ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 Strategi Peningkatan Regenerasi Petani pada Usahatani Sayuran Dataran Tinggi Farmer Regeneration Strategy of The Younger Generation in Highland Vegetable Farming Anneke Putri Hermawati1. Neni Musyarofah1. Yoyon Haryanto1. Intan Kusuma Wardani1. Satria Bhirawa Anoraga2 Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan. Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor Cibalagung. Kecamatan Bogor Barat. Kota Bogor. Provinsi Jawa Barat 16119. Indonesia Department of Process and Food Engineering. Universiti Putra Malaysia Serdang 43400. Selangor. Malaysia *Email korespondensi: nenimusyarofah@gmail. Diterima: 22-02-2024 Direvisi: 30-05-2024 Disetujui terbit: 31-05-2024 ABSTRACT The low interest of the younger generation in farming causes the decline of farmer regeneration, so the sustainability of farming is feared. The objectives of this study are . describe the interest of the younger generation in highland vegetable farming, . describe the regeneration of farmers through the growth of the younger generation's interest in highland vegetable farming, . analyze the factors that influence the regeneration of farmers through the growth of the younger generation's interest in highland vegetable farming, . formulate recommendations for strategies to increase farmer regeneration through growing the interest of the younger generation in vegetable farming Plateau. This assessment will be carried out for three months, starting from April 2023 to June 2023, in Lembang District of West Bandung. The population was determined using purposive sampling techniques obtained by a sample of 96 people representing 2,284 total population using the Slovin This study uses a quantitative and a qualitative data approach. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires, and literature studies. The data analysis used is descriptive analysis and path analysis, as well as the formulation of the results of both analyses to formulate strategies to increase farmer regeneration through growing the younger generation's interest in highland vegetable farming. The results of the study showed that the younger generation's interest in highland vegetable farming was included in the medium category of 74. 27%, and the regeneration of farmers in highland vegetable farming was included in the medium category of 75. Internal factors, access to information and the interests of the younger generation significantly influence the regeneration of farmers. The strategy to increase farmer regeneration in highland vegetable farming is carried out by increasing the interest of the younger generation, increasing access to information and increasing knowledge, skills and motivation. It is expected to overcome the problem of low farmer regeneration. Keywords: Farmer regeneration, farming, highland vegetables, interest, young generation ABSTRAK Rendahnya minat generasi muda pada usahatani menyebabkan rendahnya regenerasi petani, sehingga dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah . mendeskripsikan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi, . mendeskripsikan tingkat regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi, . menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi, . merumuskan rekomendasi strategi peningkatan regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan April sampai dengan Juni 2023 di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Populasi ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga didapat sampel berjumlah 96 orang yang mewakili dari 2. 284 jumlah populasi menggunakan rumus Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner dan studi literatur. