n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1059-1068 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Zulkirah Harisah1. Irma Aryani2*. Rahmi3. Riki Musriandi4. Hasanah5 1,2. Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Abulyatama. Kab Aceh Besar. Indonesia. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Abulyatama. Kab Aceh Besar. Indonesia. *Email korespondensi : irmaaryani_pmtk@abulyatama. Diterima Januari 2025. Disetujui Juni 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: This research aims to describe students' numeracy literacy skills in class X mathematics learning at SMAN 1 Kuta Baro. The type of research used is qualitative with a descriptive approach. The subjects in this research were class X students of SMAN 1 Kuta Baro. The subject selection was based on the test results given to 39 students. From the test results, 6 students were selected as subjects with 2 students in the high category, 2 students in the medium category, and 2 students in the low category. Data collection techniques used numeracy literacy tests and interview results. The data analysis technique used is to give a score to each subject's answer. The score is determined according to the numeracy literacy indicators, namely: . Able to use various kinds of numbers or symbols related to basic mathematics in solving daily life problems. Able to analyze information displayed in various forms . raphs, tables, charts, diagrams, etc. Able to interpret analysis results to predict and make decisions. The results of this research show that 7. 40% of students are in the high category, 44% are in the medium category, and 48% are in the low category, so it can be concluded that in general students' ability to solve numeracy literacy questions is still low. Keywords : Student abilities, literacy. Numeracy. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa pada pembelajaran matematika kelas X SMAN 1 Kuta Baro. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Kuta Baro. Pemilihan subjek berdasarkan hasil tes yang diberikan kepada 39 siswa, dari hasil tes tersebut dipilih 6 siswa sebagai subjek dengan 2 siswa kategori tinggi, 2 siswa kategori sedang, dan 2 siswa kategori rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes soal literasi numerasi serta hasil wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah memberikan skor pada setiap jawaban subjek. Skor ditentukan sesuai dengan indikator literasi numerasi yaitu: . Mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol yang berkaitan dengan matematika dasar dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari. Mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk . rafik, tabel, bagan, diagram, dan lain sebagainy. Mampu menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Hasil penelitian ini menunjukkan 7,40% siswa berada pada kategori tinggi, 44% kategori sedang, dan 48% kategori rendah, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara umum kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal literasi numerasi masih rendah. Kata kunci : Kemampuan siswa, literasi. Numerasi Analisis Kemampuan Literasi Numerasi. (Harisah. Aryani. Rahmi. Musriandi, & Hasanah, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1059-1068 http://jurnal. id/index. php/dedikasi PENDAHULUAN Pada abad ke-21, pendidikan menjadi unsur penting dalam menjamin peserta didik untuk memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, serta keterampilan dalam menggunakan teknologi dan media informasi(Aryani et al. , 2. Tidak hanya itu siswa juga dituntut untuk menguasai kecakapan seperti kualitas karakter, kompetensi dan literasi. Agar kecakapan tersebut dapat tercapai, diperlukan kemampuan berpikir dan bernalar karena kemampuan ini dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah (Ate & Lede, 2. Salah satu prasyarat dalam mewujudkan kecakapan pada abad ke-21 adalah kemampuan literasi pada peserta didik (Faridah et al. , 2. Gerakan Literasi Nasional (GLN) mencakup gerakan literasi sekolah, keluarga dan masyarakat yang kemudian dijabarkan ke level bawah yang disebut dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) (Suryani et al. , 2. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini literasi tidak hanya diartikan sebagai kemampuan menulis dan membaca saja melainkan memiliki makna yang cukup meluas multi literacies (Suwandi, 2. Menurut (Damayanti & Ikhwaningrum,2. , bahwa ketertinggalan suatu wilayah salah satunya disebabkan oleh rendahnya kemampuan literasi dan numerasi oleh karena itu, budaya literasi dan numerasi harus dikembangkan. Salah satu literasi yang erat kaitannya dengan kemampuan berpikir dan bernalar adalah literasi numerasi. Literasi erat kaitannya dengan bahasa, sedangkan numerasi erat kaitannya dengan matematika, sehingga literasi numerasi adalah kemampuan bernalar menggunakan bahasa dan matematika (Nugraha & Dian, 2. Kemampuan literasi tidak saja berdampak bagi individu, tetapi juga terhadap masyarakat serta bangsa dan negara (Han et ,2. Singkatnya, literasi menjadi poros upaya peningkatan kualitas hidup manusia. Oleh karena itu, literasi merupakan sumbu pusaran Pendidikan (Kebudayaan & kementerian pendidikaan, 2. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti akan menganalisis kemampuan literasi numerasi untuk mengetahui bagaimana kemampuan literasi siswa pada pembelajaran matematika di SMAN 1 Kuta Baro. Oleh karena itu, peneliti tertarik mengangkat permasalahan untuk dilakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMA Pada Pembelajaran MatematikaAy. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk Menganalisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMA pada pembelajaran matematika. Dengan penelitian ini, peneliti dapat menambah wawasan, pengetahuan dan juga pengalaman tentang kemampuan literasi numerasi pada pembelajaran matematika. Kemampuan literasi merupakan hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat. Literasi dimaknai sebagai melek membaca, menulis dan numerik (Eka Mei Ratnasari dalam Rahmah, 2. Pengertian literasi matematika sebagaimana dikutip dalam laporan PISA 2012 adalah kemampuan individu untuk merumuskan,menerapkan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks (Aryani et al. , 2. Dengan penguasaan literasi matematika, setiap individu akan dapat merefleksikan logika matematis untuk berperan pada kehidupannya, komunitasnya, serta masyarakatnya (Larasaty et al. , 2. Adanya pembelajaran matematika belum tentu dapat menumbuhkan kemampuan literasi numerasi siswa. Literasi numerasi merupakan kemampuan untuk menggunakan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari- ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1059-1068 hari sehingga keterampilan literasi numerasi perlu dikenalkan sejak dini untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Laras et al. , dalam Rahmah, 2. Dikutip dari Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kemdikbud 2020. Numerasi ialah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari- hari pada berbagai jenis konteks yang relevan (Ayuningtyas & Sukriyah, 2. Kemampuan numerasi juga merupakan kemampuan untuk melakukan penalaran secara amatir, serta menggunakan konsep, prosedur dan fakta untuk menggambarkan, menjelaskan atau memperkirakan fenomena atau kejadian (Ekowati et al. , 2. Sehingga literasi numerasi meliputi tiga aspek yaitu berhitung, relasi numerasi, dan operasi aritmatika yang merupakan aspek dasar dalam pembelajaran matematika yang penting diperkenalkan sejak dini hingga memasuki kelas rendah (Aryani et al. , 2. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Literasi Numerasi Literasi numerasi merupakan kemampuan individu dalam menggunakan konsep, prosedur matematika, serta alat-alat kuantitatif untuk menafsirkan, menganalisis, dan memecahkan masalah sehari-hari. Menurut OECD . , numerasi adalah kemampuan untuk mengakses, menggunakan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan informasi matematika dalam berbagai konteks kehidupan nyata. Hal ini melibatkan keterampilan berpikir kritis dan logis terhadap kuantitas, data, dan pola. Pentingnya Literasi Numerasi dalam Pendidikan Kemampuan literasi numerasi sangat penting dalam mendukung kesuksesan belajar siswa, tidak hanya dalam pelajaran matematika, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Kemendikbudristek . , literasi numerasi termasuk dalam enam literasi dasar yang harus dikuasai siswa Indonesia dalam kurikulum Merdeka Belajar. Literasi numerasi juga menjadi salah satu indikator dalam Asesmen Nasional. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa faktor yang memengaruhi literasi numerasi antara lain: kualitas pembelajaran (Rahmawati, 2. , motivasi belajar siswa (Sari & Nugroho, 2. lingkungan keluarga dan sosial (Yuliana, 2. Ketersediaan media pembelajaran dan teknologi (Andriani & Permana, 2. Hasil Penelitian Terkait Literasi Numerasi Penelitian oleh Hidayat . menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sekolah dasar berada pada level rendah dalam literasi numerasi, terutama dalam soal berbasis konteks. Sementara itu, studi oleh Putra & Lestari . menyebutkan bahwa penggunaan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman numerasi siswa kelas VII SMP. Kerangka Pemikiran Berdasarkan tinjauan teori dan penelitian terdahulu, analisis kemampuan literasi numerasi perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami dan menerapkan konsep matematika dalam konteks nyata. Analisis ini dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat guna meningkatkan kualitas pendidikan numerasi di sekolah. Analisis Kemampuan Literasi Numerasi. (Harisah. Aryani. Rahmi. Musriandi, & Hasanah, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1059-1068 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Indikator Literasi Numerasi Matematika Indikator kemampuan literasi numerasi menurut tim GLN (Winata et al. , 2. yaitu sebagai berikut: . Menggunakan berbagai macam angka atau simbol yang terkait dengan matematika dasar dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari, . Menganalisis informasi yang ditampilkan baik uraian soal atau masalah maupun dalam bentuk . rafik, tabel, bagan, diagram dan lain sebagainy. , untuk menyelesaikan masalah, . Menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sehingga data yang dikumpulkan merupakan hasil tes tertulis peserta didik dan hasil wawancara. Data diolah secara deskriptif dalam tulisan untuk mengetahui kemampuan siswa Kelas X SMAN 1 KUTA BARO dalam menyelesaikan soal literasi Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Kuta Baro pada semester genap tahun pelajaran 2023/2024 di kelas X dengan materi matematika yang telah dipelajari pada semester ganjil. Setelah data diperoleh, peneliti menganalisis data untuk menentukan kategori peserta didik. Pada penelitian ini nilai tes dikonversi dalam bentuk angka, sehingga kemampuan literasi numerasi peserta didik dapat dikategorikan menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Sehingga diperoleh: Tabel 1. Kategori Penilaian Skor tes 7 < skor tes O 10 4 < skor tes O 7 1 < skor tes O 4 Kategori penilaian Tinggi Sedang Rendah Sumber: Adaptasi Penelitian (Sari & Aini, 2. Instrumen penelitian ini menggunakan tiga soal uraian mengenai materi matematika. Data yang diperolah akan dianalisis berdasarkan indikator kemampuan literasi numerasi. Untuk pemilihan subjek dilakukan dengan memilih masing-masing dua subjek dari kategori kemampuan literasi numerasi. Untuk Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles and Huberman yaitu. reduksi data, penyajian data, dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini akan menyajikan data berupa deskriptif yang diperoleh dari analisis instrumen dan Hasil analisis kemampuan literasi numerasi terhadap masing-masing subjek kategori tinggi, sedang, dan rendah. Berikut hasil analisis kemampuan literasi numerasi tiap subjek. Kategori Tinggi Subjek Pertama CQF Berdasarkan hasil wawancara CQF pada soal nomor 1. CQF mampu memahami dan menjelaskan soal nomor 1 dengan baik. Selain itu CQF dapat menerjemahkan bahasa soal ke dalam bentuk angka matematika hal ini sesuai dengan indikator yang pertama yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol matematika yang terkait, dan kemudian CQF mampu memberi informasi pada soal seperti apa yang diketahui ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1059-1068 dan juga apa yang ditanyakan pada soal namun dalam memberi jawaban akhir CQF masih kurang tepat. Meskipun demikian CQF sangat percaya diri dan yakin akan hasil jawaban yang ia kerjakan. Namun CQF belum memenuhi indikator yang ketiga yaitu menafsirkan hasil dan mengambil kesimpulan. Berdasarkan hasil wawancara maka CQF memperoleh skor total 7. Berdasarkan hasil wawancara CQF pada soal nomor 2. CQF mampu memahami dan menjelaskan soal nomor 2 dengan baik. Selain itu CQF dapat menerjemahkan bahasa soal ke dalam bentuk angka matematika hal ini sesuai dengan indikator yang pertama yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol matematika yang terkait, dan kemudian CQF mampu memberi informasi pada soal seperti apa yang diketahui dan juga apa yang ditanyakan pada soal tetapi kurang detail kemudian siswa tersebut menyelesaikan soal jawaban dengan benar hingga akhir dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hal