EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA PROGRAM STUDI FARMASI DI SAMARINDA TERHADAP PRAKTEK PENCEGAHAN COVID-19 Vivi Trisnowati1. Achmad Kadri Ansyori1*. Octaviana Maria Simbolon2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan DirgahayuSamarinda Email : achmad. ansyori@gmail. ABSTRACT Coronavirus Disease 2019 (COVID-. is an infectious disease declared a global pandemic by WHO. The prevalence of COVID-19 in Indonesia is high. According to the collected data, there is an increase of cases occurring in Samarinda, where most of the infections are asymptomatic. The spreads occur at universities or colleges. This study aims to evaluate the knowledge and attitudes of pharmacy students in Samarinda toward COVID-19 prevention practices. This study uses a questionnaire as a data collection tool. The number of verified respondents was 336 respondents. The characteristics of respondents in this study are 80. 7% female, 69,6% aged between 17 and 20 years, and 3% living in Samarinda. About 66. 1% of students come from a private university, and 0% are currently studying in the second semester. About 98. 8% of students have received information about COVID-19 and its prevention method. About 54. 2% of students have attended seminars or lectures about COVID-19 and its prevention methods. The knowledge and attitude level of pharmacy students in Samarinda towards COVID-19 are good. The COVID-19 prevention practices of pharmacy students in Samarinda are Pharmacy students' knowledge and attitudes towards COVID-19 in Samarinda are highly related to COVID-19 prevention practice. The semester level has taken by students of the pharmacy study program in Samarinda and whether or not students have received information about COVID-19 contributed to the level of knowledge about COVID-19. Keywords : COVID-19, knowledge, attitudes, prevention practices, questionnaire PENDAHULUAN COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus jenis baru. Penyakit ini diawali dengan munculnya kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Wuhan. China pada akhir Desember 2019. Corona virus jenis baru tersebut awalnya disebut 2019nCoV, kemudian dinamai Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-. Beberapa bulan kemudian virus ini menyebar ke seluruh dunia. COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHOpada tanggal 9 Maret 2020. COVID-19 bencana nonalam berupa wabah penyakit yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan data yang dikumpulkan menunjukkan mening-katnya kasus COVID-19 di Samarinda, dimana asymptomatic atau Orang Tanpa Gejala (OTG) dan adanya potensi penularan di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa termasuk masyarakat yang rentan terhadap COVID-19. Menurut data Satgas COVID-19, masyarakat dengan kelompok umur 19-30 tahun . ,72%), adalah masyarakat yang paling rentan terhadap infeksi COVID-19, setelah kelompok umur 31-45 tahun . ,56%). Hal ini disebabkan karena kedua kelompok tersebut merupakan kelompok yang mempunyai interaksi dan mobilitas yang tinggi. Berdasarkan bukti ilmiah. COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin . atau tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19. Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang empat belas hari. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Akan tetapi, seseorang bisa terinfeksi atau membawa virus corona tanpa menunjukkan gejala. Protokol penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air bersih, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapapun menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti menganggap perlu melakukan pengetahuan dan sikap mahasiswa program studi farmasi di Samarinda tentang COVID19 terhadap praktek pencegahan COVID19. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental berupa survey dengan analisis data secara deskriptif ObjekPenelitian Objek pengetahuan, sikap dan praktek pencegahan COVID-19 pada mahasiswa program studi farmasi pada lima perguruan tinggi di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Alat Ukur Penelitian Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner berisi tiga puluh dua pernyataan yang terdiri dari dua belas pernyataan yang mengukur pengetahuan responden tentang penyebab, cara penularan, cara pencegahan dan cara pengobatan COVID-19, sepuluh pernyataan yang mengukur sikap yang dipilih responden terhadap persepsi atau mitos yang berkembang di masyarakat tentang COVID-19 dan pencegahannya, dan sepuluh pernyataan mengukur praktek pencegahan COVID-19 responden yang sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Pernyataan-pernyatan yang diajukan dalam kuesioner berupa pernyataan positif dan pernyataan negatif. Teknik skala yang digunakan pada kuesioner adalah skala likert. Kuesioner menggunakan empat alternatif jawaban yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan atau sikap yang diungkapkan dengan skor. Hasil COVID-19 dikategorikan dalam beberapa kategori yaitu sangat baik, baik, kurang, dan sangat Tabel 1. Kategori Hasil Pengukuran Tingkat Pengetahuan. Sikap Praktek Pencegahan COVID-19 Responden Skor Interval Kategori 3,25 < x O 4,00 Sangat Baik 2,50 < x O 3,25 Baik 1,75 < x O 2,50 Kurang 1,00 < x O 1,75 Sangat Kurang Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi farmasi pada lima perguruan tinggi di Samarinda berdasarkan data pelaporan tahun 2019 . emester gena. dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 1858 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Untuk menentukan besar sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin sebagai berikut: Keterangan : N = Jumlah sampel . esponden dalam N = Jumlah populasi e = tingkat kepercayaan yang ditetapkan . alam penelitian ini, tingkat kepercayaan yang ditetapkan sebesar Berdasarkan jumlah sampel minimal yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 329 mahasiswa. Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik Statistika deskriptif yang digunakan pada penelitian ini meliputi nilai rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi, varians, dan tabel frekuensi yang dilengkapi persentase. Statistika inferensial yang digunakan untuk melakukan generalisasi nilai rata-rata sampelkenilai rata-rata populasi adalah pendugaan interval menggunakan statistic t. Statistik inferensial yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel yang satu terhadap variabel lain yang disebabkan oleh suatu faktor yang terdiri dari beberapa level faktor yang Jumlahnya berhingga menggunakan Uji Analysis of Varians (ANOVA) jika data terdistribusi normal atau Uji U Mann Withney dan Uji Kruskal Wallisjika data tidak terdistribusi normal. Pengujian dilakukan dengan menggunakan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Sampel Penelitian Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada mahasiswa program studi farmasi yang merupakan sampel penelitianini pada bulan Februari Jumlah responden yang terverifikasi dalam penelitian ini sebanyak 336 responden yang berasal dari program studi farmasi baik diploma tiga maupun sarjana pada lima perguruan tinggi di Samarinda. Penggolongan karakteristik responden disajikan pada tabel Tabel 2 menunjukkan bahwa sebanyak 80,7% responden berjenis kelamin perempuan dan 19,3% responden berjenis kelamin laki-laki. Hal ini disebabkan karena jurusan farmasi lebih banyak diminati oleh dibandingkan laki-laki. Tabel 2. Karakteristik Responden Penggolongan Karakteristik Jumlah Responden Persentase (%) Laki-laki Perempuan 17 - 20 tahun 21 - 25 tahun > 25 Samarinda Luar Samarinda Negeri Swasta Semester II Semester IV Semester VI Semester Vi Responden pernah memperoleh informasi tentang COVID-19 dan metode pencegahannya Pernah Tidak Pernah Responden pernah mengikuti seminar atau penyuluhan tentang COVID-19 dan metode pencegahannya Pernah Tidak Pernah Jenis kelamin Usia . Domisili Jenis Perguruan Tinggi Semester yang sedang ditempuh Parameter Sebanyak 69,6% berusia 17-20 tahun dan 26,5% Berdasarkan kelompok usia menurut Depkes RI . , kedua kelompok usia ini termasuk dalam kelompok usia 3,9% responden berusia >25 tahun yang termasuk dalam kelompok usia dewasa Data Satgas COVID-19 menyebutkan bahwa hingga minggu kedua bulan Februari 2021 jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kalimantan Timur adalah 49. 172 kasus. Jumlah kasus terkonfirmasipositif COVID-19 di Samarinda adalah 9. 728 kasus . ,78% kasus di Kalimantan Timu. Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Samarinda tersebut merupakan kasus tertinggi kedua di Kalimantan Timur setelah Balikpapan. Menurut data Satgas COVID-19 tersebut, masyarakat di Kalimantan Timur dengan kelompok umur 19-30 tahun . ,06%), adalah masyarakat yang paling rentan terhadap infeksi COVID-19, setelah kelompok umur 31-45 tahun . ,52%). Hal ini disebabkan karena kedua kelompok tersebut merupakan kelompok yang mempunyai interaksi dan mobilitas yang tinggi. Sebanyak 58,3% berdomisili di Samarinda dan 41,7% berdomisili di luar Samarinda. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease2019 (COVID-. , menyebutkan ketentuan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) yang pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19, mencegah penyebaran dan COVID-19 pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua. Hal inilah yang menyebabkan walaupun responden terdaftar sebagai mahasiswa perguruan tinggi di Samarinda, tetapi mahasiswa yang berasal dari luar Samarinda mengikuti pembelajaran daring dari daerahnya masing-masing. Sebanyak 33,9% berasal dari perguruan tinggi negeri yaitu Univertas Mulawarman, dan 66,1% responden berasal dari empat perguruan tinggi swasta yaitu : Universitas Nahdhatul Ulama Kalimantan Timur. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dirgahayu. Sebanyak 33,0% responden sedang menjalani pendidikan pada semester II, 20,8% responden pada semester IV, 30,4% responden pada semester VI, dan 15,8% responden pada semester Vi. Sebanyak 98,8% pernah memperoleh informasi tentang pandemi COVID-19 dan metode 1,2% responden belum pernah memperoleh informasi tentang pandemi COVID-19 dan metode pencegahannya. Informasi yang dimaksud diperoleh dari media sosial (Whatapps/ Facebook/ Twitter/ Instagra. , media Televisi/ Koran/ Buletin, dan Laman Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19. Sebanyak 54,2% responden pernah mengikuti penyuluhan tentang pandemi COVID-19 dan metode pencegahannya, dan 45,8% responden tidak pernah mengikuti seminar tersebut. Pengukuran Tingkat Pengetahuan. Sikap dan PraktekResponden tentang COVID-19 dan Pencegahannya Tingkat pengetahuan responden tentang COVID-19 dan pencegahannya dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari dua belas pernyataan yang telah dilakukan uji validitas dan uji Tabel 3. Hasil Pengukuran Tingkat Pengetahuan Responden COVID-19 dan Pencegahannya Skor Interval 3,25 < x O 4,00 2,50 < x O 3,25 1,75 < x O 2,50 1,00 < x O 1,75 Total JumlahRespond Kategori (%) Sangat Baik Baik Kurang Sangat Kurang Sikap COVID-19 dan pencegahannya pada menggunakan kuesioner yang terdiri dari sepuluh pernyataan yang telah dilakukan uji validitas dan uji Tabel 4. Hasil Pengukuran Sikap Responden terhadap COVID-19 dan Pencegahannya Skor Jumlah Responden (%) Interval Kategori 3,25 < x O 4,00 Sangat Baik Baik 1,75 < x O 2,50 Kurang 1,00 < x O 1,75 2,50 < x O 3,25 Sangat Kurang Total Praktek pencegahan COVID-19 dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari sembilan pernyataan yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Tabel 5. Hasil Pengukuran Praktek Responden dalam Pencegahan COVID19 Skor Interval Jumlah Responden Kategori 1,00 < x O 1,75 Sangat Kurang Total Uji Pendugaan Interval Nilai Ratarata Populasi Hasil pengujian pendugaan rata-rata menunjukkan bahwa: Pengetahuan mahasiswa program studi farmasi di Samarinda tentang COVID-19 kategori baik dengan rentang skor 2,97 sampai 3,02. Sikap mahasiswa program studi farmasi di Samarinda terhadap COVID-19 kategori baik dengan rentang skor 3,18 sampai 3,25. Praktek pencegahan COVID-19 mahasiswa program studi farmasi di Samarinda termasuk dalam kategori sangat baik dengan rentang skor 3,31 sampai 3,39. Uji Normalitas Data Pengujian normalitas data pada ketiga variabel menggunakan statistika Kolmogorov Smirnov signifikan pengujian =0,05. Hasil pengujian disajikan pada tabel 6. Tabel 6. Hasil Uji Normalitas Data Variabel Kolmogorov-Smirnova Stat. Sig. Pengetahuan 0,127 0,000 Sikap 0,105 0,000 0,121 0,000 (%) 3,25 < x O 4,00 Sangat Baik 2,50 < x O 3,25 Baik Praktek 1,75 < x O 2,50 Kurang Hasil pengujian normalitas data pada variabel pengetahuan, sikap dan COVID-19 menunjukkan ketiganya tidak dapat diasumsikan berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal . <0,. , sehingga untuk menguji hubungan antar variabel di populasi digunakan statistika nonparametrik, yaitu Uji U Mann Withney dan Uji Kruskal Wallis. Analisis Hubungan Pengetahuan Responden Sikap Responden terhadap COVID-19 Pengujian hubungan pengetahuan