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis jalur . ath analysi. , serta formulasi hasil kedua analisis untuk merumuskan strategi peningkatan regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi termasuk ke dalam kategori sedang sebesar 74,27%, regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi termasuk ke dalam kategori sedang sebesar 75,03%. Faktor internal, akses informasi dan minat generasi muda secara nyata mempengaruhi regenerasi petani. Strategi peningkatan regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi dilakukan dengan meningkatkan minat generasi muda, meningkatkan akses informasi dan pengetahuan, keterampilan dan motivasi. Hal ini diharapkan mengatasi permasalahan rendahnya regenerasi petani. Kata kunci: Generasi muda, minat, regenerasi petani, sayuran dataran tinggi, usahatani Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 PENDAHULUAN Rendahnya minat generasi muda pada pertanian menyebabkan sulitnya regenerasi petani, sehingga berkurangnya jumlah pemuda yang terlibat pada pertanian dan bertambahnya jumlah petani tua yang terlibat dalam usaha pertanian. Regenerasi petani adalah upaya untuk jumlah petani yang semakin turun. Regenerasi petani tercermin dari minat pemuda terhadap tindakan nyata pada kegiatan pertanian (Harniati dan Anwarudin O, 2. Minat generasi muda terhadap usahatani sayuran dataran tinggi adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi regenerasi petani. Badan Pusat Statistik menyebutkan persentase tenaga kerja pada sektor pertanian di Jawa Barat tahun 2019 yaitu sebesar 19,0%, meningkat menjadi 20,17%, namun menurun secara drastis menjadi 18,22% pada tahun 2021 dari jumlah penduduk. Generasi muda dapat dijadikan sebagai potensi sumber daya manusia untuk mendukung adanya keberhasilan pembangunan pertanian. Peraturan Menteri Pertanian No. 7 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Generasi Muda Pertanian menjelaskan merupakan pemuda dengan usia maksimal 35 tahun. Menurut Data Badan Pusat Statistik 2019 hanya terdapat sekitar 8% petani muda atau dengan jumlah 2,7 juta orang dari jumlah total petani di Indonesia yaitu 33,4 juta orang, sisanya lebih dari 90% termasuk kategori petani tua. Selain itu, hasil Sensus Pertanian Tahun 2013 mencatat bahwa sebesar 61,8% petani berumur lebih dari 45 tahun dan hanya 12,2% yang berusia 35 tahun ke bawah. Hal tersebut menunjukkan minat generasi muda semakin berkurang pada sektor pertanian dan diperlukan dorongan regenerasi petani. Melalui regenerasi petani dengan penumbuhan minat pemuda meningkatkan jumlah petani (Refika and Anwarudin, 2. Usaha tani merupakan upaya pemanfaatan lahan, tumbuhan, hewan, sarana, dan produksi untuk meningkatkan mempertimbangkan keberlanjutan ekologi. Oleh karena itu, diperlukan penerapan prinsip pertanian ramah lingkungan yang didukung dengan aplikasi teknologi pertanian secara masif. Hal ini bertujuan agar lahan marjinal seperti kawasan dataran tinggi bisa dioptimasi untuk usaha tani (Simbolon et al. Usahatani sayuran dataran tinggi menjadi peluang yang cukup menjanjikan mengingat adanya prospek komoditas Kecamatan Lembang memiliki lahan pertanian yang luas serta merupakan wilayah sentra produksi sayuran yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Tercatat bahwa Kecamatan Lembang memiliki luas 556 ha yang terdiri dari perkebunan, kebun campuran, ladang, pemukiman dan lainnya (BPS Kecamatan Lembang 2. Hasil produksi sayuran di Kecamatan Lembang yaitu berkisar 852 ton (BPS Kecamatan Lembang. Namun, minat generasi muda terhadap pertanian semakin berkurang, sehingga dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan usahatani sayuran dataran tinggi di Kecamatan Lembang. Generasi muda memiliki peran yang penting untuk sayuran dataran tinggi di Kecamatan Lembang. Menurut (Anwarudin et al. , 2. agribisnis petani muda berpotensi untuk seperti dukungan pemerintah, dukungan keluarga, peningkatan peran penyuluh, dan mendorong keberlanjutan agribisnis muda Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: . mendeskripsikan minat generasi muda pada usahatani sayuran Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 dataran tinggi. mendeskripsikan tingkat regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran . merumuskan strategi peningkatan regenerasi petani melalui penumbuhan minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. METODE