ini, maka siswa tersebut memenuhi indikator ketiga dan mendapat skor 5 dari soal tersebut dikarenakan jawaban yang singkat. Berdasarkan hasil wawancara CQF mampu memahami dan menjelaskan soal nomor 3 dengan baik dan benar hingga akhir dan memenuhi ketiga indikator literasi numerasi yang telah dipaparkan diatas sehingga siswa tersebut memperoleh skor 10 dari soal nomor 3. Subjek Kedua IPS Berdasarkan hasil wawancara IPS pada soal nomor 1. IPS mengatakan soal nomor satu termasuk soal yang rumit dikarenakan dia kurang mengerti materi tersebut tetapi IPS mampu memberi informasi pada soal seperti apa yang diketahui dan juga apa yang ditanyakan pada soal sehingga memenuhi indikator satu dan dua namun dalam memberi jawaban akhir masih kurang tepat dan salah, sehingga tidak memenuhi indikator yang ketiga yaitu menafsirkan hasil dan mengambil kesimpulan dan memperoleh skor 6. Berdasarkan hasil wawancara IPS pada soal nomor 2. IPS mampu memahami dan menjelaskan soal nomor 2 dengan baik. Selain itu IPS dapat menerjemahkan bahasa soal ke dalam bentuk angka matematika hal ini sesuai dengan indikator yang pertama yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol matematika yang terkait, dan kemudian IPS mampu memberi informasi pada soal seperti apa yang diketahui dan juga apa yang ditanyakan pada soal dengan tepat kemudian siswa tersebut menyelesaikan soal jawaban dengan benar hingga akhir dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hal ini, maka siswa tersebut memenuhi ketiga indikator literasi numerasi dan mendapat skor 10 dari soal tersebut. Berdasarkan hasil wawancara IPS mampu memahami dan menjelaskan soal nomor 3 dengan baik dan benar hingga akhir dan memenuhi ketiga indikator literasi numerasi yang telah dipaparkan diatas sehingga siswa tersebut memperoleh skor 10 dari soal nomor 3. Kategori Sedang Subjek Pertama MA Berdasarkan hasil wawancara. MA masih kurang bisa menjawab soal nomor satu, dikarenakan soal yang agak rumit. MA hanya dapat menyebutkan informasi yang diketahui dalam soal dan menyimbolkan dengan bahasa sendiri. Siswa MA juga belum bisa menggambarkan grafik yang diminta. Berdasarkan hasil wawancara kesulitan yang dialami siswa tersebut pada ketika mengalikan pecahan-pecahan pada soal. Meskipun demikian Analisis Kemampuan Literasi Numerasi. (Harisah. Aryani. Rahmi. Musriandi, & Hasanah, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1059-1068 http://jurnal. id/index. php/dedikasi siswa masih bisa menjawab soal tes meskipun ia kurang yakin dengan hasil akhirnya. Berdasarkan hasil wawancara MA pada soal nomor 2. MA mampu memahami dan menjelaskan soal nomor 2 dengan baik. Selain itu siswa dapat menerjemahkan bahasa soal ke dalam bentuk angka matematika hal ini sesuai dengan indikator yang pertama yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol matematika yang terkait, dan kemudian siswa mampu memberi informasi yang disajikan seperti menuliskan rumus mencari suku ke 60 pada barisan aritmatika. Kemudian siswa tersebut menyelesaikan soal jawaban dengan benar hingga akhir dan menarik kesimpulan hal ini siswa tersebut memenuhi ketiga indikator literasi numerasi dan mendapat skor 10 dari soal tersebut. Berdasarkan hasil wawancara MA pada soal nomor 3, hasil jawaban untuk indikator yang pertama siswa dapat menerjemahkan soal dengan menggunakan berbagai macam angka atau simbol seperti memisalkan x sebagai bola basket y sebagai bola kaki, z sebagai bola voli dan T simbol persamaan. Selanjutnya untuk indikator yang kedua siswa mampu menyajikan informasi yang ada pada soal, seperti soal yang berbentuk tabel mampu menerjemahkan kedalam bahasa matematika yaitu angka tetapi siswa belum dapat mengambil kesimpulan dari hasil yang dia kerjakan artinya siswa belum memenuhi indikator yang ketiga. Subjek Kedua WT Berdasarkan hasil wawancara WT mampu untuk menentukan informasi yang disampaikan dalam soal dan mampu menggunakan berbagai angka dan simbol matematika untuk menjawab pertanyaan pada soal nomor 1 dengan jawaban kurang tepat, selanjutnya WT mampu menyebutkan informasi yang ada pada soal sesuai dengan indikator kedua kemudian WT dapat mengambil keputusan atau hasil jawaban namun masih salah dan WT masih ragu-ragu dengan jawabannya itu sehingga untuk indikator ketiga WT tidak memenuhi dan mendapatkan skor total 6,6. Berdasarkan hasil wawancara WT pada soal nomor 2. WT mampu memahami dan menjelaskan soal nomor 2 dengan baik. Selain itu siswa dapat menerjemahkan bahasa soal ke dalam bentuk angka matematika hal ini sesuai dengan indikator yang pertama yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol matematika yang terkait, dan kemudian siswa mampu memberi informasi yang disajikan seperti menuliskan rumus mencari suku ke 60 pada barisan aritmetika. kemudian siswa tersebut menyelesaikan soal jawaban dengan benar hingga akhir dan menarik kesimpulan hal ini siswa tersebut memenuhi ketiga indikator literasi numerasi dan mendapat skor 10 dari soal tersebut. Berdasarkan gambar 4. 