responden terhadap sikap responden terhadap COVID-19 menggunakan statistika Kruskal Wallis dan taraf signifikan pengujian =0. Hasil pengujian disajikan pada tabel 7. Tabel 7. Hasil Uji Hubungan Pengetahuan Responden terhadap Sikap Responden terhadap COVID-19 Test Statisticsa,b PENGETAHUAN * SIKAP Chi-Square Asymp. Sig. 39,164 0,000 Hasil pengujian menunjukkan bahwa taraf signifikan statistika kurang dari taraf signifikan pengujian . <0,. , sehingga didapatkan hasil bahwa pengetahuan responden tentang COVID19 dan pencegahannya memiliki hubungan yang signifikan terhadap sikap responden terhadap COVID-19. Tingkat pengetahuan yang baik dapat mempengaruhi seseorang dalam menentukan sikapnya pada suatu hal. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Rachmani et al . menyatakan bahwa sikap masyarakat yang buruk terhadap pencegahan COVID-19 lebih banyak ditemukan pada masyarakat dengan pengetahuan yang rendah COVID-19, masyarakat yangbaik lebih banyak ditemukan pada masyarakat dengan pengetahuan yang tinggi. Peng et al . dalam hasil penelitiannya juga mengemukakan bahwa pengetahuan yang baik akan mendorong sikap positif dalam pencegahan COVID-19. Analisis Hubungan Pengetahuan Responden Praktek Pencegahan COVID-19 Responden Pengujian hubungan pengetahuan responden terhadap praktek pencegahan COVID-19responden statistika Kruskal Wallis dan taraf signifikan pengujian =0. Hasil pengujian disajikan pada tabel 8. Hasil pengujian menunjukkan bahwa taraf signifikan statistika kurang dari taraf signifikan pengujian . <0,. , sehingga didapatkan hasil bahwa pengetahuan responden tentang COVID19 dan pencegahannya memiliki hubungan yang signifikan terhadap COVID-19 Tabel8. Hasil Uji Hubungan Pengetahuan Responden Praktek Pencegahan COVID-19 Responden Test Statisticsa,b PENGETAHUAN * PRAKTEK Chi-Square Asymp. Sig. 40,063 0,000 Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Peng et al . menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa program studi sarjana di Cina memahami informasi dasar, mempresentasikan praktik proaktif terhadap wabah COVID-19. Hal yang berbeda ditunjukkan pada hasil Salman menyimpulkan bahwa mahasiswa dan karyawan perguruan tinggi di Pakistan memiliki pengetahuan dan sikap terhadap COVID-19 yang memuaskan, namun praktek preventif mereka terkait dengan penyakit tersebut masih kurang memadai. Analisis Hubungan Sikap Responden Praktek Pencegahan COVID-19 Responden Pengujian responden terhadap praktek pencegahan COVID-19 responden menggunakan statistika Kruskal Wallis dan taraf signifikan pengujian =0. Hasil pengujian disajikan pada tabel 9. Hasil pengujian menunjukkan bahwataraf signifikan statistika kurang dari taraf signifikan pengujian . <0,. , sehingga didapatkan hasil bahwa sikap responden terhadap COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan terhadap COVID-19 Tabel 9. Hasil Uji Hubungan Sikap Responden Praktek Pencegahan COVID-19 Responden Test Statisticsa,b masyarakat terkait dengan pencegahan COVID-19 terdapat hubungan yang Hasil praktek pencegahan COVID-19 yang buruk juga lebih banyak ditemukan pada masyarakat dengan sikap yang buruk COVID-19, sedangkan masyarakat dengan praktek pencegahan yang baik lebih banyak ditemukan pada masyarakat dengan sikap yang baik terhadap pencegahan COVID-19. Analisis Hubungan Karakteristik Responden terhadap Pengetahuan Responden tentang COVID-19 Pengujian hubungan antara pengetahuan responden tentang COVID19 menggunakan statistika Kruskal Wallis dan U Mann Whitney dengan taraf signifikan pengujian =0. Hasil pengujian disajikan pada tabel 10. Tabel 10. Karakteristik Pengetahuan COVID-19 Karakteristik Jenis kelamin SIKAP * PRAKTEK Chi-Square Asymp. Sig. 128,147 0,000 Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan Rachmani . , menyimpulkan sikap dengan praktek Usia Domisili Jenis Perguruan Tinggi Semester yang sedang ditempuh Hasil Uji Hubungan Responden Responden Variabel Pengetahuan Stat. Sig. U Mann Whitney Kruskal Wallis U Mann Whitney U Mann Whitney Kruskal Wallis 0,974 0,173 0,292 0,067 0,012 Responden pernah informasi tentang COVID-19 dan Responden pernah mengikuti seminar atau penyuluhan tentang COVID-19 dan metode U Mann Whitney 0,024 U Mann Whitney 0,891 Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat dua karakteristik responden yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan responden tentangCOVID-19. Pertama, adalah semester yang sedang ditempuh Hal ini ditunjukkan dengan taraf signifikan statistika kurang dari taraf signifikan pengujian . <0,. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata pengetahuan mahasiswa di Semester Vi signifikan berbeda dengan rata-rata pengetahuan mahasiswa pada semester sebelumnya. Hal ini sangat mungkin disebabkan karena mahasiswa yang sudah berada pada jenjang semester Vi sudah dalam orientasi memasuki penerapan ilmu dan pengkajian ilmu interdisipliner dan ilmu-ilmu ektra diluar bidang ilmu Mereka telah dalam persiapan memperkaya Wawasan untuk kemampuan meneliti dan penyelesaian skripsinya, sehingga lebih tertarik dengan informasi tentang permasalahan nyata dan praktik. Menurut Notoatmodjo . tingkat pendidikan seseorang atau individu akan pendidikan akan semakin mudah berfikir rasionalisme dan menangkap informasi baru termasuk dalam menguraikan masalah yang baru. Karakteristik memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan responden tentang COVID-19 adalah pernah tidaknya tentang COVID-19. Hal ini ditunjukkan dengantaraf signifikan statistika kurang dari taraf signifikan pengujian . <0,. Pengetahuan didapatkan dari proses pendidikan formal seperti perkuliahan ataupun non formal seperti pelatihan dan penyuluhan, namun juga didukung dari informasi yang diterima misal dari media masa, koran, majalah, internet, televisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memanfaatkan lebih dari satu jenis sumber informasi untuk mendapatkan informasi tentang COVID19. Sumber informasi yang paling sering diakses oleh responden dalam penelitian (Whatapps/Facebook/Twitter/Instagram. Saat ini media sosial telah menjadi bagian yang hampir tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat pada, khususnya di kalangan Hasil penelitian Peng et al . menyatakan bahwa mahasiswa program studi sarjana di Cina memahami informasi dasar tentang COVID-19 mendapat informasi tentang COVID-19 dengan baik, yang efektif diberikan melalui kampanye pendidikan publik yang masif, terutama melalui internet. Penelitian terhadap mahasiswa program studi sarjana sebuah universitas di Hong Kong, menemukan bahwa menggunakan media sosial untuk tujuan akademis bukanlah prediktor signifikan dari kinerja akademis yang diukur dengan nilai rata-rata kumulatif, sedangkan menggunakan media sosial multitasking media sosial secara . Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Alzoubi et al . , yang menyebutkan bahwa sumber utama pengetahuan tentang COVID-19 pada mahasiswa sebuah universitas di Jordan adalah media sosial, internet dan televisi. Hingga saat ini Pemerintah Indonesia Kementerian Kesehatan telah melakukan tindakantindakan signifikan berupa pemberian pengetahuan terkait dengan edukasi pencegahan penularan virus COVID-19 dan bahaya COVID-19 pada masyarakat melalui media sosial, televisi dan surat Langkah ini bertujuan untuk kedaruratan kesehatanmasyarakat masyarakat menghadapi situasi tersebut. Hal ini akan mengarahkan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan yang sesuai, mengurangi kepanikan dan mencari sikap positif, dan mematuhi praktek yang selaras dan diinginkan. Sebanyak 33,0% sedang menempuh pendidikan di Semester II dan 30,4% sedang menempuh pendidikan di Semester VI. Sebanyak 98,8% pernah memperoleh informasi tentang COVID-19 dan metode Sebanyak 54,2% pernah mengikuti seminar atau penyuluhan tentang COVID-19 dan metode pencegahannya. Tingkat pengetahuan mahasiswa program studi farmasi di Samarinda tentang COVID-19 dan sikap mahasiswa program studi farmasi di Samarinda terhadap COVID-19 termasuk dalam kategori baik. Praktek pencegahan COVID-19 mahasiswa program studi farmasi di Samarinda termasuk dalam kategori sangat baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap mahasiswa program studi farmasi di Samarinda pencegahan COVID-19. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat semester yang ditempuh mahasiswa program studi farmasi di Samarinda dan pernah tidaknya mahasiswa memperoleh COVID-19 mahasiswa tentang COVID-19. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan Karakteristik penelitian ini sebanyak 80,7% berjenis kelamin perempuan. 69,6% 58,3% berdomisili di Samarinda. Sebanyak 66,1% berasal dari perguruan tinggi DAFTAR PUSTAKA