagaimana managemen pengelolaan Pendidikan Pesantren Assalam Surakarta. METODE PENELITIAN Penelitian ini ialah penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai metode penelitiannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus, melalui pendekatan tersebut, peneliti berusaha memahami dan menganalisis pengelolaan dan manajemen yang terjadi di pondok pesantren. Penelitian ini memfokuskan pada manajemen pendidikan pesantren yang terdapat pada PPMI Assalam Surakarta. Data penelitian ini berupa strategi yang berkaitan dengan pengelolaan dan proses belajar mengajar di PPMI Assalam Surakarta yang menunjukkan proses pengeloaan pondok pesantren dan manajemen pendidikan. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 Penelitian ini menggunakan sumber data yang berupa dokumen atau literatur yang berkaitan dengan pengembangan manajemen di pondok pesantren. Proses mengumpulkan data penelitian menggunakan teknik wawancara mendalam dari Dalam melakukan analisis data penelitian, peneliti menggunakan teknik analisis data model interaktif. Miles. Huberman, & Saldana . menjelaskan bahwa dalam model interaktif peneliti melakukan kegiatan secara bersamaan, yaitu: pertama reduksi data . ata kedua penyajian data . isplay dat. dan terakhir penarikan kesimpulan atau PEMBAHASAN Sistem Managemen Pesantren Untuk membahas sistem Managemen Pesantren, maka perlu dibahas apa itu Sistem dan Managemen Sistem adalah cara, sarana, upaya, dan organ (Tata Sutabri, 2005, . Dan manejemen berasal dari bahasa Inggris yaitu management artinya yang dikembangkan dari kata to manage, yang artinya mengatur atau mengelola. Kata manage itu sendiri berasal dari Italia Maneggio yang diadopsi dari bahasa latin managiare, yang berasal dari kata manus yang artinya tangan. Dalam bahasa Arab berasal dari nazhoma atau idarah artinya yang menata beberapa hal dan mengabungkan beberapa antara satu dengan yang lain (M. Abdul Jawwad, 2004: . Sedangkan secara terminologis manajemen menurut yang dikutip oleh Made Pidarta terbagi kepada manajemen sebagai peranan dan manajemen sebagai tugas, hal ini memberi jalan untuk membedakan kedua istilah itu. Manajemen sebagai tugas ialah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen sementara itu salah satu manajemen sebagai peranann disebutkan peranan administrasi eksekutif. Menurut para ahli dikemukakan yang pertama manajemen adalah mengelola orang-orang, yang kedua adalah pengambilan keputusan, yang ketiga adalah pengorganisasian dan pemanfaatan sumber-sumber untuk menyesuaikan tujuan yang telah ditentukan (Amin Haedari, 2008: . Jadi Sistem pondok pesantren adalah sarana yang bertugas sebagai perangkat organisasi yang diciptakan untuk diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang berlangsung dalam pondok pesantren (MU YAPPI, 2008: . Sudah menjadi common Kyai merupakan figure pesantren sentral, otoritatif, dan pusat seluruh kebijakan dan perubahan. Hal ini erat kaitanya dengan dua faktor (M. Sulthon Masyhud, 2003: . Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. Pertama, kepemimpinan yang tersentralisasi pada individu yang bersandar pada karisma serta hubungan yang bersifat patemalistik. Kebanyakan pesantren menganut pola mono manjemen dan mono administrasi sehingga tidak ada delegasi kewenanggan ke unit-unit kerja yang ada dalam organisasi. Kedua, kepemilikan pesantren bersifat individual atau keluarga bukan komunal. Otoritas individu kyai sebagai pendiri skaligus pengasuh pesantren sanggat besar dan tidak bisa di ganggu gugat. Faktor nasab atau keturnan juga kuat sehingga kyai bisa mewariskan kepemimpinan pesantren kepada anak . stilahnya putra mahkot. yang di percaya pada komponen pesantren yang berani Sistem seperti ini kerap kali menggundang sindiran bahwa pesantren seperti kerajaan kecil. Sejalan dengan penyelenggaraan pendidikan formal beberapa pesantren menggalami penggembanggan pada aspek manajemen, organisasi, dan atministrasi penggelolan Perkembanggan ini dimulai dari perubahan gaya kepemimpinan pesantren dari karismatik ke rasionalostik, dari otoriter paternalistic ke diplomatik partisipatif. Sebagai contoh kasus kedudukan dewan kyai di pesantren tebu ireng menjadi salah satu unit kerja kesatuan administrasi penggelolaan penyelenggaraan pesantren sehingga pusat kekuasaan sedikit terdistribusi di kalangan elite pesantren dan tidak terlalu terpusat pada kyai. Beberapa pesantren sudah membentuk badan pengurus harian sebagai lembaga payung yang khusus mengelola dan menanggani kegiatan-kegiatan pesantren misalnya pendidikan formal, diniyah, pengajian majelis taAolim, sampai pada masalah penginapan . srama santr. , kerumah tanggan, kehumasan. Pada tipe pesantren ini pembagian kerja antar unit sudah perjalan denggan baik, meskipun tetap saja kyai memiliki pengaruh yang kuat (Zamakhsyari Dhofier, 2011: . Sayangnya perkembangan tersebut tidak merata di semua pesantren. Secara umum pesantren masih menghadapi kendala serius menyangkut ketersediaan sumber daya manusia profesional dan penerapan manajemen yang umumnya masih konvensional, misalnya tiadanya pemisahan yang jelas antara yayasan, pimpinan madrasah, guru dan staf atministrasi, tidak adanya transparasi pengelolaan sumber-sumber keuangan belum terdistribusinya pengelolaan pendidikan, dan banyaknya penyelenggaraan atministrasi yang tidak sesuai aturan baku organisasi. Kyai masih merupakaan figure sentral dan penentu kebijakan pendidikan pesantren. Rekuitmen ustadz atau guru, penggembangan berdasarkan aturan penyelenggaraan pendidikan sering kali tanpa perencanaan. Berapa banyak ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 pesantren yang memiliki rencana induk pengembangan (RIP), dan statutnya misalnya sebagai pedoman penggelolaan Pendidikan (M. Sulthon Masyhud, 2003: . Kerumitan dan permasalahan ini menyebapkan antara normativitas dan kondisi opyektif pesantren ada kesenjangan termasuk dalam penerapan teori manajemen Semata-mata berpegang pda normativitas dengan mengabaikan kondisi obyektif yang terjadi di