PENGKAJIAN Analisis data Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengkajian ini dilaksanakan pada 2023, di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Populasi ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan yaitu kriteria populasi . generasi muda berusia 15-34 tahun atau maksimal 35 tahun (Permentan Nomor 07 Tahun 2013 Pedoman Pengembangan Generasi Muda Pertania. , . generasi muda yang sudah terlibat dalam regenerasi petani . etani milenia. maupun anak petani dari tiga desa meliputi Desa Sukajaya. Cikahuripan dan Jayagiri. Jumlah populasi pada pengkajian ini adalah sebanyak 2. 284 orang generasi Penetapan menggunakan rumus Slovin dengan derajat error sebesar 10%, sehingga didapat sampel 96 generasi muda. Instrumen penelitian yaitu kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas melibatkan populasi di luar sampel sebanyak 30 orang generasi muda. Hasil pernyataan yang berjumlah 107 soal 72 % valid dan 10. 28 % tidak Didapatkan seluruh pertanyaan pada instrumen penelitian memenuhi syarat reliabel karena nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,955 > 0,60. Jenis data yang diambil terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner dan data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik. Keragaan responden meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan orang Sedangkan, analisis deskriptif persentase, analisis ANOVA, dan analisis jalur. Analisis ANOVA berfungsi untuk menghitung signifikansi rata-rata beberapa kelompok data. Sedangkan analisis jalur berfungsi untuk menganalisis pola hubungan antara variabel bebas . dan variabel terikan . baik secara langsung maupun tidak Kombinasi hasil analisis menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan minat regenerasi petani. Penelitian ini dilaksanakan dengan kerangka berpikir yang tersaji pada Gambar 1. Gambar 1 Kerangka berpikir penelitian Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 Faktor internal (X. terdiri dari indikator pengetahuan (Trihudiyatmanto, 2. keterampilan (Siswadi, 2. dan motivasi (Komsi, 2013. Rosliana. Sulistyowati dan Wida, 2. Faktor eksternal (X. meliputi peran orang tua (Nurlaela. Samsi Hariadi dan Bihrajihat Raya, 2. peran penyuluh (Listiana, (Trisnawati, 2. Adapun Variabel Akses Informasi (X. meliputi sarana prasarana, kegiatan penyuluhan dan lingkungan Masyarakat (Ningsih dan Sjaf, 2. Variabel terikat Y1 adalah minat generasi muda (Atika 2020. Santoso et al. dan variabel Y2 adalah regenerasi petani (Anwarudin dan Haryanto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik responden pada kajian ini yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan orang tua. Hasil analisis karakteristik responden ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik responden Uraian Umur . Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan SMP SMA Perguruan tinggi Pekerjaan orang tua Petani Non-petani Berdasarkan Tabel 1 disimpulkan bahwa: umur generasi muda pada pengkajian ini dibatasi pada rentang 15-35 tahun, sesuai dengan rentang umur dari generasi muda . ermentan nomor 07 tahun 2. umur responden dominasi berada pada kisaran umur 23-26 tahun dengan persentase 30%. generasi muda akan berpotensi untuk meneruskan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki . %). Pada konteks regenerasi petani, baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki Persentase (%) peran penting dalam upaya regenerasi pendidikan yang ditempuh responden dominasi adalah SMA . %) pekerjaan orangtua responden adalah petani . %). hal tersebut dikarenakan wilayah kecamatan lembang didominasi oleh lahan pertanian. Analisis Deskriptif Variabel penelitian dianalisis secara deskriptif meliputi: . faktor internal, i. faktor kesternal, . akses informasi, i. minat generasi muda dan . tingkat regenerasi Hasil analisis ditunjukkan masingmasing pada Tabel 2, 3, 4, 5, dan 6. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 Faktor Internal Tabel 2. Deskripsi keragaan faktor internal Indikator Rendah 9,40 Pengetahuan (X1. Keterampilan (X1. Motivasi (X1. Rata-Rata Tabel 2 menunjukkan bahwa secara umum variabel faktor internal termasuk pada kategori sedang . ,87%). Generasi muda umumnya sudah mengetahui, memahami dan terampil terkait dasar pemeliharaan, pasca panen hingga Hal dikarenakan secara umum pekerjaan Persentase (%) Sedang 55,87 Tinggi 34,73 orangtua mereka dan juga masyarakat sekitarnya bermata pencaharian sebagai petani, sehingga mereka belajar dengan melihat langsung dan ikut terlibat dalam kegiatan usaha tani. Selain itu, generasi muda juga memiliki motivasi untuk berprestasi, memperoleh penghargaan dalam inovasi usahataninya, dan juga untuk meningkatkan pendapatan. Faktor Eksternal Tabel 3. Deskripsi keragaan faktor eksternal Indikator Rendah 8,00 Peran Orangtua(X2. Peran Penyuluh(X2. Dukungan Sosial(X2. Rata-Rata Tabel 3 menunjukkan bahwa secara umum variabel faktor eksternal berada pada kategori sedang . ,10%). Fakta di lapangan menunjukkan bahwa orangtua yang umumnya berprofesi sebagai petani sudah cukup menerapkan pola asuh dengan mengenalkan usahatani seperti memberikan pendidikan, kesempatan serta arahan dalam mengembangkan usahatani. Selain itu, orang tua juga berperan melakukan sosialisasi dengan cara Persentase (%) Sedang 61,10 Tinggi 30,90 mengikutsertakan generasi muda pada kegiatan usahatani dan menceritakan Selain itu, penyuluh juga berperan sebagai komunikator dan fasilitator dalam meningkatkan minat generasi muda dalam berusahatani. Generasi muda menilai bahwa penyuluh dan lingkungan sosial sangat mendukung keberhasilan regenerasi petani muda untuk berusahatani sayuran dataran tinggi. Akses Informasi Tabel 4. Deskripsi keragaan akses informasi Indikator Sarana dan Prasarana (X3. Kegiatan Penyuluhan (X3. Lingkungan Masyarakat (X3. Rata-Rata Rendah 9,03 Berdasarkan Tabel 4 diatas dapat diketahui bahwa variabel akses informasi Persentase (%) Sedang 64,23 Tinggi 26,73 termasuk pada kategori sedang . 23%). Dukungan sarana prasarana dalam Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 mengakses informasi usahatani cukup memadai, dimana terlihat adanya fasilitas jaringan internet yang masuk ke daerah mereka, dan kepemilikan handphone yang mendukung akses informasi usahatani pada dunia luar. Adapun akses informasi juga diperoleh dari kegiatan penyuluhan dan lingkungan masyarakat, dimana generasi muda dapat melakukan diskusi dan belajar dengan petani muda lainnya Generasi muda relatif lebih mudah bergaul dengan masyarakat yang umumnya berprofesi sebagai petani, sehingga adanya budaya turun temurun meneruskan usahatani orangtuanya juga ketertarikan untuk mengakses informasi usahatani lebih intensif. Minat Generasi Muda Tabel 5. Deskripsi keragaan minat Indikator Kesenangan (Y1. Ketertarikan (Y1. Keterlibatan (Y1. Rata-Rata Persentase (%) Sedang 74,27 Rendah 5,93 Tabel 5 menunjukkan bahwa secara umum variabel minat generasi muda termasuk pada kategori sedang . ,27%). Fakta di lapangan menunjukkan bahwa generasi muda cukup senang dalam melakukan kegiatan usahatani dengan memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam yang ada. Oleh karena itu, generasi muda memiliki ketertarikan dan keingintahuan yang lebih tinggi terhadap Tinggi 19,80 usahatani karena melihat adanya peluang usaha dalam sektor pertanian yang cukup Selain itu juga, mereka pengusaha agribisnis yang sukses di sekitar mereka. Keterlibatan generasi muda dimulai dari luasan lahan skala kecil hingga besar, mulai dari agroinput. Tingkat Regenerasi Petani Tabel 6. Deskripsi keragaan regenerasi petani Indikator Partisipasi(Y2. Kecenderungan (Y2. Keberlanjutan(Y2. Rata-Rata Tabel 6 menunjukkan bahwa variabel tingkat regenerasi petani ternasuk pada kategori sedang . ,03%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar generasi muda sudah mulai tertarik berpartisipasi, berminat dan berlanjut melaksanakan usahatani sayuran dataran tinggi dengan baik. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa generasi muda sudah banyak yang bergerak di bidang usaha tani Rendah 5,20 Persentase (%) Sedang 75,03 Tinggi 19,77 secara aktif, dan mereka berkeyakinan bahwa mereka juga akan bisa sukses. Bahkan beberapa generasi muda juga sudah terlibat dalam program petani Mereka tertarik mengembangkan inovasi pertanian, khususnya bidang pengolahan hasil untuk meningkatkan nilai tambah produk. Tingginya partisipasi generasi muda terlibat dalam usahatani cenderung akan meningkatkan regenerasi Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 petani muda secara berkelanjutan. Mereka usahatani yang sudah dirintis keluarganya dikarenakan adanya dorongan orangtua atau adanya budaya turun temurun yang harus dilanjutkan, adanya peluang usaha keluarga secara finansial. Selain itu, adanya kesadaran dalam diri generasi muda terkait dengan aspek lingkungan yaitu keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam yang sudah ada. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat (Model Struktural . Hasil analisis alur model struktural 1 dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil analisis jalur model 1 Variabel Sig. R2 (Squar. 0,700 (Constan. 0,075 0,712 Faktor Internal (X. 0,116 0,048 Faktor Eksternal (X. 0,268 0,005 Akses Informasi (X. 0,587 0,000 Sumber : Olahan data primer Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa pada model struktural 1 koefisien determinan (R Squar. atau kemampuan variabel bebas (X) yang digunakan memiliki kontribusi sebesar 70% dalam memengaruhi variabel terikat yaitu minat (Y. Adapun 30% lainnya dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain diluar pengkajian Hasil analisis model struktural 1 diperoleh Persamaan 2. yy = 0,075 0,116 X1 0,268 X2 0,587 X3 . Pengaruh faktor internal terhadap minat Variabel . ig 0,048<0,. berpengaruh terhadap minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa generasi muda sudah memiliki pengetahuan usahatani, mereka tertarik atau berminat untuk melakukan Senada (Trihudiyatmanto, 2. yang menjelaskan terhadap minat untuk berwirausaha, minat menjalankan suatu usaha ketika seseorang tersebut memahami tentang pengetahuan Generasi muda juga sudah memiliki keterampilan usahatani mulai dari teknik budidaya, hingga pemasaran. Adanya keterampilan membuat generasi muda berminat melakukan usahatani atau Ket. Berpengaruh Berpengaruh Berpengaruh dapat dijadikan sebagai dasar mereka memulai usahatani (Siswadi, 2. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa generasi muda sudah memiliki keterampilan seperti membuat pupuk organik dari limbah organik, dan biosaka. Pengembangan pelatihan teknis. Selain itu, generasi muda memiliki motivasi berusahatani karena keinginan untuk berprestasi, memperoleh pendapatan sehingga dapat memengaruhi minat mereka pada usahatani (Effendy. Maryani dan Yulia Azie, 2020. Rosliana. Sulistyowati dan Wida, 2. Pengaruh faktor eksternal terhadap minat Berdasarkan hasil analisis jalur model struktural 1 pada dapat diketahui bahwa faktor eksternal . ig 0,005<0,. berpengaruh secara nyata terhadap minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. Semakin banyaknya dukungan yang didapat dari luar diri individu pemuda, akan membuat minat pemuda meningkat yang artinya faktor eksternal mempunyai hubungan positif terhadap minat pemuda (Refika dan Anwarudin, 2. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar generasi muda sudah dikenalkan sejak dini, diajarkan dan dilibatkan pada Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 usahatani orangtua mereka. Joose dan Grubbstrom . menjelaskan bahwa peran orangtua meliputi sikap respek, sosialisasi dan pewarisan. Adanya peran orangtua membuat generasi muda berminat untuk melakukan kegiatan Peran orangtua berpengaruh terhadap minat berwirausaha (Mutmainah, 2. , dan keikutsertaan responden sejak kecil terhadap pertanian keluarga, mau tidak mau akan memengaruhi minat dalam bidang pertanian kearah yang lebih positif (Effendy. Maryani dan Yulia Azie, 2. Peranan penyuluh juga mendorong menunjukkan teladan petani muda sukses, dan dianggap mampu menjadi komunikator yang baik bagi generasi muda. Kedekatan dan komunikasi yang baik