12 hasil jawaban untuk indikator yang pertama siswa dapat memisalkan x sebagai bola basket y sebagai bola kaki, z sebagai bola voli dan T simbol persamaan sehingga siswa memenuhi indikator yang pertama. Selanjutnya untuk indikator yang kedua siswa mampu menyajikan informasi yang ada pada soal, seperti soal yang berbentuk tabel mampu menerjemahkan kedalam bahasa matematika yaitu angka meskipun disajikan secara singkat tetapi siswa belum dapat mengambil kesimpulan dari hasil yang dia kerjakan artinya siswa belum memenuhi indikator yang ketiga sehingga siswa memperoleh skor total 6,6. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1059-1068 Kategori Rendah Subjek Pertama ZA Berdasarkan hasil wawancara ZA pada soal nomor 1. ZA mengatakan soal nomor satu termasuk soal yang rumit dikarenakan dia kurang mengerti materi tersebut tetapi mampu memberi informasi pada soal seperti apa yang diketahui dan juga apa yang ditanyakan pada soal sehingga memenuhi indikator satu dan dua namun dalam memberi jawaban akhir masih kurang tepat dan pengambilan kesimpulannya belum selesai, sehingga tidak memenuhi indikator yang ketiga yaitu menafsirkan hasil dan mengambil kesimpulan sehingga memperoleh skor Berdasarkan hasil wawancara ZA pada soal nomor 2. ZA mengatakan soal nomor satu termasuk soal yang lumayan rumit namun bisa terselesaikan. Siswa ZA mampu memberi informasi pada soal seperti apa yang diketahui dan juga apa yang ditanyakan sehingga memenuhi indikator satu dan dua selanjutnya siswa menyelesaikan jawaban hingga akhir dan mengambil kesimpulan dengan benar meskipun kurang jelas oleh karena itu memperoleh skor 6. Berdasarkan hasil wawancara ZA pada soal nomor 3. ZA mengatakan soal tersebut termasuk soal yang rumit dikarenakan soal yang berbentuk tabel siswa ZA belum terlalu mengerti soal yang berbentuk tabel tersebut, oleh karena itu siswa ZA belum memenuhi ketiga indikator literasi numerasi, sehingga memperoleh skor 1. Subjek Kedua MF Berdasarkan hasil wawancara MF masih kurang memahami soal nomor 1, dikarenakan soal yang agak rumit dan memiliki kendala pada saat perhitungan hasil sehingga tidak bisa menjelaskannya dengan baik dan memperoleh skor 2. Berdasarkan hasil wawancara MF soal nomor dua termasuk soal mudah namun disela-sela penyelesaiannya ada sedikit kendala dibagian rumus yang agak lumayan rumit tetapi walaupun demikian soal tersebut bisa terselesaikan dengan benar meskipun MF kurang yakin dengan hasil yang ia jawab. Berdasarkan hasil wawancara MF pada soal nomor 3. MF mengatakan soal tersebut termasuk soal yang rumit dikarenakan ia kurang mengerti soal tersebut, oleh karena itu siswa MF belum memenuhi ketiga indikator literasi numerasi, sehingga memperoleh skor 1. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pengkategorian kelompok tinggi, sedang, dan rendah mengenai hasil penilaian kemampuan literasi numerasi rata-rata siswa mampu menjawab soal nomor dua saja dengan memenuhi semua indikator sedangkan soal nomor satu dan tiga masih kesulitan dikarenakan soal yang disajikan dalam bentuk tabel atau grafik, penyebab kesulitan yang dialami siswa disebabkan oleh jarangnya mengerjakan soal-soal yang berbentuk cerita, tidak hanya itu sebagian siswa terkendala dibagian hitung-menghitung angka sehingga siswa bingung untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa siswa yang tergolong ke dalam kelompok tinggi, sedang, maupun kelompok rendah masih memiliki kemampuan literasi numerasi yang rendah. Analisis Kemampuan Literasi Numerasi. (Harisah. Aryani. Rahmi. Musriandi, & Hasanah, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1059-1068 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Saran Bagi peneliti lain, penelitian ini masih perlu dikembangkan dan dilakukan penelitian lanjutan yang bertujuan dalam mengetahui pembelajaran yang sesuai dalam peningkatan kemampuan literasi numerasi. DAFTAR PUSTAKA