pesantren adalah tindakan kurang bujaksana, kalau tidak dikatakan gagal memahami pesantren. Akan tetapi membiarkan kondisi itu berjalan terus tanpa ada pembenahan juga tidak arif. Penerapan manajemen pendidikan tidak hanya di tetapkan tanpa mempertimbangkan atau mengakomodasi keadan yng riil di pesantren. Harus ada toleransi dalam menyikapi kesenjangan itu secara wajar tanpa mengundang konflik . Idealisme dan Profesionalisme Pesantren Pondok pesantren seringkali menerapkan pola manajemen yang berorientasi pada penanaman jiwa ketulusan, keiklasan, kesukarelaan yang biasa di kenal dengan istilah Aulillahi taAoalaAy. Konsep tersebut menjiwai hampir semua aktifitas pada pondok pesantren namun konsep tersebut pada masa lalu banyak memiliki kelemahan karena tidak diimbanggi dengan kemampuan manajemen modern tampak kurang beraturan dan kurang Konsep pengembangan manajemen pondok pesantren harus lebih akomodatif terhadap perubahan yang serba cepat dalam era global saat ini. Oleh karena itu idealismeAylillahi taAoalaAy tersebut harus dilapisi dengan profesionalisme yang memadai, sehingga dapat menghasilkan kombinasi yang ideal dan utuh yaitu Dengan kombinasi konsep manajemen yang ideal tersebut diharapkan akan tetap dapat mempertahankan eksistensi pondok pesantren di satu sisi, serta dapat menigkatkan daya kompetitif pesantren dalam era global di sisi lainya. Kombinasi tersebut dapat menghasilkan konsep manajemen pondok pesantren denggan karakteristik baru yang Selain itu juga dapat disebut sebagai Manajemen Berbasis Pondok Pesantren (MBPP). Dengan MPBB baru tersebut diharapkan akan dapat menghasilkan karakteristik pondok pesantren yang efektif. Karakteristik MBPP baru tersebut dapat dianalisis dengan pendekatan system yaitu dari segi imput-proses-output. Hal itu didasari atas pemikiran bahwa pondok pesantren merupakan suatu sistem sehingga menguraikan karakteristik MBPP juga didasarkan pada proses output yang dapat menunjang perkembangan pondok pesantren secara Dimana karakteristik tersebut ditandai dengan adanya pondok pesantren yang didasarkan pada input maupun ouput yang ada (M. Yacub, 2006: . Uraian berikut dimulai dari output dan di akhiri dengan imput mengingat output memiliki tingkat kepentingan tertinggi, sedangakan proses memiliki tingkat kepentingan satu tingkat lebih Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. rendah dari pada output, dan input memiliki tingkatan kepentinggan dua tingkat lebih rendah dari pada output. Output yang diharapkan Output pondok pesantren harus memiliki prestasi pondik pesantren yang dihasilkan oleh proses pendidikan dan pembelajaran serta manajemen di pondok Output pondok pesantren dikelompokan menjadi empat macam: Output berupa prestasi penggetahuan akademik keagamaan. Output berupa prestasi penggetahuan akademik umum. Output berupa prestasi keterampilan atau kecakapan hidup. Output berupa prestasi dalam bidang non akademik. Input Pondok Pesantren . Karakteristik dari pondok pesantren yang efektif diantaranya adalah memiliki input dengan karakteristik sebagai berikut. Adanya kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas. Sumber daya tersrdia dan siap. Staf yang kopeten, berdedikasi tinggi dan berakhlakul karimah. Memiliki harapan prestasi yang tinggi. Focus pada pelanggan khususnya para santri. Adanya imput manajemen yang memadai untuk menjalankan roda pondok Pengelolaan Sistem Pendidikan Pesantren Permasalahan seputar pengelolaan model pendidikan pondok pesantren dalam manusia . uman resourc. merupakaan berita aktual dalam arus perbincanggan kepesantrenan kontemporer karena pesantren dewasa ini dinilai kurang mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya namun meskipun demikian setidaknya terdapat dua potensi besar yang dimiliki pesantren yaitu: Potensi Pendidikan . Penggembangan Masyarakat Meskipun demikian, tokoh yang dianggap sukses membawa sisitem pendidikan pondok pesantren adalah Raden rahmat atau yang kita kenal dengan Sunan Ampel. Terkait denggan sistem pengelolaan pondok pesantren dalam interaksinya denggan perubahan sosial akibat modernisasi ataupun globalisasi, kalangan internal pesantren sendiri sudah mulai melakukan pembenahan salah satu bentuknya adalah pengelolaan pondok pesantren formal sekolahan mulai tingkat SD, sampai perguruan tinggi, di lingkungan pesantren dengan menawarkan perpaduan kurikulum keagamaan dan umum sertaperangkat keterampila yang dirancang secara systematic dan itegralistik. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 Tawaran berbagai pendidikan mulai dari SD unggulan. Madrsah Aliyah Program Khusus (MAPK). SMP, dan SMA plus yang di kembangkan pesantrenpun cukup kompetitif dalam menarik minat masyarakat. Sebab ada semacam jaminan keunggulan output yang siap bersaing dalam kehidupan sosial. Dan pesantren dengan segala keunikan yang dimilikinya masih sangat diharapkan menjadi penopong berkembangnya sistem pendidikan di Indonesia yang ditandai banyak sekarang pesantren yang ada pendidikannya berupa formal dan tentunya non formal juga (Ainurrofiq Dawam, 2008: . Ada pula sebagian pesantren yang memperbaharui sistem pendidikanya denggan menciptakan model pendidikan modern yang tidak lain terpaku pada sistem pengajaran klasik . etonan, bandonga. dan materi kitab-kitab kuning. Tetapi semua sistem pendidikan mulai dari teknik pengajaran, materi pelajaran, sarana dan prasarananya didesain berdasarkan sistem pendidikan modern. Modifikasi pendidikan pesantren semacam ini telah di eksperimentasikan oleh beberapa pondok pesantren seperti Darussalam (GONTOR),pesantren As-salam (Pabelan-Surakart. , pesantren Darun Najah (Jakart. , dan pesantren al-Amin (Madur. Sementara itu tidak semua pesantren melakukan pengembangan sistem pendidikannya dengan cara memperluas cangkupan wilayah garapan, masih banyak pesantren yang masih mempertahankan sistem pendidikan tradisional dan konvensional denggan membatasi diri pada penggajaran kitabkitab klasik dan pembinaan moral keagamaan semata (Zamakhsyari Dhofier, 2011: . Pesantren