membuat generasi muda mau berkonsultasi pada penyuluh (Anwarudin et al. , 2. Generasi muda mendapatkan dukungan usahatani dari penyuluh dan petani. Dukungan tersebut membuat generasi muda merasa bahwa dirinya mendapatkan perhatian yang cukup baik, sehingga membuat mereka berminat pada usahatani (Trisnawati, 2. Pengaruh akses informasi terhadap Berdasarkan hasil analisis jalur model struktural 1 dapat diketahui bahwa akses informasi berpengaruh secara nyata terhadap minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa generasi muda sudah memiliki sarana prasarana teknologi yaitu handphone dan laptop yang dilengkapi oleh jaringan internet. Selain itu, mereka juga memiliki akses informasi pada media sosial, cetak maupun elektronik, sehingga membuat generasi muda menjadi tertarik dan berminat pada usahatani. Pengkajian (Pujiharto dan Wahyuni, 2. juga mendapatkan bahwa pada dasarnya peningkatan minat pemuda pada pertanian dipengaruhi oleh ketersediaan sarana Generasi muda merasa bahwa dengan keberadaan konten media yang ada di media sosial lebih menarik perhatian. Selaras dengan (Handayani. Hariadi dan Andarwati, 2. yang menjelaskan bahwa peningkatan minat dalam bidang pertanian disebabkan dari pemanfaatan media sosial dalam intervensi informasi pertanian. Selain itu. Generasi muda berpartisipasi mengikuti kegiatan penyuluhan dengan beberapa materi yang menarik, yang secara tidak langsung akan membuat semakin tertarik pada usahatani (Rosliana. Sulistyowati dan Wida, 2. Generasi muda sering mendapatkan informasi terkait usahatani dikarenakan tumbuh besar dan masyarakat petani. Ditegaskan oleh (Nina. Novieyana dan Zain, 2. bahwa jika lingkungan sekitar tempat tinggal banyak yang berwirausaha, maka mendorong minat pemuda untuk berusahatani. Faktor-faktor regenerasi Petani (Model Struktural . Hasil analisis alur model struktural 2 dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Hasil Analisis Jalur Model Struktural 2 Variabel R2 (Squar. (Constan. Faktor Internal (X. Faktor Eksternal (X. Akses Informasi (X. Minat (Y. Sig. Ket. 0,726 0,133 0,122 0,054 0,239 0,548 0,492 0,032 0,556 0,041 0,000 Berpengaruh Tidak Berpengaruh Berpengaruh Berpengaruh Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 Hasil analisis jalur pada Tabel 8 diketahui bahwa koefisien determinan (R Squar. kemampuan variabel bebas (X) yang digunakan memiliki kontribusi sebesar 72,6% dalam memengaruhi variabel terikat yaitu regenerasi petani (Y. Adapun 27,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain diluar pengkajian. Hasil analisis model pada Persamaan 3. muda memiliki motivasi pada usahatani yaitu keinginan berprestasi, keinginan sukses seperti pengusaha sukses lainnya, hingga ingin mendapatkan keuntungan. Selaras dengan (Anwarudin et al. , 2. yang mengemukakan bahwa dengan membangkitkan motivasi dan dilakukannya pembinaan pada pemuda terhadap keberkelanjutan usahatani merupakan cara untuk mewujudkan regenerasi petani. yy = 0,133 0,122 X1 0,239 X3 0,548 Y1. Pengaruh akses informasi terhadap regenerasi petani Berdasarkan hasil analisis jalur model struktural 2 diketahui bahwa variabel . ig 0,041<0,. berpengaruh nyata terhadap regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran (Ningsih Sjaf, pemuda dalam pertanian dipengaruhi oleh akses informasi, semakin tinggi pemuda melakukan akses terhadap informasi pertanian maka semakin tinggi juga dalam Fakta di lapangan menunjukkan bahwa generasi muda lebih sering mengakses informasi melalui media sosial menggunakan teknologi handphone dan jaringan internet. (Anwarudin et al. , 2. mengemukakan bahwa tingginya tingkat dikarenakan mereka sering melakukan akses terhadap teknologi informasi (TIK). Generasi terkadang melakukan akses informasi melalui kegiatan penyuluhan dimana mereka berpartisipasi dalam kegiatan Hal tersebut membuat generasi muda semakin berminat pada akhirnya mereka melakukan usahatani. Selaras dengan kajian (Santoso. Effendy dan Krisnawati, 2. bahwa kegiatan penyuluhan dapat memengaruhi regenerasi petani, dan semakin sering