model pure klasik atau salafi ini memang unggul dalam melahirkan santri yang memiliki kesalehan, kemandirian, dan penguasaan terhadap ilmu-ilmu ke-Islaman. Kelemahanya, output pendidikan pure salaf kurang kompetitif dalam percaturan persaingan kehidupan modern. Padahal tuntutan kehidupan global menghendaki kualitas sumberdaya manusia terdidik dan keahlian di dalam bidangnya. Realitas out put pesantren yang memiliki sumber daya manusia kurang kompetotif inilah yang kerap menjadikannya termaginalisasi dan kalah bersaing dengan out put pendidikan formal baik agama maupun umum. Penyebaran yang luas dengan keanekaragaman karakteristik yang dimiliki pesantren saat ini di semua wilayah Indonesia menjadi potensi luar biasa dalam percepatan pembanggunan di daerah-daerah. Jika upaya maksimal ini dilakukan oleh pemerintah secara tepat bukan tidak mungkin kedepan bukan tidak mungkin akan menjadi lahan subur penyemaian bibit-bibit unggul manusia Indonesia. Jika melihat keadaan ini tampaknya akselerasi pendidikan dan pengelolaan masyarakat di pesantren optomis bisa berjalan, namun bagaimanapun program-program ini tergantung pada penerimaan kyai di pesantren sendiri, maupun pengurus pesantren sebab pesantren memiliki kemandirian . yang relative besar juga memiliki basis konstituen yang relative solid di mayarakat dan sumberdaya lokal yang kuat (Amin Haedari, 2008: . Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. Sehingga intervensi dari luar akan cenderung kurang efektif. Hal ini menjadi tantangan Departemen agama untuk scara terus menerus mensosialisasikan dan mendorong pesantren-pesantren tersebut terlihat dalam akselarasi pendidikan nasional akan dapat di tingkatkan scara drastis. Oleh sebab itu pelibatan pesantren dalam akselerasi pendidikan nasional tidak bisa ditanggani secara serampangan, apalagi karitatif dan birokatik tugas Departemen Agama yang mendesak adalah bagaimana memperbesar partisipasi pesantren melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter pesantren itu sendiri. Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren adalah berkaitan dengan pengelolaan keuangan pesantren. Dalam pengelolaan keuangan akan menimbulkan permasalahan yang serius apabila pengelolaanya tidak baik. Pengelolaan keuanggan pesantren yang baik sebenarnya merupakan upaya melindunggi personil pengelolaan pesantren . yai, pengasuh, ustadz, atau pengelola pesantren lainy. dari pandangan yang kurang baik dari luar pesantren. Selama ini banyak pesantren yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren denggan harta milik individu, walaupun disadari bahwa pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari kekayaan individu. Namun dalam rangka pelaksanaan manajemen yang baik sebaiknya diadakan pemilahan antara harta kekayan pesantren dengan harta milik individu, agar kelemahan dan kekurangan pesantren dapat diketahui secara transparan oleh pihak-pihak lain, termasuk orang tua Pengertian pengelolaan keuangan sendiri adalah penggurusan dan pertanggung jawaban suatu lembaga terhadap penyandang dana baik individual maupun lembaga. Dalam penyusunan anggaran memuat pembagian penerimaan dan pengeluaran anggaran rutin dan anggaran pembanggunan serta anggaran incidental jika perlu. Prinsip-prinsip pengelolaan pendidikan sebagai berikut (Binti Maunah, 2011: . Hemat tidak mewah, efisien, dan sesuai denggan kebutuhan . Terarah dan terkendali sesuai dengan rencana dan program . Terbuka dan transparan . Sedapat mungkin menggunakan kemampuan/hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini di mungkinkan Pesantren perlu dibentuk organisasi orang tua santri dengan membentuk komite pesantren yang dapat memberikan pertimbanggan dan membantu menggontrol kebijakan program pesantren termasuk penggaliaan dan penggunaan keuanggan pesantren. Selanjutnya pihak pesantren bersama komite pesantren pada setiap tahun anggaran perlu bersama-sama merumuskan rencana anggaran pendapatan dan belanja pesantren (RAPBP) sebagai acuan bagi penggelola pesantren melaksanakan menejemen keuanggan yang baik hal-hal yang perlu di muat dalam RAPBP antara lain: Rencana sumber pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan, meliputi: Konstribusi santri. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 . Sumbanggan dari individu dan organisasi. Sumbanggan dari pemerintah bila ada. Dari hasil usaha. Rencana dalam satu tahun yang bersangkutan Semua penggunaan uang pesantren dalam satu tahun anggaran perlu di rencanakan dengan baik agar kehidupan pesantren dapat berjalan dengan baik. Penggunaan uang pesantren tersebut menyangkut seluruh pengeluaran yang berkaitan denggan kebutuhan penggelolaan pesantren, temasuk dana operasional harian, penggembangan sarana dan prasarana pesantren, infaq semua petugas pesantren, dana kerja sama, dan bahkan dana praktis lain-lainya perlu di rencanakan denggan baik. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja pesantren adalah menerapkan prinsip anggaran berimbang artinya rencana pendapatan dan pengeluaran harus seimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. Denggan RAPBP yang berimbang maka kehidupan pesantren akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam keuanggan yang akan menjadi kunci dari kemendirian bagi kehidupan pesantren. Bila hal ini tercapai, kredibilitas pesantren di mata masyarakat akan tinggi dan terpercaya. Melalui RAPBP juga maka sentralisasi penggelolaan keuanggan terfokus pada bendaharawan pesantre. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka mempermudah pertanggung jawaban keuanggan. Setiap penggunaan keuanggan perlu dilakukan melalui pengajuan keuanggan secara tertulis,dan sedapat mungkin hanya program-program yang termasuk dalam perencanaan keuangan saja yang di danai. Agar mudah pengawasanya. Berkaitan denggan penggelolaan keuanggan ada hal-hal yang perlu di perhatikan oleh bendaharawan pesantren diantaranya: Pada setiap akhir tahun anggaran bendaharawan harus membuat laporan keunggan kepada komite pesantren untuk di cocokan dengan RAPBP. Laporan keuanggan harus di lampiri bukti-bukti penggeluaran yang ada, termasuk bukti penyetoran pajak (PPN dan PP. bila ada. Kwitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan honorarium atau bantuan atau bukti penggeluaran yang lain yang sah. Neraca keuanggan juga harus di tunjukan untuk di periksa oleh tim bertanggung jawaban keuanggan dari komite pesantren Selain buku neraca keuanggan yang erat hubunganya denggan penggelolaan keuanggan ada juga beberapa buku lain yang juga penting bagi bendaharawan pesantren: Buku kas umum . Buku persekot atau uang muka . Daftar potongan-potongan . Daftar gaji Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. Buku tabunggan . Buku iuran Pesantren sebagai lembaga yang semestinya menjaga akuntabilitas publik selayaknya jika mulai memperbaiki manajemen atau penggelolaan keuanggan secara baik dan bertanggung jawab. Unsur-Unsur Urgensi Pengelolaan Pesantren Pengelolaan pondok pesantren harus secara luas bersadarkan unsur-unsur penting sebagai berikut: Misi pesantren yang sesuai dengan filosofis pendidikan Islam. Struktur organisasi fungsional pesantren. Kemitraan dan pelayanan yang baik. Perencanaan dan pengembangan pesantren. Pengelolaan dan supervisi SDM. Dinamika dalam menjalankan strategi pembelajaran. Penguatan kurikulum praktis. Pengelolaan Sumber Daya Belajar secara efisien. Pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas pesantren. Sistem evaluasi dan pertanggungjawaban. Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren Kurikulum Pendidikan Pondok Pesantren Pada awalnya adalah hanya pengajaran yang simpel tidak ada kurikulum tidak seperti sekarang ini. Sebenarnya pembelajaran yang diberikan dalam pondok pesantren sudah menggunakan kurikulum tertentu yang lama yaitu sistem pengajaran tuntas kitab, dalam hal ini kyai bebas untuk membacakan kitabnya. Sistem Pengajaran Sistem pengajaran dapat diartikan sebagai cara uyang diperguanakan untuk menyampaikan tujuan. Pondok pesantren secara agak seragam menerapkan sistem pengajaran yang sering kita kenal yaitu: sorogan, bandungan, hafalan dan masih banyak Akan tetapi konsep keilmuan lebih menekankan pada rasionalitas seperti yang menjadi dasar pendidikan modern. Sistem Pembiayaan Pondok pesantren sebagai lembaga non formal juga sebagai lembaga sosial Dan perjalanannya, pembiayaan dalam bidang pendidikan pesantren bisa didapat dari imbal swadya pemerintah, yaitu Depag. Link Depag. Instansi Daerah maupun dari lainnya. Karena kepedulian pesantren ini dilandasi dengan keikutansertaan pemerintah dalam memajukan pondok pesantren dengan karakternya yang khas. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 Gambaran Umum Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Surakarta Tinjauan Historis Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, biasa disingkat dengan PPMI Assalaam, adalah lembaga pendidikan swasta Islam yang berada di bawah naungan Yayasan Majelis Pendidikan Islam (YMPI) Surakarta, yang didirikan oleh Bapak H. Abdullah Marzuki (Al. dan Ibu Hj. Siti Aminah Abdullah. PPMI Assalaam berdiri pada tanggal 17 Syawal 1402 H bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1982 M, beralokasi di Jalan Yosodipuro No. 56 Punggawan Surakarta, menempati tanah seluas 845 M, wakaf dari keluarga Bapak H. Abdullah Marzuki (Al. dan Ibu Hj. Siti Aminah Abdullah, pemilik percetakan PT Tiga Serangkai Solo. Sebelum PPMI Assalaam berdiri, kegiatan pendidikan yang dilakukan adalah kegiatan Madrasah Diniyyah Awaliyah (MDA), kemudian atas tuntutan masyarakat YMPI mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MT. dengan sistem asrama yang merupakan cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren yang waktu itu diberi nama Pondok Pesantren Punggawan, meminjam nama desa dimana kegiatan pendidikan dipusatkan. Pada tanggal 20 Juli 1985 nama Assalaam secara resmi digunakan, serta sekaligus manandai awal mula digunakannya kampus baru di desa Pabelan Kartasura Sukaharjo di atas area tanah wakaf seluas 5,6 Ha dari keluarga Bapak H. Abdullah Marzuki (Al. dan Ibu Hj. Siti Aminah Abdullah. Bangunan yang terdapat pada saat itu terdiri dari ruang kelas, gedung olah raga (GOR), asrama santri, perumahan guru dan pengasuh, dapur dll. Bersamaan dengan itu pula didirikan Madrasah Aliyah (MA) sebagai kelanjutan dari Madrasah Tsanawiyah (MT. Assalaam, serta sebagai jawaban dari tuntutan masyarakat terhadap PPMI Assalaam. Pada tahun1986/1987 didirikan Madrasah Takhashushiyyah, sebuah kelas persiapan untuk calon santri yang akan melanjutkan ke MA Assalaam yang berasal dari SLTP umum di luar Assalaam. Pada tahun 1988/1989 SMA Assalaam didirikan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan pendidikan yang terjadi di luar Assalaam. Memasuki tahun pelajaran 2005/2006. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) didirikan, yang mengambil program keahlian komputer dan jaringan, dan persiapan SMK bermaksud untuk mencetak tenaga professional dengan berwawasan pada nilai-nilai keislaman. Pada perkembangan lebih lanjut Yayasan Majelis Pengajian Islam (YMPI) Surakarta yang diketuai oleh Hj. Siti Aminah Abdullah memperluas areal pondok dengan membeli tanah di desa Gonilan Kartasura Sukoharjo seluas 38. 600 m. Areal ini sekarang telah dikembangkan sehingga sudah berdiri berdiri bangunan kelas Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. 3 lantai untuk belajar, lapangan olah raga serta perumahan guru dan pengasuh. Dengan demikian sekarang ini PPMI Assalaam menempati areal seluas kurang lebih seluas 10 hektar lebih dengan berbagai fasilitas pendukung yang lengkap dan modern. Di usianya yang ke-27 tahun pada tahun 2009. PPMI Assalaam telah mencetak ribuan alumni yang tersebar di seluruh indonesia dan berbagai negara di dunia. Para alumni Assalaam ini terwadahi dalam sebuah organisasi yang bernama IKMAS (Ikatan Keluarga MaAohad Assalaam Surakart. dan telah berperan aktif di berbagai bidang dalam kehidupan masyarakat dan negara (Buku SIPENWARU PPMI Assalam Surakarta, . Visi dan Misi PPMI Assalam Surakarta Visi PPMI Assalam Surakarta adalah terwujudnya insan yang memiliki keseimbangan, spiritual, intelektual, dan moral menuju generasi ulul albab yang berkomitmen tinggi terhadap kemaslahatan umat dengan berlandaskan pengabdian kepada Allah SWT. (Qs. 3:190-. Sedangkan Misi PPMI Assalaam Surakarta adalah: Menyelenggarakan proses pendidikan islam yang berorientasi pada mutu, berdaya saing tinggi, dan moral guna mewujudkan kader umat yang menjadi rahmatan lil (Qs. Mengembangkan pola kerja pondok pesantren dengan berbasis pada manajemen profesional yang islami guna menciptakan suasana kehidupan di lingkungan pondok yang tertib, aman, dan damai. (Qs. 56:25-26. Qs. 9: 105. Qs. 67: . Meningkatkan citra positif lembaga pendidikan pondok pesantren yang berwawasan sains dan teknologi informasi serta berbudaya modern yang islami. (Qs. Prinsip Pondok PPMI Assalaam Surakarta mempunyai prinsip diantaranya: PPMI Assalaam Surakarta di bawah Yayasan Majelis Pengajian Islam (YMPI) Surakarta. Yayasan ini berkewajiban untuk menjaga, memelihara, memperluas wakaf, memenuhi segala kebutuhan harian yang berbentuk materi dan non meteri bagi PPMI Assalaam. Yayasan MPI juga bertanggungjawab akan hidup dan matinya PPMI Assalaam. PPMI Assalaam tidak berafiliasi pada salah satu faham golongan manapun, tetapi berjalan sesuai dengan ajaran agama Islam. Keadaan Tenaga Pendidik dan Santri . Tenaga Pendidik Seluruh pegawai di PPMI Assalaam berjumlah sebanyak 367 orang, 234 laki-laki dan 133 perempuan. Jumlah tersebut terdiri dari guru dan ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 pengasuh sebanyak: 191 orang yang terdiri dari 154 guru tetap dan 37 guru tidak tetap, dan karyawan sebanyak 176 orang, yang tersebar di berbagai bagian unit Latar belakang pendidikan pegawai PPMI Assalaam beraneka ragam. Para karyawan kebanyakan berpendidikan di bawah sarjana. Sedangkan para guru dan pengasuh kebanyakan sarjana dan pascasarjana, dengan rincian S-1 sebanyak 168 guru. S-2 sebanyak 10 orang, dan dalam proses pendidikan S-3 sebanyak 2 orang. Santri Santri PPMI Assalaam berasal dari seluruh penjuru tanah air Indonesia, dengan latar belakang berbeda-beda, baik organisasi, profesi, maupun strata sosial. Merupakan suatu keharusan bagi seluruh santri tanpa terkecuali untuk mukim/tinggal di asrama yang telah disediakan, berikut disiplin dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh pondok. Jenjang Pendidikan Jenjang pendidikan yang ada di PPMI Assalaam saat ini adalah: Madrasah Tsanawiyah (MT. Unit pendidikan tertua dan terbesar di PPMI Assalaam ini merupakan kelanjutan dari SD/MI dengan masa belajar 3 tahun. Kurikulum yang dipergunakan ialah kurikulum MTs dari Departemen Agama. Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional untuk mata. pelajaran umum, dan kurikulum kepondokan yang menekankan pada tambahan pendalaman masalah agama dengan penekanan terhadap penggunaan dua bahasa yaitu arab dan inggris. MTs PPMI Assalaam telah mendapat status akreditasi A oleh Badan Akreditasi Madrasah (BAN) propisnsi Jawa Tengah. Mulai tahun pelajaran 2002/2003. MTs PPMI Assalaam membuka program Akselerasi. Program menyelesaikan pendidikan di MTs PPMI Assalaam dalam jangka waktu 2 tahun, atau lebih cepat 1 tahun dari waktu normal. Santri program Akselerasi diseleksi dari peringkat 100 besar hasil Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SIPENWARU) PPMI Assalaam, selanjutnya diambil 20 putra dan 20 putri, untuk biaya penyelenggaraan program Akselerasi, terutama syahriyah diatur tersendiri. Selain itu. MTs PPMI Assalaam juga memiliki program unggulan yaitu kelas internasional, yang menitikberatkan pada pendalaman sains dan penyampaian mata pelajaran tertentu dengan bahas Inggris. Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. Madrasah Takhasushiyah (TKS) Jenjang ini secara khusus membina para siswa yang telah menyelesaikan SLTP/MTs di luar pondok Assalaam, sebagai persiapan untuk memasuki SMA. MA, atau SMK PPMI Assalaam. Tujuan program ini adalah mempersiapkan siswa/siswinya selama satu tahun dengan harapan agar mereka tidak mengalami banayak hambatan atau kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan siswa lulusan MTs Assalaam, ketika memasuki jenjang SMA. MA, atau SMK. Baik dalam bidang bahasa maupun pengetahuan agama serta ketentuan-ketentuan lain yang ada di pondok Assalaam. Kurikulum yang dipergunakan tidak sebagaimana unit-unit yang lain, akan tetapi diprioritaskan pada pendalaman pengetahuan agama dan dua bahasa, yaitu Arab dan Inggris. Bagi siswa/siswi yang telah mempelajari pengetahuan agama dan bahasa arab serta inggris sebelumnya, dapat mengikuti program percepatan selama kurang lebih 40 hari dan bila lulus ujian di program percepatan ini dapat melanjutkan ke jenjang SLTA. Madrasah Aliyah (MA) Madrasah Aliyah (MA) PPMI Assalaam merupakan jenjang kelanjutkan dari MTs dan TKs PPMI Assalaam. Masa belajar pada satuan pendidikan ini selama 3 Kurikulum yang dipergunakan di Madrasah Aliyah adalah adaptasi dari kurikulum satandar isi. Kurikulum Departemen Agama dan Kurikulum Kepesantrenan. Kurikulum MA PPMI Assalaam pada tingkat awal menekankan pada ulum syarAoiyah (Al QurAoan dan Ulumul QurAoan. Hadits dan Ulumul Hadits. Fiqh dan Ushul Fiqh. Aqidah Akhlak. SKI) serta skill berbahasa Arab dan Inggris, sedangkan pada tingkat akhir menekankan basis keilmuan program studi IPA dan IPS dengan penambahan jam mata pelajaran bersangkutan, sehingga diharapkan dapat menuntaskan target pencapaian materi UN dan ujian masuk perguruan tinggi. MA PPMI Assalaam telah mendapatkan status akreditasi A . angat bai. dengan no. Kw. 4/4/PP. 2/625. 01/2005 oleh BAM (Badan Akreditasi Madrasa. propinsi Jawa Tengah. MA PPMI Asalaam telah memperolah muAoadalah . dari universitas al-Azhar Kairo Mesir. Dengan muAoadalah ini maka alumni yang ingin melanjutkan studinya ke al-Azhar semakin mudah karena syarat melanjutkan studi ke al-Azhar salah satunya adalah berasal dari lembaga yang mendapatkan muAoadalah ini. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 . Sekolah Menengah Atas (SMA) Jenjang ini juga merupakan kelanjutan dari MTs dan TKs, dengan masa belajar 3 tahun. SMA Assalaam yang berdiri pada tahun 1989 ini menggunakan kurikulum departemen pendidikan nasional dengan penambahan dan pendalaman pada masalah agama dan dua bahasa, yaitu Arab dan Inggris. SMA Assalaam telah memperoleh status akreditasi A oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS) propinsi Jawa Tengah sejak tahun 2004. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) SMK Assalaam adalah unit terbaru di PPMI Assalaam yang didirikan pada tahun 2005, daan telah disyahkan oleh Dinas Pendidikan Nasional kabupaten Sukoharjo dengan nomor: 603/1716. SMK ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mampu mengikuti pendidikan lebih lanjut ke perguruan tinggi, sehingga alumnus SMK Assalaam diharapkan: mampu memiliki kompetensi dan mampu bersaing dalam pendidikan lanjut dan mamapu mengaplikasikan prinsip keselamatan dan kesahatan dalam produksi, serta memiliki akhlakul karimah. Sekolah Menengah Pertama Tahfidzul QurAoan dan Sains (SMP TQS) SMP TQS Assalaam adalah unit pendidikan formal kelanjutan dari MI/SD selama 3 tahun. Secara resmi menerima santri baru tahun 2021 . husus putr. Kampus Assalaam 2 ini terletak di Tepus Gunungkidul Yogyakarta. Menggunakan kurikulum Kementerian Pendidikan sinergi dengan kampus yang berada di Kartasura Sukoharjo Jawa Tengah. Program ini lebih memfokuskan pada Tahfidzul QurAoan dan Sains. Unit ini juga memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu. Sarana dan Prasarana Untuk menunjang proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi para santri, sebagai upaya untuk mencetak kader umat. PPMI Assalaam dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain sebagai berikut: Masjid berlantai 2 dengan kapasitas 5. 000 jamaah. Merupakan pusat kegiatan ibadah dan kajian keislaman, sebagai manifestasi penghambaan diri kepada Allah SWT. Ruang kelas 90 ruang dengan rincian: ukuran 7 x 8 m sebanyak 72 ruang, dan ukuran 8 x 9 m sebanyak 18 ruang, sebagai tempat kegiatan belajar mengajar dan kegiatan ekstrakulikuler. Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. Gedung laboratorium MIPA 2 lantai yang terdiri dari: Laboratorium Fisika. Laboratorium Kimia. Laboratorium Biologi. Laboratorium Astronomi dan Ilmu Falak Laboratorium Multimedia yang dilengkapi dengan komputer pentium 4. LCD Monitor 17 Inch, dan terkoneksi internet 24 jam sebanyak 3 lokal, masingmasing berisi 40 unit. Laboratorium Komputer dan Bahasa . Gedung Perpustakaan dengan lebih dari 11. 000 koleksi pustaka, berikut ruang baca yang luas, serta 2 ruang audio visual yang terpisah antara putra dan putri. Sarana olah raga - Indoor, terdiri dari 4 arena lapangan futsal, bulu tangkis dan tenis meja. - Out door, terdiri dari lapangan sepak takraw, volley, bola basket untuk putra dan putri dan lapangan sepak bola. Gedung perkantoran dua lantai yang merupakan pusat manajerial dan administrasi . Ruang Asatidzah . dua ruang . Gedung Assalaam Center 4 lantai merupakan pusat perkantoran, organisasi santri, fasilitas olah raga indoor, aula, ruang keshatan santri, bank, syirkah/koperasi/ dan fasilitas pendukung lainnya. Ruang pertemuan/aula dua ruang, satu ruang berkapasitas 150 orang dan satu ruang kecil yakni meeting room berkapasitas 20 orang. Unit Kesehatan Pondok: dilengkapi dengan petugas medis dan perlengkapan yang memadai, 1 unit putra dan 1 unit putri. Unit kesehatan pondok ini juga bekerja sama dengan Assalaam Medicare (AMC) . Restoran Assalaam, dilengkapi dengan fasilitas dapur . eralatan memasa. yang modern dan ruang makan bagi santriwan dan santriwati. Asrama berkapasitas 2. 210 santri - kamar besar putra . 55 kamar, kamar besar putri . 31 kamar, dengan fasilitas almari, kamar mandi di luar, - kamar tiga putra . 22 kamar, kamar tiga putri . 32 kamar, dengan fasilitas almari, meja, kursi belajar dan bed/tempat tidur, dan kamar mandi di - kamar empat putra . 66 kamar, kamar empat putri . 126 kamar dengan fasilitas almari, meja/kursi belajar, bed/tempat tidur, dan kamar mandi di ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 Kegiatan Harian Santri . Semua kegiatan yang diselenggarakan bernilai pendidikan, yaitu meliputi pelaksanaan ibadah, tata hidup bersama, kegiatan belajar maupun ekstrakurikuler. Waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas dan di laboratorium adalah 8 jam pelajaran selama 6 hari dalam satu pekan, total sebanyak 48 jam pelajaran, kecuali program akselerasi dan unggulan total sebanyak 40 jam pelajaran, 8 jam pelajaran sisanya digunakan untuk studi lapangan. Hari libur dalam satu pekan adalah 1 hari pada hari Ahad, dan diperbolehkan untuk keluar kompleks mulai pukul 12. 00 wib, 2 pekan sekali bergantian antara putra dan putri. Sedangkan hari libur pondok adalah libur akhir tahun pelajaran pada bulan Juni-Juli, dan libur Ramadhan/ Idul Fitri. Mulai tahun pelajaran 2007/2008 seluruh unit pendidikan di PPMI Assalaam sudah menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan berbasis pada kurikulum pondok. Managemen Pendidikan Pesantren Assalam Surakarta Untuk mengetahui gambaran managemen pendidikan Pesantren Assalam Surakarta bisa di lihat dari penjelasan dibawah ini: Unsur managemen di PPMI Assalam meliputi unsur man . , money . , material . , machine . , methode . , market . Unsur man meliputi pimpinan pesantren, pengasuh, direktur madrasah, pendidik dan tendik serta Pengelolaan keuangan di kelola dengan baik pada bagian bendahara pesantren yang menjadi central keuangan dari unit-unit yang ada di bagian-bagian. Materi berupa pelajaran agama, sains, dan tegnologi sebagai ilmu yang untuk di konsumsi santri. Mesin berupa saran dan prasarana baik yang menjadi penunjang pesantren dan Pendidikan. Metode merupakan cara-cara untuk memperlancar proses pembelajaran dan Pendidikan yang meliputi metode student centered. Dalam unsur market. PPMI Assalam bekerjasama dengan semua elemen baik