mengikuti kegiatan berpengaruh positif untuk meningkatkan Pengaruh faktor internal terhadap regenerasi petani Berdasarkan hasil analisis pada Persamaan 2, dapat diketahui bahwa variabel faktor internal memiliki nilai signifikansi sebesar 0,032 (<0,. yang artinya faktor internal berpengaruh nyata terhadap regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi. Selaras dengan (Budiati, 2. yang mengemukakan bahwa faktor yang paling dominan memengaruhi keberlanjutan minat bertani dorongan diri dalam diri individu. Fakta di lapangan menunjukkan dengan adanya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh generasi muda membuat mereka mau ikut berpartisipasi dalam Generasi menjadikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sebagai komponen dasar mereka melakukan usahatani. Hal tersebut didukung oleh (Panurat, 2. yang menjelaskan bahwa pengetahuan dan keterampilan merupakan pengalaman yang dikuasai oleh seseorang dari sebelumnya dalam jangka waktu tertentu yang juga dapat memengaruhi minat Motivasi yang ada pada diri generasi muda akan membuat mereka melakukan kegiatan usahatani. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa generasi Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 regenerasi petani. Generasi muda tumbuh besar dan bergaul di lingkungan masyarakat yang umumnya petani membuat mereka menjadi berminat pada usahatani hingga akhirnya melakukan usahatani. Ditegaskan oleh (Febrimeli. Zuliyanti dan Gustin, 2. bahwa pemuda yang bergaul dengan pemuda yang telah berhasil akan terdorong untuk mengikuti. Pengaruh minat regenerasi petani Berdasarkan hasil analisis jalur model struktural 2 diketahui bahwa variabel minat memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 . ,000<0,. yang berarti minat berpengaruh nyata terhadap regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi. Atika . mengemukakan bahwa terdapat tiga indikator minat yang memiliki pengaruh terhadap pemuda tani dalam regenerasi usaha pertanian yaitu kesenangan, ketertarikan dan Fakta di lapangan menunjukkan bahwa generasi muda yang memiliki minat pada usahatani cenderung akan melakukan regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Panurat, 2. bahwa minat hakekatnya merupakan sebab akibat dari pengalaman yang akan berkembang sebagai hasil dari pada suatu kegiatan dan akan menjadi sebab lagi dalam kegiatan yang Ditegaskan juga oleh Yusuf . dalam Sophan et al. yang menjelaskan bahwa keikutsertaan seseorang ditentukan oleh minat kerja seseorang tersebut, sehingga makin kuat minat maka kepedulian akan pekerjaan tersebut semakin tinggi. Dengan adanya minat yang dimiliki generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi akan membuat mereka fokus melakukan kegiatan usahatani sehingga dapat meningkatkan regenerasi petani (Harniati dan Anwarudin O. Analisis Koefisien Jalur Analisis koefisien jalur pada kajian ini dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9 Analisis koefisien jalur Variabel Pengaruh Langsung 0,116 0,122 0,268 0,054 0,587 0,239 0,000 0,548 Berdasarkan Tabel 9 maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pengaruh langsung merupakan pengaruh yang sama dengan hasil analisis jalur atau faktor-faktor yang memengaruhi Y1 maupun Y2. Pengaruh tidak langsung jika pengaruh variabel bebas (X) melalui Y1 sebagai variabel mediasi terhadap Y2 dengan nilai pengaruh tidak langsung lebih besar dari nilai pengaruh langsung. Pengaruh faktor internal melalui minat terhadap regenerasi petani. Pengaruh tidak langsung faktor internal . lebih kecil dari nilai pengaruh langsung terhadap regenerasi petani . Pengaruh Tidak Langsung 0,063 0,147 0,322 0,000 Pengaruh Total 0,185 0,201 0,561 0,548 Pengaruh faktor eksternal melalui minat terhadap regenerasi petani. Faktor pengaruh tidak langsung . lebih besar dari nilai pengaruh langsung . Pengaruh akses informasi melalui minat terhadap regenerasi petani. Akses pengaruh tidak langsung . lebih besar dari nilai pengaruh langsung . Adapun diagram model analisis jalur . ath analysi. dapat dilihat pada Gambar 2. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 Faktor Intenal e2 = 0,274 e1 = 0,300 Faktor Eksternal 0,268 Minat Generasi Muda 0,147 Akses Informasi 0,185 0,548 0,201 Regenerasi Petani 0,561 0,054 Keterangan: : Pengaruh Langsung : Pengaruh Tidak Langsung (Pengaruh X melalui Y1 sebagai medias. : Pengaruh Total Gambar 2. Model analisis jalur . ath analysi. Uji Sobel Uji sobel faktor internal melalui minat menghasilkan Thitung . < Ttabel . sehingga dapat disimpulkan bahwa minat tidak dapat menjadi mediator antara faktor internal terhadap regenerasi petani. Pada faktor eksternal memiliki nilai Thitung 2,556> yang artinya Ttabel 1,986, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel minat mampu menjadi mediator variabel faktor Model Model Struktural 1 Regression Residual Total Model Struktural 2 Regression Residual Total Tabel 10 Hasil Uji F simultan ANOVAa Sum of Squares Hasil Uji F pada Tabel 10 menunjukkan bahwa nilai signifikansi uji F pada model struktural 1 dan 2 yaitu sebesar 0,000<0,05, sedangkan model eksternal terhadap regenerasi petani. Pada akses informasi diketahui Thitung 3,933> Ttabel 1,986, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel minat mampu menjadi variabel mediasi/mediator variabel akses informasi terhadap regenerasi petani. Uji Hipotesis dengan Uji F Pengujian menggunakan Uji F dengan hasil yang ditunjukkan pada Tabel 9. Sig. 9,356 4,016 13,372 71,444 0,000b 9,492 3,581 13,073 60,297 0,000b struktural 1 memiliki nilai F hitung 71,444>Ftabel 2,70, sehingga Hipotesis H1 diterima. Hal ini berarti faktor internal (X. , faktor eksternal (X . dan akses Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 informasi (X. mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap minat (Y. pada usahatani sayuran dataran Pada model struktural 2 juga diperoleh nilai F hitung 60,297>F tabel 2,47. Hal tersebut berarti Hipotesis H2 diterima berarti faktor internal (X . , faktor eksternal (X. , akses informasi (X . dan minat generasi muda (Y . mempunyai bersama-sama terhadap regenerasi petani (Y . pada usahatani sayuran dataran tinggi. Strategi Peningkatan Regenerasi Petani Faktor-faktor yang berpengaruh pada regenerasi petani dirumuskan sebagai strategi dengan model pada Gambar 3. Gambar 3. Faktor yang berpengaruh pada regenerasi petani Gambar 3 menunjukkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap regenerasi petani dan skala prioritas berdasarkan nilai unstandardized coefficient B. Strategi peningkatan regenerasi petani yang dapat dirumuskan antara lain: Meningkatkan atau menumbuhkan minat generasi muda. Strategi ini dapat penyuluhan berupa ceramah dan diskusi bersama generasi muda terkait pentingnya regenerasi petani yang mencakup manfaat regenerasi petani, subsistem usahatani dan teladan generasi muda sukses. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan minat generasi muda hingga pada akhirnya meningkatkan regenerasi petani. Meningkatkan cakupan akses informasi termasuk ketersediaan sarana dan prasarana, kegiatan penyuluhan dan lingkungan Dukungan akses informasi usahatani sayuran dataran tinggi. SIMPULAN DAN SARAN Minat generasi muda pada usahatani sayuran dataran tinggi termasuk ke dalam kategori sedang . ,27%). Generasi muda terlibat pada kegiatan budidaya hingga Regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi dinilai oleh sebagian besar generasi muda berada pada kategori sedang . ,03%). Generasi muda sudah melakukan regenerasi petani dengan berpartisipasi secara aktif pada usahatani. Faktor-faktor yang memengaruhi regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi yaitu faktor internal, akses informasi dan minat petani. Strategi peningkatan regenerasi petani pada usahatani sayuran dataran tinggi dapat dilakukan dengan upaya meningkatkan atau menumbuhkan minat generasi muda melalui kegiatan memperluas cakupan akses informasi serta meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan motivasi melalui kegiatan penyuluhan. Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 1, 31 Mei 2024 DAFTAR PUSTAKA