masyarakat sekitar maupun instansi Kebijakan sebagai bentuk monitoring PPMI Assalam Surakarta memiliki kebijakan dalam membimbing dan membina santri, yaitu: . ketersediaan pendidik dan tendik yang professional dan bertaqwa, . selalu menjaga dan meningkatkan keteladanan dan kekeluargaan disemua unit, . memberdayakan santri dalam kegiatan ikatan santri dan program-program, . semua Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. santri wajib tinggal diasrama dan wajib mentaati tata tertib serta wajib menjalankan ibadah sunnah, bacaan dan hafalan alquran. Penyusunan program-program Program berupa jangka panjang tahunan dan program bulanan serta harian terkait sekolah dan kegiatan pesantren PPMI Assalam. Pengorganisasian pesantren Pengorganisasian berupa stuktur pimpinan, dewan pengajar, dewan kyai, dan organisasi penggerak kegiatan kesantrian. Pendelegasian wewenang Pendelegasian wewenang dilakukan oleh pimpinan terhadap unit-unit sekolah di PPMI. Unit-unit sebagai pelaksana wewenang yang dimandatkan oleh pimpinan pesantren sehingga bersifat desentralisasi. Unit-unit memiliki wewenang menjalankan programnya dan pimpinan sebagai penasehat serta menyetujui kegiatan. Perencanaan pada Visi Misi PPMI Assalam memiliki merencanakan untuk mencetak generasi insan kamil . yaitu mewujudkan insan yang memiliki keseimbangan spiritual, intelektual dan mora menuju generasi ulul albab berlandaskan alquran dan sunnah. Visi misi ini diturunkan pada usaha pengembangan SDM yang unggul. Spiritual, kedisiplinan, penguasaan keilmuan, moralitas dan kesetiaan. Untuk pelaksanaannya. Assalam menjalin kerjasama dengan institusi luar negeri untuk pelatihan pengembangan SDM. Sebagai contoh kerjasama dengan Le Groupe Scolaire Alif School Perancis dengan bentuk pertukaran pendidik, pelajar, pengembangan SDM, dan pelatihan managemen Lembaga. PPMI Assalam juga bekerja sama dengan UIN Surakarta untuk pengembangan PLPG Pendidik. Pelaksanaan Pendidikan . Sistem Pendidikan Pendidikan di PPMI Assalaam dikembangkan dengan mengambil langkahlangkah yang positif dan kongkret sebagai berikut: Memadukan dua manhaj . pendidikan, yaitu memadukan sistem pendidikan salafiyah dengan sistem pendidikan modern, yang terkenal di Assalaam dengan istilah majmaAoul bahraini, dimana dalam kegiatan belajar mengajar menganut pada sistem sekolah pada umumnya. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari para santri diatur dalam sistem asrama, sebagaimana pondok pesantren salafiyah, dengan tata tertib dan disiplin pondok. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 . Pendidikan yang bersifat integral-holistik. bertolak dari konsep manusia yang bersifat integral-holistik, serta berorientasi kehidupan yang menjangkau tiga dimensi waktu, yaitu: masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Assalaam tidak hanya meletakkan dirinya berada dalam dunianya sendiri, akan tetapi juga berupaya untuk hidup bersama dan berdialog dengan kehidupan dunia. Dengan demikian sistem yang dikembangkan berorientasi pada diniawi dan ukhrowi. Wawasan keseimbangan . ini dikembangkan antara ilmu-ilmu alamiyah dan teknologi dengan ilmu-ilmu diniyah islamiyah . ntelektual dengan spiritual/mora. antara fikir dan dzikir masing-masing mendapat porsi yang Para santri nantinya diharapkan memiliki ilmu pengetahuan yang luas, baik ilmu dinul islam maupun ilmu-ilmu alamiyah dan teknologi, dan beraqidah shahihah yang mantap . afaqquh fiddi. serta ditunjang dengan akhlaqul karimah. Pandangan Kemodernan Kata modern bukan hanya sekedar untuk menghilangkan image bahwa pesantren pada umumnya yang serba terbelakang, kolot serta ketinggalan zaman. Akan tetapi juga perlu disadari bahwa pengaruh globalisasi membawa dampak saling ketergantungan antara satu pihak dengan pihak lain. Oleh karena itu Assalaam harus bisa berdiri kokoh dengan identitas jati dirinya sendiri. Sesuai dengan namanya Assalaam selalu bersikap damai dengan siapa saja, transparan, terbuka, dan lentur serta bijaksana dalam menjalin network dengan berbagai Berkaitan dengan hal tersebut, maka sejak awal dipahamkan kepada santri tentang sepuluh ciri manusia modern: Terbuka dan bersedia menerima hal-hal baru yang ashlah dari berbagai perubahan dan inovasi. Berorientasi demokrasi/musyawarah serta mampu menerima pendapat yang tidak selalu sama. Berpijak paa realitas/rel thinking, manghargai waktu, disiplin, konsisten, sistematik dalam setiap menyelesaikan persoalan. Selalu terlibat dalam perencanaan dan pengorganisasian. Menghargai pendapat orang lain. Memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu dapat diperhitungkan. Rasional serta percaya pada iptek . Menunjang tinggi keadilan berdasar potensi, kontribusi dan kebutuhan Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. Efektif dan efisien . Selalu belajar, untuk mampu mengatasi lingkungan Pemikiran-pemikiran yang dikembangkan tersebut dimaksudkan agar santri berfikir kritis, rasional, tidak taqlid, tidak jumud, dan tidak menjurus pada kultus Sistem Kurikulum Sistem kurikulum di PPMI Assalam Surakarta terdiri dari sekolah formal yang meliputi sekolah madrasah dan umum serta kejuruan. Dalam sekolah tersebut Assalam memadukan Ilmu Agama. Sains dan Tegnologi. Assalam menggabungkan kurikulum pemerintah dan kurikulum kepondokan, memiliki kurikulum bilingualism (Arab dan Inggri. , memiliki kurikulum akselerasi yaitu masa studi hanya 2 tahun untuk jenjang Mts dan MA, juga kurikulum Kulliyatul Quran wal Hadist serta kelas Internasional. Berdasarkan hal ini, maka Assalam memiliki keunggulan dibanding pesantren lain. Hal ini menjadi unik karena meskipun pesantren namun PPMI Assalam juga memiliki sekolah formal baik madrasah, umum maupun kejuruan. Disampingh itu. PPMI Assalam memiliki kurikulum ektra kurikuler yang lengkap dan unik. Berikut beberapa kegiatan ektra: Muhadlarah Merupakan kegiatan untuk melatih kemampuan orasi santri serta kemampuan berpidato di depan santri yang lain. Santri dibuat perkelompok dan berlatih bergantian secara bergilir. Diadakan 2-3 kali pertemuan selama sepekan masing-masing kurang lebih 1 jam, menggunakan tiga bahasa (Arab, inggris, dan indonesi. Muhadatsah Merupakan kegiatan melatih kemampuan berbicara dalam dua bahasa (Arab dan Inggri. yang dilakukan dengan sesama santri secara rutin dibawah pengawasan pembimbing untuk membantu kosa kata yang belum diketahui. Dengan target santri terbiasa dengan dua bahasa tersebut. Tazwidul Mufrodat Merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa arab yang dilakukan melalui penambahan kosa kata baru oleh seorang pembimbing. Santri dibagi perkelompok atau perkelas. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 Halaqah Merupakan kegiatan kajian pembinaan dan kajian keagamaan yang dilakukan oleh seorang pembimbing . , dengan cara santri dibuat perkelompok . Pertemuan dilakukan sekali sepekan kurang lebih 45 Disamping itu terdapat pula kelompok-kelompok kajian keagamaan santri yang dibentuk untuk satu kajian yaitu mengkaji ilmu agama Islam. Setiap kelompok berkisar antara 20-30 orang. Diantara kelompok-kelompok yang ada adalah: . Haiatul hisbah, . Al mujaddidah, . Naiul Author, . Minhajul Muslimin, . Riyadhusshalihin, . Ihya ulumuddin dll. Kelompok Karya Ilmiah Merupakan kelompok-kelompok merangsang minat dan kemampuan santri dalam berkarya yang bersifat ilmiah. Dari kelompok ini diharapkan lahir bibit-bibit baru yang mampu menghasilkan karya ilmiah yang mumpuni sehingga mampu berbicara di tingkat regional maupun nasional. Kelompok ilmiah di PPMI Assalaam diberi nama PERIKSA (Perkumpulan Ilmiah Santri Assalaa. , yang terdiri dari triple I, kelompok ilmiah remaja, dan klub-klub studi mata pelajaran tertentu. Bela Diri Kegiatan yang diarahkan sebagai sebagai kegiatan olah fisik santri. Diantara kelompok-kelompok beladiri yang terwadahi di Assalaam adalah: panca sakti, sinar putih. INKAI, tapak suci, dan tekwondo. Kelompok Seni dan Keterampilan Merupakan kelompok yang dibentuk untuk mewadahi bakat seni dan keterampilan yang dimiliki santri sehingga dapat dikembangkan. Antara lain: kelompok theater, nasyid, qiroAoah, kaligrafi, mading, dll. Kelompok Olah Raga Merupakan kelompok yang dibentuk untuk mewadahi bakat olah raga Diantara kelompokkelompok yang ada adalah: PERSSAS (Persatuan Sepak Bola Santri Assalaa. VOLTA (Volley Ball Santri Assalaa. , klub bola basket, klub bulu tangkis, klub renang, klub sepak takraw, klub tenis meja, dll. Pengembangan Manajemen Pengetahuan Madrasah & Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakart. Kelompok Pecinta Alam Merupakan kelompok yang dibentuk untuk mewadahi bakat dan hobi santri dalam menjelajahi alam. Kelompok pecinta alam santri Assalaam diberi nama SANPALA (Santri Pecinta Ala. Latihan Kepemimpinan Diberikan kepada santri sejak dini melalui keikutsertaan dalam kelompok-kelompok yang ada. Keorganisasian yang membawai langsung seluruh kelompok-kelompok yang ada adalah Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam (OpMIA). Melalui organisasi inilah santri dididik menjadi pemimpin. Disamping itu santri dapat berlatih organisasi melalui organisasi konsulat yang merupakan perkumpulan santri yang diklasifikasi berdasarkan asal daerah masing-masing. Jurnalistik Untuk mewadahi bakat jurnalistik santri maka dibuatlah majalah yang secar khusus merupakan kumpulan hasil karya seni, apresiasi, dan tulisan Majalah tersebut rutin diterbitkan dan diberi nama karnisa . arya opini dan inteljensi santri Assalaa. Klub Komputer. AWMCOM (Assalaam Webmaster Communit. Untuk mewadahi dan mengembangkan keterampilan komputer santri, maka dibuatlah klub-klub komputer dan internet. Disamping kegiatan-kegiatan tersebut di atas, secara insidental antri dibekali pengalaman dan pengetahuan melalui seminar dan lain-lain,. baik dalam bidang ilmiah, syariAoah, jurnalistik, broadcasting serta keterampilan-keterampilan lain. Klub Astronomi Bagi santri yang menyenangi dunia perbintangan dan ilmu falak terwadahi dalam kelompok yang bernama CASA (Club Astronomi Santri Assalaa. Kegiatan santri yang tergabung dalam kelompok ini dapat diakses di weblog http://blogcasa. KESIMPULAN Dalam rangka mencetak generasi penerus yang cerdas dan berakhlaq mulia diperlukan pendidikan yang menyeluruh, dalam arti mencakup semua potensi baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mengkombinasikan ketiga aspek tersebut, tidak hanya menekankan aspek kecerdasan kognitif ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 235-258 semata, akan tetapi juga menekankan pada aspek afektif dan psikomotor, yaitu dengan mengajarkan nilai-nilai dan norma yang sesuai dengan syariat Islam serta membekali para santri dengan berbagai ketrampilan . ife skil. PPMI Assalam memiliki merencanakan untuk mencetak generasi insan kamil . yaitu mewujudkan insan yang memiliki keseimbangan spiritual, intelektual dan mora menuju generasi ulul albab berlandaskan Al-Quran dan Sunnah. Visi misi ini diturunkan pada usaha pengembangan SDM yang unggul. Spiritual, kedisiplinan, penguasaan keilmuan, moralitas dan kesetiaan. Sistem pendidikan dengan memadukan dua manhaj . pendidikan, yaitu memadukan sistem pendidikan salafiyah dengan sistem pendidikan modern, yang terkenal di As-salaam dengan istilah majmaAoul bahraini, dimana dalam kegiatan belajar mengajar menganut pada sistem sekolah pada umumnya. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari para santri diatur dalam sistem asrama, sebagaimana pondok pesantren salafiyah, dengan tata tertib dan disiplin pondok. Pendidikan bersifat integral-holistik. bertolak dari konsep manusia yang bersifat integral-holistik, serta berorientasi kehidupan yang menjangkau tiga dimensi waktu, yaitu: masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Pengembangan managemen dan pengelolaan Pendidikan di PPMI Assalam terdiri dari unsur-unsur managemen meliputi man, money, material, methode, macine, dan market. Sedangkan langkah-langkah realisasi dalam rangka pelaksanaan program berupa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan monitoring. DAFTAR PUSTAKA